PAPER
Build A Business From Zero To Hero
“Berjualan Baju
(Distro) Dengan Strategi
Canvas Bisnis Model”
Disusun Oleh :
10114482 – Ervan Sahidin Ansori Kelas : KWU-11
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
ABSTRAK
Bandung adalah salah satu kota yang banyak menjual baju, mulai dari yang berkualitas biasa sampai dengan berkualitas sangat bagus. Bandung merupakan salah satu kota yang banyak di kunjungi oleh banyak orang karena terkenal dengan fashionnya (baju), makanya bandung disebut dengan paris van java. Dengan banyak pengunjung dari berbagai kota, maka besarnya peluang untuk membuka usaha baju (distro) sangatlah besar.
Canvas Bisnis Model adalah sebuah strategi atau model bisnis gambaran logis menganai bagaimana sebuah organisasi/perusahaan akan membangun bisnisnya. Strategi canvas bisnis model ini akan sangat cocok digunakan untuk orang-orang yang akan membuka usaha dengan kurangnya pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana cara untuk membuka bisnis. Karena dengan canvas bisnis model ini alur dari bisnis yang akan dibangun akan kelihatan, karena akan memetaka alur bisnis supaya lebih simple dan efektif.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penulisan ... 2
BAB II LANDASAN TEORI ... 4
2.1 Entrepreneur ... 4
2.1.1 Ciri dan Sifat Entrepreneur ... 5
2.1.2 Sikap Entrepreneur ... 6
2.1.3 Skill Yang Diperlukan Entrepreneur ... 6
2.2 Bisnis ... 8
2.2.1 Persaingan Bisnis/Pasar ... 8
2.2.2 Lingkungan Bisnis ... 10
2.2.3 Ide Bisnis ... 11
2.2.4 Peluang Bisnis ... 12
2.4 Mengelola Bisnis ... 19
2.4.1 Menetapkan Sasaran Bisnis ... 19
2.4.2 Merumuskan Strategi Bisnis ... 21
2.4.3 Analisis SWOT ... 22
2.5 Canvas Bisnis Model (Business Model Canvas) ... 24
BAB III PROSES DAN HASIL ... 27
3.1 Proses Canvas Bisnis Model untuk Bisnis Baju (Fashion) ... 27
3.2 Hasil (Aksi) Canvas Bisnis Model untuk Bisnis Baju (Fashion) ... 32
BAB IV KESIMPULAN ... 36
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar belakang Masalah
Baju (fassion) merupakan usaha yang paling laku keras karena di era sekarang ini penampilan sangatlah penting, bahkan sekarang yang pertama kali dilihat oleh orang lain adalah penampilannya karena dengan melihat penampilan bisa mencerminkan kepribadian orang tersebut. Dikota bandung sendiri banyak sekali pembisnis baju (distro) karena kota bandung adalah paris van java yang banyak menjual baju-bau dengan kualitas dan harga yang relative murah. Sehingga banyak pengunjung dari luar kota bahkan luar negeri untuk membeli di kota bandung.
Oleh sebab itu peluang untuk membuka usaha baju (distro) sangatlah tinggi. Dengan membuka usaha baju (distro) dengan desaign yang unik dan berkualitas bagus makan akan bisa bersaing dengan pembinis lain dan akan menarik pelanggan untuk membeli produk yang dibuat. Akan tetapi faktor tersebut saja tidaklah cukup karena dalam membuka usaha sebaiknya kita menggunakan strategi yang tepat.
Membuka usaha baru di kota bandung akan sangat susah karena pesaignya banyak, oleh sebab itu sebelum membangun bisnis baju (distro) sebaiknya memikirkan rencana atau strategi yang akan digunakan untuk membangun usaha.
penggambaran alurnya pun sederhana dan efektif. Jadi strategi canvas model akan sangat cocok untuk membangun bisnis dari awal, untuk mengatasi pesaing bisnis. Untuk mendukung strategi canvas bisnis model ini sebaiknya menggunakan analisis swot dan mencari kelemahan pesaing bisnis untuk dijadikan kelebihan dari bisnis yang akan dibangun
1.2Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud dengan entrepreneur ? - Apa yang dimaksud dengan bisnis ? - Bagaimana cara memulai bisnis? - Bagaimana cara mengelola bisnis?
