• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI KEUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KAJIAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI KEUAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Jurnal Ilmiah

KAJIAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAN

ANGGARAN (SIKA) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

(TAM) : STUDI KASUS PADA

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN

PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA

Yuli Haryanto, M. Kom

Dosen Teknik Informatika Universitas Indraprasta PGRI Jakarta [email protected]

Abstrak

Utilization of Financial and Budget Information System (FBIS) plays an important role in the planning, implementation, and reporting budget. The government needs to support the development of Financial and Budget Information System (FBIS) through the legal infrastructure and its settings so that the use of Financial and Budget Information System (FBIS) done safely to prevent abuse at the stage of the application. Review the implementation of Financial and Budget Information System needs to be done for environmental sustainability in the performance of the Ministry of Women Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia so that the vision and mission in national development can be achieved optimally. Review reception Financial and Budget Information System (FBIS) uses a model approach to the Technology Acceptance Model (TAM), while the data analysis performed using Structural Equation Models (Structural Equation Modeling, SEM).

Kata Kunci : information system, information technology, gender, Technology Acceptance Model (TAM).

I. Pendahuluan

Kementerian Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia sudah memiliki sistem informasi yang dikelola oleh Asisten Deputi Informasi Gender dan secara struktural berada di bawah Deputi Bidang

Perlindungan Perempuan. Walaupun

teknologi komputer sudah digunakan untuk aktivitas pekerjaan sehari-hari, namun belum semua pengolahan data menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu

yang dapat mempermudah proses

pengolahan data. Salah satu aplikasi yang

ada yaitu Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran. Aplikasi ini masih digunakan dan dipantau melalui server yang ada di gedung utama. Aplikasi ini hanya dapat digunakan oleh pengguna (user) tertentu

yang berkaitan dengan pelaporan

anggaran.

Dalam rangka meningkatkan peran

sistem informasi/teknologi informasi

maka perlu adanya evaluasi terhadap

penerapan dan penerimaan Sistem

Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang saat ini ada, sehingga dapat

(3)

dikembangkan dan tetap dipertahankan

keberadaannya. Perubahan Sistem

Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA)

yang secara signifikan berpengaruh

terhadap pola kerja, perilaku pengguna, dan kinerja pegawai dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dalam melakukan pelayanan publik. Faktor sumber daya

manusia, fasilitas, kualitas,

perkembangan Sistem Informasi

Keuangan dan Anggaran dapat secara

bersama-sama secara langsung

meningkatkan kinerja pengguna sistem informasi/teknologi informasi.

Untuk dapat mengetahui sejauh mana perubahan penerapan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA)

terhadap perilaku pengguna, perlu

adanya kajian yang dapat digunakan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan SIKA. Kajian

penerimaan SIKA ini menggunakan

pendekatan model Technology

Acceptance Model (TAM) sedangkan

analisis data dilakukan dengan

menggunakan Model Persamaan

Struktural (Structural Equation Modeling-SEM). Secara umum, Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) menjadi optimal dan kinerja menjadi efektif dan efisien. Namun, mengingat SIKA berada pada jajaran pemerintahan, maka mau tidak mau pengguna tidak dapat menolak penggunaan sistem ini. Saat ini penyebab terbesar kegagalan penerimaan sistem informasi/teknologi informasi di dalam

lembaga/ organisasi bukan lagi

disebabkan oleh kualitas teknis dari sistem informasi/ teknologi informasi itu sendiri, namun kegagalan penerapan

sistem informasi/teknologi informasi

terjadi karena aspek perilakunya

(behavioral), (Jogiyanto, 2007:2).

Pelaksanaan Sistem Informasi

Keuangan dan Anggaran (SIKA) harus

membantu proses pelayanan kepada masyarakat di setiap unit kerja dan dapat memberikan informasi/laporan keuangan kepada pimpinan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat sehingga dapat mengintegrasikan seluruh unit kerja. Kajian ini dapat menjadi pedoman pelaksanaan dan penyusunan rencana strategis Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) hingga tingkat kab/kota di seluruh Indonesia.

