• Tidak ada hasil yang ditemukan

19. WPPE-HE-2-Regulasi Terkait Perusahaan Efek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "19. WPPE-HE-2-Regulasi Terkait Perusahaan Efek"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

PERTEMUAN I | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

i

HUKUM DAN ETIKA

REGULASI TERKAIT PERUSAHAAN EFEK

Didukung

Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower II Lantai 1, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190 | Telp (021) 515 0 515 ext. 8102, 8103

(2)

Daftar Isi

REGULASI TERKAIT PERUSAHAAN EFEK ... 1

A. Definisi Perusahaan Efek ...1

B. Jenis Perusahaan Efek Berdasarkan Kepemilikan ...1

B.1 Menurut PP No.45 Tahun 1995 ...1

B.2 Menurut POJK No. 20/POJK.04/2016 ...1

C. Syarat Permodalan Perusahaan Efek ...1

C.1 Syarat Permodalan Perusahaan Efek Menurut PP No 45 Tahun 1995 ...1

C.2 Syarat Permodalan berdasarkan POJK No. 20/POJK.04/2016 ...2

C.3 Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) ...2

C.3.1 Definisi ... 2

C.3.2 Ketentuan Nilai Minimal MKBD ... 3

C.3.3 Ketentuan yang Wajib dipenuhi Perusahaan Efek terkait MKBD: ... 3

C.3.4 Kewajiban Perusahaan Efek terkait pengisian Laporan MKBD: ... 4

C.3.5 Tata Cara Penghitungan MKBD... 4

C.3.6 Pemeliharaan dan Tata Cara Pelaporan... 5

D. Kegiatan yang Dilakukan Perusahaan Efek ...7

E. Perizinan ...9

E.1 Tata cara Permohonan Perizinan Perusahaan Efek sebagai PEE dan PPE ...9

E.2 Persyaratan Permohonan Perizinan Perusahaan Efek sebagai PEE dan PPE ...9

F. Larangan Bagi Perusahaan Efek ... 11

F.1 Larangan terkait Perizinan ... 11

F.2 Larangan terkait Kepemilikan... 11

F.3 Larangan terkait Pengendalian ... 11

F.4 Larangan terkait Anggota Direksi & Komisaris ... 11

G. Pengendalian dan Perlindungan Efek yang Disimpan Oleh Perusahaan Efek ... 12

G.1 Kewajiban Perusahaan Efek untuk menempatkan Efek Nasabah Dalam Pengendalian Langsung Perusahaan Efek ... 12

G.2 Perlindungan Efek Nasabah ... 12

H. Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek ... 12

H.1 Fungsi-Fungsi sebagai Perantara Pedagang Efek ... 12

H.2 Pelaksanaan Fungsi Perantara Pedagang Efek ... 13

H.3 Outsourcing Fungsi PPE ... 18

H.4 Ketentuan Apabila Terdapat Permasalahan ... 18

H.5 Ketentuan Lainnya ... 18

PRINSIP MENGENAL NASABAH (PMN) OLEH PENYEDIA JASA KEUANGAN DI SEKTOR PASAR MODAL INDONESIA ...1

A. Maksud dan Tujuan dari Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah ...1

A.1 Tujuan Prinsip Mengenal Nasabah ...1

A.2 Pentingnya Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Perusahaan Efek Di Pasar Modal Indonesia ...1

B. Risiko Yang Dapat Dihindarkan Dengan Adanya Prinsip Mengenal Nasabah ...1

B.1 Risiko Reputasi: ...1

B.2 Risiko Operasional: ...1

B.3 Risiko Hukum: ...1

B.4 Risiko Keuangan ...2

B.5 Risiko konsentrasi ...2

C. Empat Unsur Utama Kebijakan PMN ...2

C.1 Identifikasi nasabah ...2

C.2 Verifikasi Nasabah ...4

C.3 Pemantauan Transaksi...5

(3)

D. Bilamana PMN harus diterapkan? ...5

E. Apa yang akan terjadi jika Nasabah atau Calon Nasabah tidak mau memberikan informasi/ dokumen yang diperlukan dalam PMN? ...5

F. Pengawasan Aktif Oleh Direksi Dan Dewan Komisaris ...5

F.1 Pengawasan Aktif Oleh Direksi Penyedia Jasa Keuangan: ...5

F.2 Pengawasan Aktif Oleh Dewan Komisaris: ...5

G. Penanggung Jawab Penyedia Jasa Keuangan dalam Penerapan PMN di Pasar Modal ...6

G.1 Jabatan/Pejabat yang menjadi Penangung Jawab ...6

G.2 Unit Kerja Khusus ...6

G.3 Penugasan Jabatan ...6

H. Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Penanggung Jawab Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Penyedia Jasa Keuangan di Pasar Modal ...6

H.1 Tugas ...6

H.2 Tanggung Jawab...6

H.3 Wewenang ...7

I. Kebijakan dan Prosedur yang Dilakukan dalam PMN ...7

I.1 Identifikasi...7

I.2 Verifikasi ...8

I.3 Pemantauan dan pengkinian ... 10

I.4 Pelaporan ... 11

I.7 CDD oleh Pihak Ketiga ... 11

I.6 Manajemen Risiko ... 11

I.7 Administrasi Dokumen ... 11

J. Penggunaan dan Penyalahgunaan PMN di Pasar Modal ... 12

K. Bagaimanakah Norma PMN membantu Stakeholder di Pasar Modal? ... 12

L. Siapa yang menjadi kontak Nasabah atau Calon Nasabah di Perusahaan Efek untuk PMN? ... 12

M. Sumber Daya dan Pelatihan ... 12

N. Implentasi Daftar Terduga Teroris ... 13

(4)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

REGULASI TERKAIT PERUSAHAAN EFEK

Pada Modul ini, akan dibagi menjadi dua pertemuan yaitu Regulasi Terkait Perusahaan Efek dan Prinsip Mengenal Nasabah (PMN) / Know Your Customer (KYC) oleh Penyedia Jasa Keuangan di Sektor Pasar Modal Indonesia.

REGULASI TERKAIT PERUSAHAAN EFEK

A.

Definisi Perusahaan Efek

 Perusahaan Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan atau Manajer Investasi (Pasal 1 angka 21 UUPM)

 Yang dapat melakukan kegiatan usaha sebagai Perusahaan Efek adalah Perseroan yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam (OJK). (pasal 30 ayat (1) UUPM)

Untuk melaksanakan kegiatan sebagai Perusahaan Efek diperlukan berbagai persyaratan di antaranya keahlian dan permodalan yang cukup.

 Perusahaan Efek dapat melakukan kegiatan usaha sebagai:

1).Perantara Pedagang Efek (PPE), atau yang sering disebut sebagai broker-dealer, 2).Penjamin Emisi Efek (PEE), atau yang sering disebut sebagai underwriter,

3).Manajer Investasi (MI), atau yang sering disebut sebagai fund manager /Investment company Suatu Perusahaan Efek dapat melakukan salah satu kegiatan usaha dari ke-tiga kegiatan tersebut, namun dapat juga melakukan beberapa atau bahkan ketiga kegiatan usaha tersebut. Hal tersebut tergantung dari kemampuan permodalan dan kesiapan sumberdayanya.

 Perusahaan Efek bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang berkaitan dengan Efek yang dilakukan oleh direktur, pegawai, dan Pihak lain yang bekerja untuk perusahaan tersebut. Keterangan:

a) “Segala kegiatan yang berkaitan dengan Efek” adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Perusahaan Efek yang meliputi, sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan Manajer Investasi.

b) “Pegawai” dalam Pasal ini adalah seseorang yang bekerja pada Pihak lain, di mana Pihak lain tersebut mempunyai kewenangan untuk mengendalikan dan mengarahkan orang dimaksud untuk melakukan pekerjaan dengan memperoleh upah atau gaji secara berkala. c) “Pihak lain yang bekerja untuk Perusahaan Efek” adalah Pihak yang ditunjuk oleh

Perusahaan Efek untuk melakukan tugas tertentu meskipun Pihak tersebut bukan pegawai Perusahaan Efek dimaksud.

B.

Jenis Perusahaan Efek Berdasarkan Kepemilikan

B.1Menurut PP No.45 Tahun 1995

Perusahaan Efek dapat berbentuk :

(1) Perusahaan Efek nasional, yang seluruh sahamnya dimiliki oleh orang perseorangan WNI dan atau badan hukum Indonesia;

(2) Perusahaan Efek patungan, yang sahamnya dimiliki oleh orang perseorangan WNI, badan hukum Indonesia dan atau badan hukum asing yang bergerak di bidang keuangan.

B.2Menurut POJK No. 20/POJK.04/2016

Bentuk dari Perusahaan Efek menurut POJK ini sama seperti PP No 45 Tahun 1995.

