• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sinyal dari Gempa Tornillo di Gunung Papandayan Periode Bulan April-Mei 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Sinyal dari Gempa Tornillo di Gunung Papandayan Periode Bulan April-Mei 2013"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS SINYAL DARI GEMPA TORNILO DI GUNUNG PAPANDAYAN PERIODE BULAN APRIL-MEI 2013

Muhammad Alfauzi1, Muhammad Hamzah1, Bambang Hari Mei1, Hetty Triastuty2

1

Universitas Hasanuddin, 2PVMBG [email protected]

SARI BACAAN

Gunung Papandayan merupakan salah satu gunungapi aktif di Pulau Jawa yang memiliki bentuk strato-campuran. Aktifitas gunungapi yang berpotensi menimbulkan ancaman berupa erupsi freatik. Erupsi ini disebabkan oleh adanya fluida yang berhubungan langsung dengan magma. Perkiraan massa jenis fluida yang terkandung dalam system hydrothermal Gunungapi Papandayan dilakukan dengan menggunakan estimasi spektral. Penelitian dilakukan pada periode April-Mei 2013 untuk menganalisis gempa Tornillo/monokromatik. Berdasarkan data rekaman seismic gunung Papandayan yang telah diseleksi menggunakan LS7 WVE, terdapat 25 kejadian gempa Tornillo/monokromatik yang tercatat pada 2 stasiun. Nilai frekuensi dominan gempa Tornillo/monokromatik berkisar antara 1.3-4.9 Hz untuk stasiun 010h dan 1.3-9.8 Hz untuk stasiun 011h. Adapun nilai massa jenis fluida gempa Tornillo/monokromatik untuk stasiun 010h adalah 0.054 x 103-0.22 x 103 kg/m3dan untuk stasiun 011h adalah 0.057 x 103-0.327 x 103 kg/m3. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengaruh gempa Tornillo/monokromatik pada periode April-Mei 2013 disebabkan adanya fluida berupa Gas-Uap Air.

Kata Kunci: Gunungapi Papandayan, Gempa Tornillo/monokromatik, Massa

jenis fluida

ABSTRACT

Papandayan Volcano is one of the active volcano in Java island that has strato-mix form. Vulcanic activity of Papandayan can occur Phreatic eruption. The eruption is caused by presence fluid which directly related to magma. Density estimate of the fluid contained in Papandayan hydrothermal system Papandayan has done by using spectral estimation. The research has conducted since April-May 2013 to analize Tornillo/monochromatic earthquake. Based on seismic

(2)

recording data that have been selected using LS7 WVE, There

recorded at 2 station. Dominant frequency of tornillo earthquake around 1.3 Hz in station 010h and 1.3

Earthquake fluid for the station 010h is 0.054 x 10 station 011h is 0.057 x 10

that Tornillo earthquake in April

Keyword :Papandayan Volcano, Tornillo/Monochromatic Earthquake, Fluid

Density

PENDAHULUAN Gunung Papandayan

gunungapi yang memiliki strato-campuran dengan 2665 mdpl yang berada

Garut provinsi

Gunungapi ini termasuk

kategori tipe A yaitu pernah meletus pada

Erupsi yang pernah

Gunungapi Papandayan tahun 1772 yang korban jiwa sekitar du melenyapkan banyak

di sekitar wilayah

Papandayan. Jenis erupsi yang

terdapat pada gunungapi ini yaitu erupsi freatik, dimana e

terjadi karena adanya air tanah, air danau (kawah), atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi, sehingga membentuk uap panas bertekanan tinggi yang akhirnya menjebol penghalang di atasnya

Salah satu gempa yang

memungkinkan terjadinya erupsi

freatik yaitu tercatat sebuah gempa Tornillo/monokromatik.

