• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS AIRLANGGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS AIRLANGGA"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2011 – 2012

SURABAYA

2011

(2)

PEDOMAN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS AIRLANGGA 2011 – 2012

Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang

All right reserved

Diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga

Editor : Tim Penyusun Buku Pedoman Pendidikan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Foto Cover : Makhfud (pelukis Surabaya)

(3)

KATA PENGANTAR

Buku ini secara umum memuat segala aturan akademik yang harus digunakan dan dipatuhi oleh segenap elemen akademik di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Secara spesifik buku ini memuat tentang profil singkat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, pedoman pelaksanaan kegiatan akademik untuk empat program studi Strata 1 (S1), satu program studi Diploma III (D3), dan satu program Magister (S2). Di dalam buku ini disertakan juga spesifikasi-spesifikasi setiap program studi yang secara ringkas menjelaskan tentang visi-misi, dan tujuan pendidikan, serta perangkat pendukungnya demi tercapainya kompetensi lulusan yang perlu diketahui oleh semua pihak.

Berbeda dengan buku serupa tahun akademik 2010/2011, Buku Pedoman Pendidikan tahun akademik 2011/2012 ini lebih ringkas karena revisi yang dilakukan cukup besar. Pertama, beberapa elemen dalam spesifikasi program studi dihilangkan karena versi yang lebih lengkap dan rinci akan diterbitkan oleh program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan para mahaiswa masing-masing program studi. Kedua, yang lebih signifikan, dalam Pedoman ini disampaikan Kurikulum Baru setiap program studi sebagai hasil program Redesain Kurikulum yang direncanakan sejak 2009, kemudian mendapat SK Rektor Unair tahun 2010 beserta kode mata ajar.

Oleh karena itu, kehadiran Pedoman ini diharapkan lebih memantapkan penyelenggaraan proses akademik di Fakultas Ilmu Budaya dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga kualitas lulusan juga dapat meningkat. Sehubungan dengan itu, kita bersama berkewajiban untuk melaksanakan, menaati, dan memantau pelaksanaan ketentuan yang tercantum dalam buku ini agar segala masalah yang muncul dapat disampaikan dan dibahas bersama pimpinan Fakultas untuk memperoleh pemecahannya.

Disadari bahwa kualitas isi buku ini masih perlu terus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan kualitas perkembangan suasana akademik yang dinamis. Untuk itu diharapkan ada sumbangan pikiran dan saran-saran yang bersifat konstruktif, terutama dari para pakar serta dosen penanggung jawab mata ajar.

Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Penyusun Buku Pedoman Pendidikan Tahun Akademik 2011/2012 yang telah bekerja keras merevisi dan menyusun buku ini di tengah-tengah banyak tugas lain. Terima kasih pula kami sampaikan kepada semua Program Studi, Bagian Akademik, para dosen, dan semua pihak yang berperan serta baik langsung maupun tak langsung sehingga revisi buku pedoman ini dapat diselesaikan. Terima kasih kami sampaikan pula kepada Saudara Makhfud (pelukis Surabaya) yang telah bersedia beberapa lukisannya dijadikan cover buku ini. Semoga buku ini dapat memberi informasi yang memadai bagi kita semua, khususnya Civitas Akademika Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.

Dekan, Ttd.

Aribowo, Drs., M.S.

(4)

BAB I PROFIL FAKULTAS

1.1 Sejarah

Universitas Airlangga yang berdiri pada tahun 1954 semula memiliki lima fakultas, termasuk Fakultas Sastra yang berkedudukan di Denpasar Bali. Akan tetapi pada tahun 1962, fakultas tersebut memisahkan diri dari Universitas Airlangga Surabaya. Sementara itu tekad untuk memiliki Fakultas Sastra di lingkungan Universitas Airlangga masih tertanam kuat di kalangan sebagian akademisi. Dr. Ma’rifin Husin, dr., M.A., yang ketika itu menjabat Pembantu Rektor IV Universitas Airlangga, meminta Maartni Biran, Dra. untuk merintis jalan mewujudkan tekad tersebut. Sebagai embrionya, didirikan Laboratorium Bahasa pada tahun 1975 yang mempunyai tugas utama mengelola pengajaran Bahasa Inggris untuk mahasiswa Universitas Airlangga. Langkah selanjutnya antara lain adalah melengkapi piranti keras (hardware), dan piranti lunak (software), serta Laboratorium Bahasa.

Seluruh upaya untuk mendirikan Fakultas Sastra sesungguhnya bertolak dari pemikiran dasar bahwa kebudayaan nasional merupakan khasanah intelektual yang perlu dilestarikan dan dikembangkan agar jati diri bangsa terjaga. Disamping itu, ilmu-ilmu budaya merupakan bidang yang terkait erat dengan transformasi dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Fakultas Sastra diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan kebudayaan nasional di Indonesia.

Rencana pendirian Fakultas Sastra untuk pertama kalinya masuk dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) tahun 1980-1990. Rencana ini diikuti pula dengan langkah-langkah kongkret, antara lain:

Perekrutan staf dosen Bahasa dan Sastra Inggris dari berbagai perguruan tinggi di luar Universitas Airlangga sejak tahun 1981. Sambil menunggu berdirinya Fakultas Sastra, para staf dosen tersebut ditempatkan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Pembentukan Panitia Penjajakan Pendirian Fakultas Sastra, dengan hasil pengusulan pembukaan dua program studi kepada Dirjen Dikti yaitu Sastra Inggris dan Sastra Indonesia di lingkungan FISIP.

Pada 13 November 1989 Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris secara resmi berdiri.

Pembukaan Program Studi Ilmu Sejarah, yang kemudian secara resmi berdiri pada 13 Maret 1998.

Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta kerja keras seluruh sivitas akademika pada ketiga program studi yang telah terbentuk dan dalam arahan Dra. Siti Parwati Sumarto Danusugondho, M.Ed., selaku Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra pada saat itu, dan di bawah kepanitian terakhir Pendirian Fakultas Sastra yang diketuai Sudijah Soeratno, Dra., M.A., akhirnya Fakultas Sastra berdiri pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 2 Desember 1998 berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud nomor: 290/O/1998.

Untuk memenuhi kebutuhan profesi tingkat madya di sektor industri jasa, administrasi publik, bidang pendidikan serta pengajaran bahasa Inggris, Fakultas Sastra membuka Program Studi Bahasa Inggris Diploma III (D3) pada tahun akademik 2000/2001 berdasarkan SK Dikti nomor 3105/D/T/2001 tanggal 26 September 2001 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Bahasa Inggris Jenjang Program Diploma-III pada Universitas Airlangga.

Selanjutnya, keinginan Fakultas Sastra untuk terus mengembangkan diri menjadi sebuah fakultas yang besar, mandiri, dan berkembang telah mendasari pembentukan Panitia Pendirian Program Studi Sastra Jepang pada tahun 2000. Pada tahun 2006 Fakultas Sastra Universitas Airlangga mendapat izin untuk membuka Program Studi S1 Sastra Jepang.

Sehubungan dengan perkembangan kajian ilmu Sastra dan ilmu Sejarah yang mengarah pada kajian-kajian budaya disertai dengan banyaknya mahasiswa mengambil tema dalam skripsi bertemakan Studi Budaya (Cultural Studies) serta core keilmuan Sastra dan Sejarah yang lebih tepat sebagai kajian Sastra dan Budaya, Fakultas Sastra berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) (Faculty of

Humanities) Universitas Airlangga BHMN dengan SK Rektor No. 3292/J03/OT/2008 tanggal 10 April 2008.

(5)

mengembangkan kajian keilmuan yang bersifat multidisipliner dalam ranah kajian ilmu-ilmu budaya (humanities). Perubahan nama juga telah disesuaikan dengan arah pengembangan Universitas Airlangga BHMN yang berupa pengembangan dua menara unggulan bidang ilmu yaitu menara health sciences dan sosial-humanities sciences.

Pada tahun 2010 sesuai SK Rektor Universitas Airlangga nomor: 08/H3/KR/2010, tanggal 4 Januari 2010, Program Magister Kajian Sastra dan Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga didirikan. Program studi ini akan meletakkan kajian kesusastraan dalam konteks kebudayaan yang tumbuh subur pada batas-batas dan pertemuan bermacam wacana yang sudah dilembagakan, terutama dalam sastra, sosiologi, dan sejarah; juga dalam linguistik, semiotik, antropologi, dan psikoanalisis. Bagian dari hasilnya, dan bagian dari pergolakan politik dan intelektual tahun 1960-an (yang ditandai dengan perkembangan yang cepat dan meluasnya strukturalisme, semiotik, marxisme, dan feminisme), kajian budaya memasuki periode perkembangan teoretis yang intensif. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kebudayaan (produksi sosial makna dan kesadaran) dapat dijelaskan dalam dirinya sendiri dan dalam hubungannya dengan ekonomi (produksi) dan politik (relasi sosial).

Nama-nama Dekan sejak 1999:

1. Prof. Wahjoedi, S.H.,C.N., masa jabatan 1999-2003 2. Drs. Heru Supriyadi, masa jabatan 2003 - 2007

3. Drs. Aribowo, M.S., masa jabatan 2007-2010, 2010-2015 1.2 Visi dan Misi

Visi: Fakultas IlmuBudaya menjadi fakultas yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional maupun internasional, pelopor pengembangan ilmu humaniora dan seni berdasarkan moral agama.

