• Tidak ada hasil yang ditemukan

PKM P ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKROALGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PKM P ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKROALGA"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

JUDUL PROGRAM

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKROALGA POTENSIAL PENGHASIL BIODIESEL DARI LUMPUR PANAS LAPINDO SIDOARJO

BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh :

Achmad Zaimul Khaqqi Pamuji NIM. 13 250 0030 (Angkatan 2013) Irene Dian Kinasih NIM. 12 250 0020 (Angkatan 2012) Mohammad Shoffi Al Baihaqi NIM. 13 250 0013 (Angkatan 2013)

UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA SURABAYA

(2)
(3)

iii 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Permasalahan... 2

1.3 Perumusan Masalah ... 2

1.4 Tujuan ... 2

1.5 Manfaat Penelitian ... 3

1.6 Target Penelitian ... 3

1.6 Luaran Penelitian ... 3

1.7 Kegunaan Penelitian... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikroalga ... 4

2.2 Biodiesel... 4

2.3 Lumpur Panas Lapindo Sidoarjo... 5

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 5

3.2 Alat dan Bahan ... 5

3.2.1 Bahan Penelitian... 5

3.2.2 Alat Penelitian ... 6

3.3 Cara Kerja ... 6

3.3.1 Pengambilan sampel mikroalga ... 6

3.3.2 Identifikasi mikroalga ... 6

3.3.3 Perhitungan keragaman mikroalga... 6

3.3.4 Isolasi mikroalga dari sampel... 7

3.3.5 Uji kandungan lipid mikroalga... 7

3.4 Metode Pengambilan dan Analisa Data ... 8

3.5 Skema Tahapan Kerja ... 8

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya... 9

(4)

iv

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, Biodata Dosen Pembimbing... 12

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan... 20

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ... 22

(5)

v

Tabel Halaman

(6)

vi Isolat mikroalga yang diisolasi dari lingkungan ekstrem seperti lumpur panas Lapindo Sidoarjo mempunyai kelebihan dibandingkan isolat yang diisolasi dari sungai atau danau pada umumnya. Kelebihannya adalah dapat ditumbuhkan pada media kultur dengan salinitas tinggi dan pH alkali, dimana kondisi tersebut tidak sesuai untuk pertumbuhan mikroalga kontaminan. Adanya ketidaksesuaian tersebut akan menghasilkan suatu kultur dengan tingkat kemurnian yang tinggi, sehingga efisien dari segi pemurnian dan ekstraksi produk. Pada penelitian ini pengambilan sampel mikroalga dilakukan secara acak diambil dari 5 titik stasiun di lokasi semburan lumpur panas Lapindo Sidoarjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan penyaringan menggunakan milipore. Identifikasi dilakukan secara manual dibawah mikroskop cahaya, sedangkan isolasi mikroalga dilakukan dengan pour plate menggunakan media BG-11. Isolat mikroalga murni yang telah diperoleh ditumbuhkan kembali di media BG-11 untuk digunakan sebagai sampel uji kandungan lipid. Uji lipid dilakukan secara kualitatif dengan Nile Red dan secara kuantitatif dengan metode Goldfisch. Berdasarkan hasil kedua uji ini akan diketahui isolat mikroalga terbaik dalam menghasilkan lipid atau berpotensi sebagai penghasil biodiesel.

(7)

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Minyak bumi merupakan salah satu kebutuhan penting dalam sektor industri, transportasi maupun rumah tangga. Saat ini, kebutuhan minyak bumi nasional lebih dari 1,2 juta barel per hari (Esdm.Go.id, 2012). Pemerintah menyatakan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia hanya bertahan sampai 10 tahun lagi (Daniel, 2012). Oleh karena itu, Pemerintah mentargetkan pada tahun 2025 kebutuhan energi nasional akan disediakan oleh energi baru dan terbarukan sebanyak 17%, sedangkan sisanya masih tergantung pada minyak 20%, gas 30% dan batubara 33% (Perpres No. 5/2006).