Uraian di atas lebih dititikberatkan

kepada kajian penerimaan Sistem

Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi komputerisasi, interaksi antara pengguna terhadap Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang ada,

dan komponen-komponen yang

mempengaruhi perkembangan

standarisasi Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) di lembaga. Dalam kerangka manajemen hubungan antara pengguna pada fasilitas Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) dan

masyarakat sebagai penerima jasa

layanan publik, perlu diketahui apakah Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) berjalan dengan baik terkait tugas dan tanggung jawab struktural. Adapun rumusan masalah adalah :

a. Faktor-faktor apa saja yang

mempengaruhi penggunaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran

(SIKA) di lingkungan lembaga

berdasarkan pendekatan Technology

Acceptance Model (TAM)?

b. Bagaimana hubungan antara

pengguna dan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA)?

Hipotesi yang diajukan pada

(4)

komputer dan perangkat jaringan yang baik dapat diterima oleh pegawai di

jajaran Kementerian Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia dalam rangka

meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

II. Landasan Teori dan Kerangka

Pemikiran

Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,

penggunaan sebagai alat bantu,

manipulasi, dan pengelolaan informasi.

Teknologi informasi (Information

Technology) biasa disingkat TI, IT atau

infotech. Dalam Oxford English Dictionary

(OED2) edisi ke-2 mendefenisikan

teknologi informasi adalah hardware dan

software, dan bisa termasuk di dalamnya

jaringan dan telekomunikasi yang

biasanya dalam konteks bisnis atau usaha. Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Penggunaan teknologi informasi,

pemanfaatan informasi oleh individual, kelompok maupun organisasi merupakan variabel inti dalam riset sistem informasi, sebab sebelum digunakan terlebih dahulu dipastikan tentang penerimaan atau

penolakan digunakannya teknologi

informasi tersebut, hal ini berkaitan

dengan perilaku yang ada pada

individu/organisasi yang menggunakan teknologi komputer. Pendapat tersebut oleh Sri Astuti pada tahun 2001 sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Guimares dan Ramanujan pada tahun 1996, menemukan bahwa penerapan TI

dalam suatu organisasi mendorong

terjadinya perubahan revolusioner

terhadap perilaku individu dalam bekerja, dan dalam konteks penggunaan PC,

kemungkinan seseorang mempunyai

keyakinan bahwa penggunaan komputer akan memberikan manfaat bagi dirinya dan pekerjaannya (NUR, 2000).

Technology Acceptance Model (TAM) pertama kali dikembangkan oleh (DAVIS,

1989). Dalam penelitian teknologi

informasi, TAM merupakan model yang

paling banyak digunakan menurut

(IQBARIA, 1997), (ADAM, 1992) dan

(CHIN , 1995), karena model ini

sederhana dan mudah untuk diterapkan. TAM diadaptasi dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan oleh Fishbein, yaitu teori tindakan yang beralasan dengan satu premis bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal, akan menentukan sikap dan

perilaku orang tersebut. Structural

Equation Modeling (SEM) merupakan suatu teknik statistik yang mampu menganalisis variabel laten, variabel indikator dan kesalahan pengukuran secara langsung. Dengan menggunakan

SEM, memungkinkan untuk dapat

menganalisis hubungan antara varibel

laten dengan variabel indikatornya,

hubungan antara variabel laten yang satu dengan variabel laten yang lainnya, juga dapat diketahui besarnya kesalahan pengukuran. Selain dapat menganalisis hubungan kausal searah, SEM juga dapat menganalisis hubungan dua arah yang seringkali muncul dalam ilmu sosial dan

perilaku. SEM termasuk keluarga

multivariate statistics dependensi yang memungkinkan dilakukannya analisis satu atau lebih variabel independen dengan satu atau lebih varaibel dependen. (SITINJAK, 2006).

AMOS (Analysis of Moment

Structure) merupakan salah satu program

(5)

mengestimasi model pada model persamaan struktural (SEM). AMOS dapat membaca data dalam berbagai format yaitu data mentah, korelasi, dan kovarian.

