•
Rapat Koordinasi hari ini sebagai rapat pertama mengawali
pelaksanaan pembangunan tahun 2014 memiliki momentum
penting untuk mempersiapkan rencana kerja yang lebih baik
sesuai agenda tahunan & adanya berbagai kebijakan baru;
•
Untuk terlaksananya agenda tahunan & kebijakan baru
pembangunan maka dibutuhkan
komitmen seluruh Pimpinan
SKPD
untuk meningkatkan kinerja, sinergi pembangunan &
mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam
pembangunan;
•
Tahun 2014 sebagai tahun pertama pelaksanaan RPJMD
2013-2018 harus sukses dalam mengawali untuk mewujudkan
“LOMPATAN PEMBANGUNAN NTT TAHUN 2014-2018”
.
• Tahun 2013 sebagai tahun terakhir pelaksanaan RPJMD 2009-2013 menunjukkan perkembangan yang makin baik dari tahun-tahun sebelumnya;
• Aspek dasar yang menjadi indikator kunci perkembangan pembangunan selama 2013 yaitu perkembangan ekonomi dan penurunan kemiskinan; • Aspek Ekonomi menunjukan trend positif : kenaikan pertumbuhan
perekonomian, usaha sektor pertanian, perbaikan pada kapasitas struktur PDRB, neraca perdagangan semakin baik.
• Aspek Penurunan Kemiskinan penurunan angka kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTT lebih rendah dibandingkan TPN Nasional, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) NTT semakin baik;
•
Terbatasnya Investasi swasta
menjadikan Anggaran Daerah
menjadi investasi utama
Sehubungan dengan itu dibutuhkan
pengelolaan program pembangunan dana APBD Provinsi & APBN
efisien, efektif & berdaya ungkit besar
.
Permasalahan lainnya :
1.
Belum semua SKPD mampu menampilkan lokasi pembangunan
berbasis Desa/Kelurahan;
2.
Hampir Semua SKPD (APBD) & Satuan Kerja (APBN) mengalami
deviasi kinerja (rencana/target & realisasi)
mengindikasikan
lemahnya kualitas perencanaan teknis & jadwal pelaksanaan;
3.
Penumpukan anggaran belanja langsung pada Triwulan IV;
4.
Terdapat 30 paket PBJ tidak dapat dilaksanakan (progres 0%)
senilai Rp. 16,7 Milyard lebih;
Permasalahan lainnya :
5.
Hampir 70 - 80 % lebih dana Program Percepatan Pembangunan
NTT & dana Direktif Presiden untuk penanganan pengungsi tidak
dapat dilaksanakan sebagai indikasi rendahnya koordinasi SKPD dgn
Kementrian /Lembaga;
6.
Keterlambatan proses pemilihan penyedia/rekanan PBJ;
7.
Sebagian besar rapat-rapat koordinasi tidak berjalan efektif
terutama yang dilaksanakan pada bulan triwulan IV;
8.
Hampir semua SKPD & Satker tidak mengagendakan peresmian
proyek selesai oleh Gubernur selaku Penguasa Anggaran dan Wakil
Pemerintah Pusat di Daerah.
Tahun 2014 sebagai tahun pertama pelaksanaan RPJMD
2013-2018
harus lebih sukses
dibandingkan dengan periode 2009-2013;
Wajib komitmen seluruh Pimpinan SKPD & jajarannya untuk lebih
disiplin dalam menjalan tugas & fungsi; melalui :
1. Peningkatan Kinerja SKPD
a.
Peningkatan Disiplin Kerja
Menyiapkan rencana kerja bulanan dan membagi habis semua tugas sesuai
Tugas dan Fungsi;
Pengembangan budaya kerja & rapat Monev berkala;
Penerapan secara ketat disiplin & Penerapan sangsi yang tegas & adil; Penegakan & implementasi PP Nomor 53 Tahun 2010 ttg Disiplin PNS
b.
Peningkatan Kerjasama
Peningkatan kerjasama & harmonisasi internal SKPD; Kerjasama antar SKPD terkoordinasi terpadu;
Rapat-rapat yang menurut sifatnya koordinasi (RAKOR) melibatkan SKPD
terkait, kedepan harus direncanakan & terjadwalkan dibawah koordinasi SEKDA.
c.