- Apa yang dimaksud dengan Canvas Bisnis Model ?
- Bagaimana cara berjualan baju (fashion) menggunakan canvas bisnis model ?
1.3Tujuan Penulisan
- Menjelaskan apa yang dimaksud dengan entrepreneur dan apa aja yang ada pada diri entrepreneur.
- Menjelaskan apa yang dimaksud dengan bisnis. - Menjelaskan bagaiman cara untuk memulai bisnis. - Menjelaskan bagaiman cara untuk mengelola bisnis.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1Entrepreneur
Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:27), Ada beberapa pengertian entrepreneurship menurut pandangan para ahli, antara lain sebagai berikut : 1. Entrepeneur adalah ornag yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai
kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan. (Geooffrey G.Meredith et.Al, 1996)
2. Entrepreneurship adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni ornag yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya. (Siswanto Sudomo,1989)
2.1.1 Ciri dan Sifat Entrepreneur
Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:29), Seorang entrepreneur harus memiliki ciri dan sifat sebagai berikut :
Ciri Sifat
Percaya diri Harus mempunyai keyakinan, mandiri, tidak bergantung kepada orang lain , optimis
Peninjauan untuk menentukan sikap dalam tugas dan hasil
Membutuhkan prestasi, meninjau laba, harus tekun dan tabah, memiliki tekad yang kuat, bekerja keras dan inisiatif.
Mengambil resiko Berani mengambil resiko dan tantangan untuk kemajuaannya. Kepemimpinan Mempunyai jiwa pemimpin, mudah
bergaul dengan orang lain, dapat menerima saran dan kritik yang dapat membangun.
Meninjau masa depan Persepsi dan memiliki peninjauan untuk masa depan.
Jujur dan tekun Mengutamakan kejujuran dalam bekerja dan tekun dalam menyelesaikan kerja
Tabel 2.1 Ciri dan Sifat Entrepreneur
2.1.2 Sikap Entrepreneur
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:30-31), Menyatakan sikap yang harus dimiliki seorang entrepreneur dalam membagun dan mengembangkan usaha adalah sebagai berikut :
• Disiplin
• Komitmen tinggi
• Jujur
• Kreatif dan Inovatif • Mandiri
• Realistis
2.1.3 Skill Yang Diperlukan Entrepreneur
1. Technical Skill
Mempunyai keterampilan untuk melakukan tugas khusus dalam pekerjaannya.
2. Human Relations Skill
Mempunyai keterampilan untuk berkomunikasi atau mudah bergaul dengan orang lain sehingga mudah mendapatkan relasi dalam bekerja. 3. Conceptual Skill
Mempunyai keterampilan untuk memperoleh peluang pasar baru dan bagaiaman sikap yang harus dihadapi dalam mengambil tantangan. 4. Decision Making Skill
Mempunyai keterampilan untuk merumuskan masalah dan mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
5. Time Management Skill
Mempunyai keterampilan dalam memanagement waktu seefiesien mungkin.
6. Individual Skills and Attitudes
Mempunyai keterampilan dan sikap yang hanya dimiliki sendiri. 7. Knowledge of Business
Mempunyai keterampilan untuk mengetahui bisis yang akan dimasuki. 8. Establishment of Goal
9. Take Advantages of The Apportunities
Mempunyai keterampilan untuk mencari keunggulan dalam menemukan peluang bisnis.
10.Adapt to The Change
Mempunyai keterampilan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
11.Minimize The Threats to Business
Mempunyai keterampilan untuk mengurangin segala macam acaman yang akan terjadi terhadap perusahaan atau bisnis yang akan dibangun.
2.2Bisnis
Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:40), Bisnis adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atau perusahaan dalam bentuk jasa atau barang untuk memperoleh laba. Bisnis menciptakan banyak peluang berdasarkan kreativitas dan inovasi yang ditampilkan dengan melibatkan beberapa, puluhan, ratusan bahkan ribuan orang guna menghasilkan jasa tau produk yang dibutuhkan konsumen.
