Peluang Investasi Daerah 1
A.
Gambaran Wilayah
A.1 Kondisi GeografisParigi Moutong terletak di pesisir timur Pulau Sulawesi yang membentang sepanjang Teluk Tomini. Secara geografis kabupaten Parigi Moutong terletak pada posisi 119,45’ - 121,06’ Bujur Timur dan 0,14’ Lintang Selatan serta 0440’ Lintang Utara dengan luas wilayah seluas 6.231,85 km2.
Ibukota Kabupaten Parigi Moutong adalah Parigi, berjarak sekitar 80 km dari Pelabuhan Pantoloan dan 90 km dari Bandar Udara Mutiara. Letak geografis kabupaten Parigi Moutong terletak pada posisi strategis karena sebagai wilayah yang dilintasi oleh jalur timur Trans Sulawesi, selain itu juga sebagai penghubung antara pusat – pusat kegiatan ekonomi utama di Pulau Sulawesi yaitu antara Kota Palu, Gorontalo, Manado dan bahkan hingga ke Makassar. Kabupaten Parigi Moutong adalah pusat kegiatan lokal di Pulau Sulawesi dengan kota – kota utamanya yaitu Parigi dan Moutong.
Batas wilayahnya :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Buol, Toli Toli dan Provinsi Gorontalo. Sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Tomini.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Palu dan Kabupaten Donggala serta Kab.Sigi
Peluang Investasi Daerah 2 A.2 Tofografi Wilayah
Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah yang berbukit dan bergunung terutama pada bagian barat dan bagian utara. Dataran rendah dan landai banyak ditemukan di bagian tengah hingga timur, berbatasan dengan laut.
Berdasarkan ketinggian lahan, kabupaten Parigi Moutong pada umumnya berada pada ketinggian 0 – 2900 m dpl dan garis pantai yang memiliki bibir pantai sepanjang 472 km di Teluk Tomini, membentang dari ujung Kecamatan Sausu di bagian selatan hingga Kecamatan Moutong yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo di sisi utara.
Bentuk permukaan tanah di daerah Kabupaten Parigi Moutong bervariasi dari dataran sampai bergunung. Daerah yang mempunyai dataran cukup luas adalah Kecamatan Bolano Lambunu (pemekaran dari Kecamatan Moutong), Kecamatan Sausu dan Kecamatan Tomini.
Keadaan topografi di Kabupaten Parigi Moutong, dengan luas kemiringan lahan rata – rata adalah sebagai berikut :
Peluang Investasi Daerah 3
Datar (0 – 8) % = 146.134 Ha.
Bergelombang (8 – 15) % = 60.443 Ha. Curam (15 – 45) % = 142.186 Ha. Sangat curam ( >45) % = 1.97 Ha. A.3 Iklim dan Cuaca
Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Parigi Moutong memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Curah hujan tertinggi yang tercatat tahun 2011 terjadi pada bulan Mei-Juni sebesar 446 mm, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Maret yaitu 60 mm. Sementara itu kecepatan angin rata-rata berkisar antara 3 – 5 knots.
A.4 Pembagian Wilayah
Luas Kabupaten Parigi Moutong adalah 6.231,85 Km2, yang terdiri atas 20 Kecamatan, 5 Kelurahan dan 220 Desa, yang terbentang dari Sausu (Kecamatan paling Selatan) sampai di Moutong (Kecamatan paling utara). Kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Bolano Lambunu yaitu 926,97 km2 dan yang terkecil adalah Kecamatan Parigi yaitu sebesar 23,5 km2. Luas wilayah masing-masing kecamatan adalah sebagai berikut :
Tabel A-1 Luas Wilayah masing-masing Kecamatan di Kabupaten Parigi Motoung Kecamatan Luas (Km²) Persentage
1. Sausu 410,32 6,58 2. Torue 275,84 4,43 3. Balinggi 223,88 3,59 4. Parigi 23,50 0,38 5. Parigi Selatan 396,42 6,36 6. Parigi Barat 118,29 1,90 7. Parigi Utara 98,63 1,58 8. Parigi Tengah 75,10 1,21 9. Ampibabo 191,44 3,07 10. Kasimbar 280,78 4,51 11. Toribulu 212,38 3,41 12. Siniu 118,96 1,91 13. Tinombo 638,62 10,25 14. Tinombo Selatan 379,81 6,09 15. Tomini 216,38 3,47 16. Mepanga 207,10 3,32 17. Palasa 613,16 9,84 18. Moutong 581,01 9,32 19. Bolano Lambunu 926,97 14,87 20. Taopa 243,26 3,90
Peluang Investasi Daerah 4
B.
