• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hadirnya media sosial saat ini tentu sangat memudahkan dalam hal berkomunikasi, karena dengan adanya media sosial pengguna dapat dengan leluasa menyampaikan pendapatnya. (Pangesti,2017 : 9-10) Media sosial menjadi tempat orang-orang berkomunikasi dengan teman-teman yang dikenal di dunia nyata maupun dunia maya. Interaksi yang terjalin dengan orang lain di media sosial dapat dituangkan melalui kolom komentar, like/dislike pada setiap postingan, dan fitur-fitur lainnya yang disediakan media sosial.

Berdasarkan hasil survey dari APJII di tahun 2017, di Indonesia akses internet untuk menggunakan media sosial ada di peringkat kedua setelah chatting, dengan presentase penggunaan sebanyak 87, 13%. Presentase ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sudah menjadi trend nomor 1 sebagai gaya hidup di Indonesia.

Gambar 1.1

(2)

2 Gambar 1.2 :

Presentase Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Gaya Hidup

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pengguna Twitter di Indonesia sendiri menduduki peringkat 5 terbesar di dunia dengan jumlah 19,5 Juta pengguna dan seringkali tagar yang menjadi trending topic global berasal dari Indonesia. Tingginya tingkat penggunaan media sosial juga semakin menunjukkan cepatnya penyampaian informasi/pendapat lewat media sosial. Media sosial menyebabkan hilangnya batasan-batasan dalam bersosialisasi, karena dalam media sosial tidak ada batasan mengenai ruang dan waktu dengan siapa, kapan, dan dimana kita akan berkomunikasi. Dilansir dari Pusat Penelitian Politik, dalam arena politik Indonesia pasca Soeharto media sosial menggencarkan opini rakyat terhadap proses politik atau kasus dengan muatan politik yang tinggi. Salah satu contoh yang paling mononjol adalah isu antikorupsi dalam mengamati pro kontra isu KPK versus Polisi. Setiap detik dari peristiwa itu selalu muncul di timeline

(3)

3 Twitter, pada 6 Oktober menjelang tengah malam ketidakpastian mengenai penarikan penyidik Novel Baswedan terus bergulir, hingga kalangan pengguna Twitter merespons kicauan-kicauan untuk bertemu di Bundaran HI pada 7 Oktober pukul 07.00 WIB. Isu-isu sosial dan politik yang juga banyak mendapat respon lewat Twitter adalah: peringatan pembunuhan aktivits Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, kontroversi biaya perjalanan anggota dewan keluar negri.

Fadli Zon adalah wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 yang berasal dari partai Politik Gerindra dan dapat dikatakan sebagai pengguna aktif Twitter. Bergabung dengan Twitter sejak tahun 2009 dan menghasilkan 36.000 cuitan dengan jumlah pengikut sebanyak 900.000. Dilansir dari Kumparan.com terdapat 5 cuitan yang kemudian menuai hujatan paling banyak dari netizen, seperti :

1. “Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan”. Cuitan Fadli Zon mengenai ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan kemudian mendapat respon dari Menteri Susi dengan kembali mempertanyakan dan meminta pencerahan akan keberhasilan apa yang sudah dilakukan oleh Fadli Zon. Fadli Zon pun menjawab respon menteri Susi dengan santai dan meminta menteri Susi untuk hadir dalam acara diskusi peluncuran buku “Berpihak pada Rakyat” milik Fadli Zon.

2. “Beri kartu kuning, dikirim ke Asmat. Beri kartu merah dikirim kemana? Duh logika semakin menipis di negeri ini”. Aksi pemberian kartu kuning dari Ketua BEM UI Zaadit Taqwa pada saat Dies Natalis ke-68 UI mendapat perhatian dari banyak kalangan, termasuk Fadli Zon. Fadli Zon menuliskan sajak tentang peluit kartu kuning, Fadli juga menyindir pemerintahan Indonesia saat ini dengan menyoroti ketimpangan perekonomian di era pemerintahan. Dalam puisi tersebut

(4)

4 Fadli menyebutkan “Rakyat makin menderita, biaya hdup menggila, listrik bensin gas sembako melonjak naik, harga diri terus tercabik”. Fadli Zon juga menyindir Presiden karena akan mengirim Ketua BEM UI ke Asmat, Papua.