Bentuk energi baru dan terbarukan yang saat ini telah diaplikasikan oleh Pemerintah adalah biodiesel yang bersumber dari minyak kelapa. Akan tetapi, dalam penggunaannya masih dikombinasikan dengan solar. Biodiesel dapat diperoleh dari minyak tumbuhan, antara lain minyak kelapa, jarak, lemak binatang dan lemak yang dihasilkan oleh mikroalga (Felizardo et al., 2006). Pada umumnya biodiesel berupa minyak biji jarak pagar dan kelapa akan tetapi, penanaman jarak secara besar-besaran pada lahan produktif mengakibatkan penurunan ketahanan pangan nasional. Sedangkan penggunaan minyak kelapa sebagai biodiesel secara besar-besaran akan mengganggu suplai minyak goreng ke masyarakat. Solusi dari kedua permasalahan ini adalah menggunakan mikroalga untuk menghasilkan biodiesel.

Mikroalga dari jenisBotrycoccus braunidiketahui memiliki kandungan minyak sebesar 25-75% dari berat kering dan lebih tinggi dari kandungan minyak biji jarak pagar, yaitu sebesar 25-35% (Chisti, 2007). Kelebihan yang lain dari kultur mikroalga dibandingkan dengan tanaman lainnya dalam menghasilkan biodiesel, yaitu pertumbuhannya yang relatif cepat dan tidak memerlukan lahan yang luas untuk menghasilkan biomassa dan lipid (Chisti, 2007). Kultur mikroalga dapat dilakukan di kolam yang sempit maupun di dalam bioreaktor, sehingga tidak bersaing dengan tanaman pangan dalam hal penggunakan lahan produktif.

(8)

yang sangat tinggi (Agustini, 2010). Berdasarakan karakteristiknya menunjukkan bahwa lumpur panas Lapindo Sidoarjo berpotensi sebagai sumber mikroalga yang bersifat termofilik maupun hipertermofilik. Gunawan (2010), melaporkan telah berhasil mengisolasi Chlorella dari sumber air panas Kawah Ratu, Jawa Barat. Berdasarkan hasil uji kandungan lipidnya menunjukkan bahwa Chlorella memiliki produktivitas lipid sebesar 10,8 mg/l dan berpotensi sebagai biodiesel (Wijihastuti, 2011). Berdasarkan kondisi lingkungan lumpur panas Lapindo Sidoarjo yang extreme, maka tidak menutup kemungkinan berhasil diisolasi mikroalga yang berpotensi sebagai biodiesel yang merupakan energi alternatif dan terbarukan.

1.2 Permasalahan

Permasalahan utama kultur mikroalga adalah kontaminasi oleh mikroalga lain. Kultur mikroalga menggunakan isolat dari lingkungan yang tidak extreme seperti sungai atau danau mudah terkontaminasi, karena adanya kesamaan kondisi tumbuh antara mikroalga kultur dengan mikroalga kontaminan. Hal ini dapat diatasi dengan kultur mikroalga menggunakan isolat yang berasal dari lingkungan extreme, seperti lumpur panas Lapindo Sidoarjo. Salinitas yang tinggi dan pH alkali menjadi faktor pembatas mikroalga kontaminan untuk tumbuh dan sebaliknya menjadi faktor pendukung bagi isolat mikroalga extreme untuk tumbuh. Penggunaan isolat mikroalga yang berasal dari lumpur panas Lapindo Sidoarjo pada media kultur dengan salinitas tinggi dan pH alkali akan menghasilkan kultur yang murni, yaitu bebas dari mikroalga lain, sehingga mempermudah dalam ekstraksi produk. Potensi mikroalga sebagai biodiesel ditentukan dari kemampuannya dalam menghasilkan lipid. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis kandungan lipid dari berbagai isolat mikroalga yang telah berhasil diisolasi dari lumpur panas Lapindo Sidoarjo.