Potensi Wilayah Parigi Moutong
B.1 PerekonomianProduk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu daerah/wilayah dalam suatu periode waktu tertentu.
Tabel B-1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Parigi Moutong
Lapangan Usaha Industrial Origin 2008 2009*) 2010**) Laju PDRB (%) (%)
1. Pertanian 2.616.697 2.921.700 3.289.464 5,91 52%
2. Penggalian 79.027 92.916 110.030 10,43 2%
3. Industri Pengolahan 339.972 399.414 459.537 8,02 7%
4. Listrik dan Air Bersih 9.320 10.272 11.656 5,42 0.2%
5. Bangunan 362.535 400.443 478.791 11,50 8%
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 706.150 812.277 973.784 12,47 15% 7. Angkutan & Komunikasi 369.959 425.588 488.384 8,70 8% 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan
44.505 49.978 56.113 6,78 1%
9. Jasa-Jasa 322.849 402.020 478.487 8,10 8%
Produk Domestik Regional Bruto (ooo.000)
4.851.014 5.514.609 6.346.245 7,80 100% BPS Parigi Moutong
Dilihat dari PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha terlihat bahwa pertanian (52%) merupakan penggerak utama roda perekonomian Kabupaten parigi diikuti oleh perdagangan, hotel dan restoran (15%). Akan tetapi apabila dilihat dari Laju PDRB maka perdagangan, hotel dan restoran mengalami pertumbuhan yang paling cepat.
B.2 Kependudukan & Ketenagakerjaan
Penduduk Kabupaten Parigi Moutong berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 mencapai 413.588 jiwa, yang terdiri dari 212.809 jiwa penduduk laki-laki dan 200.779 jiwa penduduk perempuan.
Ditinjau dari jenis kelamin, penduduk Kabupaten Parigi Moutong yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan rasio jenis kelamin 106. Artinya di antara 100 penduduk perempuan terdapat 106 penduduk laki-laki.
Tabel B-2 Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Kabupaten Parigi Moutong Luas Wilayah Dan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan
di Kabupaten Parigi Moutong, 2010
Kecamatan District Luas Area Penduduk Population
Peluang Investasi Daerah 5 (1) (2) (3) (4) (5) 1. Sausu 410,32 6,58 21,484 5,19 2. Torue 275,84 4,43 18.757 4,54 3. Balinggi 223,88 3,59 16.541 3,98 4. Parigi 23,50 0,38 28.296 6,84 5. Parigi Selatan 396,42 6,36 21.7 5,25 6. Parigi Barat 118,29 1,90 7.127 1,72 7. Parigi Utara 75,10 1,21 5.614 1,36 8. Parigi Tengah 98,63 1,58 8.197 1,98 9. Ampibabo 191,44 3,07 20.579 4,98 10. Kasimbar 280,78 4,51 20.848 5,04 11. Toribulu 212,38 3,41 16.38 3,96 12. Siniu 118,96 1,91 8.682 2,10 13. Tinombo 638,62 10,25 34.252 8,28 14. Tinombo Selatan 379,81 6,09 25.55 6,18 15. Tomini 216,38 3,47 17.872 4,32 16. Mepanga 207,10 3,32 27.449 6,64 17. Palasa 613,16 9,84 26.292 6,36 18. Moutong 581,01 9,32 20.294 4,91 19. Bolano Lambunu 926,97 14,87 55.019 13,30 20. Taopa 243,26 3,90 12.745 3,08 Parigi Moutong 6.231,85 100,00 413.588 100,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Parigi Moutong
Konsentrasi sebaran penduduk berada di kecamatan Bolano Lambunu, Tinombo Selatan dan kecamatan Parigi sendiri yang merupakan Ibukota Kabupaten Parigi Moutong.