2.2.1 Persaingan Bisnis/Pasar
Karakteristik Monopoli Oligopoli Persaingan
Tidak ada Sedikit Banyak Sangat Banyak
Beberapa Beberapa Tidak ada
Kemudahan
Tabel 2.2 Persaingan Usaha
Oligopoli terjadi karena dalam satu industri hanya terdapat sedikit penjual karena untuk masuk ke industri tersebut butuh investasi yang besar. Persaingan Monopolostik terjadi pada perusahaan berskala besar atau kecil dimana perusahaan lebih mudah untuk masuk atau keluar dari pasar tersebut. Biasanya perusahaan di persaingan monopolistic menciptakan diferensiasi untuk produknya.
Persaingan Sempurna terjadi apabila jumlah perusahaan dalam suatu industri banyak dan berskala kecil sehingga tidak terdapat perusahaan yang dapat mempengaruhi harga pasar.
2.2.2 Lingkungan Bisnis
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:47-58), Menyatakan ada beberapa lingkungan bisnis yang dapat mempengaruhi aktivitas bisnis yang akan dijalankan, yaitu sebagai berikut :
1. Lingkungan Ekonomi
2. Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi, meliputi teknologi produk (manufaktur) dan jasa serta teknologi bisnis, adalah pengetahuan manusia, peralatan,metoda kerja, sistem pengolahan, peralatan elektronika, peralatan komunikasi, perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan.
3. Lingkungan Hukum-Politik
Lingkungan hokum dan politik berperan dalam membuat aturan bisnis tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bisnis. Undang-udang tentang perlindungan konsumen, hokum bisnis, regulasi bisnis, antitrust dan pengaruh pemerintah atas suatu aktivitas bisis menjadi bagian dari proses bisnis.
2.2.3 Ide Bisnis
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:96-97), Menyatakan ada berbagai ide bisnis yang menjadi penggerak seseorang membuka usaha atau membangun bisnisnya :
a. Hobi b. Mengamati c. Membantu Orang d. Ide Lama
e. Ide Orang Lain f. Kolaborasi g. Terbitkan
h. Catat Secara Hukum i. Adakan Pertunjukan j. Nasihat Ke Orang Lain k. Konsumsi Masyarakat
2.2.4 Peluang Bisnis
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:98-102), Menyatakan dalam peluang bisnis ada faktor-faktor yang mempengaruhi, faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut sebagai berikut :
a. Perubahan Teknologi
b. Perubahan Politik dan Kebijakan c. Perubahan Demografi
d. Institusi Pendidikan e. Akses Informasi
f. Variasi Pengalaman Hidup g. Ikatan Sosial
h. Kepribadian i. Motivasi j. Evaluasi Diri
k. Karakteristik Kognitif
2.3Memulai Bisnis
Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:114-119), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis yaitu sebagai berikut :
1. Menyusun Rencan Bisnis
rekanan, kreditor, dan pihak-pihak lain dalam mengimplementasikan usaha tersebut.
a. Menetepkan Tujuan dan Sasaran
Penjabaran atas tujuan usaha, strategi yang dipakai, implementasi di lapangan dan sasaran yang diharapkan dari usaha tersebut.
b. Peramalan Penjualan
Memperkirakan seberapa besar produk yang akan laku terjual, jumlah persediaan barang digudang, luas ruang usaha yang akan dipakai dan tenaga kerja yang dibutuhkan.
c. Rencana Keuangan
Perencanaan modal awal yang dibutuhkan, dana cadangan yang tersedia, titik pulang pokok (break even point), neraca keuangan serta aliran kas.
2. Awal Memulai Bisnis
Seseorang yang akan membuka usaha baru dan memulai usaha dari awal sebaik nya menngindentifikasi hal-hal berikut :
a. Siapa pelanggan kita b. Lokasi pelanggan
c. Kemampuan daya beli pelanggan
d. Jumlah produk yang dapat dibeli pelanggan e. Siapa pesaing kita
Dari identifikasi tersebut lalu ditetapkan apa, dimana, kapan, seberapa besar dan bagaiman kita memosisikan usaha baru kita. Kita harus memilih industri dan pasar yang dimasuki sesuai minat dan keahlian kita agar modal dan tujuan kita tepat sasaran.
