• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS MAKALAH DASAR SINTESIS SENYAWA OBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS MAKALAH DASAR SINTESIS SENYAWA OBA"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1

TUGAS

DSSO

SKRINING FITOKIMIA

OLEH:

DIONISIUS KRIS D. Y. A. R

13161010

MATRIKULASI FA 1

S1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG

(2)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tumbuh-tumbuhan mempunyai kedudukan dan peranan yang amat penting dalam kehidupan manusia. Hampir lima dekade terakhir ini timbul ketertarikan yang kuat dalam meneliti tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Ini didasarkan pada beberapa alasan.Pertama, adanya gerakan revolusi hijau yang didasari keyakinan bahwa pengobatan dengan tumbuhan lebih aman dan dapat mengurangi efek samping pada tubuh manusia dibandingkan dengan obat-obatan sintetis. Kedua, adanya fakta bahwa banyak obat-obatan penting yang digunakan sekarang berasal dari tumbuhan Diperkirakan sekitar 30.000 spesies tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika, sekitar 1.260 spesies diantaranya berkhasiat sebagai obat. Pada saat ini, baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu, tetapi baru beberapa spesies yang telah dibudidayakan secara intensif.Diperkirakan masih banyak tumbuhan berkhasiat obat yang belum diketahui kandungan senyawa aktifnya, sehingga diperlukan penelitian khusus.Agar pengobatan secara tradisional dapat dipertanggung jawabkan maka diperlukan penelitian ilmiah seperti penelitian di bidang farmakologi, toksikologi, identifikasi dan isolasi zat kimia aktif yang terdapat dalam tumbuhan.Tumbuhan dapat digunakan sebagai obat obatan karena tumbuhan tersebut menghasilkan suatu senyawa yang memperlihatkan aktifitas biologis tertentu. Senyawa aktif biologis itu merupakan senyawa metabolit sekunder yang meliputi alkaloid, flavonoid, terpenoid dan steroid. B. Tujuan

(3)

2 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Skrining Fitokimia

Skrining fitokimia adalah tahapan awal untuk mengidentifikasi kandungan kimia yang terkandung didalam tumbuhan, karena pada tahap ini kita bisa mengetahui golongan senyawa kimia yang dikandung tumbuhan yang akan sedang kita uji atau diteliti.

Metode yang digunakan dalam skrining fitokimia harus memiliki persyaratan : 1. Metodenya sederhana dan cepat

2. Peralatan yang digunakan sedikit

3. Selektif dalam mengindentifikasi senyawa-seyawa tertentu

4. Dapat memberikan informasi tambahan mengenai keberadaan senyawa tertentu dalam kelompok senyawa yang diteliti

Golongan senyawa kimia dapat ditentukan dengan cara : 1. Uji warna

2. Penetuan kelarutan 3. Bilangan Rf

4. Jenis spectrum UV

Senyawa kimia berdasarkan asal biosintesis, sifat kelarutan, gugus fungsi digolongkan menjadi :

1. Senyawa fenol, bersifat hidrofil, berasal dari asam shikhimat

2. Terpenoid, berasal dari lipid, biosintesis nya berasal dari isopentenil pirofopat.

3. Asam organic, lipid dan sejenisnya, biosintesis nya berasal dari asetat. Senyawa nitrogen, bersifat basa dan bereaksi positif terhadap ninhidrint atau dragendrof

4. Gula dan turunannya

(4)

3

Sedangkan berdasarkan biogesisinya senyawa bahan alam dikelompokan menjadi : 1. Asetogenin : flavonoid, lipid, lignin dan kuinon

2. Karbohidrat : monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida 3. Isoprenoid : terpenoid, steroid dan karetonoid.

(5)

4 BAB III PEMBAHASAN

Tanaman-tanaman yang dapat di skrining fitokimia

1. Daun salam

Daun Salam merupakan daun dari tanaman salam yang sering kali digunakan sebagai bumbu dapur. Selain bumbu dapur juga beberapa orang menggunakannya sebagai obat herbal yang dipercaya mampu mengatasi berbagai penyakitPohon salam berwarna coklat abu-abu, kayunya memecah atau bersisik dan tingginya bisa mencapai 30 meter dengan diameter hingga 60 cm. Pohon ini memiliki bunga berupa malai dengan banyak kuntum bunga, 2-8 cm. Sering kali bunganya muncul di bawah daun atau di bawah ketiak ranting. Bunganya berwarna harum dan gampang rontok. Oleh para ilmuwan luar negeri, daun salam yang biasa kita pakai sering kali disebut dengan Indonesian Bay Leaf.