Presentase Kepemilikan Saham Perusahaan Efek Patungan:

1)Dimiliki oleh Badan Hukum Asing yang bergerak di bidang jasa keuangan selain sekuritas paling banyak 85% (delapan puluh lima persen) dari Modal Disetor

2)Dimiliki oleh Badan Hukum Asing yang bergerak di bidang sekuritas yang telah memperoleh negara asalnya paling banyak 99% ( sembilan puluh sembilan persen) dari modal disetor.

C.

Syarat Permodalan Perusahaan Efek

C.1 Syarat Permodalan Perusahaan Efek Menurut PP No 45 Tahun 1995

Menurut PP No 45 tahun 1995 Pasal 33 Perusahaan Efek wajib memenuhi persyaratan permodalan sebagai berikut:

1).Untuk Perusahaan Efek Nasional:

a.Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek:

Modal disetor : Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) Modal kerja bersih disesuaikan : Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

(5)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

Modal disetor : Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) Modal kerja bersih disesuaikan : Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)

c.Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek dan Manajer Investasi

Modal disetor : Rp10.500.000.000,00 (sepuluh milyar lima ratus juta rupiah) Modal kerja bersih disesuaikan : Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah)

d.Perantara Pedagang Efek dan Manajer Investasi

Modal disetor : Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) Modal kerja bersih disesuaikan : Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah).

2).Untuk Perusahaan Patungan dengan pihak asing:

a.Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek:

Modal disetor : Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) Modal Kerja Bersih Disesuaikan : Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

b.Perantara Pedagang Efek

Modal disetor : Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) Modal Kerja Bersih Disesuaikan : Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)

c.Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek dan Manajer Investasi

Modal disetor : Rp11.000.000.000,00 (sebelas milyar rupiah) Modal Kerja Bersih Disesuaikan : Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah)

d.Perantara Pedagang Edek dan Manajer Investasi

Modal disetor : Rp2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah) Modal Kerja Bersih Disesuaikan : Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah)

Ketentuan besarnya modal disetor yang harus dipenuhin oleh Perusahaan efek diatur oleh Menteri Keuangan, sedangakn Modal Kerja Bersih Disesuaikan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan Efek diatur oleh OJK.

C.2 Syarat Permodalan berdasarkan POJK No. 20/POJK.04/2016

Menurut Pasal 8 POJK No. 20/POJK.04/2016 Perusahaan Efek wajib memenuhi persyaratan permodalan sebagai berikut:

a.Penjamin Emisi Efek

Modal disetor : Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)

b.Perantara Pedagang Efek yang Mengadministrasikan Rekening Efek Nasabah

Modal disetor : Rp 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah)

c.Perantara Pedagang Efek yang tidak Mengadministrasikan Rekening Efek Nasabah

Modal disetor : Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

d.Penjamin Emisi Efek dan Manajer Investasi

Modal disetor : Rp75.000.000.000,00 (tujuh puluh lima miliar rupiah).

e.Perantara Pedagang Efek yang Mengadministrasikan Rekening Efek Nasabah dan

Manajer Investasi

Modal disetor : Rp55.000.000.000,00 (lima puluh lima miliar)

Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan/atau Perantara Pedagang Efek wajib memiliki dan memelihara Modal Kerja Bersih Disesuaikan sesuai dengan peraturan V.D.5

C.3 Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD)

Pengaturan mengenai MKBD diatur dialam Peraturan V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan

C.3.1 Definisi

1) Haircut adalah faktor pengurang nilai pasar wajar Efek sesuai dengan risikonya sebesar

persentase tertentu dari nilai pasar wajar Efek dimaksud.

2) Modal Kerja Bersih Disesuaikan yang selanjutnya disebut MKBD adalah jumlah aset

lancar Perusahaan Efek dikurangi dengan seluruh liabilitas Perusahaan Efek dan Ranking Liabilities, ditambah dengan Utang Sub-Ordinasi, serta dilakukan penyesuaian-penyesuaian lainnya.

3) Peringkat adalah opini yang dikeluarkan oleh Perusahaan Pemeringkat Efek tentang

kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu oleh suatu Pihak berkaitan dengan Efek yang diterbitkan oleh Pihak dimaksud yang diperingkat. 4) Ranking Liabilities adalah sejumlah kewajiban kontingen dan kewajiban off balance

sheet yang akan ditambahkan pada liabilitas sebagai faktor risiko dalam penghitungan MKBD, yang nilainya ditetapkan berdasarkan perhitungan tertentu.

(6)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

C.3.2 Ketentuan Nilai Minimal MKBD

1) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) atau 6,25% (enam koma dua lima perseratus) dari total liabilitas tanpa Utang Sub-Ordinasi dan Utang Dalam Rangka Penawaran Umum/Penawaran Terbatas ditambah Ranking Liabilities, mana yang lebih tinggi.

2) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) atau 6,25% (enam koma dua lima perseratus) dari total liabilitas tanpa Utang Sub-Ordinasi dan Utang Dalam Rangka Penawaran Umum/Penawaran Terbatas ditambah Ranking Liabilities, mana yang lebih tinggi.

3) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang tidak mengadministrasikan rekening Efek nasabah wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) atau 6,25% (enam koma dua lima perseratus) dari total liabilitas tanpa Utang Sub-Ordinasi dan Utang Dalam Rangka Penawaran Umum/Penawaran Terbatas ditambah Ranking Liabilities, mana yang lebih tinggi.

4) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) ditambah 0,1% (nol koma satu perseratus) dari total dana yang dikelola. Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan Manajer Investasi wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) atau 6,25% (enam koma dua lima perseratus) dari total liabilitas tanpa Utang Sub-Ordinasi dan Utang Dalam Rangka Penawaran Umum/Penawaran Terbatas ditambah Ranking Liabilities, mana yang lebih tinggi, ditambah Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan 0,1% (nol koma satu perseratus) dari total dana yang dikelola.

5) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah dan Manajer Investasi wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) atau 6,25% (enam koma dua lima perseratus) dari total liabilitas tanpa Utang Sub-Ordinasi dan Utang Dalam Rangka Penawaran Umum/Penawaran Terbatas ditambah Ranking Liabilities, mana yang lebih tinggi, ditambah Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan 0,1% (nol koma satu perseratus) dari total dana yang dikelola.

6) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang tidak mengadministrasikan rekening Efek nasabah dan Manajer Investasi wajib memiliki MKBD paling sedikit sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) atau 6,25% (enam koma dua lima perseratus) dari total liabilitas tanpa Utang Sub-Ordinasi dan Utang Dalam Rangka Penawaran Umum/Penawaran Terbatas ditambah Ranking Liabilities, mana yang lebih tinggi, ditambah Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan 0,1% (nol koma satu perseratus) dari total dana yang dikelola.

7) Penghitungan penentuan nilai minimum MKBD di atas, dilakukan sesuai dengan Formulir Nomor V.D.5-8.

C.3.3 Ketentuan yang Wajib dipenuhi Perusahaan Efek terkait MKBD:

1) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan sebagai Penjamin Emisi Efek wajib memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan paling sedikit sebesar Rp 25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah).

2) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah wajib memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan paling sedikit sebesar Rp 25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah). 3) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek yang

tidak mengadministrasikan rekening Efek nasabah wajib memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan paling sedikit sebesar Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

4) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan sebagai Manajer Investasi wajib memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan paling sedikit sebesar Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

5) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan sebagai Penjamin Emisi Efek dan Manajer Investasi wajib memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan paling sedikit sebesar Rp25.200.000.000,00 (dua puluh lima miliar dua ratus juta rupiah).

6) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah dan Manajer Investasi wajib memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan paling sedikit sebesar Rp 25.200.000.000,00 (dua puluh lima miliar dua ratus juta rupiah).

(7)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

C.3.4 Kewajiban Perusahaan Efek terkait pengisian Laporan MKBD:

1) Laporan tersebut wajib ditandatangani direktur Perusahaan Efek dan disimpan pada bagian akuntansi kantor pusat Perusahaan Efek; dan

2) Laporan tersebut wajib disiapkan dalam format digital dengan lajur dan kolom dan disampaikan dalam bentuk disket atau e-mail yang rincian teknisnya akan ditentukan oleh Bapepam bagi setiap Perusahaan Efek

C.3.5 Tata Cara Penghitungan MKBD

1) Penghitungan MKBD dilakukan secara berurutan adalah sebagai berikut:

a. Menentukan nilai modal kerja dengan cara total aset lancar dikurangi dengan total liabilitas dan Ranking Liabilities;

b. Menentukan nilai modal kerja bersih dengan cara modal kerja ditambah dengan Utang Sub-Ordinasi; dan

c. Menentukan nilai MKBD dengan cara modal kerja bersih dikurangi dengan total penyesuaian risiko likuiditas, penyesuaian risiko pasar, penyesuaian risiko kredit, dan penyesuaian risiko kegiatan usaha, serta ditambah dengan pengembalian Haircut atas Efek yang ditutup dengan lindung nilai.

