PABRIK AGAR DARI RUMPUT LAUT GRACILARIA Spp. DENGAN PROSES ALKALI TREATMENT
PROPOSAL PRA RENCANA PABRIK
OLEH :
1. Yudha Permana 0731010050
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR
2010
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan segala rahmat serta karuniaNya sehingga penyusun telah dapat menyelesaikan Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Agar dari Gracillaria Spp. Dengan Proses Alkali Treatment”, dimana Tugas Akhir ini merupakan tugas yang diberikan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan kesarjanaan di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pembangunan Nasional Surabaya.
Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Agar dari Gracillaria Spp. Dengan Proses Alkali Treatment”, ini disusun berdasarkan pada beberapa sumber yang berasal dari beberapa literatur , data-data , majalah kimia, dan internet.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan baik berupa saran, sarana maupun prasarana sampai tersusunnya Tugas Akhir ini kepada :
1. Bapak Ir. Sutiyono, MT
Selaku Dekan FTI UPN “Veteran” Jawa Timur 2. Ibu Ir. Retno Dewati, MT
Selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia, FTI,UPN “Veteran” Jawa Timur. 3. Ibu Ir. Tjatoer Welasih, MT.
selaku dosen pembimbing.
iii
5. Partner serta rekan kerjaku Hafidhul Ilmi yang telah banyak membantu.
6. Seluruh Civitas Akademik Jurusan Teknik Kimia terutama angkatan 2007, FTI , UPN “Veteran” Jawa Timur.
7. Kedua orangtua yang selalu mendoakan kami.
8. Semua pihak yang telah membantu , memberikan bantuan, saran serta dorongan dalam penyelesaian tugas akhir ini.
Kami menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna, karena itu segala kritik dan saran yang membangun kami harapkan dalam sempurnanya tugas akhir ini.
Sebagai akhir kata, penyusun mengharapkan semoga Tugas Akhir yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Kimia.
Sidoarjo , Juni 2011 Penyusun,
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
INTISARI
Perencanaan pabrik agar-agar ini diharapkan dapat berproduksi dengan kapasitas 35.000 ton agar-agar/tahun dalam bentuk solid. Pabrik beroperasi secara kontinyu berjalan selama 24 jam tiap hari dan 330 hari kerja dalam setahun.
Kegunaan terbesar dari agar-agar adalah pada bidang industri makanan, dimana agar-agar berfungsi sebagai bahan pengental sup, puding, campuran es krim dan banyak juga digunakan sebagai media tumbuh kultur jaringan dan mikroba di laboratorium. Secara singkat, uraian proses dari pabrik agar-agar sebagai berikut :
Pertama-tama rumput laut dibersihkan dari kotoran, kemudian dengan air rumput laut dicuci. kemudian dihaluskan . Setelah dihaluskan, diperoleh starch rumput laut. Starch rumput laut dipisahkan sehingga diperoleh HCl kemudian dikeringkan dan dihaluskan sebagai produk akhir tepung agar-agar.
Pendirian pabrik berlokasi di Gresik dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas Sistem Organisasi : Garis dan Staff Jumlah Karyawan : 100 orang Sistem Operasi : Semi Kontinyu
Waktu Operasi : 330 hari/tahun ; 24 jam/hari
Analisa Ekonomi :
* Massa Konstruksi : 2 Tahun
v
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 172.256.538.915,57 * Total Capital Investment (TCI) : Rp. 460.130.164.127,74 * Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 197.078.466.986,84 * Biaya Utilitas (1 tahun) :Rp. 200.220.380.420,48
- Steam = 1915268,209 lb/hari - Air pendingin = 1126.1736 M3/hari - Listrik = 2808,6650 kWh - Bahan Bakar = 77939,8038 liter/hari * Biaya Produksi Total (TPC) : Rp. 507.714.536.783,77 * Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 700.000.000.000
* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank i) : 20% * Internal Rate of Return : 24%
* Rate On Investment : 34%
* Pay Out Periode : 3 tahun 11 bulan 19 hari * Break Even Point (BEP) : 28%
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
DAFTAR TABEL
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar IX.1 Lay Out Pabrik ……….……….………… IX - 8 Gambar IX.2 Peta Lokasi Pabrik ……….……….……… IX - 10 Gambar IX.3 Lay Out Peralatan Pabrik ……….………. IX - 11 Gambar X.1 Struktur Organisasi Perusahaan ……….………… X - 2 Gambar XI.1 Grafik BEP ……….……….……… XI - 16
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……….……….………. i
KATA PENGANTAR ……….……….………. ii
INTISARI ……….……….……….……… iv
DAFTAR TABEL ……….……….……….…… vi
DAFTAR GAMBAR ……….……….……… vii
DAFTAR ISI ……….……….……….………… viii BAB I PENDAHULUAN ……….……….……… I – 1 BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES ……….…… II – 1 BAB III NERACA MASSA ……….……….……. III – 1 BAB IV NERACA PANAS ……….……...……… IV – 1 BAB V SPESIFIKASI ALAT ……….……….... V – 1 BAB VI PERENCANAAN ALAT UTAMA... ….. VI – 1 BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA... VII – 1
I - 1
Pra Rencana Pabrik A gar
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Agar- agar merupakan komoditi yang sudah lama ada dan dikenal di
Indonesia. Kata agar – agar sendii berasal dari bahasa melayu yang artinya rumput laut (Winarno, 1990). Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah
pantai terpanjang dan terluas di dunia, dan memanfaatkan berbagai sumber daya pesisir yang ada. Salah satunya adaah rumput lau yang beberapa tahun ini sudah
dikembangkan dan dibudidayakan sebagai pertanian pantai.
Rumput laut Indonesia mempunyai harga sangat tinggi di pasaran dunia, bukan hanya karena komposisi kimia didalamnya memenuhi persyaratan (seperi
agar – agar, karagenan, dsb) tetapi karena wilayah perairan tempat ganggang laut tersebut tumbuh rata – rata belum tercemar limbah baik yang datang dari pencemar domastic (rumah tangga) ataupun pencemar non domestic (pabrik,
industri, dsb).
Rumput laut khusunya rumput laut merah dan coklat adalah salah satu
tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis untuk industri karena merupakan bahan baku yang luas penggunaanya. Salah satunya rumput laut ini mengandung agar
yang apabila diolah lebih lanjut lagi dapat menghasilkan agar – agar yang banyak
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Pendahuluan I - 2
digunakan dalam industri makanan, farmasi, makanan hewan, dan industri - industri lain.
Untuk itu sangat disayangkan sekali apabila rumput laut Indonesia hanya dieksport sebagai bahan mentah saja tanpa mengolahnya sendiri menjadi produk –
produk (bahan – bahan kimia lain) yang dapat digunakan dalam berbagai industri.
I.2. Perkembangan Industri Kimia Di Indonesia
Dari tahun ke tahun perkembangan industry di Indonesia mengalami peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas. Dengan kemajuan ini menyebabkan kebutuhan bahan baku ataupun bahan pendukung dala industry
akan mengalami kenaikan pula.
Dewasa ini kebutuhan akan agar – agar terus mengalami peningkatan
sejalan meningkatnya kebutuhan industry – industry di Indonesia.
Dilihat dari pengingkatan akan industry ini dari tahun ke tahun dan jumlah
Pendahuluan I - 3
Pra Rencana Pabrik A gar
I.3. Manfaat Didirikan Pabrik Agar – Agar
Manfaat didirikannya pabrik ini adalah agar dapat memenuhi kebutuhan
agar – agar dalam negeri. Selanjutnya dapat mendorong pertumbuhan industry – industry kimia, menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran serta dapat menumbuhkan dan memperkuat perekonomian di
Indonesia.
Kebutuhan Agar – Agar di Indonesia dipenuhi oleh beberapa Negara
pengimpor. Sampai saat ini Indonesia masih sangat membutuhkan agar – agar dari Negara – negar penghasil agar – agar. Dengan memperhatikan table di atas, maka penting sekali adanya perencanaan pendirian pabrik agar – agar di Indonesia. Hal
ini membantu industry – industry lain dalam penyediaan bahan baku yang berupa agar – agar dan bila memungkinkan komoditi eksport.
Tahun Kapasitas (kg/tahun)
1998 11.483.424
1999 11.780.654
2000 15.831.621
2001 21.914.388
2002 22.198.750
Sumber : Biro Pusat Statistik Tabel I.1. Data Impor Agar - Agar
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Pendahuluan I - 4
Dalam pendirian pabrik diperlukan suatu perkiraan kapasitas produksi agar produksi yang dihasilkan dapat sesuai dengan permintaan dalam memenuhi
kebutuhan industry dalam negeri akan agar – agar dan meningkatkan devisa Negara.