3. Yang Harus Diperhatikan
Agar bisnis/usaha baur yang akan kita bangun berhasil, faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah :
a. Tekad Kuat, Kerja Keras, dan Dedikasi
Kita harus memili tekad yang kuat bahwa usaha yang kita bangun akan berhasil. Dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi atas usaha yang kita bangun, kita akan dapat mengatasi kendala, melalui rintangan bahkan menimalkan faktor-faktor penghambat usaha.
b. Kompetensi Manajerial
Kompetensi manajerial harus kita miliki dengan mengikuti kurus, pelatihan, seminar lokakarya dan belajar dari usaha yang sudah ahli atau berpengalaman di bidang usaha ini.
c. Permintaan Pasar
d. Kontrol yang Ketat
Jangan pernah memberi celah terjadinya penyimpangan dalam usaha, karena lama-kelamaan akan membesar dan merusak sitem. Kontrol yang ketat dibutuhkan agar kelangsungan bisnis tetap terjaga.
e. Beri Perhatian
Harus memberi perhatian pada semua tindakan atau struktur yang ada dalam perusahaan agar semangat kerja karyawan tetap terjaga dan sesuai yang diharapkan.
4. Modal Diri
Modal diri dari seorang entrepreneur untuk memulai usaha yaitu dengan faktor 7K: Kompetensi, Kecerdasan, Keberanian, Keyakinan, Ketekunan, Keuletan, dan Kerajinan.
a. Kompetensi
Kompetensi terhadap suatu bidang merupakan modal diri yang paling utama dalam membangun suatu bisnis. Jangan membangun bisnis yang tidak sesuai dengan kompetensi yang kita miliki karena dapat berakhir pada kegagalan dan kerugian materi.
b. Kecerdasan
c. Keberanian
Segunung ide dan segunung uang taka da artinya tanpa ada keberanian, maka oleh sebab itu banyak orang tidak dapat mewujudkan ide bisnisnya karena tidak memiliki keberanian untuk memulai bisnis.
d. Keyakinan
Keyakinan bahwa usaha yang dibangun akan berhasil dan sukses didasarkan atas kompetensi yang kita miliki dalam membangun bisnis. Penguasaan terhadap bisins yang dibangun merupakan faktor pendorong keyakinan.
e. Ketekunan
Usaha yang dibagun secara tekun akan memberikan hasil yang bias melebihi ekspektasi. Karena faktor ketekunan sangat dibutuhkan untuk keberhasilan suatu bisnis.
f. Keuletan
Pribadi yang ulet adalah pribadi yang pantang menyerah akan menyelesaikan apa yang sudah ditugaskan.
g. Kerajinan
5. Kunci Sukses
Kunci sukses untuk memulai suatu bisnis atau usaha adalah sebagai berikut : a. Modal
Sesuaikan kondisi keuangan atau modal awal dengan sasaran usaha awal yang akan dijalankan.
b. Skill
Membuka usaha sesuai keahlian yang dimiliki merupakan kunci awal suksesnya usaha. Dengan keahlian yang dimiliki akan lebih siap menghadapi medan dan mampu menetralisir ancaman yang mungkin timbul dengan tindakan yang cepat.
c. Lokasi
Pilih lokasi usaha yang strategis, udah dijangkau dan ramai pengunjung. Lokasi usaha mempengaruhi animo konsumen untuk mampi/belanja dan sangat berpengaruh terhadap kecepatan pengembanga usaha.
d. Promosi
Perlu memperkenalkan usaha yang baru dibuka melalui promosi atau pemasaran, minimal melalui tampilan depan tempat usaha yang didesain semenarik mungkin yang akan menarik pengunjung.
e. Brand
f. Membangun Sistem
Membangun system usaha yang baik sejak awal memulai usaha, meliputi : manajemen usaha, organisasi, dan pengelolaan finansial.
g. Karyawan
Rekrut karyawan yang mumpuni, akan lebih baik yang telah memiliki keahlian sesuai bidang usaha yang dibangun.
