• Tidak ada hasil yang ditemukan

Balap Liar Di Kalangan Remaja Kota Medan (Studi Kasus Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Medan Selayang )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Balap Liar Di Kalangan Remaja Kota Medan (Studi Kasus Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Medan Selayang )"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan manusia dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu masa anak-anak,

masa remaja dan masa dewasa. Remaja merasakan bukan anak-anak lagi, namun

belum mampu memegang tanggung jawab seperti orang dewasa. Masa remaja

adalah masa di mana orang mulai mengenal dunia luar di mana pada masa ini

mereka selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal yang menantang sehingga sering

timbul pelanggaran-pelanggaran terhadap norma dan nilai dalam suatu

masyarakat.

Pada saat ini diera globalisasi, banyak hal yang berubah contoh kecilnya

adalah pergaulan remaja yang sudah tercoreng dan tidak ada batasnya lagi, banyak

di kalangan remaja melakukan hal-hal yang negatif yang merugikan bukan hanya

merugikan dirinya tetapi merugikan juga bagi orang lain. Contohnya balapan liar

karena remaja masa kini mempunyai jiwa keingintahuan yang cukup tinggi serta

terpengaruh dari film atau sekedar ingin mencari nama dan di bilang jagoan saja.

Kenakalan remaja dapat di golongkan menjadi kegiatan yang meyimpang atau

kegiatan yang negatif, kegiatan balap liar yang dilakukan kalangan remaja ini

sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, justru bagi masyarakat kalangan bawah

balapan liar merupakan hiburan tersendiri.

Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan yang dialami oleh

(2)

sosial, remaja membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh kembang menjadi

manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, sikap remaja dapat berubah karena

interaksi dan saling berpengaruh antar sesama maupun dengan proses sosialisasi.

Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk

memahami orang lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut sifat-sifat

pribadi, minat, nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk

bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat

melalui persahabatan. Pada masa remaja ini perkembangan sikap remaja

cenderung menyerah atau mengikuti opini, prndapat, nilai, kebiasaan, kegemaran,

dan keinginan orang lain.

Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti

kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi

baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam usia remaja ia

mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup signifikan dan

memerlukan kesiapan mental. Di usia remaja ini mulai mencari dan memahami

pribadinya sendiri dan orang lain, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, semua itu

mendorongnya untuk bereksperimen dan mencari tahu.

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, masa

ini adalah masa yang sulit bagi setiap orang meskipun tingkat kesulitannya

berbeda. Sifat dasar dari fase remaja ini adalah memiliki tingkat keingintahuan

yang tinggi dan keinginan untuk mencoba hal-hal yang baru bagi dirinya.

Lingkungan yang kurang baik dapat menyebabkan para remaja menyalurkan sifat

dasar mereka dalam bentuk kenakalan remaja. Belakangan ini banyak aktivitas

yang mengarah pada kegiatan kelompok yang mengacu pada minat yang sama.

(3)

persoalannya adalah pada usia yang labil kecenderungan ini masih bercabang

pada kemungkinan positif dan negatif. Negatif mengarah pada tindakan balap liar

yang salah satunya adalah bentuk kenakalan tersebut.

Perkembangan remaja juga memiliki berbagai kebutuhan-kebutuhan.

Kebutuhan yang pertama adalah kebutuhan biologis atau yang disebut juga

biological motivation. Kebutuhan yang kedua adalah kebutuhan psikologis.

Kebutuhan psikologis meliputi kebutuhan beragama dan kebutuhan rasa aman.

