• Tidak ada hasil yang ditemukan

CHRISTA HANDAJA 21020113140121 BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "CHRISTA HANDAJA 21020113140121 BAB IV"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Pasar Lama Tangerang

Berdasarkan tinjaun-tinjauan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka secara garis besar didapat kesimpulan sebagai berikut.

1. Kawasan Pasar Lama sebagai kawasan yang memiliki daya tarik sebagai kawasan wisata budaya dan kawasan wisata kuliner bagi Kota Tangerang.

2. Kurangnya penataan serta minimnya sarana dan prasarana di Kawasan Pasar Lama Tangerang yang menunjang untuk dijadikan wisata budaya dan wisata kuliner. 3. Perletakkan pedagang kaki lima yang semrawut dan mengganggu sirkulasi

lingkungan, kebersihan lingkungan dan penanganan sampah yang buruk (Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 1 tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Tangerang Tahun 2005-2025. Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang).

4. Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (DISPERINDAGKOP) berencana untuk melakukan penataan terhadap PKL yang berada di Jalan Ki Samuan ke sepanjang Sungai Cisadane.

5. Terdapat pula adanya program jangka panjang Pemerintah Kota Tangerang mengenai pengembangan Sungai Cisadane sebagai kawasan wisata dengan konsep

riverfront yang diharapkan menjadi ciri utama Kota Tangerang

4.2. Batasan

Agar dapat memecahkan masalah secara proposional dalam merencanakan dan merancang Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama dengan Konsep Riverfront, diperlukan batasan-batasan yang jelas, yakni sebagai berikut.

1. Dalam menrencanakan dan mendesain Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama dengan Konsep Riverfront, penyusun hanya memberikan alternatif tempat yang sekiranya tepat untuk menjadi lahan penataan diantara tapak yang lain yang berada di Kawasan Pasar Lama.

2. Peraturan pembangunan yang digunakan mengacu pada peraturan bangunan setempat.

3. Pembahasan mengenai kondisi lahan, struktur tanah, daya dukung tanah, dan kedalaman sungai tidak dibahas secara mendetail.

4. Perencanaan dan perancangan kawasan menggunakan konsep riverfront sebagai paduan.

(2)

Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront

55 6. Hal-hal diluar disiplin ilmu arsitektur tidak dibahas mendetail.

4.3. Anggapan

Angapan-anggapan yang digunakan dalam merencanakan dan merancang Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama dengan Konsep Riverfront adalah sebagai berikut.

1. Situasi, peralatan dan daya dukung tanah kawasan yang diguanakan termasuk jaringan utilitas kota, serta sarana infrastruktur yang lain, dianggap memadai dan mampu menjangkau lokasi tapak.

2. Teknologi, peralatan, dan material dianggap tersedia dan memungkinkan pelaksanaannya.

3. Masalah status tanah, lokasi dan tapak, serta penyediaan dana dianggap dapat diatasi.

4. Keberadaan bangunan sekitar pada tapak dianggap ditiadakan selama menambah potensi penggunaan tapak yang digunakan (tapak dianggap kosong).

Referensi

Dokumen terkait

BAB IV ANALISIS PERSEPSI PEDAGANG DAN PENGUNJUNG SERTA PENATAAN FISIK PERDAGANGAN KAKI LIMA ADI KAWASAN GASIBU DAN SEKITARNYA PADA HARI MINGGU PAGI 4.1 Analisis

Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima, selama ini ada anggapan bahwa penggunaan tanah negara untuk kepentingan Pedagang Kaki Lima khususnya di Kecamatan

7 Tahun 2009 Bab I (Pasal 1 angka 5) tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, pedagang kaki lima adalah orang yang menjalankan kegiatan usaha dagang dan/atau

• Merencanakan suatu kawasan wisata di tepi sungai dengan melakukan penataan pada kawasan sungai Cisadane menjadi Tangerang riverfront area dengan penekanan konsep Universal Design,

Seperti yang telah disinggung di atas bahwa masalah utama dari kawasan ini yaitu penataan fisik bagi PKL (Pedagang Kaki Lima), sehingga tepat rasanya bila

i EVALUASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA PKL DI KOTA BATAM Studi Kasus Penataan Pedagang Kaki Lima di Depan Pasar Tos 3000 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu

41 tahun 2012 tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, dijelaskan bahwa Penataan pedagang kaki lima adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui

Implementasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima Di Jalan