• Tidak ada hasil yang ditemukan

percobaan 7 PENENTUAN KETEBALAN RAMBUT D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "percobaan 7 PENENTUAN KETEBALAN RAMBUT D"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENENTUAN KETEBALAN RAMBUT DENGAN MENGGUNAKAN DIFRAKSI SINAR LASER

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala

pada benda-benda di alam. Gejala tersebut dapat berupa gejala alam yang

tidak hidup beserta interaksi dalam ruang lingkup dan waktu. Para ahli

fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat

beragam, mulai dari partikel submiskroskopik yang membentuk segala

materi (fisika material) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu

kesatuan. Misalkan saja partikel yang dimaksud adalah rambut.

Rambut merupakan biomaterial berserabut yang tumbuh dari

folikel dan ditentukan dalam dermis. Biomaterial penting pada rambut

terdiri dari protein terutama keratin. Salah satu yang berpengaruh

terhadap sifat mekanik rambut adalah diameter serat rambut tersebut.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka praktikum penentuan

ketebalan rambut dengan menggunakan sinar laser perlu dilakukan.

2. Tujuan

Tujuan dari praktikum penentuan ketebalan rambut dengan

menggunakan difraksi sinar laser adalah sebagai berikut:

a. Untuk menetukan ketebalan rambut dengan menggunakan difraksi sinar laser yang ditembakkan ke rambut.

(2)

B. KAJIAN TEORI

Difraksi adalah peristiwa dimana gelombang dilenturkan atau

melebar di tepi celah dan pinggiran penghalang cahaya. Cahaya tidak lagi

merambat menurut garis lurus, dan hal ini menyebabkan terjadinya

interferensi hingga tepi-tepi bayangan menjadi tidak tajam melainkan kabur.

Peristiwa difraksi juga membatasi kecilnya benda yang dapat dilihat, serta

membatasi ketepatan hasil pengukuran (Bueche, 2006).

Laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga dapat dikatakan efek dari mekanika kuantum.

Dalam teknologi laser, cahaya yang koheren menunjukkan suatu

sumber cahaya yang memancarkan panjang gelombang yang diidentifikasi dari frekuensi yang sama, beda fase yang konstandan polarisasinya. Selanjutnya untuk menghasilkan sebuah cahaya yang koheren dari medium lasing adalah dengan mengontrol kemurnian, ukuran, dan bentuknya. Keluaran yang berkelanjutan dari laser dengan amplitudo-konstan (dikenal

sebagai CW atau gelombang berkelanjutan), atau detak, adalah dengan menggunakan teknik Q-switching, modelocking, atau gain-switching.

Jika sebuah gelombang membentur sebuah pembatas yang

mempunyai sebuah celah yang ukuranya mendekati panjang gelombangnya,

(3)

menyebar keluar, akan berdifraksi masuk ke sisi satunya melintasi batasan

tersebut. Difraksi terjadi untuk segala jenis gelombang, tidak hanya

gelombang cahaya. Difraksi membatasi optika geometri, dimana kita

merepresentasikan sebuah gelombang elektromagnetik dengan sinar. Jika

kita coba membentuk sinar dengan mengirimkan cahaya melalui sebuah

celah yang sempit, atau melalui serangkaian celah-celah yang sempit,

difraksi akan selalu menyebabkan cahaya melebar (menyebar).

Sesungguhnya semakin sempit kita membuat celah, semakin besar

sebarannya (Halliday, 2010 ).

Difraksi adalah peristiwa dimana gelombang dilenturkan atau

melebar di tepi celah dan pinggiran penghalang cahaya. Cahaya tidak lagi

merambat menurut garis lurus, dan hal ini menyebabkan terjadinya

interferensi hingga tepi-tepi bayangan menjadi tidak tajam melainkan kabur.

Peristiwa difraksi juga membatasi kecilnya benda yang dapat dilihat, serta

membatasi ketepatan hasil pengukuran. Berkas cahaya manokromatik yang

melewati celah sempit maka cahaya akan jatuh pada layar sehingga berkas

untuk bintik akan terlihat. Berkas-berkas tersebut akan berfase sama

sehingga akan ada titik terang ditengah layar. Berkas yang lewat tepat

ditengah celah akan menempuh setengah panjang gelombang lebih jauh dari

berkas yang datang dari bagian bawah. Kedua berkas ini akan berlawanan

fase satu sama lain dan akanberinterferensi desdruktif, dengan demikian

semua berkas berinterferensi desdruktif dalam pasangan-pasangan sehingga

(4)

C. METODE PRAKTIKUM

1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum penentuan

ketebalan rambut dengan menggunakan difraksi sinar laser ini dapat

dilihat pada Tabel 7.1 berikut:

Tabel 7.1 Alat dan Bahan Percobaan Penentuan Ketebalan Rambut dengan Menggunakan Difraksi Sinar Laser

No. Alat dan Bahan Kegunaan

1. Meja Optik Sebagai tempat menampilkan hasil difraksi 2. Rel Presesi Sebagai penyangga

3. Tumpukan berpenjepit Sebagai tempat objek amatan. 4. Sinar laser Sebagai sumber sinar.

5. Mistar Untuk mengukur jarak bahan amatan denganlayar.

6. Rambut Sebagai objek amatan

(5)

Prosedur kerja pada percobaan penetuan ketebalan rambut

dengan menggunakan difraksi sinar laser ini adalah sebagai berikut:

a. Meletakkan rangkaian seperti pada gambar di bawah.

