Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Teks penuh

(1)

BAB II

DESKRIPSI PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA

II.1. Latar Belakang dan Profil Partai Solidaritas Indonesia

Partai politik bukanlah seperti kebutuhan pokok, parati politik baru

menjadi kebutuhan jika partai politik itu berhasil menawarkan perubahan,

kebahagiaan atau gagasan tentang masa depan yang lebih baik. Tanpa itu, partai

politik hanya akan menjadi sekumpulan elit yang tidak terhubung sama sekali

dengan rakyat banyak. Untuk itulah Partai Solidaritas Indonesia hadir. Menyemai

kembali hubungan tak terpisahkan antara partai politik dengan rakyat, juga

membangun sebuah partai moderen yang sejalan dengan kebutuhan zaman, serta

tentu saja bukan hanya hadir sebagai partai baru, tetapi juga menghadirkan

karakter dan cara berpolitik yang baru. Sebuah kutipan dari Ketua Umum Partai

Solidaritas Indonesia Grace Natalie20

Melihat kondisi era reformasi yang sudah berusia lebih dari belasan tahun

lamanya. Tidak dapat dipungkiri banyak kemajuan yang telah dicapai, kini rakyat

merayakan mewahnya kebebasan berserikat, berkumpul dan kebebasan pers yang

pada masa lalu mahal harganya. Terpilihannya pemimpin dari kalangan rakyat

biasa adalah indikasi bahwa demokrasi telah berubah di Indonessia. Seorang

pemimpin yang lahir dari rahim reformasi. Pemimpin baru yang tak terkait dengan

rejim masa lalu. Sejarah akan mencatat, inilah kali pertama Indonesia dipimpin

oleh seorang dari kalangan rakyat biasa, bukan berdarah biru atau pun tentara.

20

(2)

Namun dinamikai politik nasional terlihat sangat dinamis. Apakah presiden dari

kalangan masyarakat biasa in akan efektif.

Namun masih banyak amanah reformasi yang belum terwujud. Janji

kesejahteraan masih jauh panggang dari api. Angka kesenjangan antara si kaya

dengan si miskin kian menganga. Korupsi masih menjadi musuh utama

pembanguan. Perilaku intoleransi di berbagai daerah masih menghantui beberapa

kelompok minoritas di tanah air. Salah satu akar dari deretan masalah di atas

adalah partai politik.

Demokrasi telah meletakkan peran sentral parati politik sebagai wadah

yang menyalurkan dan mengagregasi aspirasi, tuntutan dan harapan rakyat.

Memalui para kadernya di legislatif dan eksekutif, kebijakan menyakut hidup

orang banyak diputuskan. Politik mengatur kebijakan untuk bersama, sejatinya

adalah tugas moral suci partai poitik. Namun kebijakan parati politik yang

harusnya bermuara pada kepentingan publik, diputar-arah menjadi membela

kepentingan segelintir elit. Rahim partai politik masih pelit melahirkan pemimpin

(gubernur/bupati/walikota) pro rakyat yang jumlahnya masih dapat di hitung

dengan jari. Partai-partai politik yang ada sekarang telah terjebak kepada

kepentingan rantai ekonomi politik antar elit partai yang lain saling berkelindan.21

Dalam konteks ini persepsi negatif dan apatise politik di tengah

masyarakat wajar saja berkembang. Namun, seperti yang telah Arief Budiman,

seorang intelektual-aktivis “ sistem kepartaian merupakan inti dari sistem politik

yang demokratis. Memusuhi partai sebagai sistem sama saja dengan

(3)

menghancurkan demokrasi. Yang harus dimusuhi adalah orang-orang yang

sekarang ada di partai politik.” 22

Sebuah kehadiran partai politik baru bisa dijadikan solusi altenatif. Sebuah

partai yang dapat memutus rantai tali-temali kepentingan ekonomi-politik elit

yang tak segan mengorbankan kepentingan rakyat. Tentu saja partai baru yang

benar-benar baru. Paratai politik baru yang menawarkan kebaharuan dari segala

perspektif dan aksi politik. Bukan baru yang mengaku baru tapi sejatinya hasil

daur ulang spirit partai-partai lama.

Partai Solidaritas Indonesia berkeyakinan, partai baru adalah sebuah

kebutuhan karena PSI percaya bahwa sirkulsi kekuasaan tanpa diisi oleh sirkulasi

generasi hanya akan menjadi ajang reproduksi maasa lalu, tanpa ada sesuatu yang

benar-benar baru. Lebih jauh Partai Solidaritas Indonesia didirikan, untuk

menggalang gerakan politik yang dilandasi oleh rasa solidaritas untuk

kemanusiaan.23

Partai Solidaritas Indonesia atau disingkat PSI adalah partai politik baru

yang didirikan pada tanggal 16 november 2014 berdasarkan Akta Notaris

Widyatmoko, SH No. 14 Tahun 2014. Pada tanggal 16 Desember 2014, Dewan

Pimpinan Pusat PSI (DPP PSI) mengajukan secara resmi surat pendaftaran

sebagai parati politik. Selanjutnya Kementrian Hukum dan HAM secara resmi

meminta DPP PSI unruk melengkapi syarat-syarat pembentukan Parati Politik

sesuai dengan Undang-Undang No. 2 tahun 2011 tentang Partai Politik.

