• Tidak ada hasil yang ditemukan

Redesain Interior Museum Kesehatan Dr. Adhyatma MPH yang Bersifat Fun dengan Konsep Neo Kolonial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Redesain Interior Museum Kesehatan Dr. Adhyatma MPH yang Bersifat Fun dengan Konsep Neo Kolonial"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Redesain Interior Museum Kesehatan

Dr. Adhyatma MPH yang Bersifat Fun dengan

Konsep Neo Kolonial

Muhammad Fariz Kusuma 3408100045

Thomas Ari K, S.Sn, MT

Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan,

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

E-mail Penulis 1 : [email protected]

E-mail Penulis 2 : [email protected]

Abstrak—Kesehatan merupakan hal yang tidak pernah

bisa lepas dari kehidupan manusia perkembangan populasi membuat banyaknya perbedaan sifat manusia dan kebiasaan. Sehingga menyebabkan perbedaan cara menjaga kesehatan diri. Oleh karena penyakit yang berkembang semakin banyak dan beragam. Hal ini perlu dicegah dengan cara memberikan pengetahuan yang cukup tentang dunia kesehatan. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH merupakan salah satu media pembelajaran tentang dunia kesehatan yang efektif untuk masyarakat Namun minat masyarakat untuk berkunjung ke museum ini semakin berkurang. Suasana ruang yang monoton, tata letak benda pamer dan cara mendisplay benda pamer merupakan beberapa hal yang mempengaruhi berkurangnya minat pengunjung. Untuk itulah diperlukan suatu pembaruan dalam konsep museum ini. Penciptaan sifat fun pada ruangan museum adalah cara untuk meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung. Tetap mempertahankan keunikan langgam bangunan tetapi tetap mengikuti perkembangan jaman untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat saat ini dengan menggunakan langgam Neo Kolonial Belanda.

Kata Kunci—Kesehatan, Fun, Neo, Kolonial

I. PENDAHULUAN

ukup banyak penyakit-penyakit yang berkembang dalam masyarakat. Virus dan bakteri ini berkembang karena pola hidup manusia yang kurang sehat. Virus dan bakteri penyebab terjadinya penyakit sering kali menyerang pada daerah yang berpopulasi tinggi. Surabaya adalah wilayah perkotaan yang berpopulasi tinggi dan rawan terjangkit penyakit. Sehingga kota Surabaya memiliki berbagai macam teknik pengobatan mulai dari yang tradisional, alternatif dan modern.

Museum adalah salah satu media pembelajaran terhadap bidang ilmu pengetahuan. Sumber informasi yang disajikan oleh museum adalah media yang paling efektif. Museum Kesehatan Dr Adhyatma Surabaya adalah suatu media yang tepat untuk mengatasi kurangnya pengetahuan akan kesehatan pada masyarakat di daerah berpopulasi tinggi seperti Surabaya. Museum berlanggam kolonial belanda yang terletak di Jl. Indrapura 17 Surabaya Jawa Timur ini dibawah naungan oleh Departemen Kesehatan RI Namun Museum ini kurang

diminati oleh masyarakat dan cenderung sepi. Banyak beberapa faktor yang dapat menyebabkan berkurangnya minat masyarakat untuk mengunjungi museum ini.

Faktor lokasi, museum ini tidak mudah untuk ditemukan walaupun terletak di Jalan Indrapura yang merupakan jalan besar utama. Pada faktor objek pamer, ada objek pamer yang sebenarnya dapat menarik masyarakat dan sekaligus membuat takut masyarakat. Pada faktor suasana ruang, museum ini memiliki suasana yang tidak terlalu nyaman. Menurut hasil penilitian dari Prof Dr Harijadi Soeprapto yang merupakan salah satu pendiri museum kesehatan ini, museum ini memiliki pancaran Gelombang Geo Pathogen. Pada faktor keefektifan informasi yang diberikan, museum ini memiliki data yang cukup lengkap tentang objek pamer. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dibutuhkan penataan ulang interior Museum Kesehatan Dr Adhyatma ini dengan mengangkat konsep fun dan untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam menyerap ilmu yang diterima dengan langgam kolonial belanda. Sifat fun yang diwujudkan adalah dengan penggunakan warna-warna cerah. Langgam Neo Kolonial dihadirkan dengan memberi sentuhan pada elemen pembentuk ruang. Dari sifat dan langgam tersebut dapat menunjang meningkatnya ketertarikan pengunjung untuk dapat mencari informasi yang fun di museum ini. Dan berharap bahwa masyarakat dapat lebih mengenal lebih jauh tentang dunia kesehatan..

