• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada Desember 2016 Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,16. Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung (0,63 persen) dan terendah terjadi di Kota Cirebon (0,06 persen).

 Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi yaitu kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,36 persen; kelompok sandang 0,14 persen; kelompok bahan makanan 0,10 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,03 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok kesehatan 0,44 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,10 persen.

 Kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan.

 Subkelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah transport.

 Tingkat inflasi tahun kalender (Desember 2016) sebesar 1,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 1,87 persen.  Provinsi Jawa Barat dan Nasional mengalami inflasi yaitu 0,36 persen dan 0,42

persen.

No. 12/74/32/ThXVIII, 3 Januari 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

(2)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 12/74/32 Th.XVIII, 3 Januari 2017 2

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga-harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,36 persen; kelompok sandang 0,14 persen; kelompok bahan makanan 0,10 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,08 persen; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,03 persen.

Beberapa komoditas mengalami peningkatan harga yaitu antara lain telur ayam ras,

cabai rawit, bensin, dan mie kering instant. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan

harga antara lain adalah: bawang merah, daun bawang, kangkung, dan beras.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi terbesar pada Desember 2016, yaitu kelompok transporasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Untuk sub kelompok komoditas dengan andil terbesar berasal dari transportasi.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Cirebon

Juli 2015–Desember 2016

0,10 0,17 0,27 0,10 0,30 0,06

(3)

Tabel 1

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Komoditas Kota Cirebon Bulan Desember Tahun 2016

Kelompok Komoditas Andil Inflasi

(1) (2)

Umum 0,0581

1. Bahan Makanan 0,0223

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0085 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar -0,0223

4. Sandang 0,0067

5. Kesehatan -0,0162

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0066 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,0525

(4)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 12/74/32 Th.XVIII, 3 Januari 2017 4

Daging ayam ras; -0,0930 Daun bawang; -0,0619 Kangkung; -0,0484 Beras; -0,0455 Emas perhiasan; -0,0413 Tomat sayur; -0,0356 Cabai merah; -0,0272 Semen; -0,0256 Celana dalam pria;

0,0216 Pampers; 0,0283 Labu siam/jipang;

0,0364 Mie kering instant;

0,0365 Bensin; 0,0400 Cabai rawit; 0,0480

Telur ayam ras; 0,1093

-0,1400 -0,1000 -0,0600 -0,0200 0,0200 0,0600 0,1000 0,1400

Gambar 2

Andil Inflasi Kota Cirebon Bulan Desember Tahun 2016 Menurut Komoditas

(5)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Desember 2016) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) masing-masing sebesar 1,87 persen dan 1,87 persen. Sedangkan pada periode yang sama, Desember 2015 terjadi inflasi sebesar 0,27 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Desember 2015) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2015 terhadap Desember 2014) masing-masing sebesar 1,56 persen dan 1,56 persen.

Tabel 2

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Di Kota Cirebon

Bulan Desember Tahun 2015 dan Desember 2016

Inflasi Desember Tahun 2015 Desember Tahun 2016 (1) (2) (3) 1. Bulanan 0,27 0,06

2. Tahun kalender (Desember) 1,56 1,87 3.Tahun ke tahun

Desember (tahun n) terhadap Desember (tahun n-1)

(6)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 12/74/32 Th.XVIII, 3 Januari 2017 6

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, dan Sumbangan Inflasi Menurut Kelompok/ Subkelompok di Kota Cirebon Bulan Desember Tahun 2016 (2012=100)

Kelompok/Subkelompok IHK Desember 2016 Inflasi (%) Inflasi Tahun Kalender Inflasi Tahun Ke Tahun Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4} (5) (6) UMUM 121,16 0,06 1,87 1,87 0,0581 I. BAHAN MAKANAN 137,09 0,10 6,60 6,60 0,0223

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 120,10 -0,16 1,27 1,27 -0,0094

b. Daging dan Hasil-hasilnya 139,78 0,98 1,64 1,64 0,0268

c. Ikan Segar 138,91 -0,67 3,26 3,26 -0,0074

d. Ikan Diawetkan 126,49 0,49 6,91 6,91 0,0029

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 125,17 3,87 -0,49 -0,49 0,1001

f. Sayur-sayuran 237,42 -2,75 8,56 8,56 -0,0679

g. Kacang-kacangan 132,81 1,07 9,72 9,72 0,0129

h. Buah-buahan 129,24 0,18 7,68 7,68 0,0034

i. Bumbu-bumbuan 189,81 -2,13 44,67 44,67 -0,0456

j. Lemak dan Minyak 105,18 0,58 9,40 9,40 0,0065

k. Bahan Makanan Lainnya 105,00 0,00 -0,75 -0,75 0,0000

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK,

DAN TEMBAKAU 118,34 0,03 2,18 2,18 0,0085

a. Makanan Jadi 111,46 -0,01 0,23 0,23 -0,0011

b. Minuman Tidak Beralkohol 110,57 0,03 3,45 3,45 0,0007

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 154,67 0,17 8,05 8,05 0,0089