1.3 Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat ditarik dari latar belakang di atas adalah :

1. Bagaimanakah keanekaragaman jenis mikroalga yang hidup pada lumpur panas Lapindo Sidoarjo?

2. Bagaimanakah kandungan lipid mikroalga yang hidup pada lumpur panas Lapindo Sidoarjo?

1.4 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah :

(9)

2. Mengetahui kandungan lipid mikroalga yang hidup pada lumpur panas Lapindo Sidoarjo.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah mengetahui keaneragaman dan potensi mikroalga yang hidup di lumpur panas Lapindo Sidoarjo sebagai penghasil biodiesel, mendukung program Pemerintah pada tahun 2025 dalam menyediakan energi baru dan terbarukan dan menyajikan informasi ilmiah dalam bidang kajian kultur mikroalga sebagai penghasil biodiesel.

1.6 Target Penelitian

Penelitian ini mempunyai 3 target, antara lain :

1. Berhasil mengisolasi mikroalga yang hidup di lumpur panas Lapindo Sidoarjo.

2. Berhasil mengidentifikasi mikroalga yang berhasil diisolasi dari lumpur panas Lapindo Sidoarjo.

3. Berhasil mengetahui kandungan lipid setiap mikroalga yang berhasil diisolasi dari lumpur panas Lapindo Sidoarjo.

1.7 Luaran Penelitian

Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah mendapatkan isolat mikroalga yang potensial sebagai penghasil biodiesel.

1.8 Kegunaan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Peneliti

Menambah dan mengembangkan wawasan keilmuannya mengenai mikroalga, khususnya potensinya sebagai penghasil biodiesel.

2. Bagi Mahasiswa

Meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang kajian kultur mikroalga

3. Bagi Pemerintah

(10)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikroalga

Mikroalga pada umumnya merupakan tumbuhan renik berukuran mikroskopik (diameter antara 3-30 μ m) yang termasuk dalam kelas alga dan hidup sebagai koloni maupun sel tunggal. Morfologi mikroalga berbentuk uniseluler atau multiseluler tetapi belum ada pembagian fungsi organ yang jelas pada sel-sel komponennya. (Romimohtarto, 2004). Di alam, selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan mikroalga juga mengambil peranan yang penting sebagai akumulator logam berat, eliminator CO2, dan juga berasosiasi dengan bakteri untuk mengikat nitrogen (Sheehanet al.1998).

Mikroalga biasanya menggandakan dirinya sekitar 24 jam sekali, namun pada fase eksponensial biasanya lebih singkat yaitu hanya 3,5 jam sekali (Chisti 2007). Biji jarak pagar memiliki kandungan minyak sebesar 25-35% dari berat kering. Sedangkan mikroalga memiliki kemampuan yang sangat besar untuk menghasilkan minyak alami (lipid), seperti Botrycoccus Braunii yang memiliki kandungan minyak sebesar 25-75% dari berat kering (Chisti, 2007). Mikroalga yang bersifat termofilik dapat tumbuh di tempat ekstrim seperti di air yang memiliki suhu tinggi dan pH rendah sehingga tahan terhadap kontaminan (Griffith & Harrison 2008; Yani 2003). Mikroalga yang bersifat termofilik diantaranya dari genus Chlorella yang pernah ditemukan di sumber air panas Kawah Ratu, Jawa Barat (Gunawan, 2010). Pertumbuhannya yang relatif cepat dan tidak memerlukan lahan yang luas untuk menghasilkan biomassa dan lipid, menjadikan mikroalga sebagai solusi energi alternatif dan terbarukan (Chisti, 2007).

2.2 Biodiesel

Biodiesel terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani yang mengandung trigliserida. Trigliserida terdiri dari tiga rantai asam lemak yang digabungkan oleh molekul gliserol. Proses pembuatan biodiesel atau transesterifikasi merupakan proses penggantian molekul gliserol dengan methanol yang kemudian membentuk Fatty Acid Methyl Ester(FAME) yang disebut biodiesel. Proses pembuatan biodiesel harus memenuhi beberapa parameter seperti kontinuitas bahan baku harus terjaga, ongkos produksi harus lebih rendah dari produksi minyak bumi, produk yang dihasilkan harus memenuhi standar bahan bakar (Johnet al.,2011).

(11)

minyak (lipid) dari mikroalga, namun hanya beberapa teknologi yang umum digunakan. Teknologi tersebut antara lain: expeller/ pengepresan minyak, ekstraksi cair-cair dengan menggunakan solven, Supercritical Fluid Extraction (SFE) dan teknikultrasound(Johnet al.,2011).