Gambar 7.1 Rangkaian Percobaan Penentuan Ketebalan Rambut dengan Difraksi Sinar Laser

b. Mengusahakan agar sinar laser yang keluar dari sumber tepat jatuh

menyentuh rambut.

c. Mengukur jarak antara posisi rambut dengan layar.

d. Mengukur jarak antara pola terang pertama sampai seterusnya yang

bisa terdeteksi oleh mata.

e. Dengan menggunakan rumusan persamaan (1) atau (2) dan data-data

yang diperoleh menetukan ketebalan rambut.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN

(6)

a. Data Pengamatan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka diperoleh

data pengamatan dapat dilihat pada Tabel 7.2 berikut:

Tabel 7.2 Data Pengamatan Percobaan Penentuan Ketebalan Rambut dengan Menggunakan Difraksi Sinar Laser

No. X (m) Y (m)

1. 0,5 0,015

2. 0,6 0,02

3. 0,7 0,023

b. Analisis Data

1) Mengukur sudut difraksi

Untuk x = 0,5 m dan y = 1,5 m

tanθ=y

x

tan

θ

=

1,5

0,5

tan θ = 3s

θ = arc tan (3) = 1,25

(7)

dmax =

Dengan cara yang sama untuk data yang lain dapat dilihat pada Tabel

7.3 berikut:

Tabel 7.3 Data keseluruhan analisis percobaan

No. x(m) y(m) θ dmax (m) dmin(m) d(m)

1. 0,6 2 1,29 11,83 12,79 0,96

(8)

2. Pembahasan

Difraksi adalah penyebaran gelombang atau lenturan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah sempit. Contohnya

sinar laser, karena adanya halangan. Semakin kecil halangan, penyebaran

gelombang semakin besar. Gejala difraksi dapat dipandang sebagai peristiwa hamburan yang disebabkan oleh gangguan yang berkaitan

dengan kehadiran suatu permukaan dengan sifat permukaan.

Jika cahaya tunggal dijatuhkan pada permukaan yang halus seperti

pada rambut, maka gelombang akan mengalami difraksi oleh efek

permukaan rambut dimana pada sisi samping kiri dan kanan rambut akan

mengalami lenturan yang oleh Huigens dianggap sebagai kehadiran dua

sumber baru pada sisi samping kiri dan kanan rambut sehingga superposisi

gelombang yang bersala dari kedua sisi dapat menhasilkan pola terang

gelap pada layar. Pola gelap menunjukkan superposisi gelombang yang

destruktif sedangkan pola terang menunjukkan superposisi gelombang

yang bersifat konstruktif. Untuk menununjukkan adanya gejalah difraksi

ini kita dapat menggunakan difraksi sinar laser pada rambut. Dalam

praktikum ini kita menentukan ketebalan rambut dengan difraksi sinar

laser.

Perlakukan pertama yang dilakukan yaitu dengan meletakan

rambut pada pemegang material yang di bawahnya terdapat tumpukan

berpenjepit agar dapat diletakan pada rel presesi. Kemudian, laser

(9)

pada objek amatan yaitu rambut. Sinar laser tepat mengenai rambut,

terlihat pada layar terbentuk pola terang gelap. Hal ini terjadi karena

gelombang sinar laser akan mengalami difraksi oleh efek permukaan

rambut dimana pada sisi samping kiri dan kanan rambut akan mengalami

lenturan.

Ada 2 sumber baru pada sisi samping kiri dan kanan rambut,

sehingga superposisi gelombang yang berasal dari kedua sisi dapat

menghasilkan pola terang gelap pada layar. Pola gelap menunjukan

superposisi yang destruktif sedangkan pola terang menunjukkan

superposisi gelombang yang bersifat konstruktif. Dengan adanya pola

terang gelap pada layar, maka dapat ditentukan ketebalan rambut tersebut.

Ketebalan rambut dapat diketahui dengan mencari selisih antara

interferensi minimum dengan intefernsi maksimum. Interfernsi minimum

dapat diketahui dengan cara menambahkan orde yang digunakan dengan

0,5 kemudian mengalihkan dengan besar panjang gelombang sinar laser

dan membagi hasil keduanya dengan sinus sudut difraksi. Panjang

gelombang sinar laser yaitu 680 x 10-12 m dan menggunakan pola terang

ke-5 atau orde (n) 5. Interferensi maksimum dapat diketahui dengan

mengalihkan orde dengan panjang gelombang sinar laser dan membaginya

Gambar

Tabel  7.1  Alat  dan  Bahan  Percobaan  Penentuan  Ketebalan  Rambut  denganMenggunakan Difraksi Sinar Laser
Gambar 7.1 Rangkaian Percobaan Penentuan Ketebalan Rambut
Tabel 7.3 Data keseluruhan analisis percobaan θ

Referensi

Dokumen terkait