Kebutuhan yang terakhir adalah kebutuhan sosial, meliputi kebutuhan untuk

dikenal, kebutuhan berkelompok, habit (kebiasaan), dan aktualisasi diri. Sebagian

remaja memilih balap liar untuk memenuhi sebagian kebutuhan mereka. Kegiatan

balap liar dapat memenuhi kebutuhan sosial para remaja yaitu kebutuhan untuk

dikenal, kebutuhan berkelompok dan aktualisasi diri. Kegiatan balap liar banyak

diikuti oleh teman-teman sebayanya sehingga dengan mengikuti balap liar remaja

akan lebih dikenal terutama oleh teman-teman sebayanya. Kebutuhan

berkelompok juga dapat terpenuhi dalam kegiatan balap liar, karena dalam

kegiatan terdapat kelompok-kelompok remaja. (Sofyan S Wilis, Bandung:

Alfabeta, 2008)

Masyarakat dalam bahasa inggris disebut society yang berarti kawan,

sedangkan dalam bahasa arab disebut syirk yang berarti bergaul. Secara

sosiologisnya manusia di pandang sebagai makhluk yang perilakunya di

pengaruhi (deterministik), sehingga bisa dimanipulasi melalui indroktrinasi,

manusia digambarkan sebagai makhluk yang selalu bertindak sesuai dengan

kepentingannya sendiri. Sehingga pokok kajian sosiologi berdasarkan paradigma

perilaku sosial adalah memahami kepentingan-kepentingan manusia. Dalam

(4)

disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan ada unsur-unsur lain

dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan masyarakat.

Menurut Erikson (dalam Cremers,1989), seseorang yang sedang mencari

indentitas akan berusaha “menjadi seseorang”, yang berarti berusaha mengalami

diri sendiri sebagai “AKU” yang bersifat sentral, mandiri, unik, yang mempunyai

suatu kesadaran akan kesatuan batinnya, sekaligus juga berarti menjadi

“seseorang” yang diterima dan diakui oleh orang banyak. Lebih jauh

dijelaskannya bahwa orang yang sedang mencari identitas adalah orang yang

ingin menentukan “siapakah” atau “apakah” yang diinginkannya pada masa

mendatang. Bila mereka telah memperoleh identitas, maka ia akan menyadari

ciri-ciri khas kepribadiannya, kesukaan atau ketidaksukaannya, aspirasi, tujuan masa

depan yang diantisipasi, perasaan bahwa ia dapat dan harus mengatur orientasi

hidupnya.

Masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut

suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontiniu dan terikat oleh suatu rasa

identitas bersama. Hal ini dapat di lihat pada masyarakat di daerah Ringroad yang

memiliki norma dan nilai yang di junjung tinggi oleh setiap anggota

masyarakatnya. Sebagian besar masyarakatnya membuka usaha di sepanjang jalan

Ringroad seperti berjualan dan lain-lain. Tingkat perekonomian daerah tersebut

termasuk dalam tingkat ekonomi menengah ke atas dan ada juga yang menengah

ke bawah. Banyak warga di daerah Ringroad yang berpendidikan sampai ke SMA

maupun perguruan tinggi, serta masih terdapat warga yang hanya menikmati

pendidikannya sampai sekolah dasar dan bahkan ada yang tidak memiliki

(5)

Balap liar merupakan kegiatan beradu cepat kendaraan, yang dilakukan di atas

lintasan umum. Artinya kegiatan ini sama sekali tidak di gelar di lintasan resmi,

melainkan di jalan raya. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada tengah malam

sampai menjelang pagi saat suasana jalan raya sudah mulai sepi. Balap liar

merupakan suatu aternatif bagi mereka untuk mengekspresikan dirinya sebagai

suatu penunjukkan citra diri sesuai dengan tampilan idolanya. Para pembalap liar

tersebut membentuk suatu suatu kelompok sebagai wadah mereka untuk

mengaktualisasikan diri, yang akhirnya membentuk gaya hidup yang

mencerminkan eksklusifisme diri dan kelompoknya,. Biasanya hal ini ditandai

dengan adanya perasaan in group yang tinggi dalam komunitas perkumpulan

tersebut.

