• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gastroschisis Bedah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gastroschisis Bedah"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... Kata Pengantar... 1 1 Daftar Isi... Daftar Isi... 2 2 I. PENDAHULUAN I. PENDAHULUAN 1.1

1.1 Latar Latar BelakaBelakang...ng... 3 3 1.2 Tujuan... 1.2 Tujuan... 3 3 II. PEMBAHAAN II. PEMBAHAAN 2.!

2.! Definisi Definisi "an "an Eti#l#gi...Eti#l#gi... ... ... 12 12 2.$ E%i"e&i#l#gi... 2.$ E%i"e&i#l#gi... 1! 1! 2.' Pat#fisi#l#gi... 2.' Pat#fisi#l#gi... 1' 1' 2.3 Diagn#sis... 2.3 Diagn#sis... ( ( 2.3.1.

2.3.1. )#rking )#rking Diagn#sis...Diagn#sis... ... (

(

2.3.2.

2.3.2. Differential Differential Diagn#sis...Diagn#sis... ... 1*

(2)

2.+ Penatalaksanaan... 2* 2.( K#&%likasi... 22 2., Pen-egaan... 22 2.1* Pr#gn#sis... 22 III. PENUTUP... 2! 3.1 Kesi&%ulan... 2! DA/TA0 PUTAKA... 2$

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Kelainan dinding perut merupakan kecacatan yang relatif sering, muncul kira-kira 1 dalam 2.000 kelahiran hidup. Pemeriksaan dinding depan abdomen dan penempelan tali pusat sangat dianjurkan di semua pemeriksaan USG pada trimester kedua dan ketiga. Dua kelainan yang tersering adalah gastroschisis dan omphalocele.

Omphalocele oleh Ambrois Pare (1510-1590) dilaporkan sebagai keadaan yang serius yang membutuhkan perhatian yang khusus karena prognosisnya yang jelek. Sampai satu abad terakhir saat keberhasilan pertama dilaporkan dengan repair secara primer pada omphalocele. Pada abad ke sembilanbelas terminologi gastroschisis/belly cleft  pertama kali digunakan dan dipisahkan dari exomphalos, Moore dan Strokes menyatakan bahwa terminologi gastroschisis  disediakan untuk kelainan defek dinding

(3)

abdomen yang mempunyai penempelan tali pusat yang normal, tidak adanya kantong yang melindungi organ intra abdomen. Gastroschisis adalah penonjolan dari isi abdomen biasanya melibatkan usus dan lambung melalui lubang atau defek pada dinding abdomen disebelah kanan tali pusar.1

Omphalocele  defek pada dinding abdomen terletak ditengah, isi abdomen yang keluar ditutupi oleh lapisan. Omphalocele biasanya berhubungan dengan kelainan kromosom atau kelainan jantung sedangkan bayi dengan gastroschisis jarang ditemukan dengan kelainan tersebut kecuali adanya atresia usus.

BAB II

PEMBAHASAN

DEFINISI & ETIOLOGI

Gastroschisis adalah defek mayor dalam penutupan dinding abdomen. Pada gastroshcisis, visera tidak tertutup dinding abdomen dan herniasi menembus defek pada lateral umbilikus (biasanya pada sisi kanan dimana terjadi involusi vena umbilikal kedua) sehingga terjadi eviserasi dari isi cavum abdomen. Gastroshisis biasanya berisi usus halus dan sama sekali tidak terdapat membran yang menutupi. Kadang terdapat jembatan kulit diantara defek tersebut dan umbilikalis.2

(4)

Gambar 1. Gastroschisis

Etiologi secara embriologi pada defek kongenital abdomen tidak sepenuhnya diketahui dan masih merupakan subyek yang kontroversial. Meskipun beberapa bukti mengatakan bahwa etiologi gastroschisis dan omfalokel hampir sama, namun lebih baik memisahkan etiologi diantara keduanya secara berbeda.

Banyak kontroversi berhubungan dengan penyebab gastroschisis. Defek abdominal pada gastroschisis terletak di sebelah lateral dan hampir selalu pada sebelah kanan dari umbilikus. Isi cavitas abdomen yang tereviserasi tidak tertutup oleh kantong peritoneum yang intak. Defek tersebut sebagai hasil dari rupturnya basis dari tali pusat dimana merupakan area yang lemah dari tempat involusi vena umbilikalis kanan. Pada awalnya terdapat sepasang vena umbilikalis, yaitu vena umbilikalis kanan dan kiri. Ruptur tersebut terjadi in-utero pada daerah lemah yang sebelumnya terjadi herniasi fisiologis akibat involusi dari vena umbilikalis kanan. Keadaan ini menerangkan mengapa gastroschisis hampir selalu terjadi di lateral kanan dari umbiliks. Teori ini didukung oleh pemeriksaan USG secara serial , dimana pada usia 27 minggu terjadi hernia umbilikalis dan menjadi nyata gastroschisis pada usia 34,5 minggu. Setelah dilahirkan pada usia 35 minggu, memang tampak gastroschisis yang nyata.1,2

