• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Motivasi terhadap Hasil Belajar Sejarah di SMAN 1 Palu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Motivasi terhadap Hasil Belajar Sejarah di SMAN 1 Palu"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

145

Pengaruh Motivasi terhadap Hasil Belajar Sejarah Di SMAN 1 Palu

Suyuti* dan Ervina *[email protected]

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako

Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu – Sulawesi Tengah ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar sejarah di SMAN 1 Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 94 siswa yang berada di SMAN 1 Palu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan tes hasil belajar. Analisis data penelitian ini adalah analisis deskriptif, inferensial dan uji signifikan. Uji hipotesis, hasil penelitian menunjukan bahwa r hitung sebesar 0,699. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pengaruh antara motivasi belajar terhadap hasil belajar sejarah memiliki tingkat pengaruh yang kuat dan hasil uji thitung diperoleh lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel atau 9,376 > 1,986 sehingga 𝐻1 diterima dan 𝐻𝑜 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar sejarah di SMAN 1 Palu.

Kata Kunci : Motivasi; Hasil Belajar sejarah I. PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintahan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang. Pendidikan adalah upaya membina jasmani dan rohani manusia dengan segenap potensi yang ada pada keduanya secara seimbang sehingga dapat dilahirkan manusia seutuhnya.

Pendidikan adalah proses yang bertujuan untuk memberdayakan diri. Selain itu, menurut Hasbullah (2006:11) tujuan pendidikan tercantum dalam undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan Nasional, yang berbunyi:

Tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti Luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Berdasarkan kutipan di atas tujuan pendidikan dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang artinya menyediakan sumber daya Indonesia yang berkualitas mampu mempertahankan dan mengembangkan

(2)

146 manusia Indonesia di tengah-tengah bangsa di dunia. Memperbaiki mutu pendidikan seorang guru sangat berperan penting di dalamnya. Karena seorang gurulah sebagai aktor utama dalam membimbing dan memberikan pembelajaran bagi siswa dalam proses pembelajaran.

Menurut Khodijah (2014) seorang guru harus memahami psikologi. Melalui pertimbangan-pertimbangan psikologi diharapkan guru dapat: 1) merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat, 2) memilih strategi atau proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan peserta didik, 3) memilih alat bantu dan media pembelajaran yang tepat, 4) memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling kepada peserta didik, 5) memotivasi belajar peserta didik, 6) menciptakan iklim belajar yang kondusif, 7) berinteraksi dengan peserta didik secara baik, 8) menilai hasil belajar peserta didik. Itulah pentingnya seorang guru harus memahami psikologi pendidikan, terutama dalam memotivasi belajar peserta didik.

Motivasi belajar peserta didik adalah suatu hal yang sangat penting, karena itu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar peserta didik. Menurut Khodijah (2014) keberhasilan belajar ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu ada tiga faktor yang mempengaruhi belajar dapat di golongkan menjadi dua yaitu:

1. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pembelajar, yang meliputi: a) faktor-faktor psiologis, b) faktor-faktor-faktor-faktor psikologis.

2. Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pembelajar, yang meliputi: a) faktor-faktor sosial, b) faktor-faktor non sosial.

Khodijah (2014) menjelaskan faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi belajar yaitu motivasi. Motivasi belajar seseorang akan menentukan hasil belajar yang dicapainya. Dua orang yang sama-sama menunjukkan perilaku belajar yang sama, namun memiliki motivasi belajar yang berbeda akan mendapatkan hasil belajar yang berbeda pula. Asumsinya individu yang memiliki motivasi lebih tinggi akan mencapai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki motivasi rendah atau tidak memiliki motivasi sama sekali.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar (Mutmainnah, 2014; Pramana, 2012). Pentingnya motivasi dalam membangkitkan gairah belajar peserta didik sehingga hasil belajar meningkat. Dewasa ini banyak peserta didik yang tidak termotivasi dalam belajar

(3)