Kegiatan balap liar dapat memenuhi kebutuhan sosial para remaja yaitu

kebutuhan untuk dikenal, kebutuhan berkelompok dan aktualisasi diri. Kegiatan

balap liar banyak diikuti oleh teman-teman sebayanya sehingga dengan mengikuti

kegiatan balap liar remaja akan lebih dikenal terutama oleh teman-teman

sebayanya. Kebutuhan berkelompok juga dapat terpenuhi dalam kegiatan balap

liar, karena dalam kegiatan terdapat kelompok-kelompok remaja. Intinya konsep

jaringan menunjuk pada semua hubungan dengan orang atau kelompok lain yang

memungkinkan kegiatan dapat berjalan secara efisien dan efektif (Lawang.2005).

Kegiatan balap liar yang dilakukan kalangan remaja ini sudah tidak asing lagi

bagi masyarakat. Disebut balapan liar karena kegiatan saling memacu kecepatan

kendaraan bermotor tersebut tidak memiliki izin dari aparat yang berwenang

berupa izin keramaian dari kepolisian serta tidak memiliki aturan yang jelas dalam

kegiatannya. Termasuk pula tidak menggunakan pengaman yang standar seperti

(6)

liar itu sendiri. Balapan liar berbeda dengan balapan resmi, dimana balapan resmi

dilakukan di sirkuit balapan ataupun jalanan umum yang dirubah menjadi sirkuit

balap dan memiliki izin dari aparat yang berwenang serta memiliki aturan yang

jelas dalam kegiatannya. Para pembalap dalam balapan resmi diharuskan

memakai kelengkapan pengaman standar yang telah ditetatapkan oleh

penyelenggara acara.

Dalam aksi balap liar jika terus berlanjut maka para remaja akan mencari

pelarian yang lainnya, misalnya minum-minuman keras dan hal lainnya yang

memabukan sehingga anak mendapatkan mental yang lebih untuk melakukan

balap liar, padahal aksi balapan liar tersebut terbilang sangat nekat karena belum

tentu joki yang sudah terlatih dalam bidang otomotif apa lagi banyak dari joki

tidak memakai helm dan pakain yang khusus diperuntukan untuk balapan mereka

hanya memakai celana panjang dan kaos, betapa nekatnya mereka semua belum

lagi bisingnya suara yang di timbulkan karena rata-rata dari para oknum pembalap

liar memakai kenalpot racing yang menimbulkan suara yang sangat berisik dan

mengganggu warga yang memiliki rumah di daerah sekitar dan sangat

mengganggu para pengguna jalan. Faktor keamanan bukan lagi jadi prioritas, bagi

sang joki yang terpenting adalah bisa beraksi bebas memacu motor. Balap liar pun

tak jarang harus membuat para pembalap kucing kucingan dengan polisi yang

berjaga untuk membubarkan aksi nekat mereka. Saat patroli tiba

pembalap-pembalap jalanan langsung kocar-kacir. Tak semuanya bisa kabur mengandalkan

kecepatan, dan ada saja yang tertangkap. Tak jarang pula ditemukan bengkel yang

biasa memodifikasi motor standard menjadi motor balap liar. Motor korekan,

(7)

Perilaku menyimpang pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang

menyebabkan seorang atau beberapa remaja yang perilakunya tidak terkontrol

(uncontrol). Memang diakui bahwa tidak semua remaja mengalami behaviour

disorder, seorang remaja mengalami hal ini jika ia tidak tenang dan menyebabkan

hilangnya konsentrasi diri. Perilaku menyimpang pada remaja akan

mengakibatkan munculnya tindakan yang tidak terkontrol. Kesenangan untuk

melakukan balapan liar merupakan wujud perilaku bermasalah dari remaja saat

ini. Masalah perilaku yang dialami remaja dapat dikatakan masih dalam kategori

wajar jika tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Sedangkan wujud dari

kesenangan tadi berubah menjadi sebuah perilaku yang diterapkan kedalam

sebuah kegiatan di jalan raya dimana para remaja melakukan balapan yang

merupakan perilaku menyimpang (behaviour disorder).

