• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi dan Kreativitas dalam Pembelaja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Motivasi dan Kreativitas dalam Pembelaja"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

0

MAKALAH ETIKA DAN PROFESI KEGURUAN

MOTIVASI DAN KREATIFITAS DALAM

PEMBELAJARAN

Dosen Pengampu:

Dra. Suparmini, M.Si & Yuhanida Milhani, M.Pd

Kelompok 2 :

1. Briliantikta Teha S. 14416241005

2. Winda Estri Dwi Jayanti 14416241012

3. Siska Rahayu 14416241030

4. Dian Kusuma Wardani 14416241033

5. Indah Susanti 14416241037

6. Rangga Ardianto 14416241039

7. Azola Hawa Mustika 14416241040

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL

(2)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu masalah yang sering dijumpai dalam ranah pendidikan yaitu

mitovasi dan kreatifitas. Siswalah yang mendapatkan motivasi disekolah-sekolah,

serta siswa juga yang memperlihatkan kreatifitas dari dalam dirinya. Semua sesuai

pula dengan yang mengajar atau mengarahkan dan memberikan pengajaran di

lingkup sekolah. Yang paling mempengaruhi dalam proses belajar-mengajar yaitu

guru. Guru perlu menyadari bahwa mengajar merupakan suatu pekerjaan yang tidak

sederhana dan mudah. Karena mengajar perlu adanya kreatifitas dari seorang guru

agar proses belajar mengajar terkesan tidak membosankan supaya dapat membangun

motivasi-motivasi dari dalam jiwa seorang siswa.

Motivasi (motivation) berarti pemberian atau penimbulan motif atau hal

menjadi motif, tegasnya ,otivasi adalah motif atau hal yang menjadi aktif pada saat

tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan terasa sangat mendesak

(Rachman Abror 1993, 114). Terutama mencapai tujuan pembelajaran diperlukannya

motivasi sangat tinggi. Oleh karena itu guru haru smendampingi para siswanya

menuju kesuksesan belajar atau kedewasaan. Dalam banyak kasus mungkin guru

memotivasi dan dimotivasi supaya tercapainya proses pembelajaran. Serta kreatifita

smengajar bertujuan dapat mengasah otak siswa menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Jika potnsi siswa dan guru ini dapat tergali, memperoleh wahana ekspresi yang teat,

dan penghargaan dari guru, mugkin saja dapat menjdai individu yang mencapai

prestadi yangtidak terduga.

Ciri-ciri orang kreatif mereka terus-menerus belajar. Mereka melihat setiap

hari yang mereka miliki sebagai kesempatan untuk terus belajar sesuatu yang

baru.Entah itu belajar tentang tsaqafah yang baru, teknik artistik baru, fakta-fakta

baru, dan lain-lain.Orang yang berpikir kreatif selalu ingin belajar.Ini merupakan

kebiasaan yang paling menonjol dari orang-orang kreatif. Kreatif dan motivasi yaitu

(3)

2

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana konsep motivasi dan kreatifitas dalam pembelajaran?

2. Apa saja ciri-ciri motivasi dan kreatifitas dalam pembelajaran?

3. Bagaimana motivasi dalam pembelajaran?

4. Bagaimana kreatifitas dalam pembelajaran?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui konsep motivasi dan kreatifitas dalam pembelajaran.

2. Untuk mengetahui ciri-ciri motivasi dan kreatifitas dalam pembelajaran.

3. Untuk mengetahui motivasi dalam pembelajaran.

4. Untuk mengetahui kreatifitas dalam pembelajaran.

(4)

3

BAB II PEMBAHASAN

A. Konsep Motivasi

1. Pengertian motivasi

Motivasi (motivation) berarti pemberian atau penimbulan motif atau hal

menjadi motif, tegasnya ,motivasi adalah motif atau hal yang menjadi aktif pada

saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan terasa sangat

mendesak (Rachman Abror 1993, 114). Dalam kegiatan pembelajaran faktor

pendukung keberhasilan siswa bukan hanya faktor intelektual, melainkan ada hal

yang lebih berperan yaitu motivasi. Motivasi dalam belajar sangat dibutuhkan

supaya dapat menciptakan kegiatan belajar yang nyaman dan dapat menciptakan

keberhasilan dalam belajar. Motivasi belajar dapat diartikan sebagai keseluruhan

daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,

menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan

beljaar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkel, 1987:92 ). Oleh karena itu

motivasi yang terbangun dalam diri siswa dan guru harus dapat diwujudkan

supaya dapat menciptakan tujuan belajar yang diharapkan.