Misi: 1. Menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasional yang berbasis teknologi pembelajaran modern;

2. Menyelenggarakan penelitian dasar, terapan, dan penelitian kebijakan yang inovatif untuk menunjang pengembangan pendidikan dan pengabdian pada masyarakat;

3. Mendarmabaktikan keahlian dalam bidang ilmu humaniora dan seni kepada masyarakat; 4. Mengupayakan kemandirian dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui

pengembangan kelembagaan manajemen modern yang berorientasi pada mutu dan kemampuan bersaing secara nasionalataupun internasional.

1.3 Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga adalah menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengembangkan ilmu humaniora dan seni serta dapat bersaing di pasar nasional ataupun internasional berdasarkan moral agama. Secara khusus, tujuan pendidikan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga adalah menghasilkan lulusan yang:

a. berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian nasional yang tinggi,

b. menguasai dasar keilmuan dan pengetahuan serta metodologi sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah melalui kegiatan perencanaan, implementasi dan evaluasi,

c. menghasilkan penelitian inovatif yang mendorong pengembangan ilmu humaniora dan seni, d. mampu menerapkan dan mengelola pengetahuan dan teknologi di bidangnya,

e. mampu mengembangkan seni dan budaya dalam kegiatan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,

f. mampu mewujudkan kemandirian departemen dan program studi yang adaptif, kreatif, dan proaktif terhadap tuntutan perkembangan lingkungan strategis.

(6)

1.4 Pimpinan Fakultas, Departemen, dan Program Studi

Fakultas Ilmu Budaya dipimpin oleh seorang Dekan yang dibantu oleh 3 (tiga) orang Wakil Dekan (WD), yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WD I), Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya (WD II), dan Wakil Dekan Bidang IT dan Kerjasama (WD III). Fakultas Ilmu Budaya mempunyai empat ketua departemen dan satu ketua program studi yang dibantu oleh masing-masing seorang sekretaris dan kepala laboratorium (Kalab). Pimpinan fakultas, departemen, dan program studi dapat dilihat pada bagian berikut ini.

FAKULTAS

Dekan : Drs. Aribowo, M.S.

Wakil Dekan I : Puji Karyanto, S.S., M.Hum. Wakil Dekan II : Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D. Wakil Dekan III : Dra. Nur Wulan, M.A., Ph.D. DEPARTEMEN DAN PROGRAM STUDI

1. Program Studi Bahasa Inggris (D3)

Ketua : Noerhayati Ika Putri, S.S., M.A. Sekretaris : David Segoh, S.S, M.Ed.

Koord. Minat Komunikasi : Hariawan Adji, Drs., S.S., S.T., M.Kes., M.Th. Bisnis

Koord. Minat Pengajaran : Salimah, S.S., M.Ed. 2. Departemen Sastra Inggris (S1)

Ketua : Dra.Lilla Musyahda, M.Pd. Sekretaris : Erlita Rusnaningtyas, S.S., M.A. Koord. Minat Linguistik : Yulia Indarti, S.S., M.A. Koord. Minat Sastra dan : Christinawati, Dra., M.Si. Kajian Budaya

Koord. Skills : Dewi Meyrasyawati, S.S., M.A. 3. Departemen Sastra Indonesia (S1)

Ketua : Dra. Dwi Handayani, M.Hum. Sekretaris : Dra. Sri Ratnawati, M.Si. Koord. Minat Linguistik : Drs. Eddy Sugiri, M.Hum.

Koord. Minat Sastra : Dr. I.B. Putera Manuaba, Drs., M.Hum. Koord. Minat Filologi : Dr. Trisna Kumala Satya Dewi, Dra., M.Hum. 4. Departemen Ilmu Sejarah (S1)

Ketua : La Ode Rabani, S.S., M.Hum. Sekretaris : Samidi, S.S., M.A.

Koordinator Minat Ilmu : Sintha Devi Ika Santhi Rahayu, S.S., M.A. Sejarah

5. Departemen Sastra Jepang (S1)

Ketua : Syahrur Marta D.S., S.S., M.A. Sekretaris : Eli Rostinah, S.S.

Koord. Minat Budaya : Putri Elsy, S.S., M.Si. dan Masyarakat

Koord. Minat Bahasa : Syahrur Marta D.S., S.S., M.A. dan Keterampilan

(7)

6. Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya (S2) Ketua Program Studi : Diah Ariani Arimbi, Ph.D. Sekretaris Program Studi : Maimunah, M.A. 1.5 Program Pendidikan

Sampai dengan Tahun Akademik 2011/2012 Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan program pendidikan D3 (Diploma Tiga), S1 (Strata Satu), S2 (Magister).

1. Program D3 Bahasa Inggris, dengan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri.

2. Program S1 Sastra Indonesia, dengan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan jalur mandiri;

3. Program S1 Sastra Inggris, dengan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan jalur mandiri;

4. Program S1 Ilmu Sejarah, dengan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan jalur mandiri;

5. Program S1 Sastra Jepang, dengan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan jalur mandiri;

6. Program Magister Kajian Sastra dan Budaya (S2), dengan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri.

(8)

BAB II

PELAKSANAAN PENDIDIKAN 2.1 Pengertian Semester

Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 14 hingga 18 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk kegiatan ujian tengah semester dan ujian akhir semester dalam suatu jenjang/program pendidikan tertentu. Penyelenggaraan pendidikan dalam satu semester terdiri dari kegiatan-kegiatan perkuliahan, seminar, praktikum, dan praktik kerja lapangan dalam bentuk tatap muka, serta kegiatan akademik terstruktur dan mandiri.

Dalam setiap semester ditawarkan sejumlah mata ajar dan setiap mata ajar mempunyai bobot yang dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks), sesuai dengan yang ditetapkan dalam kurikulum program studi masing-masing.

2.2 Sistem Kredit

Sistem Kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang terkait dengan beban studi mahasiswa, beban dosen, dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dinyatakan dalam satuan kredit. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

2.2.1 Tujuan Sistem Kredit

(1) Tujuan umum penerapan sistem kredit di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga adalah untuk lebih memenuhi tututan pembangunan karena dalam penyelenggaraannya dimungkinkan penyajian program pendidikan dan acara belajar yang lebih bervariasi dan fleksibel, sehingga memberi kemungkinan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih program menuju suatu macam jenjang akademik atau profesi/keahlian tertentu yang dituntut oleh pembangunan, melalui perencanaan acara-acara belajarnya dari semester ke semester.

(2) Tujuan khusus penerapan Sistem Kredit Semester adalah untuk:

a. memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar, yang dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang relatif singkat, sesuai dengan kemampuan dan rencananya;

b. memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil mata ajar yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya;

c. membuka kemungkinan dilaksanakannya sistem pendidikan dengan masukan (input) dan keluaran (output) yang lebih majemuk;

d. mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi maupun perubahan kebutuhan masyarakat yang sangat cepat dewasa ini; e. memberi kemungkinan agar sistem evaluasi studi kemajuan belajar mahasiswa dapat

diselenggarakan dengan tata cara yang lebih cermat dan lebih objektif; dan

f. memungkinkan pengalihan (transfer) kredit antar fakultas/program studi di lingkungan Universitas Airlangga.

2.2.2 Karakteristik Sistem Kredit

Karakteristik dari Sistem Kredit adalah sebagai berikut:

(1) Besarnya beban studi mahasiswa dalam suatu mata ajar dinyatakan dalam suatu satuan nilai yang disebut dengan satuan kredit semester;

(2) Satuan Kredit Semester (sks) adalah satuan penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 (satu) semester melalui kegiatan terjadwal per minggu, sebanyak 1 (satu) jam perkuliahan/tutorial, atau 2 (dua) jam praktikum, atau 4 (empat) jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi dengan sekitar 2 jam kegiatan terstruktur tidak terjadwal dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. Satu jam tatap muka setara dengan 50 menit;

(3) Besarnya nilai kredit untuk masing-masing mata ajar ditentukan atas dasar besarnya upaya yang menurut perkiraan diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan mata ajar itu, dan dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan maupun tugas-tugas lain; dan

(9)

(4) Besarnya nilai kredit untuk masing-masing mata ajar tidak harus sama. 2.2.3 Nilai dan Beban Satuan Kredit Semester

Penentuan nilai dan beban satuan kredit semester 1 (satu) sks adalah sebagai berikut:

(1) Nilai 1 (satu) sks perkuliahan untuk mahasiswa ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan per minggu selama 1 (satu) semester, yaitu:

a. 1 (satu) jam acara tatap muka terjadwal dengan dosen, misalnya dalam bentuk kuliah; b. 1 (satu) jam kegiatan akademik terstruktur tak terjadwal tetapi direncanakan dosen, misalnya

membuat pekerjaan rumah, mengerjakan soal, dan tugas-tugas lain di luar kelas;

c. 1 (satu) jam kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain dari akademik, misalnya membaca buku referensi.

(2) Nilai 1 (satu) sks perkuliahan untuk dosen ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan per minggu selama 1 (satu) semester, yaitu:

a. 1 (satu) jam acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;

b. 1 (satu) jam acara perencanaan dan evaluasi atas kegiatan akademik terstruktur; c. 1 (satu) jam acara pengembangan materi kuliah lewat bacaan dan tulisan.

