• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

8

LANDASAN TEORI

2.1 Teori-Teori Dasar / Umum 2.1.1 Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan (interkoneksi) dalam melaksanakan tugas-tugas komputasi suatu organisasi. (Tanenbaum, 2003, p1).

Jaringan komputer terdiri dari empat elemen dasar:

 Peraturan atau persetujuan untuk mengatur bagaimana pesan dikirim, diarahkan, diterima, dan diterjemahkan.

 Pesan unit informasi yang berpindah dari satu alat ke alat yang lain.

 Sebuah media yang menghubungkan alat-alat, sebuah media yang dapat mentransportasikan pesan dari satu alat ke alat yang lain.

 Alat-alat pada jaringan yang saling bertukar pesan-pesan satu sama lain.

Gambar 2.1 Diagram Jaringan

(2)

Gambar di atas menunjukkan tipikal jaringan yang mengandung alat-alat, media dan layanan, diikat oleh peraturan dan bekerja bersama-sama untuk mengirimkan pesan.

2.1.2 Model Open System Interconnection (OSI)

Model ini dikembangkan oleh International Standards Organization (ISO) sebagai langkah pertama menghadapi standardisasi internasional dari protokol yang digunakan di berbagai macam layer. Model ini disebut ISO OSI karena merujuk pada sistem koneksi terbuka yang berarti terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem yang lain. (Forouzan, 2007, p33)

Tabel 2.1 OSI Model

Layer Tugas

Physical Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

Data Link Menyediakan hubungan fisik dan kebutuhan untuk mengaktifkan, memperbarui, dan mengaktifkan hubungan kembali.

Network Mengelola kebutuhan untuk mentransfer informasi diantara sistem akhir sampai ke beberapa jaringan komunikasi.

Transport Menerima data dari layer di atasnya, memecahnya menjadi unit-unit yang lebih kecil, lalu meneruskannya ke layer network, dan memastikan bahwa semua bagian diterima dengan baik.

Session Menyediakan transaksi komunikasi antara dua atau lebih peralatan jaringan.

(3)

Presentation Menyediakan format data yang akan ditukar ke application layer, menyediakan sintaks yang digunakan dalam application layer.

Application Menyediakan berbagai macam protokol yang biasa digunakan oleh user, misalnya HTTP.

2.1.3 Model Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP) Model ini dikembangkan oleh U.S. Departement of Defense (DoD) pada tahun 1970-an untuk mendukung pembangunan jaringan internet di seluruh dunia. Model TCP/IP sudah berkembang dan dinikmati secara luas sebelum ISO menetapkan model ini sebagai protokol alternatif selain OSI. (Forouzan, 2007, p42)

Tabel 2.2 TCP / IP Model

Layer Tugas

Network Sebagai jalur untuk mengirimkan paket-paket IP antara host dengan network.

Internet Menentukan format paket yang dikirimkan dan mengirimkannya melalui satu atau lebih jaringan yang terkoneksi.

Transport Menerima data dari layer di atasnya, memecahnya menjadi unit-unit yang lebih kecil, lalu meneruskannya ke layer intenet, dan memastikan bahwa semua bagian diterima dengan baik.

Application Menyediakan berbagai macam protokol yang biasa digunakan oleh user, misalnya HTTP.

(4)

2.1.4 Perangkat Jaringan 2.1.4.1 Access Point (AP)

Access point adalah sebuah perangkat keras yang berfungsi

sebagai hub komunikasi untuk pengguna peralatan nirkabel untuk terhubung dengan wired LAN. AP penting untuk menyediakan keamanan nirkabel tingkat tinggi dan memperluas jangkauan fisik layanan akses pengguna nirkabel. (http://cnap.binus.ac.id/ccna/) 2.1.4.2 Hub

Hub adalah sebuah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut sebuah alat yang berfungsi sebagai pusat dari jaringan topologi star. Hub juga merupakan perangkat keras yang berguna untuk menghubungkan alat-alat dalam sebuah jaringan. Hub bisa menjadi aktif (ketika mereka mengulang sinyal yang dikirimkan melalui mereka) atau pasif (ketika mereka tidak mengulang tetapi hanya membagi sinyal yang dikirim melalui mereka). (http://cnap.binus.ac.id/ccna/)

2.1.4.3 Router

Router adalah peralatan jaringan yang bekerja pada network layer, yang meneruskan paket-paket data dari satu jaringan ke

jaringan lain berdasarkan informasi dari network layer. Router terletak di gateway, tempat di mana dua atau lebih jaringan terhubung. Router menggunakan protokol seperti ICMP untuk berkomunikasi dengan yang lainnya dan mengkonfigurasi jalur terbaik di antara dua host. (http://cnap.binus.ac.id/ccna/)

(5)

2.1.4.4 Switch

Switch adalah sebuah perangkat jaringan yang berfungsi

untuk menyaring, meneruskan, dan mengisi frame (tipe data yang dikirimkan oleh switch) berdasarkan pada alamat tujuan dari tiap

frame. Switch beroperasi di layer data link dari model OSI (Open System Interconnection), berfungsi untuk menghubungkan banyak

segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar. Switch juga merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut peralatan elektronik yang mengizinkan koneksi sesuai yang dibutuhkan dan menghentikan koneksi ketika tidak ada lagi sesi. (http://cnap.binus.ac.id/ccna/)

2.1.4.5 Firewall

Firewall adalah alat (biasanya berupa komputer atau router)

yang diinstal diantara jaringan internal dan internet, dibutuhkan untuk mengontrol akses menuju sistem. Firewall didesain untuk meneruskan beberapa paket dan menyaring (tidak meneruskan) yang lainnya. Firewall biasanya diklasifikasikan menjadi (Forouzan, 2007, p1022):

1. Packet-Filter Firewall

Packet-Filter Firewall adalah router yang menggunakan tabel penyaringan untuk memutuskan paket mana yang harus dibuang atau tidak diteruskan. Firewall ini melakukan tugas penyaringan paket di lapisan network atau

(6)

2. Proxy Firewall

Proxy Firewall bertugas untuk melakukan penyaringan

paket di lapisan aplikasi. Ini karena ada beberapa paket yang perlu disaring menggunakan URL atau informasi yang terkandung dalam pesan itu sendiri. Salah satu caranya adalah dengan menginstal proxy komputer yang berada di antara komputer client dan komputer server.

