150
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PENGGAJIAN UNTUK MENDUKUNG KETETAPAN HASIL
PERHITUNGAN BALAS JASA UNTUK PEGAWAI PADA
PT.VARIA USAHA BETON PT. VARIA USAHA BETON
Eka Damayanti Pusparini, Tri Lestari, Mahsina
Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bhayangkara Surabaya [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan ketetapan hasil perhitungan balas jasa dalam pembayaran gaji yang sesuai pada PT. Varia Usaha Beton. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi penggajian yang diterapkan masih memiliki beberapa kelemahan, disebabkan masih adanya kekurangandidalam sistem penggajian, hal ini dapat dilihat dari : 1) tidak adanya bagian pengawas dan penjagaan yang ketat pada saat karyawan melakukan absensi jam masuk kerja maupun pulang kerja, 2) tidak adanya fungsi pengawasan terhadap proses fingerprint sehingga proses pencatatan waktu tidak valid.
Kata Kunci : Sistem Informasi Akuntansi Penggajian, Hasil Perhitungan Balas Jasa
ABSTRACT
Aim of this research is to increase the fixity of calculation result of remuneration in appropriate payroll in company PT. Varia Usaha Beton. This research is the qualitative descriptive research.Then result of the analysis indicate that the information system of payroll accountancy applied by the management still have several weakness can be caused by the weakness in payroll, can be seen from: (1) there is no strict controlling and monitoring division when the employees are doing attendance in time of coming to work and leaving for home, (2) there is no controlling function to fingerprint process so that the time recording process is not valid.
Keywords: information system of payroll accountancy, calculation result of remuneration
PENDAHULUAN
Sebagai tenaga kerja, manusia merupakan penggerak jalannya aktivitas
151 tepat merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam
mencapai tujuannya. Pemberian kondisi kerja yang baik, perlakuan yang adil dari
atasan, promosi, dan tunjangan yang kompetitif sangat diperlukan. Hal tersebut
diharapkan dapat membuat kayawan menjadi lebih termotivasi untuk bekerja dan
kinerjanya dapat meningkat. Oleh karena itu, faktor kesejahteraan pegawai adalah
hal mutlak yang harus diperhatikan oleh para pemilik perusahaan.
Sebagai imbalan kepada sumber daya tersebut, maka perusahaan
memberikan serangkaian penghargaan dimana salah satu komponennya adalah
gaji. Gaji mempunyai arti sebagai suatu penghargaan dari usaha karyawan atau
tenaga kerja yang sudah pasti jumlahnya pada setiap waktu. Gaji atau upah yang
diberikan kepada karyawan dan karyawati setiap akhir periode tertentu (umumnya
setiap akhir bulan), merupakan salah satu bentuk manfaat/kompensasi yang
bersifat rutin yang diberikan oleh perusahaan. Selain itu, karyawan juga berhak
atas bentuk manfaat/kompensasi non rutin. Manfaat/kompensasi non-rutin
biasanya diberikan sebagai balas jasa tambahan atas prestasi kerja yang dicapai
karyawan atau diberikan dalam situasi-situasi tertentu. Manfaat/kompensasi
non-rutin diantaranya adalah bonus, tunjangan hari raya, tunjangan pensiun, opsi
saham dan sebagainya.
Salah satu manfaat dari Sistem Informasi Akuntansi adalah memberikan
informasi tentang kegiatan-kegiatan perusahaan sehingga manajemen dapat
mengambil keputusan yang penting. Pengambilan keputusan yang terkait
termasuk didalamnya yaitu membuat perencanaan dan pengendalian serta
membantu perusahaan dalam proses penciptaan pendapatan. Mengingat
pentingnya kebijakan penggajian saat ini, maka diperlukan juga sistem informasi
yang tepat untuk mengendalikannya.