Penulis lain berpendapat bahwa gastroschicis diakibatkan pecahnya suatu eksomphalos. Rupturnya omphalokel kecil dan transformasi menjadi gastroschisis dapat terjadi di dalam uterus. Tetapi banyaknya kejadian anomali yang berhubungan dengan omphalokel tidak mendukung teori ini2. Pada gastroschisis jarang terjadi anomali, tetapi sering lahir prematur (22%).3

(5)

Teori lain untuk etiologi gastroschisis adalah terputusnya secara prematur arteri omphalomesenterik kanan, yang mengakibatkan injuri iskemik pada dinding depan abdomen dimana herniasi menembus dan terdiri dari isi abdomen. Pada kondisi normal, arteri ini tetap ada.2

EPIDEMIOLOGI

Dalam suatu penelitian di California menunjukan bahwa adanya kelainan ini berhubungan dengan kehamilan pada wanita muda, status sosial ekonomi rendah dan kehidupan sosial yang tidak stabil. Penggunaan aspirin, ibuprofen, dan pseudoephedrine pada kehamilan trimester pertama dihubungkan dengan peningkatan resiko gastroschisis mendukung teori kerusakan pembuluh darah sebagai penyebabnya. Rokok, alkohol, dan obat-obat penenang memberikan kenaikan resiko malformasi. Kelainan kromosom dan anomali lain sangat jarang ditemukan pada gastroschisis, kecuali adanya atresia intestinal. Bayi dengan gastroschisis biasanya kecil untuk masa kehamilannya. 4

Dibanding omphalokel (1:6.000), insiden gastroschisis jauh lebih rendah (1:20.000-30.000)3. Di Indonesia belum jelas angka kejadian defek abdomen, baik gastroschisis ataupun omfalokel. Beberapa penelitian mencoba mengaitkan antara area dan etnis tertentu dengan gastroschisis, tetapi gagal untuk menemukan hubungannya. Penelitian prevalensi gastroschisis menemukan bahwa terdapat tren peningkatan angka kejadian sejak tahun 1970.

Indonesia mungkin merupakan negara yang beresiko tinggi terjadinya gastroschisis karena dari penelitian terdapat resiko penyebab gartroschisis yaitu:

 Kehamilan pada usia sangat muda (karena pernikahan diusia muda)

 Paritas tinggi (semakin banyak kelahiran pada satu ibu semakin tinggi kemungkinan terkena gastroschisis), walau hal ini masih dikaitkan dengan kehamilan pada usia tua.

 Kekurangan asupan gizi, pada ibu hamil

Penelitian epidemiologi Eropa menunjukan peningkatan resiko terjadinya gastroschisis sampai 11 kali pada ibu dibawah umur 20 tahun.

(6)

PATOFISIOLOGI

1. E&ri#l#gi13!

Pertumbuhan janin dan pembentukannya diatur oleh proses spesifik pada waktu dan tempat yang tepat. Percepatan pertumbuhan yang sering diikuti oleh perlambatan. Diferensiasi seluler, proliferasi, migrasi, dan deposisi terlibat dalam pembentukan  jaringan baru.

Permulaannya, embrio sejajar rata dengan cincin umbilicus, yang ditandai secara histology dengan hubungan epitel silinder dari epiblast (ektoderm) dan epitel kubus epitel dari amnion. Embrio terdiri dari dua lapis, epiblast (ektoderm) yang akan menjadi salah satu neuroektoderm atau epitel permukaan, dan hipoblast, yang menjadi epitel dalam dari organ dalam perut. Pembentukan dari lapisan germinal yang ketiga (mesoblast) muncul seiring dengan perubahan bentuk dari embrio. Pemanjangan dari disk embrio dan pelengkungan longitudinal dan lateral terbentuk silinder sehingga calon bentuk tubuh dapat dikenali.

Singkatnya embrio manusia berbentuk disk yang terdiri dari dua lapisan. Ini membutuhkan lapisan sel yang ketiga yang tumbuh diatas cincin umbilicus dan menjadi silinder dengan memanjang dan melekuk ke dalam. Lipatan dari tubuh (cephalic, caudal, lateral) bertemu ditengah embrio dimana amnion tertanam dalam yolk sak. Kecacatan perkembangan pada titik ini menyebabkan berbagai macam kelainan dinding abdomen. Pada minggu keenam, pertumbuhan yang cepat dari midgut menyebabkan hernia fisiologis dari usus melalui cincin umblilikus. Usus akan kembali kedalam kavum abdomen pada minggu kesepuluh, dan rotasi dan fiksasi dari usus timbul. Proses ini tidak terjadi pada bayi dengan gastroschisis atau omphalocele, menyebabkan peningkatan resiko volvulus midgut. Kemungkinan penjelasan secara embriologi dari kelainan dinding abdomen pada gastroschisis termasuk berikut ini.

• Ke-a-atan %erke&angan jaringan &esenki&al %a"a tuu 4ang terletak %a"a

 %erte&uan "in"ing a"#&en 4ang &ungkin %e-a "engan &eningkatn4a tekanan a"#&en.