2.1.6 Macam Jaringan

2.1.6.1 Local Area Network (LAN)

LAN adalah jaringan milik pribadi di dalam gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN biasa digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dalam sebuah perusahaan atau pabrik untuk berkomunikasi dan memakai resource secara bersamaan. (Tanenbaum, 2003, p16).

Gambar 2.2 Local Area Network (LAN)

(7)

2.1.6.2 Metropolitan Area Network (MAN)

MAN merupakan versi LAN yang ukurannya lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. Aspek penting dari MAN adalah adanya sebuah medium

broadcast yang mampu menyederhanakan rancangan jaringan.

Gambar 2.3 Metropolitan Area Network (MAN)

Sumber: http://www.highteck.net/images/221-Ethernet-Gigabit.jpg

2.1.6.3 Wide Area Network (WAN)

WAN merupakan jenis jaringan yang lebih luas lagi dari MAN. WAN mencakup area geografi yang luas dan seringkali mencakup sebuah negara atau benua.

Gambar 2.4 Wide Area Network (WAN)

(8)

2.1.6.4 Internet

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung dengan jaringan yang dapat diakses secara publik, yang mengirimkan data menggunakan IP (Internet Protocol). (http://cnap.binus.ac.id/ccna/)

2.1.7 Client/Server

Client/server adalah arsitektur komputasi yang melibatkan dua

proses, yaitu proses pada client dan server.

Client adalah sebuah proses yang mengirimkan pesan pada sebuah server, meminta supaya server melakukan suatu tugas (layanan). Client

biasanya mengontrol user-interface dari aplikasi, mengesahkan data yang dimasukkan oleh user, mengirim permintaan ke server, dan kadang-kadang menjalankan logika bisnis.

Server memenuhi permintaan client dengan melakukan tugas yang

diminta. Secara umum, server menerima permintaan dari client, menjalankan permintaan dan perbaikan database, mengontrol integritas data, dan mengirim respon ke permintaan klien, serta kadang-kadang menjalankan bisnis logika yang umum atau kompleks. (Tanenbaum, 2003)

2.1.8 Proxy Server

Proxy server adalah sebuah komputer yang menjaga kopian respon

sampai permintaan terbaru. Client HTTP mengirimkan permintaan pada

(9)

disimpan di dalam cache, proxy server mengirimkan permintaan pada

server koresponden. Respon yang masuk dikirim ke proxy server dan

disimpan untuk permintaan di masa mendatang dari client lain. Proxy

server mengurangi muatan dari server aslinya, mengurangi traffic, dan

memperbaiki waktu yang dibutuhkan oleh paket data untuk melalui koneksi tertentu.

Proxy berada di antara komputer client dan server perusahaan. Ketika client mengirim pesan, proxy menjalankan server yang menerima

permintaan. Server membuka paket di application layer dan menentukan apakah permintaan sah atau tidak. Jika sah, server akan mengirimkan pesan ke server perusahaan yang sesungguhnya. Jika tidak, pesan akan dihentikan dan pesan error akan dikirim ke user. (Forouzan, 2007, p868)

2.1.9 Network Development Life Cycle (NDLC)

Kata cycle atau siklus di dalam NDLC menunjukkan bahwa perkembangan jaringan akan berlangsung secara terus menerus. Selain itu, sebuah jaringan yang didesain dari awal, pasti harus dimulai di satu titik, yaitu fase analisis. Jaringan yang sudah ada pun juga terus mengalami perkembangan dari satu fase ke fase yang lain dalam NDLC.

Misalnya, fase monitoring dari jaringan yang sudah ada akan menyebabkan terjadinya fase manajemen dan menghasilkan statistik performa dengan menggunakan protokol manajemen jaringan seperti SNMP. Kemudian, analis jaringan akan menganalisis statistik performa dari jaringan yang sudah ada tersebut. Hasil dari analisis jaringan statistik

(10)

performa ini akan menentukan apakah desain jaringan akan diimplementasikan atau tidak. Desain jaringan yang berubah, pertama-tama akan disimulasikan menggunakan perangkat lunak simulasi jaringan yang canggih atau dibuat prototypenya untuk dilakukan tes, sebelum dikembangkan atau diimplementasikan.

Siklus dari analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen ini bersifat terus-menerus. Ini merupakan tuntutan dari sebuah jaringan yang berada pada kondisi terus-menerus berubah karena perubahan dalam bisnis, aplikasi, atau kebutuhan data, sehingga desain jaringan sendiri harus bersifat dinamis supaya bisa mendukung perubahan-perubahan kebutuhan ini. (Goldman, 2004, p378)

Gambar 2.5 Network Development Life Cycle Sumber: Goldman, 2004, p378

2.1.10 Flowchart / Diagram Alir

Diagram alir adalah sebuah representasi grafis dari sebuah sistem, termasuk di dalamnya adalah proses informasi (input, pemrosesan data,

(11)

penyimpanan data, dan output) dan proses operasi yang berhubungan (orang, peralatan, organisasi, dan aktivitas kerja). Diagram alir ini menggambarkan urutan dari aktivitas yang dilakukan di dalam sebuah sistem. Karena mengandung aktivitas komputer dan yang manual, diagram alir sistem menyajikan terjemahan fisik dan logik dari siapa, apa, bagaimana, dan di mana dari informasi dan proses operasi. (Gelinas, 2008, p105)

Diagram alir adalah sarana yang biasa digunakan untuk menggambarkan suatu sistem. Manfaat dari diagram alir:

 Memberikan gambaran sistem secara menyeluruh dengan mengkombinasikan aspek fisik dan logik.

 Perubahan sistem yang terjadi dapat lebih mudah digambarkan.

 Lebih mudah menemukan kelemahan-kelemahan dalam sistem dan mengidentifikasi bidang-bidang yang membutuhkan perbaikan.