I.4. Sifat dan Kegunaan
I.4.1 Sifat – Sifat Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan pada pembuatan Agar – Agar adalah rumput laut Gracilaria spp, NaOCl, NaOH, dan HCl yang memiliki sifat – sifat sebagai
berikut :
A. Gracilaria spp
- “Thalli” (kerangka tubuh tanaman) berbentuk silindris atai gepeng dengan percabangan, mulai dari yang sederhana sampai pada yang rumit dan rimbun.
- Di atas percabangan umumnya bentuk “Thalli” agak mengecil.
- Warna “Thalli” beragam, mulai dari warna hijau-coklat, merah, pirang, merah-coklat, dsb.
Pendahuluan I - 5
Pra Rencana Pabrik A gar
B. Hydrogen Chlorida (HCl)
- Fase liquid dengan bau yang tajam. - Titik lebur 114,4 oC
- Titik didih 85,1 oC
- Stabil terhadap suhu sampai 1500 oC - Dapat digunakan sebagai pelarut
C. Natrium Hidroksida (NaOH)
- Padatan berwarna putih
- Menyerap air dan CO2 dari udara
- Titik lebur 318 oC - Titik didih 1390 oC - Spesifik grafity 2,13
- Larut dalam air, alcohol dan gliserol
D. Sodium Hydrochlorite (NaOCl)
- Berbentuk cairan berwarna hijau kekuningan.
- Terbentuk dari reaksi antara chlorine (Cl2) dengan NaOH
- Sebagai oxidizing agent - Titik lebur 18 oC - Larut dalam air dingin
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Pendahuluan I - 6
I.4.2. Sifat – Sifat Produk
Agar – Agar
- Bentuk berupa serbuk putih
- Pada suhu 25 oC tidak larut dalam air dingin tetapi larut dalam air panas, etanol amid dan formida (Othmer,1968)
- Pada temperatur 32-40 oC berbentuk bekuan (solid) dan tidak mencair pada suhu dibawah 85 oC (Aslan, 1998)
- Larutan 1% agar – agar pada suhu 35 – 50 oC sudah cukup untuk membentuk gel yang kuat dengan titik cair 80 – 100 oC
II - 1
Pra Rencana Pabrik A gar
BAB II
URAIAN DAN SELEKSI PROSES
II.1 Macam dan Uraian proses
Pada pembuatan agar-agar dari rumput laut ini terdiri dari tiga metode, yaitu:
1. Ekstraksi
2. Alkali Treatment
3. Metode Cetyl Pyridinium Chloride
II.1.1. Proses Ekstraksi
Rumput laut jenis Gelidium dicuci kemudian dikeringkan dengan bantuan
sinar matahari. Rumput laut kemudian dipanaskan dengan air selama 1-1,5 jam didalam ekstraktor. Agar-agar hasil dari ekstraktor kemudian diumpankan ke Rotary Drum Vacum Filter dalam keadaan panas untuk memisahkan filtrate yang
bersih dari residunya. Filtrate kemudian diumpankan ke kotak pembentukan gel dan didinginkan pada suhu kamar untuk membentuk gel . Gel kemudian
dipotong-potong, hasilnya kemudian disusun diatas reed met untuk didinginkan. Gel yang sudah beku kemudian dicairkan dan dijemur dibawah terik matahari selama setengah bulan, jika akan dipakai gel dicairkan dengan fresh water kemudian
difilter dan dikeringkan untuk menghasilkan strip agar-agar.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Uraian dan Seleksi Proses II - 2
Jelly stick dicuci dengan air kemudian di press, kemudian dikeringkan untuk menghasilkan agar-agar powder.
II.1.2. Alkali Treatment
Rumput laut jenis Gracilaria dicuci kemudian dikeringkan dengan bantuan sinar matahari. Rumput laut ditambahkan dengan NaOH 6-7% selama 1-2 jam
pada suhu 70-90oC dan ditambahkan sedikit asam untuk penetralan. Hasil dari Alkali Treatment dan penetralan diumpankan ke Hot Extraction untuk diekstraksi
dengan pelarut air )sebanyak 15-20 kali) kemudian dididihkan selama 1-1,5 jam, konsentrasi maksimal dari hasil ekstraksi berkisar antara 0,8-1,5%. Cairan panas diumpankan ke Rotary Drum Vacuum Filter. Filtrate hasil dari Rotary drum
didinginkan dalam cooling boxes pada suhu 40oC dan setelah terbentuk gel kemudian dipotong-potong. Gel yang membeku kemudian diumpankan ke
hydraulic Press untuk dihilangkan airnya. Hasil dari Hydraulik press (cake) diumpankan ke Rotary Dryer pada suhu 70oC untuk dikeringkan. Produk agar-agar powder siap untuk dipacking.
II.1.3. Metode Cetyl Pyridinium Chloride (CPC)
Polimer kation direaksikan dengan galactan yang kandungan sulfatnya
sangat tinggi pada pembuatan agar-agar. Penambahan sedikit λ–karagenan, polimer anion dengan kadar sulfat sangat tinggi dapat meningkatkan jumlah pembentukan garam ammonium empat kali lipat lebih cepat daripada dengan
Uraian dan Seleksi Proses II - 3
Pra Rencana Pabrik A gar
II.2 Pemilihan Proses
Proses-proses di atas masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian
masing-masing dipandang dari segi bahan, proses, dan kualitas hasil. Untuk perbandingan proses tersebut terlihat dalam table 2.1 berikut:
Table 2.1 Perbandingan Proses Pembuatan Agar-agar
No Proses Alkali Treatment
Proses Ekstraksi Proses CPC
1.
2.
3.
4.
Bahan mudah didapat
Harga bahan baku murah
Kualitas agar lebih tinggi
Proses terdapat alkali treatment
Bahan mudah didapat
Harga bahan baku murah
Kualitas agar kurang tinggi
Tidak ada proses alkali
treatment
Bahan lebih sulit
didapat
Harga bahan baku lebih mahal
Kualitas agar kurang tinggi
Tidak ada proses alkali treatment
Dari ketiga metode diatas dipilih metode Alkali Treatment, hal ini disebabkan karena kualitas agar yang dihasilkan lebih tinggi.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
III - 1
BAB III
NERACA MASSA
Kapasitas produksi = 35.000 ton/tahun
Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun
Satuan massa = kilogram/jam
1. Tangki Pencuci Multi Tahap I ( H-113 )
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
Agarose Atas :
Lemak Rumput Laut
Protein H2O Abu Kotoran
H2O
Bawah : Kotoran
H2O H2O
1019,833 10198,33
92,712089 17522,585 17615,297 18542,418
5048,1733 2490,1262 137,67745 1495,1771 7,3427975 137,67745
1495,1771 7,3427975 92,712089 9271,2089
Agarose Lemak Protein H2O
Abu
27813,6268 27813,6268
N eraca Massa III -
Pra Rencana Pabrik A gar
2
2. Tangki Pencuci Multi Tahap II (Bleaching) ( H-113 )
3. Tangki Pencuci Multi Tahap III ( H-113 )
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
Rumput laut Atas :
Rumput Laut
H2O
NaOCl H2O NaOCl
H2O
Bawah : NaOCl H2O
H2O
1495,1771 1019,3231 9216,5569 9221,1675 10198,3298 19419,4973 19419,4973 Agarose Lemak Protein H2O
Abu H2O
Abu 137,6775 0,5099 9178,4968 4,6106 5,1205 37,5502 42,6707 10198,3298 7,3428 1019,8330 Lemak 2490,1262 7,3428 Protein 137,6775 1495,1771 2490,1262 Agarose 5048,1733 5048,1733
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
Rumput laut Atas :
Rumput Laut
H2O NaOCl
H2O
Bawah : NaOCl H2O
H2O
1019,8061 5048,1733
28.555,3235
28.555,3235
0,0268
0,5099 Abu 7,3428
Agarose Lemak 2490,1262 1019,3231 NaOCl Protein 137,6775 Abu 7,3428
H2O
10198,3298 10198,3298 18356,9937 18356,5106 18356,9937 0,4831 H2O
1495,1771
1495,1771 Agarose
Protein 137,6775 Lemak 2490,1262
5048,1733
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
N eraca Massa III - 3
4. Tangki Pengencer NaOH ( M-121 )
5. Tangki Reaktor Alkali Treatment ( R-210 )
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
Dari gudang
H2O proses
9,1172 25,5281 1786,9640 1786,9640 29.793,6737 29.793,6737 NaOH 27995,7691 1823,4326 1,8234 9,1172 1,8234 27970,2411 Sub Total
Na2SO4 Na2SO4
H2O H2O
NaOH
NaCl NaCl
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
Rumput laut Atas :
Rumput Laut
H2O
Na2SO4 NaOCl NaOH
NaOH NaCl
NaCl H2O
Na2SO4
H2O
Bawah : Na2SO4
NaOCl NaOH NaCl H2O 27995,7691 1,8234 1786,9640 9,1172 Agarose Lemak Agarose 5048,1733 2635,1464 2356,2223 0,0261 415,0803 2490,1262 137,6775 7,3428 Protein Lemak H2O 1495,1771