Capaian Kerja
Kompetensi seluruh staf harus dapat diukur dengan baik, untuk itu harus
ada ukuran yang jelas mengenai kinerja masing-masing pejabat dan staf;
SKPD menyiapkan terget kerja tahunan SKPD secara terukur baik sifatnya
capaian program maupun rutin dalam bentuk data, identifikasi masalah
& lainnya;
Hasil capaian kinerja dilaporkan setiap bulan & triwulan.
2. PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN
a. Audit Pengelolaan Keuangan Menuju WTP • Target : mencapai opini WTP• Upaya : menindaklanjuti berbagai temuan, tidak melakukan pembiaran setiap permasalahan, menyiapkan laporan pengelolaan keuangan selengkapnya
sesuai kebutuhan audit, identifikasi penyebab permasalahan yg timbul dalam pengelolaan keuangan agar tidak terulang & solusi pemecahannya;
• Persiapan Pengelolaan Keuangan dan Aset, melalui :
1) pembentukan Tim Pengendali Internal didampingi Inspektorat untuk memastikan pengelolaan keuangan dan aset sesuai peraturan;
2) Review seluruh dokumen aset daerah untuk peningkatan validasi dan kepastian hukum;
3) Penataan & penertiban dengan melakukan penghapusan atau mutasi barang antar SKPD sesuai ketentuan perundangan.
b.
Persiapan LKPJ Tahun 2013
• LKPJ 2013 sebagai LKPJ pertama kepemimpinan periode kedua harus lebih
berkualitas & penyelesaiannya lebih tepat waktu;
• Pimpinan SKPD segera menyusun laporan secara bertanggungjawab baik substansi,
narasi maupun akurasi datanya sehingga pada saat diserahkan untuk akumulasi oleh Sekretaris Daerah dibantu TAPD benar-benar layak & valid;
• Penyiapannya dilakukan dgn serius sehingga tidak terkesan tergesa-gesa dlm
penyerahannya kepada DPRD Provinsi NTT.
c.
Pelaksanaan Program tahun 2014
1) Segera dilakukan penyelesaian DPA-SKPD segera mungkin pada awal bulan Januari 2014;
2) Sebelum DPA diterima, pimpinan SKPD dapat menyusun Rencana Umum
Pengadaan (RUP), pedoman pelaksanaan, Tim Pengelola sehingga selambatnya minggu ketiga Januari;
3) Segera identifikasi lokasi sasaran desa/kelurahan atau sasaran program perorangan atau kelompok masyarakat;
c.
Pelaksanaan Program tahun 2014
(lanjutan)4) Segera lakukan proses pemilihan pengadaan barang/jasa, sehingga
selambatnya Bulan Maret-April seluruh proses pelelangan telah selesai penandatangan kontrak (Target : Januari s/d April 2014 Pelelangan selesai 100%);
5) Pimpinan SKPD segera mengusulkan pengelola keuangan APBD dan APBN untuk penetapan selambatnya minggu ke tiga bulan Januari 2014;
6) Sehubungan dengan penetapan 6 Tekad, menyiapkan rancangan kebijakan : luas dan produksi jagung, proyeksi dan lokasinya jelas, pengembangan ternak didukung optimalisasi UPTD, Koperasi diperluas jangkauannya dengan
mendorong kelompok usaha Anggur Merah & PNPM Mandiri, pengembangan cendana kontrak hidup ditingkatkan luasnya, pengembangan desa wisata, kota sebagai flag off, seminar internasional tentang ikan paus, lomba foto bawah laut, geopark Kelimutu, pengembangan destinasi wisata serta pengembangan badan promosi pariwisata disiapkan dengan baik;
c.
