• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN EDUTAINMENT BANDUNG DRUMS DAY TAHUN 2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MANAJEMEN EDUTAINMENT BANDUNG DRUMS DAY TAHUN 2013."

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN EDUTAINMENT BANDUNG DRUMS DAY TAHUN 2013

TESIS

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Seni Konsentrasi Program Pendidikan Seni Musik

Oleh

Rifki

NIM: 1201488

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI SEKOLAH PASCASARJANA

(2)

MANAJEMEN EDUTAINMENT BANDUNG DRUMS DAY TAHUN 2013

Oleh Rifki

S.Pd UPI Bandung, 2009

Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) pada Sekolah Pascasarjana Program Studi

Pendidikan Seni

© Rifki 2014

Universitas Pendidikan Indonesia Agustus 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Tesis ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

RIFKI

1201488

MANAJEMEN EDUTAINMENT BANDUNG DRUMS DAY TAHUN 2013

Disetujui dan disahkan oleh pembimbing: Pembimbing I

Dr. Rita Milyartini, M.Si. NIP. 197303262000031003

Pembimbing II

Dr. Dewi Suryati Budiwati, S.Sen, M.Pd. NIP. 196204221986092001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Seni

(4)

Rifki, 2014

A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Identifikasi Masalah Penelitian ... 6

C. Rumusan Masalah Penelitian ... 7

D. Tujuan Penelitian ... 8

E. Manfaat Penelitian ... 8

F. Asumsi Penelitian ... 10

G. Struktur Organisasi Tesis ... 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 13

A. Kajian Teoretis ... 13

1. Konsep Manajemen ... 13

2. Manajemen Pertunjukan Seni ... 18

3. Event Organizer (EO) ... 22

4. Konsep Dasar Organisasi ... 25

5. Pendekatan Perencanaan Pertunjukan Seni ... 33

6. Tahapan Penyelenggaraan Pertunjukan Seni ... 34

7. Pemilihan Talent Dalam Pertunjukan Musik ... 36

8. Pertunjukan Musik Sebagai Salah Satu Bagian Pendidikan Non-Formal ... 37

9. Edutainment ... 40

(5)

11. Eksistensi BDD ... 50

B. Penelitian Terdahulu ... 54

C. Kerangka Pemikiran ... 57

BAB III METODE PENELITIAN... 59

A. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 59

B. Desain Penelitian ... 59

C. Pendekatan dan Metode Penelitian ... 62

D. Langkah-Langkah Penelitian ... 66

E. Definisi Operasional... 68

F. Instrumen Penelitian... 70

G. Teknik Pengumpulan Data ... 70

H. Teknik Analisis Data ... 74

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 75

A. Pengembangan Komunitas Menjadi Organisasi ... 75

B. Perencanaan Penyelenggaraan Edutainment BDD Tahun 2013 ... 79

1. Penentuan Tema dan Jadwal Penyelenggaraan ... 81

2. Pemilihan Materi dan Konsep Penyelenggaraan... 83

3. Penentuan Sponsor ... 93

4. Booking Venue dan Perizinan Acara ... 94

5. Penentuan Harga Tiket ... 95

6. Pembuatan Lay Out Venue ... 96

7. Penentuan Sound System ... 98

8. Penentuan Multimedia ... 98

9. Pembuatan Promo Kit ... 99

10. Pembuatan Rundown Acara Penyelenggaraan Edutainment BDD 2013 ... 102

C. Penyelenggaraan Edutainment BDD Tahun 2013 ... 102

1. Road to BDD 2013 ... 102

2. Persiapan Final Penyelenggaraan Edutainment BDD Tahun 2013 ... 105

3. Penyelenggaraan Edutainment BDD Tahun 2013 ... 107

D. Pengendalian Edutainment BDD Tahun 2013 ... 137

(6)

Rifki, 2014

2. Pengandalian Penyelenggaraan Edutainment BDD Tahun 2013 ... 149

3. Pengendalian Pasca Penyelenggaraan Edutainment BDD Tahun 2013 ... 147

E. Pembahasan Hasil Penelitian ... 148

1. Edutainment dalam BDD Tahun 2013 ... 148

2. Sistem Penyelenggaraan Edutainment BDD Tahun 2013 ... 153

3. Model Manajemen Edutainment BDD... 156

4. Implikasi ... 158

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 161

A.Kesimpulan ... 161

B.Saran ... 164

DAFTAR PUSTAKA ... 165

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 4.1 Ketersediaan konten yang ada dalam setiap penyelenggaraan BDD .. 80

(8)

Rifki, 2014

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Hendy (Gigi) pada pertunjukan musik BDD Tahun 2010 ... 38

Gambar 2.2 Bagian-bagian set drum standar ... 44

Gambar 2.3 Ragam jenis stik drum ... 49

Gambar 2.4 Ragam ukuran stik drum ... 49

Gambar 4.1 Peta lokasi gedung Sabuga Bandung ... 82

Gambar 4.2 Desain lay out drums exhibition BDD 2013 ... 97

Gambar 4.3 Desain lay out drums gallery BDD 2013 ... 97

Gambar 4.4 Salah satu promo kit BDD 2013 ... 101

Gambar 4.5 Aaron Spears drum solo performances BDD 2013 ... 113

Gambar 4.6 JP Millenix drum solo performances ... 114

Gambar 4.7 Partitur Metal vs Punk drum battle BDD 2013 ... 118

Gambar 4.8 Jimmy dan Marsya Manopo drums performance BDD 2013 ... 121

Gambar 4.9 Pertunjukan Tataloe Percussion yang menggunakan alat musik non konvensional ... 124

Gambar 4.10 Percussion performance by Duo Percussion and Hendri BDD 2013 126

Gambar 4.11 Salah satu drumset dalam drums gallery BDD 2013 ... 128

Gambar 4.12 Salah satu booth distributor alat musik dalam drums exhibition BDD 2013 ... 129

Gambar 4.13 Penampilan Vijesh dalam drum masterlcass BDD 2013 ... 131

Gambar 4.14 Tempat praktek dokter spesialis drum BDD 2013 ... 134

Gambar 4.15 The winner on the spot drum solo contest ... 135

Gambar 4.16 Drum milik Goesti dan Reza yang terdapat dalam drum gallery BDD 2013 ... 149

(9)

Halaman

Skema 2.1 Jalur komunikasi terbuka yang diadopsi dari model Byrnes... 31

Skema 2.2 Konsep pola berfikir dalam penulisan tesis manajemen edutainment BDD tahun 2013 ... 57

Skema 3.1 Desain penelitian untuk pengumpulan data ... 60

Skema 3.2 Pola Pendekatan Multidisipliner ... 65

Skema 3.3 Teknik triangulasi ... 73

Skema 4.1 Metamorfosis konten penyelenggaraan BDD ... 79

Skema 4.2 Skema ringkasan tahapan pengendalian pada proses pra penyelenggaraan BDD 2013 ... 137

Skema 4.3 Skema Alur besar pengendalian pada proses penyelenggaraan BDD 2013 ... 139

Skema 4.4 Skema komunikasi dalam pengendalian panggung utama ... 140

Skema 4.5 Skema komunikasi dalam pengendalian di luar panggung utama .... 141

Skema 4.6 Skema komunikasi dalam pengendalian kesekretariatan ... 142

Skema 4.7 Skema komunikasi dalam pengendalian multimedia ... 142

Skema 4.8 Skema karakteristik penyajian edutainment BDD 2013 ... 152

(10)

Rifki, 2014

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 SK Pengangkatan Pembimbinga Tesis ... 167

Lampiran 2 Pedoman Wawancara lapangan ... 169

Lampiran 3 Data Hasil Wawancara Tahap Pengorganisasian BDD 2013 ... 171

Lampiran 4 Data Hasil Wawancara Tahap Perencanaan BDD 2013 ... 173

Lampiran 5 Data Hasil Wawancara Tahap Penyelenggaraan BDD 2013... 175

Lampiran 6 Pedoman Wawancara tentang Tahap Pengendalian BDD 2013 ... 176

Lampiran 7 Daftar Anggota Komunitas Yang Tergabung Dalam Organisasi Penyelenggaraan BDD tahun 2013 ... 174

Lampiran 8 Undangan Press Gathering ... 180

Lampiran 9 Lay Out Venue Concept BDD 2013 ... 181

Lampiran 10 Promo Kit BDD 2013 ... 183

Lampiran 11 Dokumentasi Visual Penelitian ... 186

(11)

ABSTRAK

Bandung Drums Day (BDD) merupakan pertunjukan musik drum terbesar di Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2010 dengan memasukan nilai edukasi di setiap materi penyelenggaraannya. Acara tersebut dikelola oleh komunitas pecinta drum Kota Bandung yang bukan merupakan event organizer profesional. Hal itulah yang menjadi latar belakang untuk meneliti: Manajememen Edutainment Bandung Drums Day Tahun 2013. Berdasarkan pendapat Josef Trna sebagai landasan teori edutainment,

penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa pengorganisasian BDD dibentuk setelah menentukan materi pertunjukan, perencanaan penyelenggaraan BDD 2013 dikembangkan dari materi penyelenggaraan BDD sejak 2010 dan pengendalian BDD 2013 dilakukan secara tiga tahap. Hasil temuan tersebut diharapkan berimplikasi terhadap bidang pendidikan, peneliti lanjutan, komunitas dan apresiator seni.