(3) Kegiatan pembelajaran berupa seminar yang mewajibkan mahasiswa membuat dan menyajikan makalah, 1 (satu) sks setara dengan kegiatan akademik terstruktur tidak terjadwal sebanyak 42 jam dalam 1 (satu) semester;

(4) Kegiatan pembelajaran berupa diskusi kelompok, 1 (satu) sks sama dengan beban tugas kegiatan sebanyak 2 (dua) jam per minggu dalam 1 (satu) semester;

(5) Kegiatan pembelajaran berupa kerja lapangan/magang/kerja praktik dan yang sejenisnya, 1 (satu) sks sama dengan beban tugas lapangan sebanyak 4 (empat) jam per minggu, atau setara dengan 80-90 jam akumulatif dalam 1 (satu) semester;

(6) Kegiatan pembelajaran berupa penelitian dan atau penulisan skripsi/tugas akhir, 1 (satu) sks sama dengan 3-4 (tiga sampai empat) jam sehari dalam satu bulan yang dihitung 25 hari kerja; (7) Kegiatan pembelajaran berupa praktikum, 1 (satu) sks sama dengan 2 (dua) jam per minggu

dalam 1 (satu) semester.

2.3 Perpindahan Mahasiswa, Transfer Kredit, dan Prosedur

Perpindahan mahasiswa dari luar Universitas Airlangga, dari prodi sejenis di lingkungan Unair, dan prodi-prodi di lingkungan FIB sendiri berkaitan erat dengan transfer kredit dan prosedur perpindahan.

2.3.1 Perpindahan Mahasiswa

Perpindahan mahasiswa dimungkinkan dari luar Universitas Airlangga, dari prodi sejenis di lingkungan Unair, dan prodi-prodi di lingkungan FIB sendiri.

2.3.1.1 Pindahan dari Luar Universitas Airlangga

(1) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dapat mempertimbangkan penerimaan mahasiswa pindahan dari universitas/institut lain sesuai dengan peraturan yang berlaku;

(2) Syarat-syarat penerimaan mahasiswa pindahan meliputi:

a. Berasal dari program studi PTN, bukan lembaga pendidikan tinggi kedinasan, keguruan, dan keagamaan;

b. Program studi dari PTN sebagaimana dimaksud butir a mempunyai akreditasi sama atau lebih tinggi;

c. Mahasiswa pindahan program sarjana harus telah mengikuti pendidikan di perguruan tinggi asal sekurang-kurangnya 4 (empat) semester secara terus menerus dan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 48 sks dengan IPK sekurang-kurangnya 2,50;

d. Mahasiswa pindahan program diploma harus telah mengikuti pendidikan di perguruan tinggi asal sekurang-kurangnya 2 (dua) semester secara terus menerus dan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 24 sks dengan IPK sekurang-kurangnya 2,50;

(10)

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga;

f. Tidak pernah melakukan pelanggaran tata tertib/peraturan di perguruan tinggi asal yang dibuktikan dengan surat keterangan yang sah;

g. Bersedia menaati peraturan di Universitas Airlangga;

h. Mengikuti orang tua/wali/suami/isteri yang pindah ke Surabaya yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat yang berwenang;

i. Daya tampung di fakultas/program studi yang dituju masih memungkinkan; dan j. Memenuhi syarat-syarat khusus dari fakultas/program studi yang dituju.

(3) Pengalihan kredit mahasiswa pindahan didasarkan atas pengakuan kredit (credentials) yang telah dimiliki mahasiswa oleh program studi yang dituju dan dilaksanakan dengan Pedoman Prosedur tersendiri;

(4) Waktu studi yang telah ditempuh pada perguruan tinggi asal disertakan dalam perhitungan batas waktu studi yang diperkenankan.

2.3.1.2 Pindahan dari Dalam Lingkungan Universitas Airlangga

(1) Mahasiswa pindah program studi tingkat sarjana yang sejenis dan serumpun di lingkungan Universitas Airlangga dapat dilakukan dengan :

a. mengajukan surat permohonan kepada dekan fakultas asal berdasarkan usulan ketua program studi, kemudian dekan fakultas asal mengusulkan kepada rektor;

b. pindah program studi tingkat sarjana yang sejenis dan serumpun di lingkungan Universitas Airlangga dapat dilakukan dengan persetujuan Rektor atas usulan Dekan Fakultas tujuan berdasarkan usulan ketua program studi tujuan.

(2) Perpindahan mahasiswa dari program sarjana ke program diploma pada program studi yang sejenis dan serumpun di lingkungan Universitas Airlangga dapat dilakukan dengan :

a. mengajukan surat permohonan kepada dekan fakultas asal berdasarkan usulan ketua program studi, kemudian dekan fakultas asal mengusulkan kepada rektor;

b. pindah program studi tingkat sarjana yang sejenis dan serumpun ke program diploma di lingkungan Universitas Airlangga dapat dilakukan dengan persetujuan Rektor atas usulan Dekan Fakultas tujuan berdasarkan usulan ketua program diploma tujuan.

(3) Pindah program studi hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali dan tidak diperbolehkan untuk kembali ke program studi semula atau ke program studi lainnya termasuk pindah ke program diploma; (4) Waktu studi yang ditempuh pada program studi asal disertakan dalam perhitungan batas masa

studi;

(5) Memenuhi prosedur pindah yang ditentukan oleh universitas sebagai berikut:

a. Mahasiswa yang bermaksud pindah program studi dalam lingkungan Universitas Airlangga harus terlebih dahulu minta izin secara tertulis kepada dekan fakultasnya;

b. Mahasiswa yang bermaksud pindah program studi dalam lingkungan Universitas Airlangga harus terlebih dahulu minta izin secara tertulis kepada dekan fakultasnya;

c. Apabila kemudian lulus dalam ujian masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan diterima di fakultas/program studi yang diminati, yang bersangkutan harus mengajukan surat pemberitahuan kepada Rektor dengan tembusan ke dekan fakultas yang menyatakan mengundurkan diri dari fakultas/program studi yang lama karena telah diterima di fakultas/program studi yang baru;

d. Memenuhi syarat-syarat khusus dari fakultas/program studi yang dituju. 2.3.2 Transfer Kredit oleh Mahasiswa Pindahan

Transfer kredit oleh mahasiswa pindah yang masuk ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dimungkinkan dengan syarat sebagai berikut:

(1) untuk program pendidikan sarjana jumlah kredit yang boleh ditransfer sebanyak-banyaknya 110 sks;

(2) mata ajar yang kreditnya ditransfer tersebut mempunyai besar sks dan berisi subtansi yang sama atau dapat dikatakan sama dengan mata ajar yang ada dalam Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga;

(3) nilai mata ajar yang diakui minimal B (SK. Rektor Nomor: 6543/J03/PP/2008 tanggal 5 Agustus 2008);

(11)

(4) Dekan memberikan surat persetujuan tentang transfer yang berisikan daftar mata ajar beserta jumlah kredit dan nilainya yang diakui setelah disetujui ketua program studi yang dituju.

2.3.3 Prosedur Perpindahan Mahasiswa Program Studi di Lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga

Prosedur perpindahan mahasiswa ke program Studi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga adalah sebagai berikut:

(1) Mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor;

(2) Permohonan sebagaimana tersebut pada butir (1) di atas dilampiri dengan:

a. surat persetujuan pindah studi/alih program studi oleh ketua program studi asal dan tujuan;

b. surat persetujuan pindah studi/alih program studi oleh orang tua; c. data nilai dengan IPK yang diperoleh dari program studi asal. 2.4 Perencanaan Studi

Setelah mahasiswa melakukan pendaftaran ulang di Kantor Pusat Administrasi Universitas Airlangga dan memiliki KTM yang berlaku pada semester berlangsung, maka:

(1) mahasiswa melakukan registrasi di Sub-bagian Pendidikan Fakultas Ilmu Budaya dengan membawa kelengkapan yang disyaratkan;

(2) mahasiswa di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Akademik menyusun rencana studinya dengan beban studi sesuai dengan Indeks Prestasi Semester (IPS) terakhir, kecuali mahasiswa baru yang beban studinya sudah dalam satu paket;

(3) mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) rangkap tiga, masing-masing untuk Sub-bagian Pendidikan, Dosen Pembimbing Akademik dan Arsip mahasiswa bersangkutan dan melakukan pengisian KRS secara online;

(4) mahasiswa yang tidak menyerahkan KRS pada waktu yang telah ditetapkan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan kurikuler atau tidak terdaftar dalam kegiatan perkuliahan pada semester berlangsung;

(5) mahasiswa harus mengisi KRS sesuai dengan mata ajar yang akan diikuti dan menuliskan dengan teliti agar tidak terdapat kesalahan (misalnya kode mata ajar, nama mata ajar, dan lain-lain);

(6) mahasiswa harus memastikan mata ajar yang benar-benar dapat terambil dan memastikan tidak bersamaan dengan mata ajar lainnya yang diambil; dan

(7) mahasiswa hanya dapat melakukan pembatalan mata ajar dan tidak ada penggantian mata ajar.

2.5 Cuti Akademik, Putus Kuliah, dan Kelanjutan Pendidikan

Cuti akademik, putus kuliah, dan kelanjutan pendidikan berkaitan dengan kegiatan mahasiswa dalam proses belajar-mengajar di perguruan tinggi.