• In5#lusi 4ang an#r&al "ari 5ena u&ilikalis kanan atau ke-elakaan %e&ulu

"ara &eliatkan arteri #&%al#&esenteri- &en4eakan kele&aan "in"ing a"#&en l#kal 4ang ke&u"ian %e-a.

(7)

• Pe-an4a #&%al#-ele ke-il 4ang kant#ngn4a "isera% "an tu&u4a je&atan

kulit antara "efek "in"ing a"#&en "an tali %usar tela "ite&ukan "ala& U6  %renatal se-ara erurutan.

2. 6enetika

Gastroschisis mempunyai data empiris yang rendah 3,5% tentang kemungkinan timbulnya kejadian berulang pada saudara kandung. Sampai sekarang tercatat tujuh kasus yang dipublikasikan adanya kejadian berulang pada suatu keluarga. Pada keluarga ini muncul pada saudara kandung, saudara satu orang tua, sepupu pertama, sepupu kedua, paman dan keponakannya. Dalam keluarga ini semua yang terlibat berhubungan darah dari ibu. Ada juga keluarga yang mengalami kelainan oleh saudara kandung dan satu kasus lagi yang dialami dua saudara yang satu ayah. Dari pengalaman mereka ini merupakan kasus pertama yang muncul pada saudara kandung seayah. Setelah semua kasus yang dilaporkan tersebut melalui jalur maternal, satu melalui paternal yang menyebabkan ahli berspekulasi adanya jejak genetik yang berperan dalam penyakit ini. Tetapi obsevasi yang dilakukan tidak menunjukan hal yang sama.

Dari kasus-kasus tersebut kita menegakan diagnosis dengan USG, dan membedakan antara gastroschisis dengan omphalocele melalui letak masuknya tali pusat, adanya lapisan penutup, dan organ apa yang keluar melalui defek. Dengan keakuratan mendekati 100%. Pembedaan ini sangat penting pada kehamilan dini karena seringnya ditemukan kelainan lainnya dan kelainan kromosom pada omphalocele Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya kemungkinan kejadian dalam keluarga yang rendah 3,5%, jalur transmisi penyakit ini secara signifikan dapat terjadi melalui kedua  jalur baik maternal maupun paternal. Pemeriksaan USG pada keluarga penderita

diindikasikan sebagai diagnosis dini.5

(8)

Diagn#sis a"ala istila 4ang &enunjuk ke%a"a na&a %en4akit 4ang a"a %a"a  %asien 4ang %erlu "iru&uskan atau%un "itentukan #le "#kter.4

1. )#rking "iagn#sis

Diagn#sis kerja a"ala suatu kesi&%ulan eru%a i%#tesis tentang ke&ungkinan  %en4akit 4ang a"a %a"a %asien.4

• Diagn#sis Prenatal

ekitar &inggu ke 1' "ari kea&ilan isa "ilakukan %e&eriksaan %r#tein 4ang "iseut al%afet#%r#tein 7A/P8. Bila &ana asiln4a ti"ak n#r&al atau tinggi &aka "#kter s%esialis kan"ungan iasan4a akan &elakukan %e&eriksaan ultras#n#grafi U6. U6 akan &enunjukan a"an4a kelainan "iagian luar %erut  a4i. Biasan4a "#kter akan &eliat a"an4a usus "iluar %erut a4i &ela4ang "i -airan a&ni#n. A/P sen"iri er&anfaat %a"a tri&ester ke"ua kea&ilan. Ini  erguna untuk kelainan #&%al#-ele &au%un gastr#s-isis 4ang se-ara statistik

ka"ar A/P gastr#s-isis lei esar "ari%a"a #&%al#-ele. eru& kea&ilan 4ang lain se%erti estri#l "an Hu&an 9#ri#ni- 6#na"#tr#%in ti"ak terukti  erguna se-ara klinik 

Pa"a &asa kea&ilan a:al iu ti"ak akan &erasakan kelainan atau kejanggalan "ala& kea&ilann4a saat &ereka &engan"ung a4i "engan gastr#s-isis. Pe&eriksaan ta&aan iasan4a ti"ak "ilakukan karena kea"aan ini ti"ak eruungan "engan kelainan janin lainn4a. Ka"angka"ang  janin &engala&i #struksi usus seagai k#nsekuensi "ari gastr#s-isis.

Ba4i "engan gastr#s-isis "ia:asi se-ara atiati "engan U6 untuk &e&astikan a%aka %ertu&uann4a -uku% saat "i"ala& uterus "an &e&eriksa kerusakan %a"a ususn4a. Kerusakan usus "a%at "iakiatkan #le %e&a%aran -airan a&ni#n atau karena kerusakan %e&ulu "ara %a"a usus 4ang teruka. Inter5al "ari %e&eriksaan U6 serial ini tergantung "ari kea"aan kea&ilan "an  janin. 7U9/ 2**28

(9)

Gambar 2. USG Gastroschisis

• Diagn#sis %#st natal

Defek iasan4a a&%ir sa&a entuk "an ukuran "an te&%atn4a $-& 5ertikal "an %a"a ,$; kasus "ite&ukan "efek "iseela kanan u&ili-us. A"an4a infla&asi 4ang luas "ari usus &euat %e&engkakan usus "an kekakuan seingga &engganggu &asukn4a usus "an %enutu%an "in"ing a"#&en. Infla&asi  juga &engua entuk "ari usus 4ang &enja"ikan kesulitan "ala& &enentukan

a%aka a"a atresia "ari usus.