Kata kunci: Manajemen, Edutainment, Bandung Drums Day

(12)

Rifki, 2014

ABSTRACT

Bandung Drums Day (BDD) is the biggest drums event in Indonesia, which has been hold annually since 2010, and combined with educative performances. This event is organized by a drums community in Bandung, who is not recognized as a pro event organizer. This leads to do research of: Management of Edutainment Bandung Drums Day 2013. According to Josef Trna as edutainment theoretical basis, this research uses the case study method with qualitative approach. The result of research shows that BDD 2013 organization was formed after deciding performance programs, BDD 2013 was developed from the earlier BDDs, and BDD 2013 event control happened in three steps. This result is expected to imply for education, further research, community and art appreciator.

(13)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Musik adalah satu hal yang tidak bisa dihindari dari kehidupan kita

sehari-hari, sedari lahir hingga kini, secara sengaja atau tidak sengaja, alunan

musik datang ke telinga kita melalui hantaran udara yang berasal dari speaker

(pengeras suara) televisi, audio player, telepon genggam, dan alat musik yang dimainkan secara langsung. Sesuai perkembangannya, musik menjadi beberapa

jenis menurut bentuk dan gayanya masing–masing. Di dunia terdapat ratusan

lebih jenis-jenis musik, mulai dari pembagian zamannya, seperti musik orkestra

Barok, Klasik, Romantik yang walaupun menggunakan alat musik yang sama,

tetapi pada struktur komposisi musiknya terdapat perbedaan yang sangat jelas

berbeda. Pada musik populer juga terdapat banyak aliran musik seperti rock,

metal, pop, ska, punk, blues, jazz dan sejumlah aliran musik lainnya.

Perbedaan jenis pada masing-masing musik ini sangat beragam, mulai dari

jenis alat musik yang dimainkan sehingga menghasilkan suara khas dari alat

musiknya yang dibutuhkan oleh aliran musik tertentu, teknik memainkan alat

musiknya, cara berpakaian pemain musiknya, isi syair-syair yang terdapat pada

lagunya, cara bernyanyi dari penyanyinya sampai setting alat musiknya, terutama

setting pada alat musik drum. Kita dapat dengan mudah mengetahui band apa yang akan tampil dengan melihat setting drum yang ada pada suatu panggung pertunjukan, pada umumnya pemain drum selalu menyertakan nama kelompok

musiknya pada permukaan depan bass drum, sehingga kita akan dengan mudah

mengetahui kelompok musik apa yang akan tampil di atas panggung.

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa, musik dapat kita

dengar baik secara sengaja atau tidak sengaja. Dalam hal ini, musik yang kita

dengar secara sengaja dan tidak sengaja merupakan sebuah rangkaian proses yang

panjang, hingga pada akhirnya getaran yang dihasilkan oleh banyak hal seperti

(14)

2

Rifki, 2014

perantara udara, lalu melalui syaraf ditelinga kita, getaran tersebut diantarkan

sampai ke otak kita hingga akhirnya kita bisa menikmati musik tersebut.

Musik bisa dinikmati secara individu dan secara massal, musik yang

dinikmati secara massal biasanya dikemas dalam sebuah acara pertunjukan drama

musikal, festival, atau konser musik. Hampir semua manusia di bumi pernah

menyaksikan pertunjukan musik, baik itu skala pagelaran seni sekolah, festival

musik nasional sampai konser kelompok musik berskala internasional yang harga

tiketnya dapat dipastikan sangat mahal. Perkembangan pertunjukan musik

semakin pesat seiring bisnis industri musik yang kian maju dan berkembang.

Kemajuan teknologi saat ini membuat proses produksi dan pendistribusian

produk musik memiliki kelebihan dan kekurangan, contoh kelebihannya yaitu

dengan era digital saat ini, semua orang tidak perlu pergi ke studio rekaman untuk

membuat sebuah karya musik, para musisi mampu memproduksi karya musik

yang direkam menggunakan komputer yang ada di rumah, namun tentu saja hasil

yang diperoleh tergantung daripada spesifikasi alat penunjang komputernya dan

kemampuan sumber daya manusianya, selanjutnya dengan era internet yang

merajalela seperti saat ini, toko musik yang khusus menjual kaset rekaman dan

CD musik semakin menghilang, hal ini dikarenakan sepinya pembeli, para penikmat musik saat ini lebih memilih untuk mendapatkan lagu yang ingin

didengar dengan cara mengunduhnya secara langsung dari fasilitas internet yang

ada di komputer atau bahkan handphone.

Semakin sepinya toko yang menjual album rekaman musik ternyata tidak

membuat surut pertunjukan musik yang diselenggarakan, karena untuk menikmati

musik secara langsung hanya bisa kita dapatkan dengan datang ke pertunjukan

musik, baik itu konser, festival ataupun drama musikal, Terselenggaranya sebuah

pertunjukan musik yang sukses takkan pernah terlepas dari kerja keras dan

kerjasama yang baik antara sumber daya manusia yang tergabung dalam sebuah

manajemen event penyelenggara professional yang sering disebut EO (event organizer). EO adalah sebuah bisnis profesional yang bergerak di bidang jasa penyelenggaraan acara. Beberapa acara yang biasa di tangani oleh EO yaitu: acara

(15)

3

peringatan ulang tahun, acara pernikahan, hingga acara pertunjukan musik.

Melalui bantuan EO, acara yang diselenggarakan bisa berjalan dengan lancar karena seperti sebagai sebuah bisnis yang professional, EO memiliki tahapan kerja dalam struktur manajemennya, Sudjana (2004, hlm. 15) mengatakan bahwa:

Manajemen merupakan serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya dalam mengatur dan mendayagunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, secara efektif dan efisien, untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

Berdasarkan pendapat tersebut, dalam suatu manajemen sangat diperlukan

kerjasama yang terdiri dari banyak orang yang tersebar ke berbagai divisi kerja

dalam sebuah sistem manajemen, oleh karena itu sistem manajemen dalam sebuah

organisasi EO tidak dapat berjalan jika hanya dilakukan oleh satu orang saja. Di Indonesia, pertunjukan musik dari suatu kelompok musik atau band,

sudah banyak sekali jumlahnya, bahkan sudah tidak terhitung lagi berapa banyak

pertunjukan musik yang diadakan di Indonesia setiap tahunnya. Namun dari

sekian banyak pertunjukan musik yang diselenggarakan, kebanyakan hanya

mengedepankan aspek hiburan saja dan hanya sedikit yang memasukan aspek

pendidikan kedalam materi pertunjukannya, sedangkan seperti yang kita tahu

bahwa pendidikan memegang peranan penting dalam proses perkembangan

kemajuan suatu bangsa, tingkat kemajuan suatu bangsa merupakan cerminan dari

hasil proses pendidikan yang telah dilakukan.