2.5.1 Cuti Akademik

(1) Cuti akademik adalah status mahasiswa yang secara sah diizinkan oleh Rektor untuk tidak mengikuti kegiatan akademik selama 1 (satu) semester;

(2) Selama menempuh pendidikan, mahasiswa diperkenankan mengambil cuti akademik maksimum 2 (dua) semester tetapi tidak berturut-turut;

(3) Dalam hal-hal/alasan tertentu, Rektor dapat memberikan izin cuti akademik selama 2 (dua) semester berturut-turut;

(4) Cuti akademik hanya diberikan kepada mahasiswa yang telah menempuh pendidikan selama 2 (dua) semester berturut-turut untuk D-3, 4 (empat) semester berturut-turut untuk S-1, dan 2 (dua) semester berturut-turut untuk S-2;

(5) Selama cuti akademik mahasiswa harus dalam status terdaftar; (6) Masa cuti akademik tidak diperhitungkan dalam evaluasi masa studi.

(12)

2.5.2 Tidak Kuliah Karena Sanksi

Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti kuliah karena sanksi akademik apabila akan mendaftar kembali harus mengajukan permohonan kepada Rektor. Batas waktu penyelesaian studi tidak berubah dan tetap dipertimbangkan sejak yang bersangkutan terdaftar pertama kali sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya.

2.5.3 Putus Kuliah

Mahasiswa yang tidak mengikuti kuliah selama 2 (dua) semester berturut-turut tanpa pemberitahuan ke Sub-bagian Pendidikan Fakultas dinyatakan putus kuliah secara otomatis.

2.5.4 Kelalaian Administrasi dalam Melanjutkan Pendidikan

Mahasiswa yang tidak melunasi SOP untuk 1 (satu) semester atau lebih tidak dapat menyusun rencana studi.

2.6 Evaluasi Keberhasilan Studi Mahasiswa

Evaluasi keberhasilan mahasiswa dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan belajar sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum melalui mekanisme evaluasi berupa penyelenggaraan ujian, pemberian tugas, kuis, penulisan laporan, dan berbagai jenis evaluasi lainnya.

2.6.1 Sistem Ujian

Tujuan penyelenggaraan ujian ialah:

(1) menilai apakah mahasiswa telah memahami atau menguasai bahan yang disampaikan dalam perkuliahan;

(2) mengelompokkan mahasiswa ke dalam beberapa kategori berdasarkan kemampuannya dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh Universitas dengan nilai huruf, yaitu A, AB, B, BC, C, D, dan E.

Ujian dapat dilaksanakan dalam berbagai macam cara, seperti ujian tertulis dalam bentuk karangan atau tes objektif, ujian lisan, ujian dalam bentuk seminar/skripsi, ujian dalam bentuk pemberian tugas dan praktikum.

2.6.2 Jenis Ujian

Jenis ujian selama perkuliahan meliputi ujian mata ajar, ujian tugas akhir (D3), ujian skripsi (S1), dan ujian tesis (S2).

2.6.2.1 Ujian Mata ajar

Ujian mata ajar adalah pengukuran hasil proses pembelajaran selama 1 (satu) semester yang dilakukan secara tertulis dan terjadwal sesuai dengan Kalender Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.

2.6.2.2 Ujian Laporan/Tugas Akhir

Ujian Laporan/Tugas Akhir merupakan ujian pada akhir studi mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian-ujian mata ajar tertulis dan telah memenuhi ketentuan serta persyaratan Program Studi Bahasa Inggris D3 Fakultas Ilmu Budaya Unair. Ujian Laporan Akhir dilaksanakan secara lisan oleh suatu tim penguji terhadap mahasiwa. Ujian diselenggarakan setelah mahasiswa mendapatkan izin Ketua Program StudiD3 Bahasa Inggris.

2.6.2.3 Ujian Skripsi

Skripsi adalah tugas akhir yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membuat karya ilmiah tertulis, dengan menerapkan sikap, cara berpikir, dan metode ilmiah dalam memecahkan masalah keilmuan melalui penelitian, serta mampu menyajikan dan mempertahankan hasilnya secara tertulis dan secara lisan dalam rangka menyelesaikan beban studi untuk memperoleh gelar sarjana.

(13)

Ujian skripsi secara lisan diberikan oleh suatu tim penguji terhadap mahasiswa tentang abstrak, isi, metode penelitian, dan teknik penulisan skripsi serta bidang keilmuan lain yang terkait dengan isi skripsi. Ujian diselenggarakan setelah mendapat persetujuan ketua program studi. Pelaksanaan ujian diatur dengan memperhatikan Panduan Penulisan Skripsi, Tugas Akhir, dan Artikel Ilmiah.

2.6.2.4 Ujian Tesis

Tesis adalah tugas akhir yang diberikan kepada mahasiswa S2 untuk membuat karya ilmiah tertulis, dengan menerapkan sikap, cara berpikir, dan metode ilmiah dalam memecahkan masalah keilmuan melalui penelitian, serta mampu menyajikan dan mempertahankan hasilnya secara tertulis dan secara lisan dalam rangka menyelesaikan beban studi untuk memperoleh gelar magister.

Ujian tesis secara lisan diberikan oleh suatu tim penguji terhadap mahasiswa S2 tentang abstrak, isi, metode penelitian, dan teknik penulisan tesis serta bidang keilmuan lain yang terkait dengan isi tesis. Ujian diselenggarakan setelah mendapat persetujuan ketua program studi. Pelaksanaan ujian diatur dengan memperhatikan Panduan Penulisan Tesis.

2.6.3 Persyaratan Ujian

Persyaratan ujian mencakup ujian mata ajar, ujian tugas akhir, skripsi dan tesis. Adapun persyaratan masing-masing ujian adalah sebagai berikut.

2.6.3.1 Ujian Mata ajar

Mahasiswa diperbolehkan mengikuti ujian mata ajar setelah mengikuti sekurang-kurangnya 75 kehadiran dalam perkuliahan. Dekan dapat mengijinkan mahasiswa yang tidak diperbolehkan mengikuti ujian untuk mengikuti ujian berdasarkan alasan sebagai berikut:

a. sakit, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter;

b. sedang melaksanakan kegiatan kurikuler di luar kampus, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Dekan/Rektor;

c. sedang melaksanakan kegiatan ekstra-kurikuler, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Dekan/Rektor;

d. mempunyai keperluan tertentu atas persetujuan Dekan/Rektor. 2.6.3.2 Ujian Tugas Akhir, Skripsi, dan Tesis

(1) Ujian Tugas Akhir dapat diselenggarakan setelah mahasiswa menyelesaikan penulisan Tugas Akhir sesuai dengan Pedoman Penulisan Skripsi dan Tugas Akhir dan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a. telah menyelesaikan mata ajar minimal 80 sks dengan IPK 2,0 tanpa nilai E; b. nilai D tidak lebih dari 10% dari jumlah mata ajar;

c. telah mengambil minimal 3 mata ajar minat;

d. menyerahkan naskah tugas akhir rangkap 2 (dua) ke Sub-bagian Pendidikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari/tanggal ujian yang ditetapkan oleh program studi. (2) Ujian skripsi dapat diselenggarakan setelah mahasiswa menyelesaikan penulisan skripsi sesuai

dengan Panduan Penulisan Skripsi, Tugas Akhir, dan Artikel Ilmiah, dan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

b. telah menyelesaikan mata ajar minimal 110sks dengan IPK 2,0 tanpa nilai E; c. nilai D tidak lebih dari 10% dari jumlah mata ajar;

d. khusus pada Program Studi Sastra Inggris, mahasiswa telah memperoleh nilai ELPT (English Language Proficiency Test) minimal 550. Pada Program Studi Sastra Jepang, mahasiswa telah lulus Ujian Kemampuan Bahasa Jepang minimal setara dengan N 3 (tiga);

e. menyerahkan skripsi rangkap 4 (empat) ke Sub-bagian Pendidikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari/tanggal ujian yang ditetapkan oleh program studi (Lihat lebih lanjut Panduan Penulisan Skripsi, Tugas Akhir, dan Artikel Ilmiah).

(3) Ujian tesis dapat diselenggarakan setelah mahasiswa menyelesaikan penulisan tesis sesuai dengan Panduan Penulisan Tesis.

(14)

2.6.4 Sistem Penilaian Hasil Belajar

Dalam sistem penilaian akan didapatkan keterangan tentang tingkat capaian studi mahasiswa. Berdasarkan sistem penilaian ini akan diketahui mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Nilai prestasi belajar mahasiswa atas suatu mata ajar pada akhir semester akan dinyatakan dalam simbol-simbol huruf-huruf, yaitu A (4), AB (3,5), B (3), BC (2,5), C (2), D (1), dan E (0).

2.6.4.1 Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dalam Mata ajar Tertentu yang Telah Ditempuh

Pelaksanaan penilaian untuk mengetahui hasil belajar seorang mahasiswa dalam suatu mata ajar tertentu yang ia tempuh dilakukan melalui cara sebagai berikut.

