KEPANITERAAN KLINIK PERIODONSIA KEPANITERAAN KLINIK PERIODONSIA
BALAI PENGOBATAN RUMAH SAKIT GIGI & MULUT
BALAI PENGOBATAN RUMAH SAKIT GIGI & MULUT PENDIDIKANPENDIDIKAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MAKALAH MAKALAH
GINGIVEKTOMI, KURETASE, FLAP GINGIVEKTOMI, KURETASE, FLAP ( Indikasi, Kontraindikasi dan Teknik/Prosedur ) ( Indikasi, Kontraindikasi dan Teknik/Prosedur )
serta serta
CARA MENGUKUR POKET CARA MENGUKUR POKET
OLEH : OLEH :
MERLIN MELINDA LIEMPEPAS MERLIN MELINDA LIEMPEPAS
050113010 050113010 MANADO MANADO 2011 2011
GINGIVEKTOMI GINGIVEKTOMI
A.
A. IndikasiIndikasi11
1.
1. Eliminasi Eliminasi poket suprabopoket supraboni dengan keni dengan kedalaman > 4 mmdalaman > 4 mm 2.
2. Poket supraboni dengan dinding poket fibrousPoket supraboni dengan dinding poket fibrous 3.
3. EliminasiEliminasi gingiva enlargement gingiva enlargement 4.
4. Eliminasi abses periodontalEliminasi abses periodontal 5.
5. Interdental gingival craterInterdental gingival crater
B.
B. KontraindikasiKontraindikasi11
1.
1. Oral hygieneOral hygieneselalu jelek selalu jelek 2.
2. Inflamasi akutInflamasi akut 3.
3. Jika diperlukan bedah tulang alveolarJika diperlukan bedah tulang alveolar 4.
4. Dasar poket dibawah mucogingival junctionDasar poket dibawah mucogingival junction 5.
5. Frekuensi karies tinggiFrekuensi karies tinggi
C.
C. Teknik/ProsedurTeknik/Prosedur22
1.
1. Dilakukan anastesi lokal yang memadai dengan teknik blok atau infiltrasi.Dilakukan anastesi lokal yang memadai dengan teknik blok atau infiltrasi. 2.
2. Ukur kedalaman poket didaerah operasi menggunakan probe terkalibrasi. KedalamanUkur kedalaman poket didaerah operasi menggunakan probe terkalibrasi. Kedalaman ini ditandai dengan menusuk dinding luar jaringan gingiva dengan probe untuk ini ditandai dengan menusuk dinding luar jaringan gingiva dengan probe untuk membuat titik-titik perdarahan. Apabila seluruh daerah operasi telah diukur dan membuat titik-titik perdarahan. Apabila seluruh daerah operasi telah diukur dan ditandai dengan lengkap, titik-titik perdarahan tersebut akan membentuk regangan ditandai dengan lengkap, titik-titik perdarahan tersebut akan membentuk regangan (outline) insisi yang harus dilakukan.
(outline) insisi yang harus dilakukan. 3.
3. Buatlah insisi awal sedikit lebih ke apikal dari titik-titBuatlah insisi awal sedikit lebih ke apikal dari titik-tit ik tersebut dengan pisau bermataik tersebut dengan pisau bermata lebar seperti Kirkland No. 15/16. Insisi di bevel pada sudut kurang lebih 45 derajat lebar seperti Kirkland No. 15/16. Insisi di bevel pada sudut kurang lebih 45 derajat terhadap akar gigi dan berakhir pada ujung atau lebih ke bawah dari ujung apikal terhadap akar gigi dan berakhir pada ujung atau lebih ke bawah dari ujung apikal perlekatan epitel. Apabila gingiva cukup tebal, bevel sebaiknya diperpanjang untuk perlekatan epitel. Apabila gingiva cukup tebal, bevel sebaiknya diperpanjang untuk menghilangkan bahu atau plato. Kadang-kadang akses sangat terbatas atau sulit menghilangkan bahu atau plato. Kadang-kadang akses sangat terbatas atau sulit dicapai sehingga bevel yang cukup tidak dapat dibuat pada insisi awal. Pada keadaan dicapai sehingga bevel yang cukup tidak dapat dibuat pada insisi awal. Pada keadaan ini, bevel dapat diperbaiki nantinya, menggunakan pisau bermata lebar untuk ini, bevel dapat diperbaiki nantinya, menggunakan pisau bermata lebar untuk mengerok atau bur intan kasar.
mengerok atau bur intan kasar. 4.