Pendidikan yang berkualitas menghasilkan anak bangsa yang bukan hanya

cerdas otaknya, tetapi halus pula perasaannya, peka terhadap situasi sosial dan

lingkungannya, sehingga dari anak bangsa yang berkualitas inilah lahir pemimpin

bangsa yang hebat. Pada dasarnya pendidikan sudah menjadi bagian dari hidup

kita yang tidak bisa dihindari, sejak lahir kita banyak belajar dan mendapatkan

pendidikan dari orang tua bagaimana cara berkomunikasi, cara bergerak, dan cara

bertingkah laku. Pada saat itu indera utama yang paling berperan adalah indera

pendengaran, dengan mendengar kita diberitahu semua nama, istilah dan sebutan

(16)

4

Rifki, 2014

Pendidikan dapat dibagi menjadi tiga jenis, pendidikan formal, non-formal

dan informal. Pendidikan formal dilakukan oleh pemerintah melalui sekolah dasar

sampai perguruan tinggi, dan sebagai lembaga formal tentu saja sekolah memiliki

standar sistem dalam pelaksanaannya. Salah satu standar sistem dalam

pelaksanaannya, sekolah wajib memiliki dan mengikuti kurikulum yang sudah di

tentukan oleh pemerintah pusat sebagai acuan proses pembelajaran disekolah.

Seiring perkembangannya, sampai saat ini kurikulum yang dilakukan di sekolah

sudah mengalami banyak perubahan dan perkembangan dari tahun ketahun.

Musik menjadi satu hal penting dalam dunia pendidikan, karena dengan

mempelajari musik, siswa dapat memperhalus perasaan dan melatih syaraf

motoriknya disamping dia juga meningkatkan kemampuan kognitifnya.

Pendidikan musik yang dilakukan di sekolah saat ini, seringkali hanya bersumber

dari buku-buku teori, sedikit sekali sekolah yang memfasilitasi murid-muridnya

untuk bereksplorasi dan berapreasiasi dalam proses pembelajarannya. Selain

karena fasilitas sekolah yang tidak memadai untuk memutar video ataupun audio

dengan kualitas yang baik, sarana dan fasilitas untuk siswa melakukan apresiasi

dengan melakukan kunjungan ke pertunjukan seni musikpun menjadi terbentur

karena jarangnya sebuah acara musik yang mengemas acaranya secara khusus dan

menyeluruh dengan memasukan aspek pendidikan kedalam materi

pertunjukannya.

Pada umumnya acara pertunjukan seni musik yang dilakukan di Bandung

hanya bersifat untuk hiburan yang pada pelaksanaan pertunjukan seni musiknya

hanya menampilkan grup musik untuk disaksikan oleh para penontonnya. Jarang

sekali ada sebuah acara pertunjukan seni musik yang fokus kepada satu alat

musik, dimana dalam pertunjukan itu kita sebagai penonton diarahkan untuk

mempelajari lebih dalam satu jenis alat musik, mulai dari menyaksikan

penampilan dari seniman professional yang sudah tentu ahli dan berpengalaman

memainkan alat musik tersebut, lalu mendapatkan pemahaman serta pembelajaran

bagaimana cara memainkannya, bagaimana cara untuk melatih teknik

permainannya, melihat pameran alat musiknya, mengunjungi tempat penjualan

(17)

5

penggemar alat musik tersebut untuk berdiskusi tentang segala sesuatu tentang

alat musik tersebut.

Berbeda dengan sajian pertunjukan musik yang hanya mengedepankan

aspek hiburan dalam materi pertunjukkannya, Bandung memiliki sebuah acara

yang diadakan setiap tahun dan memuat berbagai materi pendidikan dalam

penyelenggaraanya, acara tersebut bertajuk Bandung Drums Day (BDD). Lain

halnya seperti pertunjukan musik yang biasanya dipergelarkan dengan posisi

pemain drum paling belakang. Pertunjukan musik BDD ini menjadi ajang unjuk

kebolehan para pemain drum, dalam acara ini pemain drum menjadi sorotan

utama diatas panggung. Dalam acara ini tentu saja materi utama pertunjukannya

ialah segala sesuatu tentang drum, mulai dari drum masterclass, drum performance, drum photo contest, on the spot drum competition sampai pameran alat musik drum dari beberapa distributor drum terbaik di Indonesia.

Dari sejumlah suguhan dalam acara tersebut, penonton akan mendapatkan

banyak manfaat dan pengetahuan tentang drum, contohnya dengan mengikuti

drum masterclass pengunjung akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara memainkan drum dan bagaimana cara latihan drum yang baik secara

langsung dari pemain drum professional tingkat Internasional. Selain itu dengan

mengunjungi drum exhibition, pengunjung juga dapat melihat dengan jelas bagaimana cara setting drum yang di pergunakan oleh para pemain drum

professional di Indonesia.

BDD merupakan acara tahunan sejak tahun 2010, berdasarkan data yang

diperoleh dari Rani sebagai divisi ticketing BDD, dalam perjalanannya acara ini dihadiri oleh tidak kurang dari 15.000 penonton yang datang dari penjuru

nusantara bahkan mancanegara. Menyajikan penampilan dari ratusan pemain

drum, menyuguhkan ratusan drum set dalam gallery, menghadirkan puluhan perusahaan distributor alat musik drum terbaik di Indonesia, dan diliput oleh

puluhan media cetak, elektronik dan online mampu membuat BDD menjadi acara drum terbesar di Indonesia seperti yang ditulis dalam Pikiran Rakyat On Line

(18)

6

Rifki, 2014

BANDUNG, (PRLM).- Bandung Drums Day (BDD) 2012 selain menyuguhkan perfomance 37 orang drummer dari dalam maupun luar negeri, tetapi juga menjadikan penonton sebagai bagian dari perhelatan terbesar di Asia maupun dunia yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya. Pengunjung juga dapat menyerap ilmu langsung tentang teknik dan cara bermain drum dengan baik melalui Master Class bersama Doktor Musik Grant Collins dan Zak Bond, serta workshop dengan Michael Kristianto.

Suksesnya sebuah pertunjukan musik tidak pernah terlepas dari ide dan

konsep pemikiran sebuah manajemen organisasi pertunjukan yang sudah

professional dan bekerja secara ahli dibidangnnya. Seperti yang dikatakan oleh

Hubeis (2007, hlm. 95) bahwa “Sumber daya manusia merupakan faktor dominan

dalam kegiatan produksi maupun daya saing, karena berperan sebagai pilar

penyangga dan penggerak roda kegiatan organisasi apapun untuk berkembang dan

maju”. Sehingga sangat kecil kemungkinannya untuk sebuah acara menjadi sukses

jika dikemas dan dikelola oleh sumber daya manusia yang tidak professional,

namun yang unik dari suksesnya acara adalah, keseluruhan anggota organisasi

kepanitiaan acaranya merupakan pemain drum. Berbeda dengan acara pertunjukan

musik yang pada umumnya selalu dikelola oleh manajemen organisasi. Acara ini

merupakan hasil dari buah pikiran sebuah komunitas para pemain drum yang

sering berkumpul, latihan bersama, berdiskusi sehingga lahirlah acara drum yang

patut menjadi kebanggaan Indonesia.

Untuk lebih memfokuskan masalah penelitian, peneliti akan membahas

manajemen pertunjukan BDD yang dilaksanakan pada tahun 2013, hal tesebut

berdasarkan pada pertimbangan bahwa pada tahun 2013 ini merupakan event yang paling terbaru dilaksanakan dari serangkaian event BDD yang sudah di gelar sejak tahun 2010 dan masih hangat di perbincangkan oleh banyak orang baik secara

lisan juga melalui media sosial internet, selain itu pada tahun 2013 juga BDD

diselenggarakan untuk pertama kalinya dalam dua hari dan mendatangkan

drummer international lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

B. Identifikasi Masalah Penelitian

Bersumber dari paparan permasalahan yang sudah dibahas sebelumnya

(19)

7

dikembangkan dari pemaparan tersebut guna menjadi acuan peneliti dalam

merumuskan masalah, indikasi yang dibuat untuk mempertajam rumusan masalah

tersebut diantaranya adalah:

1. Banyak sekali pertunjukan musik yang diselenggarakan di Indonesia,

khususnya di Bandung. Namun hanya sedikit yang memasukan unsur

pendidikan kedalam materi pertunjukannya.

2. BDD (Bandung Drums Day) menjadi salah satu acara di Bandung yang

memasukan unsur pendidikan kedalam materi pertunjukannya dan

diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sejak tahun 2010.

3. Suksesnya sebuah pertunjukan musik harus ditangani oleh sebuah manajemen

pertunjukan atau EO yang profesional.

4. BDD merupakan pertunjukan musik berskala internasional yang sukses

diselenggarakan oleh komunitas pecinta drum Kota Bandung yang

notabenenya bukan EO profesional.

5. Dalam setiap penyelenggarannya BDD memiliki sejumlah manfaat dan

bernilai edukasi bagi para pengunjung dan pihak penyelenggara.