Melangkapi syarat-syarat pembentukan Partai Politik inilah yang menjadi tugas

22Ibid. 23

(4)

pengurus PSI di semua Level kepemimpian guna memastikan PSI lolos verifikasi

Kementrian Hukum dan HAM.24

Partai Solidaritas Indonesia sama seperti dengan partai lain mempunyai

Visi dan Misi sebagai tujuan perjuang partai, adapun Visi dan Misi dari PSI

seperti tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yaitu:

Visi PSI adalah Indonesia yang berkarakter kerakyatan, berkemanusiaan,

berkeragaman, berkeadilan, berkemajuan dan bermartabat.25

Misi dari PSI adalah sebagai berikut:26

1. Menggalang kekuatan nasional malalui sebuah kepemimpinan politik yang

ideologis, terorganisir dan terstruktur.

2. Menggalang perjuangan politik dengan nilai solidaritas nasional

melanjutkan agenda reformasi dan demokratisasi

3. Membangun kembali semangat republikaanisme, merajut kembali rasa

kebangsaan yang terserak, menanam kembali benih-benih idealisme,

mendirikan kembali benteng-benteng kebhinekaan dan membangun

kembali pondasi gotong-royong

4. Mendorong martabat Indonesia dalam pergaulan Internasional sesuai

prinsip politik bebas aktif dengan melihat kondisi geopolitik internasional

yang sedang berkembang.

Partai Solidaritas Indonesia berlambangkan segi empat merah dengan

gambar kepalan tangan menggengam bunga mawar berwarna putih, bertulisakan

24Ibid.,

Hal: 3

25

(5)

PSI dengan huruf P yang terbuka. Arti dari lambang tersebut adalah sebgai

berikut:27

1. Warna dasar merah melambangkan keberanian, warna putih

melambangkan kesucian dan kejujuran, warna hitam melambangkan

kesetiaan, solidaritas dan kekuatan.

2. Tulisan PSI merupakan singkatan dari Partai Solidaritas Indonesia.

Dengan huruf P terbuka menunjukan PSI adalah partai terbuka.

3. Bunga mawar putih adalah lambang solidaritas interasional dengan

gagasan demokrasi substantif yang juga termaktub dalam UUD 1945.

4. Lima kelopak luar melambangkan pancasila dan tiga kelopak dalam

menujukan Trisakti.

5. Kepalan tangan putih melambangkan tekad yang suci, optimis, pantang

menyerah dan selalu kuat memegang teguh prinsip dan cita-cita bangsa.

6. Warna merah sebagai latar belakang menunjukan bahwa PSI selalu berani

dalam setiap gerakan politiknya, tanpa pernah gentar pada siapapun yang

coba menghalangi cita-cita bangsa indonesia.

Ide bunga mawar ini terinspirasi dari kutipan pidato Soekarno tanggal 29 Jui 1956

di Semarang “Bunga Mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya,

dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.”28

Sktuktur kepemimpinan PSI dibangun seramping mungkin untuk

efektifitas dan efesiensi kerja-kerja politik menyiapkan verifikasi Kementrian

Hukum dan HAM dan verifikasi KPU. Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas

27

Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga pasal 1 dan 2

28

(6)

Indonesia (DPP PSI) terdiri dari 9 (sembilan) orang. Ketua Umum DPP PSI

adalah Grace Natalie Louisa. Terakhir menjadi CEO Saiful Mujani Research and

Counsalting (SMRC) salah satu lembaga konsultan politik yang memiliki

kredibilitas di Indonesia. Sebeumnya Grace Natalie menjadi presenter di SCTV

dan TV One. Sekretaris Jendral DPP PSI adlah Raja Juli Antoni. Ia merupakan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Remaja Muhammadiyah ( PP IRM sekarang

IPM tahun 200-2002) dan direktur eksekutif MAARIF Institute for Culture and

Humanity tahun 2005- 2009 sebelum menjabat sebagai sekretaris jendral DPP

PSI.29

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) adalah

kepemimpinan PSI di level provinsi yang terdiri dari 7 (tujuh) orang yaitu ketua, 2

(dua) orang Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara dan Wakil

Bendahara. Dewan Pimpinan Daerah Paratai Solidaritas Indonesia (DPD PSI)

merupakan kepemimpinan PSI di level Kabupaten/Kota yang terdiri dari 5 (lima)

orang yaitu; Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Skretaris dan Bendahara.

Dewan Pimpinan Cabang Partai Solidaritas Indonesia (DPC PSI) adalah

kepemimpinan di level kecamatan yang terdiri dari 3(tiga) orang yaitu Ketua,

Sekretaris, Bendahara.

II.2. Prinsip Politik Partai Solidaritas Indonesia

Sebuah Partai Politik akan mendapatkan dukungan dari pendukungan

haruslah menjalankan prinsip dari organisasinya, demikian pula Partai Solidaritas

(7)

Indonesia memiliki Prinsip politik dalam menjalankan roda organisasinya. PSI

merangkunnya menjadi 9 (sembilan) Prinsip Dasar PSI meliputi;30

1. Partai Moderen: Terbuka, demokratis, terpimpin, berbasis platform,

budaya partipasi, berkemajuan

Terbuka; PSI terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia yang sudah

memenuhi syarat perundang-undangan partai politik. Terbuka untuk

seluruh latar belakang etnis, agama, suku, ras, keyakinan, gender dan

latar belakang sosial lainya. Berpandangan terbuka, tidak sektarian

daneksusif.

Demokratis; PSI dalam menjalankan organisasinya menghormati

prinsip-prinsip demokrasi yang mengedepakan musyawarah mufakat,

keteraturan organisasi, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat,

menolak diskriminasi (agama, gender, suku, etnus, dll)

Terpimpin; dalam struktur organisasinya PSI menganut sistem organisasi

yang terpimpin dengan kepemimpinan politik tertinggi dibawah Dewan

Pembina Dewan Pimpinan Pusat. Sementara kepemimpinan eksekutif

administratif partai sepenuhnya dibawah dewan Pimpinan Pusat.