Bila usus isa &asuk ke -a5u& a"#&en infla&asi akan &enurun usus &elunak "an entuk ke&ali ke n#r&al. K#reksi untuk atresia usus sa&%ai saat ini &asi lei aik "engan %enun"aan iasan4a 3 &inggu setela #%erasi  %erta&a. Kelainan fungsi "ari usus &e&utukan :aktu la&a sa&%ai n#r&al "ari

' &inggu sa&%ai eera%a ulan.

Li5er a&%ir ti"ak %erna era"a "iluar a"#&en an4a la&ung usus alus "an usus esar 4ang iasan4a "iluar. Usus &ungkin terja"i %erf#rasi %a"a $; %en"erita. Biasan4a #5ariu& "an tua fal#%ii %a"a %ere&%uan "an un"es-esus testis %a"a lakilaki era"a "iluar. 0uangan -a5u& a"#&en iasan4a ke-il.

(10)

Ba4i "engan gastr#s-isis iasan4a &e&%un4ai &alr#tasi "an kirakira 23;&e&%un4ai atresia usus atau sten#sis 7t#5r#ff "an Teague 2**38. Begitu "ilairkan a4i "engan gastr#s-isis akan &engala&i %r#le& 4ang sangat serius karena usus 4ang ter%a%ar. uu 4ang &enurun keilangan -airan "an infeksi &eru%akan &asala uta&a 4ang &esti "iin"ar. Biasan4a "igunakan %lastik steril untuk &e&asukan usus 7BM 2**!8.

2. Differential "iagn#sis

 Omfalokel

Omfalokel (disebut juga Exomfalos) merupakan defek dinding abdomen pada garis tengah dengan berbagai derajat ukuran, disertai hernia visera yang ditutupi oleh membran yang di terdiri atas peritoneum di lapisan dalam dan amnion di lapisan luar serta Wharton’s  Jelly di antara lapisan tersebut. Pembuluh darah berada di dalam membran, bukan pada dinding tubuh. Isi dari hernia antara lain berbagai jenis dan dan jumlah usus, sering sebagian dari hati dan kadang-kadang organ lainnya. Sedangkan tali pusat terdapat pada puncak kantong ini. Defek ini mungkin terletak di pusat atas, tengah atau bawah abdomen dan ukuran serta lokasi memiliki implikasi yang penting dalam penanganannya.

e%erti se&ua a4i 4ang &e&iliki "efek lair anakanak 4ang &e&iliki "efek "in"ing a"#&en akan &e&iliki %eningkatan resik# untuk terja"in4a an#&ali ta&aan teta%i resik# relatif "an %#la an#&ali 4ang eruungan &eru%akan %ere"aan &a4#r antara gastr#skisis "an #&fal#kel. Pere"aan terseut sangat %enting "ala& &anaje&en klinis "an %r#gn#sis jangka %anjang. Pa"a gastr#skisis insi"ens an#&ali 4ang  eruungan erkisar anatara 1*<2*; "an keana4kan an#&ali 4ang signifikan "ite&ukan era"a %a"a traktus gastr#intestinal. ekitar 1*$ a4i 4ang "engan gastr#skisis &e&iliki sten#sis atau atresia seagai asil "ari insufisiensi 5askular "i usus %a"a :aktu  %erke&angan gastr#skisis atau lei u&u&n4a "ari 5#l5uls atau k#&%resi 5askular

&esenterika #le %en4e&%itan -in-in "in"ing a"#&en. Lesi lain 4ang sering  eruungan ter&asuk undescensus testes "i5ertikulu& Me-kel=s "an "u%likasi

intestinal.

An#&ali serius lainn4a "i luar a"#&en atau traktus gastr#intestinal se%erti an#r&alitas kr#&#s#s& jarang "ite&ukan. Hal 4ang ere"a terliat %a"a %asien

(11)

#&fal#kel "i &ana &e&iliki insi"ens 4ang lei tinggi untuk terja"in4a an#&ali 4ang  eruungan 7 ingga $*<+*;8. An#r&alitas kr#&#s#& se%erti tris#&i 13 1! 1$ 1( "an 21 ter"a%at %a"a ingga 3*; kasus. Defek kar"iak juga sering terja"i erkisar 3*; $*; kasus. Multi%el an#&ali sering terja"i "an &ungkin teragi "ala& eera%a %#la sin"r#&. atu %#la 4ang %enting 4aitu Beckwith-Weidenmann syndrome 4ang "itan"ai &akr#gl#sia #rgan#&egali i%#glike&ia a:al 7"ari i%er%lasia %ankreas "an insulin  erleian8 "an %eningkatan resik# tu&#r )il&s e%at#last#&a "an neur#last#&a 4ang erke&ang elakangan %a"a usia anakanak. Ukuran "efek "in"ing a"#&en %a"a #&fal#kel ti"ak se-ara langsung eruungan "engan a"an4a an#&ali lain se%erti 4ang "i"e&#ntrasikan #le te&uan a:a "efek ke-il 4ang ter"a%at %a"a U6 %renatal &e&iliki resik# 4ang lei tinggi untuk ter"a%atn4a an#r&alitas kr#&#s#&al "an "efek kar"iak.

