EDU 3053
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Konsep
Domain-domain
Prinsip-prinsip
Konsep Teknologi Pendidikan
Pengenalan dan Konsep Teknologi
Teknologi adalah keupayaan dalam menggunakan pengetahuan sama ada pengetahuan saintifik atau pengetahuan lain yang tersusun (other organized knowledge) yang digunakan secara sistematik sehingga mampu mempamerkan amalan yang praktikal dalam melaksanakan sesuatu tugas sehingga tugas tersebut mencapai kejayaan, Galbraith (1967).
Pengenalan Saintifik
Himpunan ilmu dan pengetahuan yang telah diuji dan dinyatakan dalam bentuk satu prinsip.
Pengetahuan Lain Yang Tersusun
Pengetahuan yang belum diuji dan dibuktikan secara saintifik tetapi diterima amalannya sebagai suatu pengetahuan yang benar berdasarkan pengalaman dan pengamatan manusia terhadap sesuatu tindakan.
Perkaitan Teknologi Dalam Pengajaran dan Pembelajaran
• Pengajaran – proses ajar di mana keberkesanan penyampaian maklumat oleh terbukti dengan perubahan tingkahlaku pelajar.
Definisi :
“Teknologi pengajaran adalah satu bidang yang berusaha ke arah meningkatkan kualiti atau keberkesanan pengajaran dan pembelajaran”.
Seels & Reechy (1994):
“Instructional technology is the theory and practice of designing, development, utilization, management and evaluation of processes and resources for learning”.
Definisi :
"Teknologi pendidikan ialah gabungan manusia, peralatan, teknik dan peristiwa yang bertujuan untuk memberi kesan baik kepada pendidikan" . (Crowell (1971):Encyclopedia of education)
Definisi Teknologi Pendidikan oleh AECT 1994:
AECT: The mission of the Association for Educational Communications and Technology is to provide international leadership by promoting scholarship and best practices in the creation, use, and management of technologies for effective teaching and learning in a wide range of settings.
Goals:
Define the disciplines and professional activities that comprise the field of
Serve and represent professionals in the field and support professional growth.
Advance scholarship and practice that contribute to and enlarge the knowledge
base of the field.
Promote policies that ensure the humane and ethical use of educational communications and technology at all levels, from the personal through the international.
“Teknologi pengajaran adalah teori dan amalan tentang mereka bentuk, membangun, mengguna dan menilai proses serta sumber untuk pembelajaran”.
Definisi oleh Persatuan Teknologi Pendidikan Malaysia (1988):
Teknologi Pendidikan ialah proses yang kompleks dalam mengalisis keperluan pendidikan secara sistematik, saintifik dan rasional bertujuan untuk mereka bentuk dan mengaplikasikannya secara sepadu idea, tenaga, sumber bahan, kaedah dan tatacara untuk mempertingkatkan keberkesanan proses pengajaran dan pembelajaran.
Konsep Teknologi Pendidikan
Pengertian teknologi pendidikan tidak terlepas dari pengertian teknologi secara umum. Pengertian teknologi yang utama adalah proses yang meningkatkan nilai tambah. Proses tersebut menggunakan dan atau menghasilkan suatu produk tertentu. Produk yang digunakan dan atau dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem. Jadi dalam pengertian umum tentang teknologi, alat, atau sarana baru yang khusus diperlukan tidak menjadi syarat yang mutlak harus ada, karena alat atau sarana itu telah ada sebelumnya.
pembenaran. Secara falsafi, dasar keilmuan itu meliputi ontologi, atau rumusan tentang gejala pengamatan yang dibatasi pada suatu pokok telaah khusus yang tidak tergarap oleh bidang telaah lain; epistemologi, yaitu usaha yang ditentukan; dan aksiologi atau nilai-nilai yang menentukan kegunaan dari pokok telaah yang ditentukan, yang mempersoalkan nilai moral (etika) dan nilai serta keindahan atau estetika.