147 sejarah, itu dibuktikan dengan nilai raportnya yang sangat rendah. Padahal banyak hal yang didapatkan dalam mempelajari sejarah. Maka itulah pentingnya bagi seorang guru untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik khususnya di mata pelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Palu, sekolah tersebut merupakan salah satu pendidikan formal yang mengajarkan mata pelajaran sejarah. Peserta didik yang berada di lembaga tersebut sangat banyak. Terdapat tiga kelas yaitu kelas X, XI, dan XII. Adapun berbagai hal yang terjadi sehubungan dengan mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Palu, yaitu ketika pelajaran berlangsung banyak peserta didik yang malas-malasan, main-main dalam belajar dan kurang memperhatikan pelajaran. Fenomena tersebut menunjukan bahwa kurangnya motivasi belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Apabila hal tersebut dibiarkan terus-menerus, maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik dan itu akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dari telaah dokumen guru sejarah yang menunjukan capaian hasil belajar sejarah masih rendah, yakni rata-rata nilai yang diperoleh siswa yaitu 80 sedangkan KKM dari sekolah tersebut 77, jadi antara nilai yang diperoleh dengan standar KKM tidak terlalu jauh perbedaannya. (Dokumen atau daftar nilai sejarah).

Berdasarkan alasan tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian secara lebih mendalam terkait dengan motivasi belajar peserta didik terhadap pembelajaran sejarah. Permasalahan dalam artikel ini difokuskan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar sejarah di SMAN 1 Palu. Sehingga dengan hal tersebut maka permasalahan yang ada dalam artikel ini yaitu: Apakah ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar sejarah di SMAN 1 Palu?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap hasil belajar sejarah di SMAN 1 Palu. Diharapkan hasil akhir artikel ini dapat sebagai masukan bagi guru untuk menjadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memotivasi siswa dalam belajar.

II. METODE PENELITIAN a. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan metode korelasi deskriptif. Dengan menggunakan metode tersebut dapat memberikan gambaran sesungguhnya mengenai variabel-variabel penelitian sehingga dapat diketahui hubungan antara dua variabel tersebut, yaitu motivasi belajar (X) dan hasil belajar sejarah (Y).

(4)

148 b. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam kegiatan penelitian menggunakan dua variable, yaitu variabel bebas atau independen (X) yaitu motivasi belajar dan variabel tidak bebas atau dependen (Y) yaitu hasil belajar siswa, yang digambarkan sebagai berikut, menurut Mundir (2013:10) bahwa:

Keterangan: X: Motivasi Belajar Y: Hasil Belajar

= Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar sejarah c. Teknik Pengumpulan Data

1. Angket

Daftar angket adalah sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti tentang motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran sejarah. Peneliti akan membagikan angket dengan jumlah 32 pertanyaan. Instrumen angket menggunakan skala Likert, dimana jawaban setiap item instrumen mempunyai gradasi sangat positif sampai gradasi sangat negatif, sebagaimana peneliti gunakan menurut Sugiyono (2015), yaitu untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu diberi skor, misalanya:

Untuk pernyataan positif adalah:

(1) Sangat Setuju = 5

(2) Setuju = 4

(3) Ragu-Ragu = 3

(4) Tidak Setuju = 2

(5) Sangat Tidak Setuju = 1 Untuk pernyataan negatif:

(1) Sangat Setuju = 1

(2) Setuju = 2

(3) Ragu-Ragu = 3

(4) Tidak Setuju = 4

(5) Sangat Tidak Setuju = 5

(5)

149 Menurut Sugiyono (2015) instrument yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda. Seperti pada saat nanti pembuatan angket maka peserta didik memberikan jawabannya sesuai dengan pendapatnya dengan cara member tanda (√) pada kolom yang tersedia dengan pilihan jawaban yaitu SS (sangat setuju), ST (setuju), RG (ragu-ragu), TS (tidak setuju), STS (sangat tidak setuju). 2. Tes Hasil Belajar Siswa