2

recording data that have been selected using LS7 WVE, There

recorded at 2 station. Dominant frequency of tornillo earthquake around 1.3 Hz in station 010h and 1.3-9.8 Hz in station 011h. The density of the Tornillo

thquake fluid for the station 010h is 0.054 x 103-0.22 x 103 kg/m

station 011h is 0.057 x 103-0.327 x 103 kg/m3. Result of the research concluded that Tornillo earthquake in April-May 2013 is caused by fluid as Gas

Papandayan Volcano, Tornillo/Monochromatic Earthquake, Fluid

PENDAHULUAN

adalah salah satu gunungapi yang memiliki bentuk dengan ketinggian 2665 mdpl yang berada di kabupaten

Jawa Barat.

termasuk dalam

Gunungapi yang pada tahun 1600.

Erupsi yang pernah terjadi di

Papandayan tercatat pada tahun 1772 yang mengakibatkan dua ribu jiwa dan banyak perkampungan

wilayah gunung

Jenis erupsi yang

terdapat pada gunungapi ini yaitu erupsi freatik, dimana erupsi freatik terjadi karena adanya air tanah, air danau (kawah), atau air hujan yang h magma di dalam bumi, sehingga membentuk uap panas bertekanan tinggi yang akhirnya menjebol penghalang di atasnya.

Salah satu gempa yang

memungkinkan terjadinya erupsi

freatik yaitu tercatat sebuah gempa Tornillo/monokromatik.

Gempa Tornillo/Monokromatik Gempa Tornillo/monokromatik pada umunya terjadi pada gunungapi yang berada pada wilayah sesar tepatnya pada zona rekahan dangkal (

fracture Zone) sebagaimana yang diilustrasikan pada Gambar

lokasi hiposenter dari gempa ini ditandai dengan garis putus yang menunjukkan zona rekahan (fracture zone), dan garis lurus adalah sesar normal (Normal fault

Tornillo/monokromatik terjadi karena adanya rekahan pada sesar normal (Gambar1) dimana rekahan tersebut mengalami getaran karena teri

fluida yang pada akhirnya merupakan bagian coda (coda part) dari Gempa ini (Leovina dkk, 2014).

(a)

recording data that have been selected using LS7 WVE, There are 25 event recorded at 2 station. Dominant frequency of tornillo earthquake around 1.3-4.9 9.8 Hz in station 011h. The density of the Tornillo kg/m3 and for the . Result of the research concluded May 2013 is caused by fluid as Gas-Steam. Papandayan Volcano, Tornillo/Monochromatic Earthquake, Fluid

Gempa Tornillo/Monokromatik onokromatik pada umunya terjadi pada gunungapi yang berada pada wilayah sesar tepatnya pada zona rekahan dangkal (shallow

) sebagaimana yang Gambar 1 dimana lokasi hiposenter dari gempa ini garis putus-putus yang menunjukkan zona rekahan ), dan garis lurus adalah

Normal fault). Gempa onokromatik terjadi karena adanya rekahan pada sesar normal ) dimana rekahan tersebut mengalami getaran karena terisi oleh fluida yang pada akhirnya merupakan bagian coda (coda part) dari Gempa

dkk, 2014).

(3)

3 Gambar 1 Ilustrasi Penyebab Gempa

Tornillo/Monokromatik (Triastuty dalam Leovinadkk, 2014)

METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan

data sekunder berupa rekaman

gelombang gempa pada dua stasiun di Gunungapi Papandayan dalam kurun waktu April-Mei 2013.

Analisis Waveform dan Analisis Spektral

Analisis Waveform bertujuan untuk

mengetahui durasi gempa yang

selanjutnya akan dilakukan

pemotongan data sesuai dengan panjang gelombang atau sepanjang durasi gempa Tornillo/monokromatik,

hal ini dilakukan dengan

menggunakan LS7 WVE. Adapun analisis spectral dilakukan untuk

mengetahui lebar dari setengah

frekuensi tertinggi dan frekuensi dominan untuk setiap gempa yang telah diidentifikasi.