1205,9597 29793,6737 1019,8061 10198,3298 8857,1442 11,8081 0,0504 806,8261 67,0290 0,0007 2490,1262 137,6775 7,3428 Agar-agar 1,7730 39.992,0035 39.992,0035 28361,7577 31134,8593 Abu
H2O NaOCl
Abu
1495,1771 0,0268
N eraca Massa III -
Pra Rencana Pabrik A gar
4
6. Tangki Pencuci ( H-221 )
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
Rumput laut Atas :
Rumput Laut
Na2SO4
NaOCl Na2SO4
NaOH NaOCl
NaCl NaOH
H2O NaCl
H2O
Bawah : Na2SO4
NaOCl NaOH NaCl
H2O H2O
Agar-agar 0,6215 0,0027 881,5624 2635,1464 137,6775 2490,1262 2490,1262 1205,9597 1205,9597 2635,1464 806,8261
H2O
Abu 67,0290
H2O
Lemak 1495,1771 7,3428 3,5278 24.800,0037 24.800,0037 0,00004 1495,1771 7,3428 63,5012 0,0007 11,1866 0,0478 15868,1232 15942,8595 8857,1442 15942,8595 11,8081 8857,1442 0,0007 Abu Protein 0,0504 Lemak Agar-agar Protein Agarose Agarose 137,6775
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
N eraca Massa III - 5
7. Hot Extraction ( H-310 )
Rumput laut Agar-agar (eks)
Agar-agar Na2SO4 Agarose NaOCl NaCl H2O
Na2SO4 Lemak
NaOCl Protein
NaOH Abu
NaCl H2O
HCl H2O
H2O
1495,1771 7,3428 0,0027 2635,1464 1205,9597 2490,1262 0,5671 1,2051 1,7722 175740,6771 Abu Agarose 175740,6771 881,5624 169.259,9850 2490,1262 137,6775 7,3428 3,5278 0,0000 0,6215 8857,1442 166881,7607 H2O
N eraca Massa III -
Pra Rencana Pabrik A gar
6
8. Rotary Drum Vacum Filter (RDVF) ( H-312 )
Cake
Agar-agar (eks) Agar-agar
Agar-agar Agarose
Na2SO4 Abu
Agarose Agar-agar (eks)
NaOCl Lemak
NaCl Protein
H2O Na2SO4
Lemak NaOCl
Protein NaCl
Abu H2O
Filtrat :
Agar-agar (eks) Lemak
H2O pencuci Protein
0,0000 0,9103 169033,5202 173417,2969 749,2254
Na2SO4 NaOCl NaCl H2O
2846,1408 1755,0554 2486,7945 137,4932 3,5231 176263,4376 176263,4376 175740,6771 1757,4068 877,7397 522,7606 7,3428 0,0047 0,0000 0,0012 169259,9850 2490,1262 137,6775 3,3317 0,1842 0,9116 7,3428 2,3514 3,5278 1205,9597 0,0000 877,7397 1205,9597
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
N eraca Massa III - 7
9. Hidraulic Press ( H-319 )
Cake
Agar-agar (eks) Agar-agar (eks)
Lemak Lemak
Protein Protein
Na2SO4 NaOCl NaCl H2O
Filtrat :
168546,9393 4865,9368
Na2SO4 3,5130
0,0000
168551,3600
173417,2969 173417,2969
Na2SO4 NaOCl NaCl H2O
NaOCl 0,0000
NaCl 0,9077
H2O
2486,7945
1755,0554 1755,0554
0,9103
137,4932
169033,5202
0,0101 2486,7945
137,4932 3,5231
0,0000001 0,0026 486,5809
N eraca Massa III -
Pra Rencana Pabrik A gar
8
10. Rotary Dryer ( B-321 )
Ke Cyclone Agar-agar (eks) Agar-agar (eks)
Lemak Lemak
Protein Protein
Na2SO4 Na2SO4
NaOCl NaOCl
NaCl NaCl
H2O H2O
Ke Belt Conveyor : Agar-agar (eks) Lemak
Protein Na2SO4
H2O
Total Total
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
1755,0554
4202,4122 663,5246
1667,3026 2362,4548 130,6186
4865,9368 4865,9368
NaOCl 0,0000001
NaCl 0,0025
42,0241 0,0096 0,0001 87,7528
444,5568 0,0000
124,3397
0,0026
6,8747
486,5809
0,0005 2486,7945
137,4932 0,0101
0,000000006
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
N eraca Massa III - 9
11. Cyclone ( H-324 )
Atas :
Agar-agar (eks) H2O
Lemak Agar-agar (eks)
Protein Lemak
Na2SO4 Protein
NaOCl Na2SO4
NaCl NaOCl
H2O NaCl
Ke Belt Conveyor : Agar-agar (eks) Lemak
Protein Na2SO4
Total Total
216,7781
663,5246 663,5246
NaOCl 0,0000
NaCl 0,0001
446,7465
86,8752 123,0963 6,8059 0,0005 0,0000 0,0001
0,0000 444,5568
444,5568 124,3397
1,2434 6,8747
0,0687 0,0005
0,0000
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
87,7528
0,8775
N eraca Massa III -
Pra Rencana Pabrik A gar
10
12. Belt Conveyor ( J-325 )
Rotary Dryer :
Agar-agar (eks) Agar-agar (eks)
Lemak Lemak
Protein Protein
Na2SO4 Na2SO4
NaOCl NaOCl
NaCl NaCl
H2O H2O
Cyclone : Agar-agar (eks) Lemak
Protein Na2SO4
Total Total
4202,4122
NaOCl NaCl
216,7781
4419,1903 4419,1903
86,8752 123,0963 6,8059 0,0005
kg/jam
1667,3026
42,0241 2362,4548
1754,1779
130,6186
2485,5511
0,0000 0,0001 42,0241
0,0026 0,0096
137,4245
0,0000
0,0101
0,0025
0,0000
Masuk kg/jam Keluar
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
N eraca Massa III - 11
13. Ball Mill ( C-328 )
Dryer : Packing :
Agar-agar (eks) Agar-agar (eks)
Lemak Lemak
Protein Protein
Na2SO4 Na2SO4
NaOCl NaOCl
NaCl NaCl
H2O H2O
Recycle : Recycle :
Agar-agar (eks) Agar-agar (eks)
Lemak Lemak
Protein Protein
Na2SO4 Na2SO4
Total Total
NaOCl 0,0000
NaCl 0,0001
230,3772
4649,5675 4419,1903
92,3252 130,8185 7,2329 0,0005
230,3772 4419,1903
4649,5675 NaOCl
NaCl
92,3252 130,8185 7,2329 0,0005 0,0000 0,0001
0,0000 0,0000
0,0026 0,0026
42,0241 42,0241
2485,5511 2485,5511
137,4245
Masuk kg/jam Keluar kg/jam
1754,1779 1754,1779
137,4245
IV -
Pra Rencana Pabrik A gar
1
BAB IV
NERACA PANAS
Kapasitas produksi = 35.000 ton/tahun
Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun
Satuan massa = kilogram/jam
Satuan panas = kilokalori/jam
1. Tangki Pelarut NaOH ( M-121 )
NaOH NaOH
NaCl NaCl
Na2SO4 Na2SO4
H2O H2O
H2O
H solution 454782,3346
16989,8890 10,2997 63,2455
581803,1207
598866,5549 598866,5549
2,4780 15,2165
127,6403
139851,2053
Masuk kcal Keluar kcal
4087,6801
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
N eraca Panas IV - 2
2. Alkali Treatment ( R-210 )
Agarose Agar-agar
Lemak Na2SO4
Protein Agarose
H2O NaOCl
Abu NaOH
NaOCl NaCl
H2O Lemak Protein
NaOH Abu
NaCl Na2SO4
H2O
H eksotermis
Q steam Q loss
Masuk kcal Keluar
1750115,0262 86058,7612 3313,3456
67705,4465 kcal
16989,8890 85,0737
10,2997 63,2455
581803,1207 7504,1096 7171,5634 276,1121 7475,8857 7,0895 0,0295
55179,9665 48532,8775 21511,9098 0,3544 11718,0867 29,7365
1134,8639
1421814,3760
N eraca Panas IV -
Pra Rencana Pabrik A gar
3
3. Hot Extraction ( H-310 )
4. Cooling Conveyor ( E-316 )
Agar-agar (eks) Agar-agar Na2SO4 Agarose NaOCl NaCl
Na2SO4 H2O
NaOCl Lemak
NaOH Protein
NaCl Abu
H2O
H2O
Q steam Q loss
13523231,7389
Masuk kcal Keluar kcal
48245,6841 46000,1222 18808,5798 22974,8359 Agar-agar Agarose 106,3421 75244,0436 88,3196 2896,9685 26889,8873 46246,7636 834408,8036 12418792,7899 0,0379 620939,6395 Lemak Protein H2O Abu 61,7766 0,0005 14,9157 13523231,7389 78436,9925 0,0006 74,3827 18,5823 12694498,876 107573,4515 4141,6820
Agar-agar (eks) Agar-agar (eks)
Na2SO4 Na2SO4
NaOCl NaOCl
NaCl NaCl
H2O H2O
Q pendingin 88,2014 2535502,8031 0,0006 18,5574 12677514,016 0,0001
Masuk kcal Keluar kcal
3,7115
45938,5754 9187,7151
17,6403
10178847,481
12723559,351 12723559,351
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
N eraca Panas IV - 4
5. Rotary Dryer ( B-321 )
6. Heater Udara ( G-323 )
Agar-agar (eks) Agar-agar (eks)
Lemak Lemak
Protein Protein
Na2SO4 Na2SO4
NaOCl NaOCl
NaCl NaCl
H2O H2O
Ke Cyclone : Agar-agar (eks) Lemak
Protein Na2SO4 NaOCl NaCl H2O
Q udara 337403,4933 Q loss 16066,8330
376203,1160 376203,1160
1185,4909
0,0066 0,0000 0,0014 264403,0447 2772,3262 106,7372
0,0508 0,1447
0,0000 0,0000
0,0107 0,0304
7298,7138 1891,0855
Masuk kcal Keluar kcal
9187,7151 26184,9880
H zat padat ke conveyor
827,2281
61234,8272 2357,6001 21485,9043
O2 O2
N2 N2
Q steam 152085,2201 Q loss 7604,261
160023,7343 160023,7343
Masuk kcal Keluar kcal
1667,0880 32008,0894
V - 1
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
BAB V
SPESIFIKASI PERALATAN
1. GUDANG PENAMPUNG RUMPUT LAUT ( F-111 )
Fungsi
= Untuk menyimpan rumput laut untuk sementara waktu sebelum diproses
Type
= Bangunan segi empat
Dasar pemilihan = Tipe yang umum digunakan untuk menyimpan solid.