Tabel B-3 Angkatan Kerja Di Kabupaten Parigi Moutong Angkatan Kerja Di Kabupaten Parigi Moutong Menurut
Pendidikan dan Daerah Agustus 2011
Pendidikan Daerah Jumlah
Perkotaan Pedesaan
≤ SD 9.890 122.044 131.934
SMTP 2.573 31.720 34.293
SMTA Umum 2.387 26.396 28.783
SMTA Kejujuran 550 5.975 6.525
Diploma I/II/III Akademi 538 4.482 5.020
Universitas 482 4.928 5.410
Jumlah 16.420 195.545 211.965
Sumber : BPS, Survey Angkatan Kerja Nasional Agustus 2011 diolah Pusdatinaker
Peluang Investasi Daerah 6 Jumlah angkatan kerja pada tahun 2011 adalah 211.965 jiwa yang terdiri dari 16.420 jiwa pada daerah perkotaan dan daerah pedesaan sebanyak 195.545 jiwa. Ini menunjukan bahwa angkatan kerja mayoritas berada dipedesaan dan bergerak di sektor pertanian maupun perkebunan.
B.3 Upah Minimum Kabupaten
Tabel B-4 Upah Minimum Kabupaten Parigi Moutong
2008 2009 2010 2011 2012
Rp 743.000 Rp. 777.000 Rp. 785.000 Rp. 827.500 Rp. --
B.4 Infrastruktur
Interaksi antar wilayah di Kabupaten Parigi Moutong dengan ibu kota propinsi dan daerah lainnya di Sulawesi dimungkinkan dengan tersedianya prasarana dan sarana perhubungan, seperti perhubungan darat, Trans Sulawesi dan perhubungan laut yang semakin memadai.
Jaringan transportasi jalan darat yang dimiliki Kabupaten Parigi Moutong adalah sepanjang 1.165,77 Km dengan klasifikasi sebagai berikut :
- Jalan Negara : 404,50 Km - Jalan Propinsi : 23,00 Km - Jalan Kabupaten : 1.066 Km - Jalan Desa : 99,45 Km
Peluang Investasi Daerah 7 Tabel B-5 Kondisi Jalan Kabupaten Parigi Moutong.
JALAN KABUPATEN
PANJANG TIAP JENIS PERMUKAAN
PANJANG TIAP KONDISI (KM) Panjang Aspal / Telford/ Tanah / Baik Sedang Rusak Rusak
(Km) Penetrasi Kerikil Belum Ringan Berat
Macadam Tembus
TOTAL 1.066 420 483 114 192 283 309 233
Letak kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong memiliki akses langsung dengan Pelabuhan yang ada di Teluk Tomini yaitu Pelabuhan Poso, Pelabuhan Ampana, Pelabuhan Wakai (Kepulauan Togian), Pelabuhan Pagimana, Pelabuhan Gorontalo, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Luwuk dan bahkan sepanjang wilayah kepulauan Sulawesi dan Kepulauan Halmahera (Ternate) serta pulau-pulau di Negara di Philipina.
Tabel B-6 Rincian Pelabuhan Laut di Kabupaten Parigi Moutong
No. Nama Pelabuhan Nama Kecamatan
PELABUHAN LAUT LINTAS PROVINSI 1. 2. Parigi Moutong Kecamatan Parigi Kecamatan Moutong Sumber : Perda RTRW Kabupaten Parigi Moutong
Dalam penataan angkutan laut Nasional Pelabuhan Parigi dan Pelabuhan Moutong merupakan Pelabuhan yang disinggahi kapal perintis dan kapal-kapal niaga. Sarana dan fasilitas tranpostasi laut dimiliki Kabupaten Parigi Moutong adalah Pelabuhan Umum Moutong, pelabuhan Umum Parigi dan Pelabuhan Umum Tinombo
Tabel B-7 Rincian Lintas Penyeberangan Nasional
No.
Nama Lintas Penyeberangan LINTAS LAUT LINTAS PROVINSI
1. Poso – Parigi – Moutong - Gorontalo (Provinsi Gorontalo) – Molibagu – Bitung (Provinsi Sulawesi Utara)
Peluang Investasi Daerah 8 Pembangkit Listrik di Kabupaten Parigi Moutong dihasilkan menggunakan mesin diesel. PLN terdiri dari PLN Ranting Parigi yaitu PLTD Parigi dan PLTD Kasimbar dan PLN Ranting Moutong. Untuk pelanggan yang ada di wilayah PLN Unit Palasa, Tinombo, Moutong dan Kota Raya, tenaga listriknya berasal dari PLN Cabang Tolitoli.