Properti Akustik dari Model Rekahan

Properti dari fluida dan padat dapat diketahui dari perbandingan dimensi antara /

a

, dan f/s. Perbandingan

ini disebut dengan perbedaan

impedansi (Impedance contrast)

antara fluida dan padat (Solid) yang sesuai dengan persamaan (1).

=

(1)

Berdasarkan penelitian yang

dilakukan oleh Surono, dkk (1998)

pada Gunungapi Papandayan

diperoleh nilai ɑ = 2.0 x 103 m/s (Murasedan Birney, 1973), ρs= 2.5 x 103 kg/m3, dan α = 2.2 x 103 m/s, dimana batuan membentuk ruang fluida (rongga resonator).

Model dari fluid-filled-spherical-resonator dengan sebuah getaran,

dapat memperoleh hubungan

sederhana antara Q faktor dengan

Impedance contrast Z fluida dan batuan (Aki dkk, 1977).

=

(2)

Q faktor merupakan simulasi dasar dari pergerakan fluida dalam model

rekahan untuk menggambarkan

resonansi hasil sumber getaran dari sebuah gempa. Faktor kualitas (Q Faktor) dapat dirumuskan dengan:

=

∆ (3)

Dimana: f0 yaitu frekuensi yang menjadi puncak pada sebuah spektral, dan f yaitu lebar luas bidang dari puncak frekuensi pengukuran pada

setengah amplitudo (Aki dan

Richards, 1980).

HASIL DAN PEMBAHASAN Data gempa Tornillo yang terbaca pada software LS 7WVE kemudian

(4)

dikonversi dalam domain frekuensi, dan nilai frekuensinya ditunjukkan pada grafik berikut:

Gambar 2 Frekuensi

Gempa Tornillo/monokromatik periode

April-Grafik pada Gambar rentang nilai frekuensi

010h adalah 1.3-4.9 Hz dan stasiun 011h berkisar 1.3 Pada grafik juga menunjukkan e titik yang memiliki

dominan sama untuk kedua stasiun, terjadi pada waktu 04: 01 April 2013, 13: 01 April 2013, 02: 04 April 2013, 17: 04 April 2013, 07: 28 April 2013, dan 03: 29 April 2013.

yang memiliki nilai

dominan dijadikan

perhitungan nilai Q faktor Impedansi (Z).

Estimasi Massa Jenis Fluida

Dari hasil analisis spektral terhadap

gempa tornillo/monokromatik,

dilakukan perhitungan terhadap

properti akustik model rekahan untuk mengetahui massa jenis fluida faktor

4 dikonversi dalam domain frekuensi, dan nilai frekuensinya ditunjukkan

Frekuensi Dominan Tornillo/monokromatik

-Mei 2013

Gambar 2 menunjukkan frekuensi pada stasiun 4.9 Hz dan pada stasiun 011h berkisar 1.3-9.8 Hz. Pada grafik juga menunjukkan enam titik yang memiliki nilai frekuensi sama untuk kedua stasiun, waktu 04: 01 April 2013, 13: 01 April 2013, 02: 04 April 2013, 17: 04 April 2013, 07: 28 April 2013, dan 03: 29 April 2013. Enam titik nilai frekuensi

dasar untuk

nilai Q faktor dan

Jenis Fluida

Dari hasil analisis spektral terhadap

gempa tornillo/monokromatik,

dilakukan perhitungan terhadap

properti akustik model rekahan untuk mengetahui massa jenis fluida faktor

terjadinya gempa tornillo/

monokromatik.

