Jurnal Ilmiah
KAJIAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAN
ANGGARAN (SIKA) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN
TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
(TAM) : STUDI KASUS PADA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA
Yuli Haryanto, M. Kom
Dosen Teknik Informatika Universitas Indraprasta PGRI Jakarta [email protected]
Abstrak
Utilization of Financial and Budget Information System (FBIS) plays an important role in the planning, implementation, and reporting budget. The government needs to support the development of Financial and Budget Information System (FBIS) through the legal infrastructure and its settings so that the use of Financial and Budget Information System (FBIS) done safely to prevent abuse at the stage of the application. Review the implementation of Financial and Budget Information System needs to be done for environmental sustainability in the performance of the Ministry of Women Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia so that the vision and mission in national development can be achieved optimally. Review reception Financial and Budget Information System (FBIS) uses a model approach to the Technology Acceptance Model (TAM), while the data analysis performed using Structural Equation Models (Structural Equation Modeling, SEM).
Kata Kunci : information system, information technology, gender, Technology Acceptance Model (TAM).
I. Pendahuluan
Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
Republik Indonesia sudah memiliki sistem informasi yang dikelola oleh Asisten Deputi Informasi Gender dan secara struktural berada di bawah Deputi Bidang
Perlindungan Perempuan. Walaupun
teknologi komputer sudah digunakan untuk aktivitas pekerjaan sehari-hari, namun belum semua pengolahan data menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu
yang dapat mempermudah proses
pengolahan data. Salah satu aplikasi yang
ada yaitu Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran. Aplikasi ini masih digunakan dan dipantau melalui server yang ada di gedung utama. Aplikasi ini hanya dapat digunakan oleh pengguna (user) tertentu
yang berkaitan dengan pelaporan
anggaran.
Dalam rangka meningkatkan peran
sistem informasi/teknologi informasi
maka perlu adanya evaluasi terhadap
penerapan dan penerimaan Sistem
Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang saat ini ada, sehingga dapat
dikembangkan dan tetap dipertahankan
keberadaannya. Perubahan Sistem
Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA)
yang secara signifikan berpengaruh
terhadap pola kerja, perilaku pengguna, dan kinerja pegawai dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dalam melakukan pelayanan publik. Faktor sumber daya
manusia, fasilitas, kualitas,
perkembangan Sistem Informasi
Keuangan dan Anggaran dapat secara
bersama-sama secara langsung
meningkatkan kinerja pengguna sistem informasi/teknologi informasi.
Untuk dapat mengetahui sejauh mana perubahan penerapan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA)
terhadap perilaku pengguna, perlu
adanya kajian yang dapat digunakan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan SIKA. Kajian
penerimaan SIKA ini menggunakan
pendekatan model Technology
Acceptance Model (TAM) sedangkan
analisis data dilakukan dengan
menggunakan Model Persamaan
Struktural (Structural Equation Modeling-SEM). Secara umum, Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) menjadi optimal dan kinerja menjadi efektif dan efisien. Namun, mengingat SIKA berada pada jajaran pemerintahan, maka mau tidak mau pengguna tidak dapat menolak penggunaan sistem ini. Saat ini penyebab terbesar kegagalan penerimaan sistem informasi/teknologi informasi di dalam
lembaga/ organisasi bukan lagi
disebabkan oleh kualitas teknis dari sistem informasi/ teknologi informasi itu sendiri, namun kegagalan penerapan
sistem informasi/teknologi informasi
terjadi karena aspek perilakunya
(behavioral), (Jogiyanto, 2007:2).
Pelaksanaan Sistem Informasi
Keuangan dan Anggaran (SIKA) harus
membantu proses pelayanan kepada masyarakat di setiap unit kerja dan dapat memberikan informasi/laporan keuangan kepada pimpinan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat sehingga dapat mengintegrasikan seluruh unit kerja. Kajian ini dapat menjadi pedoman pelaksanaan dan penyusunan rencana strategis Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) hingga tingkat kab/kota di seluruh Indonesia.
Uraian di atas lebih dititikberatkan
kepada kajian penerimaan Sistem
Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi komputerisasi, interaksi antara pengguna terhadap Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang ada,
dan komponen-komponen yang
mempengaruhi perkembangan
standarisasi Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) di lembaga. Dalam kerangka manajemen hubungan antara pengguna pada fasilitas Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) dan
masyarakat sebagai penerima jasa
layanan publik, perlu diketahui apakah Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) berjalan dengan baik terkait tugas dan tanggung jawab struktural. Adapun rumusan masalah adalah :
a. Faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi penggunaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran
(SIKA) di lingkungan lembaga
berdasarkan pendekatan Technology
Acceptance Model (TAM)?
b. Bagaimana hubungan antara
pengguna dan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA)?