2) Penyesuaian risiko likuiditas merupakan penyesuaian terhadap risiko atas likuiditas deposito, dengan ketentuan:

a. Untuk deposito yang ditempatkan pada Bank Umum dan/atau Bank Perkreditan Rakyat di dalam negeri maka:

(1)Deposito pada Bank Umum yang memiliki jangka waktu sama atau kurang dari 3 (tiga) bulan dilakukan penyesuaian sebesar 0% (nol perseratus);

(2)Deposito pada Bank Umum yang memiliki jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan, dan:

a) Dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan, nilai deposito sampai dengan batas penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan dilakukan penyesuaian sebesar 0% (nol perseratus);

b) Tidak dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan dilakukan penyesuaian sebagai berikut:

(a)Jika Bank Umum dimaksud tidak sedang diajukan pailit, tidak dinyatakan pailit, atau tidak dalam proses likuidasi dilakukan penyesuaian sebesar 5% (lima perseratus);

(b)Jika Bank Umum dimaksud sedang diajukan pailit, dinyatakan pailit, atau dalam proses likuidasi dilakukan penyesuaian sebesar 100% (seratus perseratus);

(3) Penempatan pada Bank Perkreditan Rakyat dilakukan penyesuaian sebesar 100% (seratus perseratus); dan

b. Untuk deposito yang ditempatkan pada Bank di luar negeri dilakukan penyesuaian sebesar 100% (seratus perseratus).

3) Penyesuaian risiko pasar merupakan penyesuaian terhadap risiko Efek milik Perusahaan Efek yang dihitung berdasarkan Haircut tertentu dari nilai pasar wajar. Haircut Efek milik Perusahaan Efek meliputi:

a. Haircut untuk Sertifikat Bank Indonesia adalah 5% (lima perseratus).

b. Haircut untuk Surat Berharga Negara yang memiliki sisa jangka waktu jatuh tempo:

a) 0 sampai dengan 7 tahun adalah 5% (lima perseratus);

b) lebih dari 7 tahun hingga 15 tahun adalah 7,5% (tujuh koma lima perseratus); dan c) lebih dari 15 tahun adalah 10% (sepuluh perseratus).

c. Haircut untuk obligasi, sukuk korporasi, atau Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap yang

tercatat di Bursa Efek di Indonesia yang memiliki:

a) Peringkat setara dengan AAA adalah 5% (lima perseratus);

b)Peringkat setara dengan AA hingga kurang dari setara dengan AAA adalah 15% (lima belas perseratus);

c) Peringkat setara dengan A hingga kurang dari setara dengan AA adalah 25% (dua puluh lima perseratus);

d)Peringkat setara dengan BBB- hingga kurang dari setara dengan A adalah 35% (tiga puluh lima perseratus); dan

e) Peringkat kurang dari setara dengan BBB- adalah 100% (seratus perseratus).

4) Haircut untuk Efek Bersifat Ekuitas atau Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap yang

tercatat di Bursa Efek di Indonesia dan Reksa Dana yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dikelompokkan berdasarkan besaran Haircut yang ditetapkan oleh Komite setiap bulan.

5) Haircut untuk Efek Bersifat Ekuitas yang tidak lagi tercatat di Bursa Efek di Indonesia (delist) yang diterbitkan di Indonesia adalah 100% (seratus perseratus).

(8)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

6) Haircut untuk Efek luar negeri adalah 90%(sembilan puluh perseratus).

7) Haircut untuk Unit Penyertaan Reksa Dana yang tidak diperdagangkan di Bursa Efek

yang termasuk dalam kategori:

a) Pasar Uang adalah 10% (sepuluh perseratus); b)Terproteksi adalah 10% (sepuluh perseratus);

c) Dengan Penjaminan adalah 10%(sepuluh perseratus); d)Pendapatan Tetap adalah 15% (lima belas perseratus); e) Campuran atau Saham adalah 20% (dua puluh perseratus); f) Indeks adalah 20% (dua puluh perseratus); dan

g)Penyertaan terbatas adalah 40% (empat puluh perseratus).

8) Haircut untuk investasi yang dikelola oleh Perusahaan Efek lain adalah sebesar 100%

(seratus perseratus).

9) Haircut untuk Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estat adalah sebesar 15% (lima belas

perseratus).

10)Haircut untuk Kontrak Opsi atas Efek atau atas Indeks Efek yang diperdagangkan di

Bursa Efek di Indonesia adalah sebesar 10% (sepuluh perseratus).

11)Haircut untuk Kontrak Berjangka atas Efek atau atas Indeks Efek yang diperdagangkan

di Bursa Efek di Indonesia adalah sebesar 10% (sepuluh perseratus)

12)Haircut untuk Efek lain selain sebagaimana diatur dalam angka 1) sampai dengan angka

11) adalah 100% (seratus perseratus) kecuali ditentukan lain oleh Ketua Bapepam dan LK (OJK).

C.3.6 Pemeliharaan dan Tata Cara Pelaporan

a. Perusahaan Efek wajib menyiapkan laporan MKBD dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Laporan tersebut wajib menggunakan:

a) Laporan Neraca Percobaan Harian - Aset;

b) Laporan Neraca Percobaan Harian - Liabilitas dan Ekuitas; c) Laporan Ranking Liabilities;

d) Perhitungan Risiko Terkonsentrasinya Efek Reksa Dana;

e) Perhitungan Pengembalian Haircut Atas Portofolio Efek yang Ditutup Dengan Lindung Nilai;

f) Laporan Buku Pembantu Dana g) Laporan Buku Pembantu Efek;

h) Perhitungan Persyaratan Minimal Modal Kerja Bersih Disesuaikan; i) Laporan Perhitungan Modal Kerja Bersih Disesuaikan; dan

j) Laporan Data Pendukung Modal Kerja Bersih Disesuaikan

2) Laporan tersebut wajib ditandatangani direktur Perusahaan Efek dan disimpan pada unit kerja yang menjalankan fungsi pembukuan di kantor pusat Perusahaan Efek; dan 3) Laporan tersebut wajib disiapkan dalam format digital dengan lajur dan kolom ini yang

rincian teknisnya akan ditentukan oleh Bapepam dan LK.

b. Perusahaan Efek wajib memelihara MKBD setiap hari kerja dan menyampaikan laporan MKBD dengan ketentuan sebagai berikut:

1)Bagi Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah wajib menyampaikan laporan MKBD kepada Bapepam dan LK, Bursa Efek, dan Lembaga Kliring dan Penjaminan secara harian berdasarkan posisi akhir hari sebelumnya paling lambat pada pukul 08.30 WIB.

2)Bagi Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah yang juga menjalankan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi, maka penghitungan nilai total dana kelolaan yang digunakan untuk menghitung persyaratan nilai minimum MKBD menggunakan nilai pada 2 (dua) hari bursa sebelum tanggal pelaporan.

3)Bagi Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang tidak mengadministrasikan rekening Efek nasabah wajib menyampaikan laporan MKBD kepada Bapepam dan LK secara bulanan, berdasarkan posisi akhir hari kerja terakhir bulan sebelumnya paling lambat pada pukul 08.30 WIB hari kerja bulan berikutnya.

4)Bagi Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek yang bukan Anggota Bursa Efek, wajib menyampaikan laporan MKBD kepada Bapepam dan LK setiap melakukan kegiatan penjaminan yang dimulai sejak Pernyataan Pendaftaran dinyatakan Efektif dari Bapepam dan LK sampai dengan diselesaikannya pengembalian dana nasabah setelah proses penjatahan.