II. KAJIANPUSTAKADANEKSISTING

A. Kajian Neo Kolonial Belanda

Karakteristik dari Eksterior bangunan Neo Kolonial Belanda adalah fasad simetris, material dari batu bata atau kayu tanpa pelapis, area masuk biasanya mempunyai dua daun pintu, denah simetris, jendela besar berbingkai kayu, terdapat dormer (bukaan pada atap), Penggunakan teknik pencahayaan

Karakteristik dari Interior bangunan Neo Kolonial Belanda adalah kolom dilapisi gypsum bermotif atau bata expose . Dinding cat warna putih dan jarak antara lantai dan plafon tinggi skitar 400-500 cm..

(2)

Gambar. 1. Eksterior dan Interior Bangunan Neo Kolonial Belanda Bank Indonesia

Sumber : www.bi.go.id.com (Tahun 2010)

B. Kajian Fun

Suasana fun pada interior museum yang akan dimunculkan berbeda dengan kebanyakan konsep fun pada desain interior lainnya yang memiliki karakteristik berupa penggunakan warna cerah yang beraneka ragam. Pengunaan penggambaran suasana yang tepat sesuai dengan benda yang dipamerkan merupakan kekuatan dari fun yang kan ditimbulkan.

C. Eksisting

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH terletak di gedung Pusat Penelitian Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan di Jl. Indrapura No. 17 Surabaya. Bangunan Museum Kesehatan menempati sebagian dari gedung Puslitbang Yantekes, dimana bangunan dan ruangan yang dipakai pada museum saat ini adalah bangunan yang dulunya tidak dirancang untuk museum. Sehingga keberadaan museum ini adalah memanfaatkan ruangan yang ada yaitu bekas rumah sakit. Bangunan ini menempati sisi selatan bila dilihat dari pintu masuk Gedung Puslitbang Yantekes.

D. Daftar Objek Museum

• Sasana Adhyatma :

- Peresmian Museum Kesehatan Pelayanan Teknologi Kesehatan oleh Dr. Soemartono, DHSA

- Peringatan peresmian pendirian Lembaga Penyakit Kelamin oleh Menkes Dr. J. Leimena

• Sasana Sejarah Instansi, Sasana Pendidikan dan Organisasi Kesehatan.

- Urutan foto menteri kesehatan dari dulu hingga sekarang. - Piagam peresmian lembaga penyakit kelamin

• Sasana Alat Non Medik

- Kendaraan yang digunakan oleh petugas KOPEM (Komando Pemberantasan Malaria)

- Delincoscope, Proyektor Film,Proyektor Slide (Sebagai alat AVA(Audio Visual Acid)

• Sasana Reproduksi

- Meja Ob-Gyn (Untuk memeriksa penderita kandungan) - Celana Pendek anti Pemerkosaan dengan sistem gembok • Sasana Alat Medik

- Beberapa macam tempat sampah medis - Alat bantu jalan bagi penderita cacat. • Sasana Kedokteran

- Alat-alat sterilisator instrument kedokteran

- Philistat Diathermy alat pemanasan untuk pelemasan otot. • Sasana Daur Ulang

- Bekas jarum suntik dan daur ulangnya

- Bekas peralatan kesehatan. • Sasana Flora dan Fauna

- Herbarium tanaman obat.