Hipotesi yang diajukan pada
komputer dan perangkat jaringan yang baik dapat diterima oleh pegawai di
jajaran Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
Republik Indonesia dalam rangka
meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
II. Landasan Teori dan Kerangka
Pemikiran
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Teknologi informasi (Information
Technology) biasa disingkat TI, IT atau
infotech. Dalam Oxford English Dictionary
(OED2) edisi ke-2 mendefenisikan
teknologi informasi adalah hardware dan
software, dan bisa termasuk di dalamnya
jaringan dan telekomunikasi yang
biasanya dalam konteks bisnis atau usaha. Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
Penggunaan teknologi informasi,
pemanfaatan informasi oleh individual, kelompok maupun organisasi merupakan variabel inti dalam riset sistem informasi, sebab sebelum digunakan terlebih dahulu dipastikan tentang penerimaan atau
penolakan digunakannya teknologi
informasi tersebut, hal ini berkaitan
dengan perilaku yang ada pada
individu/organisasi yang menggunakan teknologi komputer. Pendapat tersebut oleh Sri Astuti pada tahun 2001 sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Guimares dan Ramanujan pada tahun 1996, menemukan bahwa penerapan TI
dalam suatu organisasi mendorong
terjadinya perubahan revolusioner
terhadap perilaku individu dalam bekerja, dan dalam konteks penggunaan PC,
kemungkinan seseorang mempunyai
keyakinan bahwa penggunaan komputer akan memberikan manfaat bagi dirinya dan pekerjaannya (NUR, 2000).
Technology Acceptance Model (TAM) pertama kali dikembangkan oleh (DAVIS,
1989). Dalam penelitian teknologi
informasi, TAM merupakan model yang
paling banyak digunakan menurut
(IQBARIA, 1997), (ADAM, 1992) dan
(CHIN , 1995), karena model ini
sederhana dan mudah untuk diterapkan. TAM diadaptasi dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan oleh Fishbein, yaitu teori tindakan yang beralasan dengan satu premis bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal, akan menentukan sikap dan
perilaku orang tersebut. Structural
Equation Modeling (SEM) merupakan suatu teknik statistik yang mampu menganalisis variabel laten, variabel indikator dan kesalahan pengukuran secara langsung. Dengan menggunakan
SEM, memungkinkan untuk dapat
menganalisis hubungan antara varibel
laten dengan variabel indikatornya,
hubungan antara variabel laten yang satu dengan variabel laten yang lainnya, juga dapat diketahui besarnya kesalahan pengukuran. Selain dapat menganalisis hubungan kausal searah, SEM juga dapat menganalisis hubungan dua arah yang seringkali muncul dalam ilmu sosial dan
perilaku. SEM termasuk keluarga
multivariate statistics dependensi yang memungkinkan dilakukannya analisis satu atau lebih variabel independen dengan satu atau lebih varaibel dependen. (SITINJAK, 2006).
AMOS (Analysis of Moment
Structure) merupakan salah satu program
mengestimasi model pada model persamaan struktural (SEM). AMOS dapat membaca data dalam berbagai format yaitu data mentah, korelasi, dan kovarian.
Program AMOS memiliki kelebihan
karena user-friendly graphical interface
(GHOZALI, 2005). AMOS
mengimplementasikan pendekatan yang umum untuk analisa data pada model persamaan struktural yang menjelaskan analisa struktur kovarians, atau causal modeling. Pendekatan ini meliputi kasus
khusus banyak teknik konvensional
terkenal, mencakup model linier yang umum dan analisis faktor umum. Saat ini
software AMOS merupakan software
yang dapat diandalkan dalam
menyelesaikan permasalahan sosial
karena kemampuannya dalam mengukur variabel yang bersifat laten atau tidak dapat diukur secara langsung tetapi dapat diukur melalui indikatornya.
III. Metodologi Penelitian
Model yang diajukan untuk
mengkaji penerimaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) dalam penelitian ini adalah TAM, karena model
ini sederhana dan mudah untuk
diterapkan. Penerimaan teknologi jika ditinjau dari model TAM dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu Perceived Ease of
Use (PEOU) atau kemudahan dan
Perceived Usefulness (PU) atau kemanfaatan. Jika kedua faktor ini memberikan pengaruh yang positif maka dapat diperkiraan bahwa penerimaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran
(SIKA) diterima dengan baik oleh
penggunanya. Selanjutnya diperkirakan ada faktor-faktor lain yang diperkirakan berpengaruh pada penerimaan sistem informasi/teknologi informasi tersebut, yaitu : Computer Self Efficacy (CSE) atau
kemampuan diri, dan Actual Usage
Behavior (AUB) atau perilaku pengguna
sistem informasi/teknologi informasi.