Program AMOS memiliki kelebihan

karena user-friendly graphical interface

(GHOZALI, 2005). AMOS

mengimplementasikan pendekatan yang umum untuk analisa data pada model persamaan struktural yang menjelaskan analisa struktur kovarians, atau causal modeling. Pendekatan ini meliputi kasus

khusus banyak teknik konvensional

terkenal, mencakup model linier yang umum dan analisis faktor umum. Saat ini

software AMOS merupakan software

yang dapat diandalkan dalam

menyelesaikan permasalahan sosial

karena kemampuannya dalam mengukur variabel yang bersifat laten atau tidak dapat diukur secara langsung tetapi dapat diukur melalui indikatornya.

III. Metodologi Penelitian

Model yang diajukan untuk

mengkaji penerimaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) dalam penelitian ini adalah TAM, karena model

ini sederhana dan mudah untuk

diterapkan. Penerimaan teknologi jika ditinjau dari model TAM dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu Perceived Ease of

Use (PEOU) atau kemudahan dan

Perceived Usefulness (PU) atau kemanfaatan. Jika kedua faktor ini memberikan pengaruh yang positif maka dapat diperkiraan bahwa penerimaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran

(SIKA) diterima dengan baik oleh

penggunanya. Selanjutnya diperkirakan ada faktor-faktor lain yang diperkirakan berpengaruh pada penerimaan sistem informasi/teknologi informasi tersebut, yaitu : Computer Self Efficacy (CSE) atau

kemampuan diri, dan Actual Usage

Behavior (AUB) atau perilaku pengguna

sistem informasi/teknologi informasi.

Jadi, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kesesuaian antara model yang dibangun berdasarkan teori dengan kenyataan di lapangan. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh (Davis, 1989).

Gambar 1 : Model TAM pada penelitian ini

Gambar 1 di atas memperlihatkan model TAM pada penelitian ini. Model tersebut menunjukkan bahwa :

1. Variabel endogen, yaitu Computer

Self Efficacy (kemampuan diri untuk menggunakan komputer).

2. Variabel eksogen, yaitu :

a. Perceived Ease of Use (persepsi kemudahan pengguna)

b. Perceived Usefulness (persepsi kemanfaatan)

c. Actual Usage Behavior (perilaku nyata pengguna)

Tahapan pemodelan dan analisis persamaan struktural menjadi 7 (tujuh) langkah yaitu :

(1) Pengembangan Model Berbasis

Teori

Tujuan pengembangan model

berbasis teori ini adalah untuk

mengembangkan sebuah model yang

mempunyai justifikasi (pembenaran)

secara teoritis yang kuat, untuk

(6)

suatu masalah yang sedang diteliti. Model

yang dikembangkan dalam SEM

berdasarkan pada hubungan kausalitas. Kuatnya hubungan kausalitas antara variabel yang diajukan bukan terletak pada metode analisis yang dipilih, tetapi terletak pada justifikasi secara teoritis untuk mendukung analisis.

Pada penelitian ini terdapat 1 (satu) konstruk eksogen dan 3 (tiga) konstruk endogen. Konstruk eksogen disebut dengan sources variables atau variabel independen yang tidak diprediksi atau

tidak dipengaruhi oleh variabel

sebelumnya dalam model. Konstruk Endogen atau disebut juga dengan variabel dependen yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menerima akibat karena adanya variabel eksogen. Konstruk eksogen atau independen variabel yaitu

Computer Self Efficacy (CSE). Konstruk endogen atau dependen variabel meliputi : Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), dan Actual Usage Behavior (AUB).

(2) Membangun Diagram Jalur (Path diagram)

Setelah dibangun model teoritis,

kemudian digambarkan sebuah path

diagram. Biasanya diketahui bahwa hubungan-hubungan kausal dinyatakan dalam bentuk persamaan. Tetapi dalam SEM (dalam operasi AMOS) hubungan kausalitas cukup digambarkan dalam

sebuah path diagram. Selanjutnya,

bahasa program akan mengkonversikan

gambar menjadi persamaan, dan

persamaan menjadi estimasi.

Tujuan dibuatnya path diagram

adalah untuk memudahkan peneliti

dalam melihat hubungan-hubungan

kausalitas yang ingin diuji. Hubungan antar konstruk dinyatakan dengan anak panah. Anak panah yang mengarah dari

suatu konstruk ke konstruk lain

menunjukkan hubungan kausal.