2. Teori Motivasi Maslow

Teori Maslow Maslow dalam Reksohadiprojo dan Handoko (1996),

membagi kebutuhan manusia sebagai berikut:

a. Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan fisiologis merupakan hirarki kebutuhan manusia yang paling dasar

yang merupakan kebutuhan untuk dapat hidup seperti makan,minum,

perumahan, oksigen, tidur dan sebagainya.

b. Kebutuhan Rasa Aman

Apabila kebutuhan fisiologis relatif sudah terpuaskan, maka muncul

kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan akan rasa

(5)

4 jaminan akan kelangsungan pekerjaannya dan jaminan akan hari tuanya pada

saat mereka tidak lagi bekerja.

c. Kebutuhan Sosial

Jika kebutuhan fisiologis dan rasa aman telah terpuaskan secara minimal,

maka akan muncul kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk persahabatan,

afiliasi dana interaksi yang lebih erat dengan orang lain. Dalam organisasi

akan berkaitan dengan kebutuhan akan adanya kelompok kerja yang kompak,

supervisi yang baik, rekreasi bersama dan sebagainya.

d. Kebutuhan Penghargaan

Kebutuhan ini meliputi kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas

prestasi seseorang, pengakuan atas kemampuan dan keahlian seseorang serta

efektifitas kerja seseorang.

e. Kebutuhan Aktualisasi diri

Aktualisasi diri merupakan hirarki kebutuhan dari Maslow yang paling tinggi.

Aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan potensi yang

sesungguhnya dari seseorang. Kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan,

keahlian dan potensi yang dimiliki seseorang. Malahan kebutuhan akan

aktualisasi diri ada kecenderungan potensinya yang meningkat karena orang

mengaktualisasikan perilakunya. Seseorang yang didominasi oleh kebutuhan

akan aktualisasi diri senang akan tugas-tugas yang menantang kemampuan

dan keahliannya.

Teori Maslow mengasumsikan bahwa orang berkuasa memenuhi

kebutuhan yang lebih pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku

memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (perwujudan diri). Kebutuhan yang lebih

rendah harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi

seperti perwujudan diri mulai mengembalikan perilaku seseorang. Hal yang

penting dalam pemikiran Maslow ini bahwa kebutuhan yang telah dipenuhi

memberi motivasi. Apabila seseorang memutuskan bahwa ia menerima uang

(6)

5 mempunyai daya intensitasnya lagi. Jadi bila suatu kebutuhan mencapai

puncaknya, kebutuhan itu akan berhenti menjadi motivasi utama dari perilaku.

Kemudian kebutuhan kedua mendominasi, tetapi walaupun kebutuhan telah

terpuaskan, kebutuhan itu masih mempengaruhi perilaku hanya intensitasnya

yang lebih kecil.

B. Konsep Kreatifitas 1. Pengertian Kreatifitas

Conny Semiawan (1987:7) mengatakan bahwa kreativitas adalah

kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam

pemecahan masalah. Sedangkan Utami Munandar (2002:33) mengatakan bahwa

kreativitas adalah kemampuan umum untuk mencipta sesuatu yang baru, sebagai

kemampuan untuk memberi gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam

pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat

hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.

Definisi diatas lebih menekankan pada keorisinilan, kebaharuan, dan

kebermaknaan, seperti defenisi kreativitas yang dikemukakan oleh Barron

(Utami Munandar, 2002: 28) yang menyatakan bahwa kreativitas adalah

kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Begitu

pula menurut Haefele (dalam Utami Munandar, 2002: 28), bahwa kreativitas

adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai

makna sosial. Definisi Haefele ini menunjukkan bahwa tidak keseluruhan produk

yang dibuat harus baru, tetapi lebih kepada kombinasi dari produk tersebut.

