• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Proyek Konstruksi Wulfram I. Ervianto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen Proyek Konstruksi Wulfram I. Ervianto"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

Oleh: Wulfram I. Ervianto

2002

SINOPSIS

Dalam buku ini disajikan secara sistematis tentang pemahaman pengelolaan proyek konstruksi. Pemaparan dibedakan menjadi empat tahap yang dianggap berperan penting dalam proyek konstruksi.

Tahap satu dimulai dari pengertian dan definisi dari manajemen rekayasa. Hal ini menjadi penting untuk memposisikan fungsi manajemen dalam proyek konstruksi dan dilanjutkan dengan pengertian dari proyek konstruksi serta peran penting organisasi dalam menjalankan fungsi manajemen secara efektif.

Tahap dua berupa paparan tentang proses pelelangan yang didasarkan pada Keppres no.18 tahun 2000 dan dilanjutkan dengan cara melakukan evaluasi penawaran yang disajikan lengkap dengan contoh aktual serta proses terjadinya kontrak proyek konstruksi dan hubungan kontrak yang terjadi antar pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi.

Tahap tiga berisi tentang cara pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam proyek konstruksi dan diberikan contoh langkah demi langkah dalam proses pembuatannya sehingga mudah untuk dimengerti.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini peserta yang memasukkan dokumen penawaran administrasi, teknis dan harga terdapat 3 (Tiga) calon penyedia, maka pelelangan dilanjutkan ke tahap

Sistem infomasi manajemen proyek ini dapat membantu project manager untuk melakukan tindakan pengendalian berupa percepatan proyek dengan alternatif penambahan jam

Komponen-komponen sistem yang berupa unsur atau subsistem terkait satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk sistem fungsi dan efektifitas sistem

Dari segi manajemen, tahap pascaimplementasi adalah berupa suatu aktivitas, harus ada personel atau divisi dalam perusahaan yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterlibatan konsultan manajemen konstruksi pada setiap tahap pembangunan proyek di Indonesia. Langkah pertama yang dilakukan adalah

Permasalahan utama kontraktor dalam mengajukan penawaran adalah menempatkan harga penawaran tidak dapat diajukan terlalu tinggi dengan harapan untuk mendapatkan profit yang

Penjadwalan awal proyek menggunakan metode penjadwalan tradisional berupa gantt chart yang kemudian di- breakdown lebih detail dan lengkap dengan hubungan antar

Saat ini proses pembangunan jalan sudah dalam tahap pelelangan, dan akan dilanjutkan dengan pelaksanaan pekerjaan kostruksi, sehingga untuk menjamin kualitas pekerjaan ini dibutuhkan