Pemisahan kepemimpinan politik dan kepemimpinan administratif

diyakini sebagai langka baru untuk melakukan perbaikan dalamsistem

kepartaian Indonesia.

Berbasis Platform; salah satu strategi yang paling efektif untuk

menciptakan kondisi partai beranggotakn masa yang sebenarnya adalah

proses pengembangan program dasar secara demokratis.

30

(8)

program dasar untuk partai demokratis, dimana indentitas politik dan

kepentingan bersama yang dimiliki semua anggota seharusnya

diekpresikan, tidak hanya terdapat dalam hasil akhir proses perumusan

teks tertulis. Proses pengembangan program itu sendiri juga sama

pentinganya dan bahwa sering kali jauh lebih penting. Mengembangkan

program dasar partai bukanlah tugas yang hanya dapat dilakukan oleh

para pakar, meskipun pakar-pakar ini tentu saja dapat memeinkan

peranan yang menentukan dan produktif, namun peranan mereka akan

tetap terbatas. Lebih penting lagi untuk melibatkan semua anggota partai

untuk terlibat dalam proses pengembangan ini dengan cara yang jelas

dan matang.

Budaya Patisipasi; hal ini sering kali terkait dengan tahap pembanguan

tertentu di dalam budaya politik. Struktur masyarakat feodal yang

dikombinasikan dengan sistem politik otoriter monarkis dan melahiran

budaya politik yang otoriter dan clientelism. Hal ini merupakan hasil

dari tindakan yang sudah mengakar dimasyarakat berdasarkan

pengalaman politik sehari-hari. Budaya politik clientelism berdasarkan

pada pemikiran bahwa keberadaan politik pada dasarnya merupakan

proses timbal balik yg tidak setara. Timbal balik tersebut, sejalan dengan

tahap pembanguan struktur politik pada fase pra demokrasi, dan pada

intinya terdiri dari unsur harapan bahwa pemimpin yang otoriter akan

memberikan perlindungan, sumber daya dan kemungkinan promosi, dan

sebagai gantinya pemimpin tersebut akan mendapatkan dukungan dan

(9)

demokratis, maka PSI harus secara seksama membentuk demokrasi

internal partai yang berorientasi pada pertisipasi. Langkah-langkah

pembangunan budaya ini harus efektif dan dapat dipercaya serta tidak

mengesampingkan efektifitas organisasi.

Berkemajuan; partai yang modren adalah partai yang bisa menjawab

perkembangan zaman. Gerakannya selalu dinamis dan bergerek maju

sesuai kebutuhan rakyat dan negara. Prinsip-prisip politiknya adalah

prinsip yang kontemporer, tidak tersandra dalam kunkungan ideologi

yang bisa menjawab persoalan kekinian. Buakn yang ideologi yang anti

kritik dan tidak bisa dirubah layaknya kitab suci. Hanya dengan

membangun PSI yang berkemajuan, maka PSI akan selalu relevan

sebagai partai yang solutif bagi kebutuhan rakyat bnyak.

2. Kemajemukan/Pluralisme

Legitimasi PSI sebagai partai yang menjunjung tinggi kemajemukan

tidak hanya sebatas kata-kata tapi menjadi nafas dan prinsip PSI dalam

organisasi maupun gerakannya. Ini menjadi prinsip dasar yang wajib di

pahami oleh seluruh kader di setiap tingkatan. Indonesia adalah bentuk

kemjemukan itu sendiri, Indonesia adalah mozaik yang di bentuk dari

warna-warni suku, agama dan budaya. PSI menyadari bahwa bhinneka

tunggal ika adalah sebuah prinsip yang senantiasa menjadi nfas poltik

dalam setiap program dan gerakannya. Perbedaan adalah takdir ilahi

yang tidak bisa dirubah, kemajemukan merupakan takdir historis

Indonesia. Untuk itu PSI sebagai partai baru senantiasa mewajibkan

(10)

kemajemukan tersebut dan menerimanya sebagai takdir Ilahi dan takdir

historis.

3. Demokrasi Subtantif/Demokrasi Sosial

Demokrasi libertarian berarti pengakuan hak-hak asasi sipil dan politik

saja. Penganut demokrasi liberal ini percaya bahwa kebebasan

diakomodasi paling baik oleh sistem ekonomi pasar bebas tanpa

pembatasan harga milik pribadi. Integrasi sosial dicapai dengan

benrlandaskan kepercayaan pada sistem kontak bebas.

Sebaliknya,demokrasi subtantif/ demokrasi sosial berarti pengakuan atas

kelima kategori hak asasi manusia yaitu hak sipil, politik, sosial,

ekonomi dan kebudayaan. Demokrasi subtantif juga menolak jika politik

hanya di lihat sebagai sirkulasi kekuasaan periodik ( lima tahunan jika di

Indonesia), tanpa adanya pembangunan kemajuan di atas lima hak warga

negara tersebut. PSI memiliki keyakinan, bahwa politik sejatinya adalah

membuat kehidupan warga negara menjadi lebih baik dari waktu ke

waktu, bukan hanya penggantian elit tapi perubahan nasib secara

keseluruhan. Bukan hanya perubahan dalam penghasilan ekonomi,

tetapi juga peningkat standar kebahagian dan kelayakan hidup.

Termasuk perasaan aman dan terminologi human security atau

keamanan insani; bebas dari perasaan takut dan terpenuhi kebutuhan

hidup dasarnya.