- Daya serapTanaman Pakis sebagai Geophatogen. • Sasana Ilmu Pengetahuan

- Struktur kimia, proses interaksi Antigen-Antibody - Struktur kimia Cholestana.

• Sasana Pengobatan Tradisional - Alat Pasung

- Alat tusuk Jarum

• Sasana Kesehatan Reproduksi - Alat penutup kelamin pria (Koteka) - Alat KB jaman dahulu.

• Sasana Genetika

- Mitos turunan Raja tidak boleh makan Bebek. - Mitos turunan Raja tidak boleh menyakiti Kerbau. • Sasana Kencana

- Perlengkapan Ekspedisi Banyuwangi di Alas Purwo - Pusaka Keris dan Tombak dari ekspedisi Banyuwangi.

III. METODOLOGIDESAIN

A. Alur Desain

Skema. 1. Eksterior dan Interior Bangunan Neo Kolonial Belanda Bank Indonesia

Sumber : Data Penulis (Tahun 2013) - Data Eksisting

Data mengenai keadaan dan fungsi suatu bangunan. Data eksisting akan berisi tentang data fisik, data karya kartun, kebutuhan ruang, permasalahan dan perilaku pengguna.

- Data Pustaka

Data pustaka berisi tentang data kajian konsep langgam dan sifat, data umum museum, syarat-syarat museum dan analisa data pustaka.

(3)

- Data Objek Pembanding

Data-data mengenai kondisi fisik yang mirip dengan perancangan yang akan dibuat. Sehingga dapat membantu perancang mendapatkan permasalahan-permasalahan yang sekiranya dapat terjadi dalam perancangan.

- Analisa

Analisa adalah proses menemukan permasalahan yang ada. Proses ini berlangsung dengan cara membandingkan data eksisting, data obyek pembanding dan data pustaka.

- Konsep Desain

Konsep desain merupakan hasil dari analisa data yang ada dan digunakan untuk memecahkan permasalahan. Dalam konsep desain ini semua hal yang dibutuhkan dalam mendesain suatu interior harus dipikirkan. Dalam konsep perancangan ini berisi tentang bentuk, warna, pola sirkulasi, sistem pencahayaan, elemen pembentuk ruang, sistem penghawaan, dll.

IV. PEMBAHASAN

A. Analisa Eksiting

Elemen Desain Interior Hasil Analisa

Lantai Material keramik warna putih dan krem

Ukuran 40x40cm Glossy

Dinding Dinding plester cat warna putih

Warna dasar putih

Plafon Plafon Expose warna putih

Terdapat balok expose warna putih

Penghawaan Suhu ± 250

Menggunakan AC Split tiap ruang C

Pencahayaan Sumber cahaya utama tiap ruang

menggunakan Lampu PL

Penerangan karya menggunakan LED Spot Pencahayaan alami melalui glass block.

Furniture Meja Administrasi

Lemari arsip TV LED 24 inch Vitrin

Meja Display Kaca Display

Tabel 1: Tabel analisa elemen desain interior Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH

Sumber : Data Penulis (Tahun 2012)

B. Analisa Mendisplay Objek Pamer

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH menggunakan Media Vitrin, Lemari Kaca, Kotak Kaca, Tabung Pengawet, Pigora dan Diorama. Untuk cara mendisplay objek pamer yang menggunakan Media Vitrin,

Pigora dan Lemari Kaca tidak ditemukan masalah dan penataanya juga nyaman untuk dilihat.

C. Analisa Aktivitas Pengguna

No Pengguna Ruang Aktivitas

1 Pengunjung Area Masuk

R. Administrasi Area Pameran Perpustakaan Toilet Pengunjung Memasuki bangunan museum.

Membayar tiket masuk museum.

Melihat lihat koleksi pameran.