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN

BAHAN BAKAR 114,31 -0,10 0,05 0,05 -0,0223

a. Biaya Tempat Tinggal 106,01 -0,22 -0,43 -0,43 -0,0256

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 133,46 0,07 -0,63 -0,63 0,0044

c. Perlengkapan Rumahtangga 110,53 0,00 0,19 0,19 0,0000 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 114,46 -0,03 3,56 3,56 -0,0011 IV. SANDANG 109,20 0,14 3,23 3,23 0,0067 a. Sandang Laki-Laki 108,53 2,31 4,40 4,40 0,0265 b. Sandang Wanita 105,43 -0,73 0,03 0,03 -0,0077 c. Sandang Anak-Anak 113,33 2,39 4,05 4,05 0,0292

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 109,12 -3,23 4,15 4,15 -0,0413

V. KESEHATAN 111,98 -0,44 0,21 0,21 -0,0162

a. Jasa Kesehatan 108,63 0,00 0,00 0,00 0,0000

b. Obat-obatan 102,11 0,00 0,00 0,00 0,0000

c. Jasa Perawatan Jasmani 122,67 0,00 1,30 1,30 0,0000

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 116,21 -0,87 0,24 0,24 -0,0162

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN

OLAHRAGA 126,17 0,08 1,55 1,55 0,0066 a. Pendidikan 138,17 0,00 1,67 1,67 0,0000 b. Kursus-kursus/Pelatihan 104,10 0,00 1,48 1,48 0,0000 c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 104,05 0,00 0,00 0,00 0,0000 d. Rekreasi 102,98 0,00 1,81 1,81 0,0000 e. Olahraga 131,95 5,37 7,10 7,10 0,0066

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA

KEUANGAN 120,37 0,36 -2,26 -2,26 0,0525

a. Transpor 133,84 0,45 -4,11 -4,11 0,0400

b. Komunikasi dan Pengiriman 100,80 0,29 0,80 0,80 0,0125

c. Sarana dan Penunjang Transpor 112,27 0,00 0,12 0,12 0,0000

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA CIREBON DENGAN KOTA LAIN DI PULAU JAWA BULAN DESEMBER TAHUN 2016

Dari 26 kota IHK di Pulau Jawa, tercatat 25 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Cilegon (0,94 persen) dan terendah terjadi di Cirebon (0,06 persen). Deflasi terjadi di Tegal sebesar 0,09 persen.

Tabel 4.

Perbandingan IHK dan Inflasi/Deflasi Bulan Desember Tahun 2016 untuk 26 kota di Pulau Jawa

No Kota IHK (%) No Kota IHK (%)

(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 CILEGON 130,99 0,94 14 KEDIRI 122,56 0,36

2 JEMBER 122,56 0,93 15 YOGYAKARTA 123,21 0,35

3 TANGERANG 133,61 0,66 16 SURAKARTA 122,41 0,30

4 BANDUNG 125,28 0,63 17 KUDUS 131,20 0,30

5 MALANG 126,35 0,58 18 DKI JAKARTA 126,27 0,27

6 SURABAYA 125,77 0,56 19 BEKASI 123,07 0,27 7 SUMENEP 123,01 0,53 20 SEMARANG 124,59 0,20 8 TASIKMALAYA 124,43 0,48 21 DEPOK 124,35 0,18 9 BANYUWANGI 122,50 0,47 22 BOGOR 126,07 0,16 10 SUKABUMI 125,09 0,45 23 SERANG 133,02 0,12 11 MADIUN 122,74 0,45 24 CILACAP 127,81 0,09 12 PROBOLINGGO 123,08 0,38 25 CIREBON 121,16 0,06 13 PURWOKERTO 123,23 0,37 26 TEGAL 122,49 -0,09

Referensi

Dokumen terkait

maupu upun n mas masala alah-m h-masa asalah lah se secar cara a umu umum m ada adalah lah bah bahwa wa sua suatu tu ma masal salah ah tid tidak ak dapat semata-mata

pembakaran pun dipraktekkan. Inilah dosa terakhir dari sebuah model pengelolaan yang salah kaprah; dan pembakaran lahan juga merupakan salah satu yang digunakan oleh

Karena menyesuaikan dengan metode kualitatif yang menyajikan secara langsung hakikat antara hubungan peneliti dan responden dalam hal ini novel Anak Kecil Yang Mengubah

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan untuk menggolongkan mangga Gedong gincu berdasarkan rasio kandungan gula asam dengan

Bagunan Raad van Justitie yang dibangun atas rancangan Van Raders dengan menggunakan gaya Indische Empire Style memiliki makna sebagai simbol kekuasaan dan

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi

Angket dengan menggunakan skala Likert pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap modul sains-islam pada materi gerak lurus yang

Perkembangan SI dengan adanya SI lokal ini maka anggota SI secara keseluruhan bertambah. 22 Maka dilihat dari aspek inilah dibentuklah CSI, seperti yang sudah