Definisi Haefele menekankan pula bahwa suatu produk kreatif tidak

hanya harus baru tetapi juga diakui maknanya. Produk kreatif yang dihasilkan

oleh individu yang dibuktikan dalam karya-karya kreatifnya menjadi ukuran,

apakah ia atau mereka layak disebut sebagai orang kreatif, istimewa atau tidak.

Orang yang tingkat kreatifitasnya tinggi umumnya tingkat produktifitasnya pun

(7)

6 berjalan seiring, oleh karena itu berbicara kreatif berarti juga bicara tentang

produktif.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan

bahwa kreativitas merupakan suatu proses mental individu yang melahirkan

gagasan, proses, metode ataupun produk baru yang efektif yang bersifat

imajinatif, fleksibel, dan berdaya guna dalam berbagai bidang untuk pemecahan

suatu masalah. Jadi kreativitas merupakan bagian dari usaha seseorang.

Kreativitas akan menjadi seni ketika seseorang melakulan kegiatan.

2. Teori Kreativitas

1) Teori Pendorong Kreativitas

Teori-teori yang melandasi dorongan kreativitas meliputi :

a) Motivasi Intrinsik untuk Kreativitas

Dorongan untuk mewujudkan potensinya, mewujudkan diri,

berkembang dan menjadi matang, mengungkapkan dan mengaktifkan

semua kapasitas seseorang. Merupakan motivasi primer untuk kreativitas

ketika individu membentuk hubungan baru dengan lingkungannya dalam

upaya menjadi dirinya sepenuhnya. Dorongan ada pada setiap orang dan

bersifat internal, tapi membutuhkan kondisi yang tepat untuk

diekspresikan.

b) Kondisi Eksternal yang Mendorong Perilaku Kreatif

Kreativitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus

dimungkinkan untuk tumbuh, bibit unggul memerlukan kondisi yang

memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan sendiri

potensinya.

2) Teori-teori yang Melandasi Proses Kreatif

(8)

7

a) Tahap Persiapan, mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan

mengumpulkan data atau informasi, mempelajari pola berpikir dari orang

lain, bertanya kepada orang lain, mencari jawaban, dll.

b) Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu

melepaskan diri untuk sementara dalam masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.

c) Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya inspirasi atau

gagasan baru.

d) Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru

tersebut terhadap realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen.

Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi

(pemikiran kritis).

C. Ciri-ciri Motivasi dan Kreatifitas 1. Ciri-ciri Motivasi

Orang yang bermotivasi tinggi punya ciri-ciri tersendiri diantaranya yaitu:

a. Motivasi

Mereka yakin apa yang dilakukan akan berhasil. Rasa optimis ini penting

untuk dimiliki karena akan meningkatkan semangat untuk memberikan yang

terbaik. Keyakinan ini membuat mereka beraktifitas dengan sepenuh hati.

b. Berani menerima tantangan

Orang yang termotivasi berani untuk menerima tantangan. Melakukan apa

yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mencoba sesuatu yang baru.Tentu

saja tantangan yang diterima ini bersifat positif.Bukan menerima tantangan

untuk tawuran atau pesta minuman keras.

c. Mandiri dan bertanggung jawab

Bisa bekerja sendiri dan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan adalah

(9)

8 diperintah dan diawasi oleh orang lain. Resiko yang mungkin terjadi dari apa

yang dikerjakan sudah siap mereka terima.

d. Punya gairah hidup

Senyum dan semangat itulah yang mudah terlihat dari orang yang bermtivasi

tinggi. Gairah hidupnya menyala-nyala seperti api yang membakar kayu.

Perjalanan hidup ini mereka jalani dengan langkah pasti.Semangat terus.

Mereka punya seribu alasan untuk mengerjakan sesuatu sementara orang yang

tidak punya motivasi akan mencari seribu alasan untuk tidak melakukan

sesuatu.

e. Memiliki cita-cita

Keinginan yang tertanam dalam pikiran dan ingin diwujudkan itulah cita-cita.