Sistem penggajian merupakan salah satu komponen terbesar dan tepenting
dalam sistem informasi akuntansi. Sistem penggajian dan pengupahan harus
didesain untuk memenuhi peraturan pemerintah dan juga kebutuhan informasi
pihak manajemen. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem informasi akunayang
memadai terhadap gaji sehingga dapat diperoleh informasi tentang gaji yang
152 Dengan adanya sistem informasi akuntansi yang baik diharapkan dapat
menghindari adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di perusahaan.
Selain itu suatu sistem yang baik juga akan mendorong produktivitas yang tinggi
dan memberikan kontribusi atas tercapainya tujuan perusahaan. Maka penulis tertarik untuk melakukan penulisan ilmiah yang berjudul “Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian untuk Mendukung Ketetapan Hasil Perhitungan Balas Jasa untuk Pegawai pada PT. Varia Usaha Beton di Sidoarjo”
TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi Akuntansi
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Romney dan Steinbart (2011)
menyatakan bahwa, Sistem Informasi Akuntansi adalah sumber daya manusia dan
modal dalam organisasi yang bertanggung jawab untuk (1) persiapan informasi
keuangan dan (2) informasi yang diperoleh dari mengumpulkan dan memproses
berbagai transaksi perusahaan.
Gaji
Mardi (2011:107), adalah sebuah bentuk pembayaran atau sebuah hak
yang diberikan oleh sebuah perusahaan atau instansi kepada pegawai. Sedangkan
pengertian gaji menurut Mulyadi (2016:309), adalah pembayaran atas penyerahan
jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer,
sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang
dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Umumnya gaji dibayarkan secara
tetap per bulan, sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja,
atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan.
Sistem Informasi Akuntansi Penggajian
Adalah sistem pembayaran atas jasa yang diserahkan oleh karyawan yang
bekerja sebagai manajer, atau karyawan yang gajinya dibayarkan perbulan, tidak
tergantung dari jam, hari kerja atau jumlah produk yang dihasilkan. Sedangkan
pengupahan adalah pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh
karyawan pelaksanaan atau buruh yang upahnya dibayarkan berdasarkan dari jam,
153 Dokumen yang Digunakan dalam Sistem Penggajian
Dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh manajemen dari kegiatan
penggajian dan pengupahan menurut Mulyadi (2016:310) adalah:
1. Dokumen Pendukung Perubahan Gaji dan Upah.
Dokumen-dokumen ini umumnya dikeluarkan oleh fungsi kepegawaian
berupa surat-surat keputusan yang terkait dengan karyawan, seperti misalnya
surat keputusan keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat,
perubahan tarif upah, penurunan pangkat, pemberhentian sementara dari
pekerjaan (skorsing), pemindahan, dan lain sebagainya. Tembusan
dokumen-dokumen ini dikirimkan ke fungsi pembuat daftar gaji dan upah untuk
kepentingan pembuatan daftar gaji dan upah.
2. Kartu Jam Hadir.
Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam hadir
setiap karyawan di perusahaan. Catatan jam hadir karyawan ini dapat berupa
daftar hadir biasa, dapat pula berbentuk kartu hadir yang diisi dengan mesin
pencatat waktu.
3. Kartu Jam Kerja.
Dokumen ini digunakan untuk mencatat waktu yang digunakan oleh tenaga
kerja langsung pabrik guna mengerjakan pesanan tertentu. Dokumen ini diisi
oleh penyelia pabrik dan diserahkan ke fungsi pembuat gaji dan upah untuk
kemudian dibandingkan dengan kartu jam hadir, sebelum digunakan untuk
distribusi biaya upah langsung kepada setiap jenis produk atau pesanan.
4. Daftar Gaji dan Daftar Upah.
Dokumen ini berisi jumlah gaji dan upah bruto setiap karyawan, dikurangi
potongan-potongan berupa PPh Pasal 21, utang karyawan, iuran untuk
organisasi karyawan, dan lain sebagainya.