Tabel B-8 Produksi Listrik Dan Daya Terpasang PT PLN Kabupaten Parigi Moutong
Sumber : Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka 2011 B.5 Sektor Pertanian
Padi
Padi (beras) merupakan komoditas pangan strategis dan memiliki pengaruh cukup besar terhadap stabilitas ekonomi dan stabilitas politik. Untuk maksud tersebut pemerintah membuat berbagai kebijakan diantaranya kebijakan untuk meningkatkan produksi padi (beras). Disamping untuk konsumsi rumah tangga, padi(beras) juga digunakan sebagai bahan baku industri misalnya pada industri tepung beras, industri makanan dan lain sebagainya.
Sektor pertanian sampai saat ini masih merupakan sektor unggulan Kabupaten Parigi Moutong, baik dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) maupun penyerapan tenaga kerja.
Tabel B-9 Luas Panen dan Produksi Padi Menurut Jenis padi 2006 – 2010 (ribu Ha) Rincian 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 Panen Produksi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (1) (2) (3) (4) (5) Padi Sawah 46.2 51.11 45.897 45.001 47.322 210.921 237.239 243.583 232.977,83 257.712,45 Padi Ladang - - - - Padi 46.2 51.11 45.897 45.001 47.322 210.921 237.239 243.583 232.977,83 257.712,45 Sumber: Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka 2011
Uraian Daya Terpasang (KW) Produksi Listrik (KWh) Beban Puncak (Kw) PLN Ranting Parigi a. PLTD Parigi 7.802 16.284.688 6.300 b. PLTD Kasimbar 1.150 1.561.491 625 PLN Ranting Moutong 3.450 647.92 2.275 PLN Ranting Kotaraya 3.920 839.759 1.181 2010 16.322 19.333.858 10.381
Peluang Investasi Daerah 9 Untuk melihat sejauh mana fluktuasi setiap komponen produksi tersebut, dalam publikasi Data Strategis BPS Kabupaten Parigi Moutong berikut ini akan diuraikan satu persatu. Bentuk produksi yang dipakai adalah:
1. Gabah Kering Giling (GKG) untuk komoditi padi. 2. Jagung pipilan kering untuk komoditi jagung.
3. Biji kering untuk komoditi kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. 4. Umbi basah untuk komoditi ubi kayu dan ubi jalar.
Jagung dan Kedelai
Luas panen tanaman jagung tahun 2010 mencapai 5.655 hektar. Begitu pula dengan luas areal panen kedelai tahun 2010 mencapai 418 hektar. untuk luas panen kedelai tertinggi tahun 2009 seluas 923 hektar dan terendah tahun 2006 seluas 159 hektar.
Tabel B-10 Luas Panen dan Produksi Tanaman Jagung dan Kedelai Kabupaten Parigi Moutong 2006 – 2010 (Ha)
Tahun
Jagung Kedelai Jagung Kedelai
Panen Produksi (1) (2) (3) (4) (5) 2006 1.444 159 4.139 186 2007 2.593 187 8.121 225 2008 2.112 541 8.119 848 2009 3.503 923 13.281,79 1.325,32 2010 5.655 418 22.551 204
Sumber: Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka 2011
Tanaman Ubi Kayu dan Ubi Jalar
Luas panen tanaman ubi kayu terjadi kenaikan pada tahun 2010 sebesar 453 Hektar. Luas panen tertinggi terjadi pada tahun 2010 dan terendah pada tahun 2008 sebanyak 123 hektar.
Sedangkan tahun 2010 luas panen tanaman ubi jalar mencapai 453 hektar naik dari 142 Hektar pada tahun 2008.
Peluang Investasi Daerah 10 Tabel B-11 Luas Panen Tanaman Ubi Kayu dan Ubi Jalar
Kabupaten Parigi Moutong 2006 – 2010 (Ha) Tahun Ubi Kayu Ubi Jalar
(1) (2) (3)
2007 293 234
2008 123 142
2009 342 322
2010 453 471
Sumber: Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka 2011
Perkembangan produksi ubi kayu dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 sangat berfluktuatif. Pada tahun 2006 produksi ubi kayu mencapai 3.599 ton dan mengalami peningkatan sebanyak 9.308 ton pada tahun 2010. Untuk produksi ubi jalar juga mengalami fluktuasi. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 2010 yaitu 5.092 ton dan produksi terendah pada tahun 2005 sebesar 1.220 ton.
