Ini yng bener yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
a. Pengenalan beberapa jenis pengawet
Pengawet antimikroorganisme adalah zat yang ditambahkan pada sediaan obat untuk melindungi sediaan tersebut terhadap kontaminasi mikroorganisme.Adapun maksud praktikum ini yaitu untuk mengetahui dan memahami cara pengujian aktivitas bahan pengawet dari sediaan farmasi, dengan melibatkan tingkat konsentrasi dan jenis bakteri yang digunakan. Sedangkan tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan daerah zona hambat dari suatu pengawet, menentukan jumlah koloni bakteri dari daerah zona hambat dengan variasi konsentrasi yang digunakan.
benzoat hanya boleh digunakan dengan kisaran konsentrasi 400-1000 mg/kg bahan
Na-benzoat efektif digunakan pada pH 2.5 sampai 4. Daya awetnya akan menurun dengan meningkatnya pH, karena keefektifan dan mekanisme anti mikroba berada dalam bentuk molekul yang tidak terdisosiasi .
Mekanisme kerja natrium benzoat atau garamnya berdasarkan pada permeabilitas membran sel mikroba terhadap molekul-molekul asam yang tidak terdisosiasi. Isi sel mikroba mempunyai pH yang selalu netral. Bila pH sitoplasma mikroba menjadi asam atau basa, maka akan terjadi gangguan pada organ-organ sel sehingga metabolisme terhambat dan akhirnya sel mati. Membran sel mikroba hanya permeabel terhadap molekul asam yang tidak terdisosiasi, maka untuk mendapatkan efektivitas yang tinggi sebaiknya asam-asam tersebut digunakan dalam lingkungan asam. Hal ini juga disebabkan pada pH netral dan basa, asam-asam organik terurai menjadi ion-ionnya
Setelah itu lalu dibuat larutan blanko/ control. Larutan blangko merupakan larutan yang digunakan sebagai pembanding. Pada praktikum ini, larutan blangko yang kami buat yaitu dari media cair Laktose Broth (LB). Pada praktikum kali ini kelompok kami mendapatkan bagian untuk membuat untuk larutan blanko positif dari Staphylococcus aureus.Dibuat dengan cara menambahkan sebanyak 9 ml LB dan 1 ml S.aureus pada tabung reaksi no. 6 dan untuk blanko negative, dimasukkan sebanyak 10 ml LB saja pada tabung reaksi 7. Sehingga parameter yang dapat dilihat adalah kekeruhan yang dihasilkan pada setiap tabung reaksi yang dibandingkan dengan larutan blangko. Jika tabung reaksi yang telah diberi pengawet menghasilkan kekeruhan maka bahan pengawet yang digunakan tidak efektif sedangkan jika tabung reaksi tidak mengalami kekeruhan dan warnanya sama seperti pada larutan blangko negatif maka bahan pengawet yang kami gunakan efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
yaitu, pada tabung reaksi no. 1 dan 3 , mengasilkan kekeruhan, sedangkan pada tabung reaksi nomor 2 tidak di dapatkan kekeruhan , Adanya kekeruhan tersebut mengindikasikan bahwa pengawet Natrium Benzoat 10% tidak efektif untuk menghambat Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa . Namun pada tabung reaksi nomor 2 tidak didapatkan kekeruhan, hal ini berarti pengawet natrium benzoate 10% efektif dapat menghambat pertumbuhan mikroba dari Escherichia coli.
Selanjutnya pada tabung 4 (Candida albicans) dan 5 (Aspergillus niger) dilakukan pengamatan setelah 5 hari diinkubasi dalam suhu 20-250C. hasil