C. Rumusan Masalah Penelitian

Suksesnya suatu pertunjukan musik harus dilakukan oleh orang-orang

yang ahli dalam bidang manajemen organisasi yang professional, sedangkan BDD

telah berhasil mendapatkan predikat sebagai acara drum terbesar di Indonesia

dengan keseluruhan panitianya merupakan anggota dari komunitas para pemain

drum dan bukan EO professional dalam bidang manajemen pertunjukan musik. Hal tersebut menegaskan bahwa sebuah komunitas ternyata mampu membuat

sebuah ajang festival musik berskala internasional yang memiliki sejumlah

manfaat dan mempunyai nilai edukasi bagi masyarakat luas dalam

penyelenggaraannya.

Berdasarkan beberapa indikasi tentang manajemen edutainment Bandung Drums Day, maka secara operasional permasalahan tersebut dirumuskan kedalam

(20)

8

Rifki, 2014

1. Bagaimana pembentukan organisasi penyelenggara edutainment Bandung Drums Day?

2. Bagaimana proses perencanaan pertunjukan Bandung Drums Day tahun 2013?

3. Bagaimana proses penyelenggaraan pertunjukan Bandung Drums Day tahun

2013?

4. Bagaimana proses pengendalian pertunjukan Bandung Drums Day tahun

2013?

Sejumlah pertanyaan tersebut dipilih oleh peneliti berdasarkan paparan

yang diungkapkan dalam latar belakang masalah dan identifikasi masalah, bahwa

suksesnya sebuah pertunjukan musik harus dikelola oleh EO yang profesional, namun BDD berhasil diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2010 dibawah

kerjasama anggota komunitas pecinta drum kota Bandung yang bukan merupakan

EO profesional. Tentu saja hal tersebut menarik minat dan membangkitkan rasa penasaran peneliti, bagaimana sebuah komunitas mampu menyelenggarakan

sebuah pertunjukan musik berskala internasional dengan sukses.

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini berjudul “Manajemen Edutainment Bandung Drums Day Tahun 2013”. Berdasarkan tujuannya, penelitian ini terbagi menjadi dua sub tujuan, secara umum penelitian ini bertujuan untuk memahami, mengidentifikasi

dan mendeskripsikan tentang:

1. Kondisi objektif tentang sebuah komunitas pecinta drum di Kota Bandung

yang mampu menyelenggarakan sebuah pertunjukan musik berskala

internasional secara konsisten setiap tahunnya.

2. Proses penyelenggaran edutaintment BDD tahun 2013.

Sedangkan secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui,

mengidentifikasikan, mendeskripsikan dan memaparkan serta menjawab

pertanyaan penelitian tentang:

1. Pembentukan organisasi penyelenggara edutaintment Bandung Drums Day.

(21)

9

3. Proses penyelenggaraan prtunjukan Bandung Drums Day Tahun 2013.

4. Proses Pengendalian Pertunjukan Bandung Drums Day Tahun 2013.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian yang baik menimbulkan manfaat bagi banyak pihak, oleh

karena itu, setelah memperoleh hasil yang diupayakan dalam penelitian ini, maka

peneliti mengharapkan hasil tersebut dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak

terkait. Pihak tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Program Pendidikan Seni Pasca Sarjana UPI, hasil penelitian ini diharapkan

dapat dijadikan sumbangan untuk khasanah perpustakaan di Program

Pendidikan Seni Pasca Sarjana UPI.

2. Jurusan Pendidikan Seni Musik FPBS UPI, hasil penelitian ini diharapkan

dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk pengembangan kurikulum dan

bahan ajar mata kuliah manajemen pertunjukan.

3. Peneliti, hasil penelitian ini dapat memperkaya wawasan pengetahuan yang

mendalam tentang bagaimana Manajemen organisasi yang baik untuk sebuah

pertunjukan musik.

4. Peneliti lanjutan, hasil ini diharapkan dapat menjadi sumber untuk penelitian

selanjutnya tentang manajemen pertunjukan musik yang dibangun dari

kekuatan sumber daya manusia (komunitas) yang bukan secara profesional

dalam bidang Event Organizer.

5. Semua komunitas yang ada di masyarakat, diharapkan hasil penelitian ini bisa

menjadi bekal komunitas lainnya untuk mengembangkan komunitasnya

menjadi lebih besar lagi dengan membuat suatu acara yang baik dengan

memanfaatkan sumber daya manusia yang ada didalam komunitasnya.

6. Apresiator pertunjukan musik, hasil penelitian ini diharapkan mampu

meningkatkan penghargaan terhadap suatu pertunjukan musik dan mampu

(22)

10

Rifki, 2014

7. Organisasi BDD, hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi cerminan

dari kekuatan, kelebihan, kelemahan dan ancaman yang ada dalam organisasi

BDD untuk tetap secara konsisten menyelenggarakan pertunjukan musiknya

menjadi lebih baik di tahun selanjutnya.

F. Asumsi Penelitian

Bandung merupakan Kota yang dijejali berbagai komunitas, mulai dari

komunitas pecinta olahraga, pecinta binatang, fotografi sampai komunitas pecinta

musik, salah satu penyebabnya yaitu karena di Kota Bandung terdapat sejumlah

sekolah, kampus dan universitas yang berisikan anak muda yang berasal dari

berbagai daerah di nusantara yang memiliki beragam hobi dan haus akan aktivitas

sosial. Kegiatan berkomunitas tersebut merupakan kegiatan yang positif jika

dalam aktivitasnya bisa memberikan sejumlah manfaat bahkan nilai ekonomi baik

untuk para anggotanya juga untuk masyarakat luas.

Kegiatan positif yang dilakukan setiap komunitas tentunya beragam,

tergantung dari bidang komunitas yang digelutinya. Anggota komunitas yang

tergabung dalam komunitas bidang musik di Bandung tidak terhitung lagi

jumlahnya, mulai dari komunitas pecinta jenis aliran musik tertentu sampai

dengan komunitas pecinta alat musik tertentu. Sangat disayangkan dari sekian

banyak komunitas yang ada, tidak banyak komunitas yang mampu membuat dan

menyelenggarakan sebuah acara berskala internasional yang memiliki nilai

edukasi dan sejumlah manfaat bagi masyarakat luas.

Bandung Drums Day merupakan sebuah acara pertunjukan musik yang

digagas oleh komunitas pecinta drum di Kota Bandung. Pertunjukannya secara

konsisten diadakan sekali setiap tahunnya sejak tahun 2010. Sampai tahun 2013

Bandung Drums Day telah sukses diselenggarakan oleh organisasi penyelenggara

yang bukan profesional dibidangnya. Peneliti berasumsi bahwa komunitas pecinta

drum Kota Bandung yang mengadakan pertunjukan musik berskala internasional

memiliki strategi khusus yang secara tidak langsung sudah menggunakan berbagai

(23)

11

hlm. 2) tentang perencanaan, proses, dan pengendalian secara khusus yang

menunjang suksesnya pertunjukan musik Bandung Drums Day setiap tahunnya sejak Tahun 2010.

G. Struktur Organisasi Tesis

Tesis ini terdiri dari lima bab yang tersusun dalam rancangan sistematika

penulisan (struktur organisasi tesis), masing-masing bab terdiri dari bab I

(pendahuluan), bab II (kajian pustaka, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran),

bab III (metodologi penelitian), bab IV (hasil penelitian dan pembahasan), dan

bab V (kesimpulan dan rekomendasi). Penulisan sistematika tersebut secara

terperinci tertuang dalam bab-bab yang saya tulis sebagai berikut:

Judul: manajemen edutainment Bandung Drums Day Tahun 2013

Bab I Pendahuluan, membahas tentang latar belakang masalah, identifikasi

masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan struktur

organisasi/sistematika penulisan. Dalam latar belakang masalah dibahas tentang

pengetahuan musik secara umum yang dikembangkan ke materi manajemen

secara umum, pendidikan, pertunjukan seni musik, Bandung Drums Day dan

urgensi mengapa hanya penyelenggaraan BDD tahun 2013 yang diangkat sebagai

materi khusus untuk diangkat kedalam penelitian dari penyelenggaraan BDD

sejak tahun 2010.

Paparan permasalahan yang tertulis selanjutnya diidentifikasikan kedalam

indikasi permasalahan guna mempermudah dan mempertajam rumusan masalah

yang secara operasional tertuang kedalam empat bentuk pertanyaan penelitian.

