18 BAB III
DATA DAN ANALISA PERANCANGAN
A. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Rancangan
NO DATA MANFAAT
1. Ukuran burung besar salah satunya adalah burung kacer :
Gambar. 7 Ukuran burung kacer (Sumber: www.omkicau.col)
Tipe burung kacer adalah tipe petarung memiliki gaya suara variasi. makanan burung kacer adalah serangga juga bisa makan pur seperti merek topsong, ukuran kacer yaitu : Panjang antara :15 cm – 22 cm.
Menentukan Ukuran Sangkar Burung :
a). ukuran sangkar harian
yang dipakai burung kacer yaitu : No.1 : P 50cm x L 45 cm x T 75cm yaitu untuk burung besar seperti kacer, cucak ijo dan burung besar lainya.
b). ukuran sangkar
umbaran sekitar P 3 meter x L 50 cm x T 1 meter.
c). ukuran sangkar
pemandian P 45 cm x L 35 cm dengan T 50 cm
d). untuk ukuran pintu
semua sangkar yaitu L 15 cm x T 20cm
19 2.
Ukuran kepala : 1,8 cm Ukuran kaki sekitar: 2,5 cm
Burung kacer memiliki terbang yang cukup tinggi biasa hidup di hutan atau pepohonan.
Ukuran burung sedang salah satunya adalah kenari :
Gambar. 8
Ukuran burung kenari (Sumber: Koleksi Ibnu Arizal, 2014)
Tipe burung kenari memiliki suara yang merdu warnanya yang indah bewarna warni. makanan burung ini adalah biji bijian seperti merek food canary. ukuran burung ini yaitu Panjang keseluruhan : 10 cm – 15 cm
e). Tangkirngan yang
dipakai
Kayu asem berdiameter : 1cm – 1,5 cm. untuk cengkraman
burung kacer.
f). Ukuran tempat makan
dan minum berukuran diameter 6 cm – 9 cm . dengan tinggi 6 cm.
a). ukuran sangkar kenari
pakai yaitu no 2 : P 45cm x L 40cm x P70.
b). ukuran sangkar
umbaran sekitar P 1 meter x L 50 cm x T 75 cm.
c). ukuran sangkar
pemandian P 45 cm x L 35 cm dengan T 50 cm
d). untuk ukuran pintu
semua sangkar yaitu L 15 cm x T 20cm
20 3.
Ukuran jari : 1 cm ; 1,5 cm Diameter kepala : 1,8 cm
Burung ini memiliki terbang cukup sedang tidak terlalu tinggi hidup di pepohonan.
Ukuran burung kecil salah satunya adalah Ciblek :
Gambar. 9
Ukuran burung ciblek (Sumber: www.omkicau.com)
Tipe burung pertarung jika bertemu musuhnya dia akan bunyi. burung ini memiliki badan kecil. pemakan serangga seperti kroto tapi juga makan pur malau yang halus juga pur topsong. ukuran burung ini yaitu :
e). ukuran tempat makan
yaitu 5 cm – 8 cm. dengan tinggi 5 cm.
f). ukuran tangkringan
yaitu
Berdiameter 1 cm. dengan kayu asem yang memiliki tekstur untuk kaki
mencengkram.
a). ukuran sangkar ciblek
pakai yaitu no 2 : P 40cm x L 35 cm x P 65cm .
b). ukuran sangkar
umbaran sekitar P 1 meter x L 50 cm x T 75 cm.
c). ukuran sangkar
pemandian P 35 cm x L 30 cm dengan T 50 cm.
d). untuk ukuran pintu
semua sangkar yaitu L 15 cm x T 20cm
21
Panjang keseluruhan : 8 cm – 10 cm Diameter kepala : 1, 5 cm
Ukuran jari burung : 1 cm
Tipe burung ini memiliki terbang yang rendah sekitar tetpi memiliki kelincahan. biasa hidup di semak semak ataupun pohon bamboo.
e). ukuran tempat makan
yaitu 5 cm – 8 cm. dengan tinggi 5 cm.
f). ukuran tangkringan
yaitu
Berdiameter 1 cm. dengan kayu asem yang memiliki tekstur untuk kaki
mencengkram.
dalam kelompok berkaitan dengan fungsi. penulis, mengumpulkan data tentang ukuran burung, makan burung, juga tipe burung. yang memiliki fungsi sebagai menentukan ukuran sangkar untuk kebutuhan burung baik dari tangkringan, tempat makanan, pemandian, dan umbaran.