Kapasitas
=
m
3Ukuran
= Lebar bangunan
=
m
Panjang bangunan
=
m
Tinggi bangunan
=
m
Bahan konstruksi
= Besi bertulang cor
Jumlah
=
1 buah
3119,4645
18,4093
9,2046
18,4093
2. BELT CONVENYOR ( J-112 )
Fungsi = Untuk mengangkut rumput laut dari gudang ke H-113 Type = Troughed belt conveyor with rolls of equal length Kapasitas maksimum = 32 ton/jam
Belt width = 14 in
Belt speed = 53 ft/min Trough width = 9 in
Skirt seal = 2 in
Panjang = 30,4138 ft
Sudut elevasi = 11.3o
Power = 4 hp
Jumlah = 1 buah
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 2
3. TANGKI MULTI ( H-113 )
Fungsi
= Untuk mencuci dan menyerap zat - zat tertentu (bleaching) dari rumput laut
Type
= Silinder tegak tanpa tutup atas dan tutup bawah berbentuk conical,
Bahan konstruksi
= Carbon steel, SA - 283 Grade C
Waktu operasi
=
menit
Jumlah
= 2 buah
Tinggi bejana
=
ft
Diameter dalam bejana
=
ft
Tebal bejana
=
in
Tebal tutup bawah
=
in
Tinggi tutup bawah
=
ft
Daya motor
=
35
hp
150
16,5902
11,0601
4/16
5/16
1,6098
4. CONVEYOR ( J-114 )
Fungsi = Memindahkan bahan dari Tangki Multi 1 ke cutter Type = SCREW CONVEYOR
Kapasitas = cuft/jam Panjang = ft Diameter = in Kecepatan putaran = rpm Power = hp Jumlah = 1 buah
364,4 20
6 18 1,5
5. TANGKI NaOCl ( F-115 )
Fungsi : menyimpan NaOCl untuk proses
Type : silinder verikal
Kapasitas : cuft
Diameter : m
Tinggi : m
Tebal shell : in = cm
Tebal tutup : in = cm
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA 283 Grade C
Jumlah : 1 buah
607,83 1,8288 3,5235
0,2108 0,5354
Spesifikasi A lat V - 3
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
6. POMPA ( L-116 )
Fungsi
= Untuk mengalirkan NaOCl ke tangki Tangki Multi I
Tipe
= Centrifugal Pump
Bahan
= Commercial Steel
Rate volumetrik
=
ft
3/dt
Total Dynamic Head
=
ft . Lbf / lbm
Effisiensi motor
=
Power
=
hp
Jumlah
=
1 buah
0,0004
40,014
80%
0,5
7. CUTTER ( C-123 )
Kapasitas = 11242 lb/jam
Power = 40 HP
Diameter = 50 cm
Kecepatan = 750 rpm Panjang pisau = 25 cm
Jumlah = 2 buah
bahan konstruksi : Stainles Steel
8. CONVEYOR ( J-124 )
Fungsi = Memindahkan Rumput Laut Dari cutter menuju ke Tangki alkali treatment (reaktor) Type = Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Kapasitas maksimum = 32 ton/jam Belt width = 14 in Belt speed = 53 ft/min Trough width = 9 in Skirt seal = 2 in
Panjang = ft
Sudut elevasi =
Power = 4 hp
Jumlah = 1 buah
30,4138 11.3o
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 4
9. GUDANG NaOH ( F-117 )
Fungsi = Untuk menyimpan NaOH untuk sementara waktu sebelum diproses Type = Bangunan segi empat
Dasar pemilihan = Tipe yang umum digunakan untuk menyimpan solid. Kapasitas = m3 / hari
Ukuran = Lebar bangunan = m Panjang bangunan = m Tinggi bangunan = m Bahan konstruksi = Beton
Jumlah = 1 buah 968,94735
12,4674 12,4674 6,2337
10. BELT CONVEYOR ( J-118 )
Fungsi = Memindahkan bahan dari gudang penampung menuju ke bucket elevator Type = Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Kapasitas maksimum = 32 ton/jam Belt width = 14 in Belt speed = 53 ft/min Trough width = 9 in
Skirt seal = 2 in
Panjang = ft
Sudut elevasi =
Power = 4 hp
Jumlah = 1 buah
30,41381 11.3o
11. BUCKET ELEVATOR ( J-119 )
Fungsi = Memindahkan NaOH dari gudang ke tangki pengencer Type = Centrifugal discharge bucket elevator
Kapasitas = ton/jam
Kapasitas maksimum = 27 ton/jam Ukuran = 6" x 4" x 4.25" Bucket spacing = 12 in
Tinggi elevator = ft
Ukuran feed (Max) = in
Bucket speed = ft/mnt
Putaran head shaft = rpm
Lebar belt = 7 in
Power total = hp
Jumlah = 1 buah
Spesifikasi A lat V - 5
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
12. HOPPER NaOH ( F-120 )
Fungsi : Menampung sementara NaOH
Type : Silinder dengan tutup bawah berbentuk konical dengan posisi vertical.