5)Bagi Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi, wajib menyampaikan laporan MKBD kepada Bapepam dan LK secara bulanan yang meliputi rekapitulasi posisi MKBD pada seluruh hari kerja dalam bulan sebelumnya,

(9)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

paling lambat tanggal 12 (dua belas) bulan berikutnya. Dalam hal tanggal 12 (dua belas) bulan berikutnya jatuh pada hari libur, maka laporan MKBD tersebut wajib disampaikan pada hari kerja berikutnya.

c. Bursa Efek wajib melarang anggotanya yang tidak melaporkan dan/atau gagal memenuhi nilai minimum MKBD untuk melakukan Transaksi Bursa

d. Jika Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek gagal memenuhi nilai minimum MKBD, maka Bursa Efek mewajibkan Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek tersebut untuk:

1)menghentikan pembukaan rekening Efek untuk nasabah baru;

2)menghentikan transaksi Efek yang akan meningkatkan Posisi Long atau Posisi Short pada portofolio milik Perusahaan Efek kecuali melaksanakan atau menjual Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;

3)menghentikan transaksi Efek yang akan meningkatkan Saldo Debit atau Posisi Short pada rekening Efek nasabah;

4)menghentikan transaksi Efek dalam rekening Efek nasabah dan melaksanakan atau menjual Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu jika kekurangan MKBD melebihi 20% (dua puluh per seratus) dari jumlah MKBD yang disyaratkan; dan

5)menyampaikan kepada Bursa Efek rencana yang memuat jadwal, tata cara dan bentuk peningkatan modal, pengurangan kegiatan usaha atau penghentian kegiatan usaha serta menyampaikan tembusannya kepada Bapepam dan LK

e. Bursa Efek dapat menyetujui, menolak, atau meminta penyempurnaan dari rencana Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek

f. Setiap hari kerja dalam periode Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek gagal memenuhi MKBD, Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek tersebut wajib melaporkan secara tertulis pelaksanaan rencana kepada Bapepam dan LK, Bursa Efek, serta Lembaga Kliring dan Penjaminan bagi Perusahaan Efek Anggota Bursa Efek yang menjadi anggota Lembaga Kliring dan Penjaminan

g. Jika Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi, Perantara Pedagang Efek yang tidak mengadministrasikan rekening Efek nasabah, dan/atau Penjamin Emisi Efek yang bukan Anggota Bursa Efek gagal memenuhi nilai minimum MKBD maka pada hari kerja berikutnya wajib menyampaikan kepada Bapepam dan LK, rencana yang memuat jadwal, tata cara dan bentuk peningkatan modal, serta menyampaikan laporan MKBD dan pelaksanaan rencana dimaksud kepada Bapepam dan LK setiap hari kerja paling lambat pukul 08.30 WIB

h. Dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak penyampaian rencana perbaikan MKBD, Perusahaan Efek harus telah memperbaiki nilai MKBD-nya sehingga memenuhi nilai minimum yang diwajibkan.

i. Bapepam dan LK akan mencabut izin usaha Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah dan mewajibkan Perusahaan Efek yang bersangkutan untuk menyampaikan rencana penyelesaian seluruh kewajiban pada nasabahnya, apabila:

1) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah dimaksud gagal memenuhi nilai minimum MKBD dalam periode lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja berturut-turut atau lebih dari 60 (enam puluh) hari kerja dalam periode 12 (dua belas) bulan terakhir; dan/atau

2) Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah dimaksud tidak menyampaikan laporan MKBD kepada Bapepam dan LK sebagaimana disyaratkan dalam periode lebih dari 3 (tiga) bulan terakhir.

j. Satuan Pemeriksa Bursa Efek wajib melakukan pemeriksaan setempat terhadap Anggota Bursa Efek yang gagal memenuhi nilai minimum MKBD paling lambat pukul 13.00 WIB pada hari berikutnya atau pada hari Anggota Bursa Efek tersebut tidak menyerahkan laporan MKBD dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Satuan Pemeriksa Bursa Efek wajib mengawasi kegiatan Anggota Bursa Efek yang melanggar tersebut untuk memastikan bahwa Anggota Bursa Efek yang bersangkutan tidak melakukan kegiatan yang dilarang dalam Peraturan ini; dan 2) Satuan Pemeriksa Bursa Efek wajib melaporkan segera kepada Bapepam dan LK

setiap tindakan yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek yang bertentangan dengan Peraturan ini serta sanksi yang diberikan oleh Bursa Efek kepada Anggota Bursa Efek yang bersangkutan.

k. Satuan Pemeriksa Bursa Efek wajib melaporkan kepada Bapepam dan LK paling lambat pukul 15.00 WIB pada hari berikutnya setelah dimulainya pemeriksaan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

(10)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

2) perlu tidaknya pembatasan lebih jauh terhadap kegiatan Anggota Bursa Efek dimaksud dengan tujuan melindungi kepentingan nasabah; dan

3) penilaian atas kelayakan rencana yang disampaikan kepada Bapepam dan LK oleh Anggota Bursa Efek untuk memastikan bahwa rencana tersebut layak untuk dilaksanakan.

Contoh Pelanggaran MKBD

1) Tidak melaporkan MKBD sesuai dengan jadwal yang ditentukan Pukul 08.30

2) MKBD disampaikan tepat Waktu namun ketika diverifikasi Bursa Efek ternyata MKBD kurang dari nilai minimal yang dipersyaratkan

Sanksi: Suspensi Perdagangan oleh BAPEPAM (yang melaksanakan sanksi Bursa Efek)

D.

Kegiatan yang Dilakukan Perusahaan Efek

1). Perusahaan Efek sebagai Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer)

Perusahaan Efek yang berlaku sebagai Perantara Pedagang Efek melakukan kegiatan usaha jual beli Efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain (seperti investor, reksa dana, perusahaan asuransi, dana pensiun, dll). Jual-beli Efek seperti saham dan obligasi dapat dilakukan di Bursa Efek. Namun jual-beli juga dapat dilakukan secara transaksi di luar Bursa atau sering disebut sebagai transaksi OTC (Over-the-Counter). Anggota Bursa Efek adalah Perantara Pedagang Efek yang telah memperoleh izin usaha dari OJK dan mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan atau sarana Bursa Efek sesuai dengan peraturan Bursa Efek.

Masyarakat atau calon investor melakukan jual dan beli Efek (seperti saham dan obligasi) melalui Perusahaan Efek yang memiliki izin usaha sebagai Perantara Pedagang Efek.

2). Penjamin Emisi Efek (Underwriter) adalah Perusahaan Efek yang berlaku sebagai Penjamin

Emisi Efek melakukan kontrak dengan calon Emiten dalam melaksanakan Penawaran Umum Saham (Initial Public Offering/IPO), dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual

Istilah Penawaran Umum Saham juga dikenal masyarakat dengan nama go public (emiten).

3). Manajer Investasi (Fund Manager, Investment Company) adalah Perusahaan Efek yang

berlaku sebagai Manajer Investasi melakukan kegiatan kegiatan usaha mengelola portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola Portofolio Investasi Kolektif untuk sekelompok nasabah (kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya)

Saat ini Manajer Investasi dikenal luas oleh masyarakat sebagai pihak yang mengelola Reksa Dana yang telah banyak dijual melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Sebagian besar Reksa Dana ditawarkan dan dijual melalui Bank Umum yang terdaftar sebagai APERD.

(11)
(12)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

E.

Perizinan

Perizinan perusahaan efek pada saat ini diatur oleh Peraturan OJK No. 20/POJK.04/2016 tentang Perizinan Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE) dan Perantara Pedagang Efek (PPE) (selanjutnya disebut POJK Perizinan), menggantikan peraturan sebelumnya yaitu Peraturan BAPEPAM No. V.A.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek

E.1 Tata cara Permohonan Perizinan Perusahaan Efek sebagai PEE dan PPE

Permohonan untuk memperoleh izin usaha Perusahaan Efek sebagai PEE dan/atau PPE diajukan oleh pemohon kepada OJK dalam rangkap 2 (dua) sesuai dengan surat permohonan atau perubahan Izin Usaha Perusahaan Efek sebagai PEE dan/atau PPE dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:

1)Dokumen yang menunjukkan identitas Perseroan yang paling sedikit meliputi nama dan alamat kantor pusat dan operasional perusahaan, serta logo perusahaan (jika ada)

2)Fotokopi Akta Pendirian Perseroan yang telah disahkan oleh instansi yang berwenang, berikut perubahan anggaran dasar terakhir yang telah memperoleh persetujuan dari instansi yang berwenang atau telah diterbitkan surat penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari instansi yang berwenang

3)Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perseroan

4)Surat kuasa kepada Pihak yang diberi kuasa untuk mengajukan permohonan perizinan untuk dan atas nama perseroan (jika ada)

5)Daftar nama dan data anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan pegawai yang memiliki izin Wakil Perusahaan Efek, yang meliputi persyaratan sesuai pasal 15 ayat (1) huruf e POJK Perizinan

6)dokumen yang terkait dengan nama, data, dan informasi pemegang saham, yang meliputi persyaratan sesuai pasal 15 ayat (1) huruf fPOJK Perizinan

7)keterangan mengenai:

i. Pemegang saham hingga penerima manfaat yang sebenarnya

ii. Pemegang Saham Pengendali Perseroan Terbatas baik langsung maupun tidak langsung yang paling sedikit memuat nama Pihak pengendali dan bentuk pengendalian

iii. Perusahaan terelasi iv. Anak Perusahaan

8)Daftar nama pegawai setingkat di bawah Direksi yang tidak memiliki izin Wakil Perusahaan Efek dan posisinya dalam struktur organisasi perseroan