Tujuan penelitian yang tertulis pada Bab ini berhubungan dengan pertanyaan

penelitian dan diharapkan memiliki manfaat untuk pihak-pihak terkait setelah

selesainya tesis ini.

Bab II (kajian pustaka, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran), pada

(24)

12

Rifki, 2014

tertulis dalam Bab ini merupakan teori tentang manajemen secara umum,

manajemen pertunjukan seni, event organizer, hakikat organisasi, pertunjukan musik sebagai salah satu bagian dari pendidikan non-formal dan drum sebagai

media apresiasi guna meningkatkan kualitas musikal.

Konsep dan teori tentang manajemen secara umum meliputi pengertian

manajemen, manajemen sebagai ilmu, manajemen sebagai seni, manajemen

sebagai profesi, dan sumber daya manusia. Teori dan konsep tersebut digunakan

peneliti sebagai pengetahuan dasar dari prinsip-prinsip yang dilakukan dalam

manajemen secara umum. Teori dan konsep manajemen pertunjukan seni, event organizer serta hakikat organisasi digunakan peneliti secara khusus untuk menjadi pisau bedah dalam menganalisis tahapan yang terjadi dalam proses

penyelenggaran edutainment Bandung Drums Day.

Konsep dan teori tentang pertunjukan musik sebagai salah satu bagian dari

pendidikan non-formal berisi tentang Undang-undang dan teori yang berfungsi

sebagai justifikasi tentang pertunjukan musik pula mampu dijadikan sebagai salah

satu bagian dari pendidikan non-formal. Dalam Bab II pula terancang diagram

kerangka pemikiran yang selanjutnya diuraikan kedalam tulisan guna

mempermudah tahapan penelitian.

Bab III metodologi penelitian, dalam Bab ini di kemukakan secara rinci

mengenai metode penelitian, termasuk beberapa komponen lainnya yaitu: lokasi

dan subjek penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional,

instumen penelitian, teknik pengumpulan data, sistem analisis data dan tahapan

analisis data.

Bab IV hasil penelitian dan pembahasan, dalam Bab ini tertulis dua pokok

penting, Pokok yang pertama yaitu pengolahan atau analisis data untuk

menghasilkan temuan yang berkaitan dengan masalah penelitian, pertanyaan

penelitian, dan tujuan penelitian. Materi yang dibahas dalam bab ini yaitu tentang

proses pengorganisasian dalam penyelenggaraan BDD, perencanaan

penyelenggaraan BDD 2013, pelaksanaan BDD 2013, dan pengendalian BDD

2013. Pokok kedua yang selanjutnya ditulis dalam Bab ini merupakan

(25)

13

instrument pengumpulan data yang kemudian dikomparasi dengan teori dan

konsep-konsep manajemen seni pertunjukan yang ada.

Bab V (kesimpulan dan saran), Bab ini membahas tentang penafsiran dan

pemaknaan penelitian terhadap hasil analisis temuan penelitian yang kemudian

(26)

59

Rifki, 2014

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Dan Subjek Penelitian

Lokasi utama penelitian ini berada di Jalan Stasiun Timur no.12 Bandung,

lokasi ini dipilih karena lokasi ini merupakan tempat berkumpulnya para

komunitas pecinta drum Bandung yang tergabung dalam organisasi

penyelenggaraan BDD, selain itu lokasi ini merupakan sekretariat dari

penyelenggaraan pertunjukan edutainment BDD. Dilokasi ini pula segala arsip dokumentasi terkait penyelenggaraan edutainment BDD tahun 2013 disimpan.

Subjek dari penelitian ini adalah seluruh panitia yang tergabung dalam

organisasi penyelenggara edutainment BDD, keseluruhan panitia yang tergabung dalam organisasi penyelenggara ini merupakan anggota komunitas pemain drum

pemula sampai pemain drum yang professional dan berdomisili di kota Bandung.

B. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan sebuah bentuk kerangka berfikir tentang

tahapan yang dilakukan dari tahap awal, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir.

Dalam beberapa tahapan tersebut terdapat beberapa pointer penting yang dikaji

sesuai urutan dan saling terhubung dengan pointer yang lain sampai pada tahap

akhir. Untuk mempermudah proses penelitian, peneliti membuat diagram desain

penelitian yang kemudian diuraikan sebagai acuan prosedur penelitian yang

(27)

60

Melalui diagram tersebut, kita dapat melihat bahwa penelitian ini terbagi

kedalam tiga tahapan yang dilanjutkan dengan tahapan penulisan atau pelaporan

(28)

61

Rifki, 2014

melakukan studi awal mengenai kajian literatur dan kajian empirik tentang ilmu

manajemen, edukasi, dan pertunjukan seni. Hal tersebut dilakukan guna

menambah ilmu pengetahuan terkait topik penelitian yang diangkat.

Setelah peneliti memiliki sejumlah pengetahuan tersebut, dilakukan tahap

selanjutnya yaitu tahap pelaksanaan, pada tahap pelaksanaan ini peneliti

mengunakan ilmu pengetahuan yang diperoleh pada tahap awal untuk membedah

sejumlah pertanyaan penelitian yang diangkat. Pengetahuan tentang ilmu

manajemen digunakan untuk membedah tentang proses pembentukan organisasi

penyelenggaraan BDD, proses perencanaan pertunjukan BDD tahun 2013, proses

pelaksanaan pertunjukan BDD tahun 2013, dan proses pengendalian pertunjukan

BDD 2013. Ilmu edukasi digunakan untuk membedah sejumlah pertanyaan

penelitian tentang apa saja dan sejauh mana dampak edukasi yang dapat diterima

baik oleh penyelenggara dan penonton pada penyelenggaraan pertunjukan BDD

tahun 2013. Ilmu pertunjukan seni digunakan untuk membedah tentang proses

perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian penyelenggaraan BDD tahun 2013

melalui koridor ilmu pertunjukan seni.

Sejumlah pertanyaan penelitian tersebut yang dibedah melalui ilmu

manajemen, edukasi dan pertunjukan seni dijadikan sejumlah data yang

selanjutnya diproses pada tahap akhir, pengumpulan data dilakukan dengan

bantuan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara, studi

kepustakaan dan studi dokumentasi. Setelah sejumlah data berhasil dikumpulkan,

data tersebut akan direduksi guna mempermudah peneliti dalam menganalisis

data, dalam proses analisis data, peneliti akan mengelompokan,

mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola dan kategori, sehingga

data tersebut dapat disajikan dan digunakan dengan mudah dalam penelitian ini.

Selanjutnya setelah data tersebut diurutkan dan dikelompokan, proses verifikasi

data dilakukan terhadap sejumlah data tersebut. Proses verifikasi data berguna

untuk memvalidasi data yang ada sehingga kesahihannya dapat dipertanggung

(29)

62

C. Pendekatan dan Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan

kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (1993, hlm. 30) “Metodologi kualitatif

adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif kualitatif berupa

kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati”. Dalam

penelitian kualitatif data yang diperoleh dalam bentuk kata dan gambar,

kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati disusun menjadi kalimat.

Penggunaan metode ini untuk mendeskripsikan kondisi objektif alamiah

komunitas pecinta drum Kota Bandung yang menyelenggarakan BDD.

Sukmadinata (2006, hlm. 94) mengatakan “Penelitian kualitatif ditujukan

untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan”.

Partisipan adalah orang-orang yang diwawancara, diobservasi, diminta

memberikan data, pendapat, pemikiran, dan persepsinya. Karakteristik dari

penelitian kualitatif, adalah: Data langsung diambil dari setting alami, penentuan

sampel dilakukan secara purposif, peneliti sebagai intrumen pokok, lebih

menekankan proses dari pada hasil, analisis data secara induktif atau interpretasi

bersifat idiografik, dan mengutamakan makna di balik data (dalam Nasution,

1998, hlm. 9).

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang sistematis yang digunakan

untuk mengkaji atau meneliti suatu objek pada latar alamiah tanpa ada manipulasi

di dalamnya dan tanpa ada pengujian hipotesis, dengan menggunakan

metode-metode yang alamiah hasil yang diharapkan bukanlah generalisasi berdasarkan

ukuran-ukuran angka-angka (kuantitas), namun berupa makna (kualitas) dari

fenomena yang diamati. Data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi pengumpulan

data, dilaporkan untuk selanjutnya diolah menggunakan teknik pengolahan data

yang komprehensif. Pengumpulan data selalu dapat diperbarui selama proses

pengolahan data jika ditemukan temuan-temuan baru terkait penelitian ini.