Tanaman Kacang Tanah dan Kacang Hijau
Luas panen tanaman kacang tanah tahun 2010 mencapai 479 hektar, sedangkan luas panen tanaman kacang tanah pada tahun 2009 hanya mencapai 435 hektar. Begitu pula dengan luas areal panen kacang hijau tahun 2010 mencapai 198 hektar.
Tabel B-12 Luas Panen Tanaman Kacang Tanah dan Kacang Hijau Kabupaten Parigi Moutong 2008 – 2010 (Ha)
Tahun Kacang Tanah Kacang Hijau
(1) (2) (3)
2008 257 101
2009 435 192
2010 479 198
Sumber: Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka 2011
Pada tahun 2010 produksi kacang tanah mencapai 824 ton. Untuk produksi kacang hijau juga produksi tertinggi terjadi pada tahun 2010 yaitu 169,32 ton.
Peluang Investasi Daerah 11 Tabel B-13Produksi Tanaman Kacang 2008 – 2010 (Ton)
Tahun Kacang Tanah Kacang Hijau
(1) (2) (3)
2008 479 87
2009 795 166
2010 824,00 169,32
Sumber: Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka 2011
B.6 Sektor Perkebunan
Tanaman kakao yang baru diusahakan oleh masyarakat tahun 1980-an mengalami penurunan luas tanam yakni dari 65.439 hektar tahun 2009 menjadi 65.348 hektar tahun 2010. Sedangkan tanaman kelapa yang merupakan tanaman perkebunan yang telah diusahakan oleh masyarakat secara turun-temurun dan diremajakan mengalami luas tanam yakni dari 27.386 hektar tahun 2009 menjadi 28.141 hektar tahun 2010.
Untuk tanaman cengkeh luas tanamnya pada tahun 2009 seluas 3.466 hektar meningkat menjadi seluas 3.576 hektar tahun 2010. Terjadinya peningkatan luas tanam dari tanaman perkebunan ini disebabkan oleh berahlinya sebagian masyarakat untuk mengusahakan tanaman jangka panjang yang dianggap mempunyai prospek yang cukup baik dan lebih menguntungkan.
Tabel B-14 Luas Panen dan Produksi Tanaman Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong 2006 – 2010 (Ha)
Rincian 2007 2008 2009 2010
Panen Produksi Panen Produksi Panen Produksi Panen Produksi
(1) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Kakao 61.78 28.586 27.328 43.901 65.439 43.962 65.348 42.403 Kelapa 27.517 36.473 27.328 41.6 27.386 41.522 28.141 40.58 Cengkeh 2.834 1.151 3.33 555,21 3.466,40 591 3.576 635.63 Kopi 331 98 327 129,44 376,5 123,85 327 109.66 Lada 102 3,3 63 9,6 62.63 10,70 62.63 11,00 Jambu Mente 720 124 856 139 978 177,40 - - Vanili 104 1,16 91 1,26 69 1,60 90,45 1,00 Kemiri 263 158,41 260 272,5 312 331,16 - - Pala 24 1,5 139 8,97 196 24,20 - - Kapuk 379 286 379 170,9 377 169,50 - - Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Parigi Moutong tahun 2011
Peluang Investasi Daerah 12 B.7 Sektor Peternakan
a. Populasi Ternak Besar dan Ternak Kecil
Populasi ternak besar yang terdiri dari kerbau, sapi dan kuda, sedangkan ternak kecil yang terdiri dari kambing, domba dan babi. Dari tahun 2002 hingga akhir 2006 mengalami peningkatan yang cukup besar, meski di tahun 2005 mengalami penurun terutama populasi Kerbau.