Jadi, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kesesuaian antara model yang dibangun berdasarkan teori dengan kenyataan di lapangan. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh (Davis, 1989).
Gambar 1 : Model TAM pada penelitian ini
Gambar 1 di atas memperlihatkan model TAM pada penelitian ini. Model tersebut menunjukkan bahwa :
1. Variabel endogen, yaitu Computer
Self Efficacy (kemampuan diri untuk menggunakan komputer).
2. Variabel eksogen, yaitu :
a. Perceived Ease of Use (persepsi kemudahan pengguna)
b. Perceived Usefulness (persepsi kemanfaatan)
c. Actual Usage Behavior (perilaku nyata pengguna)
Tahapan pemodelan dan analisis persamaan struktural menjadi 7 (tujuh) langkah yaitu :
(1) Pengembangan Model Berbasis
Teori
Tujuan pengembangan model
berbasis teori ini adalah untuk
mengembangkan sebuah model yang
mempunyai justifikasi (pembenaran)
secara teoritis yang kuat, untuk
suatu masalah yang sedang diteliti. Model
yang dikembangkan dalam SEM
berdasarkan pada hubungan kausalitas. Kuatnya hubungan kausalitas antara variabel yang diajukan bukan terletak pada metode analisis yang dipilih, tetapi terletak pada justifikasi secara teoritis untuk mendukung analisis.
Pada penelitian ini terdapat 1 (satu) konstruk eksogen dan 3 (tiga) konstruk endogen. Konstruk eksogen disebut dengan sources variables atau variabel independen yang tidak diprediksi atau
tidak dipengaruhi oleh variabel
sebelumnya dalam model. Konstruk Endogen atau disebut juga dengan variabel dependen yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menerima akibat karena adanya variabel eksogen. Konstruk eksogen atau independen variabel yaitu
Computer Self Efficacy (CSE). Konstruk endogen atau dependen variabel meliputi : Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), dan Actual Usage Behavior (AUB).
(2) Membangun Diagram Jalur (Path diagram)
Setelah dibangun model teoritis,
kemudian digambarkan sebuah path
diagram. Biasanya diketahui bahwa hubungan-hubungan kausal dinyatakan dalam bentuk persamaan. Tetapi dalam SEM (dalam operasi AMOS) hubungan kausalitas cukup digambarkan dalam
sebuah path diagram. Selanjutnya,
bahasa program akan mengkonversikan
gambar menjadi persamaan, dan
persamaan menjadi estimasi.
Tujuan dibuatnya path diagram
adalah untuk memudahkan peneliti
dalam melihat hubungan-hubungan
kausalitas yang ingin diuji. Hubungan antar konstruk dinyatakan dengan anak panah. Anak panah yang mengarah dari
suatu konstruk ke konstruk lain
menunjukkan hubungan kausal.
Pada penelitian ini, path diagram
yang dibangun seperti yang terlihat pada Gambar 2 berikut:
CSE kemudian langkah selanjutnya yang
dilakukan adalah mengkonversi
spesifikasi model tersebut kedalam
rangkaian persamaan, diantaranya
adalah:
A. Persamaan-persamaan Struktural
(Structural Equations)
Persamaan ini dirumuskan untuk menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk dengan
membentuk model pengukuran
variabel laten eksogen dan endogen, bentuk persamaannya antara lain:
PEoU = CSE + g1
AUB = 31 CSE + β32 PU + g3
B. Persamaan spesifikasi model pengukuran (Measurement Model)
Merupakan persamaan yang
menyatakan hubungan antara konstruk laten eksogen maupun endogen dengan variabel-variabel indikatornya, dan juga menyatakan korelasi antar konstruk yang
dihipotesakan. Bentuk persamaan
indikator variabel laten eksogen dan indikator variabel laten endogen antara lain :
Persamaan pengukuran indikator
variabel eksogen :
X = λ CSE +
X = λ CSE +
X = λ CSE +
X = λ CSE +
X = λ15 CSE +
X = λ16 CSE +
Persamaan pengukuran indikator
variabel endogenous :
y = λ* PEoU + y2 = λ*12 PEoU + 2
y3 = λ*13 PEoU + 3
y4 = λ*14 PEoU + 4
y5 = λ*15 PEoU + 5
y6 = λ*26 PU + 6
y7 = λ*27 PU + 7
y8 = λ*28 PU + 8
y9 = λ*29 PU + 9
y10 = λ*210 PU + 10
y11 = λ*211 PU + 11
y12 = λ*212 PU + 12
y13 = λ*313 AUB + 13
y14 = λ*314 AUB + 14
y15 = λ*315 AUB + 15
y16 = λ*316 AUB + 16
y17 = λ*317 AUB + 17
y18 = λ*318 AUB + 18
y19 = λ*319 AUB + 19
y20 = λ*320 AUB + 20
(4) Memilih Matriks Input dan Estimasi Model
Tujuan langkah keempat ini adalah untuk menetapkan data input yang digunakan dalam pemodelan dan teknik estimasi model. Dalam SEM hanya menggunakan matriks varians-kovarians atau matriks korelasi sebagai data input
untuk keseluruhan proses estimasi.