4. Gunakan pisau bermata kecil seperti Pisau Urban No. ½ untuk mengeksisi jaringan diGunakan pisau bermata kecil seperti Pisau Urban No. ½ untuk mengeksisi jaringan di daerah interproksimal. Perhatikan sudut mata pisau tersebut kira-kira sama dengan daerah interproksimal. Perhatikan sudut mata pisau tersebut kira-kira sama dengan sudut mata pisau yang lebar ketika melakukan insisi
5.
5. Buang jaringan gingiva yang tBuang jaringan gingiva yang telah dieksisi menggunakan kuret.elah dieksisi menggunakan kuret. 6.
6. Bersihkan deposit yang menempel pada permukaan akar dengan skeling dan rootBersihkan deposit yang menempel pada permukaan akar dengan skeling dan root planing. Pada tahap ini, pembuangan dinding jaringan lunak poket periodontal planing. Pada tahap ini, pembuangan dinding jaringan lunak poket periodontal membuat permukaan akar lebih mudah dicapai dan memperluas lapang pandang membuat permukaan akar lebih mudah dicapai dan memperluas lapang pandang operator dibandingkan pada tahap-tahap lain. Pembersihan permukaan akar pada tahap operator dibandingkan pada tahap-tahap lain. Pembersihan permukaan akar pada tahap ini menentukan keberhasilan pada seluruh prosedur bedah.
ini menentukan keberhasilan pada seluruh prosedur bedah. 7.
7. Sempurnakan kontur gingiva seperti yang diinginkan dengan bur intan atau pisauSempurnakan kontur gingiva seperti yang diinginkan dengan bur intan atau pisau bermata lebar untuk mengerok
bermata lebar untuk mengerok jaringan.jaringan. 8.
8. Rapikan sobekan jaringan dengan gunting atau nipper.Rapikan sobekan jaringan dengan gunting atau nipper. 9.
9. Bilas daerah bedah dengan air steril atau larutan saline steril untuk membersihkanBilas daerah bedah dengan air steril atau larutan saline steril untuk membersihkan partikel-partikel yang tersisa.
partikel-partikel yang tersisa. 10.
10. Tekan daerah luka dengan kain kasa yang telah dibasahi air steril atau larutan salineTekan daerah luka dengan kain kasa yang telah dibasahi air steril atau larutan saline steril
steril selama 2-3 menselama 2-3 menit, untuk mengheit, untuk menghentikan perdarahantikan perdarahan.n. 11.
11. Pasang dresing periodontal, mula-mula yang berukuran kecil, bersudut didaerahPasang dresing periodontal, mula-mula yang berukuran kecil, bersudut didaerah interproksimal, menggunakan instrumen plastik. Selanjutnya, pasang interproksimal, menggunakan instrumen plastik. Selanjutnya, pasang gulungan-gulungan ya
gulungan yang lebih panjang di bagng lebih panjang di bagian fasial, lingual, ian fasial, lingual, dan palatal serta hubdan palatal serta hubungkanungkan dengan dresing yang telah terpasang di daerah interproksimal. Tutup seluruh daerah dengan dresing yang telah terpasang di daerah interproksimal. Tutup seluruh daerah luka dengan dres
luka dengan dresing, tanpa menggangging, tanpa mengganggu oklusi atau daerah perlekau oklusi atau daerah perlekatan otot. tan otot. KesalahanKesalahan yang sering terjadi adalah dresing yang dipasang terlalu lebar sehingga terasa yang sering terjadi adalah dresing yang dipasang terlalu lebar sehingga terasa mengganggu.
mengganggu. 12.