Mereka selalu punya cita-cita yang dijadikan target dalam melangkah. Setelah

satu cita-cita tercapai, cita-cita lain sudah menunggu untuk dikejar. Target

mereka jelas sehingga tahu kemana langkah kaki akan menuju.

f. Di kejar Waktu

Mereka seakan-akan selalu sibuk dengan aktifitas. Banyak hal yang harus

mereka kerjakan jadi mereka seperti dikejar waktu. Tak ada waktu untuk

melakukan aktifitas sia-sia apallagi perbuatan tak berguna.

g. Kreatif

Jika ada halangan atau hambatan yang menghadang, orang yang punya

motivasi tinggi akan mencari alternatif lain untuk dilalui. Mereka tidak

berhenti melangkah ketika ada tembok tinggi menjulang yang menghadang.

Mereka akan mencari cara untuk bisa melewati tembok tersebut. Kreatifitas

akan muncul dan menjadi ciri khas mereka dalam bekerja.

h. Menikmati Hidup

Enjoy aja, mereka menikmati hidup ini dengan cara selalu mensyukuri apa

yang diterima. Meskipun itu belum sesuai dengan harapan.Mereka lapang

dada menerima kenyataan yang ada.Tidak perlu mengeluh apalagi bersumpah

serapah ketika harapan belum jadi kenyataan. Terima saja itu sebagai bagian

(10)

9 i. Berfikir positif

Selalu berpandangan positif dalam memandang persoalan. Mereka

mengutamakan prasangka baik.Dengan begitu hati mereka tidak terkotori oleh

prasangka yang bisa menghambat mencapai cita.

j. Mencari hikmah

Apapun yang terjadi diambil hikmahnya saja. Kegagalan adalah bagian dari

proses belajar. Mereka belajar untuk memperbaiki diri dari kegagalan yang

terjadi. Selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa. Ambilah hikmah itu dan

jadilah orang yang lebih baik.

2. Ciri-ciri Kreativitas

Menurut Munandar Utami (2004: 5-10), untuk disebut sebagai seorang yang kreatif, maka perlu diketahui tentang ciri-ciri atau karakteristik orang yang

kreatif. Menurut Munandar Utami (2004: 5-10), ciri-ciri kreativitas dibagi

menjadi dua yaitu ciri-ciri kognitif (aptitude) dan ciri-ciri afektif (non-aptitude).

Adapun ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

a. Ciri-ciri kognitif

1) Keterampilan berpikir lancar yaitu :

a) Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau

pertanyaan,

b) Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai

hal,

c) Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban.

2) Keterampilan berpikir luwes (Fleksibel) yaitu :

a) Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi,

b) Dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda,

c) Mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda, mampu

mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran.

3) Keterampilan berpikir rasional yaitu :

a) Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik,

(11)

10 c) Mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari

bagian-bagian atau unsur-unsur.

4) Keterampilan memperinci atau mengkolaborasi yaitu :

a) Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk,

b) Menambahkan atau memperinci detil-detil dari suatu objek, gagasan

atau situasi sehingga lebih menarik.

5) Keterampilan menilai (mengevaluasi) yaitu:

a) Menentukan patokan penilaian sendiri dan menentukan apakah suatu

pertanyaan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana,

b) Mampu mengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka,

c) Tidak hanya mencetuskan gagasan, tetapi juga melaksanakannya.

b. Ciri-ciri afektif

1) Rasa ingin tahu yaitu :

a) Selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak,

b) Mengajukan banyak pertanyaan,

c) Selalu memperhatikan orang, objek dan situasi,

d) Peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui/meneliti.

2) Bersifat imajinatif yaitu :

a) Mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang belum

pernah terjadi,

b) Menggunakan khayalan dan kenyataan.

3) Merasa tertantang oleh kemajuan yaitu :

a) Merdorong untuk mengatasi masalah yang sulit,

b) Merasa tertantang oleh situasi-situasi yang rumit,

c) Lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.

4) Sifat berani mengambil resiko :

a) Berani memberikan jawaban meskipun belum tentu benar,

b) Tidak takut gagal atau mendapat kritik,

c) Tidak menjadi ragu-ragu karena ketidakjelasan, hal-hal yang tidak

(12)

11 5) Sifat menghargai yaitu:

a) Dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup,

b) Menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang

berkembang.