Beberapa simbol yang sering digunakan dalam diagram alir:

 Arus

Simbol ini menyatakan arus dari suatu proses.

 Mulai/Selesai (terminal)

Simbol ini digunakan untuk menggambarkan awal dan akhir dari suatu sistem.

(12)

Manual Keying (typing, verifying)

Simbol ini menggambarkan pemasukan data ke dalam komputer melalui

online terminal.

Online computer process

Simbol ini menggambarkan pengolahan data dengan komputer secara

online.  Keputusan

Simbol ini menggambarkan keputusan yang harus dibuat dalam proses pengolahan data. Keputusan yang dibuat dituliskan di dalam simbol.

Disk Storage

Simbol ini menggambarkan penyimpanan output ke dalam disk.

Disk

Simbol ini menggambarkan disk sebagai tempat penyimpanan.

2.2 Teori-Teori Khusus yang Berhubungan dengan Topik Bahasan 2.2.1 Single Sign-On (SSO)

Single Sign-On adalah suatu mekanisme dimana masing-masing user

(13)

satunya. Satu akun ini dapat digunakan untuk meminta izin dari sistem supaya user dapat mengakses berbagai aplikasi dengan username dan

password yang sama dalam session tertentu. Single Sign-On mengurangi

jumlah human error yang merupakan alasan kegagalan utama dari sebuah sistem. (http://www.opengroup.org/security/sso/)

Keuntungan dari Single Sign-On:

 Meningkatkan produktivitas pengguna.

Pengguna tidak lagi perlu untuk mengingat berbagai macam username dan password. Hal ini juga menyebabkan berkurangnya permintaan untuk mereset password karena lupa.

 Meningkatkan produktivitas pengembang.

SSO menyediakan framework otentikasi yang sudah umum untuk para pengembang. Pada kenyataannya, jika mekanisme SSO terlepas sendiri, para pengembang tidak perlu mengkhawatirkan tentang otentikasi sama sekali. Mereka bisa mengasumsikan bahwa ketika ada sebuah permintaan untuk aplikasi yang diikuti oleh username, otentikasi sudah terjadi.

 Menyederhanakan administrasi.

Ketika aplikasi ikut serta dalam protokol SSO, beban administrasi dari mengatur akun-akun user menjadi lebih sederhana. Tingkat kesederhanaannya tergantung dari aplikasinya karena SSO hanya berhubungan dengan otentikasi.

(14)

Kekurangan dari SSO:

 Sulit untuk diperbarui.

Solusi SSO bisa menjadi sulit, membutuhkan waktu, dan mahal untuk diperbarui pada aplikasi yang sudah ada.

Dekstop yang tak terkendali.

Mengimplementasikan SSO mengurangi beberapa resiko keamanan tetapi meningkatkan yang lainnya. Contohnya, pengguna yang jahat bisa mendapatkan akses ke sumber dari pengguna lain jika pengguna tersebut meninggalkan komputernya dan akunnya berada dalam keadaan login.

 Satu titik penyerangan.

Dengan SSO, layanan pusat otentikasi digunakan oleh semua aplikasi. Ini adalah target menarik bagi hacker yang mungkin memutuskan untuk menyerang.

(http://www.ibm.com/developerworks/web/library/wa-singlesign/index.html)

2.2.2 Authentication, Authorization, Accounting (AAA) 2.2.2.1 Authentication

Proses dari otentikasi sering dianggap terdiri dari dua fase yang berbeda:

1. Identifikasi, adalah proses untuk mencari identitas user dalam sistem keamanan. Identitas ini biasanya berbentuk user ID.

User ID ini tersimpan dalam akun user. Setiap akun user

(15)

setiap individu. User ID merupakan nama dari setiap akun

user yang berfungsi untuk memudahkan sistem mencari akun user yang diinginkan

2. Otentikasi, adalah proses mengesahkan identitas user. User yang telah teridentifikasi melalui user ID belum tentu adalah pemilik user ID yang sesungguhnya. Maka, dibutuhkan proses otentikasi untuk memastikannya. Sistem akan meminta

user untuk memberikan bukti supaya identitas user dapat

terbukti. Bukti yang diberikan oleh user dalam proses otentikasi biasa disebut credential. Credential biasanya berbentuk password, angka PIN, dan merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh user dan sistem. Dengan kata lain, otentikasi adalah proses untuk memastikan identitas user yang sudah teridentifikasi menggunakan bukti yang sudah disediakan oleh user. (Nakhjiri, 2005, p1)

2.2.2.2 Authorization

Otorisasi adalah proses untuk menentukan apakah user yang sudah teridentifikasi dan terotentikasi boleh mengakses sumber informasi atau tidak. Proses ini menggunakan satu set aturan untuk menentukan apa saja yang bisa dilakukan oleh user dalam sistem. Otorisasi untuk layanan tertentu bisa berupa read,

write, read-write, atau tak ada akses. Hak akses untuk

menggunakan layanan bisa dalam jangka waktu yang tak terbatas, terbatas, atau satu kali penggunaan.

(16)

2.2.2.3 Accounting

Akuntasi adalah proses mencatat permintaan user dalam sistem. Akuntansi juga membahas tentang hubungan alat-alat jaringan dengan server akuntasi. Jika dilihat dari segi pengawasan, akuntasi menyediakan informasi tentang otentikasi yang sukses dan tidak pada sistem.

2.2.3 Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)

RADIUS adalah protokol standar industri yang dijelaskan dalam RFC 2865, “Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)”, dan RFC 2886, “RADIUS Accounting”. RADIUS digunakan untuk menyediakan layanan otentikasi, otorisasi, dan akuntasi. Client RADIUS mengirimkan data user dan informasi parameter koneksi dalam bentuk pesan RADIUS ke server RADIUS. Server RADIUS mengotentikasi dan mengotorisasi permintaan client RADIUS, dan mengirimkan kembali sebuah respon dari pesan RADIUS. Client RADIUS juga mengirimkan pesan akuntasi RADIUS ke server RADIUS. Sebagai tambahan, standar RADIUS mendukung penggunaan proxy RADIUS. Proxy RADIUS adalah komputer yang meneruskan pesan RADIUS diantara komputer-komputer yang aktif-RADIUS.

Pesan RADIUS dikirim dengan pesan User Datagram Protocol (UDP). Port UDP 1812 digunakan untuk pesan otentikasi RADIUS dan

port UDP 1813 digunakan untuk pesan akuntasi RADIUS. Beberapa dari server akses jaringan mungkin menggunakan port UDP 1645 untuk pesan

(17)

otentikasi RADIUS dan port UDP 1646 untuk pesan akuntasi RADIUS. Hanya satu pesan RADIUS yang termasuk dalam muatan UDP dari paket RADIUS.

Sebuah pesan RADIUS terdiri dari sebuah header RADIUS dan nol atau lebih atribut RADIUS. Setiap atribut menspesifikasian setiap keping informasi tentang percobaan koneksi. Atribut digunakan untuk menyampaikan informasi antara klien RADIUS, proxy RADIUS, dan

server RADIUS. Kontrasnya, pesan Access-Accept mengandung informasi

tentang tipe koneksi yang akan dibuat, kendala koneksi, dan

vendor-specific attributes (VSAs). (http://technet.microsoft.com/en-us/library/cc781821(WS.10).aspx)

2.2.3.1 Jenis-Jenis Paket RADIUS

Paket set RADIUS cukup sederhana dan hanya terdiri dari delapan pesan (Hassel, 2002):

Access-Request

Pesan ini dibuat oleh client RADIUS yang dikirimkan ke

server untuk meneruskan permintaan dari user yang meminta

otentikasi dan otorisasi untuk percobaan koneksi.

Access-Accept

Pesan ini dikirim dari server RADIUS ke client RADIUS sebagai respon terhadap pesan Access-Request. Pesan ini

(18)

menginformasikan kepada client RADIUS bahwa percobaan koneksi telah diotentikasi dan diotorisasi.

Access-Reject

Pesan ini dikirim oleh server RADIUS sebagai respon terhadap pesan Access-Request. Pesan ini menginformasikan kepada client RADIUS bahwa percobaan koneksi ditolak.

Server RADIUS mengirimkan pesan ini jika otentikasi dan

otorisasi tidak dilaksanakan.

Access-Challenge

Pesan ini dikirim dari server RADIUS ke klien RADIUS sebagai respon terhadap pesan Access-Request. Pesan ini adalah sebuah tantangan untuk klien RADIUS yang membutuhkan respon.

Accounting-Request

Pesan ini dikirim dari klien ke server akuntasi untuk menyampaikan informasi akuntasi tentang layanan yang disediakan untuk user.

Accounting-Response

Pesan ini dikirim oleh server RADIUS pada klien sebagai respon terhadap pesan Accounting-Request. Pesan ini mengakui bahwa informasi akuntasi yang dikirim oleh klien telah diterima dan menunjukkan hasil dari fungsi akuntasi yang telah dilakukan oleh server.

(19)

Status-Server dan Status-Client Dua pesan ini bersifat percobaan. 2.2.3.2 Format Paket

Struktur paket data RADIUS sangat sederhana dan terdiri dari header, yang mengandung code, identifier, length, dan

authenticator, dan load yang mengandung muatan paket,

merupakan daftar dari nol atau lebih atribut. Akhir dari daftar atribut ditentukan oleh RADIUS length dalam header.

0 1 2 3 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ | Code | Identifier | Length | +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ | | | Authenticator | | | | | +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ | Attributes +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-

Gambar 2.6 Struktur Paket Data RADIUS

Sumber: http://www.untruth.org/~josh/security/radius/radius-auth.html

Struktur paket data RADIUS:

 Code memiliki panjang satu oktet (satu Byte) dan berfungsi untuk mengidentifikasikan berbagai macam tipe paket RADIUS yang dikirim. Paket dengan code yang invalid akan dibuang tanpa pemberitahuan. Kode-kode tersebut (dalam desimal), yaitu:

 1 Access-Request

(20)

 3 Access-Reject  4 Accounting-Request  5 Accounting-Response  11 Access-Challenge  12 Status-Server (experimental) 13 Status-Client (experimental)  255 Reserved

 Identifier juga memiliki panjang satu oktet. Fungsinya adalah mencocokkan permintaan client RADIUS dengan respon RADIUS. Server RADIUS bisa menghentikan pesan duplikasi dengan memeriksa beberapa faktor seperti IP

address, port UDP, jangka waktu diantara pesan yang

dicurigai, dan identifier.

 Length memiliki panjang dua oktet dan menspesifikasikan panjang paket RADIUS. Length ini didapat dari penghitungan analisis code, identifier, length, authenticator, dan atribut sampai didapat jumlahnya. Ketika server RADIUS menerima sebuah paket, length dicek untuk memastikan integritas data. Minimal paket adalah 20 oktet dan maksimal adalah 4096 oktet.

 Authenticator memiliki nilai enam belas oktet dan bertugas untuk membuktikan balasan dari server RADIUS.

Authenticator juga digunakan dalam mekanisme penyembunyian password.

(21)

 Attributes mendeskripsikan tentang tingkah laku atau tipe dari layanan. Nomor atribut berguna untuk menentukan jenis informasi apa yang telah ditransmisikan. Attribute ini mengandung tiga bagian, yaitu:

- Type bernilai satu oktet (maksimal 255 atribut), mengidentifikasikan berbagai macam tipe atribut, seperti berikut ini: Code Attributes 1 User-Name 2 User-Password 3 CHAP-Password 4 NAS-IP-Address 5 NAS-Port 6 Service-Type 7 Framed-Protocol 8 Framed-IP-Address 9 Framed-IP-Netmask 10 Framed-Routing 11 Filter-Id 12 Framed-MTU 13 Framed-Compression 14 Login-IP-Host 15 Login-Service 16 Login-TCP-Port 17 (unassigned) 18 Reply-Message 23 Framed-IPX-Network 24 State 25 Class 26 Vendor-Specific 27 Session-Timeout 28 Idle-Timeout 29 Termination-Action 30 Called-Station-Id 31 Calling-Station-Id 32 NAS-Identifier 33 Proxy-State 34 Login-LAT-Service 35 Login-LAT-Node 3 36 Login-LAT-Group 37 Framed-AppleTalk-Link 38 Framed-AppleTalk-Network 39 Framed-AppleTalk-Zone 40- (reserved for accounting)

(22)

19 Callback-Number 20 Callback-Id 21 (unassigned) 22 Framed-Route 59 60 CHAP-Challenge 61 NAS-Port-Type 62 Port-Limit 63 Login-LAT-Port - Length bernilai satu oktet. Panjang dari atribut dalam oktet,

menentukan seluruh panjang dari muatan atribut, termasuk

type dan length.

- Value bernilai nol atau lebih oktet, mengandung informasi yang spesifik tentang atribut.

2.2.4 FreeRADIUS

FreeRADIUS adalah sebuah produk RADIUS open-source yang dilengkapi dengan modul, perfoma tinggi, dan banyak fitur termasuk di dalamnya adalah server, client, development libraries, dan berbagai kegunaan tambahan yang berhubungan dengan RADIUS.

Sebagai open-source RADIUS yang pertama, FreeRADIUS ini dimasukkan sebagai paket standar dengan banyak Sistem Operasi, memiliki paket binary, dan sumber yang bisa digunakan untuk membangun hampir di semuanya. Penyebaran produksi ini mencakup instalasi berskala besar yang berisikan banyak server AAA dengan pengguna lebih dari sepuluh juga dan jutaan permintaan setiap harinya. FreeRADIUS juga mendukung permintaan proxy dengan fail-over (kemampuan untuk berpindah ke server yang redundansi atau siaga ketika terjadi kegagalan) dan load balancing

(23)

(teknik mendistribusikan pekerjaan pada port-port jaringan untuk meningkatkan penggunaan jaringan), sebaik dengan kemampuan untuk mengakses berbagai macam tipe basis data back-end.

(http://freeradius.org/)

Perbedaan yang dimiliki antara FreeRADIUS dengan server RADIUS yang lain :

Akses didasarkan pada huntgroup.

Banyak entry DEFAULT di file raddb/users.

Setiap entry file pengguna memiliki pilihan “fall through”.

Menyimpan/meng-cache-kan semua file config di memori.

Menyimpan daftar dari pengguna yang masuk (file radutmp).

 Program “radwho” dapat diinstal sebagai “fingerd”.

Merekam format file UNIX wtmp dan detail rekaman data RADIUS.

Mendukung Simultaneous-Use = X parameter. Yang berarti bahwa login berkali-kali dapat dihindari.

 Mendukung atribut yang terspesifikasi dari vendor, termasuk USR yang tidak standar.

Mendukung proxy.

Mendukung paket “Alive”.

Exec-Program-Wait mengizinkan dibuatnya sebuah program eksternal yang dijalankan sesudah otentikasi dan menghasilkan sebuah daftar dari pasangan A/V yang kemudian ditambahkan ke respon.

(24)

2.2.5 Lightweight Directory Access Protocol (LDAP)

Lightweight directory access protocol adalah standar untuk

mengakses direktori informasi dan merupakan protokol yang mendasari untuk berbagai sistem email, sistem web, dan aplikasi perusahaan. LDAP dapat menyatukan layanan-layanan yang ada menjadi sebuah direktori tunggal yang bisa diakses oleh client LDAP dari berbagai macam vendor.

Client-client ini dapat berupa web browsers, mail servers, email clients,

atau berbagai macam aplikasi lainnya. Dengan mengorganisasi informasi-informasi dengan dengan baik dan berpikir hati-hati tentang informasi-informasi yang biasa dibutuhkan oleh aplikasi client, redundansi data dalam direktori dapat dikurangi dan dengan begitu mengurangi biaya administrasi yang diperlukan untuk memelihara data serta dapat menyederhanakan manajemen direktori dan total biaya kepemilikan.

2.2.5.1 Lightweight

LDAP dikatakan lightweight karena LDAP berakar dari X.500 yang mendapat gelar heavyweight. X.500 adalah sebuah layanan directory yang lebih besar dan lebih kompleks daripada LDAP. LDAP sebenarnya didesain sebagai directory access

protocol (DAP) untuk layanan directory X.500 karena sumber

daya yang dibutuhkan oleh X.500 terlalu berat. Selain itu, LDAP juga menyederhanakan beberapa operasi X.500 dan menghilangkan beberapa fitur yang hanya dimengerti oleh orang-orang tertentu saja.

(25)

Pada X.500, client dan server berkomunikasi menggunakan protokol stack Open Systems Interface (OSI).

Stack dengan tujuh layer ini memang bagus untuk mendesain

rangkaian protokol jaringan tapi ketika dibandingkan dengan rangkaian protokol TCP/IP, OSI 7-layer menjadi terlihat sangat berat.

LDAP menggunakan pesan udara tingkat rendah yang dipetakan secara langsung ke dalam layer TCP (biasanya port 389) dari stack protokol TCP/IP. Karena X.500 adalah protokol

layer aplikasi, ini membawa lebih banyak beban karena header

jaringan dibungkus di sekeliling paket di setiap layer sebelum akhirnya ditransmisikan ke jaringan. (Carter, 2003)

2.2.5.2 Directory

Artian directory secara umum adalah sebuah daftar dari informasi tentang obyek-obyek yang tersusun dalam urutan tertentu dan memberikan detail dari setiap obyek. Contohnya adalah buku telepon, di mana daftar obyeknya adalah orang-orang dengan nama yang tersusun secara alfabet dan detailnya adalah alamat dan nomor telepon.

Dalam istilah komputer, directory adalah sebuah database spesial, atau biasa disebut data repository, yang memiliki karakteristik yang membedakannya dengan database relasional secara umum. Salah satu karakteristik spesialnya adalah

(26)

directory diakses (dibaca atau dicari) lebih sering daripada

diperbarui (ditulis). Contohnya, ratusan orang akan mencari nomor telepon tapi nomor telepon jarang berubah.