4. Demokrasi Ekonomi

Gagasan demokrasi eknomi tercantum eksplisit dalam dalam konstitusi

(11)

memang mengangdung gagasan demokrasi politik dan sekaligus

demokrasi ekonomi. Artinya, dalam pemegang kekuasaan tertinggi di

negara kita adalah rakyat, baik di bidang politik maupn ekonomi.

Seluruh sumber daya politik dan ekonomi dikuasasi oleh rakyat yang

berdaulat. Prinsip-prinsipp perekonominan nasional yang harus

diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi yang jelas

termaksud dalam UUD 1945, menyebabkan kenstitusi negara kita itu

berbeda dengan konstitusi negara lain.

5. Kesetaraan dan Keadilan Gender

Kesetaraan gender bagi PSI berarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan

perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai

manusia agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik,

hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan

keamanan nasional (hankamnas) serta kesamaan dalam menikmati hasil

pembanguanan tersebut. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan

diskriminasi dan ketidak adilan struktural, baik terhadap laki-laki

maupun perempuan. Keadilan gender bagi PSI adalah suatu proses dan

perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki. Dengan keadilan

gender berarti tidak ad pembakuan peran, beban ganda, subordinasi,

marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan maupun laki-laki.

Bagi PSI, terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender ditandai dengan

tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, dan dengan

demikian mereka memiliki akses, kesempatan berpartisipasi, dan kontrol

(12)

politik. Memiliki akses dan partisipasi berarti memiliki peluang atau

kesempatan untuk menggunakan sumber daya dan memiliki wewenang

untuk mengambil keputusan terhadap cara penggunaan dan hasil sumber

daya tersebut. Memiliki kontrol berarti memiliki kewenangan penuh

untuk mengambil keputusan atas segala sektor. Sehingga memperoleh

manfaatyang sama dari seluruh proses politik.

6. Negara Kesejahteraan

Mandat negara republik Indonesia adalah negara kesejahterahan, hal ini

jelas termaktub dalam UUD 1945. PSI memberi makna negara

kesejahteraan sebagai model idea pembangunan yang difokuskan pada

peningkatan kesejahterahan melalui pemberian peran yang lebih penting

kepada negara dalam memberikan pelayanan sosial secara universal dan

komprehensif kepada warganya.

Negara kesejahteraan sangat erat kaitannya dengan kebijakan sosial yang

di banyak negara mencakup strategi dan upaya-upaya pemerintah dalam

meningkatkan kesejahteraan warganya, terutama melalui perlingdungan

sosial yang mencakup jaminan sosial, maupun jaring pengamanan sosial.

Negara kesejahteraan tidak hanya mencakup deskripsi mengenai sebuah

cara pengorganisasian kesejahterahan atau pelayanan sosial. Malainkan

juga sebuah konsep normatif sistem pendekatan ideal yang menekan

bahwa setiap orang harus memperoleh pelayanan sosial sebagai haknya.

PSI menginginkan sebuah negara yang hadir, bukan megara yang

mennyerahkan nasib warga negaranya kepada sektor privat. Beberapa

(13)

menjaditanggung jawab negara. Terutama sektor pendidikan, kesehatan,

pengolahan air dan listrik dan pemenujan kebutuhan pangan.

7. Hak Asasi Manusia

PSI memberikan penghormatan yang tinggi pada hak asasi manusia.

HAM adalah hak dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir sampai

mati sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Semua orang

memiliki hak untuk menjalankan kehidupan dan apa yang

dikehendakinya selama tidak melanggar norma dan tata nilai dalam

masyarakat. PSI berpendirian bahwa hak asasi ini sangat wajib untuk

dihormati, dijunjung tinggi serta dilindungi oleh negara, hukum dan

pemerintah. Setiap orang sebagai harkat dan martabat manusia yang

sama antara satu orang dengan lainnya yang benar-benar wajib untuk

dilingdungi dan tidak pembeda hak antara satu dengan lainya. Kader PSI

di seluruh tingkatan wajib untuk menujukan penghormatan pada setiap

hak asasi manusia, karena hak ini adalah hak yang melekat pada diri

setiap manusia sejak dirinya lahir dan tidak dapat di kurangi apalagi

dihilangkan oleh siapapun dalam kondisi apapun selama manusia

tersebut hidup. Sebagai contoh; tidak seorangpun dari kita untuk

memilih terlahir sebagai orang jawa, bugis, padang, cina atau apapun.

Semua itu adalah identitas yang melekat sejak kita lahir, dia adalah

identitas yang terlahir karena kehendak yang kuasa, karenanya setiap

orang tidak bisa mendapat ketidakadilan karena identitas yang sudah

melekat pada dirinya tersebut.

(14)

PSI berpendirian bahwa manusia dan alam adalah sebuah kosmos yang

tidak terpisahkan, tindakan manusia akan berpengaruh terhadap

lingkungan hidup, demikian pula pada proses alamiah yang terjadi pada

lingkungan hidup akan berakibat langsung pada daya hidup manusia.