Aktifitas balapan liar ini belum memiliki peraturan yang secara khusus

mengatur, sehingga aktifitas tersebut masih marak terjadi. Para pelaku balapan liar

dapat dijerat dengan Pasal 493 dan Pasal 503 KUHP Buku III “Pelanggaran” serta

menggunakan peraturan-peraturan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor

22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu Pasal 21, Pasal 106

Ayat (1), Ayat (2), Ayat (4), Ayat (8), dan Pasal 115 yang ketentuan pidananya

terdapat pada Pasal 283, Pasal 284, Pasal 287 Ayat (5), Pasal 297, Pasal 311 Ayat

(1).

Aksi balapan liar tersebut dijelaskan secara umum dalam Pasal 115 huruf b yang

menyatakan:

“Pengemudi kendaraan bermotor dijalan dilarang bebabalapan dengan

(8)

Pengertian jalan pada Pasal 115 diatur dalam Pasal 1 Ayat (12) yang menyatakan :

“Jalan adalah seluruh bagian Jalan, termasuk bangunan pelengkap dan

perlengkapannya yang diperuntukkan bagi Lalu Lintas umum, yang berada pada

permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau

air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel”.

Selanjutnya dipertegas lagi dengan ancaman pidana bagi yang melannggar Pasal

115 huruf b yakni Pasal 297 undang-undang tersebut, yang menyebutkan

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor berbalapan di Jalan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 huruf b dipidana dengan pidana

kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000,00

(tiga juta rupiah)”.

Salah satu faktor penyebab terjadinya balap liar yaitu bisa disebabkan oleh

buruknya kontrol diri dari remaja yang tidak dapat mengkontrol keinginan untuk

mencari jati diri dengan cara melakukan hal-hal baru dan juga melemahnya

kontrol sosial diakibatkan kegagalan keluarga, lingkungan, sekolah dan

penegakan hukum untuk menjalankan fungsi kontrolnya. Para remaja memilih

melakukan aksi balap liar di jalan umum disebabkan tidak adanya sarana berupa

sirkuit balapan resmi yang disediakan oleh pemerintah dan besarnya modal yang

dibutuhkan untuk menjadi seorang pembalap. Dalam lingkungan masyarakat

kenyamanan merupakan hal pokok yang harus bisa terpenuhi, oleh karena itu

didalam lingkungan masyarakat bila ada hal yang menimbulkan sesuatu keributan,

kericuhan dan kekacauan akan

menimbulkan ketidak nyamanan kepada masyarakat. Contohnya seperti balap liar

yang selalu menimbulkan suara bising yang tentu saja sangat mengganggu

(9)

aksi balap liar, seperti di jalan gagak hitam (ringroad), didaerah ini sering sekali

terjadinya aksi balap liar yang dilakukan oleh para remaja setiap malam sabtu

dan malam minggu.

Tindakan nekat para pembalap liar tersebut tidak hanya merugikan dirinya

sendiri tetapi juga merugikan pihak lain. Salah satunya masyarakat sekitar yang

daerah rumahnya dengan dengan arena balap liar. Masyarakat menyayangkan

dengan adanya balap liar karena sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat.

Tetapi para pembalap liar tetap melakukan aksinya di arena balap tanpa

memikirkan masyarakat sekitar.

Motor yang digunakan dalam balap liar adalah motor yang sudah dimodifikasi

sehingga menimbulkan suara yang keras sehingga menimbulkan ketidaknyamanan

bagi orang yang tidak menyukai kegiatan tersebut. Halaman parkir yang

seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyrakat sebagai sarana oleh raga maupun

kegiatan lainnya tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya karena adanya

kagiatan balap liar yang dilakukan oleh para remaja.