Kapasitas : cuft
Diameter dalam silinder : 3 ft
Tinggi silinder : ft
Tebal shell : ft
Diameter atas conical : 3 ft
Diameter bawah conical : 1 ft
Tinggi Conical : 2 ft
Cone angle : 45
Tebal angle : in
jumlah : 1 buah
4/16
3/16 49,863
8,3
13. TANGKI PENGENCER NaOH ( M-121 )
Fungsi = Mengencerkan NaOH menjadi larutan NaOH 8%
Type = Silinder dengan tutup bawah berbentuk conical dengan posisi vertikal
Volume = cuft
Kapasitas = kg/jam
= lb/jam
Diameter = ft
Tinggi = ft
Tebal shell =
Tebal tutup atas = 3/16 in Tebal tutup bawah = 3/16 in
Bahan konstruksi = Carbon stell SA-283 grade C
Jumlah = 4 buah
127,3225 29793,6737 65695,0505 5,0284 7,5425 1/6 in
14. POMPA ( L-122 )
Fungsi = Untuk mengalirkan larutan NaOH menuju ke tangki alkali treatment
Tipe = Centrifugal Pump
Bahan = Commercial Steel
Rate volumetrik = ft3/dt Total Dynamic Head = ft . lbf / lbm Effisiensi motor =
Power = 3 hp
Jumlah = 1 buah
0,0943 40,278
80%
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 6
15. TANGKI ALKALI TREATMENT (REAKTOR) ( R-210 ) Pada BAB VI
16. SCREW CONVEYOR ( J-211 )
Fungsi = Memindahkan bahan dari Reaktor menuju tangki pencuci Type = Plain spout or chutes
Kapasitas = cuft/jam Panjang = 20 ft
Diameter = 6 in Kecepatan putaran = 18 rpm Power = 3 hp Jumlah = 1 buah
691,0358
17. TANGKI PENCUCI ( H-221 )
Fungsi = Mencuci rumput laut dari NaOH
Type = Silinder dengan tutup bawah berbentuk conical dengan posisi vertikal
Volume = cuft
Kapasitas = kg/jam
= lb/jam
Diameter = ft
Tinggi = ft
Power = hp
Tebal shell =
Tebal tutup atas = 3/16 in
Tebal tutup bawah = 3/16 in
Bahan konstruksi = Carbon stell SA-283 grade C
Jumlah = 1 buah
884,6173 24800,0037 54684,0082
9,7902 14,6853 1/6 in
19
18. SCREW CONVEYOR ( J-222 )
Fungsi = Memindahkan bahan dari Tangki pencuci menuju ke ekstraktor Type = Plain spout or chutes
Kapasitas = cuft/jam Panjang = 20 ft
Diameter = 6 in Kecepatan putaran = 18 rpm Power = 1 hp Jumlah = 1 buah
Spesifikasi A lat V - 7
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
19. BUCKET ELEVATOR ( J-223 )
Fungsi = Mengangkut bahan menuju ke ekstraktor Type = Centrifugal discharge bucket elevator
Kapasitas = ton/jam
Kapasitas maksimum = 27 ton/jam Ukuran = 6" x 4" x 4.25" Bucket spacing = 12 in
Tinggi elevator = ft
Ukuran feed (Max) = in
Bucket speed = ft/mnt
Putaran head shaft = rpm
Lebar belt = 7 in
Power total = 3 hp
Jumlah = 1 buah
8,8571
54,5608 0,750 73,809535
14,1058
20. HOPPER RUMPUT LAUT ( F-224 )
Fungsi : Menampung sementara Rumput Laut
Type : Silinder dengan tutup bawah berbentuk konical dengan posisi vertical.
Kapasitas : cuft
Diameter dalam silinder : 3 ft
Tinggi silinder : ft
Tebal shell : ft
Diameter atas conical : 3 ft Diameter bawah conical : 1 ft Tinggi Conical : 2 ft
Cone angle : 45
Tebal angle : in
jumlah : 1 buah
355,39
49,1 4/16
2/16
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 8
21. HOPPER HCl ( J-225 )
Fungsi : Menampung sementara HCl
Type : Silinder dengan tutup bawah berbentuk konical dengan posisi vertical.
Kapasitas : cuft
Diameter dalam silinder : 3 ft
Tinggi silinder : ft
Tebal shell : ft
Diameter atas conical : 3 ft
Diameter bawah conical : 1 ft
Tinggi Conical : 2 ft
Cone angle : 45
Tebal angle : in
jumlah : 1 buah
0,0299
8,0 4/16
2/16
22. HOT EKSTRAKTION ( H-310 )
Fungsi = Untuk mengambil agar - agar dalam rumput laut
Type = Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk dishead dan tutup bawah
berbentuk conical, yang dilengkapi dengan pengaduk dan jaket. Bahan konstruksi = Carbon steel, SA - 283 Grade C
Jumlah = 3 buah
- Tinggi bejana = ft
- Diameter dalam bejana = ft
- Tebal bejana = in
- Tebal tutup atas = in
- Tebal tutup bawah = in
- Tinggi tutup atas = ft
- Tinggi tutup bawah = ft
- Putaran = rpm
- Daya motor = 21 hp
19,1123 12,7415 3/16 5/16 5/16 1,6401 1,8789 50
23. POMPA ( L-311 )
Fungsi = Untuk mengalirkan bahan ke RDVF
Tipe = Centrifugal Pump
Bahan = Commercial Steel
Rate volumetrik = ft3/dt
Total Dynamic Head = ft . Lbf / lbm Effisiensi motor =
Power = 17 hp
Jumlah = 1 buah
1,7268 45,996
Spesifikasi A lat V - 9
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
24. ROTARY DRUM VACUUM FILTER ( H-312 )
Fungsi = Untuk memisahkan bahan dari larutannya Type = Standart rotary drum vacum filter
diameter = 5 m
Panjang = 8 m
Putaran = 10 rpm ( Perry Ed 7, 18 - 96 )
Eff motor =
Power motor = 43 Hp Bahan = Carbon stell
Jumlah = 1 buah
80%
25. TANGKI PENAMPUNG SEMENTARA ( F-313 )
Fungsi = Menyimpan sementara filtrat RDVF sebelum ke Cooling Conveyor
Kapasitas = cuft
Diameter = ft
Tinggi = ft
Tebal shell = in
Tebal tutup atas = in
Tinggi tutup atas = ft
Tebal tutup bawah = 3/16 in
Jumlah = 2 buah
3608,278806 13,1932 26,3864
3/16 3/16
1,2153
26. POMPA (L-314 )
Fungsi = Untuk mengalirkan bahan ke Cooling Conveyor
Tipe = Centrifugal Pump
Bahan = Commercial Steel
Rate volumetrik = ft3/dt
Total Dynamic Head = ft . Lbf / lbm Effisiensi motor =
Power = 17 hp
Jumlah = 1 buah
1,7039 45,839
80%
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 10
27. COOLING CONVEYOR ( E-316 )
Fungsi : Untuk mendinginkan produk agar - agar Type : Plain spouts or chutes
Kapasitas : cuft/jam
Panjang : ft
Kecepatan putaran : rpm
Diameter : in
Jumlah : 1 buah
9
6234,746961 70
12
28. Cutter ( C-137 )
Kapasitas = lb/jam
Power = Hp
Diameter = cm
Kecepatan = rpm
Panjang pisau = cm
Jumlah = buah
bahan konstruksi : Stainles Steel 191160
40 50 750
25 2
29. CONVEYOR ( J-318 )
Fungsi = Mengangkut agar - agar ke hidraulic press Type = Screw Conveyor
Kapasitas = cuft/jam Panjang = 20 ft
Diameter = 9 in Kecepatan putaran = 20 rpm Power = 14 hp Jumlah = 1 buah
Spesifikasi A lat V - 11
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
30. HIDRAULIC PRESS ( H-319 )
Fungsi : Untuk mengepres slurry dari cooling conveyor
Type : Standart Hidroulic Press
Laju slurry : lb/jam
Waktu pengepresan : 30 menit
Volume cake : cuft
Luas area filter : ft2
Jumlah : 6 buah
382319,7612
128,27 76,478
31. CONVEYOR ( J-320 )
Fungsi = Memindahkan bahan dari Hidrolic press menuju ke rotary dryer Type = SCREW CONVEYOR
Kapasitas = cuft/jam Panjang = 20 ft
Diameter = 9 in Kecepatan putaran = 20 rpm Power = hp Jumlah = 1 buah
11,3100
0,5
32. ROTARY DRYER ( B-321 )
Fungsi = Untuk mengurangi kandungan air pada Agar-agar
Type = Rotary drum
Kapasitas = lb/jam
Isolasi = Batu isolasi Tebal Isolasi = 4 in
Tebal Shell = in
Diameter = ft
Panjang = 50 ft
Tinggi bahan = ft
Sudut rotary = 0.61o
Time of passes = menit
Power = hp
Jumlah = 1 buah
704,9161
2/16 7,17
1,075
1185 3
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 12
33. BLOWER ( G-322 )
Tipe = Centrifugal blower
Kapasitas = cuft/menit
HP shaft = 14 hp
Bahan konstruksi = Carbon Steel
Jumlah = 1 buah
4462,7812
34. HEATER UDARA ( E-323 )
Tipe = Double Pipe Exchanger 4 x 3 in IPS Ukuran = Panjang = 30 ft
ID = ft De = ft
OD = ft Rdo =
Rdi = Δpa = psi
ΔPp = psi
Pipa Anulus
0,3385 0,1012
0,2917 0,0020
0,0010 0,7747
32,3541
35. CYCLONE ( H-324 )
Fungsi = Memisahkan padatan dari aliran udara panas Type = Cyclone Separator
Kapasitas = lb/j
Ukuran = Bc = ft ; Lc = ft
Dc = ft ; Sc = ft
De = ft ; Zc = ft
Hc = ft ; Jc = ft
Tebal shell = in
Tebal tutup atas = in
Tebal tutup bawah = in
Bahan konstruksi = Carbon Steel SA 283 Grade C
Jumlah = 1 buah
30883,2909
5,3784 43,0271
21,5135 2,6892
10,7568 43,0271
10,7568 5,3784
Spesifikasi A lat V - 13
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
36. BELT CONVEYOR ( J-325 )
Fungsi = Memindahkan bahan dari gudang penampung menuju bucket elevator Type = Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Kapasitas maksimum = 32 ton/jam Belt width = 14 in Belt speed = 53 ft/min Trough width = 9 in
Skirt seal = 2 in
Panjang = ft
Sudut elevasi =
Power = 4 hp
Jumlah = 1 buah
30,4138 11.3o
37. BUCKET ELEVATOR ( J-326 )
Fungsi = Memindahkan bahan menuju ke hopper Type = Centrifugal discharge bucket elevator
Kapasitas = ton/jam
Kapasitas maksimum = 27 ton/jam Ukuran = 6" x 4" x 4.25" Bucket spacing = 12 in
Tinggi elevator = ft
Ukuran feed (Max) = 1 in
Bucket speed = ft/mnt
Putaran head shaft = rpm
Lebar belt = 7 in
Power total = 2 hp
Jumlah = 1 buah
4,4192
7,0000
36,826586 7,0380
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 14
38. HOPPER AGAR-AGAR ( F-327 )
Fungsi : Menampung sementara Agar - agar
Type : Silinder dengan tutup bawah berbentuk konical dengan posisi vertical.