6. Penunjang Keberhasilan
Disamping 7 kunci sukses memulai usaha, keberhasilan suatu usaha juga ditentukan oleh 7 penunjang keberhasilan berikut :
a. Pengetahuan (Knowledge) b. Kemampuan (Capable) c. Pengalaman (Experience) d. Visi (Vision)
e. Harapan (Hope) f. Keyakinan (Faith) g. Kebahagian (Happiness)
2.4Mengelola Bisnis
2.4.1 Menetapkan Sasaran Bisnis
keberhasilan atau kegagal program kerja yang telah ditetapkan. Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan sasaran bisnis antara lain sebagai berikut :
a. Tujuan Penetapan Sasaran Bisnis
• Memberi arah dan panduan bagi para manager pelaksana
Hal ini untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan pada uni-unit kerja yang ada dalam perusahaan.
• Alokasi sumer daya
Sumber daya yang ada diprioritaskan penggunaannya pada pengadaan sarana dan prasana yang mendukung tercapainya sasaran perusahaan.
• Membangun budaya perusahaan
Dalam mencapai sasaran bisnis perlu dibangun budaya perusahaan untuk menjadi yang terbaik melalui pemberian penghargaan atas suatu keberhasilan dan tidak menolerir atas suatu kegagalan. • Membantu manajer menilai kinerja
Kinerja manajerial suatu bagian dinilai dari tercapai tidaknya sasaran yang ingin dicapai.
b. Target Sasaran Bisnis
Setiap perusahaan memiliki target sasaran binis yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu, yakni :
• Sasaran jangka menengah (tahun ke-2 hingga tahun ke-5)
• Sasaran jangka panjang
2.4.2 Merumuskan Strategi Bisnis
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:114-119), menyatakan merumuskan strategi bisnis berarti menciptakan program yang luas dari aspek praktis dalam menetapkan sasaran, mnetapkan jadwal dan memilih taktik, yang menggambarkan maksud dari organisasi. Strategi bisnis berisi garis besar bagaimana bisnis mencapai tujuannya dan bagaimana bisnis merespons tantangan dan kebutuhan baru. Adapun rumusan strategi bisnis sebagai berikut :
a. Menetapkan Sasaran Strategis
Sasaran strategis adalah sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi perusahaan. Pernyataan misi adalah pernyataan cara perusahaan mencapai sasaran dalam lingkungan bisnis itu dijalankan.
b. Menganalisis Organisasi dan Lingkungan
Untuk menganalisis Organisasi dan Lingkungan kita dapat menerapkan metode SWOT, yakni metode untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan organisasi serta peluang dan ancaman yang ada.
c. Menyesuaikan Organisasi dan Lingkungan
2.4.3 Analisis SWOT
Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:193-196), Strategi terbaik untuk melakukan analisis terhadap kekuatan dan kelemahan internal perusahaan terhadap peluang dan ancaman dari pesaing adalah melalui analisis SWOT (Strengths = Kekuatan, Weaknesse=Kelemahan, Opportunities=Peluang, Threats=Ancaman). Dibawah ini adalah matriks SWOT yang menerapkan 4 strategi bisnis dalam menghadapi pesaing.
Faktor
Ancaman (T) Tabel 2.3 Matriks SWOT
Untuk membuat bisnis agar selalu survive setiap pebisis haruslah memperhatikan faktor-faktor yang dapat mengancam dan memberi peluang terhadap bisnis, meliputi :
• Kondisi ekonomi, wilayah/negara di tempat akan dilakukan bisnis.
• Inovasi produk, bagaimana pengaruh perubahan produk pesaing
terhadap produk yang akan dihasilkan.
• Perubahan teknologi, bagaimana itu dapat mempengaruhi produk yang
akan dibuat.
• Bersahabat dengan lingkungan
• Penghalang, apakah ada penghalang untuk memasukan produk yang
2.5Canvas Bisnis Model (Business Model Canvas)
Menurut Diogo Ferreira (2012), Canvas Bisnis Model atau CBM adalah sebuah model bisnis gambaran logis mengenaio bagaimana sebuah organisasi menciptakan, mengahatakan dan menangkap sebuauh nilai. CBM ini terbagi menjadi 9 buah komponen utama, kemudian dipisahkan lagi menjadi komponen kanan (sisi kreatif) dan kiri (sisi logic). Persis seperti otak manusia, kesembilan komponen yang ada tesebut adalah sebagai berikut :
1. Customer Segment (CS) yaitu menentukan segmen target Customer dari bisnis yang akan dikembangka. Posisikan diri pada sisi Customer untuk memperhatikan apa yang dilihat, didengar dipikirkan dan dilakukan, menjadi keinginan dan tujuan, rasa takut dan harapan.