22 B. Kelompok Data Berkaitan Dengan Estetika Fungsi Produk Rancangan
NO DATA MANFAAT
1.
Data Refrensi identifikasi bentuk, Motif, dan warna sangkar :
Sangkar motif reok :
Sangkar memiliki motif reok dari bali mengidetifikasikan cri khas dari bali memiliki warna kayu yang indah disamping motfnya seram reok lebih ke sangkral hal ini lebih mencirikan identitas bali. kekuranganya yaitu motid hanya dapat diaplikasikan ke satu warna asaja apabila memiliki warna kayu. motif juga tidak bisa di bongkar pasang dan menyatuh dengan sangkar.
Gambar. 10
Motif sangkar reok
(Sumber: http://sangkarburungjepara.blogdetik)
Pemilihan motif bisa dijadikan sebagai identitas atau sebagai keindahan. sesuai selera pengguna
Menentukan warna dan motif sangkar :
1. sangkar Motif reok Sebagai bahan refrensi bahwa warna kayu yang diaplikasikan ke sebuah sangkar ke warna warna cerah
membuat warna
menjadi berlawanan. dasar sangkar warna warna kayu lebih cocok di gunakan oleh motif yang memiliki wana kayu juga.
Sangkar motif reok dengan dasar hitam yangdapat diaplikasi kan ke semua warna
motif sangkar
terutama warna warna cerah. maka warna sangkar dasar hitam baik untuk dijadikan sebagai dasar warna
23 2.
Gambar. 11
Motif sangkar reok full color (Sumber: www.kicau.wordpress.com)
Dan ini adalah motif reok dengan warna warni yang memiliki dasar bewarna hitam sehingga semua warna cerah untuk sangkar ini dapat menyatu dengan baik.
Motif wayang
Sangkar ini memiliki motif wayang dengan wrana dasar hitam dan motif cerah. sehingga memiliki waran selaras dan seimbang. bentuk sangkar yang tidak flat yaitu persegi panjang sehingga ada irama bentukdalam pemberian warna juga tidak kaku.
Sangkar motif wayang ini mengidentifikasi pengguna dari jawa sehingga pengguna dapat
bangga menggunakan sesuai identitas
kelahiranya
sangkar karena dapat
meyeseuikan wana
cerah lainya.
Sehingga bermanfaat bagi penulis, untuk mempertimbangkan
segi warna dasar
sangkar yang
dipergunakan.
2. Motif wayang
Motif wayang ini
memiliki dasara hitam
dan wrana cerah
sehingga masuk oleh semua warna motif. bentuknya persegi panjang terlihat tidak flat hal ini menjadikan
motif atau warna
24 3.
Gambar. 12
Motif wayang
(Sumber: www.citra sangkar.com)
Sangkar motif wayang ini adalah sangkar khusus untuk lomba atau even besar jarang pemilik biasa memilikinya.
Sangkar Motif
Sangkar motif ini memiliki sebua motif isen isen yaitu pengabungan bentuk kotak, segita, dan garis
menjadi satu kesatuan sehingga memiliki sebuah
Pemberian unsur
tambahan di dalam
sangkar seperti
cantelan makan
burung memiliki motif.
menambahkan unsu
peletakan pengisian ruang yang ksosng pada desain sangkar
atau motif yang
digunakan.
Sehingga bermanfaat untuk penulis, dapat mempertimbagkan
bentuk dan unsur
dekoratif tambahan pada bagian penunjang sangkar.