PSI menetapkan prinsip dukungan terhadap pelestarian lingkungan hidup

dalam bentuk; (1) sikap hormat terhadap alam (Respect for nature)

hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia

sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya. Jadi alam mempunyai hak

untuk dihormati. (2) prinsip tanggung jawa (moral responssibility for

nature) bahwa setiap kader dituntut dan terpanggil untuk bertanggung

jawab dalam memelihara alam semesta ini sebagi milik bersama dengan

rasa memiliki yang tinggi seakan milik pribadinya. Jadi alam di

ekspoitasi dengan rasa tanggung jawab menjaga kelestariannya. (3)

solidaritas kosmis (cosmic Solidarity) bahwa kader didorong untuk

menyelamatkan lingkungan hidup. Juga mendorong kader untuk

mengambil kebijakan yang pro alam, pro lingkungan hidup atau

menentang setiap tindakan yang merusak alam. (4) prinsip kasih sayang

dan kepedulian terhadap alam (caring for nature) bahwa setiap kader

memiliki prinsip moral satu arah, menuju yang lain tanpa mengharapkan

balasan. Tidak sidasarkan pada kepentingan pribadi tetap kepentingan

alam. Dimana semakin mencintai dan pedulu kepada lama, manusia

semakin berkembang menjadi manusia yang matang, sebagai pribadi

dengan identitasnya yang kuat. Karena alam memang menghidupkan,

(15)

prinsip “no harm” yang artinya; karena manusia mempunyai kewajiban

moral dan tanggung jawab tehadap alam, jadi manusia tidak akan mau

merugikan alam secara tidak perlu. (6) prinsip hidup sederhana dan

selaras dengan alam. Pada prinsip ini penekanannya pada nilai, kualitas,

cara hidup yang baik dan bukan kekayaan, sarana, standart material.

Bukan rakus dan tamk mengumpulkan harta dan memiliki

sebanyak-banyaknya, yang lebih penting adalah mutu kehidupan yang baik dan

bersahaja. (7) prinsip keadilan, prinsip ini tidak berbicaratentang

perilaku manusia terhadap alam semesta. Tetapi tentang

bagaimanamanusia harus berprilaku satu terhadap yang lain dalam

kaitan dengan lam semesta dan bagaimana sistem sosial harus diatur

agar berdampak positif pada kelestarian lingkungan hidup. Prinsip ini

masuk dalam wilayah politik ekologi, dimana pemerintah dituntut untuk

membuka peluang dan akses yang sama bagi semua kelompok dan

anggota masyarakat dalam ikut menetukan kebijakan publik (khsusnya

dibidang lingkungan hidup) dan dalam memanfaatkan alam ini bagi

kepentingan vital manusia. (8) prinsip integritas moral, prinsip ini

terutama dimaksudkan untuk pengurus partai. Dimana agar pengurus

partai mempunyai sikap dan perilaku moral yang terhormat serta

memegang teguh prinsip-prinsip moral yang mengamankan kepentingan

publik. Pengurus PSI harus berprilaku bersih dan disegani oleh publik

karena mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan

(16)

sebagai orang yang baik dan terhormat, dengan tidak menyalahgunakan

kekuasaannya.

9. Keadilan Sosial

Sila kelima dari Pancasila jelas menyebutkan prinsip keadilan kosial

bagi seluruh rakyat Indonesia. Konsep keadilan sosial telah menjadi

telah menjadi salah satu pemikiran filosofis presiden Soekarno. Hal ini

ditegaskan dalam sebuah pidato tentang Pancasila. Adapun menurut

Soekarno arti dari kata keadilan sosial itu adalah “keadilan sosial ialah

suatu masyarakat atau sifat suatu masyarakat adil dan makmur,

berbahagia buat semua orang, tidak ada penghinaan, tidak ad

penindasan, tidak ada penghisapan, tidak ad sebagai yang saya katakan

di dalam kuliah umum beberapa bulan lalu –exploitation de l‟homme

parl‟homme.”

Sebagimana Soekarno, PSI sangat memprioritaskan nilai keadilan dan

menjujung tinggi hidup nilai hak-hak asasi manusia dalam konsep hidup

berbangsa dan bernegara. Sudah tentu, lahirnya gagasan tentang defenisi

keadilan sosial ini merupakan hasil refleksi Soekarno tentang masa gelap

sejarah bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia telah mengalami

penderitaan, penindasan, penghinaan dan penghisapan oleh penjajahan

Belanda dan Jepang. Penyataan teks di atas membuktikan bahwa

Soekarno ingin mencanangkan keadilan sosial sebagai warisan dan etika

bangsa Indonesia yang harus diraih. Upaya agar keadilan sosial dapat

terwujud, maka keadilan sosial itu harus dimulai dari hidup

(17)

terdiri dari berbagai macam suku bangsa dkan mencapau keadilan sosial

asalkan rakyat Indonesia telah dipersatukan menjadi satu bangsa, yakni

bangsa Indonesia. Pemahaman aspek persatuan ini jelas tidak bisa

terlepas dari aspek “rasa” setiap orang. Rupanya konsep tentang

persatuan bangsa ini sudah lama digagas oleh Soekarno. Hal ini dapat

dibaca dalam isi pidatonya: Kita hendak mendirikan suatu negara

“semua buat semua”. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan,

baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi “sumua

buat semua.”

II.3. Partai Solidaritas Indonesia Sebagai Partai Politik Baru

PSI sebagai Partai baru yang konsisten merekrut pengurusnya yang bukan

bagia dari partai politik lama tidak punya ketersambungan dengan kekuatan

politik lama. Dengan demikian PSI bisa secara konsiten melakukan gerakan

politik yang sama sekali baru tanpa harus tersandra dengan kepentingan politik

lama, klientalisme, rekam jejak yang buruk, beban sejarah dan citra yang buruk

terhadap partai politik sebelumnya. Sejalan dengan pernyataan Sekretaris Jendral

PSI Menurut Raja Juli Antoni31, sejak awal PSI didirikan dengan sebuah

keyakinan bahwa sebenarnya banyak orang baik di negeri ini, dan sebenarnya kita

tidak kekurangan stok orang baik di negeri ini. Yang kurang adalah orang-orang

baik itu enggan untuk terlibat langsung dalam sebuah proses pengambilan

keputusan misalnya di parlemen, sehingga akhirnya politik itu dikuasai oleh

31

(18)

orang-orang yang memang kita deskripsikan sebagai orang tidak baik. Dua nilai

yang kami perjuangkan dalam PSI adalah pertama, sesuatu yang terkait dengan

nation building kita, yaitu memperjuangkan anti intoleransi.

