• Tidak ada hasil yang ditemukan

CHRISTA HANDAJA 21020113140121 BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "CHRISTA HANDAJA 21020113140121 BAB I"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Salah satu kawasan di Kota Tangerang yang masih menampakkan sisa-sisa sejarah adalah Kawasan Pasar Lama Tangerang. Berada di Kecamatan Tangerang, letaknya tidak jauh dari Sungai Cisadane dan Stasiun Tangerang. Merupakan Kawasan Pecinan dan disebut sebagai cikal bakal Kota Tangerang karena dari kawasan inilah Kota Tangerang terbentuk. Di kawasan ini pula, etnis Tionghoa yang dikenal dengan masyarakat Cina Benteng bertempat dan masih menjalankan kebudayaannya.

Dengan budaya yang masih terus dijaga dan dijalankan hingga saat ini, mampu menjadikan Pasar Lama sebagai kawasan yang memiliki daya tarik sebagai kawasan wisata budaya dan kawasan wisata kuliner bagi Kota Tangerang12.

Permasalahan yang kemudian muncul mengiringi adalah kurangnya penataan serta minimnya sarana dan prasarana di Kawasan Pasar Lama Tangerang sebegai tempat tujuan wisata budaya dan wisata kuliner. Penataan yang kurang optimal telah mengubah kawasan ini, terutama di jalan utama, Jalan Ki Samaun, menjadi berantakan, terkesan kotor, jorok, dan kumuh. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor, diantaranya faktor Pedagang Kaki Lima (PKL).

PKL dibiarkan berdagangan di sembarang tempat di sepanjang Jalan Ki Samaun. Bukan hanya di atas trotoar, yang seharusnya digunakan sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga mulai mengambil lahan parkir pararel di sepanjang jalan yang telah disediakan bagi pengunjung dan pemilik toko, bahkan hingga melebar ke tengah jalan sehingga mengganggu sirkulasi lingkungan. Selain hal tersebut, permasalahan sampah, higenitas, dan sanitasi yang selama ini melekat pada PKL yang berada di sepanjang Jalan Ki Samaun yang sebagian besar berjualan makanan dan/atau minuman, turut menyumbang tergganggunya kebersihan lingkungan kawasan3. Hal-hal diatas secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada kualitas karakter visual dari Kawasan Pasar Lama Tangerang.

Masalah diatas harus direspon dengan segera dengan menempatkan dan menyediakan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas-aktivitas PKL tersebut ke dalam area yang direncanakan. Area tersebut dapat dengan memanfaatkan kawasan sepanjang Sungai

1

Kristiana, Y., Goeltom, A. V., & Tyas, L. A. (2015). Rencana Pengembangan Kawasan Pasar Lama Tangerang. Jurnal Khasanah Ilmu, XI(2), 1-10. 2

Pemerintah Kota Tangerang. (2013). Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 1 tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Tangerang Tahun 2005-2025. Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang.

3

(2)

2 Cisadane. Letaknya yang berada tepat di bagian barat Kawasan Pasar Lama serta sejarah Kawasan Pasar Lama dan Sungai Cisadane yang saling berhubungan erat4, dirasa sangat sesuai bila dijadikan sebagai area untuk penataan fisik PKL .Hal ini sejalan pula dengan rencana Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (DISPERINDAGKOP) Kota Tangerang, dimana DISPERINDAGKOP berencana untuk melakukan penataan terhadap PKL yang berada di Jalan Ki Samuan ke sepanjang Sungai Cisadane5. Terdapat pulaadanya program jangka panjang Pemerintah Kota Tangerang mengenai pengembangan Sungai Cisadane sebagai kawasan wisata dengan konsep riverfront yang diharapkan menjadi ciri utama Kota Tangerang6.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka tepat rasanya bila adanya Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang yang berlokasikan di sepanjang Sungai Cisadane. Kawasan penataan fisik PKL ini juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta pengembangan atraksi yang mampu menjadi pendukung Kawasan Pasar Lama Tangerang.