Pada penelitian ini, path diagram

yang dibangun seperti yang terlihat pada Gambar 2 berikut:

CSE kemudian langkah selanjutnya yang

dilakukan adalah mengkonversi

spesifikasi model tersebut kedalam

rangkaian persamaan, diantaranya

adalah:

A. Persamaan-persamaan Struktural

(Structural Equations)

Persamaan ini dirumuskan untuk menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk dengan

membentuk model pengukuran

variabel laten eksogen dan endogen, bentuk persamaannya antara lain:

PEoU = CSE + g1

(7)

AUB = 31 CSE + β32 PU + g3

B. Persamaan spesifikasi model pengukuran (Measurement Model)

Merupakan persamaan yang

menyatakan hubungan antara konstruk laten eksogen maupun endogen dengan variabel-variabel indikatornya, dan juga menyatakan korelasi antar konstruk yang

dihipotesakan. Bentuk persamaan

indikator variabel laten eksogen dan indikator variabel laten endogen antara lain :

Persamaan pengukuran indikator

variabel eksogen :

X = λ CSE +

X = λ CSE +

X = λ CSE +

X = λ CSE +

X = λ15 CSE +

X = λ16 CSE +

Persamaan pengukuran indikator

variabel endogenous :

y = λ* PEoU + y2 = λ*12 PEoU + 2

y3 = λ*13 PEoU + 3

y4 = λ*14 PEoU + 4

y5 = λ*15 PEoU + 5

y6 = λ*26 PU + 6

y7 = λ*27 PU + 7

y8 = λ*28 PU + 8

y9 = λ*29 PU + 9

y10 = λ*210 PU + 10

y11 = λ*211 PU + 11

y12 = λ*212 PU + 12

y13 = λ*313 AUB + 13

y14 = λ*314 AUB + 14

y15 = λ*315 AUB + 15

y16 = λ*316 AUB + 16

y17 = λ*317 AUB + 17

y18 = λ*318 AUB + 18

y19 = λ*319 AUB + 19

y20 = λ*320 AUB + 20

(4) Memilih Matriks Input dan Estimasi Model

Tujuan langkah keempat ini adalah untuk menetapkan data input yang digunakan dalam pemodelan dan teknik estimasi model. Dalam SEM hanya menggunakan matriks varians-kovarians atau matriks korelasi sebagai data input

untuk keseluruhan proses estimasi.

Matriks varians-kovarians umumnya lebih banyak digunakan sebagai data input dalam SEM karena memiliki keunggulan dalam menyajikan perbandingan yang valid antar populasi atau sampel yang berbeda. Sedangkan matriks korelasi tidak dapat menyajikan hal tersebut, selain itu standar error yang digunakan pada matrik korelasi menunjukkan angka yang kurang akurat.

Untuk melakukan estimasi dari model yang dikembangkan dan matriks input yang telah dipilih, pada penelitian ini

digunakan software AMOS dengan teknik

estimasi Maximum Likelihood (ML).

Menurut (HAIR, 1998), teknik estimasi

Maximum Likelihood digunakan karena lebih efisien dan tidak bias dan biasanya digunakan pada sampel yang banyaknya 100 hingga 200.

(5) Evaluasi Masalah Identifikasi Model

Tujuan langkah kelima ini adalah untuk mendeteksi ada tidaknya masalah dalam identifikasi model berdasarkan

(8)

parameter model yang dilakukan program komputer (AMOS). Masalah identifikasi model pada prinsipnya adalah masalah yang terkait dengan ketidakmampuan model yang diusulkan (dikembangkan) untuk menghasilkan estimasi yang unik.