5. Rekap Daftar Gaji dan Rekap Daftar Upah.
Dokumen ini merupakan ringkasan gaji dan upah per departemen, yang
dibuat berdasarkan daftar gaji dan upah. Dalam perusahaan yang produksinya
berdasarkan pesanan, rekap daftar upah dibuat untuk membebankan upah
154 bersangkutan. Distribusi biaya tenaga kerja ini dilakukan oleh fungsi
akuntansi biaya dengan dasar rekap daftar gaji dan upah.
6. Surat Pernyataan Gaji dan Upah.
Dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah bersamaan
dengan pembuatan daftar gaji dan upah atau dalam kegiatan yang terpisah
dari pembuatan daftar gaji dan upah. Dokumen ini dibuat sebagai catatan bagi
setiap karyawan mengenai rincian gaji dan upah yang diterima setiap
karyawan beserta berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan.
7. Amplop Gaji dan Upah.
Uang gaji dan upah karyawan diserahkan kepada setiap karyawan dalam
amplop gaji dan upah. Di halaman muka amplop gaji dan upah setiap
karyawan ini berisi informasi mengenai nama karyawan, nomor identifikasi
karyawan dan jumlah gaji bersih yang diterima karyawan dalam bulan
tertentu.
8. Bukti Kas Keluar.
Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi
akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji
dan upah yang diterima dari fungsi pembuat daftar gaji dan upah.
Prinsip-prinsip Ketetapan Hasil Perhitungan Balas Jasa pada Pegawai Balas jasa/kompensasi yang diterima oleh karyawan dapat
bermacam-macam bentuknya. Balas jasa untuk pegawai menurut Badan Pusat Statistik
adalah mencakup
komponen:
1. Upah dan gaji
Gaji adalah merupakan pendapatan yang jumlahnya dihitung pertahun, atau
per minggu (Hongren, 2009). Menurut Niswonger, Warren dan Fess (2008)
mendefinisikan gaji biasanya digunakan untuk pembayaran atas jasa manajerial,
administratif dan jasa-jasa yang sama. Tarif gaji biasanya diekspresikan dalam
periode bulan atau tahunan. Jadi dapat disimpulkan, gaji adalah semua imbalan
yang diberikan kepada karyawan yang telah melaksanakan tugas dan
155 ataupun tahunan. Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan
dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada
pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja,
kesepakatan, atau peraturan perundang undangan, termasuk tunjangan bagi
pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau
akan dilakukan (UU. No. 13 tentang Ketenagakerjaan).
2. Tunjangan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tambahan benefit yang ditawarkan
pada pekerja adalah pemakaian kendaraan, makan siang gratis, bunga pinjaman
rendah atau tanpa bunga, jasa kesehatan, bantuan liburan, dan skema pembelian
saham pada tingkatan tinggi. Menurut Flippo (1994), bahwa salah satu bentuk
kompensasi tambahan adalah berupa tunjangan yang bertujuan untuk membuat
karyawan "mengabdikan hidupnya" pada organisasi dalam jangka panjang.
Perusahaan biasanya lebih memilih untuk memberikan tunjangan lebih besar
dibanding menambah gaji, hal ini disebabkan tunjangan hanya dikenakan pajak
rendah atau bahkan tidak dikenakan pajak.
3. Dana pensiun
Dana pensiun (pension fund) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007)
adalah dana yang dihimpun oleh suatu perusahaan atau serikat pekerja atau badan
usaha milik pemerintah atau organisasi lain. Sedangkan menurut Undang-Undang
nomor 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun, dana pensiun adalah Badan Hukum
yang mengolah dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun.
Tujuan dana pensiun ini adalah untuk membuat cadangan dana sebagai
pembayaran pensiun bagi pegawainya yang telah memasuki masa pensiun.