Tes hasil belajar siswa merupakan pengambilan hasil belajar siswa. Tes tersebut dilaksanakan oleh guru mata pelajaran sejarah yang mengajar di kelas XI SMAN 1 Palu. Sehingga peneliti hanya mengambil hasil belajarnya yaitu nilai MID Semester tahun ajaran 2019/2020. Tujuan melakukan tes yaitu untuk melihat hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN a. Hasil Analisis Inferensial

1. Uji Korelasi

Langka pertama untuk dapat mengola data dengan statistik menggunakan uji Korelasi Product Poment adalah mengumpulkan data dari variabel X danY seperti berikut:

Tabel 1. Korelasi Nilai X,Y,𝑋2,𝑌2,dan XY

N ∑X ∑Y ∑X² ∑Y² ∑XY

94 7985 7398 679725 584832 628571

rhitung 0,699

rtabel 0,2028

Dari hasil konsultasi diketahui bahwa r hitung (0,699) > r tabel (0,2028), yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa dengan nilai korelasi 0,699. Nilai rhitung (0,699) berada pada interval 0,600 – 0,799 yang menunjukkan tingkat hubungan yang kuat.

2. Uji Signifikan

Tabel 2. Hasil Uji Signifikan

Uraian Tes Akhir (Posttest)

𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 9,376

𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙(𝛼 = 0,05) 1,986

(6)

150 Kriteria hipotesis tersebut maka nilai thitung lebih besar dari ttabel atau (9,376 > 1,986). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu sebesar 9,376, artinya hipotesis diterima. Jadi dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi belajar (X) dengan hasil belajar siswa (Y).

b. Pembahasan

Motivasi belajar merupakan satu faktor yang dianggap penting dalam suatu pembelajaran karena dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sehingga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses pembelajaran. Penelitian ini untuk mengukur motivasi belajar siswa dan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar di SMA Negeri 1 Palu sudah baik dengan perolehan yang di dapat dari angket. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh yang sangat signifikan dengan hasil belajar siswa.

Hasil penelitian tentang motivasi belajar siswa, data variabel X tentang motivasi belajar siswa terlihat bahwa rata rata tingkat motivasi belajar siswa dalam kategori sangat baik karena skor yang yang dicapai dalam perhitungan variabel X hasilnya adalah 84,95 atau 85 jika dilihat pada tabel klasifikasi motivasi belajar siswa yang dikemukakan oleh Sugiyono (2015) dimana skor 85 berada dalam kategori sangat baik.

Selain perhitungan skor angket motivasi belajar, dan hasil belajar. Dilanjutkan dengan analisis inferensial dengan menguji hipotesis, dimana hasil dari analisis inferensial ini diperoleh berdasarkan hasil perhitungan koefisisen korelasi (r) yaitu sebesar 0,699 . Apabila mengacu pada interpretasi koefisen korelasi menurut Sugiyono, maka hasil koefisien tersebut berada pada kategori 0,600-0,799 atau “kuat”. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pengaruh motivasi belajar dengan hasil belajar sejarah di kelas XI SMA Negeri 1 Palu adalah sebesar 0,699.

Untuk pengujian hipotesis ada tidaknya hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa peneliti menggunakan statistik uji signifikan dengan teknik product moment person dan dilanjutkan dengan uji t, hasil perhitungan nilai antara variabel x dan variabel y kemudian selanjutnya mencari nilai thitung maka diperoleh thitung atau 9,376 dengan nilai ttabel 1,986.

Hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa H1 yaitu ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Palu

(7)

151 diterima, dikarenakan nilai thitung atau 9,376 > 1,986. Sedangkan Ho yang tidak ada hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar sisiwa di kelas XI SMA Negeri 1 Palu ditolak. Demikian hal ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar sisiwa di kelas XI SMA Negeri 1 Palu.