Kandungan lipid mikroalga yang cukup tinggi merupakan salah satu alasan pengembangan biodiesel sebagai energi alternatif dan terbarukan. Keragaman spesies mikroalga akan membuat kandungan asam lemak pada mikroalga bervariasi dan menyebabkan karakteristik biodiesel yang dihasilkan juga beragam (Pratoomyot et al., 2005).

2.3 Lumpur Panas Lapindo Sidoarjo

Lumpur Lapindo Sidoarjo merupakan bencana nasional sejak 29 Mei 2006 akibat aktivitas pengeboran minyak yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas. Lumpur tersebut tersusun atas 70% air dan 30% padatan (Usmanet al., 2006). Kadar garam (salinitas) lumpur sangat tinggi mencapai 38-40 % (Arisandi, 2006). Kandungan logam berat lumpur (Hg, Pb, Cr, dan Cu) masih di bawah ambang batas ekstrak limbah, diantaranya Pb sebesar 0,27-0,34 mg/L, dan Cu sebesar 0,83-1,31 mg/L dan memiliki suhu antara 45-700C dengan kondisi pH alkali. Sedangkan kandungan hara makro dan mikro pada lumpur lapindo sangat tinggi, mengandung karbon organik sebesar 54,7-55,47% (Agustini, 2010). Karakteristik tempat tersebut menunjukkan bahwa lumpur panas lapindo Sidoarjo berpotensi sebagai sumber mikroalga yang bersifat termofilik maupun hipertermofilik. Diantaranya mikroalga yang memiliki kemampuan sangat besar untuk menghasilkan minyak alami (lipid) sehingga berpotensi sebagai bahan baku biodiesel.

BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Surabaya. Lama waktu penelitian 5 bulan, mulai bulan Januari 2015-Mei 2015.

3.2 Bahan dan Alat 3.2.1 Bahan penelitian

(12)

3.2.2 Alat penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: plankton net, Jerigen (kapasitas 20 L), Salinometer, hand pH meter, mikroskop cahaya, mikroskop fluorescense, erlenmeyer 500 ml yang dilengkapi dengan aerator, cawan petri, Container plastic, autoclave, botol valkon, pompa vakum, milipore, thermometer, tabung reaksi, cover glass, obyek gelas, alat ekstraksi goldfisch,pipet, sentrifuse dan neraca analitik.

3.3 Cara Kerja

3.3.1 Pengambilan sampel mikroalga

Pengambilan sampel mikroalga dilakukan dengan menyaring 5-10 liter air lumpur panas Lapindo. Pengambilan air dilakukan dengan pompa vakum yang telah dilengkapi dengan milipore, selanjutnya filtrat ditampung ke dalam botol falkon (Gunawan, 2010).

3.3.2 Identifikasi mikroalga

Sampel mikroalga diidentifikasi dibawah mikroskop cahaya. Referensi yang digunakan adalah buku “The Freshwater Algae” karangan G.W. Prescott dan “Introduction to The Algae” karangan Harold C. Bolddan Michael J.Wyne.

3.3.3 Penghitungan keragaman mikroalga

Data hasil identifikasi dan kelimpahan mikroalga masing-masing lokasi dihitung nilai indeks keanekaragaman Shanon Wiener, dengan rumus:

= − 2

H = indeks keanekaragaman Shanon Wiener Pi =Proporsi spesies ke-1 terhadap jumlah total

Nilai indeks keseragaman pada masing-masing lokasi dihitung dengan rumus:

=

= 2

E =indeks keseragaman S = jumlah spesies

(13)

= ∑ ( − 1)

( − 1)

Id = Indeks dominansi

Ni = Jumlah individu jenis ke i N = Jumlah total individu 3.3.4 Isolasi mikroalga dari sampel

Tahapan isolasi dilakukan dengan pemurnian sampel pada pengenceran bertingkat kemudian pada masing-masing pengenceran di pour plate di media BG-11. Inkubasi dilakukan selama 3-5 hari untuk memperoleh koloni mikroalga. Selanjutnya dilakukan pemurnian masing-masing koloni mikroalga dengan cara memindahkan sebagian sel penyusun koloni ke media BG-11 baru. Inkubasi dilakukan selama 8-15 hari untuk memperoleh populasi maksimal mikroalga yang akan digunakan untuk uji kandungan lipid.

