• Tidak ada hasil yang ditemukan

05. PERSYARATAN PESERTA PENYIDIK DASAR TINDAK PIDUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "05. PERSYARATAN PESERTA PENYIDIK DASAR TINDAK PIDUM"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERSYARATAN PESERTA SERTIFIKASI

PENYIDIK DASAR TINDAK PIDANA UMUM

1. Persyaratan dasar pemohon sertifikasi

a. Memiliki SK Penyidik

b. Telah direkomendasikan kompeten terhadap kompetensi

Penyidik Dasar dari Assesor

c. Memiliki pengalaman dinas yang bertugas sebagai penyidik di

fungsi Reskrim.

d. Telah mengikuti Dikbangspes dan/atau pelatihan di bidang

penyidikan sebagai penyidik dan penyidik pembantu Tindak

Pidana.

e. Sehat jasmani dan rohani.

f. Direkomendasikan oleh kepala satuan kerja.

2. Proses pendaftaran

Permohonan sertifikasi dilakukan melalui surat permohonan dari

kepala satuan kerja dengan melampirkan:

a. Foto copy ijazah pendidikan umum terakhir.

b. Foto copy Keputusan penempatan pada fungsi Reskrim

sebagai penyidik atau penyidik pembantu Tindak Pidana

KUHP.

c. Foto copy ijasah/sertifikat/surat keterangan pendidikan

kejuruan dan atau pendidikan dan pelatihan penyidikan Tindak

Pidana KUHP.

d. Foto copy surat perintah tugas pada fungsi Reskrim sebagai

penyidik dan penyidik pembantu Tindak Pidana.

(2)

2

e. Daftar riwayat hidup.

f. Surat perintah untuk mengikuti sertifikasi dari kepala satuan

kerja.

g. Pas photo berwarn adengan PDH Polri denganukuran 3x4 =2

lembar, 4x6 = 2 lembar.

h. Dokumen porto folio memadai terdiri dari:

1) Skep Penyidik/Penyidik Pembantu

2) SK Penempatan pada fungsi reskrim akumulasi 5 Tahun

3) Sprin Sidik terakhir

4) Dokumen penyelesaian perkara berupa berkas perkara dan

P-21

5) Laporan Hasil Penyelidikan (LHP)

6) Dokumen pendukung lain yang terkait dengan fungsi

Referensi

Dokumen terkait

Isi dari surat perintah penyitaan tersebut tentunya perintah untuk menyita benda atau barang yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika,

Implementasi Tugas dan Wewenang Penyidik Tindak Pidana Asal dalam Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (Money laudering) adalah sama, yang menjadi pembeda di antara

Penyidik berwenang untuk menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana, melakukan tindakan pertama pada saat ditempat kejadian; menyuruh

BNN adalah lembaga penyidik dalam tindak pidana narkoba dan lembaga ini dibantu oleh pihak dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), yang pada mulanya penyidik

Problematika kepolisian sebagai penyidik tindak pidana korupsi dalam penetapan tersangka tindak pidana korupsi dana kampung/desa, yaitu : Pertama, saksi tidak kooperatif

Selaras dengan ketentuan KUHAP, dalam Pasal 94 (1) UUPPLH 209 diatur bahwa penyidik tindak pidana di bidang lingkungan selain Penyidik Pejabat Polri, juga

Wewenang khusus penyidik untuk melakukan penyidikan perkara tindak pidana teknologi informasi dilaksanakan oleh selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia,

Guna mengetahui upaya yang dilakukan penyidik Polres Grobogan dalam mengatasihambatan proses penyidikan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.. Umumnya tindak