12. Ganti dresing dan buang debris pada daerah luka setiap minggu sampai jaringanGanti dresing dan buang debris pada daerah luka setiap minggu sampai jaringan sembuh sempurna dan dengan mudah dibersihkan oleh pasien. Epitel akan menutupi sembuh sempurna dan dengan mudah dibersihkan oleh pasien. Epitel akan menutupi luka dengan kecepatan 0,5 mm per hari setelah hilangnya aktivitas mitosis awal dari luka dengan kecepatan 0,5 mm per hari setelah hilangnya aktivitas mitosis awal dari epitel, 24 jam setelah operasi.
epitel, 24 jam setelah operasi. 13.
13. Setelah dresing terakhir dilepas, poles gigi dan instruksikan pasien untuk melakukanSetelah dresing terakhir dilepas, poles gigi dan instruksikan pasien untuk melakukan pengenda
KURETASE KURETASE
Kuretase di bidang periodontologi adalah membuang atau membersihkan jaringan yang Kuretase di bidang periodontologi adalah membuang atau membersihkan jaringan yang rusak, sementum nekrotik, serta jaringan yang dapat mengiritasi gingival yang merupakan rusak, sementum nekrotik, serta jaringan yang dapat mengiritasi gingival yang merupakan dinding dari poket.
dinding dari poket.33
A.
A. IndikasiIndikasi 33
1.
1. Poket supraboni yang dangkal dengan dinding poket yang meradang dan oedematusPoket supraboni yang dangkal dengan dinding poket yang meradang dan oedematus (≤ 5 mm
(≤ 5 mm)) 2.
2. Poket infraboni yang dapat dicapai oleh alat (misalnya, gigi Poket infraboni yang dapat dicapai oleh alat (misalnya, gigi anterior)anterior)
B.
B. KontraindikasiKontraindikasi 11
1.
1. Dinding poketDinding poket fibrotic fibrotic 2.
2. Poket yang dalamPoket yang dalam 3.
3. Keterlibatan percabangan akarKeterlibatan percabangan akar 4.
4. Daerah sulit dijangkau /aksesibilitas Daerah sulit dijangkau /aksesibilitas kurang memadaikurang memadai
C.
C. Teknik KuretaseTeknik Kuretase 11
Kelanjutan Kelanjutan skeling skeling dan root dan root planningplanning
MenghilangkaMenghilangkan n jaringan granulasijaringan granulasi
Membuat luka baruMembuat luka baru
Closed method / blind methodClosed method / blind method
D.
D. Tata Laksana Tata Laksana (Prosedur(Prosedur) Kuretase) Kuretase 11
1.
1. Sesuai indikasiSesuai indikasi 2.
2. Skeling dan root planing pada kunjungan ISkeling dan root planing pada kunjungan I 3.
3. Anaestesi lokal denganAnaestesi lokal dengan cytoject cytoject 4.
4. Masukkan kuret sejajar dengan aksis gigi sampai dasar poket, sisi tajam pada epitelMasukkan kuret sejajar dengan aksis gigi sampai dasar poket, sisi tajam pada epitel sulkuler
sulkuler
5.
5. Lakukan pengerokan (kuret) beberapa kaliLakukan pengerokan (kuret) beberapa kali
6.
6. IrigasiIrigasi 7.
7. Tekan daerah operasi 3-5 menitTekan daerah operasi 3-5 menit 8.
9.
9. Aplikasi periodontal dressingAplikasi periodontal dressing
10.
10. Kontrol 1 mingguKontrol 1 minggu
Pada pelaksanaanny
Pada pelaksanaannya kuretase dapat dila kuretase dapat dilakukan dalam 2 tahap akukan dalam 2 tahap :: 33 1.
1. Kuretase GingivalKuretase Gingival
Membuang jaringan yang rusak, jaringan granulasi pada gingival
Membuang jaringan yang rusak, jaringan granulasi pada gingival yang merupakan dindingyang merupakan dinding dari poket. Pada tahap ini perlu
dari poket. Pada tahap ini perlu dilakukan secara hati-hati agar gingival tidak rusak/sobek.dilakukan secara hati-hati agar gingival tidak rusak/sobek. 2.
