• Tidak ada hasil yang ditemukan

: Inspektur Daerah (Een Rukmini, S.H., M.H.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ": Inspektur Daerah (Een Rukmini, S.H., M.H.)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Proposal

Judul Inovasi : “KIKIPAS” Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan

Inovator : Inspektur Daerah (Een Rukmini, S.H., M.H.) Implementasi Inovasi Sejak : 1 September 2020

Ringkasan Inovasi :

“KIKIPAS” Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan merupakan sarana dan prasarana berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Daerah Kota Sukabumi. Fungsi utama KIKIPAS adalah sebagai sistem yang mengolah data kegiatan pengawasan Inspektorat Daerah Kota Sukabumi mulai dari perencanaan yang berupa, Program Kerja Pemeriksaan (PKP), Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP), Notisi Hasil Pemeriksaan (NHP) dan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) seluruh laporan tersebut bisa dengan mudah dan memiliki standarisasi oleh para auidtor dan seluruh laporan bisa tersimpan secara aman pada server.

Pengaksesan berbagai aplikasi pada KIKIPAS hanya dengan satu kali login; Pengeditan data pribadi pengguna aplikasi; Pengelolaan pengguna aplikasi; Pengaturan hak akses pengguna aplikasi.

Aspek Yang Dinilai Deskripsi

1. Tujuan Inovasi Gambarkan/Jelaskan tujuan inisiatif ("gagasan") munculnya inovasi ini

Jawaban:

Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan itu adalah untuk membantu pengendalian dan peningkatan kinerja pengawasan Inspektorat Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsi Inspektorat dan sebagai peran serta masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan menuju terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government)

Inspektorat Daerah Kota Sukabumi" sebagai Aparat "Pengawasan Internal" Pemerintah berperan sebagai Quality Assurance yaitu menjamin bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara efisien, efektif dan sesuai dengan aturannya dalam mencapai tujuan organisasi. Titik berat pelaksanaan tugas "pengawasan"nya adalah melakukan tindakan preventif yaitu mencegah terjadinya kesalahan

(2)

kesalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan oleh Satuan Kerja Pemerintah "Daerah" (SKPD) serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah terjadi untuk dijadikan pelajaran agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang di masa yang akan datang.

2. Keselarasan Dengan

Kategori Yang Dipilih Jelaskan keterkaitan inovasi dengan kategori yang dipilih. Jawaban:

Inovasi Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan Kota Sukabumi termasuk ke dalam kategori TATA KELOLA PEMERINTAHAN.

Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan mendukung tercapainya tujuan ke-16 Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui Pilar pembangunan hukum dan Tata Kelola Pemerintahan.

Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan memberikan kemudahan akses layanan ASN Inspektorat Kota Sukabumi dalam mengolah data Kegiatan Pengawassan.

3. Signifikansi (Arti Penting)

Signifikansi (Arti Penting)

Jelaskan bagaimana inisiatif ini berperan penting dalam mengatasi kekurangan/ kelemahan tata kelola, administrasi umum atau pelayanan publik di suatu negara atau wilayah tertentu. Inisiatif tersebut harus berdampak positif terhadap kelompok-kelompok penduduk, termasuk kelompok yang rentan (yaitu anak- anak, perempuan, orang tua, orang cacat, dll.) dalam konteks negara atau wilayah Anda.

Jawaban:

Data capaian program dan kegiatan Pengawasan data dari 32 Perangkat Daerah hasil Pelaporan Audit dari para Auditor, mulai dari Program Kerja Pemeriksaan (PKP), Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP), Notisi Hasil Pemeriksaan (NHP) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mencapai 100% tahun 2020, Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan ini merupakan program Pemerintah Daerah yang di diamanatkan RPJMD Kota Sukabumi dengan keselaras Visi dan Misi Pemerintah Kota Sukabumi Periode Tahun 2018-2023, terutama “Misi Keempat” Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, dengan tujuan dan sasaran strategis pelaksanaan penyelenggaraan pengawasan dan

(3)

pembinaan oleh Inspektorat Kota Sukabumi, dalam upaya pemerintah dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government) bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

4. Inovasi Jelaskan mengapa inisiatif ini inovatif dalam konteks negara atau wilayah Anda.

Jawaban:

Inovasi Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan, yaitu layanan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan Kota Sukabumi, untuk membantu pengendalian dan peningkatan kinerja pengawasan Inspektorat Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsi Inspektorat dan sebagai peran serta masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan menuju terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government)

Jelaskan apakah inovasi ini asli atau apakah itu merupakan adaptasi/modifikasi/replikasi dari konteks lain.

Jawaban:

Inovasi “KIKIPAS” Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan Kota Sukabumi merupakan inovasi Asli dari Inspektorat Daerah Kota Sukabumi.

5. Transferabilitas Apakah inovasi tersebut memiliki potensi dan/atau terbukti telah diterapkan dan diadaptasi (disesuaikan) ke dalam konteks lain (misalnya negara atau wilayah lain) ? Jika ya, tolong jelaskan di mana dan bagaimana prosesnya

Jawaban:

Inovasi Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan yang cukup efektif sangat dimungkinkan untuk dilaksanakan Pengawasan di seluruh wilayah Indonesia, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

6. Sumber Daya dan

Keberlanjutan Sumber daya apa (yaitu keuangan, manusia atau lainnya) yang digunakan untuk melaksanakan inovasi tersebut?