D. Motivasi dalam Pembelajaran

Motivasi jelas sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Motivasi yang

tinggi pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran akan melahirkan kreativitas

belajar yang optimal. Hal ini juga akan terlihat dari antusias peserta didik dalam

mengikuti kegiatan pembelajaran. Adanya rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat

mereka semakin serius dan asyik memahami materi pembelajaran yang disajikan oleh

guru (Erwin, 2015:14).

Motivasi bisa tumbuh ketika siswa dihargai. Penghargaan itu tidak harus

berupa materi. Pujian dan apresiasi adalah bagian dari penghargaan. Memberikan

apresiasi pada anak yang telah menampakan perkembangan yang kian bagus cukup

baik bagi perkembangan anak. Ini akan memberikan motivasi tersendiri bagi anak

untuk tetap mempertahankan dan bahkan bisa meningkatkan produktivitas belajarnya

menjadi lebih rajin (Rudi, 2013:19).

Berbagai komponen yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran khususnya

guru dan peserta didik, akan dapat bekerja maksimal bila ada sesuatu yang

mendorong mereka untuk melakukan hal tersebut, yaitu motivasi. Karena dalam hal

ini, sudah seharusnya kegiatan pembelajaran yang dilakukan berpusat pada peserta

didik. Perserta didik harus mempunyai motivasi agar mampu mengikuti kegiatan

pembelajaran dan berhasil mencapai kompetensi tertentu.

Motivasi tersebut bisa merupakan motivasi intrinsic maupun motivasi

ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri peserta

didik sendiri. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang datangnya dari luar, misalnya

(13)

12 maupun ekstrinsik, keduanya mempunyai peran tersendiri dalam pencapaian prestasi

belajar peserta didik.

Motivasi berfungsi sebagai pendorong, pengarah dan penggerak tingkah

laku.Motivasi mempunyai nilai dalam menentukan keberhasilan, demokratisasi

pendidikan, membina kreativitas kelas dan imajinasi guru, pembinaan disiplin kelas,

dan menentukan evektifitas belajar. Oleh karena itu, motivasi merupakan prinsip

yang harus dikembangkan supaya kegiatan belajar dapat terjadi secara efektif

(Erwin, 2015:21).

Peranan motivasi peserta didik dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh

strategi yang digunakan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran yang

berdampak terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk itu, guru sebelum

melaksanakan proses pembelajarn harus mampu melakukan pemetaan terhadap

kompetensi dan motivasi siswa dalam belajar. Dengan mengenal keragaman yang

dimiliki peserta didik, maka guru dengan strategi yang tepat akan mampu mendorong

peserta didik untuk mengikuti dan memahami pembelajaran secara optimal. Apabila

pembelajaran telah diikuti secara optimal, otomatis berdampak terhadap proses dan

hasil pembelajaran yang diperoleh peserta didik. Dengan demikian, tujuan

pembelajaran pun akan tercapai secara maksimal. Ini semua tentu dikembalikan

kepada guru sebagai perancang dan pelaksana pembelajaran.

Dalam buku Gavin Reid (2009; 24), terdapat beberapa syrategi untuk

menumbuhkan motivasi belajar dalam diri peserta didik, antara lain yaitu:

1. Dukungan gaya pembelajaran

2. Dorongan kreativitas

3. Pastikan kesuksesan dengan langkah-langkah kecil. Tugas guru ialah

meyakinkan bahwa pembelajar meraih kesuksesan

4. Berikan umpan balik kepada siswa mengenai kemajuan pribasi mereka sendiri

5. Pembelajar harus percaya pada kemampuan diri mereka

6. Akui gaya individual tiap-tiap anak

(14)