3.3.5 Uji kandungan lipid mikroalga A. Uji kandungan lipid secara kualitatif

Uji kandungan lipid pada mikroalga dilakukan secara kualitatif menggunakan Nile Red. Larutan stok NR disiapkan dengan menambahkan 1 mg NR ke dalam 1 ml aseton. Mikroalga diwarnai dengan cara meneteskan 10 μ l NR ke dalam 1 ml biakan mikroalga (Cookseyet al,. 1987). Proses pewarnaan berlangsung salama 20-30 menit. Selanjutnya diambil 1 tetes dan dilektakkan di atas obyek gelas untuk diamati dibawah mikroskop fluorescence dengan filter blue violet pada panjang gelombang 400-440 nm. Isolat yang diketahui mengandung lipid ditumbuhkan di media BG-11. B. Uji kandunga lipid secara kuantitatif

Penentuan potensi mikroalga sebagai penghasil biodiesel ditentukan dari hasil uji kuantitatif kandungan lipid setiap jenis mikroalga. Ditetapkan 10 jenis mikroalga yang positif uji NR untuk diteruskan ke analisa kandungan lipid secara kuantitatif menggunakan metodeGoldfisch.

3.4 Metode Pengambilan dan Analisa Data

(14)

atau tidaknya kandungan lipid pada mikroalga, sedangkan data yang diperoleh dari uji lipid secara kuantitatif akan dianalisa secara statistis menggunakan uji T.

3.5 Skema Tahapan Kerja

Pengkoleksian sampel

Isolasi Mikroalga

Identifikasi Mikroalga

Penghitungan Populasi Mikroalga

Kultur di BG-11

Uji Lipid Nile Red

(-)

Tidak Diteruskan

(+)

Isolat Mikroalga Terbaik Uji Lipid secara

(15)

BAB IV. JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya

Tabel 1. Rancangan Biaya Penelitian

No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)

1 Peralatan Penunjang 5.190.000

2 Bahan Habis Pakai 5.385.000

3 Perjalanan 500.000

4 Lain-lain 140.000

Total 12.475.000

Terbilang :Dua belas juta empat ratus tujuh puluh lima ribu rupiah

4.2 Jadwal Kegiatan Penelitian Tabel 2. Jadwal Kegiatan Penelitian

Nama Kegiatan

Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V

Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Agustini R. 2010. Protease Characterization and Amobilization from Thermophillic Isolate Cg-10 Isolated from Hot Water Spring Cangar-East Java. Research Report, Airlangga University, Surabaya, Indonesia.

Arisandi P. 2006.Menebar Bencana Lumpur di Kali Porong. Ecological Observation And Wetlands Conservation.

Chisti J. 2007. Biodiesel from microalgae. Biotechnology Advances. (25) 294-306.Cisneros.

Chisti Y. 2007. Research review paper biodiesel from microalgae. J Biotechnology Advances25 : 294–306

Daniel W. 2012. Cadangan Minyak RI Habis 10 Tahun Lagi, Saatnya Berhemat! http://finance.detik.com/read/2012/06/11/155029/1938192/1034/cadangan-minyak-ri-habis-10-tahun-lagi-saatnya-berhema. Diakses tanggal 15 September 2014.

Esdm.go.id. 2012. Laju Eksplorasi Cadangan Minyak Indonesia Sangat Tinggi. http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/5529-laju-eksplorasi-cadangan-minyak-indonesia-sangat-tinggi.html. Diakses tanggal 16 September 2014. Felizardo P, Correia MJN, Raposo I, Mendes JF, Berkemeier R, Bordado JM. 2006.