IV. Hasil dan Pembahasan

Jumlah responden yang menjawab kuisioner sebanyak 137 orang, terdiri dari beberapa bagian/deputi yang terdapat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan

dan Perlindungan Anak Republik

Indonesia. Hasil sum dari statistik deskriptif memiliki nilai minimal 604 dan maksimal 730. Standar deviasi memiliki nilai minimal 0,669 dan maksimal 1,148. Nilai c.r pada skewness dan kurosis masih

dalam kisaran nilai yang

direkomendasikan yaitu antara -2,58 sampai 2,58. Pengujian model berbasis teori dilakukan dengan menggunakan

software AMOS versi 7.0. Hasil pengujian model tersebut seperti yang tertuang pada gambar 4.1 di bawah ini :

Gambar 3 : Hasil pengujian model berbasis teori dengan AMOS 7.0

Pengujian Validitas dan Reliabilitas

Pengujian validitas dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi yang diperoleh setiap variabel indikator yang

ada dengan nilai α , . Jika signifikansi

< 0,05 maka tolak H0, artinya variabel indikator tersebut merupakan konstruk yang valid bagi variabel laten tertentu (Widodo 2006, 59).

Tabel 1 : Uji parameter variabel CSE

CSE Estimate Keterangan

X1 0,823 Konstruk yang valid

X2 0,825 Konstruk yang valid

X4 0,704 Konstruk yang valid

X6 0,692 Konstruk yang valid

Tabel 2 : Uji parameter variabel PEOU

PEOU Estimate Keterangan

Y1 0,755 Konstruk yang valid

Y2 0,860 Konstruk yang valid

Y3 0,844 Konstruk yang valid

Y4 0,767 Konstruk yang valid

V. Kesimpulan

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan Sistem Informasi

Keuangan dan Anggaran (SIKA)

berdasarkan pendekatan TAM meliputi

Computer Self Efficacy (kemampuan diri terhadap komputer), Perceived Ease of Use (persepsi kemudahan penggunaan),

Perceived Usefulness (persepsi

kemanfaatan), dan Actual Usage Behavior

(sikap penggunaan aktual).

Hubungan antara faktor-faktor yang

mempengaruhi penerimaan Sistem

Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) adalah sebagai berikut:

a. Variabel CSE (kemampuan komputer)

secara signifikan berpengaruh

(9)

b. Variabel PEOU (persepsi kemudahan

penggunaan) secara signifikan

berpengaruh terhadap variabel PU (persepsi kemanfaatan).

c. Variabel PEOU (persepsi kemudahan

penggunaan) secara signifikan

berpengaruh terhadap variabel AUB (perilaku penggunaan aktual).

d. Variabel PU (persepsi kemanfaatan)

secara signifikan berpengaruh

terhadap variabel AUB (perilaku penggunaan aktual).

e. Variabel CSE (kemampuan komputer)

secara signifikan berpengaruh

terhadap variabel AUB (perilaku penggunaan aktual).

Perilaku pengguna terhadap

penerapan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) yang ada dalam mendukung proses pelayanan publik dapat dilihat dengan Squared Multiple Correlations (R2) pada tingkat penerimaan Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) adalah sebagai berikut:

a. Keragaman PEOU yang digunakan

adalah sebesar 11,1% (PEOU : 0,111)

b. Keragaman PU yang digunakan

adalah sebesar 37,6% (PU : 0,376)

c. Keragaman AUB yang digunakan

adalah sebesar 26,5% (AUB : 0,265)

Dari hasil kesesuaian model

diperoleh penjelasan bahwa data

lapangan tidak mendukung adanya model yang fit (sesuai) dengan populasinya, maka kesimpulan yang dinyatakan pada butir 1 (satu) sampai 3 (tiga) hanya berlaku untuk sampel penelitian yaitu pengguna Sistem Informasi Keuangan dan Anggaran (SIKA) pada unit/bagian kerja tertentu yang terdapat pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan

dan Perlindungan Anak Republik

Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Adam Denis, Nelson Ryan, dan Todd Peter, Perceived Usefullness, Ease of Use, and Usage of Information

Technology : Areplication,

Management Information System Quarterly, Ghozali, Vol.2, Jakarta, 1992.

Adiwibowo, Lili., Hurriyati, Ratih., Sari, Maya., Analisis Perilaku Teknologi Informasi pada Perguruan Tinggi Berstatus BHMN, 2010.

Adriany, Vina, Analisa Kuantitatif

Terhadap Perkembangan Identitas Gender pada Anak di TK Lab School UPI. Jakarta. 2007.