2. Kuretase SubgingivaKuretase Subgingiva
Menghilangkan epithelial attachment dengan jalan memasukkan skeler di bagian apeks Menghilangkan epithelial attachment dengan jalan memasukkan skeler di bagian apeks dari epithelial attachment sehingga terjadi luka baru
dari epithelial attachment sehingga terjadi luka baru blood clotblood clot re-attachment.re-attachment. Karena pembuatan luka ini
Karena pembuatan luka ini maka pada kuretase perlu maka pada kuretase perlu dilakukan anestesi.dilakukan anestesi.
Teknik lain dari kuretase adalah Excisional New Attachment Procedure (ENAP), yaitu : Teknik lain dari kuretase adalah Excisional New Attachment Procedure (ENAP), yaitu : 33 1.
1. Anestesi (blok/infiltrasi)Anestesi (blok/infiltrasi) 2.
2. Diukur kedalaman poket dengan poket probeDiukur kedalaman poket dengan poket probe 3.
3. Dilakukan insisi di bagian dalam dari dinding poket (internal bevel incision) dari marginDilakukan insisi di bagian dalam dari dinding poket (internal bevel incision) dari margin gingival menuju dasar poket
gingival menuju dasar poket 4.
4. Dilakukan eksisi dan permukaan akar dilakukan (planning)Dilakukan eksisi dan permukaan akar dilakukan (planning) 5.
5. Dilakukan irigasi dengan larutan saline atau H2O2 3%Dilakukan irigasi dengan larutan saline atau H2O2 3% 6.
6. Bila gingival di bagian bukal dan lingual bisa ketemu dilakukan penjahitan, bila tidak Bila gingival di bagian bukal dan lingual bisa ketemu dilakukan penjahitan, bila tidak kontur dari tulang dibentuk (rekonturing) hingga gingival di bagian bukal dan lingual kontur dari tulang dibentuk (rekonturing) hingga gingival di bagian bukal dan lingual dapat bertemu dan dijahit.
dapat bertemu dan dijahit. 7.
7. Luka ditutup dengan periodontal pek. Periodontal pek dilepas setelah 1 minggu danLuka ditutup dengan periodontal pek. Periodontal pek dilepas setelah 1 minggu dan dianjurkan untuk melakukan oral fisioterapi
FLAP GINGIVA FLAP GINGIVA
Flap gingiva adalah kuretase subgingiva yang dikerjakan dengan pisau. Bagian yang Flap gingiva adalah kuretase subgingiva yang dikerjakan dengan pisau. Bagian yang terletak lebih dalam (epitel, perlekatan epitel dan jaringan granulomatus) pada poket terletak lebih dalam (epitel, perlekatan epitel dan jaringan granulomatus) pada poket periodontal dieksisi dan jaringan gingiva yang tersisa dilekatkan kembali ke permukaan akar periodontal dieksisi dan jaringan gingiva yang tersisa dilekatkan kembali ke permukaan akar gigi yang telah dibersihkan, agar membentuk perlekatan baru selama proses penyembuhan. gigi yang telah dibersihkan, agar membentuk perlekatan baru selama proses penyembuhan. Flap gingiva tidak pernah dibuat melebihi partautan mukogingiva. Jadi, gingiva tetap melekat Flap gingiva tidak pernah dibuat melebihi partautan mukogingiva. Jadi, gingiva tetap melekat ke tulang alveolar.
ke tulang alveolar. 22
A.
A. IndikasiIndikasi22
Flap gingiva diind
Flap gingiva diindikasikan ikasikan untuk keadauntuk keadaan sebagai bean sebagai berikut :rikut : 1.
1. Poket subraboni dengan kedalaman dangkal hingga moderat (5 mm atau kurang) dapatPoket subraboni dengan kedalaman dangkal hingga moderat (5 mm atau kurang) dapat memiliki lebar serta ketebalan jaringan berkeratin yang cukup.
memiliki lebar serta ketebalan jaringan berkeratin yang cukup. 2.
2. Regio anterior, dimana estetik menjadi pertimbangan dan diperlukan akses yang baik keRegio anterior, dimana estetik menjadi pertimbangan dan diperlukan akses yang baik ke permukaan akar untruk melakukan
permukaan akar untruk melakukan root planingroot planing..
B.
B. KontraindikasiKontraindikasi22
Flap gingiva merupakan kontraindikasi apabila terdapat kondisi seperti : Flap gingiva merupakan kontraindikasi apabila terdapat kondisi seperti : 1.