Kejadian Gempa pada 02: 04 2013

(a)

(b)

Gambar3(a) Analisis Waveform dan (b) Analisis Spektral

Tornillo/Monokromatik 02: 04 April 2013 Pada Gambar 3 menunjukkan

frekuensi dominan

stasiun yaitu sebesar 4.27 Hz massa jenis fluida (ρ stasiun yaitu = 0.057 x 10 0.066 x 103 kg/m3.

terjadinya gempa tornillo/

pada 02: 04 April

(a) Analisis Waveform dan Spektral dari Gempa Tornillo/Monokromatik pada waktu

02: 04 April 2013

ambar 3 menunjukkan nilai

untuk kedua

sebesar 4.27 Hz dan nilai ρf) untuk kedua

(5)

Kejadian Gempa pada 03: 29 April 2013

(a)

(b)

Gambar 4(a) Analisis Waveform dan (b) Analisis Spektral

Tornillo/Monokromatik 03: 29 April 2013

Nilai frekuensi dominan pada kedua stasiun yaitu 1.36 Hz

jenis fluida (ρf) untuk kedua stasiun

yaitu 0.12 x 103 kg/m

kg/m3 dimana nilai ɑ = 2.0 x 10 (Murase dan Birney, 1973), 103 kg/m3, dan α = 2.2 x 10

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan pada penelitian ini yaitu:

5 pada 03: 29 April

(a) Analisis Waveform dan Spektral dari Gempa Tornillo/Monokromatik pada waktu

03: 29 April 2013

Nilai frekuensi dominan pada kedua 1.36 Hz, dan nilai massa untuk kedua stasiun kg/m3 - 0.16 x 103

ɑ = 2.0 x 103 m/s dan Birney, 1973), ρs= 2.5 x

= 2.2 x 103 m/s.

Adapun kesimpulan pada penelitian

1. Berdasarkan data rekaman

Gunungapi Papandayan

periode April-Mei 2013 terdapat

25 kejadian gempa

monokromatik yang

rentang nilai frekuensi 1,3 – 4,9 Hz untuk dan1,3 – 9,8 Hz 011h. Namun hanya

kejadian gempa

monokromatik yang memiliki frekuensi dominan

keduastasiun. Frekuensi

dari keenam gempa

mempunyai rentang 1.36 - 4.27 Hz.

2. Hasil perhitungan Q faktor Impedansi (Z) gempa monokromatik dari dominan adalah 19,6 12,5 – 50,5 untuk sedangkan untuk adalah 13,2 – 75,5 dan 8,3 Dari nilai Q faktor

(Z) diperoleh massa

untuk stasiun 010h adalah 0,054 x 103 – 0,22 x 103 kg/m

stasiun 011h adalah 0,057 x 10 0,32 x 103 kg/m

hasil dari nilai massa tersebut, dapat diketahui

jenis fluida yang menyebabkan

gempa Tornillo/monokromatik

pada periode April adalah Uap Air dengan prensentase berkisar 6

Berdasarkan data rekaman seismic

pi Papandayan pada Mei 2013 terdapat gempa Tornillo/ yang memiliki frekuensi dominan untuk stasiun 010h 8 Hz untuk stasiun hanya terdapat 6 gempa Tornillo/

monokromatik yang memiliki nilai dominan sama pada keduastasiun. Frekuensi dominan

gempa tersebut

rentang nilai yaitu

perhitungan Q faktor dan Impedansi (Z) gempa Tornillo/ dari nilai frekuensi adalah 19,6 – 79,3 dan 50,5 untuk stasiun 010h, stasiun 011h 75,5 dan 8,3 – 48,1. Dari nilai Q faktor dan Impedansi massa jenis fluida stasiun 010h adalah 0,054 x kg/m3 dan untuk stasiun 011h adalah 0,057 x 103 – kg/m3. Berdasarkan massa jenis fluida diketahui bahwa fluida yang menyebabkan ornillo/monokromatik periode April-Mei 2013 Uap Air dengan kandungan

(6)

6 DAFTAR PUSTAKA

Aki K, dan Richards, P.G. 1980.

Quantitative Seismology.W II Freeman. San Francisco

Aki, K.,Fehler.M., dan S, Das. 1977.

Source Mechanism of Volcanic Tremor: Fluid-Driven Crack Models and Their Application to the 1963 Kilauea Eruption. J.Volcanol. Geotherm, Res., 2, 259-287.