Chin W., dan Todd Peter, On The Use Usefullness, Ease of Use of Structural Equation Modelingin MIS Research : A note of Caution,

Management Information System

Quarterly, 1991.

Davis F. D., Perceived Usefulness,

Perceived ease of use of

Information Technology,

Management Information System

Quarterly, 1989.

Ghozali, Imam A., Model Persamaan

Struktural– konsep dan aplikasi dengan program AMOS Ver. 5.0.,

Badan Penerbit Universitas

Diponegoro, Semarang, 2004.

Ghozali, Imam, Model Persamaan

Struktural–konsep dan aplikasi

dengan program AMOS Ver.

16.0., Badan Penerbit

Universitas Diponegoro, Semarang, 2005.

Hair, J. F., et al. Multivariat Data Analysis ,

New Jersey, Prentice Hall, 1998.

(10)

Pengembangan Usaha Mikro, FE UNPAD, Bandung. 2007.

Iqbaria, M., An Examination of the Factors Contributing to Micro Computer Technology Acceptance, Journal of Information System, Elsiever Ecience, USA, 1994.

Iqbaria, Zinatelli, Personal Computing Acceptance Factors in Small Firm : A Structural Equation Modelling, Management Information System Quarterly, 1997.

Jogiyanto, H.M. (2007). Sistem Informasi Keperilakuan. Yogyakarta: Andi. Maria, Sulfa., Kajian Penerimaan Software

Photoshop Versi CS3 di SMK Negeri 5 Tangerang, 2010

Rianto Rahadi, Dedi., Peranan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Sektor Pelayanan Publik, 2010.

---Rencana Strategis Kementerian

Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak Tahun 2005-2009. Jakarta. 2005.

Sitinjak, Tumpal, J. R., dan Sugiarto, Lisrel,

Graha Ilmu, Yogyakarta. 2006.

Syam Fazli, Dampak Kompleksitas

Teknologi Informasi bagi Strategi Dan

Kelangsungan Usaha, Jurnal

Akuntansi dan Auditing (JAAI) Vol.3 No.1, FE UII, Yogyakarta, 1999.

Trisnawati, Rina, Pertimbangan Perilaku dan Faktor Penentu Keberhasilan Pengembangan Sistem Informasi, Jurnal Kajian Bisnis, Yogyakarta, 1998.

Wibowo, Arif., Kajian Tentang Perilaku Pengguna Sistem Informasi dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). 2010.

Widodo, Prabowo, P., Statistika : Analisis Multivariat. Seri Metode Kuantitatif.

Gambar

Gambar 1 : Model TAM pada penelitian ini
Gambar 2 berikut:
Tabel 1 : Uji parameter variabel CSE

Referensi

Dokumen terkait

Sehngga perlu dipertimbangkan keamanannya dari bahaya longsor, mengingat daerah ini merupakan wilayah dengan intensitas curah hujan cukup tinggi.Analisis ini dilakukan

rangsang dan pemasangan kemampuan persepsi untuk mengolah informasi dari rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik. Proses ini melibatkan kemampuan kognisi

Pseudomonas cepacia S2 mampu menggunakan ABS sebagai sumber karbon utama dan dapat tumbuh pada kondisi asam, sehingga biakan tersebut berpotensi untuk dapat

Bahan –bahan yang digunakan untuk pembuatan mesin ini ada yang dibeli dan ada juga yang dibuat, beberapa contoh bahan yang dibeli seperti bantalan, sabuk, puli, motor

Oleh karena itu, Ie mempunyai hubungan yang dalam dengan sistem nilai dan struktur masyarakat Jepang dan juga merupakan suatu sistem masyarakat dalam kesejarahan Jepang

Dengan menganalogikan istilah “nonkalimat” untuk menyebut “kalimat tidak lengkap” yang masih sering dijumpai pada teks akademik dalam bahasa Indonesia

Penelitian kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh satu atau beberapa variabel (variabel independen) terhadap variabel

Untuk menilai seberapa angka ketidaklengkapan data yang ada pada lahan penelitian di Rumah Sakit Umum Sinar Kasih Purwokerto, pada bulan November.. 2012 peneliti