2. ValueProposition (VP) yaitu memperkirakan kebutuhan Customer yang sudah diidentifikasi pada Customer segment. Berdasarkan kebutuhan itu, selanjutnya dapat didefinisikan nilai apa yang akan diberikan agar mampu memenuhi kebutuhan Customer. Nilai yang diberikan itu akan menjadi nilai inti dari kegiatan bisnis.
3. Customer Relationship (CR) yaitu mendefiniskan hubungan antara perusahaan dan Customer. Macam-macam jenis hubungan mulai dari memberikan bantuan personal perorangan kepada setiap Customer, dengan memanfaatkan komunitas
atau bahkan berupa ‘self-service’ yakni tidak berhubungan langsung dengan
4. Channel (CH) yaitu cara untuk mencapai Customer. Channel ini adalaj jalur anatara perusahaan dengan Customer, bagaimana delivery dari nilai yang diberikan akan mampu mencapai Customer dengan baik.
5. RevenueStream (RS) yaitu representasi dari jalur penerimaan uang yang akan diteruma dari setiap Customer segment.
6. Key Resource (KR) adalah sumber daya utama yang menjelaskan mengenai asset terpenting yang diperlukan dalam membuat model bisnis kerja. Setiap model bisnis memerlukan sumber daya utama. Sumber daya utama akan memungkinkan prusahaan untuk membuat dan melebihi prosisi nilai, mencapai pasar, memelihara hubungan dengan segmen pelaggan dan memperoleh pendapatan.
7. Key Activities (KA) adalah kegiatan utama yang menjelaskan hal terpenting yaitu perusahaan harus membuat model bisnis. Setiap model bisnis dibuat untuk sejumlah kegiatan utama.
8. KeyPartners (KP) adalah knci kemitraan yang menjelaskan jaringan pemasok dan mitra yang membuat pekerjaan model bisnis. Perusahaan menjalin kemitraan untuk banyak alasan, dan kemitraan menjadi landasan model bisnis. Perusahaan membentuk aliansi untuk mengoptimalkan model bisnisnya, mengurangi resiko atau memperoleh sumber daya.
BAB III
PROSES DAN HASIL
3.1Proses Canvas Bisnis Model untuk Bisnis Baju (Fashion)
Setelah kita mengetahui berbagai teori tentang bisnis, kita sudah mulai paham bagaimana kita dapat memulai bisnis dan bagaimana cara untuk mengelola bisnis. Dalam bab ini penulis akan memaparkan bagiamana cara memulai bisnis yang baru dan membuat bisnis tersebur dapat berkembang dan bertahan lama. Metode yang kan digunakan adalah metode canvas bisnis model yang mana metode ini akan membuat bisnis yang dijalankan akan lebih terarah dan jelas tujuannya.
Di Indonesia sendiri ada 4 kategori bisnis mulai dari usaha mikro sampai dengan usaha berskala besar, kita harus menentukan ke arah mana bisnis kita akan tertuju. Dalam kasus ini penulis akan memulai bisnis yang masuk kedalam kategori usaha kecil karena usaha kecil memiliki beberapa keunggulan lebih banyak berinovasi, biaya operasional rendah, lebih mampu mengisi pasar dan memberikan pelayan yang superior kepada pelanggannya karena fleksibilitas usaha kecil sangat tinggi.