Melihat buku-buku dan arsip benda koleksi museum. Buang air kecil atau besar

2 Karyawan

Administrasi Area Masuk R. Administrasi Area Pameran Perpustakaan Toilet Gudang

Memasuki bangunan museum Mendata pengunjung

Melayani pembayaran tiket masuk museum

Mengecek dan merawat keadaan benda-benda koleksi museum

.Mengecek dan merawat keadaan buku-buku museum. Buang air kecil atau besar Mengecek keadaan gudang.

3 Karyawan

Keamanan Area Masuk

R.Administrasi Area Pameran Perpustakaan Toilet Gudang Menyambut pengunjung museum.

Menjaga keadaan area depan museum.

Mengecek keadaan ruang administrasi.

Mengecek keadaan benda-benda koleksi museum. Mengecek keadaan ruang perpustakaan.

Buang air kecil dan besar. Mengecek keadaan perabot dan koleksi museum yang ada di gudang.

Tabel 2 : Tabel analisa aktivitas pengguna Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH

(4)

D. Karakteristik Logo Dinas Kesehatan

Berikut adalah beberapa ciri khas Dinas Kesehatan yang sudah sangat umum dikenal masyarakat:

Gambar 2 : Logo Perusahaan Dinas Kesehatan Repunlik Indonesia Sumber : Profil Kesehatan Kota Tebing Tinggi (Tahun 2008) • Palang Hijau terletak di dalam bunga wijayakuesuma

dengan lima daun mahkota

• Bunga Wijayakesuma ditopang oleh lima kelompok daun berwarna hijau .

• Bunga Wijayakesuma dengan lima daun mahkota berwarna putih dan kelopak daun berwarna hijau

• Palang berwarna hijau • Bentuk garis bulat

E. Analisa Kebutuhan Runag

Diagram 1 : Bubble Diagram hubungan ruang Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH

Sumber : Data Penulis (Tahun 2012)

V. KONSEPDESAIN

A. Konsep Desain

Skema 2 : Skema Konsep Desain Sumber : Data Penulis (Tahun 2012)

Dari skema konsep desain di atas, dapat terlihat ditemukan acuan-acuan yang akan digunakan untuk mempermudah proses mendesain nantinya. Yaitu antara lain :

• Objek desain : objek yang akan difokuskan sebagai media yang akan didesain adalah Galeri Utama Museum Kesehatan Dr. Adhyatma dan diikuti oleh fasilitas-fasilitas pendukungnya.

• Bentukan dan Warna : sumber yang akan dijadikan salah satu acuan adalah logo dari Corporate Identity Museum Kesehatan Dr. Adhyatm, MPH. Yaitu logo dari Dinas Kesehatan Republik Indonesia.. Dari logo ini akan diambil cirikhas bentuk-bentuk lengkungan serta Warna Hijau dan Putih.

Display dan Pencahayaan : sistem penyajian benda koleksi dan elemen-elemen tambahan menggunakan sistem “neo.” Sistem “neo” menggunakan teknik-teknik modern dalam rencana desainnya. Vitrin di dinding, display koleksi gantung, pencahayaan backlight, uplight dan

wallwasher.

• Landasan Desain : tema fun, edukatif dan interaktif akan dijadikan acuan dalam setiap rancangan pada display, pencahayaan, warna dan lain-lain

(5)

B. Hubungan Ruang Sasana Adhyatma Counter Sasana Organisasi Kesehatan Sasana Medis Sasana Kedokteran Sasana Non Medik Sasana Kesehatan Reproduksi Sasana Daur Ulang Sasana Flora dan Fauna Sasana Ilmu Pengetahuan Souvenir Ruang Administrasi Ruang Tamu Ruang Security Gudang Objek Pamer Ruang ME Area Parkir Perpustakaan dan Mini Bar Sasana Sejarah Instansi Area 2 Publik Semi Publik Privat Service Karyawan Pengunjung

AREA 1

Diagram 2 : Bubble Diagram Area 1 Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

Area 1 Sasana Penyembuhan Tradisional Sasana Kesehatan Reproduksi Sasana Genetika Sasana Kencana

Area Parkir KebersihanRuang PengunjungToilet

AREA 2

Publik Semi Publik Privat Service Karyawan Pengunjung

Diagram 3 : Bubble Diagram Area 2 ( penulis ) Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

Dengan menggunakan Bubble Diagram Ruang Area 1 dan Area 2 tersebut diatas, dapat diketahui penataan fungsi ruang pada bangunan Museum Dr. Adhyatma, MPH yang baru. Penempatan posisi ruang lebih mudah buat.

