BAB I PENDAHULUAN. individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.

Pendidikan adalah salah satu sarana untuk menjawab berbagai tantangan yang berkaitan dengan perkembangan informasi, globalisasi, pasar bebas, bahkan masalah kerukunan berbangsa dan bernegara. Pasal 3 Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengemukakan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam upaya mewujudkan tujuan nasional.

Pendidikan merupakan hal yang berlangsung secara berkelanjutan sejak seseorang masih berada dalam lingkungan keluarga. Pendidikan formal dimulai

(2)

2

ketika seorang anak memasuki sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan-lulusan yang ahli dalam berbagai bidang demi menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, bangsa, dan negara.

Saat ini semakin banyak penduduk Indonesia yang mengikuti pendidikan tinggi untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan harkat kehidupannya. Banyaknya penduduk yang mengikuti pendidikan tinggi pada berbagai bidang menuntut semakin banyaknya dosen, yang merupakan sumber daya manusia utama di perguruan tinggi. Selain itu, masalah yang harus dihadapi perguruan tinggi adalah masalah kaderisasi, terutama dengan banyaknya jumlah tenaga kependidikan yang akan memasuki masa pensiun. Masalah lain yang dihadapi kebanyakan perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi negeri adalah cukup banyaknya dosen yang melakukan kegiatan di luar kampus (moonlighting) demi mencukupi kebutuhan finansial karena gaji sebagai dosen dirasakan kurang memadai (“Better Pay”, 1995; The University of Indonesia as a Legal Entity, Volume II, 2000). Selain itu, banyak juga dosen yang ditarik sebagai pejabat di berbagai lembaga pemerintahan (Khomsan, 2000; “50 tahun Universitas Indonesia, 2000).

Dosen Universitas Udayana meskipun banyak yang sibuk di luar kampus, tetapi masih cukup banyak pula dosen yang mencurahkan perhatian dan waktunya untuk menjalankan berbagai kegiatan di kampus, serta tidak meninggalkan tanggung jawab utamanya sebagai pengajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tetap aktifnya dosen di kampus, antara lain minat yang tinggi

(3)

3

untuk mengajar, meneliti, dan memberikan pelayanan pada masyarakat; usia yang sudah terlalu lanjut untuk pindah pekerjaan; merasa tidak memiliki alternatif pekerjaan lain; atau karena adanya komitmen yang tinggi pada universitas. Faktor terakhir inilah yang merupakan faktor yang akan didalami pada penelitian ini.

Tiga tugas utama (tridharma) yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi, yaitu kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pelayanan pada masyarakat. Ketiga tugas ini dibebankan pada setiap dosen. Selain itu, ada juga kegiatan lain yang harus dijalankan dosen, misalnya memegang jabatan struktural dan menjadi anggota panitia atau kelompok kerja yang menjalankan kegiatan untuk fakultas ataupun universitas (Singapore Career Guide, 1994). Dalam menjalankan tugasnya, seringkali pekerjaan harus dilakukan dosen di luar jam kerja. Ini berarti, pekerjaan seorang dosen merupakan pekerjaan yang kompleks. Agar dapat menjalankan berbagai perannya, dosen haruslah merupakan dosen berkualitas dan memiliki komitmen yang tinggi pada universitas sehingga universitas dapat menyusun berbagai rencana pengembangan dengan lebih mantap dan berkesinambungan. Namun demikian, tampaknya kebanyakan perguruan tinggi di Indonesia belum melihat pentingnya peran komitmen dosen pada universitas terhadap peningkatan mutu dan perkembangan perguruan tinggi. Di sisi lain, hingga saat ini perguruan tinggi seolah tidak dapat melakukan tindakan yang tegas terhadap dosen yang tidak terlalu banyak terlibat dalam kegiatan di kampus, termasuk dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran, padahal hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk ditangani secara serius.