Asmoro, P., Wachyudin, D., dan Mulyadi, E. 1989. Peta Geologi Gunungapi Papandayan, Garut, Jawa Barat.

Baptiste, T.J., Mikro, V.B., Bruce, S.,

dan David, W.E. 2014.

Characteristic of Fluid-Induced Resonances Observed During Microseismic Monitoring. AGU

Publications, Journal of

Geophysical Research: Solid

Earth, 8207-8222, doi:

10.1002/2014JB011263

Farmana, P.R. 2012. Analisis Anomali Medan Magnetik Gunungapi

Papandayan Menggunakan

Metode Magnetik. Skripsi.

Program Studi Fisika. ITB.

Bandung.

Ferrazini, V., Chouet, B. dan Aki, K.

1990.Quantitative Analisys of

Long-Period Events Recorded during Hydrofracture Experiments at Fenton Hill, New Mexico. Jour.

Geophys. Res., No 95, pp. 21,871-21,884

Kumagai, H.,dan Chouet,B.A. 2000.

Acoustic Properties of a Crack

Containing Magmatic or

Hydrothermal Fluids.Journal of Geophysical Research, Vol. 105, No. B11, Pages 25,493-25,512. Levoina, P.P., Suharno.,Mulyatno,

B.S., dan Kristiato. 2014. Analisis Karakteristik Dan Klasifikasi Gempa Pada Gunung Lokon Berdasarkan Rekaman Data Seismogram April – Mei 2012. Jurusan Teknik Geofisika Fakultas

Teknik. Universitas Lampung,

PVMBG.

Lourdes, N. M., A, Roberto., C, Torres., M, Diego., M, Gómez., Patricia Cortés J, Gloria., Cepeda V, Héctor., Stix, John. 1996.

‘Tornillo’-type Seismic Signals at Galeras Volcano, Colombia, 1992-1993. Journal of Vulcanology and Geothermal Research 77 (1997) 159-171

PVMBG, 2011. Data Dasar

Gunungapi Indonesia (Edisi II). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung. Sheriff, R.E dan Geldart, L.P. 1995.

Exploration Seismology.

Cambridge University Press.

(7)

7 Suprapto, B.M. 2009. Modul Analisis

Sinyal. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Surono, Triastuty, H.S., Hadayani, G.,

dan Kurnia, P.N. 1998.Low

Frequency Earthquakes

(Hydraulic Fracturation) on Papandayan Volcano. Symposium

on Japan-Indonesia IDNDR

Project. Hal 137-145. Bandung.

Susilawati. 2008. Penerapan

Penjalaran Gelombang Seismik Gempa pada Penelaahan Struktur Bagian dalam Bumi. Jurusan

Fisika. Universitas Sumatera

Gambar

Gambar 2 Frekuensi

Referensi

Dokumen terkait

Pada menu View Map ini memunyai fungsi untuk menampilkan Departement yang ada dalam perusahaan PT. Asia Pasific fibers beserta distribusinya, struktur distribusi ada

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa limbah kakao basah dan kering serta takaran berbeda tidak nyata terhadap nilai C/N kompos.Walaupun tidak berpengaruh nyata,

Dari hasil pengukuran suhu dan pH di sumur penduduk tersebut, maka dilakukan uji sampling air tanah untuk mengetahui kualitas air di sekitar TPA Bulusan dengan

Dalam gambaran umum aplikasi, user dapat melakukan akses yaitu menampilka splash screen , kemudian memilih , lalu memilih kategori bahasa, mencari kata yang di

Beberapa pertanyaan yang akan dijawab pada hasil penelitian ini adalah bagaimana menganalisis potensi generator termoelektrik (TEG), menganalisis aspek teknis dari TEG

26:70 Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." 26:71 Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat

If you only read the book based upon demand at the time and incomplete, you have to try to such as reading Trap Goddess By Sasha