C. Konsep Warna

Ada beberapa konsep warna yang dihadirkan ke dalam interior bangunan Museum Kesehatan Dr. Adhyatma MPH, yaitu warna-warna dari Neo Kolonial Belanda dan dari

Corporate Identity Dinas Kesehatan RI.

Gambar 3 : Warna – Warna Dinas Kesehatan RI Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

Gambar 4 : Warna – Warna Neo Kolonial Belanda Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

D. Konsep Bentuk

Konsep bentuk lengkungan yang diumakan sebagai acuan dalam desain untuk membentuk suasan ruangan yang memiliki sifat fun, edukatif dan aktraktif serta memiliki langgam neo kolonial belanda. Logo Dinas Kesehatan Republik Indonesia juga menjadi acuan dalam desain bentuk nantinya.

Gambar 5 : Pengambilan bentuk Lengkung Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

Gambar 6 : Sketsa Transformasi Lengkung Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

(6)

Gambar 7 : Sketsa Perspektif Hasil transformasi Lengkung Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

Keterangan gambar ilustrasi :

1. Perkembangan transformasi dari bentuk lengkung yang diambil dari logo Dinas Kesehatan Republik Indonesia. 2. Dari gambar tersebut yang merupakan poin utama adalah

eksplorasi bentuk lengkung menjadi bentuk 3d.

3. Bentuk 3D pada hasil transformasi bentuk tersebut digunakan sebagai partisi furniture display dan elemen estetik pada ruang Sasana Organisasi kesehatan dan Pendidikan.

VI. KESIMPULANDANSARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari seluruh pembahasan adalah sebagai berikut :

1. Dalam riset desain seharusnya didapatkan data-data penunjang data Tugas Akhir secara lengkap agar didapatkan desain yang sesuai dengan keinginan.

2. Perencanaan redesain interior yang bersifat fun, edukatif dan interaktif dengan langgam neo kolonial belanda pada Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum ini sehingga ilmu pengetahuan masyarakat tentang dunia kesehatan semakin bertambah.

3. Pemindahan lokasi Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH ke rencana bangunan baru merupakan cara untuk mengatasi keterbatasan ruang dengan ukuran benda pamer yang besar.

B. Saran

Karena museum ini diurus oleh Dinas Kesehatan Republik Indonesia, yang berarti museum ini dinaungi oleh pemerintah. Sebaiknya perawatan dan pengembangan museum ini nantinya harus lebih baik daripada museum

yang dinaungi oleh pihak swasta. Dengan perawatan dan pengembangan yang baik, maka minat masyarakat untuk berkunjung semakin meningkat dan museum ini dapat menjadi salah satu tempat pariwisata yang menonjol di Surabaya.

UCAPANTERIMAKASIH

Saya Muhammad Fariz Kusuma sebagai mahasiswa Desain Interior yang telah melakukan penelitian pada tugas akhir ini, saya ucapkan terima kasih pada Allah SWT yang Maha Esa, kedua orangtua saya.Terima Kasih kepada Bapak Haryadi Superto selaku perintis Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH Terima kasih kepada Rektorat Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Ketua jurusan desain produk dan para dosen yang pembimbing dan pengajar saat awal kuliah hingga sekarang. Serta teman-temanTA.

DAFTARPUSTAKA • Amiyella Endista, Pengumpulan Data.