Objek formal teknologi pendidikan adalah belajar pada manusia baik pribadi maupun yang tergabung dalam organisasi. Belajar itu tidak hanya berlangsung dalam lingkup persekolahan ataupun pelatihan. Belajar itu ada di mana saja dan oleh siapa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan kondisi dan keperluan. Objek tersebut dapat digambarkan sebagaimana tertera dalam gambar berikut:
Ada pun gejala yang perlumendapat perhatian, atau yang merupakan landasan ontologi dari objek tersebut adalah:
1. Adanya sejumlah besar orang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yang diperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun yang dapat diperoleh secara mandiri.
2. Adanya berbagai sumber baik yang telah tersebia maupun yang dapat direkayasa, tetapi belum dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar.
4. Perlu adanya keahlian dan pengelolaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif, efisien, dan selaras.
Usaha khusus yang terarah dan terencana bukan sekedar menambah apa yang kurang, menambal apa yang berlubang, dan menjahit apa yang sobek. Menurut Banathy, bukan hanya "doing more of the same", ataupun "doing it better of the same". melainkan "doing it difeerently" untuk menjamin hasil yang diharapkan. Pendekatan yang berbeda itu adalah pendekatan yang memenuhi empat persyaratan, yaitu:
1. Pendekatan isometrik, yaitu yang menggabungkan hal-hal yang sesuai dari berbagai kajian/bidang keilmuan (psikologi, komunikasi, ekonomi, manajemen, rekayasa teknik, dan lain sebagainya) ke dalam suatu kebulatan tersendiri;
2. Pendekatan sistematik, yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan;
3. Pendekatan sinergestik, yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan itu dijalankan sendiri-sendiri; dan
4. Sistemik, yaitu pengkajian secara menyeluruh (komprehensif).
Usaha khusus dengan pendekatan inilah yang merupakan asas epistemologi teknologi pendidikan.
Semua bentuk teknologi adalah sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujua tertentu, yang pada intinya adalah mempermudah manusia dalam memperingan usahanya, meningkatkan hasilnya, dan menghemat tenaga serta sumber daya yangada. Teknologi itu pada hakikatnya adalah bebas nilai, namun penggunaannyaakan sarat dengan aturan nilai dan estetika.
dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian proses, sumber, dan sistem untuk belajar. Definisi tersebut megandung pengertian adanya empat komponen dalam teknologi pembelajaran, yaitu:
Teori dan prktik
Desain, pengemabngan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian
Proses, sumber, dan sistem
Untuk belajar
Domain Dalam Teknologi Pendidikan:
Melalui 2 fasa, iaitu:
Fasa pertama: Tahun 1977 Fasa kedua: Tahun 1994
Domain Teknologi Pendidikan Fasa Pertama:
Fungsi Pengurusan Pengajaran:
Memastikan pengurusan teknologi berjalan lancar dan berkesan, iaitu:
Mengarah
Menyelaras
Mengawal fungsi
Fungsi Pengembangan Pengajaran:
Peringkat penyelidikan
Peringkat mereka bentuk pengajaran
Peringkat penerbitan
Peringkat penilaian dan pemilihan
Peringkat penggunaan
Peringkat logistik
Fungsi Sumber Pembelajaran:
Manusia
Peralatan
Teknik
Lokasi
Domain Teknologi Dalam Pengajaran dan Pembelajaran Fasa Kedua:
Rekabentuk
Pembangunan
Penggunaan
Pengurusan
Penilaian
REKABENTUK
RB Sistem Pengajaran
RB Mesej
Strategi Pengajaran
Ciri-ciri Pelajar
PEMBANGUNAN
Teknologi Percetakan
Teknologi Audiovisual
Teknologi Berasaskan Komputer
Teknologi Bersepadu
PENGGUNAAN
Penggunaan Media
Pelaksanaan
Polisi dan Peraturan
PENGURUSAN
Pengurusan Projek
Pengurusan Sumber
Pengurusan Sistem Penyampaian
Pengurusan Maklumat
PENILAIAN
Analisis Masalah
Pengukuran Rujukan
Kriteria
Penilaian Formatif
Domain-domain Teknologi Pendidikan
Seels dan Richey (1994)
“Instructional technology is the theory and practice of designing, development, utilization, management, and evaluation of processes and resources for learning.”