Kapasitas : cuft
Diameter dalam silinder : 3 ft
Tinggi silinder : ft
Tebal shell : ft
Diameter atas conical : 3 ft
Diameter bawah conical : 1 ft
Tinggi Conical : 2 ft
Cone angle : 45
Tebal angle : in
jumlah : 1 buah
2/16 214,51 29,2
3/16
39. BALL MILL ( C-328 )
Fungsi : Menghaluskan ukuran agar - agar hingga 100 mesh
Type : Mercy ball mill
Kapasitas : ton / jam
Diameter mill : ft
Panjang mill : ft
Diameter ball : in
Ukuran : 3 x 2ft
Kecepatan putar : 24 rpm
Power : Hp
Bahan ball : Carbon steel
Bahan konstruksi : Carbon steel C-283
Jumlah : 1 buah
4,6496 8,0 6,0 0,1845
181,02
40. SCREEN ( H-329 )
Fungsi = Menyaring bahan dari Hammer Crusher
Type = Vibrated Screen
Kapasitas = ton/jam
Power = 3 hp
Speed = 50 vibration/dy ; P = 3 Hp ( Peter's 4ed;p.567)
Tyler equivalent design = mesh
Sieve no =
Sieve design = standard 149 micron
Sieve opening = mm
Ukuran kawat = mm
Effesiensi = %
Jumlah = 3 buah
Spesifikasi A lat V - 15
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
41. BUCKET ELEVATOR ( J-330 )
Fungsi = Memindahkan NaOH dari gudang ke tangki pengencer Type = Centrifugal discharge bucket elevator
Kapasitas = ton/jam
Kapasitas maksimum = 27 ton/jam Ukuran = 6" x 4" x 4.25" Bucket spacing = 12 in
Tinggi elevator = ft
Ukuran feed (Max) = in
Bucket speed = ft/mnt
Putaran head shaft = rpm
Lebar belt = 7 in
Power total = hp
Jumlah = 1 buah
0,2304 13,7457 0,75 1,9198108 0,3669 2
42. BELT CONVEYOR ( J-331 )
Fungsi = Untuk mengangkut rumput laut dari gudang ke H - 113 Type = Troughed belt conveyor with rolls of equal length Kapasitas maksimum = 32 ton/jam
Belt width = 14 in
Belt speed = 53 ft/min
Trough width = 9 in
Skirt seal = 2 in
Panjang = ft
Sudut elevasi =
Power = 4 hp
Jumlah = 1 buah
30,4138
11.3o
43. SILO TEPUNG AGAR-AGAR ( F-332 )
Fungsi = Menampung produk utama Agar-agar
Type = Silinder dengan tutup bawah berbentuk conical dengan posisi vertikal
Volume = cuft
Diameter = ft
Tinggi = ft
Tebal shell =
Tebal tutup atas = 3/16 in
Tebal tutup bawah = 3/16 in
Bahan konstruksi = Carbon stell SA-283 grade C
Jumlah = 1 buah
4065,9570 15,9513 23,9269 1/6 in
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Spesifikasi A lat V - 16
VI - 1
Perencanaan Alat Utama
Pra Rencana Pabrik Aluminium Sulfat
BAB VI
PERENCANAAN ALAT UTAMA
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
VII - 1
BAB VII
INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA
VII.1. Instrumentasi
Dalam rangka pengoperasian pabrik, pemasangan alat-alat instrumentasi
sangat dibutuhkan dalam memperoleh hasil produksi yang optimal. Pemasangan
alat-alat instrumentasi disini bertujuan sebagai pengontrol jalannya proses
produksi dari peralatan-peralatan pada awal sampai akhir produksi. dimana
dengan alat instrumentasi tersebut, kegiatan maupun aktifitas tiap-tiap unit dapat
tercatat kondisi operasinya sehingga sesuai dengan kondisi operasi yang
dikehendaki, serta mampu memberikan tanda-tanda apabila terjadi penyimpangan
selama proses produksi berlangsung.
Pada uraian diatas dapat disederhanakan bahwa dengan adanya alat
instrumentasi maka :
1. Proses produksi dapat berjalan sesuai dengan kondisi-kondisi yang telah
ditentukan sehingga diperoleh hasil yang optimum.
2. Proses produksi berjalan sesuai dengan efisiensi yang telah
ditentukan dan kondisi proses tetap terjaga pada kondisi yang sama.
3. Membantu mempermudah pengoperasian alat.
4. Bila terjadi penyimpangan selama proses produksi, maka dapat
segera diketahui sehingga dapat ditangani dengan segera.
Adapun variabel proses yang diukur dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Variabel yang berhubungan dengan energi, seperti temperatur, tekanan, dan
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 2
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
2. Variabel yang berhubungan dengan kuantitas dan laju, seperti pada kecepatan
aliran fluida, ketinggian liquid dan ketebalan.
3. Variabel yang berhubungan dengan karakteristik fisika dan kimia, seperti
densitas, kandungan air.
Yang harus diperhatikan didalam pemilihan alat instrumentasi adalah :
- Level, Range dan Fungsi dari alat instrumentasi.
- Akurasi hasil pengukuran.
- Bahan konstruksi material.
- Pengaruh yang ditimbulkan terhadap kondisi operasi proses yang
berlangsung.
- Mudah diperoleh di pasaran.
- Mudah dipergunakan dan mudah diperbaiki jika rusak.
Instrumentasi yang ada dipasaran dapat dibedakan dari jenis
pengoperasian alat instrumentasi tersebut, yaitu alat instrumentasi manual atau
otomatis. Pada dasarnya alat-alat kontrol yang otomatis lebih disukai dikarenakan
pengontrolannya tidak terlalu sulit, kontinyu, dan efektif, sehingga menghemat
tenaga kerja dan waktu. Akan tetapi mengingat faktor-faktor ekonomis dan
investasi modal yang ditanamkan pada alat instrumentasi berjenis otomatis ini,
maka pada perencanaan pabrik ini sedianya akan menggunakan kedua jenis alat
instrumentasi tersebut.
Adapun fungsi utama dari alat instrumentasi otomatis adalah :
- Melakukan pengukuran.
- Sebagai pembanding hasil pengukuran dengan kondisi yang ditentukan.
- Melakukan perhitungan.
- Melakukan koreksi.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 3
Alat instrumentasi otomatis ini dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Sensing / Primary Element / Sensor.
Alat kontrol ini langsung merasakan adanya perubahan pada variabel yang
diukur, misalnya temperatur. Primary Element merubah energi yang dirasakan
dari media yang sedang dikontrol menjadi sinyal yang bisa dibaca (misalnya
dengan tekanan fluida).
2. Recieving Element / Elemen Pengontrol.
Alat kontrol ini akan mengevaluasi sinyal yang didapat dari sensing
element dan diubah menjadi data yang bisa dibaca (perubahan data analog
menjadi digital), digambarkan dan dibaca oleh error detector. Dengan demikian
sumber energi bisa diatur sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
3. Transmitting Element.
Alat kontrol ini berfungsi sebagai pembawa sinyal dari sensing element ke
receiving element. Alat kontrol ini mempunyai fungsi untuk merubah data bersifat
analog (tidak terlihat) menjadi data digital (dapat dibaca).