1. Zona jaringan berkeratin yang tersedia Zona jaringan berkeratin yang tersedia tidak mencukupi.tidak mencukupi. 2.
2. Terdapat cacat tulang yang memerlukan koreksi.Terdapat cacat tulang yang memerlukan koreksi. 3.
3. Terdapt poket palsu yang Terdapt poket palsu yang memerlukan koreksi.memerlukan koreksi.
C.
C. Prosedur PembedahanProsedur Pembedahan 22
Setelah pasien dapat menjalankan pengendalian plak yang baik
Setelah pasien dapat menjalankan pengendalian plak yang baik dan fase pengendalian bakteridan fase pengendalian bakteri telah selesai dilaksanakan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
telah selesai dilaksanakan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah : 1.
1. Anestesi daerah yang akan dibedah.Anestesi daerah yang akan dibedah. 2.
2. Buat insisi internal dengan bevel menggunakan pisau bedah dari mulai tepi jaringanBuat insisi internal dengan bevel menggunakan pisau bedah dari mulai tepi jaringan gingiva ke arah apikal
gingiva ke arah apikal hingga mencapai puncak tulang alveolar.hingga mencapai puncak tulang alveolar. 3.
3. Gerakkan pisau bedah ke arah interproksimal baik pada aspek fasial dan lingualGerakkan pisau bedah ke arah interproksimal baik pada aspek fasial dan lingual sedemikian rupa, hingga papila interdental dapat dipertahankan sebanyak mungkin. sedemikian rupa, hingga papila interdental dapat dipertahankan sebanyak mungkin. Maksud dari langkah ini adalah untuk memotong bagian dalam dinding jaringan lunak Maksud dari langkah ini adalah untuk memotong bagian dalam dinding jaringan lunak poket, di sekeliling permukaan gigi. Flap tidak dilepaskan seluruhnya dari perlekatannya poket, di sekeliling permukaan gigi. Flap tidak dilepaskan seluruhnya dari perlekatannya ke tulang alveolar (berbeda dari flap mukoperiosteal atau flap
4.
4. Insisi sekunder dibuat dari dasar poket melewati serabut puncak tulang alveolar ke arahInsisi sekunder dibuat dari dasar poket melewati serabut puncak tulang alveolar ke arah puncak tulang a
puncak tulang alveolar dan ke arah interprokslveolar dan ke arah interproksimal imal melewati serabut transmelewati serabut transeptal.eptal. 5.
5. Buang jaringan yang telah Buang jaringan yang telah dieksisi dengan kuret.dieksisi dengan kuret. 6.
6. Bersihkan semua sementum nekrotik dengan cermat. Permukaan akar harus menjadi kerasBersihkan semua sementum nekrotik dengan cermat. Permukaan akar harus menjadi keras dan halus, bebas dari plak dan kalkulus. Serabut jaringan ikat yang mendukung lebar dan halus, bebas dari plak dan kalkulus. Serabut jaringan ikat yang mendukung lebar biologis dan masih melekat ke permukaan gigi sekitar 1-2 mm koronal terhadap puncak biologis dan masih melekat ke permukaan gigi sekitar 1-2 mm koronal terhadap puncak alveolar tidak boleh dihilangkan.
alveolar tidak boleh dihilangkan. 7.
7. Bilas daerah operasi dengan air steril atau larutan normal saline steril, kemudian periksaBilas daerah operasi dengan air steril atau larutan normal saline steril, kemudian periksa kembali permukaan akar, apakah masih ada plak atau kalkulus yang tertinggal dan kembali permukaan akar, apakah masih ada plak atau kalkulus yang tertinggal dan hilangkan bekuan darah yang terlampau besar.
hilangkan bekuan darah yang terlampau besar. 8.
8. Lekatkan kembali tepi flap ke permukaan akar. Apabila tepi-tepi tersebut tidak dapatLekatkan kembali tepi flap ke permukaan akar. Apabila tepi-tepi tersebut tidak dapat beradaptasi dengan baik, bentuklah tulang di bawahnya hingga tercapai perlekatan tepi beradaptasi dengan baik, bentuklah tulang di bawahnya hingga tercapai perlekatan tepi flap yang baik.
flap yang baik. 9.