3. sangkar motif
Sangkar motif ini adalah sangkar yang
memiliki tambahan
usnur motif atau
dekoratif untuk
memperindah sebuah sangkar. seperti garis, lingkaran, kotak dan
25
motif yang indah. biasanya motif ini di miliki oleh pengguna kalangan menegah bawah sampai menegah atas harganya juga terjangkau
Gambar. 13
Dekoratif isen isen (Sumber: koleksi Ibnu arizal, 2015)
Dalam hal pemberian motif sangkar kayu haruslah kayu yang baik seperti kayu jati agar sangkar ketika di ukir tidak mudah rapuh. dalam pemberian warna sangkar juga harus memilih kualitas cat yang bagus khsusunya proses finishing apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan bahan cat atau finishing maka permukaan sangkar memiliki wrana yang tidak beraturan yang mengurangi nilai esetik pada sangkar.
segitiga yang disatukan
menjadi kesatuan
disamping itu sangkar motif juga mengu
tamakan kualitas
warna dari proses pemilihan kayu dan finishing. apabila proses finishing buruk maka warna di hasilkan tidak seimbang .
Sehingga hal ini
bermanfaat untuk
penulis, sebagai bahan pertimbangan bentuk atau dekoratif untuk menjadikan sangkar terlihat indah. baik dari
proses pemberian
warna ataupun proses finishing.
26
Hal yang berkaitan dengan yang mempertimbangkan fungsi produk. penulis, menadapatkan refrensi data tentang motif sangkar, bentuk, dekoratif, isen isen. maupun warna yang digunakan. sehingga penulis, dapat menentukan warna,bentukmotif sangkar yang akan digunakan.
C. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Teknis Produk Rancangan
Bentuk Pengumpulan Data Manfaat teknis Produk
rancangan Data Berkaitan Teknis Produk Rancangan
1. Brain storming yaitu mengambil beberapa
refernsi cara kerja sangkar umbaran, pemandian, dan harian. juga melihat beberapa refrensi di internet desain sangkar yang menjadi trending topik dikalangan penghobi burung. disamping itu juga meilhat permaslahan yang timbul
dari kebutuhan burung ataupun
kebutuhan pengguna.
Sebagai bahan refrensi pembuatan perancangan
sangkar burung yang
diambil dari sebuah
permasalahan dan
kebutuhan burung.
2. Identifikasi bahan matrial :
Bahan Matrial atau peralatan yang dipergunakan dalam pembuatan sangkar sebagai berikut :
1. Pensil : Sebagai alat untuk proses pengambaran hasil sketsa di kayu.
2. Gergaji mesin : Sebagai alat untuk pemotongan kayu
3. Gergaji besi : Untuk pemotongan jari jari yang terbuat dari besi seperti bagian jari
Dalam identifikasi bahan matrial sehingga penulis, dapat menentukan bahan
apa yang diperlukan
dalam tekins perancangan sangkar burung.
27
4. jari pintu sangkar. juga sebagai alat pemotong bagian hal hal yang detail. 5. paku, lem, dan mur : sebagai media alat 6. untuk penyambungan kayu menjadi satu
kesatuan.
7. palu : sebagai media alat pukulan paku agar dapat menyambung kayu
meteran : sebagai alat pengukur ukuran
sangkar burung.
amplas : media alat penghalus kayu. kompresor : sebagai alat pengecatan
sangkar burung.
Dan bahan matrial utama yang digunakan : 1. kayu : kayu yang dipergunakan untuk pembuatan sangkar yaitu kayu jati, kayu kalimantan, kayu glugu, kayu nangka, sawo, mahoni dan rasmalia.
2. Impra : Impra sebagai bahan pelapis kayu berguna meraptkan serat serat kayu menjadi halus.
3. cat isamu :cat isamu aalh cat yang berbahan anti air terbuat dari bahan
resin alkin sejenis cat minyak seperti cat
EMCO. cat ini terbuat dari bahan karet yang anti air.
4. cat duco : cat duco adalah cat yang digunakan unttuk finishing biasa
28
6.
7. digunakan untuk mabel furniture memiliki 8. kualitas baik.
9. vernis : sebagai bahan pelindung cat. agar cat tidak rusak juga kualitas cat menjadi lebih baik dan tahan lama.
Dalam segi matrial penulis menganalisa matrial atau bahan apa saja yang digunakan untuk pembuatan sangkar burung.