Alwasilah (2009, hlm. 102) mengungkapkan: “prinsip penelitian kualitatif

menekankan bahwa setiap temuan (sementara) dilandaskan pada data, sehingga

(30)

63

Rifki, 2014

sehingga esensi dan hakikat objek yang diteliti tidak mengalami pembiasan.

Kualitas data yang diperoleh meliputi empat aspek dalam penyelenggaraan BDD

(BDD) terkait aspek pengorganisasian, perencanaan, proses, dan pengendalian dalam penyelenggaraan pertunjukan musiknya. Creswell (1944, hlm. 43)

menjelaskan mengenai batasan penelitian kualitatif:

In a qualitative study, researchers often employ the present tense to annotate immediate, direct action, or past tense in a quantitative study to create distance between the written study and action on which, the study is based. Further, a qualitative study may employ more questions to guide the reader, whereas a quantitative study would not use questions and would be written in a more formal compositional style”.

Berdasarkan kutipan tersebut, pertanyaan berperan cukup penting dalam

penelitian, terutama dalam mengembangkan gagasan menjadi sebuah kerangka

berpikir yang objektif. Inilah yang membedakan penelitian kualitatif dengan

kuantitatif yang terhubung dengan data yang bersifat baku. Beberapa pertanyaan

atau instrumen penelitian diolah secara kualitatif dan kuantitatif (bila perlu) untuk

kemudian dideskripsikan dan dikembangkan. Sugiyono (2010, hlm. 50)

membandingkan dalam bukunya bahwa “dalam penelitian kuantitatif, masalah

yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas, sedangkan masalah dalam penelitian

kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti

memasuki lapangan”. Oleh karena itu pendekatan kualitatif lebih diutamakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang benar-benar mengacu pada

kenyataan yang ada (Grounded Theory) terkait penyelenggaraan edutaintment BDD khususnya tahun 2013.

Makna data dalam penelitian kualitatif sangatlah penting, karena hal ini

yang membuat kualitas penelitian kualitatif terjaga kualitasnya. Alwasilah (1991)

mengatakan:

Dalam penelitian kualitatif, setiap serpih data dikelompokkan dalam kategori yang sama untuk dimaknai. Makna itu merupakan hipotesis untuk dicek terus-menerus dengan data lain sepanjang jalan penelitian. Inilah yang disebut grounded theory.

Cooper and Schindler (2003) dalam Sugiyono, mengemukakan bahwa:

(31)

64

bahwa: „a theory is a generalization or series of generalization by which we attempt to explain some phenomena in a systematic manner.‟

Dari pendapat tersebut, dapat dijelaskan bahwa teori merupakan

seperangkat konsep, definisi, proposisi dan generalisasi yang tersusun secara

sistematis sehingga dapat digunakan untuk meramalkan atau menjelaskan

berbagai fenomena secara sistematik. Beberapa teori yang timbul dari proses

pengumpulan data (grounded theory) digunakan sebagai acuan untuk membahas permasalahan penelitian ini.

Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus (case study). Studi kasus ini merupakan jenis metode penelitian dalam ilmu sosial. Metode ini

dipilih untuk mengetahui kondisi persoalan terkait penyelenggaraan BDD yang

diselenggarakan oleh sekelompok masyarakat pecinta drum yang berdomisili di

Bandung dan tergabung kedalam komunitas Bandung Drummer.

Studi kasus juga identik dengan penelitan kualitatif, karena masuk ke

dalam lingkup pendekatan tersebut. Creswell (1998:37) menjelaskan bahwa

“fokus studi kasus adalah spesifikasi kasus dalam suatu kejadian baik itu yang

mencakup individu, kelompok budaya, ataupun suatu potret kehidupan”. Hal ini

berkaitan dengan karakteristik penyelenggaraan BDD, sebagai suatu acara

pertunjukan musik yang berskala internasional dan memberikan banyak manfaat

serta bernilai edukasi yang tinggi, BDD lahir dari gabungan pikiran dan tenaga

sebuah kelompok atau komunitas pemain/pecinta drum dan bukan merupakan EO

(event organizer) professional, sedangkan seperti yang sudah dibahas dalam bab dua bahwa sebuah pertunjukan seni membutuhkan manajemen EO yang

professional. Lebih lanjut Creswell mengemukakan beberapa karakteristik dari

suatu studi kasus, yaitu:

1. Mengidentifikasi “kasus” untuk suatu studi,

2. Kasus tersebut merupakan sebuah “sistem yang terikat” oleh waktu dan tempat,

3. Studi kasus menggunakan berbagai sumber informasi dalam penumpulan

datanya untuk memberikan gambaran secara terinci dan mendalam tentang

respon dari suatu peristiwa,

(32)

65

Rifki, 2014

Mengacu pada keempat hal tersebut, penelitian ini menggunakan

pendekatan kualitatif yang mengacu pada data-data lapangan mengenai

penyelenggaraan edutainment BDD. Maksudnya, kasus yang diteliti adalah kasus

mengenai kondisi penyelenggaraan pertunjukan musik BDD yang dikelola oleh

organisasi penyelenggara yang bukan profesional.

Penelitian ini juga menerapkan pendekatan multidisipliner, karena dalam

penelitian ini digunakan beberapa cabang ilmu pengetahuan untuk melihat dan

menganalisa permasalahan yang sama. Komarudin (1974, hlm. 28) menjelaskan

bahwa: “pengarang atau penganalisa dapat memilih beberapa ilmu pengetahuan

yang fungsional terhadap masalah itu. Pendekatan itu disebut pendekatan

multidisipliner, karena disiplin dari setiap ilmu pengetahuan yang mungkin

diperhitungkan untuk melihat dan menganalisa satu masalah yang sama”.

Untuk menghadapi masalah yang terjadi, maka dalam penelitian ini

digunakan beberapa cabang ilmu yang dapat mendukung proses pengumpulan

data di lapangan, yaitu: ilmu manajemen, ilmu pendidikan dan ilmu seni (musik).

Secara visual, hubungan antar ilmu pengetahuan dalam pendekatan multidisipliner

digambarkan sebagai berikut:

Skema: 3.2

Pola Pendekatan Multidisipliner Ilmu

manajemen

Ilmu Seni

Penyelenggaraan BDD

(33)

66

(Skema yang diadaptasi dari Komarudin, 1974)

Beberapa cabang ilmu digunakan untuk melihat kondisi penyelenggaraan

edutainment BDD, diantaranya:

1. Ilmu manajemen digunakan untuk membedah sistem pengorganisasian, setiap

tahapan dan proses dari penyelenggaran BDD dari tahun 2010 sampai 2013.

Teori yang digunakan untuk mengkaji hal tersebut berdasarkan dari teori

Hasibuan tentang pengaturan dalam suatu organisasi dan teori Permas serta

Hafidz tentang proses manajemen dalam pertunjukan seni.

2. Ilmu pendidikan digunakan untuk mengkaji sejauh mana keterkaitan

penyelenggaraan BDD dengan pendidikan. Teori yang digunakan untuk

mengkaji hal ini ialah teori dari Shaleh M. Marzuki (tentang ruang lingkup

pendidikan non-formal) dan Undang-Undang NO. 20 Tahun 2003 pasal 26

tentang sasaran, fungsi, jenis, satuan dan hasil pendidikan non-formal,

beberapa paradigma tersebut digunakan sebagai acuan tertulis dalam

melakukan penelitian ini.

3. Ilmu seni digunakan untuk membedah fenomena seni khususnya fenomena

seni musik yang terjadi didalam penyelenggaraan BDD. Fenomena seni musik

ini dikaji menggunakan teori Mursell yang menempatkan musik sebagai

sarana untuk menumbuhkan musikalitas.

D. Langkah-Langkah Penelitian

Penelitian dengan menggunakan metode studi kasus ini memiliki

langkah-langkah yang tersusun sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi masalah dan mendefinisikan tujuan penelitian

Proses identifikasi masalah ini berguna untuk mengetahui dengan jelas

permasalahan yang akan diteliti. Sehingga langkah dan tindakan yang akan

diambil selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan permasalahan atau kasus

yang sedang diamati. Setelah mengidentifikasi permasalahan, maka tujuan dari

penelitian ini dapat ditentukan, yaitu memperoleh gambaran tentang bagaimana

(34)

67

Rifki, 2014

banyak manfaat dan bernilai edukasi tinggi untuk masyarakat umum secara

konsisten setiap tahun sejak tahun 2010.