4. Asuransi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007), asuransi (insurance) adalah
perjanjian antara penanggung dan tertanggung yang mewajibkan tertanggung
untuk membayar sejumlah premi. Premi tersebut digunakan untuk memberikan
penggantian atas risiko kerugian atau rugi, kerusakan, kematian, atau kehilangan
keuntungan (laba) yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tidak
156 Perasuransian, asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan
mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima
premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena
kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung
jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul
dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang
didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
METODE PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif deskriptif adalah suatu
metode penelitian yang berusaha mengumpulkan, menyajikan serta menganalisis
data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai obyek yang
diteliti.
Jenis data yang digunakan adalah:
1. Data primer, semua data dan informasi yang secara langsung berhubungan
dengan peneltian ini, diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mengenai
struktur organisasi, sistem penggajian, dan pengupahan pada PT. Varia Usaha
Beton.
2. Data sekunder, merupakan data yang berasal dari hasil penelitian kepustakaan,
literatur kuliah, makalah, serta literatur lainnya yang berhubungan dengan
penggajian.
Adapun unit analisis dari penelitian ini adalah “Sistem akuntansi penggajian yang dilakukan oleh perusahaan mempengaruhi ketetapan hasil
perhitungan balas jasa untuk pegawai pada PT. Varia Usaha Beton”.
Teknik pengumpulan data Dalam melakukan pengumpulan data, penulis
melakukan 2 (dua) teknik pengambilan data yaitu : 1) Studi lapangan yang terdiri
dari observasi atau pengamatan dan wawancara, 2) studi literatur dan studi
kepustakaan.
Teknik analisis data yang digunakan dalam peneltian adalah bersifat kualitatif.
157 1. Pendeskripsian obyek penelitian
Mendeskripsikan obyek penelitianyang akan diteliti tentang penerapan sistem
informasi akuntansi penggajian untuk mendukung ketetapan hasil perhitungan
balas jasa untuk pegawai pada PT. Varia Usaha Beton.
2. Identifikasi data sistem informasi akuntansi penggajian.
Mengidentifikasi data untuk mengambarkan keadaan yang ada dalam suatu
kondisi yang ada di perusahaan untuk diadakan perbandingan anatara teori
yang terdapat pada literatur dengan keadaan yang sebenarnya.
3. Analisis susunan sistem informasi akuntansi penggajian yang diterapkan pada
PT. Varia Usaha Beton.
Analisis susunan sistem informasi akuntansi penggajian pada PT. Varia Usaha
Beton.
4. Evaluasi kelemahan sistem informasi akuntansi penggajian pada PT. Varia
Usaha Beton.
Dari hasil menganalisa data di perusahaan dapat diketahui kelemahan pada
sistem informasi penggajian pada PT. Varia Usaha Beton.
5. Analisis usulan rekomendasi atas sistem informasi akuntansi penggajian pada
PT. Varia Usaha Beton.
Memberikan rekomendasi atas kelemahan yang ditemukan dari penelitian yang
ada diperusahaan.
6. Kesimpulan dan saran
Memberikan kesimpulan yang berlaku untuk perusahaan dan disertai dengan
saran perbaikan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Komponen Gaji/Imbal Jasa Bagi Pegawaipada PT. Varia Usaha Beton
Komponen gaji/imbal jasa bagi pegawai yang menjadi kebijakan perusahaan
adalah sebagai berikut:
1. Gaji pokok
158 Pemberian tunjangan terkait dengan kebijakan yang ditentukan oleh perusahan,
misalnya THR, tunjangan jabatan, tunjangan tetap, tunjangan lokal dan
lain-lain.
3. Tunjangan Keluarga
Pemberian tunjangan keluarga ini diberikan kepada staf PT. Varia Usaha Beton
setiap bulannya atau yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang
berstatus tetap.