9)Laporan keuangan terakhir yang diperiksa Akuntan yang terdaftar di OJK yang jangka waktu antara tanggal laporan keuangan terakhir tersebut dengan tanggal pemberian izin usaha Perusahaan Efek tidak lebih dari 180 (seratus delapan puluh) hari

10)Fotokopi perjanjian usaha patungan bagi Perusahaan Efek patungan 11)Rekening koran;

12)Bukti penyetoran modal;

13)MKBD sesuai dengan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai Pemeliharaan dan Pelaporan MKBD

14)Surat Pernyataan sebagaimana dimaskud dalam pasal 15 ayat (1) huruf n s/d w dan huruf ff POJK Perizinan

15)Surat keterangan domisili

16)Struktur organisasi sebagaimana dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan sesuai izin usaha yang dimohonkan

17)Gambaran tentang rencana operasi dan misi perusahaan dan proyeksi keuangan paling sedikit 5 (lima) tahun ke depan

18)Jawaban atas pernyataan sesuai dengan format daftar pernyataan sesuai dengan lampiran POJK Perizinan

19)Daftar kantor cabang dan perubahannya 20)Prosedur dan standar operasi sesuai izin usaha 21)Bukti pembayaran biaya perizinan Perusahaan efek

22)Apabila terdapat anggota direksi, komisaris atau pegawai yang merupakan Tenaga Kerja Asing, pemohon wajib memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mengatur mengenai tata cara penggunaan tenaga kerja asing.

E.2 Persyaratan Permohonan Perizinan Perusahaan Efek sebagai PEE dan PPE

Sebelum mengajukan izin sebagai Perusahaan Efek kepada OJK, Perusahaan Efek diwajibkan untuk memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dibawah ini:

1) Persyaratan Anggaran Dasar

Anggaran dasar PEE dan/atau PPE wajib memuat kegiatan usaha sesuai izin usaha yang dimohonkan kepada OJK. Perseroan yang mengajukan izin usaha Perusahaan Efek sebagai PEE

(13)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

dan/atau PPE wajib telah menetapkan kegiatan usaha perusahaan sesuai izin usaha yang dimohonkan dalam anggaran dasar Perseroan dimaksud.

2) Persyaratan Identitas

Perusahaan Efek wajib memiliki identitas Perseroan yang paling sedikit meliputi nama dan alamat perusahaan, mencantumkan secara jelas kata “Sekuritas” pada penulisan nama perusahaannya, dan mencantumkan logo apabila Perusahaan efek tersebut menggunakan logo sebagai identitas tambahan

3) Persyaratan Permodalan

Sebagaimana dibahas pada bagian C.2 Modul ini

4) Persyaratan Operasional

i.Memiliki struktur organisasi yang dilengkapi dengan uraian tugas dan nama pegawai pada tiap posisi jabatan termasuk keberadaan unit kerja, anggota Direksi, atau pejabat setingkat di bawah Direksi yang menjalankan fungsi yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal sesuai izin usaha yang dimiliki, memiliki prosedur dan standar operasi sesuai izin usaha yang dimiliki oleh Perusahaan Efekm, dan memiliki izin mempekerjakan tenaga kerja asing dari instansi yang berwenang dalam hal mempekerjakan tenaga kerja asing

ii. Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai PEE wajib paling sedikit memiliki 1 (satu) orang pegawai yang telah memperoleh izin orang perseorangan sebagai WPEE

iii.Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai PPE wajib paling sedikit memiliki 1 (satu) orang pegawai yang telah memperoleh izin orang perseorangan sebagai WPEE atau WPPE.

5) Persyaratan Integritas dan Kelayakan Keuangan Pemegang Saham dan Pemegang

Saham Pengendali

Persyaratan Integritas meliputi:

i. Cakap melakukan perbuatan hukum

ii. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dibuktikan dengan menyampaikan paling sedikit Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dimana jangka waktu tanggal diterbitkannya sampai dengan diajukan ke OJK tidak lebih dari 6 (enam) bulan atau sesuai dengan masa berlaku yang diberikan dari Kepolisian jika kurang dari 6 (enam) bulan;

iii. Tidak pernah dihukum karena:

a) melakukan tindak pidana di sektor keuangan dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir

b)melakukan tindak pidana khusus dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir c) melakukan tindak pidana kejahatan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir

Sampai dengan ditetapkannya hasil uji kemampuan dan kepatutan pemegang saham dan Pemegang Saham Pengendali oleh OJK

iv. Memiliki akhlak dan moral yang baik;

v. Memiliki komitmen yang tinggi untuk mematuhi peraturan perundang-undangan; dan vi. Memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung pengembangan operasional

Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai PEE atau PPE yang sehat dan Pasar Modal Indonesia serta kebijakan OJK.

Persyaratan Keuangan meliputi: i. Kemampuan keuangan;

ii. Bagi pemegang saham atau Pemegang Saham Pengendali berupa orang perseorangan, tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan; dan

iii. Tidak memiliki kredit dan/atau pembiayaan macet.

6) Persyaratan Integritas dan Kompetensi Anggota Direksi atau Anggota Dewan

Komisaris

Persyaratan Integritas meliputi:

i. Cakap melakukan perbuatan hukum

ii. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dibuktikan dengan menyampaikan paling sedikit Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dimana jangka waktu tanggal diterbitkannya sampai dengan diajukan ke OJK tidak lebih dari 6 (enam) bulan atau sesuai dengan masa berlaku yang diberikan dari Kepolisian jika kurang dari 6 (enam) bulan;

iii. Tidak pernah dihukum karena:

a. melakukan tindak pidana di sektor keuangan dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir

b. melakukan tindak pidana khusus dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir c. melakukan tindak pidana kejahatan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir,

sampai dengan ditetapkannya hasil uji kemampuan dan kepatutan pemegang saham dan Pemegang Saham Pengendali oleh OJK

(14)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

iv. Memiliki akhlak dan moral yang baik;

v. Memiliki komitmen yang tinggi untuk mematuhi peraturan perundang-undangan; dan vi. Memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung pengembangan operasional Perusahaan

Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai PEE atau PPE yang sehat dan Pasar Modal Indonesia serta kebijakan OJK.

Persyaratan Reputasi Keuangan meliputi: i. Tidak pernah dinyatakan pailit

ii. Tidak memiliki kredit dan/atau pembiayaan macet.

iii. Tidak pernah menjadi anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit.

Persyaratan kompetensi dan keahlian di bidang Pasar Modal

i. Direksi

a) Memiliki pengetahuan di bidang Pasar Modal yang memadai dan relevan dengan jabatannya serta paling rendah berpendidikan akademi setingkat diploma.

b)memiliki pengalaman dan keahlian di bidang Pasar Modal dan/atau bidang keuangan paling sedikit 2 (dua) tahun pada jabatan manajerial di perusahaan yang bergerak di sektor Pasar Modal dan/atau jasa keuangan

ii. Komisaris

a) memiliki keahlian di bidang Pasar Modal yang memadai dan relevan dengan jabatannya; dan/atau

b)memiliki pengalaman minimal 2 (dua) tahun pada perusahaan yang bergerak di sektor Pasar Modal dan/atau jasa keuangan.

F.

Larangan Bagi Perusahaan Efek

F.1 Larangan terkait Perizinan

1) Perseroan yang memperoleh izin usaha Perusahaan Efek sebagai Penjamin Emisi Efek dilarang melakukan kegiatan usaha selain kegiatan usaha sesuai izin usaha yang dimiliki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) dan ayat (5) POJK Perizinan.

F.2 Larangan terkait Kepemilikan

1) Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai PEE atau PPE dilarang mengeluarkan saham baik untuk dimiliki sendiri maupun dimiliki oleh perseroan lain yang sahamnya secara langsung atau tidak langsung telah dimiliki oleh Perusahaan Efek dimaksud. Namun hal ini tidak berlaku apabila perusahaan efek dimaksud dilakukan dalam kedudukannya sebagai emiten kepada:

a) Perusahaan Efek lain, yang sahamnya secara langsung atau tidak langsung telah dimiliki oleh Perusahaan Efek dimaksud, yang melaksanakan kewajiban pembelian saham dalam penjaminan emisi Efek atas Penawaran Umum Efek bersifat ekuitasnya.

b)Perseroan lain, yang sahamnya secara langsung atau tidak langsung telah dimiliki oleh Perusahaan Efek dimaksud, yang melaksanakan hal-hal sebagaimana diatur dalam Pasal 22 ayat (2) huruf b POJK Perizinan.