Disamping ketiga jenis tersebut, masih terdapat peralatan pelengkap
yang lain, yaitu : Error Detector Element, alat ini akan membandingkan besarnya
harga terukur pada variabel yang dikontrol dengan harga yang diinginkan dan
apabila terdapat perbedaan alat ini akan mengirimkan sinyal error. Amplifier akan
digunakan sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh error detector jika sinyal
yang dikeluarkan lemah. Motor Operator Sinyal Error yang dihasilkan harus
diubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan, yaitu dengan penambahan variabel
manipulasi. Kebanyakan sistem kontrol memerlukan operator atau motor untuk
menjalankan Final Control Element. Final Control Element adalah untuk
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 4
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment Macam instrumentasi pada suatu perencanaan pabrik misalnya :
1. Flow Control ( F C )
Mengontrol aliran setelah keluar suatu alat.
2. Flow Ratio Control ( F R C / F F C )
Mengontrol perbandingan (ratio) aliran pada aliran bercabang.
3. Level Control ( L C )
Mengontrol ketinggian liquid didalam tangki
4. Weight Control ( W C )
Mengontrol berat solid yang dikeluarkan dari tangki
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 5
5. Pressure Control ( P C )
Mengontrol tekanan pada suatu aliran / alat
6. Temperature Control ( T C )
[image:54.595.113.506.74.705.2]Mengontrol suhu pada suatu aliran / alat
Tabel VII.1. Instrumentasi pada pabrik
NO NAMA ALAT KODE INSTRUMENTASI
1. GUDANG RUMPUT LAUT ( F - 111 ) ( WC )
2. TANGKI MULTI ( H - 113 ) ( FC )
3. TANGKI PENGENCER ( M - 121 ) ( FC )
4. POMPA ( L - 116 ) ( FC )
5. TANGKI REAKTOR ( L - 210 ) ( FC & TC )
6. TANGKI PENCUCI ( H - 221) ( FC )
7. TANGKI HOT EXTRACTION ( H - 310 ) ( FC & TC )
8. ROTARY DRUM VACUUM FILTER ( H - 312 ) ( FC )
9. COOLING CONVEYOR ( E - 316 ) ( TC )
10. HUMMER MILL ( C - 317 ) ( FC )
11. HEATER UDARA ( E - 323 ) ( FC )
12. TANGKI PENAMPUNG FILTRAT ( F - 313 ) ( LI )
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 6
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
VII.2. Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja atau safety factor adalah hal yang paling utama yang
harus diperhatikan dalam merencanakan suatu pabrik, hal ini disebabkan karena :
- Dapat mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan yang besar yang
disebabkan oleh kebakaran atau hal lainnya baik terhadap karyawan
maupun oleh peralatan itu sendiri.
- Terpeliharanya peralatan dengan baik sehingga dapat digunakan dalam
waktu yang cukup lama. Bahaya yang dapat timbul pada suatu pabrik
banyak sekali jenisnya, hal ini tergantung pada bahan yang akan diolah
maupun tipe proses yang dikerjakan.
Secara umum bahaya-bahaya tersebut dapat dibagi dalam tiga kategori , yaitu :
1. Bahaya kebakaran.
2. Bahaya kecelakaan secara kimia.
3. Bahaya terhadap zat-zat kimia.
Untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi, berikut ini terdapat
beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pada setiap pabrik pada umumnya
dan pada pabrik ini pada khususnya.
VII.2.1. Bahaya Kebakaran A. Penyebab kebakaran.
- Adanya nyala terbuka (open flame) yang datang dari unit utilitas, workshop
dan lain-lain.
- Adanya loncatan bunga api yang disebabkan karena korsleting aliran listrik
seperti pada stop kontak, saklar serta instrument lainnya.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 7
B. Pencegahan.
- Menempatkan unit utilitas dan unit pembangkitan cukup jauh dari lokasi
proses yang dikerjakan.
- Menempatkan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang terisolasi dan
tertutup.
- Memasang kabel atau kawat listrik di tempat-tempat yang terlindung, jauh
dari daerah yang panas yang memungkinkan terjadinya kebakaran.
- Sistem alarm hendaknya ditempatkan pada lokasi dimana tenaga kerja
dengan cepat dapat mengetahui apabila terjadi kebakaran
C. Alat pencegah kebakaran.
- Instalasi permanen seperti fire hydrant system dan sprinkle otomatis.
- Pemakaian portable fire-extinguisher bagi daerah yang mudah dijangkau bila
terjadi kebakaran. Jenis dan jumlahnya pada perencanaan pabrik ini dapat
dilihat pada tabel VII.1.
- Untuk pabrik ini lebih disukai alat pemadam kebakaran tipe karbon dioksida.
- Untuk bahan baku yang mengandung racun, maka perlu digunakan
kantong-kantong udara atau alat pernafasan yang ditempatkan pada daerah-daerah
[image:56.595.116.519.531.708.2]strategis pada pabrik ini.
Tabel VII.2. Jenis dan Jumlah Fire-Extinguisher.
NO. TEMPAT JENIS BERAT
SERBUK
JARAK
SEMPROT JUMLAH
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 8
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
VII.2.2. Bahaya Kecelakaan
Karena kesalahan mekanik sering terjadi dikarenakan kelalaian pengerjaan
maupun kesalahan konstruksi dan tidak mengikuti aturan yang berlaku. Bentuk
kerusakan yang umum adalah karena korosi dan ledakan. Kejadian ini selain
mengakibatkan kerugian yang besar karena dapat mengakibatkan cacat tubuh
maupun hilangnya nyawa pekerja. Berbagai kemungkinan kecelakaan karena
mekanik pada pabrik ini dan cara pencegahan dapat digunakan sebagai berikut :
A. Vessel.
Kesalahan dalam perencanaan vessel dan tangki dapat mengakibatkan
kerusakan fatal, cara pencegahannya :
- Menyeleksi dengan hati-hati bahan konstruksi yang sesuai, tahan
korosi serta memakai corrosion allowance yang wajar. Untuk pabrik
ini, semua bahan konstruksi yang umum dapat dipergunakan dengan
pengecualian adanya seng dan tembaga. Bahan konstruksi yang
biasanya dipakai untuk tangki penyimpan, perpipaan dan peralatan
lainnya dalam pabrik ini adalah steel. Semua konstruksi harus sesuai
dengan standar ASME (America Society Mechanical Engineering).
- Memperhatikan teknik pengelasan.
- Memakai level gauge yang otomatis.
- Penyediaan man-hole dan hand-hole ( bila memungkinkan ) yang
memadai untuk inspeksi dan pemeliharaan. Disamping itu peralatan tersebut
harus dapat diatur sehingga mudah untuk digunakan.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 9
B. Heat Exchanger.
Kerusakan yang terjadi pada umumnya disebabkan karena
kebocoran-kebocoran. Hal ini dapat dicegah dengan cara :
- Pada inlet dan outlet dipasang block valve untuk mencegah
terjadinya thermal expansion.
- Drainhole yang cukup harus disediakan untuk pemeliharaan.
- Pengecekan dan pengujian terhadap setiap ruangan fluida secara
sendiri-sendiri.
- Memakai heat exchanger yang cocok untuk ukuran tersebut.
Disamping itu juga rate aliran harus benar-benar dijaga agar tidak
terjadi perpindahan panas yang berlebihan sehingga terjadi
perubahan fase didalam pipa.
C. Peralatan yang bergerak.
Peralatan yang bergerak apabila ditempatkan tidak hati-hati, maka
akan menimbulkan bahaya bagi pekerja. Pencegahan bahaya ini dapat
dilakukan dengan :
- Pemasangan penghalang untuk semua sambungan pipa.
- Adanya jarak yang cukup bagi peralatan untuk memperoleh
kebebasan ruang gerak.
D. Perpipaan.
Selain ditinjau dari segi ekonomisnya , perpipaan juga harus ditinjau
dari segi keamanannya hal ini dikarenakan perpipaan yang kurang
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 10
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
seperti terbentur, tersandung dan sebagainya. Sambungan yang kurang
baik dapat menimbulkan juga hal-hal yang tidak diinginkan seperti
kebocoran-kebocoran bahan kimia yang berbahaya. Untuk
menghindari hal-hal tersebut, maka dapat dilakukan cara :
- Pemasangan pipa (untuk ukuran yang tidak besarhendaknya pada
elevasi yang tinggi tidak didalam tanah, karena dapat menimbulkan
kesulitan apabila terjadi kebocoran.
- Bahan konstruksi yang dipakai untuk perpipaan harus memakai
bahan konstruksi dari steel.
- Sebelum dipakai, hendaknya diadakan pengecekan dan pengetesan
terhadap kekuatan tekan dan kerusakan yang diakibatkan karena
perubahan suhu, begitu juga harus dicegah terjadinya over stressing
atau pondasi yang bergerak.
- Pemberian warna pada masing-masing pipa yang bersangkutan akan
dapat memudahkan apabila terjadi kebocoran.