(1) Dosen pengampu mata ajar menetapkan skor angka (yang tersebar antara nilai 0 sampai 100) dengan maksud untuk menunjukkan penilaiannya atas hasil belajar mahasiswa dalam mata ajar yang ia ampu;

(2) Dosen membuat penilaian relatif atas hasil belajar mahasiswa yang telah dihitung menurut ketentuan sebagai berikut:

Nilai Huruf Rentang Nilai Skor

A 75 – 100 4 AB 70 – 74,9 3,5 B 65 – 69,9 3 BC 60 – 64,9 2,5 C 55 – 59,9 2 D 40 – 54,9 1 E 0 – 39,9 0

(3) Nilai akhir semester setiap mata ajar harus sudah diserahkan oleh dosen penanggung jawab mata ajar ke Sub-bagian Pendidikan paling lambat dua minggu setelah ujian akhir semester dilaksanakan.

2.6.4.2 Indeks Prestasi

Sistem Kredit Semester mengenal dua jenis Indeks Prestasi yaitu Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). IPS merupakan ukuran keberhasilan mahasiswa dalam menempuh mata ajar pada satu semester, sedangkan IPK adalah ukuran keberhasilan mahasiswa yang dihitung mulai masa awal studi sampai semester terakhir yang telah diikuti.

Besarnya IPS dan IPK dapat dihitung sebagai berikut: IPS = Σ( Ks x N )

ΣKs IPK = Σ( Kk x N )

ΣKk dengan ketentuan:

Ks = jumlah sks mata ajar yang diambil pada semester tersebut;

Kk = jumlah sks mata ajar yang pernah diambil sejak awal sampai semester yang bersangkutan tanpa nilai gagal (nilai huruf E)

N = nilai bobot masing-masing mata ajar

Berdasarkan IPS yang diperoleh pada semester sebelumnya, beban belajar mahasiswa diperhitungkan untuk semester berikutnya.

(15)

2.6.4.3 Perbaikan Indeks Prestasi

Mahasiswa yang memperoleh nilai E wajib memperbaiki nilainya dengan mengikuti kuliah ulangan pada tahun akademik atau semester berikutnya. Perbaikan indeks prestasi dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan cara mengulang mata ajar yang memperoleh nilai relatif yang setinggi-tingginya C. Mahasiswa yang memprogram ulang mata ajar tetap diwajibkan mengikuti perkuliahan dan ujian-ujian mata ajar tersebut.

2.6.5 Evaluasi Hasil Studi

Evaluasi hasil studi mahasiswa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

(1) Evaluasi hasil studi semester dilakukan pada tiap akhir semester untuk mata ajar yang diprogramkan oleh mahasiswa pada semester tersebut yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi Semester (IPS);

(2) Evaluasi hasil studi Jenjang D3 dilaksanakan pada akhir tahun pertama dan akhir tahun ketiga yang diatur dengan pedoman prosedur;

(3) Evaluasi hasil studi Jenjang S1 dilaksanakan pada akhir tahun kedua dan akhir tahun keempat; (4) Hasil evalusi digunakan sebagai dasar untuk menentukan mahasiswa diperbolehkan melanjutkan

atau tidak melanjutkan studi;

(5) Mahasiswa diperbolehkan melanjutkan studi apabila telah mengumpulkan minimal setengah dari jumlah sks yang diprogramkan dalam kurikulum dengan IPK minimal = 2,00;

(6) Jika mahasiswa telah mengumpulkan lebih dari jumlah minimal sks dengan IPK kurang dari 2,00, maka evaluai studi ditentukan dengan menghitung nillai terbaik sebanyak sks minimal;

(7) Jumlah sks minimum untuk masing program studi tercantum dalam kurikulum masing-masing program studi;

(8) Jumlah sks yang harus dikumpulkan oleh seorang mahasiswa untuk Program Diploma III berkisar antara 110-120 sks;

(9) Jumlah sks yang harus dikumpulkan oleh seorang mahasiswa untuk menyelesaikan Program Sarjana berkisar antara 144-160 sks;

(10) Mahasiswa dinyatakan telah menyelesaikan studinya apabila telah mengumpulkan sekurang-kurangnya sks minimum tersebut dengan IPK minimal 2,00, tidak ada nilai E, mendapat nilai D sebanyak-banyaknya 10% dari total mata ajar, telah menyelesaikan skripsinya, dan telah mengikuti yudisium;

(11) Apabila IPK yang dicapai kurang dari yang disyaratkan, mahasiswa yang bersangkutan boleh memperbaiki nilai yang diperoleh, selama batas waktu studi yang diperbolehkan belum dilampaui;

(12) Untuk mata ajar yang diperbaiki nilainya, nilai tertinggi yang pernah dicapai digunakan dalam evaluasi.

Total sks yang Harus Diperoleh Mahasiswa:

a. Program D3 Bahasa Inggris 110-120 sks b. Program S1 Sastra Inggris 144-160 sks c. Program S1 Sastra Indonesia 144-160 sks

d. Program S1 Ilmu Sejarah 144-160 sks

e. Program S1 Sastra Jepang 144-160 sks

f. Program Alih Jenis 65-70 sks

g. Program S2 Magister Kajian Sastra dan Budaya 43 sks 2.6.5.1 Evaluasi Keberhasilan Studi di Fakultas Ilmu Budaya

Evaluasi yang dilakukan pada akhir batas studi adalah 5 (lima) tahun untuk Program Diploma (D3), 7 (tujuh) tahun untuk Program Sarjana (S1) dan 3 (tiga) tahun untuk Program Magister (S2) terhitung sejak mahasiswa yang bersangkutan mengikuti kuliah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Mahasiswa tersebut dinyatakan telah menyelesaikan studi bila:

(1) telah mengumpulkan sebanyak sks minimal dengan IPK serendah-rendahnya 2,00; (2) nilai D sebanyak-banyaknya 10 dari mata ajar yang ditempuh;

(16)

(4) telah dinyatakan lulus ujian tugas akhir/skripsi/tesis dengan nilai serendah-rendahnya C; (5) sudah mengikuti yudisium;

2.6.5.2 Evaluasi Ulang atas Hasil Studi bagi yang Belum Memenuhi Syarat

Apabila dalam waktu yang telah disebutkan dalam butir-butir 2.6.5.1 tersebut di atas mahasiswa tidak mampu mencapai IPK 2,00 atau lebih sebagaimana yang telah disyaratkan, mahasiswa yang bersangkutan akan diberi kesempatan untuk memperbaiki susunan nilai capaiannya, dengan syarat batas studi yang telah ditetapkan belum dilampaui. Untuk kepentingan evaluasi ulang ini, nilai yang dipakai adalah nilai capaian yang tertinggi.

2.7 Yudisium, Wisuda dan Gelar

Yudisium dan wisuda terkait dengan status mahasiswa. Mahasiswa yang sudah diyudisium dianggap lulus dan berhak mengikuti wisuda. Selain itu, mahasiswa berhak mendapatkan gelar sesuai dengan jenis/jenjang yang diambil mahasiswa.

2.7.1 Yudisium

Yudisium atau penentuan kelulusan mahasiswa dilaksanakan segera setelah mahasiswa yang bersangkutan memenuhi IPK dan jumlah sks yang telah ditetapkan, dan nilai ELPT sekurang-kurangnya 450 untuk Sarjana (S-1) dan 400 untuk Diploma III sesuai dengan SK. Rektor nomor: 5601/J03/PP/2008 tanggal 3 Juli 2008 tentang Standar Nilai ELPT (English Language Proficiency Test). Untuk mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris D 3, nilai ELPT sekurang-kurangnya 475. Selain itu, mahasiswa D3 dan S1 wajib menempuh Sistem Kredit Prestasi (SKP) minimal 75 skp untuk D3 dan minimal 100 skp untuk S1. 2.7.2 Predikat Kelulusan

(1) Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus diberikan predikat kelulusan berdasarkan IPK sebagai berikut:

- Lulus dengan memuaskan, bila IPK : 2,00 – 2,75 - Lulus dengan sangat memuaskan, bila IPK : 2,76 – 3,50 - Lulus dengan pujian, bila IPK : 3,51 – 4,00

(2) IPK dihitung mulai semester pertama sampai dengan akhir studi; khusus untuk predikat dengan pujian (cumlaude) diberikan syarat tambahan, yaitu masa studi maksimum 4 (empat) tahun utnuk jenjang D3, 5 (lima) tahun untuk jenjang S1 dan 3 (tiga) tahun untuk jenjang S2. 2.7.3 Wisuda

(1) Setiap mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dalam yudisium wajib mengikuti wisuda; (2) Mahasiswa yang mengikuti wisuda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi Piagam Wisuda

dan Ijazah;

(3) Mahasiswa yang tidak mengikuti wisuda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dapat mengambil ijazah;

(4) Dalam hal-hal/alasan tertentu, Rektor dapat memberikan izin terhadap mahasiswa yang tidak mengikuti wisuda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), untuk dapat mengambil ijazah. 2.7.4 Gelar

Mahasiswa yang dinyatakan lulus mendapat ijazah, transkrip nilai, dan keterangan tentang prestasi atau predikat yang dicapainya serta berhak menggunakan gelar Ahli Madya (A.Md.) bagi lulusan D3, Sarjana Humaniora (S.Hum.) bagi lulusan S1 dan Magister Humaniora (M.Hum.) bagi lulusan S2.

2.8 Batas Waktu Studi

Batas waktu studi merupakan batas waktu mahasiswa menyelesaikan perkuliahannya untuk semua jenis yaitu Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.

2.8.1 Umum

Perhitungan batas waktu studi yang digunakan adalah 2n-1: n adalah masa studi normal yang direncanakan dan ditetapkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, yaitu:

(17)

(1) untuk program D3 yaitu 3 (tiga) tahun dengan perhitungan :(2 x 3) - 1 = 5 (lima)tahun.