Tael 1. Klinis %eran"ingan antara >&%al#-ele "an 6astr#s-isis

Faktor Omphalocl Ga!tro!ch"!"!

L#kasi 9in-in u&ili-us a&%ing u&ilikus Defek

ukuran Besar 721* -&8 Ke-il 72! -&8 Tali %usat Mene&%el %a"a kant#ng N#r&al

Kant#ng A"a Ti"ak  

Isi He%ar usus. Usus g#na". Usus N#r&al Kusut  &era"ang

Malr#tasi A"a A"a

A"#&en

ke-il A"a A"a

/ungsi

Intestinal  N#r&al

/ungsi &enurun %a"a a:al

An#&ali

lain ering 73*+*;8

Ti"ak iasa ke-uali atresia usus.

PENATALAKSANAAN

Bila usus atau #rgan intra a"#&en terletak "iluar a"#&en &aka ini akan &eningkatkan resik# kerusakan ila &ele:ati kelairan n#r&al. Ban4ak ali

(12)

&enganjurkan "ierlakukan seksi# sesaria untuk se&ua kasus gastr#s-isis "an #&%al#-ele. Pa"a ken4ataan a"an4a resik# kea&ilan n#r&al an4ala te#ri "an  %ersalinan %er5agina& ti"ak &eningkatkan resik# k#&%likasin4a. Atas "asar alasan terseut eera%a ali &erek#&en"asikan %ersalinan n#r&al. Ke-uali a"a alasan "ari  agian #stetrik untuk "ilakukan seksi# sesaria.

ela&a "ala& uterus janin "engan gastr#s-isis akan terlin"ung aik "ari trau&a "an k#&%likasi. etela lair usus 4ang ter%a%ar arus "ilin"ungi "ari trau&a infeksi "an "ei"rasi ke&u"ian a4i aru "a%at "ia:a se-ara a&an ke ru&a sakit rujukan setela %r#se"ur terseut "ijalankan. Bila "iagn#sis su"a "a%at "itegakan "ala& kan"ungan sangatla eralasan ila kelairan "ilakukan "i ru&a sakit %usat rujukan.

atu al 4ang %aling "i%eratikan "ala& gastr#s-isis a"ala usus 4ang &enja"i sangat rusak karena ter%a%ar 4ang fungsin4a juga sangat &enurun "an a4i akan &engala&i %era:atan "i ruang intensif untuk :aktu 4ang sangat la&a. e%erti "iketaui  a4i "engan gastr#s-isis&e&%un4ai usus 4ang sangat rusak teal kaku "an &engelu%as. ala satu te#ri "ari kerak ini a"ala "iseakan karena la&an4a usus ter%a%ar #le -airan a&ni#n &en4eakan kerusakan 4ang %r#gresif. Na&un %a"a ken4ataann4a eera%a a4i se"ikit atau ti"ak &e&%un4ai kerak 4ang &engelu%as ini.

Pr oprat"# 

egera "ierikan -airan &elalui jalur 5ena. Daera luas %a"a usus 4ang ter%a%ar &en4eakan keilangan -airan "an %anas 4ang -e%at "engan k#nsekuensi a"an4a s4#k i%#5#le&ik "an i%#ter&i. Kean4akan a4i tela &engala&i an4ak kerusakan iske&i  jaringan %a"a #rgan tuun4a karena "efisit %erfusi. Pe&erian -airan 2* &l?kg segera "ierikan setela ter%asang jalur intra5ena. 0esusitasi an4a &enggunakan D$?0L atau D$?0L "ita&a alu&in. Pe&erian -e%at setara "engan tiga sa&%ai e&%at kali ke-e%atan -airan ru&atan arus "i%astikan sa&%ai %r#"uksi urin &en-a%ai 1$ sa&%ai 2 &l?kg?ja& atau !* &l?kg?r.