3. Survei produksi sangkar di daerah Jakarta yaitu melihat bagaimana cara pembuatan sangkar dari proses awal sampai proses finishing dimana dalam pembuatan sangkar memerlukan bahan matrial juga harus mengetahui teknik sambungan kayu seperti sambungan sudut. sambungan purus, sambungan tengah dan hal lainya dalam juga proses finishing khsusnya dalam proses penecatan sangkar pengrajin sangat berhati hati karena mimiliki tahapan yaitu pengamplasan, pelapisan kayu hingga poroses pengecatan atau pewarnaan
menjadikan refrensi
penulis dalam teknis
perancangan sangkar
burung di produksi.
Kelompok data yang berkaitan dengan aspek teknis penulis, melakukan pengumpulan data yaitu Brain stroming dimana mengulas tentang cara kerja
29
sangkar burung harian, pemandian dan umbaran. sebagai bahan refrensi penulis untuk mngetahui secara teknis sangkar tersebut. kemudian identifikasi bahan matrial seperti pealatan yaitu bor, mur, palu, amplas, gergaji, mur, dll. juga bahan matrial utama seperti cat, kayu, vernis. dijelaskan kegunaan dan fungsingya secara terperinci. yang bermanfaat bagi penulis untuk penetapan bahan matiral apa saja yang akan digunakan dalam pembuatan sangkar burung.
yang terakhir yaitu survey ke pengrajin cara produksi sangkar burung dibuat dari proses awal sampai finishing seperti teknologi yang dibutuhkan seperti apa yaitu teknik sambungan kayu dan teknik pengecatan. sampai proses finishing sangkar burung. hal ini menjadikan refrensi penulis dalam teknis perancangan sangkar burung di produksi.
D. kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Ekonomi Produk Rancangan.
Bentuk Pengumpulan Data
Manfaat aspek ekonomi Data Berkaitan Ekonomi perancangan
1. Data harga Sangkar burung di pasaran yaitu
a). sangkar harian berkisar Rp.100.000 – 300.000
b). sangkar umbaran : Rp. 400.000 – 1.500.000
c). sangkar pemandian : Rp 75.000 – 300.000
Untuk mengetahui harga sangkar, sebagai pedoman penentuan harga
30
2 Survei tingkat kebutuhan terhadap Sangkar Burung harian, umabaran, dan harian. bahwa sangkar harian di
kalangan penghobi menegah atas
sampai bawah semuanya memilikinya karena sangkar harian ini sebagai sangkar utama. untuk sangkar umbaran dan pemandia adalah sangkar penunjang tetapi hal ini adalah kebutuhan yang
harus dimiliki burung. karena
keterbatasan tempat peletakanya
membuat daya beli di kalangan
penghobi berkurang.
Dengan men survei tingkat kebutuhan daya beli penghobi yang berkurang pada sangkar umbaran dan pemandian . membuat menarik untuk diteliti sehingga penulis mendapatkan peluang cara meningkatkan daya beli pada sangkar umbaran dan pemandian dengan adanya data survei ini.
4. Survei ke pengrajin sangkar yaitu untuk mengetahui berapa harga pembuatan sangkar burung harian, pemandian dan umbaran.
Dengan hal ini penulis dapat mempertimbagkan harga produksi sangkar di pasaran.
Dalam aspek ekonomi produk menjelasakan tentang harga sangkar burung yang beredar dipasaran. yaitu bermanfaat bagi penulis untuk menetapkan harga jual sangkar burung yang beredar dipasaran. disamping itu menjelaskan tentang kebutuhan pengguna sangkar burung dimana pengguna dalam membeli sangkar burung memiliki keterbatasan terutama di sangkar umbaran dan pemandian karena dalam meletakan sangkar memerlukan lahan luas oleh karena itu tidak semua penghobi memilikinya. hal tersebut membuat daya beli di pasaran akan sangkar burung umbaran dan pemandian berkurang. sehingga survei ini
31
menjadikan bahan refrensi untuk meningkatkan daya beli sangkar burung umbaran dan pemandian.
Setelah mengetahui data harga sangkar burung dipasaran baik daya beli penghobi meningkat ataupun berkurang. penulis melakukan survei ke pengrajin sangkar untuk mendapatkan daftar macam macam harga sangkar baik sangkar harian, lomba, pemandian dan pengumbaran. hal ini manjadikan refrensi penulis dalam menetapkan harga produksi sangkar ataupun harga jual di pasaran.