Production of biodiesel from waste frying oil.J Waste Manag26: 487–94. Griffiths JM, Harrison TLS. 2008. Lipid productivity as a key characteristic for

choosing algal species for biodiesel production.J Appl Phycol21(5) 493-507. Gunawan. 2010. Keragaman dan karakterisasi mikroalga dari sumber air panas yang

berpotensi sebagai sumber biodiesel. tesis. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

John RP, Anisha GS, Nampoothiri KM, Pandey A. 2011. Micro and macroalgal biomass: A renewable source for bioethanol. Bioresource Technology. 102: 186–193.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional.

Pratoomyot J, Srivilas P, Noiraksar T. 2005. Fatty acids composition of 10 microalgal species.Songklanakarin J. Sci. Technol. 26 (6): 1179–1187.

Romimohtarto K. 2004. Meroplankton Laut:Larva Hewan Laut yang Menjadi Plankton.Djambatan: Jakarta. 214 pp.

(17)

Sheehan J, Dunahay T, Benemann J, Roessler P. 1998. A Look Back at the U.S.

Department of Energy’sAquatic Species Program—Biodiesel from Algae. The National Renewable Energy Laboratory, A national laboratory of the U.S. Department of Energy.

Sudarmadji S, Bambang H dan Suhardi. 1984. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Usman E, Salahuddin M, Ranawijaya DAS, Hutagaol JP. 2006. Paper Pendukung. Simposium Nasional: Pembuangan Lumpur Porong-Sidoarjo ke Laut? Surabaya.

Wijihastuti R.S. 2011.Optimasi Lingkungan Tumbuh Mikroalga dari Kawah Ratu Sukabumi yang Berpotensi sebagai Sumber Biodiesel.Skripsi.Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

(18)

LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1. Biodata ketua dan Anggota

A. Biodata Ketua

1 Nama Lengkap Achmad Zaimul Khaqqi Pamuji

2 Jenis Kelamin Laki-Laki

3 Program Studi Biologi

4 NIM 13 250 0030

5 Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo, 25 Maret 1995

6 E-mail [email protected]

Tahun Masuk-lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013

C. Pemakalah Seminar Ilmiah No Nama Pertemuan Ilmiah

/ Seminar Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

1 - -

-2 - -

-3 - -

-D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberian

Penghargaan Tahun

1 - -

-2 - -

(19)
(20)

-A. Biodata Anggota I

1 Nama Lengkap Mohammad Shoffi Al-baihaqi

2 Jenis Kelamin Laki-Laki

3 Program Studi Biologi

4 NIM 13 250 0013

5 Tempat dan Tanggal Lahir Tulungagung, 16 Mei 1995

6 E-mail [email protected]

7 Nomor HP 089687742620

B. Riwayat pendidikan

SD SMP SMA

Nama Instuisi SDN Trosobo I Sidoarjo

Tahun Masuk-lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013

C. Pemakalah Seminar Ilmiah No Nama Pertemuan Ilmiah

/ Seminar Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

1 - -

-2 - -

-3 - -

-D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberian

Penghargaan Tahun

1 - -

-2 - -

(21)
(22)

-A. Biodata Ketua

1 Nama Lengkap Irene Dian Kinasih

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Biologi

4 NIM 12 250 0020

5 Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo, 26 Juni 1994

6 E-mail [email protected]

Tahun Masuk-lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah No Nama Pertemuan Ilmiah

/ Seminar Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

1 - -

-2 - -

-3 - -

-D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberian

Penghargaan Tahun

1 - -

-2 - -

(23)
(24)

-A. Biodata Dosen Pembimbing

1 Nama Lengkap Dr. Ir. Tatang Sopandi, MP

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Biologi

4 NIDN 0004076302

5 Tempat dan Tanggal Lahir Bandung, 4 Juli 1963

6 E-mail [email protected]

7 Nomor HP 081231681744

B. Riwayat pendidikan

2.1. Program S1 S2 S3

2.2 Nama Perguruan Tinggi

UNPAD UNPAD UNAIR

2.3 2.3 Bidang Ilmu Peternakan Ilmu Tanaman Biologi

2.4 Tahun Masuk 1983 1995 2007

2.5 Tahun Lulus 1990 1998 2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah No Nama Pertemuan Ilmiah

/ Seminar Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

1 - -

-2 - -

-3 - -

-D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberian

Penghargaan Tahun

1 - -

-2 - -

(25)
(26)

-Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Dana

No Rancangan Biaya Satuan Harga Jumlah

(Rp) (Rp)

I Peralatan Penunjang

1 Plankton Net 1 200.000 200.000

2 Salinometer 1 300.000 300.000

3 Jerigen (kapasitas 20

L) 4 60.000 240.000

4 Aerator 1 500.000 500.000

5 Cawan Petri 10 30.000 300.000

6 Termometer 1 100.000 100.000

7 Hand pH Meter 1 200.000 200.000

8 Pipet tetes 2 20.000 40.000

9 Erlenmeyer 500 ml 1 80.000 80.000

10 Tabung reaksi 10 15.000 150.000

11 Botol Falkon 10 50.000 500.000

12 Milipore 1 250.000 250.000

13 Container Plastik

(70x30) 4 150.000 600.000

14 Obyek gelas 1 150.000 150.000

15 Cover glass 1 30.000 30.000

16 Dokumentasi selama

penelitian 1 250.000 250.000

17 Poster 1 300.000 300.000

18 Publikasi Terakreditasi 1 1.000.000 1.000.000

Sub Total 5.190.000

II Bahan Habis Pakai

1 Formalin 4% 1 L 100.000 100.000

2 Nile Red 500 mL 700.000 700.000

3 Na2NO3 250 gr 270.000 270.000

4 K2HPO4 100 gr 200.000 200.000

5 Mg2SO4.7H2O 100 gr 210.000 210.000

6 CaCl2.2H2O 100 gr 360.000 360.000

7 Citrid Acid 100 gr 170.000 170.000

8 Fe-Amonium Citrate 100 gr 150.000 150.000

9 Na2EDTA 100 gr 170.000 170.000

10 Na2CO3 250 gr 280.000 280.000

17 Metanol 500 mL 270.000 270.000

(27)

19 Akuades 5 L 5.000 25.000

Sub Total 5.385.000

III Perjalanan

1 Biaya survei 3 orang 2 100.000 200.000

2 Biaya pengambilan

sampel 3 orang 3 100.000 300.000

Sub Total 500.000

IV Lain-lain

1 Sewa Lab. Fisiologi

Tumbuhan UNAIR 1 500.000 500.000

2 Sewa mikroskop

flueresence 1 500.000 500.000

3 Biaya analisa lipid

mikroalga 10 jenis 100.000 100.000

4 Administrasi di

Lapindo Sidoarjo 1 300.000 300.000

Sub Total 1.400.000

Total 12.475.000

(28)

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No Nama / NIM Program Studi

Biologi MIPA 6 jam per minggu

Biologi MIPA 6 jam per minggu

(29)

Gambar

Tabel 1. Rancangan Biaya Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa alkaloid dari actinomycetes ANLd-2b-3 yang hidup di lumpur hutan bakau.. Senyawa isolat, A8, dimurnikan dengan metoda kromatografi

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan karakteristik bakteri penghasil enzim fitase baru yang stabil pada temperatur tinggi dari sumber air panas..

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bakteri penghasil enzim fitase termostabil dari sumber air panas di Sumatera Bara pada medium yang mengandung asam fitat sebagai sumber

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai senyawa fenolik dari kayu akar tumbuhan kenangkan (A. rigida) dalam rangka penggalian dan pengembangan

Penelitian tentang isolasi dan identifikasi bakteri endofit dari tanaman kebar sebagai penghasil senyawa antimikroba ini belum banyak dilakukan, sehingga penelitian ini diharapkan

Hasil isolasi dan identifikasi bakteri termofilik penghasil protease dari sumber air panas Tanjung Sakti Lahat Sumatera Selatan, diperoleh empat isolat yang

Berlimpahnya potensi energi laut yang berasal dari arus, pasang surut, gelombang, maupun panas laut, diharapkan energi laut ke depan memiliki manfaat yang besar dan penting

Dari hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa isolat fungi imperfekti lokal (Penicillium dan Aspergillus) memiliki potensi sebagai penghasil enzim glukosa oksidase yang