2) Sumber dana yang digunakan dalam rangka kepemilikan saham Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai PEE atau PPE dilarang berasal:

a) dari pinjaman atau utang dalam bentuk apapun dari pihak manapun; dan/atau b)dari dan untuk tujuan pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.

F.3 Larangan terkait Pengendalian

1) Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai PEE atau PPE yang menjadi

pemegang saham Bursa Efek dan afiliasinya baik sendiri maupun bersama dilarang mempunyai hubungan dengan Perusahaan Efek lain yang melakukan kegiatan usaha sebagai PEE atau PPE yang juga menjadi pemegang saham Bursa Efek yang sama melalui:

a) Kepemilikan, baik langsung maupun tidak langsung, 20% (dua puluh persen) atau lebih saham Perusahaan Efek lain dimaksud yang mempunyai hak suara; atau

b)Pengendalian di bidang pengelolaan dan/atau kebijakan Perusahaan Efek lain dimaksud, baik langsung maupun tidak langsung.

F.4 Larangan terkait Anggota Direksi & Komisaris

1) Direksi : Dilarang Bekerja pada perusahaan atau institusi lain dalam jabatan apapun kecuali sebagai anggota Dewan Komisaris Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

2) Komisaris: Dilarang bekerja dalam jabatan apapun pada Perusahaan Efek lain yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, atau Manajer Investasi

(15)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

G.

Pengendalian dan Perlindungan Efek yang Disimpan Oleh Perusahaan Efek

Pengaturan mengenenai Pengendalian dan Perlindungan Efek yang disimpan oleh Perusahaan efek ini diatur dalam Peraturan BAPEPAM No. V.D.4

G.1 Kewajiban Perusahaan Efek untuk menempatkan Efek Nasabah Dalam Pengendalian

Langsung Perusahaan Efek:

1).Perusahaan Efek wajib untuk mengambil tindakan yang cepat dan efektif untuk menjaga agar Efek yang ada dalam Posisi Long rekening Efek nasabah berada dalam pengendalian langsung Perusahaan Efek.

2).Efek Bebas yang bukan Efek dalam pengendalian langsung Perusahaan Efek sesudah periode 5 (lima) hari kerja harus diganti dengan Efek yang dibeli oleh Perusahaan Efek.

3).Perusahaan Efek dimungkinkan untuk memperpanjang waktu 5 (lima) hari kerja untuk membeli Efek, dengan ketentuan bahwa:

a) Perusahaan Efek telah menyisihkan uang sejumlah nilai pasar wajar Efek yang belum berada dalam pengendalian langsung Perusahaan Efek tersebut dan ada dalam rekening khusus di bank atas nama Perusahaan Efek untuk kepentingan (qq) pemegang rekening untuk menjamin Efek Bebas yang bukan Efek dalam pengendalian langsung Perusahaan Efek; dan b) Perusahaan Efek telah secara aktif dan terus menerus melakukan tindakan terbaik dan benar

untuk memastikan Efek dimaksud dalam pengendalian langsung Perusahaan Efek.

G.2 Perlindungan Efek Nasabah:

1).Perusahaan Efek tidak dapat menggunakan Efek nasabah untuk jaminan penyelesaian kewajiban Perusahaan Efek kepada Lembaga Kliring dan Penjaminan kecuali apabila disetujui oleh nasabah yang bersangkutan dengan perjanjian khusus yang jelas dan terpisah dari perjanjian lainnya.

2).Perjanjian khusus diatas wajib mengikuti ketentuan dalam angka 7 huruf b butir 4) Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek.

3).Dalam hal nasabah menyetujui penggunaan Efek nasabah sebagai Efek Jaminan maka Perusahaan Efek wajib membuka Sub Rekening Efek Jaminan atas nama nasabah dimaksud dan menempatkan Efek Jaminan tersebut dalam Sub Rekening Efek Jaminan pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

4).Apabila terdapat nasabah umum yang mendapatkan penjatahan Efek pada Penawaran Umum, dan belum memiliki rekening Efek, maka nasabah dimaksud wajib membuka rekening Efek sehingga menjadi nasabah pemilik rekening, dan Perusahaan Efek wajib:

5).Membuka Sub Rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atas nama nasabah dimaksud; dan

6).Memindahbukukan Efek milik nasabah dimaksud ke dalam Sub Rekening Efek nasabah sesuai dengan tanggal distribusi yang ditentukan Emiten.

7).Perusahaan Efek wajib memberikan akses informasi kepada nasabahnya yang memungkinkan nasabahnya dapat secara langsung memonitor mutasi dan/atau saldo Efek dan/atau dana yang disimpan pada Sub Rekening Efek atas nama nasabah tersebut pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

H.

Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai

Perantara Pedagang Efek

Peraturan Mengenai Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek diatur didalam Peraturan BAPEPAM No. V.D.3

H.1 Fungsi-Fungsi sebagai Perantara Pedagang Efek

 PPE wajib mempunyai dan melaksanakan paling kurang 6 (enam) fungsi, sebagai berikut: 1) fungsi pemasaran;

2) fungsi manajemen risiko; 3) fungsi pembukuan; 4) fungsi Kustodian;

5) fungsi teknologi informasi; dan 6) fungsi kepatuhan.

 Apabila PPE ingin memiliki fungsi riset maka fungsi tersebut wajib dipisahkan dari keenam fungsi diatas.

Ketentuan Pemisahan Fungsi

1).Pegawai dilarang merangkap fungsi

2).Apabila Perusahaan Efek (PE) memiliki izin Penjamin Emisi Efek (PEE) atau Manajer Investasi (MI) selain PPE maka:

(16)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

b) Pelaksanaan masing-masing fungsi manajemen risiko, pembukuan, IT, kepatuhan, dan/atau riset dapat dilakukan oleh satu unit kerja yang melaksanakan fungsi tersebut.

H.2 Pelaksanaan Fungsi Perantara Pedagang Efek

No Fungsi Tanggung Jawab Keterangan

1 Pemasaran 1)Menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah sesuai Peraturan OJK No. 22/POJK.04/ 2014

2)Membuat kontrak pembukaan rekening Efek regular dengan dnasabah

3)Membuat kontrak pembukaan rekening Efek pembiayaan dengan nasabah untuk nasabah yang menerima fasilitas pembiayaan (Short Selling) sesuai Peraturan BAPEPAM No. V.D.6

4)Membuat kontrak pembukaan rekening Efek lainnya dengan Nasabah (jika ada);

5)Menerima pesanan dan/atai instruksi untuk kepentingan nasabah

6)Melakukan Komunikasi dengan nasabah termasuk apabila terdapat permasalahan dalam sistem Perusahaan Efek

Kontrak pembukaan Rekening Efek wajib dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:

1)Transaksi Efek untuk kepentingan nasabah tidak dapat dilaksanakan sebelum rekening Efek dibuka atas nama nasabah yang bersangkutan, kecuali

a) membeli atau menjual produk investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi yang tidak tercatat di Bursa Efek

b)memesan Efek dalam rangka Penawaran Umum sebelum

nasabah mendapatkan

penjatahan Efek; dan

c) membeli atau menjual Efek untuk kepentingan Perusahaan Efek lain, Bank, Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun, atau lembaga keuangan lain.

2)Pembukaan rekening wajib diikuti dengan:

a) Pembukaan Sub Rekening Efek pada Kustodian dan pembukaan rekening dana atas nama nasabah pada bank untuk masing-masing nasabah; dan b)Pembuatan SID pada Lembaga

Penyimpanan dan Penyelesaian, bagi nasabah yang belum memiliki.

3)Klausula minimum dalam kontrak

Pembukaan Rekening efek

memuat:

a) Efek dan atau dana hanya dapat digunakan sebagai jaminan penyelesaian kewajiban nasabah yang bersangkutan, kecuali diperjanjikan khusus dalam perjanjian pinjam meminjam (yang terpisah dari Formulir Pembukaan Rekening).

b)PPE dapat meminta dana/Efek

dari nasabah sebelum

pelaksanaan transaksi Efek. c) Dana milik nasabah wajib

disimpan secara terpisah pada rekening Bank atas nama masing-masing nasabah. d)Efek milik nasabah wajib

(17)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

disimpan pada Sub Rekening Efek di LPP untuk masing-masing nasabah.

e) PPE memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tertentu guna menutup saldo negatif Efek/dana dalam rekening Efek nasabah

f) Untuk kontrak pembukaan rekening Efek pembiayaan, klausul kontrak mengacu pada Peraturan Bapepam-LK no. V.D.6.

g)7)Kesediaan nasabah untuk memberikan kuasa kepada PPE

untuk melakukan

pemindahbukuan dana untuk keperluan transaksi dan memberikan data mutasi kepada LPP.

h)Khusus untuk Nasabah

Kelembagaan, wajib membuat pernyataan tertulis untuk selalu

menjamin ketersediaan

dana/Efek.