IV. PENUTUP a. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan pada bab hasil dan pembahasan serta mengacu pada perumusan masalah, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Palu. Demikian hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa dan hasil belajar pada mata pelajaran sejarah.

Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa pengaruh motivasi belajar siswa merupakan variabel yang ikut menentukan hasil belajar sehingga semakin tinggi tingkat motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar maka semakin baik pula hasil belajarnya. Sebaliknya semakin buruk tingkat motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar maka semakin rendah pula hasil belajar siswa.

d. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka peneliti mengemukakan beberapa saran, adapun saran saran adalah sebagai berikut:

1. Bagi Guru, diharapkan selalu memberikan motivasi pada siswa agar siswa dapat lebih meningkatkan motivasinya dalam pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran sejarah. Sebagai contoh memberikan pujian kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan dan memberikan penguatan kepada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

2. Bagi Siswa, diharapkan untuk selalu termotivasi dalam belajar sejarah sehingga hasil belajar yang didapatkanpun dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan.

(8)

152 DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Renika Cipta

Eva, L. (2012). Pengantar Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani Dalyono. (2012). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Dimyati & Mujiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Fathurrohman, P & Sutikno, S. (2007). Starategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islam. Bandung: Refika Aditama.

Gunawan, R. (2016). Pendidikan IPS Filosofi, Konsep Dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta Hamalik, O. (2012). Psikologi Belajar Dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo Hasbullah. (2006). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada Khodijah, N. (2014). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Hamzah, U. B. (2008). Teori Motivasi Dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara Jihad, A & Haris, A. (2009). Evluasi pembelajaran. Yogyakarta: Multi Press. Mundir. (2013). Statisk Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Mutmainnah. (2014). Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada mata Peajaran Gografi Di Kelas XI IPS SMA Negeri 4 Palu. Skripsi S1 Pada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako: Tidak Diterbitkan Pramana, I. P. E. P. (2012). Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada

Mata Pelajaran IPS Terpadu Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Marawola. Skripsi S1 Pada FKIP Universitas Tadulako. Tidak Di Terbitkan

Prasetiya, D., Dewi, D.K.K. (2014). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu Purwa, P. A. (2016). Psikologi Pendidikan Dalam Perspektif Baru. Jogyakarta:

AR-RUZZ MEDIA

Purwanto, N. (2014). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Ratnawulan, E. & Rusdiana. (2015). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia Riduwan & Akdon. (2009). Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung :

Alfabeta

Sardiman. (2016). Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Sudjana, N. 2000. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo

Sudjono, A. (2011). Pengantar Statistik Pendidikan. Raja grafindo Persada: jakarta Sudjana, N. (2005). Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sukmadinata, N. S. (2003). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suprjino, A. (2009). Cooperative learning teori dan aplikasi paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syaodih, N. S. (2003). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Tatang. (2012). Ilmu pendidikan. Bandung: Pustaka Setia

Gambar

Tabel 1. Korelasi Nilai X,Y,

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Pendapat Murji’ah menunda soal dosa besar yang dilakukan orang Islam kepada Tuhan di hari kiamat.. Pendapat Murji’ah menunda soal hukuman yang dilakukan orang

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pembelajaran kontekstual model problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi PKn pada siswa

Agar anak-anak itu memiliki percaya diri yang lebih kuat lagi sebagai seorang muslim, kita perlu tanamkan dorongan untuk menyampaikan kebenaran serta mengajak orang lain pada

Pelaksanaan program kegiatan PRR tahun 2012 selain berkaitan dengan kegiatan litbang, juga melaksanakan kegiatan workshop, seminar dan presentasi ilmiah, pelatihan

Jika ditinjau dengan satu hari ephemeris, maka jam 0 selalu berubah-ubah dikarenakan efek gerak rotasi dan revolusi Bumi sehingga menimbulkan selisih antara jam Matahari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem pengendalian internal pembelian material yang meliputi organisasi, sistem otorisasi dan

Berdasarkan hasil hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya di dapatkan perolehan ada