Teknologi pendidikan adalah teori dan amalan tentang mereka bentuk, membangun,mengguna, mengurus dan menilai proses serta sumber untuk pembelajaran.
Rekabentuk adalah proses menentukan ciri-ciri dan keperluan pembelajaran.
Di samping menentukan komponen sistem pengajaran, rekabentuk juga mengambil kira perubahan sistem dan pengaruh alam sekeliling - (Tessmer, 1990)
Terdapat empat bidang utama:
•rekabentuk sistem pengajaran
•rekabentuk strategi
•rekabentuk mesej
•ciri-ciri pelajar
:: Domain Pengambangan ::
Juga dikenali sebagai domain pembinaan.
Proses menterjemahkan spesifikasi rekabentuk kepada bentuk fizikal atau produk.
Melibatkan proses rekabentuk, bina, guna dan nilai.
Terdapat empat kategori bahan:
•teknologi cetak
•teknologi bahan pandang dengar
•teknologi bersepadu
:: Domain Penggunaan ::
Menggunakan proses (kaedah dan model pengajaran), sumber (bahan dan perkakasan media) dan alam sekeliling untuk pembelajaran.
Terdapat empat kategori:
•penggunaan media dan kaedah (cara sistematik
•penyerapan/penerimaan inovasi
•pelaksanaan (menggunakan bahan)
•institutionalisasi (penerimaan & pengekalan)
:: Domain Pengurusan ::
Kawalan ke atas teknologi instruksional menerusi perancangan, penyusunan, penyelarasan dan penyeliaan.
Terdapat empat kategori:
•pengurusan projek
•pengurusan sumber
•pengurusan sistem penyampaian
•pengurusan maklumat
Proses untuk menentukan kesesuaian dan keberkesanan program pendidikan 4 kategori:
•penilaian analisis masalah (peperiksaan dll)
•penilaian rujukan kriteria (penguasaan unit pelajaran)
•penilaian formatif (mengesan bagi penambahbaikan)
•penilaian sumatif (buat keputusan penggunaan)
Prinsip Teknologi Pendidikan
Prinsip menggunakan teknologi pendidikan dalam proses pengajaran
dan pembelajaran. Ia hanya merupakan sebagai bahan bantu mengajar
dan tidak boleh digunakan untuk menggantikan pengajaran. Ia digunakan
untuk menggantikan pengajaran. Ia digunakan untuk membantu guru
mengajar sesuatu topik dengan lebih berkesan. Ia mesti digunakan untuk
pengajaran dan bukan untuk hiburan dan membuang masa.
Penggunaannya mesti dirancang dalam tiga peringkat iaitu: sebelum
kegunaan-merancang masa dan cara bagaimana mengaitkannya dengan
topik pengajaran. Semasa kegunaan merancang ulasan dan penekanan
aspek-aspek penting yang dapat membantu pembelajaran. Selepas
kegunaan-merancang aktiviti lanjutan seperti soalan-soalan, kesimpulan
dan penilaian. Ia mesti dipilih berdasarkan kesuaiannya dari segi topik dan
objektif pelajaran, latar belakang pelajar, saiz kelas dan keadaan fizikal
bilik darjah.
-perkembangan pelajaran iaitu penerangan konsep-penutup dan
kesimpulan topik pelajaran-penilaian kefahaman terhadap topik
Digunakan mengikut masa yang sesuai iaitu masa yang dapat merangsang
pembelajaran
Digunakan dengan merujuk kepadanya dan bukan sekadar untuk
menunjuk-nunjuk sahaja. Selepas digunakan tanggalkan atau ubah supaya
tidak mengganggu pelajar belajar seterusnya. Setelah tamat sesi
pengajaran, pamerkan untuk rujukan kelas di papan buletin kelas. Ciri-ciri
dan jenis teknologi pendidikan yang baik. Alat yang dapat menjelaskan
idea - idea yang kabur dan menrangkan isi-isi pelajaran. Contoh:
Penggunaan cek terbuka dan tertutup yang telah diperbesarkan.