 Tanggung Jawab Penerimaan

Pesanan/Instruksi Nasabah

a) Memastikan Nasabah yang melakukan pesanan/instruksi telah memiliki Single Investor Identification

b)Menerima pesanan/instruksi

nasabah untuk

membeli/menjual Efek,

mengubah, atau membatalkan pesanan/instruksi nasabah c) Membuat dan Menyimpan

catatan/rekaman pembicaraan yang terinci dari setiap pesanan/instruksi nasabah sesuai urutan waktu

d)Meneruskan pesanan/instruksi

nasabah kepada fungsi

manajemen risiko

e) Merekam semua komunikasi

terkait dengan

pesanan/instruksi nasabah melalui jaringan komunikasi yang terhubung dalam sistem komunikasi PPE

(18)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

2 Manajemen

Risiko 1). Mengelola management, sistem menyusun risk parameter dan melakukan verifikasi dalam memproses pesanan/instruksi, dengan ketentuan:

a) Menyusun trading limit yang formulasinya tertuang dalam SOP.

b) Melakukan verifikasi ketersediaan dana/Efek dalam rangka penyelesaian transaksi.

c) Pelaksanaan fungsi

manajemen risiko dapat

dilakukan secara

manual/sistem yang

terintegrasi.

2). Menyusun SOP terkait dengan transaksi efek yang dilakukan untuk kepentingan PPE sendiri atau pihak terafiliasi PPE seperti pemegang saham,

direksi, pegawai dan

sebagainya, yang mencakup: a) Mendahulukan

pesanan/instruksi nasabah yg tidak terafiliasi.

b) Melaporkan transaksi Efek

untuk kepentingan

sendiri/afiliasi kepada fungsi kepatuhan.

3 Pembukuan 1) Mencatat seluruh transaksi yang dilaksanakannya setiap hari sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang

berlaku dan Peraturan

Bapepam dan LK (OJK) yang berkaitan dengan hal tersebut 2) Memelihara catatan dan buku

perusahaan, antara lain meliputi buku besar (general ledger) yang wajib memuat rincian tentang Aset, Liabilitas, Modal dan Pendapatan dan Biaya.

3) Wajib menyimpan catatan

tambahan dan dokumen

pendukung lainnya

1) Pencatatan dapat dilaksanakan secara manual, elektronik, atau cara

lainnya, sepanjang tidak

bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Sistem pencatatan yang digunakan

harus memiliki pengamanan yang dapat mencegah adanya risiko

pemalsuan dan/atau

penyalahgunaan terhadap catatan tersebut dan harus mampu memberikan informasi yang cepat, tepat, dan dapat dimengerti oleh para Pihak yang berkepentingan terhadap dokumen tersebut.

3) Informasi tentang nasabah termasuk aktivitas transaksi wajib disimpan secara rahasia oleh Perantara Pedagang Efek dan pegawainya, kecuali atas izin nasabah atau atas permintaan Pihak yang berwenang berdasarkan undang-undang.

4 Kustodian 1).Menjalankan kewajiban PPE sebagai Kustodian sebagaimana diatur dalam Peraturan BAPEPAM No. VI.A.3 tentang Rekening Efek pada Kustodian

Informasi tentang nasabah termasuk aktivitas transaksi wajib disimpan secara rahasia oleh Perantara Pedagang Efek dan pegawainya, kecuali atas izin nasabah atau atas permintaan Pihak

(19)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

2).Melakukan pemeliharaan atas

catatan dan buku perusahaan yang meliputi:

a) Rekening Efek (securities accounts)

b)Buku pembantu efek ( securities ledger)

c) Buku pembantu dana (fund ledger)

d)Buku pembantu transaksi (transaction ledger)

3).Menerima, menyerahkan, dan menyimpan dana, Efek atau Dokumen terkait dengan Efek a) Dana milik nasabah wajib

disimpan pada Rekening Bank atas nama masing-masing nasabah

b) Efek milik nasabah wajib disimpan pada Sub Rekening Efek untuk masing-masing nasabah

c) Dana/Efek/dokumen wajib direkonsiliasi secara periodik.

4).Melaksanakan proses

penyelesaian transaksi Efek, antara lain:

a) Penghitungan hak dan kewajiban penyelesaian transaksi Efek

b) Pemindahan dana/Efek c) Penyampaian konfirmasi

tertulis kepada setiap nasabah

5) Pemeliharaan Catatan/Buku pada Fungsi Kustodian

a) Mendapatkan catatan dan/ atau rekaman pembicaraan atas transaksi efek guna

pemeliharaan dan

penyelenggaraan catatan/buku PE

b) Pencatatan dapat dilakukan secara manual, elektronik atau cara lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan aturan

c) Harus memiliki

pengamanan yang dapat

mencegah risiko

pemalsuan/penyalahgunaan d) Harus mampu memberikan informasi yang cepat, tepat, dan dapat dimengerti oleh pihak yang berkepentingan atas catatan PE

e) Menyimpan catatan

tambahan/dokumen pendukung lainnya

yang berwenang berdasarkan undang-undang.

5 Teknologi

Informasi 1).Melakukan pengujian kapasitas sistem secara periodik 2).Melakukan assessmen atas kinerja dan kelemahan sistem yg digunakan

 Ketentuan Pelaksanaan Fungsi Teknologi Informasi

1).Memiliki SDM yang kompeten 2).Memiliki kapasitas sistem yang

(20)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

3).Melakukan pengujian atas

keamanan sistem IT secara reguler

4).Menjaga sistem dari gangguan virus/malware

5).Memelihara database dan aplikasi yang dapat digunakan

untuk merekonstruksi

transaksi keuangan, antara lain:

a) Sistem log penempatan, pembatalan, perubahan,

pelaksanaan pesanan

dilengkapi catatan waktu dan nomor referensi yang unik

b) Aktivitas log in dan log out dalam sistem

c) Aktivitas verifikasi ketersediaan dana/efek seperti Penetapan trading limit dan sebagainya. d) Pengelolaan password

nasabah dan pegawai

e) Perubahan parameter

sistem dan master files

mengantisipasi pertumbuhan transaksi

3).Memiliki sistem cadangan (back up)

4).Memiliki prosedur untuk mengatasi permasalahan sistem 5).Membangun sistem yang dapat

membantu mendeteksi dan mencegah adanya akses oleh pihak yang tidak berwenang 6).Menerapkan sistem yang dapat

memastikan integritas data baik yang disimpan, dikirim atau disajikan dalam layar nasabah 7).Memiliki sistem yang digunakan

untuk menangani keluhan nasabah terkait infrastruktur IT PE

Ketentuan Khusus untuk PPE yang Menyediakan Fasilitas Online Trading

1).PPE wajib menyajikan informasi dalam website-nya, antara lain: a) Penjelasan mengenai risiko

atas transaksi Efek

b)Contoh kontrak pembukaan rekening

c) Pernyataan

keamanan/kerahasiaan data d)Informasi umum proses

transaksi secara online

e) Kebijakan penanganan sistem apabila mengalami gangguan f) Pemberitahuan secara cepat

apabila terjadi permasalahan sistem melalui website/e-mail atau media lainnya

g)Penjelasan prosedur

penanganan pesanan yang tertunda ketika terjadi permasalahan

2).PPE wajib menyediakan petugas khusus dan hotline service untuk

memudahkan nasabah

berhubungan dengan PPE 6 Kepatuhan 1)Menyusun kebijakan dan

prosedur fungsi tugas pokok kepatuhan

2)Mengidentifikasi dan

memastikan kepatuhan PPE terhadap kebijakan, SOP dan Peraturan perundang-undangan yang berkaitan

3)Melakukan penanganan dan pengadministrasian pengaduan nasabah dengan memiliki mekanisme internal dispute resolution

4)Melakukan pengawasan rencana kelangsungan usaha (business continuity plan)

5)Menyampaikan Laporan secara

berkala kepada dewan

komisaris dan/ atau direksi 6)Menyediakan bantuan/pelatihan

(21)

Modul Hukum & Etika | Regulasi Terkait Perusahaan Efek

kepada pegawai pada fungsi lain guna memenuhi peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

H.3 Outsourcing Fungsi PPE

1).PPE dapat melakukan outsourcing fungsi pemasaran, pembukuan, kustodian, dan fungsi IT 2).Outsourcing fungsi pemasaran dilakukan dengan mengacu Peraturan BAPEPAM V.D.9 ttg

Pedoman Perjanjian Agen Perusahaan Efek Anggota Bursa efek.

3).Outsourcing fungsi kustodian hanya dapat dilakukan kepada penyedia jasa yang merupakan PPE yang mengadministrasikan rekening Efek nasabah atau bank Kustodian.