Tabel B-15 Populasi Ternak Menurut Jenis Ternak
Di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2007 – 2010 (Ekor)
Jenis Ternak 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) Kerbau 97 60 61 34 Sapi 23.736 19.639 26.188 24.793 Kuda 329 321 302 324 Kambing 23.736 23.724 28.350 29.589 Domba - - - - Babi 28.129 12.567 21.560 23.036
Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Parigi Moutong tahun 2011
B.8 Sektor Perikanan
Komoditas perikanan merupakan salah satu sektor andalan di Kabupaten Parigi Moutong. Peningkatan produksi terus diupayakan dari tahun ke tahun. Salah satu keberhasilan pembangunan sub sektor perikanan dapat dilihat dari kenaikan produksi. Potensi lestari teluk tomini adalah 587.256 ton/thn terdiri dari ikan pelagis besar 106.000 ton/thn, pelagis kecil 379.440 ton/thn, ikan demersal 83.846 ton/thn dan lain-lain 17.970 ton/thn. Luas areal penangkapan 28.208 Km2. Produksi perikanan laut di Kabupaten Parigi Moutong yang tercatat selama tahun 2010 tercatat sebesar 22.638,98 ton yang berarti baru 3,9% dari potensi lestari yang dapat dimanfaatkan.
Tabel B-16 Produksi Perikanan, Tahun 2009-2010
Tahun Perikanan Laut Perairan Umum Jumlah (1) (2) (3) (4) 2009 (Ton) 22.025,57 - 22.025,57 2010 (Ton) 22.638,98 - 22.638,98
Peluang Investasi Daerah 13
C.
Peluang Investasi Industri Pengolahan Rumput Laut
Wilayah pesisir di Kabupaten Parigi Moutong mempunyai panjang garis pantai 472 kilometer (km), Dikali dengan empat mil garis pantai, maka Parimo punya wilayah laut atau berhak atas 16.000 km persegi wilayah laut Teluk Tomini. Ini berarti jauh lebih besar daripada daratan yang hanya sekitar 6.000 km persegi. Fakta lain, dari 108 desa definitif di Parimo, sebanyak 86 desa di antaranya berada di pesisir pantai atau bibir Teluk Tomini.
Berbagai daya dukung wilayah telah dimiliki oleh Kabupaten Parigi Moutong, seperti :
Garis Pantai Sepanjang 472 km.
Sebagian wilayah dilintasi oleh jalur timur Trans Sulawesi Memiliki 22 kecamatan dan 5 kelurahan dan 220 desa.
Sebagai penghubung antara pusat-pusat utama di Pulau Sulawesi yaitu antara Kota Palu , Gorontalo, Manado, dan bahkan hingga Makassar.
Jarak ke Bandara + 90 km.
Jarak ke Pelabuhan Pantoloan + 80 km.
Jumlah Rumah Tangga Perikanan sebanyak 3.527 KK,
C.1 Profil investasi rumput laut
1. Bentuk investasi dibidang rumput laut telah menjadi sasaran pembangunan seperti yang tertera dalam peraturan menteri perindustrian No 99/M-IND/8/2010, yang menyatakan bahwa sasaran jangka menegah pembangunan industri ini adalah tumbuhnya industry kecil pengolahan rumput laut dengan aneka pangannya melalui pendirian pabrik tepung Karagenan (chip) skala menengah.
2. Kadar Salt dan Sand yang dipersyaratkan dalam rumput laut oleh industry pengolahan adalah maksimal 28%.
Peluang Investasi Daerah 14 3. Kadar karaginan yang dipersyaratkan industri pengolahan (processor)minimal sebesar 25% .
C.2 Bahan Baku
Kabupaten Parigi Moutong mempunyai potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang dapat dikembangkan serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Salah satu komoditas unggulan tersebut adalah Rumput Laut. Potensi budi daya rumput laut diteluk Tomini sebesar 13.675 Ha yang tersebar disepanjang garis pantai kabupaten Parigi mouton. Saat ini lahan yang sudah dimanfaatkan sebesar 1.750 Ha atau sebesar 9,6% dengan produksi sebesar :
1.Jenis Cotoni = 8.292 ton kering = 66.340 ton basah 2.Jenis Grasilaria = 7.875 ton basah
= 1.125 ton kering
Kabupaten Parigi Moutong dengan luasan potensial area yang dimiliki 13.675 Ha, apabila diasumsikan produktifitas rumput laut sebessar 20-25 Ton/Ha, dalam setahun akan menghasilkan produksi rumput laut sebesar 1.641.000-2.051.250 Ton rumput laut basah atau 328.200-410.250 Ton Kering rumput laut.