E. Listrik.
Kebakaran sering terjadi akibat kurang baiknya perencanaan instalasi
listrik dan kecerobohan operator yang menanganinya. Sebagai usaha
pencegahannya dapat dilakukan :
- Alat-alat listrik dibawah tanah sebaiknya diberi tanda seperti dengan
cat warna pada penutupnya atau diberi isolasi berwarna.
- Pemasangan alat remote shut down dari alat-alat disamping starter.
- Penerangan yang cukup pada semua bagian pabrik supaya operator
tidak mengalami kesulitan dalam bekerja.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 11
- Sebaiknya untuk penerangan juga disediakan oleh PLN meskipun
kapasitas generator set mencukupi untuk penerangan dan proses.
- Penyediaan emergency power supplies tegangan tinggi.
- Meletakkan jalur-jalur kabel listrik pada posisi aman.
- Merawat peralatan listrik, kabel, starter, trafo dan lain sebagainya.
F. Isolasi.
Isolasi penting sekali terutama berpengaruh terhadap pada karyawan
dari kepanasan yang dapat mengganggu kinerja para karyawan, oleh
karena itu dilakukan :
- Pemakaian isolasi pada alat-alat yang menimbulkan panas seperti
reaktor, exchanger, kolom distilasi dan lain-lain. Sehingga tidak
mengganggu konsentrasi pekerjaan.
- Pemasangan isolasi pada kabel instrumen, kawat listrik dan
perpipaan yang berada pada daerah yang panas , hal ini dimaksudkan
untuk mencegah terjadinya kebakaran.
G. Bangunan Pabrik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan bangunan pabrik
adalah :
- Bangunan-bangunan yang tinggi harus diberi penangkal petir dan
jika tingginya melebihi 20 meter, maka harus diberi lampu suar
(mercu suar).
Instrumentasi dan Keselamatan Kerja VII - 12
Pabrik A gar dari Rumput Laut Gracillaria Spp. Dengan Proses A lkali T reatment
VII.2.3. Bahaya Karena Bahan Kimia
Banyak bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Biasanya para
pekerja tidak mengetahui seberapa jauh bahaya yang dapat ditimbulkan oleh
bahan kimia seperti bahan-bahan berupa gas yang tidak berbau atau tidak
berwarna yang sangat sulit diketahui jika terjadi kebocoran. Untuk itu sering
diberikan penjelasan pendahuluan bagi para pekerja agar mereka dapat
mengetahui bahwa bahan kimia tersebut berbahaya.
Cara lainnya adalah memberikan tanda-tanda atau gambar-gambar pada
daerah yang berbahaya atau pada alat-alat yang berbahaya, sehingga semua orang
yang berada didekatnya dapat lebih waspada. Selain hal-hal tersebut diatas,
usaha-usaha lain dalam menjaga keselamatan kerja dalam pabrik ini adalah
memperhatikan hal-hal seperti:
1. Di dalam ruang produksi para pekerja dan para operator dilarang
merokok.
2. Harus memakai sepatu karet dan tidak diperkenankan memakai
sepatu yang alasnya mengandung logam.
3. Untuk pekerja lapangan maupun pekerja proses dan semua orang
yang memasuki daerah proses diharuskan mengenakan topi
pengaman agar terlindung dari kemungkinan kejatuhan
barang-barang dari atas.
4. Karena sifat alami dari steam yang sangat berbahaya, maka harus
disediakan kacamata tahan uap, masker penutup wajah dan sarung
tangan yang harus dikenakan.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Lokasi dan Tata Letak Pabrik --- VIII - 117
BAB VIII
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK
VIII.1. Lokasi Pabrik
Dalam perencanaan suatu pabrik, penentuan lokasi suatu pabrik merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan suatu pabrik.
Penentuan ini juga ditinjau dari segi ekonomis yaitu berdasarkan pada “ Return
On Investment “ , yang merupakan persentase pengembalian modal tiap tahun.
Daerah operasi ditentukan oleh faktor utama, sedangkan tepatnya lokasi
pabrik yang dipilih ditentukan oleh faktor-faktor khusus. Setelah mempelajari dan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi tersebut,
maka pabrik yang direncanakan ini didirikan di daerah Gresik. Adapun alasan pemilihan lokasi tersebut karena dengan mempertimbangkan faktor-faktor utama dan faktor-faktor khusus.
VIII.1.1. Faktor Utama
Faktor utama meliputi :
a. Bahan Baku
Persediaan bahan baku dalam suatu pabrik adalah merupakan salah satu
faktor penentuan dalam memilih lokasi pabrik yang tepat. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan berasal dari produk lokal dalam negeri. Bahan baku yang
digunakan dapat diperoleh di gresik dan sekitarnya.
b. Pemasaran
Dengan melihat pangsa pasar yang prospektif maka produk ini bisa
Lokasi dan Tata Letak Pabrik --- VIII -
---
Pra Rencana Pabrik Agar-agar
118
dapat dilakukan melalui kota Surabaya dimana segala fasilitas telah tersedia karena kedudukan Surabaya sebagai Ibukota Propinsi Jawa Timur.
c. Tenaga Listrik dan Bahan Bakar
Agar produksi dari pabrik ini tidak bergantung pada supply listrik dari PLN dan untuk menghemat beaya, maka didirikan unit-unit pembangkit listrik
sendiri, sehingga PLN digunakan apabila pabrik tidak beroperasi dan apabila generator ada kerusakan. Dengan demikian pabrik diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Bahan bakar untuk pabrik ini mudah diperoleh dari Pertamina.
d. Persediaan Air
Air merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu Industri Kimia.
Dalam hal ini air digunakan sebagai sanitasi, pencegahan bahaya kebakaran , media pendingin , steam serta untuk air proses. Selama pabrik beroperasi, kebutuhan air relatif cukup banyak, maka untuk memenuhi kebutuhan air tersebut
diambil air sungai yang letaknya tidak jauh dari lokasi pabrik dengan melakukan pengolahan terlebih dahulu. Mengingat lokasi pabrik ini direncanakan dekat
dengan aliran sungai, maka persoalan penyediaan air tidak akan mengalami kesulitan.
e. Iklim dan Cuaca
Keadaan iklim dan cuaca didaerah lokasi pabrik pada umumnya baik, tidak terjadi angin ribut, gempa bumi maupun banjir.
VIII.1.2. Faktor Khusus
Faktor-faktor khusus meliputi :
a. Transportasi
Salah satu faktor khusus yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pabrik adalah faktor Transportasi, baik untuk bahan baku maupun untuk
produk-Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Lokasi dan Tata Letak Pabrik --- VIII - 119
produk yang dihasilkan. Masalah transportasi tidak mengalami kesulitan karena tersedianya sarana perhubungan yang baik. Fasilitas pengangkutan darat dapat dipenuhi dengan adanya jalan raya yang dilalui oleh kendaraan yang bermuatan
berat dan fasilitas pengangkutan laut dapat dipenuhi dengan tersedianya pelabuhan laut baik di sekitar. Untuk transportasi udara dapat dipenuhi melalui
bandara udara di Surabaya.
b. Buangan Pabrik
Dalam hal ini, buangan pabrik tidak menimbulkan persoalan yang penting,
karena pabrik ini tidak membuang sisa-sisa proses produksi yang mengandung bahan yang berbahaya karena air buangan pabrik telah mengalami pengolahan
terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan penerima air buangan.
c. Tenaga Kerja
Umumnya tenaga kerja dapat dengan mudah dipenuhi dari daerah sekitar
lokasi pabrik dengan ongkos buruh yang cukup murah dan hal ini merupakan langkah positif untuk mengurangi angka pengangguran.
d. Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah
Menurut Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah, daerah lokasi pabrik merupakan daerah kawasan industri.
e. Karakteristik dari lokasi
Struktur tanah cukup baik dan juga daya dukung terhadap pondasi
bangunan pabrik dan pondasi jalan.
f. Faktor lingkungan sekitar pabrik
Menurut pengamatan, tidak ada pertentangan dari penduduk sekitarnya
Lokasi dan Tata Letak Pabrik --- VIII -
---
Pra Rencana Pabrik Agar-agar
120
industri. Selain itu fasilitas perumahan, pendidikan, kesehatan dan tempat peribadatan sudah tersedia di daerah tersebut.
Berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan faktor-faktor tersebut diatas,
maka pemilihan lokasi pabrik cukup memenuhi persyaratan.
VIII.2. Tata letak pabrik
Dasar perencanaan tata letak pabrik harus diatur sehingga didapatkan : a. Konstruksi yang efisien.
b. Pemeliharaan yang ekonomis. c. Operasi yang baik.
d. Dapat menimbulkan kegairahan kerja dan menjamin keselamatan kerja yang ti