9. Jahit di bagian interproksimal dengan jahitan terputus atau matras vertiJahit di bagian interproksimal dengan jahitan terputus atau matras verti kal.kal. 10.
10. Tekan bagian fasial dan lingual daerah operasi selama 2-3 menit. Gunakan kain kasa Tekan bagian fasial dan lingual daerah operasi selama 2-3 menit. Gunakan kain kasa yangyang telah direndam larutan saline, agar bekuan darah yang terbentuk
telah direndam larutan saline, agar bekuan darah yang terbentuk diantara gigi dan jaringandiantara gigi dan jaringan lunak berukuran sekecil mungkin.
lunak berukuran sekecil mungkin. 11.
11. Pasang dresing periodontal menutupi daerah operasi, jaga jangan sampi dresing masuk Pasang dresing periodontal menutupi daerah operasi, jaga jangan sampi dresing masuk diantara gigi dan jaringan.
diantara gigi dan jaringan. 12.
12. Lepaskan dresing dan buka jahitan pada hari ke 7 Lepaskan dresing dan buka jahitan pada hari ke 7 hingga ke 10, dan poles daerah thingga ke 10, dan poles daerah tersebut.ersebut. 13.
13. Ulangi instruksi pengendalian plak di daerah operasi pada pasien. Latih pasien untuk Ulangi instruksi pengendalian plak di daerah operasi pada pasien. Latih pasien untuk menyikat gigi dan menggunakan benang gigi di daerah tersebut dengan cermat dan menyikat gigi dan menggunakan benang gigi di daerah tersebut dengan cermat dan hati-hati. Teknik meny
hati. Teknik menyikat gigi roll dan penggunaaikat gigi roll dan penggunaan benang gigi di daeran benang gigi di daerah h tepi gingiva selamatepi gingiva selama periode penyembuhan awal dapat memberikan kontrol plak yang baik tanpa mengganggu periode penyembuhan awal dapat memberikan kontrol plak yang baik tanpa mengganggu proses penyembuhan jaringan gingiva terhadap permukaan gigi. Kebersihan bergantung proses penyembuhan jaringan gingiva terhadap permukaan gigi. Kebersihan bergantung pada pengendalian plak selama masa kritis
pada pengendalian plak selama masa kritis 4 mingu pertama proses 4 mingu pertama proses penyembuhapenyembuhan.n. 14.
14. Poles permukaan gigi seminggu sekali, selama Poles permukaan gigi seminggu sekali, selama 4 minggu pascaoperasi.4 minggu pascaoperasi. 15.
15. Jangan lakukan probing selama waktu 3 bulan pascaoperasi, agar perlekatan epitel danJangan lakukan probing selama waktu 3 bulan pascaoperasi, agar perlekatan epitel dan serabut jaringan ikat ke permukaan gigi terbentuk dengan sempurna.
CARA MENGUKUR POKET CARA MENGUKUR POKET
Pemeriksaan poket periodontal harus mempertimbangkan : keberadaan dan distribusi Pemeriksaan poket periodontal harus mempertimbangkan : keberadaan dan distribusi pada semua permukaan gigi, kedalaman poket, batas perlekatan pada
pada semua permukaan gigi, kedalaman poket, batas perlekatan pada akar gigi, dan akar gigi, dan tipe pokettipe poket (supraboni atau infaboni ; simple, compound atau kompleks). Metode satu-satunya yang (supraboni atau infaboni ; simple, compound atau kompleks). Metode satu-satunya yang paling akurat untuk mendeteksi poket peridontal adalah eksplorasi menggunakan probe paling akurat untuk mendeteksi poket peridontal adalah eksplorasi menggunakan probe periodontal. Poket tidak terdeteksi oleh pemeriksaan radiografi. Periodontal poket adalah periodontal. Poket tidak terdeteksi oleh pemeriksaan radiografi. Periodontal poket adalah perubahan jaringan lunak. Radiografi menunjukkan area yang kehilangan tulang dimana perubahan jaringan lunak. Radiografi menunjukkan area yang kehilangan tulang dimana dicurigai adanya poket. Radiografi tidak menunjukkan kedalaman poket sehingga radiografi dicurigai adanya poket. Radiografi tidak menunjukkan kedalaman poket sehingga radiografi tidak menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah penyisihan poket kecuali kalau tidak menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah penyisihan poket kecuali kalau tulangnya sudah diperbaiki. Ujung gutta percha atau ujung perak yang terkalibrasi dapat tulangnya sudah diperbaiki. Ujung gutta percha atau ujung perak yang terkalibrasi dapat digunakan dengan radiografi untuk menentukan tingkat perlekatan poket
digunakan dengan radiografi untuk menentukan tingkat perlekatan poket periodontal.periodontal. 44
Menurut Carranza (1990), kedalaman poket dibedakan menjadi dua jenis, antara lain : Menurut Carranza (1990), kedalaman poket dibedakan menjadi dua jenis, antara lain : 44 1.