2. Menentukan Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan pendekatan

kualitatif karena data-data yang diambil sebagian besar merupakan hasil dari

observasi dan hasil dari wawancara langsung dengan beberapa narasumber yang

relevan. Sehingga proses analisis data mengandalkan dari kedua pengumpulan

data tersebut. Pendekatan ini juga berguna untuk memperoleh data yang murni

dari hasil wawancara dengan beberapa pihak termasuk para pengisi acara dan

pengunjung acaranya.

3. Pengumpulan Data

Proses ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu:

observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi, instrument penelitian

(pedoman wawancara), dan proses analisis data. Proses ini dilakukan

menggunakan kelima teknik tersebut untuk mengumpulkan data seakurat mungkin

mengenai proses penyelenggaraan edutainment BDD. Teknik tersebut ditujukan untuk para narasumber, diantaranya: Jhon, Tomtom (The Titans), Hardian, Robby,

Rani, Iwan dan panitia yang tergabung dalam organisasi penyelenggara BDD.

4. Analisis Data

Setelah data-data telah terkumpul, peneliti mulai mereduksi, mensintesis,

dan mengklasifikasikan data menjadi beberapa kategori yang dapat dikelola dan

disajikan dengan terstruktur. Analisis data dilakukan sejak peneliti terjun di

lapangan, sewaktu pengumpulan data, dan setelah semua data terkumpul.

5. Perbaikan Data

Setelah semua data tentang proses penyelenggaraan edutaintment BDD terkumpul, perlu dilakukan peninjauan kembali berupa penyempurnaan atau

(35)

68

penyelenggaraan edutainment BDD. Pengumpulan data baru mengharuskan peneliti untuk kembali ke lapangan atau membuat kategori baru. Data-data berupa

ketegori bisa digunakan untuk melengkapi data yang sudah ada atau

menggantinya dengan data yang lebih akurat.

6. Penulisan Laporan

Setelah seluruh data terkumpul dan telah melewati tahap analisis dan

perbaikan, langkah akhir dari penelitian ini adalah membuat laporan tertulis

melalui berbagai proses penyelenggaraan tersebut. Laporan yang disusun berupa

hasil penelitian dan pembahasan mengenai permasalahan yang terkait dengan

perumusan masalah. Selanjutnya, data yang diperloh dari hasil pembahasan

dibandingkan dengan teori yang ada (grounded theory) untuk selanjutnya disimpulkan didalam bab lima.

E. Definisi Operasional

Secara teoretis, definisi operasional dapat didefinisikan sebagai atribut

seseorang, atau objek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang

lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981). Untuk

lebih mempertajam permasalahan dan tidak memperlebar fokus karena

permasalahan terminologi, beberapa variable definisi operasional diidentifikasi

dan didefinisikan sebagai berikut:

1. Manajemen:

Manajemen merupakan serangkaian kegiatan merencanakan,

mengorganisakan, menggerakan, mengendalikan, dan mengembangkan, segala

upaya dalam mengatur, dan mendayagunakan, sumber daya manusia, sarana dan

prasarana, secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,

Sudjana (2004, hlm. 17). Dalam proses kegiatan manajemen, permas mengatakan

bahwa perencanaan merupakan upaya awal suatu organisasi yang melaksanakan

(36)

69

Rifki, 2014

orang yang ada di dalam organisasi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pengarahan pada dasarnya adalah proses membuat para anggota memliki

kemampuan dan kemauan untuk menjalankan tugasnya. “Pengendalian pada

prinsipnya merupakan kegiatan untuk memastikan agar sasaran yang telah

ditetapkan dapat dicapai pada waktunya sesuai dengan sumber daya yang telah

disediakan”, Permas (2003, hlm. 20). Berdasarkan pendapat tersebut, manajemen

yang dikaji dalam penelitian ini adalah proses pembentukan organisasi,

perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dalam penyelenggaraan edutainment

BDD.

2. Edutainment

Dipaparkan dalam Wikipedia (Tn. 2014:1), bahwa:

Educational entertainment (also referred to by

the portmanteau "edutainment", which is education + entertainment) is any entertainment content that is designed to educate as well as to entertain. Content with a high degree of both educational and entertainment value is known as edutainment. There also exists content that is primarily educational but has incidental entertainment value. Finally, there is content that is mostly entertaining but can be seen to have

some educational value.

Berdasarkan pemaparan tersebut, edutainment merupakan dua kata dalam Bahasa inggris yaitu education dan entertainment yang berarti adanya penggabungan kata pendidikan dan hiburan, dalam hal ini pertunjukan musik

BDD yang diselenggarakan oleh komunitas Bandung drummers selain bersifat untuk menghibur masyarakat, pertunjukan musik BDD pula memuat materi pendidikan yang bisa dirasakan oleh setiap pengunjung yang datang.

3. BDD

Bandung Drums Day (BDD) merupakan sebuah pertunjukan musik yang

digelar secara simultan setiap tahun di Kota Bandung sejak tahun 2010,

pertunjukan ini merupakan karya dari komunitas pecinta drum yang berdomisili di

(37)

70

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa alat bantu

yang digunakan dalam proses pengumpulan data, yaitu pedoman wawancara dan

rekaman audio/visual juga segala dokumentasi terkait dengan objek penelitian.

Wawancara disusun ke dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan

kepada narasumber yaitu para anggota dari organisasi penyelenggara BDD.

Pertanyaan disusun dan disampaikan baik secara langsung maupun melalui email.

Instrument tersebut disusun untuk mendapatkan gambaran mengenai proses

pembentukan organisasi penyelenggara, perencanaan, pelaksanaan dan

pengendalian.

G. Teknik Pengumpulan Data

Proses penelitian ini memerlukan teknik pengumpulan data yang sesuai

dan tepat demi terkumpulnya data-data secara akurat dan mendalam berdasarkan

karakteristik data yang dikumpulkan. Maka teknik yang dianggap tepat untuk

mengumpulkan data-data dan sejumlah informasi mengenai proses pembentukan

organisasi penyelenggaraanya, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian adalah

berupa observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi.

1. Observasi

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi awal sebagai salah

satu langkah pendahuluan dalam penelitian ini, Observasi awal dilakukan pada

bulan September 2013, tepat sebulan saat sebelum pertunjukan BDD tahun 2013

diselenggarakan. Observasi ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana proses

atau sistem kerja para anggota organisasi dalam menyusun perencanaan

pertunjukan musik BDD tahun 2013.

Observasi selanjutnya dilakukan pada saat pertunjukan musik BDD tahun

2013 diselenggarakan dan pasca penyelenggaraan acara tersebut. Pada observasi

(38)

71

Rifki, 2014

Dalam observasi, peneliti tidak menggunakan instrument pengamatan,

tetapi melaporkan dan menggambarkan kondisi yang ada dilapangan pada saat itu.

Observasi ini bersifat dinamis, artinya peneliti selalu melakukan pengamatan yang

tidak terstruktur, tujuannya adalah untuk mengetahui informasi-informasi terbaru

tentang proses manajemen edutainment BDD tahun 2013 yang bisa dijadikan temuan penelitian. Sehingga temuan-temuan tersebut dapat diolah menjadi data

awal penelitian yang selanjutnya dapat mempermudah untuk pencarian data

berikutnya.

2. Wawancara

Dalam penelitian ini bentuk wawancara yang digunakan menggunakan dua

teknik wawancara, yang pertama wawancara terstruktur, artinya pertanyaan

diajukan setelah disusun terlebih dahulu oleh peneliti yang dirumuskan dalam

pedoman wawancara. Kedua, wawancara tidak terstruktur atau bebas tanpa

menggunakan persiapan pertanyaan sebelumnya, ini dilakukan untuk

mendapatkan hasil wawancara yang benar-benar alami. Sugiyono (2010, hlm.

232) menambahkan: “…peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi dan fenomena yang terjadi,

di mana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi”. Dalam hal ini, peneliti

mencoba melakukan wawancara dengan beberapa nara sumber utama, diantaranya

ialah: Tom-tom (The Titans), Jhon (Drumaholic), Hardian, Robby, Iwan, Rani

serta para anggota dari komunitas Bandung Drummers yang terlibat dalam

organisasi penyelenggaraan BDD tahun 2013. Wawancara lebih difokuskan

kepada proses penyelenggaraan BDD yang berawal dari sebuah komunitas.