Latar belakang yang ada di atas merupakan sedikit penggambaran tentang

fenomena balap liar di kalangan remaja yang terjadi di Kota Medan. Remaja yang

seharusnya menuntut ilmu serta menjalankan berbagai tugasnya sebagai bekal saat

dewasa, tetapi melakukan aksi balap liar yang dapat membahayakan dirinya

sendiri serta orang lain. Fenomena ini menarik diteliti karena balap liar

meresahkan masyarakat dan menimbulkan konflik diantara masyarakat dengan

remaja.

Oleh sebab itu peneliti sangat tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai

(10)

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan topik

atau judul penelitian. Berdasarkan pada uraian latar belakang, maka dalam

penelitian ini yang menjadi rumusan masalahnya adalah :

1. Bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam mengikuti

balap liar ?

2. Bagaimana dampak balap liar terhadap pelaku (pembalap liar) dan

masyarakat ?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian merupakan bagian pokok ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk

lebih mendalami segala aspek kehidupan, di samping itu juga merupakan sarana

untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, baik dari segi teoritis maupun praktis.

Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui, menganalisis dan menginterpretasikan bagaimana

hubungan internal dan eksternal yang ada dalam balap liar

2. Untuk mengetahui, menganalisis dan menginterpretasikan bagaimana

pandangan masyarakat tentang adanya balap liar di kalangan remaja

3. Untuk mengetahui bagaimana sistem pengorganisasian terbentuknya balap

(11)

1.4 Manfaat Penelitian

Setelah mengadakan penelitian, maka manfaat yang diharapkan antara lain :

1. Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah

pengetahuan dan wawasan kajian ilmiah bagi mahasiswa Sosiologi

dan memberikan referensi dalam pengkajian fenomena serta masalah

sosial yang ada. Selain itu, memberikan kontribusi kepada pihak-pihak

yang membutuhkan untuk dijadikan sebagai perbandingan penelitian

selanjutnya.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa:

Penelitian ini di harapkan dapat memberi masukan masukan bagi para

remaja tentang balap liar.

1. Untuk para orang tua agar mengetahui bahayanya balap liar di

kalangan remaja

2. Untuk pengelola balap liar agar dapat lebih berhati-hati tentang

bahayanya balap liar di lintasan umum.

3. Bagi penegak hukum dan masyarakat setempat harus lebih tegas

(12)

1.5 Defenisi Konsep

1.5.1 Balap Liar

Balap liar merupakan kegiatan beradu cepat kendaraan, yang dilakukan di

atas lintasan umum. Artinya kegiatan ini sama sekali tidak di gelar di lintasan

resmi, melainkan di jalan raya. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada tengah

malam sampai menjelang pagi saat suasana jalan raya sudah mulai sepi. Balap liar

juga bisa di artikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara terorganisasi dalam

melakukan peraduan sepeda motor berdasarkan jenis, kecepatan dan kapasitas

mesin. Sebagian remaja memilih balap liar untuk memenuhi sebagian kebutuhan

mereka.

1.5.2 Remaja

Remaja merupakan waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa

remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut

anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju

dewasa. Remaja juga bisa diartikan masa peralihan antara masa anak dan masa

dewasa yang berjalan antara umur 11 tahun sampai 21 tahun.

1.5.3 Mekanik

Mekanik merupakan dari namanya saja kita sudah dapat menduga bahwa

orang ini pasti orang yang mempunyai kemampuan atau orang yang mengerti

tentang mesin kendaraan. Memang syarat untuk menjadi seorang mekanik dalam

balapan liar harus memiliki pengeahuan di bidang mesin. Biasanya yang menjadi

mekanik orang yang mempunyai bengkel yang dijadikan sebagai seketariat

mereka. Seorang mekanik tidak boleh ketinggalan informasi mengenai teknologi

(13)

samping itu seorang mekanik biasanya juga merupakan orang yang mendapatkan

kepercayaan nya dari kelompoknya untuk meracik kereta untuk balapan yang

serinng mereka sebut deng istilah kereta kencang.