13 8. Gunakan pengamatan untuk memulai mengetahui preferensi anak di kelas Anda

terhadap pembelajar dan lingkungan

9. Berfokuslah pada tugas dan kurikulum

10. Gunakan beragam gaya belajar untuk pelajaran dikelas

11. Pastikan pelajarannya bermakna

12. Meminimalkan tekanan

13. Kerja kelompok

14. Penilaian diri

15. Tunjukkan kemajuan

16. Hindari potensi stigma

17. Kembangkan tanggung jawab siswa,

18. Dukunglah pilihan siswa,

19. Beri siswa tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri,

20. Berfokuslah pada pembelajaran dan sekaligus pengajaran.

Gage & Berliner (1979) dalam Slameto (1995: 176-179) menyatakan bahwa

cara meningkatkan motivasi siswa tanpa harus melakukan reorganisasi kelas secara

besar-besaran yaitu:

1. Pergunakan pujian verbal,

2. Pergunakan tes dalam nilai secara bijaksana,

3. Bangkitkan rasa ingin tahu dan keinginannya untuk mengadakan eksplorasi,

4. Untuk tetap mengadapatkan perhatian, sekali-kali pengajar dapat melakukan

hal-hal yang luar biasa, misalnya seperti menceritakan problem guru dan belajar,

5. Merangsang hasrat siswa dengan jalan memberikan pada siswa sedikit contoh

hadiah yang akan diterimannya bila ia berusaha untuk belajar. Berikan pada

siswa penerimaan sosial, sehingga ia tahu apa yang dapat diperolehnya bila ia

berusaha lebih lanjut.

6. Agar siswa lebih mudah memahami bahan pengajaran, penggunaan

materi-materi yang sudah dikenal sebagai contoh

7. Terapkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam konteks untuk dan luar biasa

(15)

14 8. Minat pada siswa untuk mempergunakan hal-hal yang sudah dipelajari

sebelumnya

9. Pergunakan simulasi dan permainan

10. Perkecil daya tarik siswa motivasi yang bertentangan. Kadang-kadang agar

diterima oleh teman-temannya, siswa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan

oleh pengajar. Dalam hal ini pengajar sebaiknya melibatkan pimpinan siswa

dalam aktivitas yang berguna (seperti menyusun tes, mewakili sekolah dalam

pameran ilmiah, dan sebagainya) sehingga teman-temannya akan meniru

melakukan hal-hal yang positif

11. Perkecil konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyengkan dari keterlibatan

siswa

12. Pengajar perlu memahami dan mengawasi suasana sosial dilingkungan sekolah,

karena hal ini besar pengaruhnya atas diri siswa

13. Pengajar perlu memahami hubungan kekuasaan antara guru dan siswa.

E. Kreatifitas dalam Pembelajaran

a. Mengembangkan Kreativitas Dalam Pembelajaran

Menurut Gordon dalam Joice and Weill (1996), terdapat empat prinsip

tentang kreativitas. Pertama, kreativitas merupakan sesuatu yang penting dalam

kegiatan sehari-hari, karena hampir semua manusia berhubungan dengan proses

kreativitas. Dalam hal ini, kreativitas merupakan bagian dalam kehidupan

sehari-hari dan berlangsung sepanjang hayat. Melalui kreativitas manusia dapat

memperkaya pemikirannya berupa ide-ide yang bermakna.

Kedua, proses kreatif dapat membantu orang secara langsung untuk

meningkatkan kreativitasnya. Jika memahami landasan proses kreativitas,

individu dapat belajar untuk menggunakan pemahamannya guna meningkatkan

kreativitas dalam kehidupan dan pekerjaannya, baik secara pribadi maupun

sebagai anggota kelompok. Kreativitas didorong oleh kesadaran yang memberi

petunjuk untuk mendeskripsikan dan menciptakan prosedur latihan yang dapat

(16)

15 Ketiga, penemuan kreatif sama dalam semua bidang dan ditandai dengan

beberapa proses intelektual. Kreativitas menunjukkan adanya hubungan antara

perkembangan berfikir dalam seni dan ilmu. Keempat, berfikir kreatif baik secara

individu maupun kelompok adalah sama. Individu dan kelompok menurunkan

ide-ide dan produk dalam berbagai hal.

Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan kreativitas

peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Kreativitas

dapat dikembangkan melalui pemberian kepercayaan, komunikasi, pengarahan

diri, dan pengawasan yang tidak terlalu ketat. Oleh karena itu, kreativitas dapat

diterapkan dalam proses pembelajaran, karena untuk membangun peserta didik

lebih kreatif lagi. Dalam hal ini, peserta didik akan lebih kreatif, apabila :

a. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik dan tidak ada perasaan

takut.

b. Diberi kesempatan untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah.

c. Dilibatkan dalam menentukan tujuan dan evaluasi belajar.

d. Diberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter.

e. Dilibatkan secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara

keseluruhan.

Selain uraian di atas, dalam proses pembelajaran paling tidak guru dapat

menciptakan suasana yang kondusif. Karena kualitas pembelajaran sangat

ditetntukan oleh aktivitas dan kreativitas guru, sehingga guru lebih memposisikan

diri sebagai fasilitator. Dalam mendongkrak kualitas pembelajaran, Widada dalam

Mulyasa (2007: 168) menjelaskan bahwa guru dapat menggunakan pendekatan

dalam membangun kreativitas peserta didik, diantaranya yaitu :

a. Self esteem approach. Menuntut guru untuk lebih mencurahkan perhatiannya

pada pengembangan mengenai kesadaran harga diri (self esteem).

b. Creative approach. Dikembangkannya problem solving, inquiry, dll.

c. Value clarification and moral development approach. Pengembangan pribadi

menjadi sasaran utama karena pengembangan intelektual akan mengiringi

(17)

16 d. Multiple talent approach. Pengembangan seluruh potensi peserta didik guna

menunjang kesehatan mental.

e. Inquiry approach. Peserta didik diberi kesempatan untuk menggunakan

proses mental dalam menemukan prinsip, konsep ilmiah, ataupun

meningkatkan potensi intelektualnya.

f. Pictorial riddle approach. Pengembangan motivasi dan minat peserta didik

dalam diskusi kelompok kecil. Pendekatan ini sangat membantu peserta didik

untuk berfikir kritis dan kreatif.

g. Synetics approach. Berpusat pada kompetensi peserta didik dalam membuka

intelegensi dan membangun kreativitasnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kreativitas peserta didik

dalam proses pembelajaran sangat bergantung pada kreativitas guru dalam

mengembangkan materi standard dan menciptakan materi yang kondusif.

Menurut Mulyasa (2007: 169), terdapat beberapa cara yang dapat digunakan

dalam mengembangkan kreativitas peserta didik, yaitu :

a. Membebaskan ruang gerak peserta didik dalam pembelajaran dan

pengembangan pengetahuan yang baru.

b. Bantu peserta didik dalam memikirkan sesuatu yang belum lengkap,

mengeksplor pertanyaan, dan mengemukakan gagasan yang original.

c. Bantu peserta didik dalam mengembangkan prinsip-prinsip tertentu ke dalam

situasi baru.

d. Berikan tugas secara independent kepada peserta didik.

e. Kurangi kekangan dan ciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang

otak.

f. Berikan kesempatan pada peserta didik untuk berfikir reflektif terhadap setiap

masalah yang dihadapi.

g. Hargai perbedaan individu peserta didik dengan melonggarkan aturan dan

norma yang ada di dalam kelas.

h. Jangan memaksakan kehendak terhadap peserta didik.

(18)

17 j. Mengembangkan tugas-tugas yang dapat merangsang tumbuhnya kreativitas.

k. Kembangkan rasa percaya diri peserta didik dengan membantunya dalam

mengembangkan kesadaran diri secara positif.

l. Kembangkan kegiatan-kegiatan yang menarik untuk memacu potensi secara

optimal, seperti kuis ataupun nyayian.

m. Libatkan peserta didik secara optimal dalam proses pembelajaran guna

mengembangkan mental menjadi lebih dewasa.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas

dapat dikembangkan melalui pembelajaran yakni salah satunya dengan

mengimplemen-tasikan suatu metode yang lebih banyak mengakomodasi berpikir

divergen para peserta didik. Selain itu, di luar pembelajaranpun guru juga masih

memiliki kesempatan untuk membina potensi bakat dan kreativitas siswa.Oleh

karena itu, pembinaan kreativitas dapat digolongkan melalui kegiatan

(19)

18

BAB III PENUTUP

Motivasi dan kreatifitas merupakan dua kesatuan yang mendukung adanya

proses dan hasil dari kegiatan pembelajaran. Motivasi yang ada dalam diri siswa

harus terbangun supaya dapat terwujud pembelajaran yang diharapkan. Kreativitas

memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh, bibit

unggul memerlukan kondisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu

mengembangkan sendiri potensinya.