(2) untuk program S1 adalah 4 (empat) tahun sehingga batas waktu studi (2 x 4) - 1= 7 (tujuh) tahun, dan

(3) untuk program S2 yaitu 2 (dua) tahun dengan perhitungan :(2 x 2) - 1 = 3 (tiga)tahun. 2.8.2 Khusus

(1) Untuk mahasiswa pindahan, waktu studi yang telah ditempuh pada Perguruan Tinggi/Fakultas asal disertakan dalam penghitungan batas waktu studi yang diperkenankan.

(2) Untuk mahasiswa alih program studi, waktu studi yang telah ditempuh pada program studi asal disertakan dalam penghitungan batas waktu studi yang diperkenankan.

(18)

BAB III KURIKULUM

Kurikulum dalam pengertian makro merupakan keseluruhan pelaksanaan pendidikan yang meliputi sejumlah komponen, yaitu tujuan pendidikan, dosen, staf administrasi, fasilitas akademik, dan bahan-bahan perkuliahan, sedangkan secara mikro istilah kurikulum dipahami sebagai perangkat pedoman tertulis tentang rencana pelaksanaan pendidikan. Dalam pengertian ini, kurikulum merupakan perangkat mata ajar mengenai suatu bidang yang meliputi tujuan kurikulum, isi, kegiatan, dan evaluasi yang terprogram dan dilaksanakan di bawah suatu instansi pendidikan. Kedua pengertian kurikulum ini digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.

Kurikulum diterapkan berdasarkan Sistem Kredit Semester (SKS) yang diukur dengan satuan kredit semester (sks) yang mendukung capaian tujuan program pendidikan. Kurikulum Program Diploma (D3) terdiri atas sekurang-kurangnya 40% kurikulum inti dan 60% kurikulum institusional. Adapun kurikulum Program Sarjana (S1) terdiri atas 40-80% kurikulum inti dan 20-60% kurikulum institusional dari jumlah sks kurikulum Program Sarjana. Peninjauan kembali Kurikulum dapat dilakukan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta dengan memperhatikan durasi masa studi terprogram dan kebutuhan masyarakat.

3.1 Beban Studi Mahasiswa

Berdasarkan kemampuan normal, seorang mahasiswa dapat melakukan kegiatan belajar di dalam maupun di luar kelas selama 8–10 jam per hari atau 48–60 jam per minggu. Oleh karena itu, beban studi normal setiap mahasiswa bisa mencapai antara 16–20 sks per minggu apabila nilai kredit semester dihitung setara dengan 3 jam belajar per minggu. Namun demikian beban studi mahasiswa dalam 1 (satu) semester ditentukan oleh Indeks Prestasi pada semester sebelumnya. Semakin baik Indeks Prestasi Semester semakin banyak sks yang dapat diambil pada semester berikutnya. Dengan demikian, mahasiswa yang sangat tinggi pencapaian Indeks Prestasi Semesternya akan diberi kesempatan untuk mengambil 24 sks pada semester berikutnya. Beban studi mahasiswa per semester diatur dengan ketentuan sebagai berikut.

IP Semester Jumlah Kredit Maksimum Semester Berikutnya 3,51 – 4,00 3,01 – 3,50 2,51 – 3,00 2,01 – 2,50 1,51 – 2,00 0,00 – 1,50 24 sks 22 sks 20 sks 18 sks 16 sks 14 sks

Berapa pun besar IP yang diperoleh mahasiswa pada suatu semester, beban studi minimum adalah 9 sks. Pengambilan beban studi kurang dari beban minimum tersebut harus dengan persetujuan Wakil Dekan I, kecuali bagi mahasiswa yang hanya menulis skripsi/TA, dan/atau hanya menggenapkan jumlah sks seluruhnya.

3.2 Pengelompokan Mata ajar

Sesuai dengan Surat Keputusan Mendiknas R.I. No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi, pengelompokan mata ajar untuk program pendidikan Sarjana (S1) digunakan pada Program Studi Sastra Indonesia, Program Studi Sastra Inggris, Program Studi Ilmu Sejarah, Program Studi Sastra Jepang, dan pendidikan Diploma (D3) untuk Program Studi Bahasa Inggris. Secara umum pengelompokan mata ajar tersebut adalah sebagai berikut:

a. Mata ajar Pengembangan Kepribadian (MPK), yaitu kelompok bahan kajian atau pembelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap

(19)

Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan;

b. Mata ajar Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), yaitu kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu; c. Mata ajar Keahlian Berkarya (MKB), yaitu kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang

bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai;

d. Mata ajar Perilaku Berkarya (MPB), yaitu kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai;

e. Mata ajar Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), yaitu kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

Rincian mata ajar tersebut selanjutnya dapat dilihat pada Spesifikasi Program Studi yang tercantum di dalam buku ini.

3.3 Deskripsi Mata ajar

Deskripsi mata ajar berisi uraian singkat tentang isi atau materi pokok yang akan dipelajari. Daftar dan deskripsi mata ajar dapat dilihat pada Bab IV Spesifikasi Program Studi dan Deskripsi Mata ajar.

3.4 Kode Mata ajar

Setiap mata ajar di Fakultas Ilmu Budaya disertai dengan kode mata ajar yang diletakkan di depan nama mata ajar untuk mempermudah pengadministrasian. Kode mata ajar selalu ditandai dengan tiga huruf kapital dan tiga angka arab.

3.4.1 Arti Kode Huruf

Kode huruf terdiri atas tiga huruf yang berbeda berdasarkan rumpun keilmuan (dua huruf pertama) dan sub-rumpun keilmuan (huruf ketiga). Khusus untuk Mata ajar wajib universitas dan wajib fakultas, kode hurufnya sama untuk semua program studi. Untuk mata ajar lainnya, kode huruf disesuaikan dengan mata ajar di program studi masing-masing. Perhatikan contoh berikut ini.

Mata ajar wajib universitas:

NOP101 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Mata ajar wajib fakultas:

BUK101 Pengantar Ilmu Budaya Mata ajar lainnya:

Program Studi D3 Bahasa Inggris : BAE001 Listening I

SOK003 Business Communication Program Studi Sastra Indonesia : SSI101 Pengantar Kajian Kesusastraan LII101 Linguistik Umum

Program Studi Sastra Inggris :

SSE201 Introduction to English Literature LIE201 Introduction to General Linguistics

Program Studi Ilmu Sejarah : SJI101 Pengantar Sejarah Indonesia SJU101 Pengantar Ilmu Sejarah Program Studi Sastra Jepang :

SSJ201 Pengantar Kesusasteraan Jepang (Nihon Bungaku Nyumon) LIJ301 Pengantar Kajian Bahasa Jepang (Nihongogaku Nyumon)

(20)

Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya : BUK601 Teori Kajian Budaya Kontemporer

PNB496 Metode Penelitian Sastra dan Budaya 3.4.2 Arti Kode Angka

Program pendidikan sarjana (S1) menggunakan kode angka 101–499, sedangkan program pendidikan diploma (D3) menggunakan kode angka 001-099. Kode angka pertama menandai jenjang program mata ajar, sedangkan kode angka kedua dan ketiga menandai identitas dan nomer urut mata ajar. Oleh karena itu, dalam menyusun rencana studi setiap mahasiswa harus memperhatikan kode angka pertama agar penguasaan materi berlangsung melalui proses penjenjangan yang tepat. Penjelasan mengenai arti kode angka yang pertama adalah sebagai berikut:

Kode angka Menandai

1 Mata ajar pengantar yang berisi konsep-konsep dasar.

2 Mata ajar pengantar lanjutan yang menyajikan gambaran umum suatu bahasa, budaya dan sastra serta sejarah.

3 Mata ajar lanjutan yang mengemukakan permasalahan budaya, bahasa dan sastra serta sejarah.

4 Mata ajar lanjutan yang memfokuskan pembahasan tentang pendekatan-pendekatan pemecahan masalah.

3.5 Pengadministrasian Sistem Kredit

Pelaksanaan administrasi sistem kredit diatur secara sentral di bawah tanggung jawab Subbagian Pendidikan dan di bawah penilikan Dekan c.q. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Agar pelaksanaan sistem kredit tidak mengalami hambatan, koordinasi antarkomponen di dalam fakultas dikembangkan atas dasar jadwal kerja yang padat. 3.5.1 Syarat-Syarat Administrasi

Untuk melaksanakan sistem kredit yang baik dan lancar, diperlukan sejumlah fasilitas sebagai berikut:

3.5.1.1 Brosur Petunjuk

Brosur petunjuk diterbitkan sebelum kegiatan perencanaan studi oleh para mahasiswa (pengisian KRS dimulai) yang berisi pengumuman Dekan tentang:

(1) Kalender Akademik

Kalender Akademik Fakultas Ilmu Budaya adalah keseluruhan penyelenggaraan kegiatan proses pembelajaran yang disusun dalam satu tahun akademik. Kalender Akademik Fakultas Ilmu Budaya berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

(2) Daftar Mata ajar

Daftar Mata ajar yang ditawarkan dalam semester yang bersangkutan lengkap dengan keterangan ragam pengalaman belajar yang dikembangkan di dalamnya, nama-nama dosen penanggung jawab mata ajar (PJMK) dan jadwal penyelenggaraan kegiatan.