a. Klasifikasi Daun Salam Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

(6)

5

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae ternyata manfaat daun salam tidak hanya sebatas sebagai penyedap karena khasiat daun salam ternyata juga baik untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan dan menjaga kebugaran tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, daun salam sangat baik baik untuk melawan beberapa jenis penyakit kanker, Mencegah Penyakit Jantung, Mengatasi Radang, Mengobati Gangguan Pencernaan, Mengatasi Penyakit Diabetes, Menyembuhkan Darah Tinggi, Mengobati Penyakit Asam Urat, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Membantu Program Diet Sehat

c. Kandungan kimia

(7)

6 2. Daun Jeruk Nipis

(8)

7 a. Klasifikasi tanaman jeruk nipis :

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Sapindales

Famili : Rutaceae (suku jeruk-jerukan) Genus : Citrus

Spesies : Citrus aurantifolia (Christm.) Swing

b. Khasiat Daun Jeruk Nipis

Pada umumnya kita tidak tahu manfaat kandungan daun jeruk,tetapi sangat banya sekali manfaat dan kandungan yang terdapat didalamnya. Secara alami jeruk nipis ini bermanfaat untu obat batuk, menghilangkan dahak (mukolitik), memperlancar kencing (diuretik) dan keringat, serta sangat baik dalam membantu proses pencernaan.

c. Kandungan Kimia

(9)

8 3. Tanaman Alpukat

Alpukat adalah salah satu tanaman buah meja yang memiliki nama yang sama, alpukat. Tumbuhan yang menurut sejarahnya berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah ini kini sedang banyak dibudidayakan, bahkan orang-orang di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mengembangkan tanaman buah ini. Buahnya yang legit dan banyak mengandung asam folat sangat baik bagi ibu hamil yang meanaman buah tropis ini di Indonesia sudah ditemukan sejak tahun 1877, keberadaannya di Indonesia dibawa oleh Belanda dan ditanam untuk pertama kalinya di Kebun Raya Bogor. Nama latin alpukat adalah Persea americana. Nama alpukat sendiri dalam bahasa Inggris disebut avocado, nama tanaman ini sebenarnya berasal dari bahasa Aztek, ahuacatl yang berarti pahit. Suku Aztek yang hidup di kawasan Amerika Tengah dan Meksiko tidak begitu menyukai buah alpukat.

a. Klasifikasi Tanaman Alpukat Kerajaan : Plantae

Kelas : Magnolipilihanda Divisi : Magnoliophyta Ordo : Laurales Famili : Lauraceae Genus : Persea

(10)

9 b. Kandungan Kimia Daun Alpukat

(11)

10 4. Tanaman Jambu Biji

Daun jambu biji tergolong daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian (lamina) saja disebut daun bertangkai. Dilihat dari letak bagian terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya berada ditengah-tengah dan memiliki bangun jorong karena perbandingan panjang : lebarnya adalah 1½ - 2 : 1 (13-15 : 5,6-6cm). Daun jambu biji memiliki tulang daun yang menyirip (penninervis) yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping, keluar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada susunan sirip-sirip pada ikan. Jambu biji memiliki ujung daun yang tumpul. Pangkal daun membulat (rotundatus), ujung daun tumpul (obtusus). Jambu biji memiliki tepi daun yang rata (integer), daging daun (intervinium) seperti perkamen (perkamenteus). Pada umumnya warna daun pada sisi atas tampak lebih hijau licin jika di bandingkan dengan sisi bawah karena lapisan atas lebih hijau, jambu biji memiliki permukaan daun yang berkerut (rogosus). Tangkai daun berbentuk silindris dan tidak menebal pada bagian pangkalnya.

a. Klasifikasi Tanaman

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

(12)

11

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae

Ordo: Myrtales

Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan) Genus: Psidium

Spesies: Psidium guajava L. b. Pemanfaatan Daun Jambu Biji

Sebagai deodorant alami., Mengobati penyakit diare, Untuk mengobati penyakit sariawan, Luka dan Borok, Ambeien, Mengusir kembung.

c. kandungan kimia

Saponin, Flavanoid, Polifenol, Alkaloid, Karoten, Steroid, Kuinon., Anti-oksidan, Minyak atsiri, Tannin, Senyawa anti-mutagenic, dan masih banyak lagi lainnya. 5. Tanaman Bayam

Akar tanaman bayam memiliki sistem perakaran tunggal. Batang tanaman bayam berbentuk bulat, berair, lunak serta kurang berkayu. Warna batang bayam tergantung dari jenis bayam tersebut bayam hijau memiliki batang berwarna hijau, begitu juga bayam merah juga memiliki batang berwarna merah.