Matriks varians-kovarians umumnya lebih banyak digunakan sebagai data input dalam SEM karena memiliki keunggulan dalam menyajikan perbandingan yang valid antar populasi atau sampel yang berbeda. Sedangkan matriks korelasi tidak dapat menyajikan hal tersebut, selain itu standar error yang digunakan pada matrik korelasi menunjukkan angka yang kurang akurat.
Untuk melakukan estimasi dari model yang dikembangkan dan matriks input yang telah dipilih, pada penelitian ini
digunakan software AMOS dengan teknik
estimasi Maximum Likelihood (ML).
Menurut (HAIR, 1998), teknik estimasi
Maximum Likelihood digunakan karena lebih efisien dan tidak bias dan biasanya digunakan pada sampel yang banyaknya 100 hingga 200.
(5) Evaluasi Masalah Identifikasi Model
Tujuan langkah kelima ini adalah untuk mendeteksi ada tidaknya masalah dalam identifikasi model berdasarkan
parameter model yang dilakukan program komputer (AMOS). Masalah identifikasi model pada prinsipnya adalah masalah yang terkait dengan ketidakmampuan model yang diusulkan (dikembangkan) untuk menghasilkan estimasi yang unik.
IV. Hasil dan Pembahasan
Jumlah responden yang menjawab kuisioner sebanyak 137 orang, terdiri dari beberapa bagian/deputi yang terdapat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia. Hasil sum dari statistik deskriptif memiliki nilai minimal 604 dan maksimal 730. Standar deviasi memiliki nilai minimal 0,669 dan maksimal 1,148. Nilai c.r pada skewness dan kurosis masih
dalam kisaran nilai yang
direkomendasikan yaitu antara -2,58 sampai 2,58. Pengujian model berbasis teori dilakukan dengan menggunakan
software AMOS versi 7.0. Hasil pengujian model tersebut seperti yang tertuang pada gambar 4.1 di bawah ini :
Gambar 3 : Hasil pengujian model berbasis teori dengan AMOS 7.0
Pengujian Validitas dan Reliabilitas
Pengujian validitas dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi yang diperoleh setiap variabel indikator yang
ada dengan nilai α , . Jika signifikansi
< 0,05 maka tolak H0, artinya variabel indikator tersebut merupakan konstruk yang valid bagi variabel laten tertentu (Widodo 2006, 59).
Tabel 1 : Uji parameter variabel CSE
CSE Estimate Keterangan
X1 0,823 Konstruk yang valid
X2 0,825 Konstruk yang valid
X4 0,704 Konstruk yang valid
X6 0,692 Konstruk yang valid
Tabel 2 : Uji parameter variabel PEOU
PEOU Estimate Keterangan
Y1 0,755 Konstruk yang valid
Y2 0,860 Konstruk yang valid
Y3 0,844 Konstruk yang valid
Y4 0,767 Konstruk yang valid
V. Kesimpulan
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan Sistem Informasi
Keuangan dan Anggaran (SIKA)
berdasarkan pendekatan TAM meliputi
Computer Self Efficacy (kemampuan diri terhadap komputer), Perceived Ease of Use (persepsi kemudahan penggunaan),
Perceived Usefulness (persepsi
kemanfaatan), dan Actual Usage Behavior
(sikap penggunaan aktual).