(4)

4

Menurut Allen & Meyer dalam Seniati (2002) menyatakan bahwa pengertian komitmen organisasi adalah keterikatan karyawan pada organisasi dimana karyawan bekerja. Ada tiga komponen komitmen organisasi, yaitu komitmen afektif, komitmen rasional, dan komitmen normative. Komitmen afektif (affective commitment) berkaitan dengan adanya keterikatan emosional, identifikasi, dan keterlibatan karyawan pada organisasi. Komitmen rasional atau komitmen bersinambung (continuance commitment) berkaitan dengan pertimbangan untung rugi jika karyawan meninggalkan organisasi, dan komitmen normatif (normative commitment) berkaitan dengan adanya perasaan wajib dalam diri karyawan untuk tetap bekerja dalam organisasi. Ketiga komponen komitmen ini dapat muncul dalam derajat yang berbeda, serta dipengaruhi oleh anteseden yang berbeda pula. Komitmen pada dosen jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana dapat di lihat pada tabel tingkat absensi dosen yang ditunjukkan pada lampiran 9. Pada tabel lampiran tersebut dapat dilihat bahwa total persentase tingkat kehadiran dosen jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana menunjukan di atas 70 persen, hal ini berarti bahwa adanya kesadaran dan komitmen dari dalam diri dosen sendiri untuk hadir dan bekerja pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana tanpa diperintah.

Keith Davis (1989:176) mengemukakan bahwa : “ Job Satisfaction is a set of favorable or unforable feeling with wich employees view their work “. Kepuasan kerja adalah kumpulan perasaan enak dan tidak enak di mana karyawan (dosen) menemukan suasana kerja mereka. Robbins (2006:103) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Pekerjaan

(5)

5

membutuhkan interaksi dengan rekan sekerja dan para atasan, mematuhi peraturan dan kebijakan organisasi, memenuhi standard kinerja, hidup dengan suasana kerja yang sering kali kurang dari ideal. Luthan (1998) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja antara lain pekerjaan itu sendiri, upah dan gaji, promosi, supervisi, kelompok kerja, dan kondisi kerja. Kepuasan kerja pada dosen jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana dapat dilihat pada tabel usulan kenaikan pangkat (promosi jabatan) yang ditunjukkan pada lampiran 10. Pada tabel lampiran tersebut dapat dilihat bahwa adanya kenaikan pangkat (promosi jabatan) yang di berikan kepada dosen dapat meningkatkan kepuasan kerja dosen tersebut. Dimana dalam mencapai pangkat tersebut di perlukannya suatu usaha dan tingkat pendidikan yang tinggi supaya dapat dipromosikan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi.

Robbins menyatakan ada beberapa alasan pentingnya kepuasan kerja antara lain bahwa karyawan yang tidak puas lebih sering melewatkan kerja dan lebih besar kemungkinan mengundurkan diri dari pekerjaannya sedangkan karyawan yang puas bekerja lebih baik dan usia kerja lebih panjang dan kepuasan pada pekerjaan dibawa ke kehidupan karyawan di luar pekerjaan. Permasalahan kepuasan kerja sering terjadi dalam suatu organisasi, perusahaan maupun lembaga pendidikan pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana yang beralamat di Jalan P.B Sudirman, ( Jalan Ir. Ida Bagus Oka No.4 ) Denpasar. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana telah memiliki beberapa program pendidikan antara lain program S1 (reguler), Diploma III (DIII) dan Diploma I (DI). Selain itu Fakultas Ekonomi Universitas Udayana juga memiliki program pendidikan yang lain yaitu

(6)

6

program S1 Ekstensi, program Magister Manajemen (MM), program Ekonomi Pembangunan (MEP), dan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Fakultas Ekonomi Universitas Udayana memiliki tiga jurusan yaitu jurusan Ilmu Ekonomi, Akuntansi, dan jurusan Manajemen.

Berikut adalah jumlah data mengenai jumlah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana pada tahun 2008/2009 :

Table 1.1 Jumlah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Menurut Jurusan, Pendidikan Tertinggi dan Jenis Kelamin

Jurusan Jenis kelamin Strata Pendidikan Jumlah

L P S1 S2 S3

Ilmu Ekonomi 37 20 4 40 13 57

Manajemen 55 36 8 72 11 91

Akuntansi 37 18 2 42 11 55

Total 129 74 14 154 35 203

Sumber Data : Bagian Kepegawaian FE Unud 2008/2009

Tabel 1.1 menunjukkan bahwa jumlah dosen yang mengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana pada tahun 2008/2009 adalah sebanyak 203 orang. Jumlah dosen terendah adalah pada jurusan Akuntansi sebanyak 55 orang. Sedangkan jumlah dosen terbanyak adalah pada jurusan Manajemen sebanyak 91 orang. Berdasarkan strata pendidikan dari S1 ada sebanyak 14 orang, S2 ada sebanyak 154 orang dan S3 ada sebanyak 35 orang dari ketiga jurusan yang ada pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Banyaknya jumlah dosen yang ada pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana mengharuskan untuk menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan komitmen dosen yang sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk dapat tercapainya kepuasan kerja yang maksimal.