Kedua, terkait dengan state building anti korupsi. Raja Juli Antoni

mengatakan, yang terjadi pada hari ini yang mengkhawatirkan adalah kita tidak

bisa lagi memisahkan secara baik apa yang menjadi urusan agama dan apa yang

menjadi urusan politik. Dalam Pilkada Jakarta kemarin kita melihat justru terjadi

proses instrumensasi agama yaitu agama dipergunakan sedemikian rupa untuk

tujuan politik. Ini tentu akan merusak tatanan demokrasi kita karena salah satu inti

dari demokrasi adalah bagaimana kita bisa mendudukan posisi agama dan politik.

Karena itu kebebasan individu menjadi penting dan karena kebebasan individu

itulah kemudian semua orang harus dianggap sama sebagai citizen. Jadi tidak ada

orang atau sekelompok orang yang lebih mulia dibandingkan dengan kelompok

lain dan agama tertentu tidak bisa dianggap sebagai warga negara kelas satu,

sedangkan yang lainnya kelas dua.

Partai ini mempunyai persyaratan khusus untuk mengisi komposisi partai

politiknya seperti, memberikan porsi yang besar pada perempuan sehingga

gerakan politik PSI tidak hanya sekedar memenuhi syarat 30% perempuan, tapi

juga seluruh keputusan politiknya diambil melalui keterlibatan aktif perempuan

didalamnya. PSI secara konsisten memisahkan antara dua hal yang selama ini

kadang kabur, antara mengurus partai dan mengurus politik. Sejak awal telah

memisahkan struktur politik dengan struktur administratifnya. Tidak akan terjadi

(19)

paham betul bagaimana mengurus organisasi yang modren, profesional, bersih

dan transparan.

Kebaruan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapat diindikasikan dari

karakter dan nilai dasar yang dianut PSI yang sekaligus menjadi syarat bergabung

dengan PSI baik sebagai kader maupun pengurus PSI, adapun kreteria khusus

tersebut yaitu;32

1. Partai Baru dengan Aktivis Politik Baru

PSI adalah partai baru dikelola oleh para aktivis politik baru yang

sebelumnya tidak pernah menjadi pengurus harian partai apapun. Ini

adalah cara sadar PSI sebagi Partai Baru untuk memutus mata rantai dari

perilaku, spirit dan tradisi buruk partai-partai politik lama

2. Partai Baru dengan Aktivis Politk muda

PSI adalah partai baru yang dikelola aktivis muda berusia di bawah 45

tahun. Dalam praktiknya, kader-kader PSI yang sudah bergabung

rata-rata berusia 30 tahunan. In adalah cara PSI untuk memberikan

kesempatan kepada generasi muda bangsa untuk terlibat aktif dalam

menetukan masa depan bangsa. Ini juga cara PSI menolak politik

gerontrokrasi; politik yang didominasi orang-orang tua secara usia yang

mengelola politik dengan cara-cara tua dan usang.

3. Partai Baru yang Inklusif dan Pluralis

PSI adalah partai baru yang terbuka (inklusif dan plurais) bagi seluruh

anak negeri tanpa memandang latar belakang suku, agama dan ras

mereka. Spirit inklusivitas kader PSI yang akan mengabdi di lembaga

32

(20)

legislatif dan eksekutif dengan mengedepankan kriteria objektif-rasional

ketimbang kriteria primordial berbasis kesukuan atau keagamaan.

4. Partai Baru yang Ramah Anak dan Perempuan

PSI adalahpartai baru yang keputusan-keputusan politiknya

diorientasikan kepada perbaikan kualitas hidup sosial politik anak dan

perempuan. PSI secara konsisten membangun struktur organisasinya

dengan memberikan porsi yng besar bagi perempuan untuk menjadi

pengurus PSI. Bahkan PSI berupaya untuk mencapai angka minimal 40

% pengurus perempuan di setiap tingkatan. Dibuktikan dengan angka

60% kepengurusan perempuan ditigkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

5. Partai Baru yang ramah Lingkungan

PSI adalah partai baru yang berorientasi “hijau” dimana kebijakan

pembangunan selalu dilandaskan kepada keberpihakan kepada

konservasi yang berkelanjutan.

6. Partai Baru yang Modren

7. PSI adalah partai baru yag modren, karena (1) menganut nilai-nilai

kemanusiaan modren seperti penegakan demokrasi dan pembelaan

terhadap hak asasi manusia; (2) mempercayai ilmu pengetahuan dan oleh

karena itu seluruh kebijakan diambil berdasrkan hasil penelitian yang

mendalam. PSI juga mempercayai suvey yang mempergunakan

metodologi yang sahih sebagai cara menampung aspirasi masyarakat; (3)

mempergunakan teknologi informasi dalam manajemen internal partai

(21)

II.4. UU No. 2 Tahun 2011 dan Proses Verifikasi Kementerian Hukum dan HAM

Dalam negara yang menganut sistem demokrasi seperti Indonesia

pengaturan mengenai sistem kepartaian harus diatur sebaik mungkin untuk

menjaga stabilitas politik dalam negeri. Oleh karena itu di Indonesia

pengembangan konsep sistem verifikasi guna menyaring partai politik calon

peserta Pemilu agar tidak terlalu banyak jumlah partai poltik yang menjadi peserta

Pemilu juga terus dikembangkan setahap demi setahap guna mencapai sistem

multi partai sederhana.

