BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

22 BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan memanipulasi objek penelitian (Nazir, 2005).

B. DESAIN PENELITIAN

Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 7 kali pengulangan. Jumlah pengulangan berdasarkan rumus pengulangan Gomez dan Gomez (1995) sebagai berikut : T (R-1) ≥ 20 3 (R-1) ≥ 20 3R - 3 ≥ 20 3R ≥ 6,67 3R ≥ 7

Desain plot sampel pada penelitian ini digambarkan pada Gambar 3.1 berikut :

A7 B2 B4 B6 A6 B5 A5

C1 C4 B7 A4 C5 C2 B1

A1 A2 C3 C7 A3 C6 B3

Gambar 3.1 Desain Plot Sampel Keterangan :

T = jumlah perlakuan R = jumlah pengulangan 20 = derajat bebas untuk RAL

(2)

23

Keterangan :

A = perlakuan dengan volume penyiraman ½ dari kapasitas lapang B = perlakuan dengan volume penyiraman sama dengan kapasitas lapang C = perlakuan dengan volume penyiraman 1 ½ dari kapasitas lapang

C. POPULASI DAN SAMPEL

Populasi dalam penelitian ini adalah benih buncis yang berasal dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA), sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah tanaman buncis yang akan dilihat pertumbuhannya dan daun buncis yang akan diukur kadar klorofilnya.

D. TEMPAT DAN WAKTU

Penanaman dilaksanakan di Rumah Kaca. Pengukuran variabel setelah perlakuan dilakukan dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Laboratorium Struktur Tumbuhan FPMIPA UPI. Penelitian ini dilakukan selama bulan Maret sampai dengan bulan April 2011.

E. ALAT DAN BAHAN

1. Alat

Peralatan yang digunakan saat penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut.

(3)

24

Tabel 3.1 Alat Penelitian

No. Alat Jumlah Spesifikasi

1. Gelas ukur 2 buah Pyrex (250 mL)

2. Kuvet spektrofotometer 22 buah 1’ 2” test tube

3. Mortal 1 buah

4. Oven 1 buah OF-12 G (60-100oC)

5. Sentrifuge 1 buah Kokusan

6. Spektrofotometer 1 buah Spectronic 20 D

7. Tabung sentrifuge 21 buah Pyrex (50 mL)

8. Timbangan analitik 1 buah HF – 300

2. Bahan

Bahan yang digunakan saat penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.2 dibawah ini.

Tabel 3.2 Bahan Penelitian

No. Bahan Jumlah Spesifikasi

1. Acetone 80 % 300 ml

2. Aquadest 60 ml

3. Benih buncis 98 butir Varietas LE-02

4. Kertas label 3 set

5. Plastik sampel 21 buah

6. Polybag 18 buah 9 x 10 x 18 cm

7. Tanah : pupuk : sekam 12,6 kg Perbandingan 1:1:1

F. LANGKAH KERJA 1. Persiapan Penelitian

a. Persiapan Benih

Persiapan benih dilakukan dengan cara melakukan seleksi biji. Seleksi biji buncis dilakukan dengan merendam biji tersebut dalam air. Biji yang digunakan adalah biji yang tenggelam karena biji tersebut baik untuk dikecambahkan, sedangkan biji yang terapung dibuang.

(4)

25

b. Persiapan Media Tanam

Media tanam yang dipakai adalah campuran tanah andosol, pupuk dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Media tanam yang digunakan berdasarkan sumber yang diperoleh dari BALITSA. Media tanam dengan volume 700 gram dimasukkan ke masing-masing polybag. Selanjutnya benih buncis hasil seleksi ditanam dalam media yang telah disiapkan.

2. Penelitian Pendahuluan

Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah pengukuran kapasitas lapang. Pengukuran kapasitas lapang ini bertujuan untuk menentukan volume penyiraman. Menurut Islami dan Utomo (1995), pengukuran kapasitas lapang dilakukan dengan cara tanah dalam polybag disiram dengan air sampai menetes (jenuh) kemudian didiamkan selama 3 hari sampai tidak ada air yang menetes. Selanjutnya, tanah ditimbang berat basah dan berat keringnya. Berat basah ditimbang setelah tidak ada air yang menetes dari dalam polybag. Berat kering ditimbang setelah tanah dioven pada suhu 100oC sampai diperoleh berat konstan. Kapasitas lapang dihitung dengan rumus :

W = ሺTb − Tkሻ

Tk x 100 %

Keterangan : W = Kapasitas lapang

Tb = Berat basah tanah (gram) Tk = Berat kering tanah (gram)

Berdasarkan rumus diatas, hasil pengukuran berat basah dan berat kering tanah dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut :

(5)