Usus 4ang ter%a%ar arus "ilin"ungi "engan kasa le&ut &engan"ung Na9l "engan se"ikit larutan antise%tik. Ke&u"ian usus arus "ijaga agar usus ti"ak &eli%at "iatas te%i "efek seingga arteri &esenterika ti"ak terje%it. Bila "efek ke-il "an arteri

(13)

&esenterika terje%it &aka "ilearkan sa&%ai "i tenga 12 -& untuk &elearkan "efek "an &e&easkan je%itan. Lin"ungi usus "engan kasa gulung 4ang le&ut eera%a kali "iakiri "engan ikatan angka "ela%an akan &enjaga usus a"ekuat. Ba4i ke&u"ian "ite&%atkan %a"a kant#ng %lastik "engan ke%ala "iluar untuk &engurangi keilangan -airan ke u"ara luar.

egera "ierikan antii#tik s%e-tru& luas %e&asangan selang #r#gastrik untuk "ek#&%resi "an &en-ega %ne&#nia as%irasi. Usaa luar iasa "iutukan untuk &enjaga te&%eratur tuu n#r&al saat resusitasi "an trans%#rt. Alat trans%#rt 4ang aik arus "iusaakan. Bila kanulasi intra5ena &engala&i kesulitan &aka segera "ikiri& tan%a &enunggu. 7 /ilst#n @ Iant 1,($8

>%erasi %a"a gastr#s-isis ertujuan untuk &e&%eraiki "efek k#ngenital "i&ana seagian atau seluru usus eserta #rgan intra a"#&en era"a "i luar a"#&en. Menge&alikan #rgan#rgan terseut ke "ala& -a5u& a"#&en &elalui "efek &enutu% "efek ila &ungkin atau &e&uat kant#ng steril untuk &elin"ungi usus %a"a saat &ereka %erlaan &asuk ke -a5u& a"#&en.

Pa"a taun 1,', Allen an" )renn &elakukan &#"ifikasi %a"a tenik -uster=s untuk %enanganan gastr#s-isis. Le&aran ilasti- "ijaitkan %a"a "efek "in"ing a"#&en luas seluru ketealann4a "an &enutu%i seluru usus 4ang keluar re"uksi "i%er&u"a "engan %eregangan #t#t a"#&en &eng#s#ngkan la&ung "an kan"ung ke&i &eng#s#ngkan k#l#n se-ara &anual.

/akt#r uta&a untuk &ere"uksi isi a"#&en 4ang keluar a"ala &enurunkan  %era"angan usus 4ang &en4eakan %eruaan "ari kaku &enggu&%al &enja"i lunak lentur 4ang nanti akan &en4elina% &asuk ke r#ngga a"#&en. Penutu%an 4ang terlalu ken-ang "ari "in"ing a"#&en arus "iin"ari ila &ele:ati atas "iafrag&a akan &en4eakan %eningkatan tekanan ins%irasi untuk &engk#&%ensasi %eningkatan taanan  jalan nafas.

Pa"a u&u&n4a tekanan %un-ak ins%irasi PIPs lei tinggi "ari 2$ &&Hg arus "iin"ari Higfreuen-4 #s-illat#r4 &eru%akan alternatif untuk 5entilasi k#n5ensi#nal  ila tekanan intra a"#&en &ulai naik. eagai ta&aan  %enutu%an 4ang terlalu

(14)

ken-ang &engalangi 5en#us return ke jantung &engurangi -ar"ia- #ut%ut "an &enurunkan aliran "ara ginjal "an laju filtrasi ginjal. Tr#&#sis 5ena renalis "an gagal ginjal &ungkin terja"i. Hilangn4a aliran "ara &esenterika akan &eningkatkan  erke&angn4a NE9.

Untuk &engin"ari &asala ini "i%akai tenik untuk &e&#nit#r 9CP -entral 5en#us %ressure 79CP8 tekanan intra a"#&en tekanan intra 5esika "an tekanan "ala& gaster 4ang ti"ak #le lei "ari 2* -& H2> 76lasser 2**38.

Th$"k opra!"

Ba4i "iletakan %a"a %a"a &eja #%erasi "engan %engangat "ala& sta"iu& anastesi terintuasi. Antise%tik &e"an #%erasi "engan %#5i"#ne i#"ine. Ke&u"ian "aera 4ang tela "i antise%sis "itutu% "engan kasa steril "iatas a"#&en. Asisten &elakukan irigasi &elalui rektu& "engan kateter esar "engan larutan angat "engan 1; asetillsitein. Keteter "ii&ing &elalui usus sa&%ai se&ua &ek#niu& keluar.

Pr#se"ur ini "ilanjutkan "engan "ek#&%resi la&ung "an "u#"enu& "engan %i%a #r#gastrik. Ini akan &engurangi ukuran usus 4ang akan "i&asukan ke"ala& ka5u& a"#&en. Usus "an "in"ing a"#&en sekali lagi "i antise%sik "engan %#5i"#n i#"ine kasa steril "iganti "engan 4ang aru. Pe&ulu "ara u&ilikal "an urakus iasan4a terletak "ia:a kulit jau "ari "efek. Bila "efek "i a"#&en keerukuran ke-il &aka "i%erlear "engan irisan ke atas keara i%#i" "an ke a:a keara %uis. Kulit ti"ak  #le "i%isakan "ari te%i "efek untuk saat ini karena &asi &ungkin untuk

&enggunakan kantung sil#.