4. Uang makan.
5. Uang Lembur (Overtime)
Merupakan upah yang dibayarkan kepada pegawai sebagai kompensasi dari
lembur yang dilakukan. Seperti tunjangan transportasi, pegawai wajib
mengajukan surat kesepakatan lembur (SKL), yang menyebutkan jumlah
overtime yang ingin dikalkulasi sebagai bagian imbal hasil. Surat ini juga harus
diotorisasi oleh atasan langsung pegawai yang bersangkutan.
6. Intensif Kehadiran
7. Cash Bon
Pemberian pinjaman atau cash bon diberikan oleh perusahaan kepada
karyawannya sebagai fasilitas kepada karyawan yang memang membutuhkan
pinjaman.
Selain unsur-unsur atau komponen gaji yang diberikan oleh PT. Varia Usaha
Beton kepada pegawainya, berikut ini adalah pemotongan pendapatan pegawai,
yaitu terdiri dari :
1. BPJS Ketenagakerjaan
Merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja
untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraan nya
menggunakan mekanisme asuransisosial. Pemberi Kerja (Perusahaan) dalam hal
ini selain mendaftarkan juga menarik iuran dari Pekerja dan membayarkan
berdasarkan pembagian kewajiban antara Pemberi Kerja dan Pekerja.
2. BPJS Kesehatan
Merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada
159 Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil,
Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta
keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.
3. Pph Pasal 21
4. Biaya Komunikasi
5. Cicilan Koperasi
Merupakan cicilan atas utang pegawai terhadap Koperasi PT. Varia Usaha Beton.
Cicilan koperasi akan dipotong langsung dari gaji pegawai. Berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan banyak kelemahan yang
terdapat pada sistem informasi akuntansi penggajian pada PT. Varia Usaha Beton
yaitu:
1. Struktur organisasi pada PT. Varia Usaha Beton ini masih belum memadai
karena masih memiliki kelemahan, yaitu tidak adanya bagian pengawasan dan
penjagaan yang ketat pada saat karyawan melakukan absensi jam masuk kerja
maupun pulang kerja. Dikhawatirkan akan terjadi kecurangan absensi yang
dilakukan oleh karyawan. Dengan menggunkanfingerprint absensi kehadiran
karyawan tidak diragukan lagi, akan tetapi karyawan bisa memanipulasi
kehadirannya.
2. Pada prosedur pencatatan waktu PT. Varia Usaha Beton masih memiliki
kelemahan, yaitu tidak adanya fungsi pengawasan terhadap proses fingerprint
sehingga prosedur pencatatan waktu tidak valid. Dengan menggunakan
fingerprint absensi kehadiran karyawan tidak diragukan lagi, namun jika tidak
adanya bagian pengawasan, karyawan bisa memanipulasi absensi lembur.
Adapun analisis rekomendasi solusi atas kelemahan yang ditemukan pada
PT. Varia Usaha Beton adalah sebagai berikut:
1. Dalam struktur organisasi pada PT. Varia Usaha Beton ini masih belum
memadai karena masih memiliki kelemahan yaitu tidak adanya bagian
pengawasan dan penjagaan yang ketat pada saat karyawan melakukan absensi
jam masuk kerja maupun pulang kerja. Sehingga mengakibatkan terjadinya
160 adalah penambahan bagian pengawasan yang ketat oleh bagian GA (General
Affair) Manajer dan Koordinator GA yang bertugas pada saat jam masuk kerja
dan jam pulang kerja.
2. Pada prosedur pencatatan waktu PT. Varia Usaha Beton masih memiliki
kelemahan, yaitu tidak adanya fungsi pengawasan terhadap proses fingerprint
sehingga proses pencatatan waktu tidak valid. Sehingga mengakibatkan
karyawan bisa memanipulasi absensi atas lembur yang dilakukan tanpa adanya
pengawasan. Sehingga solusinya perlu adanya penambahan bagian
pengawasan yang ketat oleh bagian GA (General Affair) Manajer dan
Koordinator GA yang bertugas pada saat jam masuk kerja dan jam pulang
kerja, maupun pada saat karyawan lembur sehingga tidak akan ada yang
melakukan tindakan kecurangan dalam hal absensi.