1.2. Tujuan dan Sasaran

1.2.1. Tujuan

Untuk memperoleh landasan suatu program perencanaan dan perancangan arsitektur bagi terciptanya penataan fisik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang baik dan benar dalam merencanakan dan merancang Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront.

1.2.2. Sasaran

Tersusunya suatu langkah dalam Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront berdasarkan aspek-aspek panduan perencanaan dan perancangan.

1.3. Manfaat

1.3.1. Subjektif

Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam mengikuti Tugas Akhir di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dan sebagai acuan dalam merencanakan dan merancang Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront.

1.3.2. Objektif

Sebagai panduan dan acuan selanjutnya dalam perencanaan dan perancangan Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Kota Tangerang dengan Konsep Riverfront,

4

Boedi, O. B. (t.thn.). Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Gaya Bangunan Rumah di Pasar Lama, Kota Tangerang. Balai Arkeologi Bandung. 5

Tangsel Pos. (2015, Agustus 6). Jalan Ki Samaun Jadi Percontohan Zona Hijau PKL. Dipetik Februari 5, 2017, dari Tangsel Pos:

http://tangselpos.co.id/2015/08/06/jalan-Ki Samaun-jadi-percontohan-zona-hijau-pkl/ 6

(3)

3 selain itu diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan, baik bagi mahasiswa yang akan menempuh Tugas Akhir maupun mahasiswa arsitektur lainnya dan masyarakat umum yang membutuhkan.

1.4. Ruang Lingkup

1.4.1. Ruang Lingkup Substansial

Ruang lingkup substansial menitikberatkan pada berbagai hal yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang yang ditinjau dari disiplin ilmu arsitektur dengan menggunakan pendekatan terhadap aspek-aspek perencanaan dan perancangan arsitektur. Hal-hal diluar ilmu-ilmu tersebut akan dibahas seperlunya sepanjang masih berkaitan dan mendukung.

1.4.2. Ruang Lingkup Spasial

Ruang lingkup spasial perencanaan dan perancangan Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront terletak di Kawasan Pasar Lama, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

1.5. Metode Pembahasan

Metode pembahasan yang digunakan antara lain, metode deskriptif, metode dokumentatif dan metode komperatif. Adapaun penjabaran metode pembahasan sebagai berikut.

1.5.1. Metode Deskriptif

Metode deskriptif merupakan metode pembahasan dengan mengumpulkan, menganalisa, dan menyimpulkan data sehingga diperoleh suatu pendekatan untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan laporan. Dengan metode ini dilakukan penjabaran dan pemaparan tentang perencanaan dan perancangan Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront. Metode deskriptif diuraikan sebagai berikut.

1. Data Primer

a. Obervasi Lapangan

Dilakukan dengan pengamatan langsung melalui studi kasus di wilayah Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Kota Tangerang melalui pengumpulan data fisik maupun non fisik. Adapun data fisik dan non fisik yang dimaksud adalah sebagai berikut.

- Data Fisik, data yang didapat berupa peta built-up area kawasan

perancangan dan dokumentasi hasil observasi lapangan.

- Data Non Fisik, data yang didapat berupa data-data mengenai studi

(4)

4 Wawancara dilakukan dengan pihak Dinas Pemerintahan terkait, seperti Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pertamanan Pemerintah Kota Tangerang; dan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Pemerintah Kota Tangerang.

2. Data Sekunder

Diperoleh dari studi literatur melalui buku, jurnal, peraturan-peraturan, referensi internet, dan bahan-bahan lain yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai perencanaan dan perancangan Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang.

1.5.2. Metode Dokumentatif

Metode dokumentatif dilakukan dengan mendokumentasikan kegiatan survei atau observasi lapangan ke beberapa objek studi yang relevan dengan objek perancangan. Cara dokumentatif dilakukan dengan mengambil gambar visual objek studi.

1.5.3. Metode Komperatif

Metode komperatif merupakan metode pembahasan yang dilakukan dengan membandingkan hasil data primer dan data sekunder.