• Anonim,1994,Direktorat Jendral,Kebudayaan Proyek Pembinaan Permusiuman Jakarta:18

• Bagian Administrasi Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH Surabaya. Deep Interview. 2012

Buku Panduan Mengunjungi Museum Indonesia Buku Pedoman Pendirian Museum 1999/2000, p 17-18 Depdikbud, 1990, Hal 89

Depdikbud, Pedoman Tata Pameran Di Museum, 1993/1994, hal 16-18

Francis D. K. Ching, Ilustrasi Desain Interior, Erlangga, Jakarta, 1996, hal. 72

Francis J.Geck, Interior Design & Decoration, 1997:146 Handinoto. 1996. Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial

Belanda di Surabaya 1870-1940

• Ivanovich Agusta, Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Kualitatif

• Kamus Bahasa Indonesia W.J.S Poerwadarminto • Majalah PROMARIS Edisi Juni 2001

• Panero & Zelnik Human dimension & interior design 1979 : 19 • Profil Kesehatan Kota Tebing Tinggi Tahun 2008.pdf, 04-03-2012,

10:55

• Rai Kalam dalam Rangka Purba ,2002, Galeri Seni Rupa Di Kerambitan Tabanan : 18-20

• Rapini,1996,Tata Pameran Museum Propinsi Bali:17 • www.acteverain.com (10 Maret 2012, 21:00 WIB) • www.advergames.com (25 Februari 2012, 23:00 WIB) • www.andyrahman.files.wordpress.com (25 Februari 2012, 22:30

WIB)

• www.bankindonesia.com (10 Februari 2012, 20:00 WIB) • www.blognyamitra.wordpress.com(15 Februari 2012, 19:00 WIB) • www.darwinmuseum.ru(5 Maret2012, 20:30 WIB)

• www.desingspotter.com (6 Februari 2012, 19:00 WIB) • www.eastjava.com (28 Februari 2012, 23:00 WIB)

• www.en.wikipedia.org/wiki/Museum#Archaeology_museums (10 Februari 2012, 20:00 WIB)

• www.google.com (10 Februari 2012, 20:00 WIB)

• www.house-improvement.com (10 Maret 2012, 21:00 WIB) • www.houseofsampoerna.com (25 Februari 2012, 23:00 WIB) • www.intro-design-tutor.net (15 Februari 2012, 19:00 WIB) • www. juveirnrs.com (10 Maret 2012, 21:00 WIB) • www.larryspec.com (5 Maret2012, 20:30 WIB)

Gambar

Tabel 1: Tabel analisa elemen desain interior Museum Kesehatan Dr.
Gambar 2 : Logo Perusahaan Dinas Kesehatan Repunlik Indonesia  Sumber : Profil Kesehatan Kota Tebing Tinggi (Tahun 2008)
Diagram 2 : Bubble Diagram Area 1   Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)
Gambar 7 : Sketsa Perspektif Hasil transformasi Lengkung  Sumber : Data Penulis (Tahun 2013)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kesimpulan melihat adanya pengaruh bahwa penggunaan Taksonomi Bloom Revisi dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik, maka

Many such events will have a direct impact on agricultural systems now and in the future, including through increased length, frequency and/or intensity of heatwaves,

Kegiatan mengkoordinir sumberdaya, tugas, dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan cara yang efisien dan efektif.

Untuk kegiatan professional kedokteran dan kesehatan, berdasarkan jenis kegiatan dibagi menjadi: Kegiatan pribadi, dokumen bukti dibuat oleh yang bersangkutan dengan

Upaya yang dilakukan guru ini diwujudkan dengan selalu meminta siswa untuk bertanya saat guru selesai menjelaskan materi, kesempatan yang diberikan ini tidak

kota maka kedekatan yang dibutuhkan untuk melanjutkan satu set norma-norma umum, tinmdakan-tindakan dan harapan-harapan orang di satu sektor mungkin bertentangan

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Tekanan eksternal berpengaruh positif signifikan pada penerapan transparansi pelaporan

Pimpinan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi SULUT sebaiknya memperhatikan variabel kualitas kehidupan kerja, disiplin kerja dan kompensasi karena memiliki pengaruh