1. Kedalaman biologisKedalaman biologis
Kedalaman biologis adalah jarak antara margin gingiva dengan dasar poket (ujung Kedalaman biologis adalah jarak antara margin gingiva dengan dasar poket (ujung koronal dari junctional epithelium).
koronal dari junctional epithelium). 2.
2. Kedalaman klinis atau kedalaman probingKedalaman klinis atau kedalaman probing
Kedalaman klinis adalah jarak dimana sebuah instrumen ad hoc (probe) masuk kedalam Kedalaman klinis adalah jarak dimana sebuah instrumen ad hoc (probe) masuk kedalam poket. Kedalaman penetrasi probe tergantung pada ukuran probe, gaya yang diberikan, poket. Kedalaman penetrasi probe tergantung pada ukuran probe, gaya yang diberikan, arah penetrasi, resistansi jaringan, dan
arah penetrasi, resistansi jaringan, dan kecembungakecembungan mahkota.n mahkota.
Kedalaman penetrasi probe dari apeks jaringan ikat ke junctional epithelium adalah ± Kedalaman penetrasi probe dari apeks jaringan ikat ke junctional epithelium adalah ± 0,3 mm. Gaya tekan pada probe yang dapat ditoleransi dan akurat adalah 0,75 N. Teknik 0,3 mm. Gaya tekan pada probe yang dapat ditoleransi dan akurat adalah 0,75 N. Teknik probing yang benar adalah probe dimasukkan pararel dengan aksis vertikal gigi dan probing yang benar adalah probe dimasukkan pararel dengan aksis vertikal gigi dan “berjalan” secara sirkumferensial mengelilingi permukaan setiap gigi untuk mendeteksi “berjalan” secara sirkumferensial mengelilingi permukaan setiap gigi untuk mendeteksi daerah dengan penetrasi terdalam (Carranza, 1990). Jika terdapat banyak kalkulus, biasanya daerah dengan penetrasi terdalam (Carranza, 1990). Jika terdapat banyak kalkulus, biasanya sulit untuk
sulit untuk mengukur kedalaman poket karena kalkulus menghalangi masuknya probe. Maka,mengukur kedalaman poket karena kalkulus menghalangi masuknya probe. Maka, dilakukan pembuangan kalkulus terlebih dahulu secara kasar (gross scaling) sebelum dilakukan pembuangan kalkulus terlebih dahulu secara kasar (gross scaling) sebelum dilakukan pengukuran poket (Fedidkk, 2004).
Gambar 1.
Gambar 1. Probe “berjalan” untuk mengetahui poProbe “berjalan” untuk mengetahui po ket dan perluasannya (Carranza, 1990)ket dan perluasannya (Carranza, 1990)
Untuk mendeteksi adanya interdental craters, maka probe diletakkan secara oblique Untuk mendeteksi adanya interdental craters, maka probe diletakkan secara oblique baik dari permukaan fasial dan lingual sehingga dapat mengekplorasi titik terdalam pada baik dari permukaan fasial dan lingual sehingga dapat mengekplorasi titik terdalam pada poket yang terletak dibawah titik
poket yang terletak dibawah titik kontak (Carranza, 1990).kontak (Carranza, 1990).44
Gambar 2.