Din"ing a"#&en "iregangkan. ari sala satu tangan "iletakan %a"a "in"ing  %#steri#r a"#&en se"angakan jari tangan 4ang lain &enekan "engan k#nstan &enggunakan gerakan &e&ijat ke anteri#r "an lateral "in"ing. Pr#se"ur ini "ilakukan arus "engan kuat. Untuk relaksasi selanjutn4a &ungkin "iutukan %e&#t#ngan fasia  %a"a garis tenga "i a:a kulit ke atas ke i%#i" ke a:a ke %uis. Ke&u"ian "engan

"iseksi taja& 4ang atiati usus saling "i%isakan "an eksu"a t gelatine "i uang.

Pr#se"ur ini akan &e&easkan usus "ari %e&en"ekan "an kekakuan. Teta%i ti"ak %erlu "ilakukan tin"akan atau usaa untuk &engelu%as la%isan 4ang &engering.

(15)

Karena ini a"ala la%isan ser#&uskular 4ang &eneal e"e&a "an %ele%asann4a akan &en4eakan %er"araan. etela itu seluru usus "i%eriksa untuk &en-ari kelainan 4ang lain. Di-ari "aera "engan ganggren %erf#rasi atau atresia 4ang nantin4a akan "ireseksi "an "ilakukan anast#&#se usus ujung ke ujung. ekali lagi a"#&en "iregangkan ke segala ara ta%i kali ini "ierikan %elu&%u #t#t #le anestesi. Usus "ite&%atkan "ala& a"#&en "i&ulai "engan &eletakan "u#"enu& "an jejunu& "i seela kanan k#l#n "an seku& "iletakan "iseela kiri seingga %#sisi n#n r#tasi teta% "i%ertaankan. Terka"ang testis kiri era"a "iluar r#ngga a"#&en. Maka testis "i&asukan ke"ala& skr#tu& &elalui -in-in luar "an "ijaitkan "engan skr#tu&. Bila se&ua agian usus tela &asuk ke a"#&en 4ang tela "iregangkan &aka usaa selanjutn4a untuk &enutu% fasia "ala&  an4ak kasus %enutu%an fasia se-ara langsung "a%at "ilakukan. Menggunakan enang

as#rale 3* &#n#fila&en.

Bila %enutu%an fasia terlalu ken-ang &aka kulit "i"eseksi keelakang "ari "efek 2 -& "an fasia "ieaskan ke i%#i" "an ke %uis. etela &eregangkan kulit kulit "ijait sukutikuler "an "itutu% "engan %lester steril. Ini ti"ak &eninggalkan ernia 5entralis 4ang esar teta%i an4a "iastasis %a"a garis tenga 4ang akan "itutu% "engan &u"a %a"a taun %erta&a. Teta%i teta%i ila teta% ti"ak &e&ungkinkan &aka akan "igunakan la%isan silastik seteal ***+ in- "engan jaitan &atras atau angka "ela%an ke kulit fasia "an  %erit#neu& %er&ukaan 4ang alus "ia"a%kan ke usus ke"ua sil# ke&u"ian "ijait

"engan jaitan k#ntin4u setela itu "iantise%sis "engan %#5i"#n i#"ine. Dan "itutu% ulang "engan sil# la%isan ke"ua 70affens%erger 1,,*8.

Pa"a kea"aan usus 4ang u"e&a "an kaku sangat erat &ungkin ti"ak "a%at "ilakukan %eraikan %ri&er %a"a kelainan atresia atau sten#sis. Kelainan ini "a%at "i%eraiki "ala& :aktu '( &inggu %a"a saat ra"ang "an %enealan su"a &engala&i res#lusi. Bila a"a kasus 5#l5ulus atau nekr#sis usus 4ang ti"ak 5iael arus "ireseksi 4ang ke&u"ian langsung "i anast#&#sis. Teta%i ila kea"aan sangat jelek &aka "ilakukan enter#st#&i %r#ksi&al sesuai keutuan 76eissler 2***8.

Po!t opra!"

(16)

• Melakukan %enutu%an &en4eluru sesegera &ungkin. Tiga sa&%ai e&%at ari

searusn4a su"a "a%at &en4elesaikan %enutu%an ila &enggunakan sil#.

• Me&enui "an &enjaga 5#lu&e se-ara %enu. Mungkin &e&erlukan ju&la

-airan 4ang esar %a"a a4i 4ang &e&%un4ai &engala&i i%#%erfusi 4ang erat  %a"a integritas ka%ilern4a.

• Penga:asan analisa gas "ara "an tekanan 5ena sentral. Di%erlukan antuan %a"a

5entilasi "an kar"iak #ut%ut. Tekanan %#sitif "an eks%irat#ri sangatla %enting untuk a4i 4ang &engala&i kerusakan ka%iler.

• Mengenali se%sis sesegera &ungkin "engan %enga:asan itung tr#&#sit "an

 %enga:asan kultur "ara "an &elakukan tera%i seaik &ungkin ila itu &un-ul.