3.5.1.2 Dosen Pembimbing Akademik

Dosen pembimbing akademik atau dosen wali berperan penting tidak hanya untuk kelancaran administrasi akademik, tetapi juga untuk memberi bimbingan dan saran-saran kepada mahasiswa, baik dalam persoalan-persoalan akademik maupun dalam persoalan non akademik yang secara langsung maupun tidak berakibat pada keberlangsungan proses akademik yang bersangkutan. Dosen Pembimbing Akademik ditentukan oleh Ketua Departemen masing-masing.

Dosen pembimbing akademik secara berkala/terjadwal membimbing mahasiswa. Mahasiswa diharapkan bersedia mengemukakan kesukaran-kesukaran kepada dosen pembimbing akademik. Dosen pembimbing akademik akan membantu para mahasiswa untuk mengatasi kesukaran-kesukaran mereka ketika menempuh pengalaman belajarnya. Tugas rutin dosen pembimbing akademik antara lain:

(21)

(1) memberikan pertimbangan kepada mahasiswa pada saat menyusun rencana studi yang meliputi mata ajar yang akan dipilih/diambil pada semester yang akan datang dan besar beban sks-nya;

(2) mengikuti perkembangan studi mahasiswa yang dibimbing, memonitor keberhasilan, kesulitan, dan kegagalan, serta memberikan saran dan nasihat.

3.5.2 Pelaksanaan Administrasi Sistem Kredit

Administrasi Sistem Kredit di Fakultas Ilmu Budaya Universits Airlangga dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan yang terprogram dari semester ke semester. Setelah mahasiswa melakukan pendaftaran ulang di Kantor Pusat Administrasi Universitas Airlangga dan memiliki KTM yang berlaku pada semester berlangsung, mahasiswa:

(1) di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Akademik menyusun rencana studinya pada Kartu Rencana Studi (KRS)dengan beban studi sesuai dengan indeks prestasi semester terakhir; (2) harus mengisi KRS rangkap tiga, masing-masing untuk Subbagian Pendidikan, Dosen

Pembimbing Akademik dan arsip mahasiswa bersangkutan;

(3) harus melakukan pengisian KRS secara online sesuai dengan mata ajar yang tertera pada KRS;

(4) yang tidak menyerahkan KRS pada waktu yang telah ditetapkan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan kurikuler.

3.5.2.1 Persiapan Pendaftaran

Yang dimaksud dengan pendaftaran adalah mencatatkan diri untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam semester yang sedang berlangsung. Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi KRS dan menyerahkan kembali ke Subbagian Pendidikan. Sebelum pendaftaran dibuka, Fakultas akan mempersiapkan fasilitas yang diperlukan antara lain:

(1) edaran yang berisi pengumuman Dekan tentang jadwal kegiatan perkuliahan; (2) Kartu Hasil Studi (KHS) semester sebelumnya;

(3) KRS berikut petunjuk-petunjuk pengisiannya. 3.5.2.2 Pembuatan dan Pendaftaran Rencana Studi

Rencana studi dibuat oleh mahasiswa sendiri dengan pertimbangan dan nasihat dari dosen pembimbing akademik. Rencana studi yang telah selesai dikerjakan (dalam bentuk KRS yang telah diisi) harus segera diserahkan kepada Subbagian Pendidikan Fakultas dalam batas waktu yang telah ditentukan. Karena pengolahan data KRS dikerjakan secara terpusat dengan menggunakan komputer menurut jadwal yang telah ditetapkan, keterlambatan penyerahan KRS oleh mahasiswa akan merugikan mahasiswa yang bersangkutan.

3.5.2.3 Kehadiran dan Kegiatan Tatap Muka

Setiap mahasiswa diwajibkan menghadiri sekurang-kurangnya 75% dari seluruh kegiatan belajar mengajar yang telah terjadwal dan direncanakan dalam kontrak perkuliahan. Mahasiswa yang tidak dapat memenuhi syarat kehadiran tersebut tidak diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester. Kegiatan perkuliahan dan kegiatan-kegiatan tatap muka di kelas disampaikan pada jadwal harian perkuliahan.

3.5.2.4 Ujian dan Pengumuman Ujian

Pelaksanaan ujian disesuaikan dengan kalender akademik Fakultas Ilmu Budaya. Ujian dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti ujian tertulis dalam bentuk karangan, tes objektif, ujian lisan, ujian dalam bentuk seminar/skripsi, ujian dalam bentuk pemberian tugas, dan lain sebagainya. Ujian praktek dapat dilaksanakan dengan cara praktek yang dapat disertai dengan ujian tertulis dan atau lisan. Bentuk ujian tersebut disesuaikan dengan tujuan pembelajaran agar dapat dilaksanakan dalam rentang tertentu.

Hasil ujian diumumkan pada saat libur akhir semester sehingga menjelang semester berikutnya mahasiswa dapat menyesuaikan rencana studinya. Hasil prestasi belajar perorangan dan hasil perhitungan dalam bentuk Indeks Prestasi (IP) diumumkan secara tersendiri melalui

(22)

3.5.2.5 Administrasi Nilai

Nilai yang diterima oleh Subbagian Pendidikan dari para dosen menjelang akhir semester dimasukkan ke dalam Kartu Nilai Individual (KNI) dan KHS. Dalam proses ini Subbagian Pendidikan Fakultas juga akan menghitung dan menetapkan Indeks Prestasi (IP) masing-masing mahasiswa. KNI akan disimpan dalam arsip sentral, sedangkan KHS akan dibagikan sebagai pengumuman individual kepada mahasiswa yang bersangkutan.

(23)

BAB IV

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI 4.1 PRORAM STUDI BAHASA INGGRIS D III

4.1.1 Pengantar

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), yang dibarengi dengan arus informasi yang sangat cepat menuntut adanya individu-individu terampil yang siap berkompetisi. Kesiapan dan keterampilan tersebut akan membantu pengaksesan informasi secara cepat sehingga IPTEK segera dapat dikuasai dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan kehidupan sehari-hari dalam era modern ini. Seiring dengan itu, kemampuan berbahasa Inggris tentu sangat diperlukan oleh setiap individu yang akan aktif berperan secara global dalam era modern ini.

Program Studi Bahasa Inggris D3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berperan aktif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat untuk mengantisipasi perkembangan global. Untuk itu, Program Studi Bahasa Inggris D3 bertujuan menghasilkan lulusan atau tenaga ahli madya yang trampil dan berkualitas di bidang bahasa Inggris yang digunakan untuk melaksanakan profesi di sektor industri jasa dan administrasi publik, serta pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris.

Akan tetapi, keterampilan berbahasa Inggris belumlah cukup bila tidak disertai dengan pengetahuan praktis. Oleh karena itu, Program Studi Bahasa Inggris D3 membekali para mahasiswanya dengan mata ajar-mata ajar yang aplikatif sesuai dengan konsentrasi yang mereka pilih. Untuk konsentrasi pengajaran bahasa, mahasiswa mempelajari cara mengajar dan memberikan evaluasi bahasa Inggris. Hal ini akan memungkinkan mahasiswa untuk bekerja sebagai instruktur, guru, maupun bagian akademik di lembaga pendidikan. Untuk konsentrasi komunikasi bisnis, mahasiswa mempelajari korespondensi, presentasi, dan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini akan memungkinkan mahasiswa untuk terserap di perusahaan multinasional. Selain itu, keberadaan mata ajar yang menekankan pada aspek kewirausahaan akan memungkinkan mahasiswa untuk mencoba membuka lapangan pekerjaan sendiri, misalnya membuka lembaga kursus, biro penerjemahan, dan event organizer.

Komitmen Program Studi Bahasa Inggris D3 diwujudkan pula melalui kerjasama dengan berbagai pihak luar seperti BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta serta instansi-instansi terkait lainnya. 4.1.2 Identitas Program Studi

Institusi Pemberi Gelar : Universitas Airlangga Institusi Pembelajaran : Fakultas Ilmu Budaya Nama Program Studi : Bahasa Inggris D3

Gelar : Ahli Madya (bidang Bahasa Inggris)

SK Pembentukan Program Studi : 3105/D/T/2001

SK Akreditasi Program Studi : No 005/BAN-PT/Ak-IX/Dpl-III/IV/2009

Nilai : B

4.1.3 Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan VISI:

Menjadi program studi yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional, pelopor pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, dan seni berdasarkan moral agama. MISI:

Menyelenggarakan pendidikan akademik ahli madya di bidang bahasa Inggris berbasis teknologi pembelajaran modern.

TUJUAN:

Menghasilkan lulusan yang:

1. Memahami prinsip dasar pengetahuan dan ketrampilan berbahasa Inggris sehingga mampu menemukan, memahami dan memecahkan masalah yang terkait dengan bidang bahasa Inggris.

(24)

2. Mampu menerapkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang bahasa Inggris untuk kegiatan produktif dan pelayanan masyarakat.

3. Memiliki sifat terbuka dan tanggap terhadap perkembangan IPTEKS dan lingkungan sosial budaya masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keahliannya.

4.1.4 Kompetensi Lulusan

Lulusan Program Studi Bahasa Inggris D3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga diharapkan:  Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara aktif dan berterima.

 Memiliki pengetahuan profesional di bidang bahasa Inggris dan komunikasi internasional.  Mampu menerjemahkan teks berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.