Gambar 2. Insersi probe secara vertikal (kiri) tidak Insersi probe secara vertikal (kiri) tidak mendeteksi interdental crater ;mendeteksi interdental crater ; probe dengan posisi oblique (kanan) mencapai titik
probe dengan posisi oblique (kanan) mencapai titik terdalam crater (Carranza, 1990)terdalam crater (Carranza, 1990)
Pada gigi berakar jamak harus diperiksa dengan teliti adanya keterlibatan furkasi. Pada gigi berakar jamak harus diperiksa dengan teliti adanya keterlibatan furkasi. Probe dengan desain khusus (Nabers probe) memudahkan dan lebih akurat untuk Probe dengan desain khusus (Nabers probe) memudahkan dan lebih akurat untuk mengekploras
mengekplorasi komponen horizontal i komponen horizontal pada lesi furkasi pada lesi furkasi (Carranza, 1990).(Carranza, 1990).44
Gambar 3.
Gambar 3.Eksplorasi dengan probe peridontal (kiri); Nabers probe Eksplorasi dengan probe peridontal (kiri); Nabers probe (kanan)(kanan) (Carranza, 1990)
Selain kedalaman poket, hal lain yang penting dalam diagnostik adalah penentuan Selain kedalaman poket, hal lain yang penting dalam diagnostik adalah penentuan tingkat perlekatan (
tingkat perlekatan (level of attachment level of attachment ). Kedalaman poket adalah jarak antara dasar poket dan). Kedalaman poket adalah jarak antara dasar poket dan margin gingiva. Kedalaman poket dapat berubah dari waktu ke waktu walaupun pada kasus margin gingiva. Kedalaman poket dapat berubah dari waktu ke waktu walaupun pada kasus yang tidak dirawat sehingga posisi margin
yang tidak dirawat sehingga posisi margin gingiva pun berubah. Poket yang dangkal pada 1/3gingiva pun berubah. Poket yang dangkal pada 1/3 apikal akar memiliki kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan poket dalam yang apikal akar memiliki kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan poket dalam yang melekat pada 1/3 koronal akar. Cara untuk menentukan tingkat perlekatan adalah pada saat melekat pada 1/3 koronal akar. Cara untuk menentukan tingkat perlekatan adalah pada saat margin gingiva berada pada mahkota anatomis, tingkat perlekatan ditentukan dengan margin gingiva berada pada mahkota anatomis, tingkat perlekatan ditentukan dengan mengurangi kedalaman poket dengan jarak antara margin gingiva hingga cemento-enamel mengurangi kedalaman poket dengan jarak antara margin gingiva hingga cemento-enamel junction (Carranza
junction (Carranza, 1990)., 1990). 44
Insersi probe pada dasar poket akan mengeluarkan darah apabila gingiva mengalami Insersi probe pada dasar poket akan mengeluarkan darah apabila gingiva mengalami inflamasi dan epithelium poket atrofi atau terulserasi. Untuk mengecek perdarahan setelah inflamasi dan epithelium poket atrofi atau terulserasi. Untuk mengecek perdarahan setelah probing, probe perlahan-lahan dimasukkan ke dasar poket dan dengan berpindah sepanjang probing, probe perlahan-lahan dimasukkan ke dasar poket dan dengan berpindah sepanjang dinding poket. Perdarahan seringkali muncul segera setelah penarikan probe, namun dinding poket. Perdarahan seringkali muncul segera setelah penarikan probe, namun perdarahan juga sering tertunda hingga 30-60 detik setelah probing (Carranza, 1990).
perdarahan juga sering tertunda hingga 30-60 detik setelah probing (Carranza, 1990). 44
Daftar Pustaka Daftar Pustaka
1.
1. http://fkgugm06.fileshttp://fkgugm06.files.wordpress.com/2.wordpress.com/2010/06/bedah-perio-1.010/06/bedah-perio-1.pptppt 2.
2. Bahan Ajar Periodontologi II oleh : Bahan Ajar Periodontologi II oleh : drg. Elita Tambunan, M.Kesdrg. Elita Tambunan, M.Kes 3.
3. Bahan Ajar Periodontologi III oleh : Bahan Ajar Periodontologi III oleh : drg. Christy Mintjelungandrg. Christy Mintjelungan 4.