3. Polling Twitter tentang capres. Dalam polling ini terdapat 30, 336 votes dengan presentase 55% memilih Joko Widodo, dan 45% memilih Prabowo Subianto. Cuitan ini juga mendapat respon dari Fahri Hamzah, Fahri Hamzah menertawakan serta menyebut bahwa polling yang dibuat oleh Fadli Zon hanya membuat netizen pusing.

4. “ Dalam 3 tahun Pak @jokowi menikahkan 2 anaknya, tinggal 1 lagi. Semua Presiden RI kalah dalam soal ini. Kerja kerja kerja” . Pesta pernikahan putri Presiden juga mendapat sindiran oleh Fadli Zon. Kicauan ini juga menuai komentar dari netizen, seperti : @jibed_arpegios hahahaha..DPR DPR ra ngurusi aspirasi rakyat malah protes yang gak penting.. Bubarno wae DPR. “Nikah kok dijadikan masalah. Nikah ibadah bos. Kewajiban orang menikahkan anaknya bos. Anak situ ga bakalan situ nikahkan bos? Oooow,” tulis @Bli_abi. 5. “Banjir Jakarta, masih terus terjadi walaupun @basuki_btp sesumbar

tak akan banjir lagi. Tak boleh angkuh dan jumawa”. Fadli Zon menyindir kinerja Ahok mengenai ucapan Ahok yang menyatakan bahwa Jakarta tidak akan banjir lagi. Dalam cuitan ini fadli Zon turut memposting sebuah foto kondisi banjir di Sekolah, dengan debit air yang cukup tinggu sebagai sebuah bukti cuitannya.

Dalam cuitan Fadli Zon tanggal 30 Maret mengenai pemimpin planga-plongo juga menuai kontroversi.

(5)

5 Gambar 1. 3

Cuitan @fadlizon mengenai Pemerintahan

Fadli Zon berpendapat bahwa jika Indonesia ingin bangkit, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Vladimir Putin. Dilansir dari tempo.com, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany melontarkan kritik terhadap cuitan Fadli Zon dengan mengatakan bahwa Putin bukan contoh pemimpin yang baik, karena di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi. Kritikan Tsamara Amany ini kemudian di tanggapi oleh RBTH Indonesia dengan mengatakan bahwa pernyataan dari Tsama Amany menunjukkan kedangkalan wawasan. Dilansir dari Viva.co.id setelah mendapat kritik dari Tsamara Amany, Fadli Zon pun menantang debat semua pengurus PSI untuk berdebat mengenai istilah plonga-plongo. Tantangan dari Fadli Zon pun disambut baik oleh Tsamara Amany. Tsamara pun siap berdebat dengan Fadli Zon mulai soal oposisi tak kredibel sampai penyebutan pemimpin plonga-plongo. Bukan hanya mendapat kritik dari Tsamara Amany, dilansir dari Viva.co.id Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Tridianto menganggap bahwa cuitan Fadli Zon ini terkesan menghina Jokowi dan tidak sopan serta tidak beradab.

(6)

6 Gambar 1. 4

Cuitan @fadlizon mengenai Pemerintahan

Dalam cuitannya Fadli Zon berpendapat bahwa jika aksi teror biasanya berkembang di negara yang lemah pemimpinnya. Dilansir dari detik.com Hanura menyebut Fadli Zon sengaja mencari kambing hitam atas aksi teror ini. Menurut Inas Nasrullah, ketua DPP Hanura sebagai seorang wakil ketua DPR seharusnya Fadli Zon berperilaku sebagai negarawan, sehingga tidak memanfaatkan peristiwa ini untuk kepentingan politik kelompoknya. Tak hanya dari partai politik, tercatat ada 7.700 cuitan netizen yang membalas cuitan ini. Akun @deemaz85 kemudian membalas cuitan ini dengan bertanya