(7)

7

Sesuai dengan latar belakang masalah yang telah dijelaskan maka dapat dirumuskan pokok permasalahan penelitian ini sebagai berikut.

1) Apakah kepuasan terhadap promosi, kepuasan terhadap rekan kerja, dan kepuasan dengan atasan serta kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri secara simultan berpengaruh terhadap komitmen dosen jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana?

2) Apakah kepuasan terhadap promosi, kepuasan terhadap rekan kerja, dan kepuasan dengan atasan serta kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri secara parsial berpengaruh terhadap komitmen dosen jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana?

3) Variabel manakah diantara kepuasan terhadap promosi, kepuasan terhadap rekan kerja, dan kepuasan dengan atasan serta kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri yang mempunyai pengaruh dominan terhadap komitmen dosen jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana?

1.2 Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian 1.2.1 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan pokok permasalahan penelitian yang telah dirumuskan dapat disampaikan tujuan penelitian sebagai berikut.

1) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kepuasan terhadap promosi, kepuasan terhadap rekan kerja, dan kepuasan dengan atasan serta kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri secara simultan terhadap komitmen dosen jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.

(8)

8

2) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kepuasan terhadap promosi, kepuasan terhadap rekan kerja, dan kepuasan dengan atasan serta kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri secara parsial terhadap komitmen dosen jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.

3) Untuk mengetahui variabel mana diantara kepuasan terhadap promosi, kepuasan terhadap rekan kerja, dan kepuasan dengan atasan serta kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri yang mempunyai pengaruh dominan terhadap komitmen dosen jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

1.2.2 Kegunaan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian maka kegunaan dari penelitian ini adalah.

1) Kegunaan Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya referensi dan wawasan yang berkaitan dengan kepuasan kerja yang dapat mempengaruhi komitmen dosen Jurusan manajemen pada fakultas ekonomi universitas udayana. 2) Kegunaan Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan organisasi yang berhubungan dengan kepuasan kerja yang dapat mempengaruhi komitmen. Bagi peneliti lainnya, hasil penelitian ini dapat referensi tambahan dalam melakukan riset selanjutnya.

(9)

9 1.3 Sistematika Penulisan

Penulisan penelitian ini dibagi menjadi lima bab, dimana masing-masing bab dibagi dalam bagian-bagian yang lebih mendalam dan terperinci, yang akan mempunyai kaitan satu dengan yang lainnya. Secara sistematis akan disajikan dengan susunan sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan, diuraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan kegunaan penelitian serta sistematika penyajian.

Bab II Kajian pustaka merupakan bab yang mengemukakan dasar-dasar teori yang mendukung pembahasan terdiri dari pengertian komitmen, faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen, pengertian komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, komitmen normativ, pengertian kepuasan kerja, faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, faktor yang memberikan konstribusi terhadap kepuasan kerja, pentingnya kepuasan kerja, pengukuran kepuasan kerja, pendekatan penguukuran kepuasan kerja, indikator kepuasan kerja karyawan, dan sebagainya. Pada bab ini dicantumkan juga pembahasan penelitian sebelumnya. Dalam hipotesis penelitian akan diuraikan jawaban sementara dari permasalahan penelitian.

Bab III Metode Penelitian, diuraikan mengenai lokasi penelitian, objek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional, jenis data dan sumber data, populasi penelitian dan responden penelitian, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data yang diperlukan.

(10)

10

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian, diuraikan mengenai gambaran umum daerah, struktur organisasi dan uraian tugas serta pembahasan hasil penelitian dari teknik analisis data yang dipergunakan.

Bab V Simpulan dan Saran, diuraikan simpulan dari keseluruhan hasil penelitian dan juga saran-saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :