• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perekonomian Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perekonomian Indonesia"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke: Fakultas Program Studi

05

Ekonomi & Bisnis Manajemen Abdul Gani,SE MM

Perekonomian Indonesia

Membahas Fundemental Ekonomi Nasional, Kebijakan Pemerintah dan aspek Lingkungan Eksternal & Internal

(2)

A. Masalah Utama Pembangunan Ekonomi

 Hutang LN yg makin besar

 Defisit Anggaran Negara yg trs

membengkak

 Inflasi yg Tinggi

(3)

Masalah Makro ekonomi

1. Masalah Jangka Pendek (Masalah Stabilisasi)

yaitu masalah bgm menyetir perekonomian nasional agar terhindar dari 3 penyakit utama ekonomi : Inflasi ; Pengangguran ; Ketdkseim bangan dlm NPI

2. Masalah Jangka Panjang (Masalah Pertumbuhan)

yaitu menyangkut bgm menyetir perekonomian agar ada keserasian antara pertumbuhan penddk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana utk investasi. Hal inipun dilakukan spy bisa terhindar dari 3 penyakit utama ekonomi

(4)

Karakteristik Ekonomi Nasional

1. Perekonomian Indonesia memiliki ciri yang khas yang

berbeda dengan negara yang lain, dimana peran pemerintah dalam mengendalikan lini kehidupan masyarakatnya terlalu besar terutama dimulai sejak rezim orde baru berkuasa.

2. Masa awal kemerdekaan Indonesia sangat menentang sistem perekonomian kapitalis dan liberalisasi dan condong ke

ideologi politik dan sosialis

3. Indonesia merupakan negara berpenduduk terbanyak no 5 didunia setelah negara RRC, India, Rusia dan AS. 2/3 jumlah penduduknya tinggal di Jawa, Madura dan Bali yang

merupakan 7% dari keseluruhan daratan. Tingkat kepadatan penduduknya di jawa hampir 2 x lipat di bandingkan dengan kepadatan penduduk di Eropa (belgia)

(5)

Kebijakan

Makroekonomi

Sistem

Exchange Rate

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Moneter

Kebijakan

Perdagangan

Internasional

Fixed Exchange Rate (Kurs Tetap)

Floating Exchange Rate (Kurs Mengambang)

(6)

Kebijakan Fiskal & Kebijakan Moneter

Kebijakan Fiskal dan Moneter adalah serangkai

an kebijakan ekonomi makro terbuka yg ber

tujuan utk mempengaruhi pengeluaran dan pe

rubahan permintaan (expenditure and demand

change policies)

Kebijakan Fiskal (fiscal

policy) adalah kebijakan yg berkaitan dgn perubahan pengeluaran pemerintah dan atau penerimaan pajak yg di Indonesia disebut

Kebijakan APBN.

Kebijakan Moneter (monetary policy) adalah suatu kebijakan pemerintah mengenai jumlah uang beredar (money supply) dan tingkat bunga (interest rate) atau disebut juga ke bijakan pasar terbuka (open market policy)

(7)

Kebijakan Fiskal (fiscal policy)

Bersifat Ekspansif

Bersifat Kontraktif

1. Menaikan pengeluaran pemerintah 2. Menurunkan pajak dg tujuan :  Mendorong pertumbuh an produksi DN  Menaikan pendapatan masyarakat  Mendorong Impor 1. Menurunkan pengeluar an pemerintah 2. Menaikkan pajak dg tujuan :  Mengurangi produksi DN  Menurunkan pendapat an masyarakat  Menurunkan Impor

(8)

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Penggunaan Pajak (Tax), Pinjaman

Masyarakat, Pengeluaran Masyarakat oleh Peme rintah utk tujuan stabilisasi atau pembangunan melalui

pembentukan modal

Fungsi Fiskal utama menyangkut 2 (dua) program pokok yaitu :

1. Prog stabilisasi ekonomi yg dilakukan terutama melalui pengendalian pengeluaran pemerintah utk mencapai keseimbangan anggaran negara 2. Prog mobilisasi sumber daya domestik yg dila

kukan melalui penerimaan negara (perpajakan) utk membelanjai usaha-usaha pembangunan publik

(9)

Potensi Perpajakan tergantung :

1.

Tingkat penghasilan riil perkapita

2.

Derajat kesenjangan dlm distribusi penghasilan

3.

Struktur industri perekonomian dan pentingnya

berbagai jenis kegiatan ekonomi

4.

Tatanan sosial, politis, dan institusional, serta

kekuasaan relatif berbagai kelompok

5.