Alat yang besar dan jelas untuk dilihat oleh semua pelajar. Contoh:
Tulisan dan angka yang ditulis dalam transperensi mestilah besar dan
jelas. Tulisan dan gambar perlu dipelbagaikan warnanya. Contoh: Gunakan
plebagai warna pen untuk memberi penekanan kepada
perkataan-perkataan dalam topik yang ingin diajar. Gunakan bahan yang boleh tahan
lama dan boleh disimpan. Tunjukkan hasil dan kemahiran yang baik
sekiranya alat dibuat sendiri.
Peranan Dan Kepentingan Teknologi Pendidikan
Selain mewujudkan pengajar yang kompeten, tumpuan utama
teknologi pendidikan ialah untuk menghasilkan pengajaran yang
berkesan.Pengajaran yang berkesan membolehkan pelajar memperoleh
kemahiran, pengetahuan dan sikap yang diharapkan. Pengajaran yang
dirancang dengan teliti dan lengkap membantu mewujudkan keyakinan,
kepercayaan dan perasaan hormat pelajar terhadap pengajar sekaligus
membantu pembinaan disiplin yang positif
Teknologi pendidikan perlu dititik beratkan dalam penyampaian
kandungan P&P oleh guru. Murid-murid perlu dibawa keluar daripada
kepompong ciri-ciri pembelajaran abad ke-19, antaranya, guru ibarat
pelayan komputer (server) yang meyimpan beribu-ribu maklumat dan murid
ibarat cakera keras (hard disk) tanpa memori yang menunggu untuk diisi.
Gaya pembelajaran terkini, seperti yang ditegaskan dalam Kurikulum
Standard Sekolah Rendah (KSSR), menyarankan penggunaan pelbagai
pendekatan seperti pembelajaran secara hands-on, kontekstual,
konstruktivisme dan masteri; melalui permainan dan inkuiri penemuan; dan
berasaskan projek. Pendekatan yang digunakan haruslah memberi
peluang yang tidak terhad kepada murid dan mengambil kira tahap
kecerdasan murid. Ini adalah selaras dengan gaya pembelajaran abad
ke-21 yang berpaksikan literasi era digital, murid berfikir secara kreatif dan
inovatif, kemahiran komunikasi yang berkesan dan penghasilan kerja yang
tinggi.
membaca dan menulis tetapi terdiri daripada individu yang tidak boleh
belajar, belajar meninggalkan apa yang telah dipelajari dan belajar
semula). Tuntutan kehidupan abad ke-21 memerlukan reaksi pantas
manusia untuk berubah mengikut keadaan dan situasi agar tidak
ditenggelami oleh tsunami teknologi.
Gaya pengajaran guru perlu seiring dengan gaya pembelajaran murid
agar tidak P&P dapat dilaksanakan dengan berkesan. Justeru, guru-guru
perlu mengambil sikap yang terbuka dalam mengetahui dan mengenal
pasti teknologi pendidikan berkesan yang menggabungjalinkan teori
instruksional dan teori pembelajaran. Seperti seorang tukang rumah yang
mempunyai peralatan seperti tukul, paku, tangga dan sebagainya,
murid-murid perlu dibekalkan dengan pelbagai peralatan (teknologi) yang dapat
membantu mereka belajar dengan cepat dan berkesan. Dengan wujudnya
gabungan literasi maklumat dan teknologi pendidikan yang baik,
pembelajaran akan menjadi lebih bermakna dan memberi impak yang
besar dalam proses Membangun Potensi Individu Melalui Pendidikan
Berkualiti yang menjadi misi Kementerian Pelajaran Malaysia.