3. Studi Literatur dan Dokumentasi

Studi literatur ini dilaksanakan dengan mengumpulkan dan mempelajari

sumber kepustakaan yang ada, berupa buku-buku, internet, maupun media bacaan

lainnya yang bisa memberikan kontribusi data untuk peneliti sebagai salah satu

(39)

72

audio/visual yang digunakan untuk meneliti ialah berupa dokumen-dokumen

penyelenggaraan BDD seperti foto-foto, dan rekaman audio dan video. Sedangkan dokumentasi berupa foto-foto, dan rekaman audio visual selama penelitian berlangsung akan digunakan sebagai data pelengkap yang autentik.

4. Instrumen Penelitian

Sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan, maka dengan

ini peneliti membuat daftar pertanyaan atau kuisioner yang merupakan salah satu

cara untuk mendapatkan data penelitian. Mekanismenya peneliti mengajukan

beberapa pertanyaan tersusun yang berhubungan dengan penelitian dan penulisan

tesis kepada narasumber. Selanjutnya narasumber dipersilahkan menjawab semua

pertanyaan yang telah disiapkan oleh peneliti atau pewawancara sebagai bagian

dari pengumpulan bahan dan data penelitian. Sug Kuisioner dapat berupa

pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden

secara langsung atau dikirim melalui pos, atau internet (Sugiyono, 2001, hlm.

142).

Dalam proses wawancara, narasumber dapat menjawab pertanyaan dengan

menjawab daftar pertanyaan yang diajukan tanpa ditemani oleh orang lain, dengan

alasan untuk mengurangi adanya pengaruh luar yang dapat meningkatkan

subyektifitas jawaban dari pertanyaan yang diajukan peneliti. Untuk menghimpun

data-data yang digunakan dalam penelitian ini, maka digunakan beberapa butir

pertanyaan sebagai salah satu instrumen pertanyaan penelitian. Tujuannya adalah untuk menunjang proses wawancara yang dilakukan dalam proses penelitian. Data

pertanyaan yang diberikan kepada narasumber menjadi salah satu data terpenting

dalam proses wawancara.

Instrumen awal yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian

berupa draf pertanyaan yang disusun oleh peneliti. Kurangnya sumber-sumber

autentik yang tersisa baik dari beberapa literatur dan para anggota organisasi

penyelenggara BDD sendiri, membuat penelitian ini sangat mengandalkan metode

(40)

pertanyaan-73

Rifki, 2014

sedang diteliti proses manajemen dalam penyelenggaran BDD, data audio/visual

berupa dokumentasi penyelenggaraan BDD dan foto-foto mengenai proses

wawancara digunakan untuk melengkapi penelitian.

5. Sistem Analisis Data

Data yang terkumpul baik dalam bentuk catatan diklasifikasikan untuk

selanjutnya dianalisis sesuai dengan kebutuhan untuk digunakan dalam mengupas

pemecahan masalah. Selanjutnya data-data yang terkumpul baik melalui

observasi, wawancara, dan studi literatur akan menjadi sinkron guna diambil

kesimpulan sebagai hasil penelitian ini. Bogdan (1982) menambahkan bahwa:

Data analysis is the process of systematically searching and arraging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what you have discovered to others.

Data yang diolah adalah data tentang proses manajemen dalam

penyelenggaraan edutainment BDD menggunakan teknik triangulasi untuk memperoleh data dari berbagai sudut pandang.

Objek penelitian (observasi)

Data kepustakaan (literatur) Sumber pendukung lain (wawancara)

Skema: 3.3 Teknik triangulasi

(Paradigma yang diadaptasi dari Alwasilah, 2009)

Teknik triangulasi ini digunakan untuk mengangkat beberapa

permasalahan yang belum ditemukan dan bagaimana mengumpulkan data dari

beberapa sumber, yaitu: manajemen edutainment BDD yang dijadikan objek penelitian dan untuk pengumpulan data dilakukan observasi lapangan kepada

beberapa subjek atau sampel penelitian yang berkaitan dengan proses manajemen

(41)

74

(1991, hlm. 96) menambahkan bahwa: “observasi dilakukan untuk mengetahui

opini, persepsi, penilaian, dan interviu dilakukan untuk mengetahui opini,

persepsi, penilaian, intuisi, dan ingatan mereka tentang pengalamannya”.

Penggunaan wawancara dalam teknik triangulasi dalam penelitian ini

adalah sebuah pertanyaan yang sama yang akan diberikan kepada beberapa orang

narasumber pendukung yang berbeda untuk mengetahui berbagai sudut pandang

mengenai objek yang sedang diteliti. Dijelaskan kembali oleh Alwasilah (1991,

hlm. 96) bahwa:”…triangulasi merujuk pada dua konsep yakni dimensionalitas

melalui sudut pandang yang jamak dan stabilitas. Sumber-sumber, metode dan

teknik yang berbeda bila digabungkan meningkatkan kredibilitas”.

H. Teknik Analisis Data

Data yang dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara, dan hasil

studi dokumentasi yang dilakukan sejak awal penelitian dikumpulkan, dipilah,

dipisahkan bagian demi bagian, kemudian dilakukan pengkodean agar

memudahkan peneliti menganalisa tanggal dan bahasan yang diteliti. Selanjutnya

data-data tersebut diteliti untuk dilakukan proses triangulasi data hasil observasi,

wawancara, dan studi dokumentasi.

Koding, mengkategorisasikan, dan menginterpretasikan data ditempuh

pada saat proses analisis. Data-data tersebut dianalisis oleh peneliti untuk

mencapai kesimpulan dan menjawab pertanyaan penelitian pada rumusan

masalah. Kerangka teori yang dikemukakan pada bab II menjadi menjadi landasan

dalam menginterpretasikan data yang ada. Jika dirasa data belum lengkap dan

(42)

161

Rifki, 2014

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Temuan yang didapatkan melalui kegiatan penelitian ini dapat

disimpulkan sebagai berikut.

BDD merupakan sebuah pertunjukan musik yang digelar secara simultan

setiap tahun sejak 2010. Yang unik dalam penyelenggaran pertunjukan ini adalah

BDD berhasil mendapatkan predikat sebagai acara drum terbesar di Indonesia

dengan keseluruhan panitianya merupakan anggota dari komunitas para pecinta

drum dan bukan EO professional dalam bidang manajemen pertunjukan musik. Bergabungnya komunitas pecinta drum Kota Bandung dengan organisasi

Indonesian Drummer (ID) pada tahun 2010 merupakan cikal bakal dari

pembentukan organisasi penyelenggaraan BDD. Keberagaman latar belakang

profesi yang dimiliki setiap anggota komunitas menjadi kekuatan untuk saling

melengkapi dalam setiap proses yang dijalani komunitas pecinta drum kota

Bandung untuk penyelenggaraan BDD.

Dalam penyelenggaraan BDD, divisi yang terdapat dalam organisasi

penyelenggaran ini dibentuk berdasarkan cooperative charactericstic dalam memenuhi kebutuhan yang ada untuk mendukung kelancaran setiap konten yang

disuguhkan dalam penyelenggaraan BDD. Adapun beberapa divisi yang dibentuk

dalam organisasi penyelenggaraannya ialah: penanggung jawab konten didalam

panggung utama, penanggung jawab konten diluar panggung utama, penanggung

jawab kesekretariatan, main stage director, welcoming stage director, floor director, talent kordinator, keamanan, stage crew, konsumsi, transportasi, multimedia, merchandise, ticketing, drums gallery, dan drums exhibition.

Beberapa divisi tersebut didapatkan dari daftar sejumlah konten acara yang

membutuhkan sumber daya manusia untuk mengatur, mengendalikan dan

bertanggung jawab dalam penyelenggaraan BDD. Nama-nama yang tertera dalam

divisi tersebut merupakan hasil mufakat anggota pecinta drum Kota Bandung

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen terhadap mahasiswa jurusan Manajemen Perhotelan Pushkom Internasional Bandung tahun akademik 2013/2014 yang bertujuan

Identifikasi terhadap konflik dan gaya manajemen konflik siswa kelas XI SMA Pasundan 8 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014 melalui penyebaran dua angket kepada siswa mengenai konflik