C.3 Sarana Prasarana
Sarana dan prasarana yang tersedia di Kabupaten Parigi Moutong itu antara lain :
Transportasi Laut :
Pelabuhan Parigi dengan Fasilitas Penampungan Peti Kemas Pelabuhan Ferry Ampibabo
Peluang Investasi Daerah 15
Pelabuhan Ferry Moutong
Telekomunikasi :
Sentral Telepon Otomatis (STO) yang dioperasikan oleh PT.TELKOM Operator Telekomunikasi Swasta seperti Telkomsel dan Satelindo
Listrik :
Pembangkit tenaga listrik yang dioperasikan oleh PT.PLN Ranting, Parigi dan PT.PLN Ranting Mountong yang terbagi :
1. PLTD Parigi : 16.284.688 KWH 2. PLTD Kasimbar : 1.561.491 KWH 3. PLTD Moutong : 647.920 KWH
C.4 Lahan Peruntukan Industri
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, telah menyiapkan lahan baru untuk peruntukan industri pengelolaan rumput laut, seperti didaerah :
1. Desa Laimanta
2. Desa Silampayang, Kec.Kasimbar
C.5 Peluang Pasar Produk Olahan Rumput Laut
Produk olahan rumput laut banyak dipergunakan sebagai bahan tambah maupun bahan utama berbagai produk makanan, produk kosmetik dan obat-obatan. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor produk olahan rumput laut. Sepanjang 2011, impor karagenan mencapai 1.380 ton, atau 70% dari total kebutuhan dalam negeri. Selain karagenan, Indonesia juga mengimpor 800 ton tepung agar. Dilain pihak Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar dunia dengan produksi tahun 2011 mencapai 4,3 juta ton rumput laut. Dari total produksi tersebut hanya 20% yang diserap dan diolah oleh industri dalam negeri karena sampai saat ini dari 27 produsen pengolahan rumput laut nasional, baru satu sampai dua yang bisa memproduksi karagenan. Sisanya hanya mengolah rumput laut menjadi barang dasar atau bahan baku. Untuk Kabupaten Parigi Moutong pada saat ini rumput laut dipasarkan keluar daerah Kabupaten Parigi Moutong dalam bentuh mentah/belum diolah atau rumput laut yang dikirim dalam kondisi kering. Rumput laut yang berasal dari daerah utara seperti kecamatan Moutong, Taopa dan
Peluang Investasi Daerah 16 Bolano Lambunu dipasarkan ke daerah Gorontalo sedangkan yang berasal dari timur dan selatan dipasarkan di kota Palu.
Potensi rumput laut bagi Kabupaten Parigi Moutong, dapat kita lihat sebagai berikut : 1. Rumput laut sebagai sumber pangan, energi dan bahan penunjang industri; 2. Pasar internasional terbuka lebar, kebutuhan dunia meningkat 10-15 % per tahun;
3. Pemanfaatan potensi secara nasional berkisar 7%; dan Sulawesi Tengah, khususnya di laut sekitar 9,6 %;
4. Instrumen pengentasan kemiskinan (pro poor), penyerapan tenaga kerja (pro job), pertumbuhan ekonomi wilayah (pro growth).
C.6 Besaran Investasi
Untuk mendirikan industri karagenan rumput laut, investasi yang diperlukan untuk Tanah (300m2), Bangunan Pabrik 225m2, tempat penjemuran rumput laut (300m2) dan mesin peralatan diperlukan biaya investasi sebesar Rp 637,000,000. Bahan Baku yang diperlukan setiap bulan sebesar 5 Ton Rumput laut Kering, biaya produksi sebesar Rp 105,000,000. Maka keuntungan yang diperoleh tiap bulan sebesar Rp 67.500.000.
Dengan potensi bahan baku yang dimiliki Parigi Moutong sebesar 328.200-410.250Ton/Tahun atau sekitar 27-34 Ton/Bulan, maka dapat didirikan industri karagenan rumput laut skala menengah sebanyak 5-6 industri.
Besaran Investasi yang diperlukan tergantung dari lokasi Pabrik dan jumlah pasokan bahan baku rumput laut kering.