Pemangku kepentingan lain mana di dalam institusi yang terlibat dan memberikan kontribusi dalam memunculkan dan melaksanakan inisiatif ini?

(4)

Langkah-langkah/strategi apa yang dilakukan inovator dalam memobilisasi/ menggerakkan seluruh sumber daya internal maupun eksternal? Bagaimana keberlanjutan sumber daya yang digunakan dalam inovasi ini? Apakah hingga saat ini sumber daya masih tersedia?

Jawaban:

1. Sumber Daya

Sumber Daya Manusia yang melaksanakan layanan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan terdiri atas 1 orang admin dan 16 Auditor. Semua tenaga dengan status ASN.

Selanjutnya untuk mendukung keberadaaan layanan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan ini agar berkelanjutan diperlukan alokasi anggaran rutin dari APBD pada tahun 2020 sebesar Rp. 50.400.000,-

Sarana yang dimiliki Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan berupa Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan.

Jelaskan apakah dan bagaimana inovasi ini berkelanjutan (meliputi aspek-aspek sosial, ekonomi dan yang berhubungan dengan lingkungan).

Jawaban:

Dalam rangka menjamin keberlangsungan inovasi Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan, maka dikembangkan Data Usulan R-Audit dan Usulan Audit, Data LHA (Laporan Hasil Audit) dan Data Tindak Lanjut LHA;

 Aspek sosial

Kehadiran Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan menjadi tempat data yang cepat dibutuhkan dalam kegiatan Pengawasan di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

 Aspek Ekonomi

Dengan adanya layanan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan memudahkan Auditor mendapatkan akses langkah kerja kegiatan pengawassan mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan pengawasan.

 Aspek Lingkungan

Kegiatan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan bersifat aktif sehingga dapat dijadikan sarana dalam membina APIP di lingkungan Inspektorat dan memudahkan layanan kegiatan

(5)

7. Dampak Apakah inovasi ini telah dievaluasi secara resmi skala dampaknya, melalui evaluasi internal atau eksternal misalnya evaluasi yang dilakukan oleh APIP atau lembaga lain yang relevan.

Jawaban: Ya

Jelaskan bagaimana inovasi ini dievaluasi dampaknya pada:

 Target/kelompok sasaran.

 Kelompok masyarakat di luar kelompok sasaran.

 Aspek tata pemerintahan instansi (misalnya efisiensi anggaran, perbaikan proses bisnis, kolaborasi antar satuan unit kerja/perangkat daerah dan/atau pemangku kepentingan lainnya, tingkat akuntabilitas).

Jawaban:

Dampak konkrit dari pelaksanaan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan Sukabumi mempermudah para auditor dalam menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan 32 Perangkaat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Indikator-indikator apa yang digunakan dalam evaluasi itu.

Jawaban:

Evaluasi Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan

Evaluasi layanan dan kinerja Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan dilakukan melalui :

 Evaluasi kinerja bulanan dan staff meeting  Evaluasi kinerja tahunan.

Indikator-indikator yang digunakan dalam evaluasi itu :

 Cakupan yang menggunakan Layanan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan

 Kendala dalam pelayanan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan kepada Auditor

Gambarkan/apa hasil evaluasi tersebut? Jawaban:

Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan melayani APIP dalam melaksanakan kegiatan pengawasan dari data kegiatan pengawasan tahun 2019 kinerjanya meningkat menjadi 100% pada 2020.

(6)

8. Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Jelaskan pemangku kepentingan mana yang terlibat, dan apa peran dan kontribusi mereka dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi inovasi ini.

Jawaban:

Membangun kemitraan, kolaborasi, dan koordinasi yang dilaksanakan secara terus menerus antara lembaga pemerintahan, salah satu kunci pelaksanan kegiatan Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan. Pemetaan peranan bagi seluruh pemangku kepentingan adalah sebagai berikut :

1. Wali Kota Sukabumi.

2. Wakil Wali Kota Sukabumi.

3. Perangkat Daerah Pemerintah Kota Sukabumi 4. Inspektorat Daerah.

5. BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat. 6. Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi. 7. Polres Sukabumi Kota.

8. Pihak swasta. 9. Pelajaran Yang

Dipetik Gambarkan pelajaran apa yang dipetik, serta usulan ide agar inovasi ini dapat ditingkatkan lebih lanjut atau gambarkan kekhususan inovasi yang membuat inovasi ini hebat, yang membawa perubahan yang lebih cepat dan lebih luas.

Jawaban:

1. Menghadirkan negara dan pemerintah melalui Sistem Informasi Kendali Kinerja Pengawasan dengan Perangkat Daerah untuk menindaklanjuti permasalahan kegiatan Pengawasan sesuai dengan kewenangan, dan 2. Meningkatkan kolaborasi dengan Perangkat

Referensi

Dokumen terkait

otomasi terprogram dimana gerakan mekanik suatu perkakas mesin atau peralatan yang lain dikendalikan oleh suatu program yang terdiri dari data alpanumerik dalam bentuk kode.. 

Dengan terpenuhi prasyarat dasar evaluasi yaitu adanya baseline data, indikator, target kinerja dari sasaran program maupun kegiatan, maka evaluasi dapat dilaksanakan, yang