(13)

12

Lebar daun 0,5 cm hingga 3,2 cm. Tangkai daun berbentuk bulat, dengan bentuk permukaan opacus. Panjang tangkai daun 0,5 cm sampai 9,0 cm.

Bunga bayam merupakan bunga berkelamin tunggal, tersusun majemuk tipe tukal yang rapat, berwarna hijau. Memiliki 5 mahkota dengan panjang 1,5 sampai 2,5 mm. Bunga jantan memiliki bentuk bulir, untuk bunga betina berbentuk bulat yang terdapat pada ketiak batang. Buah bayam berbentuk lonjong berwarna hijau dengan panjang 1,5 mm. Biji bayam berwarna hitam mengkilat dengan panjang antara 0,8 sampai 1 mm

a. Klasifikasi Tanaman Bayam (Amaranthus spp) Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Caryophyllales Famili : Amaranthaceae Upafamili : Amaranthoideae

Genus : Amaranthus

b. Kandungan Kimia Daun Bayam (Amaranthus spp)

Bayam banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin dan vitamin (A,B dan C).

(14)

13

Cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m. Mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya.Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras cengkeh mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun, tingginya dapat mencapai 20 -30 meter dan cabang-cabangnya cukup lebat. Daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan panggkalnya menyudut. Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendek serta bertandan.

a. Klasifikasi Tanaman (Syzygium aromaticum (L.) Merr.& Perry) Divisi : Spermatophyta b. Kandungan Kimia (Syzygium aromaticum (L.) Merr.& Perry)

(15)

14

Flavonoid berperan sebagai antioksidan dengan cara mendonasikan atom hidrogennya atau melalui kemampuannya mengkelat logam, berada dalam bentuk glukosida (mengandung rantai samping glukosa) atau dalam bentuk bebas yang disebut aglikon flavonoid merupakan senyawa yang larut dalam air. Senyawa yang merupakan golongan terbesar dari fenol ini dapat diekstraksi dengan etanol 70%.Apabila fenol yang berasal dari tumbuhan ini dilarutkan dengan etanol, maka oksidasi enzim dapat dicegah sehingga mencegah kerja enzim fenolase yang dapat merusak struktur fenol.Efek flavonoid terhadap macam-macam organisme sangat banyak dan dapat menjelaskan mengapa tumbuhan yang mengandung flavonoid dipakai dalam pengobatan tradisional.Flavonoid dapat bekerja sebagai inhibitor kuat pernafasan.Flavonoid menghambat fosfodiesterase, aldoreduktase, protein kinase, balik transcriptase, DNA polymerase dan lipooksigenase.Flavonoid merupakan senyawa pereduksi yang baik, mereka menghambat banyak reaksi oksidasi, baik secara enzim maupun non enzim. Flavonoid mampu menstimulasi 16% peningkatan pengeluaran insulin dari sel β pankreas. Aksi tersebut terjadi melalui pengaturan peroxisome proliferators activated receptors (PPAR α dan PPAR γ). Aksi flavonoid yang bermanfaat pada

kondisi hiperglikemia adalah kemampuannya untuk menstimulasi pengambilan glukosa pada jaringan perifer, mengatur aktivitas dan ekspresi enzim yang terlibat dalam jalur metabolisme karbohidrat dan bertindak menyerupai insulin (insulinomimetic), dengan mempengaruhi insulin signaling.

(16)

15

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang sudah dikenal oleh masyarakat dan merupakan tanaman family caricaceae yang berasal dari Meksiko Selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini banyak ditanam di daerah tropis. Pohon pepaya mempunyai sifat khas, yaitu dapat tumbuh dengan cepat karena ditanam dari benih, sesudah 6 bulan tingginya mencapai 2 meter dan sudah mulai berbuah. Tanaman tersebut kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh setinggi 5-10 m dengan daun yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah (Kalie, 1996). Pada bagian daunnya, tanaman Pepaya memiliki daun tunggal dengan ukuran yang cukup besar.Daun pada tanaman ini berjari, bergigi dan memiliki tangkai daun yang panjang dan memiliki warna putih kekuningan.Helai daunnya berbentuk seperti telapak tangan, jika dilipat jadi dua bagian akan terlihat bentuk simetris dari daun Pepaya tersebut. Permukaan daun Pepaya bersifat licin, mengkilat, dengan daging seperti perkamen.

a. Klasifikasi Tanaman (Carica papaya L.) Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga) Kelas : Magnoliopsida (Tumbuhan Dikotil) Ordo : Violales

Famili : Caricaceae Genus : Carica L.