Directory dioptimasikan untuk akses pembacaan karena directory harus mampu melayani permintaan pembacaan dalam

jumlah banyak. Akses penulisan / perubahan terbatas hanya pada administrator sistem atau pemilih dari setiap informasi. Berbeda dengan database relasional secara umum yang mendukung aplikasi seperti aplikasi perbankan, yang mengalami pembaruan dengan intensitas yang tinggi. Karena itu, directory yang bertujuan untuk menyimpan informasi statis, tidak cocok untuk menyimpan informasi yang berubah secara cepat.

Perbedaan lain antara directory dan database relasional secara umum adalah cara informasi diakses. Sebagian besar

database mendukung metode yang sudah terstandardisasi dan

memiliki akses yang sangat kuat yaitu Structured Query

Language (SQL). SQL mengizinkan pembaruan dan fungsi query yang kompleks sebagai harga dari ukuran program dan

kompleksitas aplikasi. Di sisi lain, directory menggunakan

access protocol yang sederhana dan teroptimasi sehingga bisa

digunakan dalam program yang berukuran kecil dan aplikasi yang relatif sederhana.

Karena directory memang tidak dimaksudkan untuk menyediakan banyak fungsi seperti database relasional secara

(27)

umum, directory dapat dioptimasikan secara ekonomis untuk menyediakan banyak aplikasi dengan akses cepat menuju

directory data dalam lingkungan distribusi yang besar.

Sebuah permintaan biasanya dilakukan oleh directory

client dan proses pencarian informasi dalam directory disebut directory server. Secara umum, server melayani layanan tertentu

pada client. Terkadang, server bisa menjadi client dari server lainnya untuk mengumpulkan informasi supaya bisa memproses permintaan. (Tuttle, 2004, p5)

2.2.5.3 Access Protocol

LDAP cukup diketahui sebagai protokol client-server yang berbasis pesan dan ditentukan oleh RFC 2251. LDAP bisa dibilang asinkron (walaupun banyak alat pengembangan yang menyediakan API baik yang blocking maupun yang

nonblocking), yang berarti bahwa client bisa melakukan banyak

permintaan tapi urutan respon yang dilakukan oleh server bisa berbeda dengan urutan permintaan dari client. (Carter, 2003)

2.2.5.4 Model LDAP

Model LDAP mewakili layanan yang disediakan oleh

server, yang bisa dilihat oleh client. Model LDAP ini merupakan

(28)

direktori LDAP. Model LDAP terbagi menjadi empat komponen (Carter, 2003):

 Model Informasi

Model informasi menyediakan struktur dan tipe data yang diperlukan untuk membangun sebuah pohon direktori LDAP, juga mendeskripsikan apa saja yang dapat diletakkan di dalam direktori. Sebuah entry adalah unit dasar dari direktori LDAP. Sebuah entry mengandung informasi tentang suatu hal dari satu atau lebih objectClass. objectClass ini mempunyai atribut tertentu baik yang wajib maupun yang tidak. Tipe atribut telah menetapkan aturan tentang persandian dan aturan kesesuaian yang mengatur hal-hal seperti tipe data atribut dapat mempertahankan dan bagaimana membandingkan data saat pencarian.

Contohnya, sebuah entry mungkin memiliki atribut. Sintaks yang dikaitkan dengan tipe atribut ini akan menentukan apakah nilai dari nomor telepon ditunjukkan dengan string yang bisa dicetak, diikuti oleh kata kunci yang mendeskripsikan ukuran kertas dan karakteristik resolusi. Ini mungkin bahwa entry direktori untuk sebuah organisasi akan mengandung banyak nilai dalam atribut, sehingga sebuah organisasi atau orang yang diwakilkan oleh entity akan memiliki banyak nomor fax.

(29)

Gambar 2.7 Skema LDAP Sumber: Arkills, 2003

Berikut adalah tabel dari beberapa atribut yang umum digunakan. Beberapa atribut memiliki nama alias yang dapat digunakan dimanapun ketika nama lengkap atribut telah digunakan. Contohnya, cn dapat digunakan untuk merujuk pada atribut commonName.

Tabel 2.3 Atribut yang Umum Digunakan

Atribut, Alias Sintaks Deskripsi Contoh

commonName, cn Cls Nama umum

dari sebuah entry

John Smith

surname, sn Cls Nama belakang

dari seseorang

Smith

(30)

organizationalU

nit Name, ou Cls Nama dari unit

organisasi

Tivoli

Owner Dn DN dari orang

yang memiliki

entry

cn=John Smith, o=IBM,c=us

Organization, o Cls Nama dari

organisasi

IBM

jpegPhoto Bin Gambar foto

dalam format JPEG

Foto dari John Smith

 Model Penamaan

Model penamaan mendefinisikan bagaimana entry dan data di Directory Information Tree (DIT) dirujuk secara unik. Setiap entry memiliki sebuah atribut yang unik diantara semua saudaranya dari satu single parent. Atribut yang unik ini disebut relative distinguised name (RDN). Setiap entry apapun di dalam direktori bisa diidentifikasi secara unik dengan mengikuti RDN dari semua entry di path dari node yang diinginkan sampai ke root dari pohon. String dibuat dengan mengkombinasikan RDN untuk membentuk sebuah nama unik yang disebut node’s distinguished name (DN).

(31)

Gambar 2.8 Contoh Pohon Direktori LDAP Sumber: Carter, 2003

Pada gambar 2.8, entry direktori yang berada di dalam kotak memiliki sebuah RDN dari cn=gerald carter. Bisa dilihat bahwa nama atribut dan nilai juga termasuk dalam RDN. DN untuk node ini adalah cn=gerald carter,

ou=people, dc=plainjoe, dc=org.

 Model Fungsi

Model fungsi mendeskripsikan apa saja yang bisa dilakukan dengan data direktori. Model fungsi adalah protokol LDAP itu sendiri. Protokol ini menyediakan sarana untuk mengakses data pada pohon direktori. Akses diimplementasikan oleh operasi otentikasi (binding), operasi

(32)

Tabel 2.4 Tabel konfigurasi privileges

Keyword Privileges None 0 Disclose D Auth Xd Compare Cxd Search Scxd Read Rscxd Write Wrsxd  Model Keamanan

Model keamanan mendeskripsikan bagaimana data direktori dilindungi dari akses yang tidak terotorisasi. Model keamanan ini menyediakan sebuah mekanisme bagi client untuk membuktikan identitas mereka (otentikasi) dan bagi

server untuk mengontrol akses terotentikasi client menuju data

(otorisasi).

2.2.6 OpenLDAP

OpenLDAP adalah sebuah open source yang merupakan implementasi dari Lightweight Directory Access Protocol (LDAP). Komponen-komponen yang ada di dalam rangkaian OpenLDAP bisa dibagi menjadi empat komponen (Butcher, 2007, p22):

Servers

Server utama dari rangkaian LDAP adalah Stand-Alone LDAP Daemon (SLAPD). Server ini menyediakan akses menuju satu atau

(33)

protokol LDAP, biasanya dengan menggunakan sebuah koneksi berbasis jaringan (walaupun SLAPD juga menyediakan sebuah socket

listener UNIX). Sebuah server dapat menyimpan data direktori secara

lokal atau hanya mengakses (atau akses proxy) ke sumber-sumber eksternal. Secara khas, server menyediakan otentikasi dan pencarian layanan, dan juga mendukung penambahan, penghapusan, dan perubahan data direktori. Ini juga menyediakan kontrol akses

fine-grained ke direktori. Clients

Client mengakses server LDAP melalui protokol jaringan LDAP. Client berfungsi dengan meminta bahwa server melakukan operasi

untuk kepentingan mereka. Secara khas, client akan pertama kali terhubung dengan server direktori, kemudian melakukan bind (otentikasi), dan kemudian melakukan nol atau lebih operasi lain (mencari, mengubah, menambah, menghapus, dan lain-lain) sebelum akhirnya melakukan unbinding dan memutuskan koneksi.

Utilities

Tidak seperti client, utilities tidak melakukan operasi menggunakan protokol LDAP. Sebagai gantinya, utilities memanipulasi data di tingkatan yang lebih rendah dan tanpa penghubung oleh server. Utilities digunakan terutama untuk membantu memelihara server.

(34)

Libraries

Ada beberapa library OpenLDAP yang dibagi diantara aplikasi-aplikasi LDAP. Library ini menyediakan fungsi-fungsi LDAP pada aplikasi-aplikasi. Client, utilities, dan server, semuanya membagi akses pada beberapa library.

Application Programming Interfaces (APIs) disediakan untuk

mengizinkan para pengembang perangkat lunak menulis aplikasi LDAP mereka sendiri tanpa menulis ulang kode dasar LDAP. Jika API yang disediakan untuk OpenLDAP ditulis dalam bahasa C, proyek OpenLDAP juga menyediakan dua Java API. Library dari Java ini tidak termasuk dalam rangkaian OpenLDAP tapi bisa didapatkan dari http://openldap.org.

Gambar 2.9 Diagram keempat komponen OpenLDAP Sumber: Butcher, 2007, p21

(35)

2.2.7 Email

2.2.7.1 Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)

Simple Mail Transfer Protocol adalah protokol pengiriman email TCP/IP. SMTP memindahkan email di internet dan

jaringan lokal. Tujuan dari SMTP adalah mengirimkan pesan yang efisien dan dapat dipercaya. Protokol ini ditentukan dalam RFC 2821, A Simple Mail Transfer Protocol. SMTP berjalan di layanan yang terorientasi pada hubungan dan terpercaya yang disediakan oleh Transmission Control Protocol (TCP), dan protokol ini sudah dikenal menggunakan port nomor 25.

SMTP tidak bergantung pada subsistem transmisi tertentu dan hanya membutuhkan channel arus data yang terpercaya. Salah satu fungsi SMTP yang signifikan adalah kemampuannya untuk mengirimkan pesan antar jaringan, yang biasa disebut

SMTP mail relaying (pengiriman pesan SMTP). Sebuah jaringan

terdiri dari host-host yang terakses melalui TCP pada jaringan

public internet, host-host yang terakses melalui TCP pada

TCP/IP Intranet dengan firewall, atau host-host pada jaringan LAN atau WAN yang memanfaatkan sebuah protokol

transport-level yang non-TCP.

Saat menggunakan SMTP, sebuah proses dapat mengirimkan pesan ke proses lain dalam jaringan yang sama atau ke beberapa jaringan berbeda melalui proses relay atau

(36)

sebuah pesan dapat melewati beberapa relay atau gateway host dalam perjalanannya. Mekanisme Mail eXchanger dari domain

name system (DNS) digunakan untuk mengidentifikasi tujuan

berikutnya yang benar dari pesan tersebut.

Desain SMTP dapat dilihat sebagai berikut: +---+ +---+ +---+ | | | | | User |<-->| | SMTP | | +---+ | Client- |Commands/Replies| Server- |

+---+ | SMTP |<--->| SMTP | +---+ | File |<-->| | and Mail | |<-->| File | |System| | | | | |System| +---+ +---+ +---+ +---+ SMTP client SMTP server

Gambar 2.10 Desain SMTP Sumber: RFC 2821

Saat SMTP client memiliki pesan yang akan dikirim, SMTP client akan membuat dua jalur pengiriman ke SMTP

server. Tugas dari SMTP client adalah untuk mengirimkan pesan

ke satu atau lebih SMTP server, atau mengirimkan laporan bahwa pesan tersebut gagal dikirim. (RFC 2821).