Penulis akan langsung menggunakan metode Canvas Bisnis Model untuk mempermudah membangund bisnis dari awal. Canvas Bisnis Model sendiri terdiri 9 blok yang masin-masing blok saling berhubungan satu sama lain. Blok-blok terserbut diantaranya adalah Customer Segment, Customer Relationship, Customer Channel, Revenue Structure, Value Proposition, Key Activities, Key Resource, Cost
Structure, dan Key Partners. Dibawah ini adalah isi dari Canvas Bisnis Model untuk perusahaan PSDN.Co yang akan dibangun
1. CustomerSegment
PSDN.Co sendiri memilih Niche Market dalam pasar segmentnya karena PSDN.Co tidak hanya bergerak dalam bidang fashion anak muda tetapi juga bergerak dalam bidang konveksi. Pengisian Customer segment untuk PSDN.Co:
CustomerSegments
Prioritas 1 Remaja laki-laki mahasiswa maupun pelajar usia 18-23 tahun (fashion anak muda).
Prioritas 2 Komunitas aktif yang beranggotakan anak muda, remaja maupun dewasa (konveksi).
Prioritas 3 Toko retail di daerah purwakarta (fashion anak muda) dan sekolah mulai dari sd sampai sma di bandung (konveksi).
2. ValueProposition (VP)
PSDN.Co adalah perusahaan yang bergerak dibidang fashion anak muda dan konveksi. Dalam bidang fashion sendiri PSDN.Co memproduksi berbagai macam baju dengan desaign yang berbeda dari produk fashion yang lain. Desaign yang ada pada PSDN.Co terinspirasi dari berbagai hal yang berbau laut dan dikolaborasikan dengan trend fashion masa kini sehingga menghasilkan desaign yang memiliki karakter sendiri. Sementara dalam bidang konveksi PSDN.Co menggunakan kualitas barang No 1 yang dapat bersaing dipasar, selain itu PSDN.Co telah mensupplay kebutuhan seragam maupun attribute sekolah yang berkualitas ke berbagai sekolah yang ada di bandung sehingga produk kami telah terpecaya.
3. CustomerRelationship (CR)
Customer relationship PSDN.co adalah sebagai berikut :
• Transactional : beli putus saat itu juga baik itu melalui media social
maupun langsung datang ke toko.
• Long-term : menjalin hubungan kepada komunitas maupun sekolah yang
pernah bekerjasama dengan cara memberikan potongan harga agar dapat bekerjasama lagi dikemudian hari.
• AutomatedService : pelanggan dapat membeli produk PSDN.Co melalui
4. Channel (CH)
Channel PSDN.Co sebagai berikut :
• Awareness : menggunakan social media dan internet untuk
mempopulerkan PSDN.Co.
• Evaluation : membuat Customer dapat menentukan produk apa yang
mereka akan di buat melalui PSDN.Co.
• Delivery : mengirim proposal ke berbagai sekolah yang ada di bandung
guna memperluas pasar.
• Indirect : menitipkan barang PSDN.Co kepada distro-distro yang ada di
Trunojoyo Bandung.
5. RevenueStream (RS)
RevenueStream PSDN.Co adalah AssetSale dimana uang yang dihasilkan adalah hasil dari penjualan produk PSDN.Co.
6. KeyResource (KR)
KeyResource PSDN.Co sebagai berikut :
• Inttectual
Hak paten merk PSDN.Co
• Human
seperti pembelian bahan baku, distribusi dan mengurus barang-barang modal.
• Financial
Modal awal sebesar 4 juta rupiah untuk menjalankan PSDN.Co 7. KeyActivities (KA)
Key Activities PSDN.Co adalah Production dengan memproduksi desaign-desaign untuk produk fashion anak muda dan memproduksi berbagai macam produk yang berkaitan dengan attribut sekolah maupun produk pakaian yang sudah dipesan sebelumnya.
8. KeyPartners (KP)
Key Partners PSDN.Co adalah perusahaan garmen untuk menjahit produk-produk PSDN.Co dengan tujuan Optimization and Economy guna mengoptimalkan alokasi sumber daya dan aktivitas mengingat sebuah perusahaan tidak perlu memiliki semua sumber daya dan melakukan kegiatannya sendirian.
9. CostStructure
Cost-drivern : biaya yang keluar tergantung dari harga bahan.
Setelah mengisi canvas bisnis model bisnis yang dijalankan lebih terarah dan lebih jelas tujuannya. Yang harus dilakukan setelah itu adalah action (aksi) karena tanpa sebuah aksi, apa yang telah diinginkan dan direncanakan matang-matang apabila tidak dilanjutkan dengan tindakan akan berakhir sia-sia.