Partai politik merupakan sarana bagi warga Negara untuk turut serta atau

berpartisipasi dalam proses pengelolahan Negara. Dewasa ini partai politik sudah

sangat akrab di lingkungan kita sebagai lembaga politik, partai bukan seuatu yang

dengan sendirinya ada. Kelahirannya mempunyai sejarah cukup panjang

meskipun juga belum cukup tua. Bias dikatakan partai politik merupakan

organisasi yang baru dalam kehidupan manusia, jauh lebih muda dibandingkan

dengan organisasi Negara. Peran partai politik telah memberikan kontribusi yang

signifikan bagi sistem perpolitikan nasional, terutama dalam kehidupan

masyarakat Indonesia yang dinamis dan sedang berubah. Jika kapasitas dan

kinerja partai politik dapat ditingkatkan, maka hal ini akan berpengaruh besar

terhadap peningkatan kualitas demokrasi dan kinerja sistem politik. Oleh karena

itu, peran partai politik perlu ditingkatkan kapasitas, kualitas, dan kinerjanya agar

dapat mewujudkan aspirasi dan kehendak rakyat dan meningkatkan kualitas

demokrasi. Dalam menyongsong pemilihan umum, banyak partai-partai politik

(22)

mendaftarkan diri untuk mengikuti pemilu 1999 yang mencapai 141 partai politik.

Sedangkan dalam pemilihan umum 2004 jumlah partai yang mendaftar di

Departemen Hukum dan Ham menjadi 209 partai politik. Hal ini menunjukan para

tokoh di Negara kita begitu bersemangat mendirikan partai politik. Sehingga pada

akhirnya partai politik berjumlah ratusan Banyaknya jumlah partai politik yang

mendaftarkan diri sebagai partai politik disebabkan oleh syarat yang ditetapkan

untuk pembentukan partai politik relative mudah. Oleh krena itu banyaknya partai

politik yang mendaftar tidak di barengi dengan kwalitas para pendirinya yang

kadang kala hanya ingin menjalankan hasrat politiknya sendiri tanpa

memperhatikan aspirasi aspirasi rakyatnya. Hal ini yang turut serta menyokong

lemahnya pelembagaan partai politik..

Biaya pemilu yang mahal, gaji yang tak seberapa setelah menjabat,

menjadikan mereka sibuk memutar otak bagaimana caranya mengembalikan uang

yang telah mereka keluarkan dalam pesta demokrasi, pemilihan umum. Perubahan

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik yang baru disahkan

oleh DPR RI pada 16 Desember kemarin, memberikan syarat-syarat ketat dalam

mendirikan partai politik. Hal itu dilakukan untuk mengantisipai membengkaknya

jumlah partai politik pada pemilu 2014 mendatang. Pada peraturan sebelumnya

UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik menentukan bahwa “Partai politik

didirikan dan dibentuk oleh sekurang-kurangnya 50 (limapuluh) orang warga

negara Republik Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun dengan

akte notaris”. Dari ketentuan itu terlihat bahwa pendirian atau pembentukan partai

politik mudah dilakukan karena cukup mengumpulkan 50 (lima puluh) orang,

(23)

Pembentukan partai politik merupakan implementasi atas hak

kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Hal ini di atur

secara jelsa dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

pada Pasal 28E ayat (3) yang berbunyi bahwa “ setiap orang berhak atas

kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat” .

Ketentuan ini mengandung substansi yang jauh lebih tegas dibandingkan

ketentuna pada Pasal 28 yang berasal dari rumusan asli sebelum Perubahan Kedua

pada tahun 2000 yang berbunyi “kemerdekaan berserikat,

berkumpul,mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya

ditetapkan dengan undang undang”. Hak atas kemerdekaan berserikat dan

berkupul seperti yang dimaksud oleh Pasal 28E ayat (3) juncto Pasal 28 UUD

1945 tersebutdiatas, terkait erat dengan hak kemerdekaan berserikat atau freedom

of assiciation itu sendiri merupakan satu bentuk ekspresi pendapat dan aspirasi

atas ide-ide yang dislurkan dengan cara kerja sama dengan orang lain yang seide

dan seaspirasi. Oleh karena itu, jaminan atas kemerdekaan berserikat , berkumpul,

dan mengeluarkan pendapat lebih lanjut diatur secara konstitusional dalam

Undang –Undang Nomor 2 Tahun 2011 tantang Partai Politik.

Undang-Undang ini menggantikan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008

yang berlaku sebelumnya, yang pada faktanya dianggap dapat memicu timbulnya

warga masyrakat yang merasa hak untuk berserikat dan berkumpul mereka masih

(24)

Adapun syarat-syarat pembentukan partai politik yang diatur dalam

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 pada Bab II Pasal 2 yaitu;33

1. Partai politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 30 (tiga puluh) orang

warga Negara Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau

sudah menikah dari setiap provinsi.

a. Partai politik sebagai mana yang telah di jelaskan pada ayat (1)

didaftarkan oleh paling sedikit 50 (lima puluh) orang pendiri yang

mewakili seluruh pendiri partai politik dengan akta notaris.

b. Pendiri dan pengurus partai politik dilarang merangkap sebagai anggota

partai politik lain

2. Pendirian dan pembentukan partai politik sebagai mana dimaksud pada

ayat(1) menyertakan 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan.

3. Akta notaries sebagai mana dimaksud pada ayat (1) harus memuat AD dan

ART serta kepengurusan partai politik tingkat pusat.