1.5.4 Joki (Pembalap)

Keberhasilan dalam meraih kemenangan di samping di tentukan oleh

kemampuan mekanik untuk meracik kereta agar kencang juga besar faktornya

disebabkan oleh kemampuan jokinya. Seorang joki harus memiliki kemampuan

untuk mengetahui kekuatan kereta yang akan dipakai untuk balapan juga

kelebihan dan kekurangan kereta tersebut. Selain itu seorang joki, juga harus

memiliki kemampuan (skill) untuk membawa kereta kencang sehingga mencapai

hasil optimal. Seorang joki juga haru memiliki nyali besar, karena biasanya dalam

balapan seorang joki tidak memakai perlengkapan keselamatan, sehingga dalam

balapan dapat saja terjadi kecelakaan dan nyawa menjadi taruhannya. Dan seorang

joki harus mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekannya. Memang tidak ada

ukuran baku untuk kemampuan yang dimiliki seorang joki, tetapi

kemampuannyalah yang menjadikan rekan-rekannya percaya kepadanya untuk

menjadi seorang joki.

1.5.5 Bandar

Bandar merupakan orang yang bertugas untuk memegang taruhan kedua

belah pihak, karena biasanya pihak-pihak yang bertanding mempunyai taruhan

sejumlah uang yang telah di sepakati.

1.5.6 Juri start dan juri finish

Juri merupakan orang yang bertugas untuk mengawasi perlombaan di garis

(14)

sedangkan juri finish merupakan tidak jauh berbeda dengan juri start, hanya saja

juri ini bertugas untuk mengawasi perlombaan digaris

1.5.7 Pengawas

Pengawas merupakan orang yang berhak untuk membantu kelancaran

balapan. Biasanya mereka ditempatkan di tempat-tempat yang rawan, misalnya

persimpangan jalan, karena yang digunakan jalan raya. Merekalah yang bertugas

untuk memperingatkan orang lain tentang adanya perlombaan.

1.5.8 Pemeriksa Lintasan

Pemeriksa lintasan merupakan mereka yang biasanya bertugas untuk

memeriksa keadaan jalan, apakah layak untuk di jadikan tempat

Referensi

Dokumen terkait

Aktivitas balap liar yang dilakukan para remaja jaman sekarang menjadi suatu hobi yang tidak baik dan dapat berakibat kecelakaan pada pelaku maupun orang disekitarnya. Sesuai

Fenomena balap liar yang berlarut-larut dari dulu sampai sekarang ini sebenarnya bukan hal yang asing lagi untuk masyarakat akan tetapi harus ditanggapi dengan serius karena

e. mendekati persimpangan atau perlintasan sebidang kereta api; dan/atau f. melihat dan mengetahui ada Pejalan Kaki yang akan menyeberang. Dari balap liar yang dilakukan oleh

Walaupun kegiatan judi balap liar meresahkan warga sekitar tetapi remaja tetap saja melakukan judi balap liar di Jalan Bukik Bunian, remaja merasa kegiatan

Berkenaan dengan penelitian ini, maka definisi konsepsional dari Upaya Kepolisian Resor Bontang dalam Penertiban Balap Liar Di Kalangan Remaja pada Daerah Gunung

Balap liar yang di lakukan oleh remaja merupakan kegiatan yang sangat beresiko dan membahayakan karena dilakukan tanpa standart keamanan yang memadai dan di larang oleh

Diharapkan dengan adanya Iklan Layanan Masyarakat melalui media baliho dapat memberikan kesadaran kepada pelaku aksi balap liar untuk tidak lagi melakukan kegiatan

Remaja yang mengikuti judi balap liar disebabkan karena mereka tertantang untuk bisa menghindari resiko dan bahaya kecelakaan yang mereka hadapi, dengan demikian remaja memilih judi