3.2Hasil (Aksi) Canvas Bisnis Model untuk Bisnis Baju (Fashion)
Gambar 3.1 Hasil Canvas Bisnis Model PSDN.Co
berapa biaya-biaya yang dikeluarkan dan berapa keuntungan yang ingin didapat. Setelah itu semua selesai diperhitungkan, baru akan diperoleh suatuharga.
Ketika produk utama telah selesai diproduksi kesusksesan perusahaan tidak didapat begitu saja, karena produk yang sudah ada harus terjual agar perusahaan mendapatkan laba dan dapat menutup seluruh biaya. Ketika produk utama telah selesai diproduksi kesusksesan perusahaan tidak didapat begitu saja, karena produk yang sudah ada harus terjual agar perusahaan mendapatkan laba dan dapat menutup seluruh biaya produksi. Agar produk dapat terjual maka produk harus dipasarkan, dan dalam pemasaran diperlukan stragei yang baik agar konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut.
Disini penulis akan lebih membahas tentang bagaimana strategi pemasaran yang baik terutama bagi perusahaan PSDN.Co. Konsep utama dari pemasaran sendiri adalah 4P (Product, Price, Promotion, Place). Pemasaran juga bukan hanya berbicara tentang produk yang dipasarkan saja tapi juga bagaimana cara mempriomosikan produk agar nanti produk memiliki tempat di hati para konsumen.
Perusahaan fashion ini bisa saja menjual produk eceran tanpa harus memperhatikan iklan disana sini, namun itu akan menurunkan prestise atau citra yang ingin dilekatkan pada produk. Saat ini, citra adalah suatu hal yang penting, orang-orang bukan hanya menggunakan barang demi kebutuhannya tapi juga untuk memenuhi atau menunjang gaya hidup nya dan memperlihatkan bagaimana status sosialnya. Bisnis yang memperhatikan citra para konsumennya cenderung berkembang dan bertahan lama ketimbang bisnis yang hanya mementingkan keuntungan semata.
Selain itu perusahaan juga harus mengenal bagaimana lokasi pasarnya. Busana anak muda khususnya mahasiswa dengan tingkat prestise tinggi tidak mungkin dijual di pasar dimana banyak ibu-ibu rumah tangga yang berdatangan setiap harinya, begitupun sebaliknya. Dalam pemasaran juga diperlukan perencanaan yang baik, selain itu perlu juga diperhatikan analisis SWOT yang ada. Perusahaan harus mengetahui potensi penjualan, pesaing terhadap prosuk yang hamper sama, kelemahan serta kesempatan yang ada di suatu daerah guna mengembangkan pemasaran serta bisnisnya.
BAB IV
KESIMPULAN
Dengan Strategi Canvas Bisnis Model ini seseorang yang akan memulai bisnisnya dari awal tanpa tahu bagaimana strategi yang tepat maka strategi Canvas Bisnis Model ini adalah pilihan yang bagus karena dari strategi Canvas Bisnis Model ini seorang pembisnis akan mengetahui alur bisnis yang akan dijalankan harus bagaimana dan jika ada terjadi kesalahan atau melenceng dari target awal maka akan kelihatan karena Canvas Bisnis Model ini sudah menetapkan target dari awal dan akan terpantau kegiatannya.
Dengan strategi Canvas Bisnis Model dapat disimpulkan bahwa terdapat 9 area yang harus menjadi fokus strategi Poseidon Company. Value dari PSDN.Co harus menekankan pada fashion anak muda dan konveksi. Hal ini berdasarkan dari segmentasi utama PSDN.Co yaitu Remaja laki-laki mahasiwa maupun pelajar usia 18-23 tahun, komunitas aktif dan toko retail maupun sekolah.
Berdasarkan penelitian ini dapat dilihat bahwa Canvas Bisnis Model dapat menjadi metode yang sederhana guna menghasilkan alternatif strategi perusahaan yang berujung pada kelayakan finansial dan menjadi alternatif strategi untuk seseorang yang akan memulai bisnis nya dari awal tanpa mempunyai pengalam sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung, Edisi Revisi, Jakarta, Elexmedia