(7)

7 kepada Fadli Zon: “Karena trias politica, anda legislative juga bagian dari kepemimpinan negara ini, kalau tidak salah partai anda dan partai teman-teman anda yang memperumit pembahasan dan pengesahan undang-undang anti terorisme kan? “

Persoalan di atas merupakan beberapa contoh dari cuitan dari Fadli Zon yang mampu memicu respon dari masyarakat. Dalam penelitian ini penulis akan berfokus kepada satu cuitan Fadli Zon yang menjadi kontroversi di saat masa kampanye, seperti yang diketahui bahwa Fadli Zon berasal dari partai Gerindra dan kerap memberikan kritik terhadap pihak petahana, yaitu calon presiden-wakil presiden nomor urut 1. Cuitan tersebut adalah Puisi “Doa yang ditukar”. Puisi ini menuai kontroversi karena mampu berlanjut ke dunia nyata. Dilansir dari detik.com, puisi tersebut menuai protes dari santri se-Kabupaten Kudus

Dari puisi “Doa yang ditukar” peneliti ingin mengkaji pesan dan makna dari cuitan tersebut dengan menggunakan semiotika milik Umberto Eco. Adapun latar belakang pemilihan Semiotika milik Umber Eco adalah : konsep semiotika komunikasional yang berlandaskan pada unit-unit kultural, serta Umberto Eco menganggap bahwa semiotika menjadi alat untuk berbohong dalam menjelaskan sebuah tanda. Kedua hal di atas dibutuhkan oleh penulis dalam menafsirkan sebuah Pesan dan makna yang disampaikan dalam ajang kampanye.

1.2 Rumusan Masalah

Fadli Zon merupakan aktor politik yang kerap menuai kontroversi dalam cuitannya di Twitter. Dari persoalan di atas maka rumusan masalah yang akan diangkat oleh peneliti adalah: Bagaimana pesan dan makna cuitan Fadli Zon di Twitter selama masa kampanye terhadap lawan politiknya ?

1.3 Tujuan Penelitian

Ingin menganalisis pesan dan makna cuitan Fadli Zon di Twitter terhadap lawan politik

(8)

8 1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1.4.1 Manfaat Praktis

Memberikan pemahaman agar masyarakat melek media terhadap segala informasi, gagasan, pendapat yang diterima dari media sosial. 1.4.2 Manfaat Teoritis

Memberikan pengetahuan mengenai pesan politik kepada peneliti selanjutnya.

1.5 Definisi Konsep dan Batasan Penelitian 1.5.1 Media Sosial

Media sosial digunakan sebagai perantara pesan antara komunikator politik kepada komunikan

1.5.2 Twitter

Twitter sebagai media sosial yang digunakan oleh komunikator politik

1.5.3 Pesan

Hal yang ingin disampaikan oleh komunikator politik 1.5.4 Makna

Makna adalah apa yang diartikan atau apa yang dimaksudkan. Makna merupakan hubungan timbal-balik antara bunyi dan pengertian.

Referensi

Dokumen terkait

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, sumber segala kebenaran, sang kekasih tercinta yang tidak terbatas pencahayaan cinta-Nya bagi hamba-Nya, Allah Subhana Wata‟ala

Melalui kegiatan observasi di kelas, mahasiswa praktikan dapat. a) Mengetahui situasi pembelajaran yang sedang berlangsung. b) Mengetahui kesiapan dan kemampuan siswa dalam

Dua hal yang dipelajari penulis dengan pendekatan kemosistematika dalam peng- amatan adalah: (1) ketetapan karakter pada kelompok besar tetumbuhan yang memiliki arti dalam

Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi Masyarakat Kampung Bali, yang penelitiannya meliputi wawancara pada Masyarakat Suku Bali di Desa Cipta Dharma atau

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk

Shafwah al-Tafasir dalam ayat ini, al-Shabuni mengutip pendapatnya ibn Jazzi yang mengatakan bahwa Allah menciptakan kalian dan perbuatan kalian. Serta dalam konteks