Berikut merupakan alur flowchart usulan dari penulis atas penerapan sistem
informasi akuntansi penggajian untuk mendukung ketetapan hasil perhitungan
balas jasa untuk pegawai pada PT. Varia Usaha Beton yang terdapat pada gambar
161
Dept.Pengawas Bagian Pencatat Waktu Bagian Kepegawaian Bagian Gaji
Mulai
162
Bagian Akuntansi Bagian Keuangan Bank
Memeriksa
Bagan Alir (Flowchart) Usulan Penggajian PT. Varia Usaha Beton (Lanjutan)
SIMPULAN
1. Struktur organisasi pada PT. Varia Usaha Beton masih belum memadai, yaitu
tidak adanya bagian pengawas dan penjagaan yang ketat pada saat karyawan
melakukan absensi jam masuk kerja maupun pulang kerja. Dikhawatirkan akan
terjadi kecurangan absensi yang dilakukan oleh karyawan. Dengan
menggunkanfingerprint memang absensi kehadiran karyawan tidak diragukan
lagi, akan tetapi karyawan bisa memanipulasi kehadirannya;
2. Dalam prosedur pencatatan waktu PT. Varia Usaha Beton masih memiliki
163
fingerprint sehingga proses pencatatan waktu tidak valid, misalnya terjadi
kecurangan absensi yang dilakukan oleh karyawan.
SARAN
Berdasarkan uraian kesimpulan diatas, peneliti mencoba untuk memberikan
saran dan rekomendasi kepada perusahaan sebagai berikut:
1. Dalam hal struktur organisasi pada PT. Varia Usaha Beton ini perlu adanya
penambahan bagian pengawasan yang ketat oleh bagian GA (General Affair)
Manajer dan Koordinator GA yang bertugas pada saat jam masuk kerja dan jam
pulang kerja, sehingga tidak akan ada yang melakukan tindakan kecurangan
dalam hal absensi.
2. Dalam hal bagian pencatatan waktu pengontrolan ini dimungkinkan dan
dikhawatirkan adanya kesalahan yang disebabkan karena tidak adanya
pengawasan yang ketat pada saat karyawan melakukan absensi. Sehingga perlu
adanya penambahan bagian pengawasan yang ketat oleh bagian GA (General
Affair) Manajer dan Koordinator GA yang bertugas pada saat jam masuk kerja
dan jam pulang kerja, sehingga tidak akan ada yang melakukan tindakan
kecurangan dalam hal absensi.
DAFTAR PUSTAKA
Hermawan, Sigit dan Masyhad 2006, Akuntansi untuk Perusahaan Jasa dan Dagang,
Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
James A. Hall diterjemahkan oleh Thomson Learning, 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Pertama,Salemba Empat, Jakarta.
Mulyadi 2016, Sistem Akuntansi, Jakarta, Salemba Empat.
Romney, Marshall B dan Steinbart, John 2011,Sistem Informasi Akuntansi, Salemba Empat, Jakarta.
164 Samsudin, Sadili; Wijaya, E. 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan
Kedua, Pustaka Setia, Bandung.
Winarno, Wing Wahyu, 2006. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Kedua. Penerbit UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Yin, K Robert. 2009, Studi Kasus dan Metode, Edisi Sembilan, Rajawali, Jakarta.
Mu’alipah. 2013, Evaluasi Pelaksanaan Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi Penggajian dan Pengupahan pada PT. Perintis Delta Teknik Di Sidoarjo,
Skripsi, Universitas Bhayangkara, Surabaya.
Ratna Sari, Dwi. 2012, Analisis Sistem Pengendalian Internal Siklus Penggajian pada PT. Gosepa Tour & Travel, Skripsi, Universitas Negeri, Surabaya.