• Me&ulai nutrisi t#tal %arenteral sesegera setela %e&asangan &#nit#r 5ena

sentral. TPN "iteruskan sa&%ai %e&erian nutrisi %er#ral "a%at "iteri&a.

Teruta&a %a"a a4i 4ang &e&%un4ai 5#l5ulus atau atresia 4ang "ire%air akan &e&%un4ai usus 4ang %en"ek keti"ak &a&%uan &engk#nsu&si nutrisi %er #ral akan  erke%anjangan "an &enja"i &asala. Maka "ia"akan %eningkatan ertaa% 5#lu&e "an k#nsentrasi "ari f#r&ula %re"igesti "an "ijalankan sa&%ai "a%at &eneri&a 5#lu&e "an k#nsentrasi %enu. Baru ke&u"ian f#r&ula stan"ar" 4ang k#&%lek isa "ita&akan %a"a a:aln4a seagian ke-il "ari seluru 5#lu&e &akanan 7/ilst#n @ Iant 1,($8.

KOMPLIKASI

• Distress %erna%asan 7kesalaan %eletakan isi a"#&en akan &en4eakan

gangguan %enge&angan %aru8

•  Nekr#sis usus ? nekr#sis

• Bentuk %usar "a%at &engala&i entuk 4ang ti"ak n#r&al :alau%un "engan ekas

luka 4ang ti%is

(17)

• Bila kerusakan usus alus terlalu an4ak a4i &ungkin akan &engala&is#rt

 #:el s4n"r#&e "an &engala&i gangguan %en-ernaan "an %en4era%an.

PEN%EGAHAN

PROGNOSIS

Pr#gn#sis tergantung "ari "erajat eratn4a &asala 4ang &un-ul ter&asuk  %re&aturitas atresia usus usus 4ang %en"ek "an "isfungsi usus karena %era"angan.

Ban4ak e"a anak %er-a4a a:a %r#gn#sis &eningkat karena %e&eriksaan U6 "an "iagn#sis %a"a kea&ilan 4ang &en4eakan kita isa &enentukan -ara teraik untuk &elairkan a4i terseut. Pa"a suatu %enelitian &en4eutkan a:a %r#gn#sis #&%al#-ele tiga kali lei uruk "ian"ing "engan gastroschisis karena seringn4a kasus 4ang eruungan "engan kelainan k#ngenital 4ang lain.

BAB III

PENUTUP

(18)

1. 9ung DH. Be"a Pe"iatri. Dala&F aist#n D9 %en4unting. Buku ajar e"a. E"isi GIG. akartaF E69 2**+..1855 - 1856.

2. Le"etter D. 6astr#s-isis an" >&%al#-ele. urg 9lin N A&. 2**' ('F2!,  2'*.

3. 6lasser 6. Pe"iatri- >&%al#-ele an" 6astr#s-isis. 2*1*. Diun"u "ari tt%F??e&e"i-ine.&e"s-a%e.-#&?arti-le?,+$$(3#5er5ie: 1' anuari 2*1!.

!. B#4kin K. 6astr#s-isis 5s >&%al#-ele. 2*11. Diun"u "ariF tt%F??:::.s.lsus-.e"u?Pe"iatri-s?"#-u&ents?6astr#s-isis;2*5s

;2*>&%al#-ele.%"f  1' anuari 2*1!.

$. 0agar:al. Prenatal Diagn#sis #f Anteri#r A"#&inal )all Defe-tF Pi-t#rial Essa4. In"  0a"i#l I&ag. 2**$ 1$F3F3'13+2.

Hardjodisastro D. Menuju seni ilmu kedokteran. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama; 2006.h.49.

Gambar

Gambar 1 . Gastroschisis
Gambar 2. USG Gastroschisis

Referensi

Dokumen terkait

Data diperoleh melalui wawancara dengan informan kunci, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan melakukan survei dasar dengaan pemilihan dan ukuran sampel berdasar

Metode pembelajaran merupakan jalan atau cara yang dapat ditempuh oleh setiap pendidik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) guna mencapai tujuan pendidikan seefektif

Tarian ini terpecah menjadi beberapa jenis, seperti Serimpi Dhempel, Serimpi Babul Layar, Serimpi Genjung, Serimpi Padhelori, Serimpi Among Beksa, Serimpi Cina, dan Serimpi

-Bukti pelaksanaan prtemuan monitoring &amp; evaluasi kinerja melibatkan linprog &amp; linsek -bukti2 saran inovatif dari linprog &amp; Linsek -Bukti keterlibatandlm

kepadatan 200 ekor ikan grass carp paling cocok karena dilihat dari jumlah persediaan benih tidak terlalu banyak bila dibandingkan bila menggunakan 400 ekor dan bila dilihat

Penilaian dilakukan oleh dua ahli, yaitu Dosen Pendidikan Teknik Elektro UNY dan Guru Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Nasional Berbah..  penilaian ahli

Berbagai cara digunakan untuk membuat Ahmad bin Hanbal mengakui Al-Qur’an adalah makhluk, namun tidak ada yang berhasil.. Setelah Al-Makmun meninggal, pemerintahan pindah ke