1.6. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep

Riverfront adalah sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan

Berisi latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, metode pembahasaan, sistematika pembahasan yang mengungkapkan permasalahan secara garis besar serta alur pikir dalam menyusun Landasan Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A).

Bab II Kajian Pustaka

Berisi studi pustaka untuk mengkaji aspek-aspek perencanaan dan perancangan Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront. Bab III Data dan Analisa Lokasi

Berisi data dan analisa terkait lokasi bagi perencanaan dan perancangan Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang Konsep Riverfront.

Bab IV Pendekatan Program Perencanaan dan Perancangan

(5)

5

Bab V Program Perencanaan dan Perancangan

(6)

6

Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan konsep Riverfront Aktualita

 Penurunan kualitas karakter visual Kawasan Pasar Lama Tangerang dikarenakan penataan Pedagang Kaki Lima

(PKL) yang berantakan sehingga menimbulkan masalah sirkulasi lingkungan serta masalah sampah, higenitas, dan sanitasi yang melekat pada PKL turut mengganggu kebersihan lingkungan.

 Adanya program Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (DISPERINDAGKOP) Kota Tangerang untuk

mengatur PKL di Jalan Ki Samaun untuk di tata di sepanjang Sungai Cisadane.

 Kawasan Pasar Lama Tangerang, dijadikan sebagai kawasan wisata budaya dan kawasan wisata kuliner (Peraturan

Daerah Kota Tangerang Nomor 1 ahun 2013 Tentang RJPD Kota Tangerang Tahun 2005-2025).

 Adanya program jangka panjang Pemerintah Kota Tangerang mengenai pengembangan Sungai Cisadane sebagai

kawasan wisata dengan konsep riverfront yang diharapkan menjadi ciri utama Kota Tangerang (Peraturan Daerah

Kota Tangerang Nomor 1 ahun 2013 Tentang RJPD Kota Tangerang Tahun 2005-2025).

Urgensi

 Dengan adanya penataan fisik PKL, diharapkan PKL dapat mendukung Kawasan Pasar Lama Tangerang sebagai

kawasan wisata budaya dan kawasan wisata kuliner.

Originalitas

 Di I do esia su gai asih dia ggap sebagai hala a belaka g bagi suatu kota.Akan menjadi suatu permulaan yang baik, bila kawasan penataan PKL memanfaatkan Sungai Cisadane sebagai bagaian dari perencanaan dan perancangan.

Pendekatan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur

Penataan Fisik Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Lama Tangerang dengan Konsep Riverfront

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Kembali ke Album · Koleksi Foto Aneka Resep Nikmat · Halaman Aneka Resep Nikmat Sebelumnya · Selanjutnya.. Batal

d) Mendapatkan persetujuan ketepatan dari tujuan pelaksanaan (sebagian untuk mendapatkan dukungan untuk instuksi yang diusulkan, tetapi juga memperoleh

Jika Anda memilih hotel yang nyaman, Anda bisa istirahat dengan tenang di malam hari, sehingga pada keesokan hari atau hari berikutnya tubuh Anda akan cukup segar untuk mengeks.

Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk 16 (enam belas) Dinas, terdiri dari : 1. Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial; 4. Dinas Komunikasi dan Informatika; 6. Dinas Kebudayaan dan

Adakah pengaruh nilai (ratio-ratio keuangan yang digunakan indikator untuk memprediksi ancaman kebangkrutan suatu perusahaan) pada perusahaan-perusahaan properti yang go public di

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi Persiapan Kemerdekaan Dan Perumusan Dasar Negara kelas V di MI Darul Ulum Rejosari terdiri dari dua

Kendala-kendala yang dihadapi oleh Dinas Pendapatan Daerah disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran para wajib pajak untuk membayar pajak yang sudah ditetapkan dan

Algoritma LUC sebenarnya hampir sama dengan metode kriptografi yang lain yaitu metode RSA (Rivest, Shamir, Adleman), hanya saja fungsi pangkat pada metode RSA diganti