2.2.7.2 Zimbra Collaboration Suite (ZCS)

Zimbra, sebagai bagian dari VMware, Inc., merupakan pemimpin di open source perangkat lunak email dan kolaborasi generasi selanjutnya. Zimbra menyederhanakan IT dan mengatur standar untuk web dan cloud yang berdasarkan pada kolaborasi

(37)

dengan pengalaman pengguna yang inovatif seperti tampilan web AJAX. Dengan lebih dari 60 juta kotak surat berbayar di seluruh dunia, Zimbra adalah salah satu dari penyedia email yang terbesar dan tercepat perkembangannya. Produk-produk dari Zimbra adalah Zimbra Collaboration Suite (ZCS) dan Zimbra Dekstop.

ZCS adalah sebuah email dan server kalender, ditambah dengan fasilitas penyimpanan dan pengeditan dokumen, pesan instan, dan kontrol administrasi yang sederhana. Semua fasilitas ini dibangun di atas teknologi web AJAX yang terbaru. ZCS juga menyediakan mobilitas dan sinkronisasi ke aplikasi dekstop

client sedangkan server digunakan pada perangkat keras Linux

dan server Mac. (http://www.zimbra.com)

2.2.8 PHP Hypertext Preprocessor (PHP)

PHP adalah bahasa pemograman yang ditempel pada HTML (HyperText Markup Languange) dan biasa digunakan untuk membangun

website yang dinamis dan interaktif (Choi, 2004, p1). PHP pertama kali

dirancang oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 dan awalnya diberi nama

Personal Home Page, sebuah set kecil dari script Perl untuk

mengumpulkan data tentang orang-orang yang melihat resume-nya. Pada saat itu, WWW masih berada pada tahap primitif dan siapapun yang ingin menambahkan isi yang bersifat dinamis ke dalam website sangat membutuhkan scripting languange yang fleksibel dan beroperasi di server.

(38)

PHP dibangun di atas struktur bahasa pemograman yang familiar seperti C, Java, dan Perl (Allen, 2002, p3).

PHP memadukan beberapa fitur terbaik dari bahasa pemograman modern menjadi sebuah aplikasi penulisan website yang unik dan menyegarkan. PHP juga mengizinkan adanya perkembangan dengan kekacauan yang minimal.

2.2.9 MySQL

Database MySQL telah menjadi open source database yang paling

terkenal sedunia karena performanya yang tinggi, kehandalannya, dan kemudahan untuk digunakan. Ini juga merupakan database pilihan dari generasi aplikasi baru yang dibangun di atas stack LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP/Perl/Python). Organisasi-organisasi terbesar sedunia dan pertumbuhannya sangat cepat pun bergantung pada MySQL untuk menghemat waktu dan uang menggerakkan websites berkapasitas besar, sistem bisnis yang kritis, dan paket perangkat lunak mereka. MySQL juga berjalan di lebih dari dua puluh platform termasuk Linux, Windows, Mac OS, Solaris, HP-UX, IBM AIX, memberikan fleksibilitas yang memudahkan untuk dikontrol. (http://www.mysql.com/why-mysql/)

Structured Query Language (SQL) adalah sebuah bahasa yang

digunakan untuk membuat dan mengoperasikan relational database, yang merupakan kumpulan informasi yang berhubungan dan tersimpan di dalam tabel. Relational database diatur oleh program yang disebut database

(39)

management system (DBMS), contohnya MySQL. MySQL menggunakan

SQL untuk semua operasi database. (Gruber, 2000, pxxiii)

2.2.10 Joomla

Joomla adalah sebuah open source content management system (CMS) berbasis PHP dan MySQL, yang memungkinkan penggunanya untuk membangun website dan aplikasi online. CMS adalah perangkat lunak yang menjaga setiap bagian dari isi website, mirip dengan perpustakaan yang menjaga setiap buku dan menyimpannya. Isi yang dijaga ini bisa berupa teks, foto, lagu, video, dokumen, dan lain-lain. Keuntungan utama dari penggunaan CMS adalah tidak diperlukan kemampuan teknik atau pengetahuan untuk mengatur karena CMS yang mengatur semua isinya. (http://www.joomla.org/about-joomla.html)

Inti dari framework Joomla memampukan para pengembang untuk secara cepat dan mudah membangun:

 Sistem kontrol inventaris.

 Alat untuk melaporkan data.

 Jembatan aplikasi.

 Katalog dari berbagai macam produk.

Sistem e-commerce yang terintegrasi.

 Direktori untuk bisnis yang kompleks.

 Sistem reservasi.

Gambar

Gambar di atas menunjukkan tipikal jaringan yang mengandung alat- alat-alat,  media  dan  layanan,  diikat  oleh  peraturan  dan  bekerja  bersama-sama  untuk mengirimkan pesan
Tabel 2.2 TCP / IP Model
Gambar 2.2 Local Area Network (LAN)
Gambar 2.3 Metropolitan Area Network (MAN)
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Shannon dan Fano terus menerus mengembangkan algoritma ini yang menghasilkan kode biner (binary codeword) untuk setiap karakter yang terdapat pada data dengan redudansi

Proses produksi yang terus menerus akan terjadi jika perusahaan yang berproduksi membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan peralatan atau mesin danjenis mesin

Konsumen yang mempunyai loyalitas jasa terhadap suatu merek yang tinggi dapat dilihat dari penggunaan suatu jasa tertentu secara terus-menerus meskipun ada layanan jasa pesaing

Dengan kata lain VPN merupakan suatu jaringan data private yang menggunakan jaringan publik (biasanya internet) atau layanan jaringan lainnya untuk menghubungkan remote sites

• Six Sigma adalah sebuah alat atau tools yang digunakan untuk memperbaiki proses melalui Customer Focus, perbaikan yang terus-menerus dan keterlibatkan orang-orang baik di

Pada sisi lain sistem Just in Time (JIT) merupakan konsep filosofi perbaikan terus menerus, dengan cara memproduksi output yang diperlukan, pada waktu dibutuhkan oleh pelanggan,

Tanpa pelanggan suatu perusahaan tidak akan dapat menjalankan kegiatan usahanya, karena pelanggan adalah seseorang yang secara terus menerus dan berulang kali datang ke suatu

Pola hidup sehat berarti kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan teratur menjadi kebiasaan dalam gaya hidup dengan memperhatikan hal-hal yang