Hubungan antara faktor-faktor yang
mempengaruhi penerimaan Sistem
Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) adalah sebagai berikut:
a. Variabel CSE (kemampuan komputer)
secara signifikan berpengaruh
b. Variabel PEOU (persepsi kemudahan
penggunaan) secara signifikan
berpengaruh terhadap variabel PU (persepsi kemanfaatan).
c. Variabel PEOU (persepsi kemudahan
penggunaan) secara signifikan
berpengaruh terhadap variabel AUB (perilaku penggunaan aktual).
d. Variabel PU (persepsi kemanfaatan)
secara signifikan berpengaruh
terhadap variabel AUB (perilaku penggunaan aktual).
e. Variabel CSE (kemampuan komputer)
secara signifikan berpengaruh
terhadap variabel AUB (perilaku penggunaan aktual).
Perilaku pengguna terhadap
penerapan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang ada dalam mendukung proses pelayanan publik dapat dilihat dengan Squared Multiple Correlations (R2) pada tingkat penerimaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) adalah sebagai berikut:
a. Keragaman PEOU yang digunakan
adalah sebesar 11,1% (PEOU : 0,111)
b. Keragaman PU yang digunakan
adalah sebesar 37,6% (PU : 0,376)
c. Keragaman AUB yang digunakan
adalah sebesar 26,5% (AUB : 0,265)
Dari hasil kesesuaian model
diperoleh penjelasan bahwa data
lapangan tidak mendukung adanya model yang fit (sesuai) dengan populasinya, maka kesimpulan yang dinyatakan pada butir 1 (satu) sampai 3 (tiga) hanya berlaku untuk sampel penelitian yaitu pengguna Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) pada unit/bagian kerja tertentu yang terdapat pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Adam Denis, Nelson Ryan, dan Todd Peter, Perceived Usefullness, Ease of Use, and Usage of Information
Technology : Areplication,
Management Information System Quarterly, Ghozali, Vol.2, Jakarta, 1992.
Adiwibowo, Lili., Hurriyati, Ratih., Sari, Maya., Analisis Perilaku Teknologi Informasi pada Perguruan Tinggi Berstatus BHMN, 2010.
Adriany, Vina, Analisa Kuantitatif
Terhadap Perkembangan Identitas Gender pada Anak di TK Lab School UPI. Jakarta. 2007.
Chin W., dan Todd Peter, On The Use Usefullness, Ease of Use of Structural Equation Modelingin MIS Research : A note of Caution,
Management Information System
Quarterly, 1991.
Davis F. D., Perceived Usefulness,
Perceived ease of use of
Information Technology,
Management Information System
Quarterly, 1989.
Ghozali, Imam A., Model Persamaan
Struktural– konsep dan aplikasi dengan program AMOS Ver. 5.0.,
Badan Penerbit Universitas
Diponegoro, Semarang, 2004.
Ghozali, Imam, Model Persamaan
Struktural–konsep dan aplikasi
dengan program AMOS Ver.
16.0., Badan Penerbit
Universitas Diponegoro, Semarang, 2005.
Hair, J. F., et al. Multivariat Data Analysis ,
New Jersey, Prentice Hall, 1998.
Pengembangan Usaha Mikro, FE UNPAD, Bandung. 2007.
Iqbaria, M., An Examination of the Factors Contributing to Micro Computer Technology Acceptance, Journal of Information System, Elsiever Ecience, USA, 1994.
Iqbaria, Zinatelli, Personal Computing Acceptance Factors in Small Firm : A Structural Equation Modelling, Management Information System Quarterly, 1997.
Jogiyanto, H.M. (2007). Sistem Informasi Keperilakuan. Yogyakarta: Andi. Maria, Sulfa., Kajian Penerimaan Software
Photoshop Versi CS3 di SMK Negeri 5 Tangerang, 2010
Rianto Rahadi, Dedi., Peranan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Sektor Pelayanan Publik, 2010.
---Rencana Strategis Kementerian
Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Tahun 2005-2009. Jakarta. 2005.
Sitinjak, Tumpal, J. R., dan Sugiarto, Lisrel,
Graha Ilmu, Yogyakarta. 2006.
Syam Fazli, Dampak Kompleksitas
Teknologi Informasi bagi Strategi Dan
Kelangsungan Usaha, Jurnal
Akuntansi dan Auditing (JAAI) Vol.3 No.1, FE UII, Yogyakarta, 1999.
Trisnawati, Rina, Pertimbangan Perilaku dan Faktor Penentu Keberhasilan Pengembangan Sistem Informasi, Jurnal Kajian Bisnis, Yogyakarta, 1998.
Wibowo, Arif., Kajian Tentang Perilaku Pengguna Sistem Informasi dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). 2010.
Widodo, Prabowo, P., Statistika : Analisis Multivariat. Seri Metode Kuantitatif.