4. AD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) memuat paling sedikit:

a. Asas danciri partai politik;

b. Visi dan misi partai politik;

c. Nama, lambang, dan tanda gambar partai politik;

d. Tujuan dan fungsi partai politik;

e. Organisasi, tempat kedudukan, dan pengambilan keputusan;

f. Kepengurusan partai politik;

g. Mekanisme rekrutmen keanggotaan partai politik dan jabatan politik;

h. Sistem kaderisasi;

(25)

i. Mekanisme pemberentian anggota partai politik;

j. Peraturan dan keputusan partai politik;

k. Pendidikan politik;

l. Keuangan partai politik;

m. Mekanisme penyelesaian perselisihan internal partai politik.

5. Kepengurusan partai politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud pada ayat(2)

disusun dengan menyertakan paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus)

keterwakilan perempuan.

Dalam hal akta notaries pada aturan di atas harus memuat AD (Anggaran

Dasar) dan ART (Anggaran Rumah Tangga) yang memuat asas dan tujuan partai

politik. Asas partai politik dan cirinya tidak boleh bertentangan dengan asas

Negara yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan Pasal 9

ayat (1),(2),dan (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tantang Partai politik

menyatakan sebagai berikut; 34

1. Asas partai politik tidak boleh bertentangn dengan Pancasila dan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Partai polirik dapat mencantumkan cirri tertentu yang mencerminkan

kehendak cita-cita partai politik yang tidak bertentangan dengan Pancasila

dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

3. Asas dan cirri partai politik sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2)

merupakan penjabaran dari Pancasila danUndang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945.

34

(26)

Partai politik didirikan tentunya memiliki tujuan sebagaimana di atur dalam pasal

10 ayat (1), ayat (2),dan ayat (3) UU No. 2 Tahun 2011 tantang Partai Politik yang

menyatakan bahwa:

1. Tujuan umum partai politik adalah:

a. Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang

dimaksud dalam pembukaan Undang-Undang Negara Republik

Indonesia Tahun 1945

b. Menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik

Indonesia

c. Mengembangkan kehidupan berdemokrasi berdasarkan Pancasila dan

menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik

Indonesia

d. Mewujudkan kesejahtraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Tujuan khusus Partai Politik adalah:

a. Meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam

rangka penyelanggaraan kegiatan politikpemerintahan;

b. Memperjuangkan cita-cita Partai Politik dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan

c. Membangun etika dan budaya berpolitik dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

3. Tujuan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)

diwujudkan dengan cara konstitusional.

(27)

pembentukan partai ini merupakan perwujudan kedaulatan rakyat partai politik

ini sebagai asset Negara. Maka dalam rangka mendukung terwujudnya kehidupan

demokrasi diindonesia, di atur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2009

Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik. Pemerintah memberikan

dukungan bantuan keuangan kepada partai politik. Pemberian keuangan kepada

partai politik bertujuan untuk membantu partai politik dalammemperjuangkan

cita-cita anggotanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Disamping itu juga untuk meningkatkan peran partai politik dalam melaksanakan

tugas-tugas pembangunan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia .

Adapun syarat dan proses verifikasi yang diatur dalam peraturan Mentri

Nomor: M.HH-04.AH.11.01 TAHUN 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan

pendaftaran Penyesuaian Partai Politik Berbadan Hukum dan Partai politik baru

Menjadi badan Hukum Berdasarkan UndangUndang Nomor 2 Tahun 2011 tntang

perubahan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik.

Verifikasi kementrian Hukum dan HAM umtuk memperoleh status badan

hukum telah terdaftar sebagai Partai Politik di Kementrian Hukum dan HAM.

Kementrian Hukum dan HAM akan melakukan dua tahapan pemeriksaan.

Tahapan pertama adalah verifikasi administrasi terhadap kelenkapan dokumen

persyaratan pendirian partai politik. Tahapan kedua adalah verifikasifaktual untuk

melakuakan penyesualian atau kecocokan dokumen administrasi dengan fakta di

lapangan.35

Merujuk pada undang-undang yang berlaku, partai-partai baru yang ingin

ikut dalam pemilu mengikuti proses verifikasi yang dilaksanakan oleh

35

(28)

Kemenkumham untukmendapatkan status badan hukum. Untuk lolos verifikasi,

partai politik baru harus memiliki kepengurusan di seluruh provinsi serta 75

persen pengurus dari seluruh kabupaten, dan 50 persen dari kecamatan.

Permohonan pendaftaran penyesuaian partai politik berbadan hukum dan

pendaftaran pendirian dan pembentukan partai politik baru menjadi badan hukum

berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik harus

diajukan sekurang-kurangnya oleh Ketua Umum partai politik dengan mengisi

formulir yang telah disediakan dan harus memenuhi syarat-syarat sesuai dengan

Undang-undang yang berlaku.

Setelah mendaftar dan di verifikasi Oleh Kementrian Hukum dan HAM

selanjutanya akan dilakukan Pengesahan penyesuaian partai politik berbadan

Hukum dan partai politik baru menjadi badan hukum berdasarkan undang-undang

nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas undangundang Nomor 2 tahun 2008

tentang partai Politik.

Pengesahan penyesuaian partai politik berbadan hukum dan partai politik

baru menjadi badan hukum dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Menteri

Hukum dan Asasi Manusia dalam waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja

sejak berakhirnya proses penelitian dan/atau verifikasi. Keputusan Menteri

Hukum dan Hak Asasi Manusia disampaikan kepada partai politik yang

bersangkutan setelah menyerahkan bukti pembayaran Penerimaan Negara Bukan

Pajak (PNBP). Salinan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia

disampaikan kepada:

(29)

b. Mahkamah Konstitusi;

c. Menteri Dalam Negeri;

d. Komisi Pemilihan Umum;

e. Percetakan Negara untuk diumumkan dalam Berita Negara Republik

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...