Pelaksanaan Program Tahun 2014
(lanjutan)7) Bidang kelautan dan perikanan, diperlukan kepastian pemanfaatan kapal ikan dengan baik, rencana kerjasama operasional kapal ikan dengan pihak swasta, pengembangan tambak udang melalui pendampingan teknis Staf Khusus
Gubernur NTT, Prof. DR. Romin Dahuri, perlu disiapkan dengan baik & perluasan perikanan budidaya laut maupun darat;
8) Bagi SKPD yang mendapat tugas pengawalan dana hibah (Anggur Merah,
P2LDT, Desa Wisata, BOS, BANSOS, Pemberdayaan ekonomi umat, Beasiswa, &sejenisnya) & dana tidak terduga, belanja pembiayaan harus lebih serius
menyiapkan kelengkapan administrasi sehingga transfer jangan terkesan tanpa ada perencanaan
d.
Penyelesaian RPJMD dan Persiapan Renstra SKPD
1) Rancangan akhir RPJMD 2013-2018 telah dibahas di Badan Legislasi & Proses Konsultasi di Kemendagri, proses saat ini hasilnya telah disampaikan tanggal 30 Desember 2013;
2) Perlu perhatian yang lebih serius Pimpinan SKPD atas subtansi RPJMD karena akan menjadi dasar penyusunan Renstra SKPD 2014-2018;
3) Mengingat penjadwalan lanjutan pembahasan RPJMD 2013-2018 diharapkan dapat berakhir sebelum tanggal 16 Januari 2014 maka diminta Pimpinan SKPD memberikan dukungan data teknis sesuai dengan tupoksinya;
4) Secara bersamaan SKPD juga segera menyusun Renstra SKPD untuk
selanjutnya paling lambat bulan Maret 2014 ditetapkan dalam Peraturan Gubernur.
e.
Persiapan Perubahan 2014 dan Perencanaan Tahun 2015
1) Melakukan identifikasi kebutuhan perubahan anggaran 2014 &
melakukan pengkajian secara matang sehingga mampu
meningkatkan kinerja 2014 & pelaksanaannya tidak ada
hambatan;
2) Melakukan identifikasi kebutuhan pembangunan tahun 2015
melalui koordinasi & penyerapan informasi masyarakat;
3) Setiap usulan pembangunan mengacu pada nomenklatur
program yang ditetapkan pada RPJMD.
F.
Penerimaan Asli Daerah (PAD)
1) Berdasarkan RPJMD 2013-2018 menargetkan Penerimaan Asli Daerah mencapai Rp. 1 Trilyun, kondisi sampai akhir Tahun 2013 telah mencapai + Rp. 659 M;
2) Dinas PENDA & Aset mengkoordinasi dgn SKPD Pengelola PAD untuk optimalkan aset daerah dan potensi penerimaan secara signifikan; 3) Langkah yang ditempuh antara lain :
• Optimalkan kantor SAMSAT Online;
• Monitoring dan Evaluasi pemanfaatan aset daerah
• Optimalisasi UPT Pembibitan, UPT Kebun Dinas & UPT pengelola penerimaan untuk intensifikasi & ekstensifikasi penerimaan;
• Pemanfaatan aset daerah berupa gedung/aula/rumah dinas/asrama/untuk peningkatan penerimaan;
• Penataan serta optimalisasi BLUD & BUMD.
3. Peningkatan Respon Kebijakan Afirmatif
1) Provinsi NTT menjadi salah satu Provinsi yang mendapatkan kebijakan afirmatif pemerintah dalam bentuk Direktif Presiden Percepatan Pembangunan & Direktif Presiden tentang Pembangunan perumahan & pemberdayaan ekonomi warga baru asal Timor Timur & warga terkena dampak pengungsi;
2) Kebijakan afirmatif tersebut berdampak pada peningkatan alokasi anggaran APBN terutama dana sektoral & Tugas pembantuan;
3) Optimalisasi Kebijakan Afirmatif :
SKPD terkait perlu berkoordinasi lebih intensif & mengkomunikasikan secara baik setiap rencana pembangunan yang dilaksanakan Kementrian/Lembaga;
Sehubungan lokasi kegiatan tersebar di Desa/kelurahan maka perlu fasilitasi koordinasi PemProv NTT dgn PemKab./Kota & kordinasi teknis SKPD
kabupaten/Kota;
Hindari tindakan pembiaran & beri perhatian program dana transfer daerah atau dana yang dikelola SKPD walaupun merupakan program/kegiatan Pemerintah Pusat di Daerah.