(17)

16

b. Kandungan Kimia Daun Pepaya (Carica papaya L.)

Kandungan kimia dari daun pepaya adalah alkaloid karpain, dehidrokarpain, tflavonoid, tannin, nikotin, prunasin dan glikosida sianogenik. Selain itu daun pepaya juga mengandung enzim papain yang dilaporkan merupakan enzim proteolitik cistein dimana enzim ini mempunyai kemampuan proteolitik, yaitu mampu memecah molekul – molekul protein menjadi bentuk asam amino menyatakan papain mampu menembus kulit telur akibatnya dapat menganggu perkembangan larva yang ada dalam telur cacing Ascaris suum dan bahkan dapat membunuh larva cacing oleh daya proteolitik enzim tersebut. Daun pepaya juga mengandung benzil-isothyocianate (BITC) yang dapat menghambat asupan glukosa sehingga cacing akan kekurangan glukosa dan secara otomatis akan menyebabkan kekurangan energi dalam tubuh cacing, dan pada akhirnya menyebabkan kematian cacing

8.Tanaman Singkong

(18)

17 a. Klasifikasi Tanaman

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Euphorbiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Manihot

Spesies : Manihot utilissima Pohl.

b. Kandungan Kimia Daun Singkong (Manihot utilissima Pohl)

Daun singkong memiliki berbagai kandungan yaitu, flavonoid, triterpenoid, saponin, tannin dan vitamin C (Nurdiana, 2013). Di dalam daun singkong mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi (Agoes, 2010). Menurut hasil penelitian, daun singkong termasuk jenis sayuran yang banyak mengandung flavonoid. Kandungan utama flavonoid daun singkong adalah rutin yang merupakan glikosida kuersetin dengan disakarida yang terdiri dari glukosa dan shamnosa.

9. Tanaman Kelor

(19)

18

kualitas rendah. Daun tanaman kelor memiliki karakteristik bersirip tak sempurna, kecil, berbentuk telur, sebesar ujung jari. Helaian anak daun memiliki warna hijau sampai hijau kecoklatan, bentuk bundar telur atau bundar telur terbalik, panjang 1-3 cm, lebar 4 mm sampai 1 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, tepi daun rata. Kulit akar berasa dan berbau tajam dan pedas, dari dalam berwarna kuning pucat, bergaris halus, tetapi terang dan melintang. Tidak keras, bentuk tidak beraturan, permukaan luar kulit agak licin, permukaan dalam agak berserabut, bagian kayu warna cokelat muda, atau krem berserabut, sebagian besar terpisah.

a. Klasifikasi Tumbuhan Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Class : Magnoliopsida Ordo : Brassicales Famili : Moringaceae Genus : Moringa

Spesies : Moringa oleifera L.

b. Kandungan kimia dan manfaat tumbuhan

(20)

19

seperti saat dipanen atau saat dikunyah (Zhang dkk., 2009). Atas dasar fakta-fakta tersebut berbagai penelitian mengenai isotiosianat telah banyak dilakukan. Kandungan-kandungan dalam daun kelor ini membuat daun kelor mempunyai banyak sekali manfaat. Manfaat daun kelor bagi tubuh sangat banyak, mulai dari mengobati penyakit dalam sampai penyakit luar. Berikut beberapa manfaat yang bisa diambil dari daun kelor. Selain itu juga kelor mempunyai manfaat Menyehatkan kulit, Mengatasi diabetes, Menyehatkan mata, Mencegah kanker, Mengobati rematik

10. Tanaman Mengkudu

(21)

20

berwarna hijau dan menjadi kekuning-kuningan ketika matang dan setelah matang buah akan menjadi lunak. Sehingga berjatuhan di bawah pohon. Biji buah mengkudu berwarna hitam, memiliki albumen yang keras dan ruang udara yang tampak jelas( berpori-pori ). Bijinya memiliki daya tumbuh yang baik walapun sudah disimpan 6 bulan. Perkecambahan 3-9 setelah di semaikan.

a. Klasifikasi buah mengkudu Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : magnoliopsida

Ordo : Rubiales

Famili : Rubiaceae

Genus : Morinda

Spesies : Morinda citriffolia L. b. Manfaat

Menstabilkan Desakan Darah, Menghindar Kanker, Sebagai Anti-Inflamasi, Memperlambat Sistem Penuaan

c. Kandungan mengkudu

(22)

21

plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.

Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.

Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.

Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.

Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.

Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tetapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif. 11.Identifikasi Metabolit Sekunder

a. Identifikasi alkaloid

(23)

22

mengandung satu atau lebih atom N sebagai bagian dalam surem siklik. Struktur alkaloid beraneka ragam dari yang sederhana sampai yang rumit, dari efek biologisnya yang menyegarkan tubuh sampai toksik. Satu contoh yang sederhana, tetapi yang efeknya tidak sederhana adalah nikotin. Nikotin dapat menyebabkan penyakit jantung , kanker paru-paru, kanker mulut, tekanan darah tinggi, dan gangguan terhadap kehamilan dan janin.

Cara identifikasi : sebanyak 5 ml sampel dibasakan dengan laritan amonium 10%

(tes dengan kertas pH) kemudian dipartisi dengan kloroform (2 X 5ml). Fraksi kloroform digabungkan lalu diasamkan dengan HCl 1 M. Larutan asam dipisahkan dan diuji dengan pereaksi dragendorf atau mayer. Endapan kuning jingga atau putih menunjukan adanya alkaloid.

Tujuan penambahan Ammonia berfungsi untuk membasakan dan pengendapan alkaloid agar dapat diperoleh alkaloid dalam bentuk garam atapun alkaloid dalam bentuk basa bebas. Kloroform digunakan dengan tujuan dapat menarik senyawa alkaloid karena alkaloid mempunyai kelarutan yang baik dalam kloroform, alkohol, tetapi tidak larut dalam air meskpun dapat larut dalam air panas. Setelah itu diberikan pereaksi dragendorf dimana jika terbentuk endapan kuning jingga berarti terdapat alkaloid atau pereaksi mayer bila terdapat endapan putih menunjukan adanya alkaloid.

b. Identifikasi saponin

(24)

23

untuk bahan pencuci kain (batik) dan sebagai shampo. Saponin dapat diperoleh dari tembuhan melalui ekstraksi.

Cara identifikasi :

Uji Saponin dilakukan dengan metode Forth yaitu dengan cara memasukkan 2 mL sampel kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 10 mL akuades lalu dikocok selama 30 detik.

diamati perubahan yang terjadi. Apabila terbentuk busa yang mantap (tidak hilang selama 30 detik) maka identifikasi menunjukkan adanya saponin.

Uji penegasan saponin dilakukan denganmenguapkan sampel sampai kering kemudian mencucinya dengan heksana sampai filtrat jernih.

Residu yang tertinggal ditambahkan kloroform, diaduk 5 menit, kemudian ditambahkan Na2SO4 anhidrat dan disaring. Filtrat dibagi enjadi menjadi 2 bagian, A dan B. Filtrat A sebagai blangko, filtrat B ditetesi anhidrat asetat, diaduk perlahan,kemudian ditambah H2SO4 pekat dan diaduk kembali. Terbentuknya cincin merah sampai coklat menunjukkan adanya saponin.

c. Identifikasi steroid

(25)

24

DAFTAR PUSTAKA

Sudarsono, Pudjoanto, A., Gunawan, D., Wahyuono, S., Donatus, I. A., Drajad, M., Wibowo, S., dan Ngatidjan, 1996,Tumbuhan Obat, Hasil Penelitian, Sifat-sifat dan Penggunaan, 44-52, Pusat Penelitian Obat Tradisional, UGM, Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Disarankan kepada perusahaan dalam hal ini produsen Yamaha yang diwakili oleh dialer-dialer resminya harus selalu melakukan riset terus-menerus untuk mengetahui perkembangan

Pembedaan ini sangat penting pada kehamilan dini karena seringnya ditemukan kelainan lainnya dan kelainan kromosom pada omphalocele Jadi dari penelitian ini dapat

Karena masih dihantui rasa penasaran, Sangi kemudian bertanya lagi kepada pemuda tampan itu, ”Apa keistimewaan menjadi seekor naga jadi-jadian itu?” sambil tersenyum, pemuda

komite sekolah sebagai representasi masyarakat... Legimitasi Komite Sekolah di kukuhkan

[r]

 berkebangsaan $enmark, $enmark, %&&'(. Pengecatan Pengecatan Gram Gram merupakan merupakan salah salah satu satu langkah langkah awal mengidentifikasi sel

Pembahasan hasil penelitian tersebut di atas menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara ragam bahan tanam stek dengan lama simpan urin sapi menunjukkan terjadi

Berdasarkan  hasil  analisis  regresi  yang  telah  dilakukan  dengan  menggunakan  model  fixed  effect,  menunjukkan  bahwa