Motivasi jelas sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Motivasi yang

tinggi pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran akan melahirkan kreativitas

belajar yang optimal. Hal ini juga akan terlihat dari antusias peserta didik dalam

mengikuti kegiatan pembelajaran. Adanya rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat

mereka semakin serius dan asyik memahami materi pembelajaran yang disajikan oleh

guru.

Kreativitas dapat dikembangkan melalui pembelajaran yakni salah satunya

dengan mengimplementasikan suatu metode yang lebih banyak mengakomodasi

berpikir difergen para peserta didik.Selain itu, di luar pembelajaranpun guru juga

masih memiliki kesempatan untuk membina potensi bakat dan kreativitas siswa.Oleh

karena itu, pembinaan kreativitas dapat digolongkan melalui kegiatan pembelajaran,

dan pasca pembelajaran.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan motivasi peserta

didik dalam proses pembelajaran sangat bergantung pada kreativitas guru dan

dorongan dalam mengembangkan materi standard an menciptakan materi yang

(20)

19

DAFTAR PUSTAKA

Abror, Rachman. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya

Conny R Semiawan. 1987. Memupuk Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah

Menengah, Petunjuk Bagi Guru dan Orang Tua. Jakarta : PT Gramedia.

Erwin Widiasworo. 2015. 19 Kiat Sukses Membangkitkan Motiasi Belajar Peserta

Didik. Yogyaarta: Ar-Ruz Media.

Joice, Bruce, et, al. 1896. Models of Teaching. Boston. Allyn and Bacon.

Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Munandar Utami. 2002. Kreativitas dan Keberbakatan, Strategi Mewujudkan Potensi

Kreatif dan Bakat. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Munandar Utami. 2004. Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka

Cipta

Reid, Gavin. 2009. Memotivasi Siswa Di Kelas Gagasan dan Stategi. PT Macanan

Jaya Cemerlang

Rudi Hartono. 2013. Ragam Model Mengajar yang Mudah Diterima Murid.

Yogyakarta: Diva Press.

Slameto, 1995. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT

RINEKA CIPTA

Soesilo, Tritjahja Danny. 2014. Pegembangan Kreativitas Melalui Pembelajaran.

Yogyakarta: Penerbit Ombak Dua.

Referensi

Dokumen terkait

Diantara kedelapan variabel bebas, yaitu LDR, IPR, APB, NPL, CKPN, IRR, PDN dan FBIR yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap BOPO pada Bank Devisa triwulan 1

Kuat tekan yang dihasilkan hampir sama yakni meningkat 15% dibandingkan dengan beton tanpa serat, tetapi kuat tarik yang dihasilkan lebih besar dengan memakai serat

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Dari data tabel III, dapat kita lihat persentasi cara pemberian obat antihipertensi yang paling besar di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Tahun 2005 pada

untuk IDE eclipse yang memberikan kemudahan dalam mengembangkan aplikasi android sengan menggunakan IDE Eclipse, dengan ADT juga dapat melakukan pembuatan package

TROFI PIALA DUNIA KETIGA / DI RAIH BRAZIL DI TAHUN 1970 // DI LAGA FINAL BRAZIL MENANG ATAS LAWANNYA ITALIA DENGAN SKOR 4 – 1/// PADA PERTANDINGAN YANG DI GELAR DI NEGARA

Gambar 1 menampilkan hasil percobaan waktu kesetimbangan, dimana dapat dilihat bahwa waktu kesetimbangan penjerapan (adsorpsi) ion Cu(II) oleh karbon aktif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-C SMP Negeri 7 Kota Ternate