4).PPE hanya dapat menunjuk penyedia jasa yang kegiatan operasionalnya berlokasi di Indonesia 5).Sebelum melakukan outsourcing, PPE wajib :

a) Melaporkan informasi rencana Outsourcing kepada OJK. b) Melakukan due dilligence terhadap penyedia jasa, mencakup:

(1). Kemampuan penyedia jasa memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian (2). Faktor opersional dan kemampuan keuangan

(3). Faktor reputasi

(4). Cakupan asuransi (jika ada) (5). Potensi benturan kepentingan

(6). Kemampuan dan kecukupan sumber daya

c) Melakukan review berkala guna memastikan fungsi tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan SOP.

6).PPE bertanggung jawab terhadap fungsi yang di-outsource, yaitu: a) Memastikan penyedia jasa menjaga kerahasiaan informasi

b) Melapor kepada Bursa (cc OJK) apabila penyedia jasa tidak dapat melakukan kewajibannya c) Memastikan bahwa setiap saat OJK/Bursa Efek dapat mengakses pembukuan, catatan dan

dokumen terkait fungsi yg di-outsource.

H.4 Ketentuan Apabila Terdapat Permasalahan

1).Apabila terdapat permasalahan yang mengakibatkan suatu fungsi tidak beroperasi, maka PPE wajib menyampaikan laporan kepada Bursa (cc OJK) mencakup:

a) Penjelasan mengenai permasalahan b) Waktu terjadinya permasalahan c) Lama terjadinya permasalahan

d) Fungsi yang mengalami permasalahan

e) Keterangan mengenai apakah permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya f) Dampak permasalahan

g) Langkah-langkah untuk menangani permasalahan

h) Langkah-langkah untuk mencegah permasalahan agar tidak terulang

2).Apabila terdapat permasalahan terkait sistem IT, maka fungsi IT wajib segera menyampaikan informasi tersebut kepada fungsi pemasaran dan kemudian fungsi pemasaran meneruskan info tersebut kepada nasabah

3).Perantara Pedagang Efek wajib mempunyai Prosedur mengenai penanganan pesanan nasabah, penyedia jasa, pihak lain terkait dengan kegiatan usaha Perantara Pedagang Efek dibekukan untuk sementara.

H.5 Ketentuan Lainnya

1).

Dokumen, rekaman data/pembicaraan dan pencatatan PPE wajib: a) Disimpan untuk jangka waktu paling kurang 5 tahun dan

b) Pada 2 tahun pertama disimpan pada tempat yang mudah dijangkau

2).

Pegawai PPE yang menjalankan masing-masing fungsi dilarang:

a) Melakukan tugas di luar tugas dan tanggung jawab fungsinya

b) Memiliki akses terhadap hardware, software dan dokumentasi unit kerja lain (kecuali fungsi kepatuhan dalam rangka menjalankan fungsinya)

3).

Dewan Komisaris wajib mengawasi pelaksanaan tanggung jawab fungsi kepatuhan dan menindaklanjuti laporan yang disampaikan fungsi kepatuhan.

(22)

PRINSIP MENGENAL NASABAH (PMN) OLEH PENYEDIA JASA KEUANGAN DI

SEKTOR PASAR MODAL INDONESIA

Prinisip Mengenal Nasabah (“PMN”) (atau dikenal dengan istilah “Know Your Customer / KYC”) merupakan prinsip-prinsip yang diterapkan Penyedia Jasa Keuangan di Sektor Pasar modal untuk mengetahui dan memahami nasabah mereka agar dapat melayani mereka lebih baik serta memantau transaksi keuangan mereka dalam rangka mengelola risiko perusahaan secara hati-hati. Penyedia Jasa Keuangan di Sektor Pasar Modal dalam hal ini adalah Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi, serta Bank Umum yang menjalankan fungsi Kustodian.

A.

Maksud dan Tujuan dari Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah

A.1 Tujuan Prinsip Mengenal Nasabah

Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Sektor Pasar Modal diterapkan dengan tujuan untuk:

1. Mengetahui latar belakang dan identitas nasabah; 2. Memantau rekening efek dan transaksi nasabah; dan

3. Melaporkan transaksi keuangan mencurigakan dan/atau transaksi keuangan yang dilakukan secara tunai, yang terkait dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan/atau pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme.

Tujuan lain dari kebijakan PMN disini adalah memperoleh visibilitas ke sumber-sumber keuangan nasabah dengan melihat profil nasabah. Tujuan dasarnya adalah untuk memperoleh pemahaman tentang risiko nasabah untuk bisnis di Pasar Modal. Terkadang, dapat dimungkingkan bahwa dalam berivestasi di Pasar Modal, nasabah memanfaatkan Perusahaan Efek untuk memfasilitasi pencucian uang atau pendanaan terorisme.

A.2 Pentingnya Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Perusahaan Efek Di Pasar Modal Indonesia

1. Berperan dalam memverifikasi identitas klien. Identifikasi dan verifikasi identitas nasabah dilakukan dengan menggunakan sumber data, informasi, dan dokumen pendukung yang independen dan handal.

2. Berperan dalam memastikan informasi terkait sifat pekerjaan / bisnis nasbahserta tujuan investasi.

3. Berperan dalam mendeteksi aktivitas penipuan, aktivitas yang tidak biasa atau mencurigakan, mengurangi berbagai jenis risiko di Pasar Modal. serta melindungi Perusahaan Efek dari tindakan memfasilitasi atau mendorong pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme yang dapat merusak integritas sistem keuangan.

4. Berperan dalam mengidentifikasi seluruh risiko yang mungkin ditimbulkan dari setiap nasabah dan/atau kelompok nasabah terhadap aset serta kewajiban perusahaan.

B.

Risiko Yang Dapat Dihindarkan Dengan Adanya Prinsip Mengenal Nasabah

B.1 Risiko Reputasi

Reputasi atau nama baik perusahaan mempengaruhi keberhasilan bisnisnya, dilihat dari kemampuannya untuk menarik karyawan, nasabah, dan pendanaan.

Jika ada nasabah diizinkan melakukan transaksi ilegal melalui bisnis yang dikelolanya, maka reputasi perusahaan akan mengalami kerusakan meskipun telah diperbaiki. Kebijakan PMN yang kuatakan mencegah investor untuk memanfaatkan perusahaan sebagai kendaraan dalam melakukan kegiatan ilegal.

B.2 Risiko Operasional

Risiko terjadi karena rusaknya proses internal perusahaan, akibatnya merusak sistem dan manajemen perusahaan efek itu sendiri. Jika kebijakan PMN tidak berjalan baik, maka sumber daya operasional terbuang.

B.3 Risiko Hukum

Jika perusahaan digunakan sebagai kendaraan untuk melakukan aktivitas ilegal, Perusahaan tidak saja menghadapi risiko denda dan hukuman, tetapi yang terburuk adalah perusahaan dapat dipaksa untuk menghentikan kegiatan operasionalnya.

Selain risiko hukum, keterlibatan dalam kegiatan ilegal dapat menyebabkan penilaian pihak ketiga dan kontrak dengan pihak ketiga tidak dapat dilaksanakan, akibat timbulnya tindakan hukum atau

Referensi

Dokumen terkait

Bahkan ketiga binatang itu memanggil Aka ( kakak) kepada Amarsakti. Akhirnya Raden Amarsakti membawa ibu dan ketiga saudara ang katny a ke istana raja jin di

Dapat dilihat bahwa untuk atribut kemudahan interface dikenali memiliki penerimaan usability oleh user sebesar 3,87 (sudah berada di atas nilai 3 atau di atas nilai

Pernikahan merupakan perbuatan hukum, jadi segala sesuatu yang ditimbulkan akibat pernikahan adalah sah secara hukum. Mengingat pernikahan siri cacat secara hukum,

Patriarki juga dpat dijelaskan dimana masyarakat yang menempatkan kedudukan dan posisi laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan dalam segala aspek kehidupan sosial, budaya

mencegah adanya air, karena jika terdapat air maka kristal dari aspirin akan terurai menjadi asam salisilat dan anhidrat asetat kembali atau dengan kata lain re)ersible

Perkembangan produk kerajinan ayaman rontal saat ini, berbagai jenis produk hasil para perajin di Pengosekan dalam bentuk tataka makanan dan buah. (foto I

1. Biaya Perolehan Awal. Aset tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan atau lingkungan. Perolehan aset tetap tersebut, meskipun tidak secara langsung meningkat

Berdasarkan hasil penelitian pada tahap pertama mengenai pengaruh konsentrasi starter terhadap kualitas kefir susu sapi diperoleh hasil analisis sebagaimana yang