Kompetensi administratif, kejujuran, dan

integritas aparat perpajakan

(10)

Transisi Ekonomi Antar Negara

Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam

negeri

Besarnya pasar dalam negeri

Pola distribusi pendapatan

Karakteristik industrialisasi

Keberadaan SDA

(11)

Prasyarat proses pembangunan ekonomi

1. Stabiltas Ekonomi Makro, ;

• Menekan laju inflasi dan ekspektasinya pada level yang rendah

• Menurunkan defisit transaksi berjalanke tingkat yg lebih sehat

2. Sistem Keuangan;

• Memperkokoh ketahanan sistem keuangan terhadap gejolak dan volatilitas global

(12)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

12

Kebijakan Makro dan Sektoral

Kebijakan fiskal : alokasi anggaran meningkat dan lebih baik untuk

mendukung pembangunan sektor pertanian serta membantu penduduk miskin

Kebijakan pertanian : R&D, fokus pada komoditi unggulan,

penyediaan/perbaikan infrastruktur, benih unggul, penguatan kelembagaan, penyuluhan, fasilitasi pemasaran

Kebijakan perdagangan pangan: menjaga confidence dalam penyediaan

pangan (menjaga stabilitas harga, mengamankan ketersediaan pangan dan memelihara insentif produksi)

Kebijakan Keuangan: meningkatkan akses petani/usaha tani terhadap pembiayaan

Kebijakan Infrastruktur: mendukung produksi serta akses produksi dan distribusi produk pertanian

(13)

Kebijakan Ekspor & Impor

Outward-looking policies (promosi ekspor)

– Primary outward-looking policies (pembanguan ekonomi didorong oleh pertumbuhan ekspor komoditas pertanian dan sektor primer lainnya)

– Secondary outward-looking policies (pertumbuhan sektor industri terutama untuk promosi ekspor barang-barang manufaktur

Inward-looking policies (substitusi impor)

– Primary inward-looking policies (pembangunan ekonomi dengan prioritas pada swasembada komoditas pertanian)

– Secondary inward-looking policies (pembangunan ekonomi dg prioritas pd swasembada barang-barang industri lewat kebijakan substitusi impor)

(14)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

14

PERAN INDONESIA UNTUK DUNIA : Pemasok dan pemain

besar dalam pangan dunia

• Swasembada pangan, model dalam mengatasi

krisis pangan global, FAO, 2008;

• Komoditas pangan strategis, WTO;

• Model penyaluran bahan

pangan untuk masyarakat miskin;

ASEAN Emergency Rice Reserve

dan ASEAN Food Security Reserve;East Asia Emergency Rice Reserve;

• Bantuan pangan Indonesia untuk masyarakat dunia (Srilanka,

(15)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

Mampukah Indonesia Mencapai Swasembada

Pangan Berkelanjutan dan Feed the World ?

(16)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

16

TANTANGAN DAN PELUANG KE DEPAN INDONESIA

Industri Pangan Dalam Negeri Kualitas Konsumsi Pangan Masyarakat Sistem Distribusi dan Logistik Pangan Kualitas dan Keamanan Pangan Lahan dan Air,

Dukungan Infrastruktur, dan Perubahan Iklim Produksi dan

Tingkat Swasembada

KETAHANAN PANGAN

Isu Pertumbuhan Penduduk, Kesejahteraan Petani, Kemiskinan dan Pengangguran

Isu Perubahan dan Dinamika Global Peluang bisnis:  Industri hulu;  On-farm;  Industri hilir (pengolahan, pemasaran, jasa).

(17)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

17

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014: PERPRES No. 5 tahun 2010

•Buku I: Prioritas Nasional dijabarkan dalam arah kebijakan bidang dalam Buku II, dan kebijakan regional dalam Buku III. •Buku II: arah kebijakan dan prioritas kegiatan bidang yang akan dilaksanakan di wilayah.

•Buku III: arah kebijakan dan prioritas pembangunan wilayah atas bidang pembangunan yang dibutuhkan.

KEBIJAKAN PERENCANAAN KE DEPAN

17 Prioritas Bidang Sosbud Ekonomi IPTEK Sarana Prasarana Politik Hankam Hukumdan Aparatur Wilayah & Tata Ruang

SDA & LH Prioritas Regional Sumatera Jawa-Bali Kalimantan Sulawesi Nusa Tenggara Maluku Papua VISI-MISI SBY-BOEDIONO 11 Prioritas Nasional+ 3 Prioritas Nasional Lainnya RPJMN 2010-2014 I II III

(18)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

18

Sasaran Utama Ketahanan Pangan

2010-2014

Peningkatan pertumbuhan PDB sektor

pertanian sebesar 3,7% per tahun

Produksi Padi naik 3,2% per tahun

Produksi Jagung naik 10,0 % per tahun

Produksi Kedelai naik 20,0% per tahun

Produksi Gula naik 12,6% per tahun

Produksi Daging Sapi naik 7,3% per tahun

2014 :Nilai Tukar Petani mencapai sekitar

(19)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

19

….lanjutan

Peningkatan kapasitas masyarakat Peningkatan nilai tambah, daya saing, dan pemasaran Peningkatan pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan Peningkatan efisiensi distribusi pangan Peningkatan produksi dan produktivitas KETAHANAN PANGAN dan Revitalisasi Pertanian