 Memiliki kemampuan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan bahasa Inggris dan komunikasi bisnis.

Untuk mencapai kompetensi di atas setiap mahasiswa harus memiliki: A. Pengetahuan dan Ketrampilan Dasar:

1) Menggunakan struktur bahasa Inggris secara tepat 2) Menulis dalam bahasa Inggris secara tepat 3) Memahami bacaan bahasa Inggris secara tepat 4) Berbicara dalam bahasa Inggris secara tepat

5) Menyimak pembicaraan dalam bahasa Inggris secara tepat 6) Mengucapkan kata-kata bahasa Inggris secara tepat

7) Menerjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya secara tepat

Metode Pembelajaran yang digunakan: ceramah klasikal, diskusi, alih peran/role-play, tutorial dan pembelajaran berbasis tugas.

Metode Penilaian yang digunakan: UTS, UAS, kuis, tugas individual dan kelompok. B. Ketrampilan berdasarkan Peminatan (konsentrasi)

1) Mengajar bahasa Inggris

2) Memberikan evaluasi dalam bahasa Inggris

3) Berkomunikasi bisnis dalam bahasa Inggris secara lisan 4) Berkorespondensi dalam bahasa Inggris

5) Memberikan presentasi dalam bahasa Inggris

6) Menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan

Metode Pembelajaran yang digunakan: ceramah klasikal maupun dengan menggunakan multimedia, diskusi, seminar, tutorial, dan presentasi.

Metode Penilaian yang digunakan: UTS, UAS, kuis, tugas individual dan kelompok. C. Ketrampilan Tambahan:

1) Membuka usaha sendiri

2) Melakukan komunikasi dasar dalam bahasa Jepang 3) Menjelaskan kemaknawian ilmu bahasa secara umum 4) Menghubungkan bahasa dan budaya

5) Memahami moral agama, etika, hubungan dan komunikasi dasar antarmanusia 6) Mengoperasikan program komputer: Word, Excel, PowerPoint, dan Interner

Metode Pembelajaran yang digunakan: ceramah klasikal maupun dengan menggunakan multimedia, diskusi, seminar, tutorial, dan praktikum.

Metode Penilaian yang digunakan: UTS, UAS, kuis, tugas individual dan kelompok. 4.1.5 Struktur Kurikulum

Jumlah SKS (minimum) yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan program studi Bahasa Inggris D3 adalah 110 SKS dari maksimal 120 SKS yang ditawarkan.

Berdasarkan konsentrasi studi, kurikulum Bahasa Inggris D3 dibagi menjadi dua, yaitu Pengajaran Bahasa Inggris dan Komunikasi Bisnis. Pembagian konsentrasi ini dilakukan mulai semester empat. Mahasiswa yang masuk ke konsentrasi tertentu wajib mengambil enam mata ajar wajib konsentrasi yang jumlah kreditnya setara dengan duabelas (12) SKS. Mata ajar konsentrasi pengajaran bahasa Inggris bisa menjadi mata ajar pilihan bagi mahasiswa komunikasi bisnis, dan sebaliknya.

(25)

Berikut rincian mata ajar yang ditawarkan di program studi Bahasa Inggris D3: 1. Mata ajar Wajib (Universitas, Fakultas, Program Studi) : 98 sks

2. Mata ajar Wajib Minat Komunikasi Bisnis : 12 sks 3. Mata ajar Wajib Minat Pengajaran : 12 sks

4. Mata ajar Pilihan : 10 sks

Jumlah Mata ajar : 110-120 sks

Struktur kurikulum yang digunakan dalam Program Studi Diploma Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dapat dilihat dalam tabel berikut.

Struktur Kurikulum Minat Pengajaran

No Kode Nama Beban Studi

(sks) Elemen Kompetensi Jenis Kompetensi Semester 1

Mata ajar Wajib

1 NOP001 PPKN 2 MPK Utama

2 BAI002 Bahasa Indonesia 2 MPK Utama

3 AGI001 Agama I 2 MPK Utama

4 BAE001 Listening I 2 MKK Utama

5 BAE005 Speaking I 2 MKK Utama

6 BAE004 Structure I 2 MKK Utama

7 BAE003 Reading I 2 MKK Utama

8 BAE006 Writing I 2 MKK Utama

9 BAE002 Pronunciation I 2 MKK Utama

Beban Wajib 18 sks Jumlah beban sks semester 1 18 sks

Semester 2 Mata ajar Wajib

10 ETB001 Etika dan Kepribadian 2 MPB Utama

11 BUK001 Pengantar Ilmu Budaya 2 MKB Utama

12 BAE007 Listening II 2 MKK Utama

13 BAE011 Speaking II 2 MKK Utama

14 BAE010 Structure II 2 MKK Utama

15 BAE009 Reading II 2 MKK Utama

16 BAE012 Writing II 2 MKK Utama

17 BAE008 Pronunciation II 2 MKK Utama

18 SOK003 Business Communication 2 MKK Utama

19 BAE023 Practice in Translation I 2 MKK Utama

20 SIK008 Computer Application 0 MKK Pendukung

Beban wajib 20 sks Jumlah beban sks semester 2 20 sks

Semester 3 Mata ajar Wajib

21 MNU001 Pengantar Bisnis 2 MKB Utama

22 BAE013 Listening III 2 MKK Utama

23 BAE016 Speaking III 2 MKK Utama

24 BAE015 Structure III 2 MKK Utama

25 BAE014 Reading III 2 MKK Utama

26 BAE017 Writing III 2 MKK Utama

27 LIE001 Introduction to Linguistics 2 MKK Utama

28 EDB001 Introduction to English Language Teaching

2 MKK Utama

29 SOA004 Cross Cultural Understanding 2 MPB Pendukung

(26)

Beban wajib 20 sks Jumlah beban sks semester 3 20 sks

Semester 4 Mata ajar Wajib

31 PSL001 Psikologi Pelayanan 2 MPB Pendukung

32 BAE018 Listening IV 2 MKK Utama

33 BAE021 Speaking IV 2 MKK Utama

34 BAE020 Structure IV 2 MKK Utama

35 BAE019 Reading IV 2 MKK Utama

36 BAE022 Writing IV 2 MKK Utama

37 BAE049 Practice in Translation III 2 MKK Utama

38 SOK006 Business Correspondence 2 MKK Utama

MK Wajib Minat Untuk Pengajaran harus mengambil 4 sks

39 EDB005 TEFL 2 MKB Utama

40 LIE002 Intro. to Second Language Acquisition

2 MKB Utama

Beban Wajib Minat Pengajaran 22 sks MK Pilihan

41 BAJ001 Bahasa Jepang I 2 MKK Pendukung

Sub-Jumlah MK Pilihan 2 sks Jumlah beban sks semester 4 24 sks

Semester 5 Mata ajar Wajib

42 AGI002 Agama II 2 MPK Utama

43 BAE024 Public Speaking 2 MKK Utama

44 BAE025 Structure V 2 MKK Utama

45 BAE027 Writing V 2 MKK Utama

46 MNW002 Entrepreneurship 2 MKK Pendukung

47 SOK004 Public Relations 2 MKK Pendukung

Beban Wajib 12 sks MK Wajib untuk Pengajaran harus mengambil 6 sks

48 EDB002 English for Young Learners 2 MKB Utama

49 EDB003 Intro. to Language Testing 2 MKB Utama

50 EDB004 Micro Teaching 2 MKB Utama

Beban Wajib Minat Pengajaran 18 sks MK Pilihan (2-6 sks)

51 BAJ002 Bahasa Jepang II 2 MPB Pendukung

52 BAE047 Interpreting Practice I 2 MPB Utama

53 BAE033 Extensive English I 2 MPB Utama

Sub- jumlah MK Pilihan 2-6 sks

Jumlah beban sks semester 5 20-24 sks

Semester 6 Mata ajar Wajib

54 BAE028 Structure 6 2 MKK Utama

55 BAE029 Writing 6 2 MKK Utama

56 KKB001 Internship 2 MBB Utama

57 PNB099 Tugas Akhir 4 MBB Utama

Beban wajib 10 sks MK Wajib Minat untuk Pengajaran harus mengambil 2 sks

58 TAB098 ELT Report 2 MKB Utama

Beban Wajib Minat Pengajaran 12 sks MK Pilihan (2-6 sks)

Referensi

Dokumen terkait

Departemen Bahasa Inggris Fakultas Sastra : Pedoman/Panduan 2007-2008 Program Studi Bahasa Inggris D-III Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara... Departemen Bahasa

Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Laboratorium Human Genetic Institute Tropical Disease Universitas Airalangga hasil

Merespons hal tersebut, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman menyuguhkan sebuah tema dalam Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021, yakni

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS S1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN.. Kelompok

Buku Panduan Program D3 Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya.. Pengantar

Menghasilkan lulusan yg berakhlaq mulia dan memiliki keterampilan berbahasa Inggris dan keilmuan di bidang ilmu budaya, bahasa, dan sastra.. Menghasilkan penelitian di

2.4 Perencanaan Studi Setelah mahasiswa melakukan pendaftaran ulang di Kantor Pusat Administrasi Universitas Airlangga dan memiliki KTM yang berlaku pada semester berlangsung, maka:

4.2.1 Visi Fakultas llmu Budaya Univesitas Diponegoro Visi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro adalah menjadi fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025 dalam