FOKUS

PRIORITAS

(20)

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL / BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)

20

Kerjasama Regional

Pemantapan East Asia Emergency Rice Reserve

• Koordinasi untuk membangun cadangan pangan regional dan membentuk aturan operasional untuk ketahanan pangan

regional

• Koordinasi kebijakan perdagangan untuk mencapai ketahanan pangan, sehingga baik negara eksportir maupun importir dapat menerima manfaat

• Koordinasi kebijakan pengembangan BBN yang menjamin keseimbangan kebutuhan pangan dan produksi bahan bakar • Koordinasi pengembangan R&D dengan tetap memperhatikan

perlindungan hak cipta

• Pengembangan skema pembiayaan regional bersama, termasuk peningkatan skema trade financing

(21)

Restrukturisasi Perbankan ??

Setelah ketiga kebijakan sebelumnya dilakukan, restrukturisasi perbankan menyeluruh juga dilakukan BI dan Pemerintah.

Restrukturisasi perbankan dilakukan melalui dua program utama: a. Program penyehatan perbankan, meliputi:

 Program Penjaminan

 Program Rekapitalisasi Bank Umum  Program Restrukturisasi Kredit

b. Program Pemantapan Ketahanan Sistem Perbankan, meliputi:

 Pengembangan Infrastruktur Perbankan  Peningkatan Mutu Pengelolaan Perbankan  Pemantapan Pengawasan Bank

Keseluruhan Program Restrukturisasi dapat dilihat pada Gambar 1 halaman berikutnya

(22)

Faktor Pendukung Pembangunan

Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sangat bergantung pada ketersediaan lingkungan pendukung yang perlu ditopang oleh ketersediaan modal- modal dasar pembangunan yang kuat

Modal-modal Dasar Pembangunan “

• 1. Infrastuktur

• 2. Modal Manusia

• 3. Inovasi & Teknologi • 4. Kelembagaan

(23)

Faktor Keberhasilan Stabilitas Ekonomi



• Ketahanan ekonomi Indonesia cukup kuat dalam menghadapi spillover dan gejolak pasar keuangan

global. Stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan relatif terjaga dengan pertumbuhan ekonomi termoderasi.

Kepercayaan pelaku pasar mampu mendorong arus masuk modal yang besar baik dalam bentuk portofolio maupun investasi langsung.

• 

• Keberhasilan ini ditopang oleh kebijakan Bank Indonesia yang terukur serta koordinasi yang erat dengan

Pemerintah melalui bauran kebijakan moneter, makro prudensial dan fiskal. Prospek ke depan lebih baik

• 

(24)

Indikator Kinerja Ekonomi Nasional

Tingkat Inflasi

Posisi Nilai Tukar Rupiah

Pertumbuhan Ekonomi

Neraca Pembayaran

(25)

Forum Diskusi / Individual Assignment

Uraikan perkembangan struktur ekonomi

Indonesia

Jelaskan strategi pembangunan ekonomi

(26)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Strategis BNP2TKI merupakan penjabaran dari visi, misi dan sembilanagenda prioritas Presiden, arah kebijakan dan strategi pembangunan nasional tahun 2015 - 2019 di

Pembangunan Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai arah, prioritas utama, dan kerangka kebijakan Pemerintah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan instansi

ARAH KEBIJAKAN & RENCANA STRATEGI INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA |III - 6 ekonomi dilakukan sesuai tema pembangunan masing-masing dengan prioritas pada.. kawasan

Prioritas pembangunan nasional dijabarkan lebih lanjut pada program prioritas dan selanjutnya kegiatan prioritas. Pengawasan lintas sektoral BPKP harus dapat

Arah kebijakan Peningkatan Kemampuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi difokuskan pada enam bidang prioritas yaitu: (i) pembangunan ketahanan pangan, (ii) penciptaan dan pemanfaatan

Berdasarkan arah, strategi dan kebijakan serta 11 prioritas pembangunan nasional, maka kebijakan – kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang yang di arahkan

198906162015031004 III/a Penata Muda Analis Kebijakan Ahli Pertama Fungsional Deputi Bidang Pemasaran Direktorat Pemasaran Pariwisata Regional II. Subkoordinator Prancis,

Manajemen Eksekutif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 bertugas melaksanakan arah kebijakan dan program strategis nasional serta kegiatan bidang keuangan syariah yang dirumuskan