26

Tabel 3.3 Hasil Pengukuran Berat Basah dan Berat Kering Tanah

Pengulangan Berat Awal Tanah (g) Berat Basah Tanah (g) Berat Kering Tanah (g) 1 700 1050 288,08 2 700 1070 343,60 3 700 1055 297,67 Rata-rata 700 1058,33 309,78

Dari pengukuran berat basah dan berat kering tanah, diperoleh kapasitas lapang sebagai berikut :

W = ሺ1058,33 g − 309,78 gሻ

309,78 g x 100 %

W = 242 % ≈ 242 ml

Berdasarkan pengukuran kapasitas lapang diatas, maka diperoleh volume air yang akan digunakan sebagai perlakuan pada penelitian ini yaitu sebanyak 242 ml. Jadi, volume penyiraman yang digunakan untuk perlakuan setengah kapasitas lapang (P1) adalah 121 ml, sama dengan kapasitas lapang (P2) adalah 242 ml, dan

satu setengah dari kapasitas lapang (P3) adalah 363 ml.

3. Penelitian Inti

a. Penanaman

Tiap polybag ditanam 3 butir benih buncis (Setianingsih dan Khaerodin, 1993). Setelah tanaman berumur 7 hari, dipilih 1 tanaman yang tumbuh optimal pada tiap-tiap polybag dengan tinggi dan jumlah daun yang sama.

(6)

27

b. Perlakuan

Perlakuan pada penelitian ini adalah menyiram buncis setiap hari pada pagi hari dengan volume air yang sama pada tiap-tiap polybag. Volume penyiraman (P) berdasarkan kapasitas lapang yaitu P1 (121 ml), P2 (242 ml), dan P3 (363 ml).

c. Pemanenan

Setelah berumur 30 hari (sebelum tanaman berbunga) tanaman dipanen. Seluruh bagian tanaman dicabut kemudian dibersihkan dari kotoran yang menempel.

4. Pengukuran Variabel setelah Perlakuan

a. Tinggi Tanaman

Tinggi tanaman diukur dari pangkal batang sampai ujung daun (pucuk).

b. Berat Basah Tanaman

Berat basah tanaman ditimbang segera setelah dilakukan pemanenan. Tanaman dibersihkan dari kotoran lalu ditimbang seluruh tanamannya.

c. Berat Kering Tanaman

Berat kering tanaman ditimbang setelah tanaman dikeringkan dalam oven pada suhu 60oC sampai diperoleh berat yang konstan.

d. Penentuan Kadar Klorofil

Penentuan kadar klorofil mengikuti metode Arnon (1949 dalam Yoshida et

(7)

tersebut ditimbang sampai beratnya mencapai 0,5 dengan menggunakan mortal, kemudian di

10 ml. Ekstrak didiamkan

dengan kecepatan 1000 rpm. Fase cairnya diambil kemudian dipindahkan kedalam kuvet spektrofotometer (Gambar 3.2).

ekstrak tersebut dengan menggunakan spektofotome 663 µm dan 645 µ menggunakan rumus : Klorofil a (mg/L Klorofil b (mg/L Klorofil total (mg/L Gambar 3.2 Keterangan : A 28

mbang sampai beratnya mencapai 0,5 gram. Sampel daun digerus menggunakan mortal, kemudian dilarutkan dengan aceton

10 ml. Ekstrak didiamkan satu malam kemudian disentrifuge selama 10 menit dengan kecepatan 1000 rpm. Fase cairnya diambil kemudian dipindahkan kedalam kuvet spektrofotometer (Gambar 3.2). Mengukur nilai absorbansi hasil dengan menggunakan spektofotometer pada panjang gelombang m dan 645 µm . Untuk mengetahui kadar klorofil, dihitung dengan menggunakan rumus :

Klorofil a (mg/L) = 12,7 D663 – 2,69 D645

Klorofil b (mg/L) = 22,9 D645 – 4,68 D663

Klorofil total (mg/L) = 20,2 D645 + 8,02 D663

Gambar 3.2 Ekstrak Daun Buncis yang Telah Disentrifuge Keterangan : A = Tanaman buncis pada perlakuan P1

B = Tanaman buncis pada perlakuan P2

C = Tanaman buncis pada perlakuan P3

A B C

Sampel daun digerus dengan aceton 80% sebanyak satu malam kemudian disentrifuge selama 10 menit dengan kecepatan 1000 rpm. Fase cairnya diambil kemudian dipindahkan engukur nilai absorbansi hasil ter pada panjang gelombang m . Untuk mengetahui kadar klorofil, dihitung dengan

(8)

29 G. ANALISIS DATA

Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik. Langkah pertama yang dilakukan adalah analisis prasyarat yang meliputi dua uji, yaitu uji Normalitas dan uji Homogenitas. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov sedangkan uji homogenitas menggunakan Uji Lavene. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa data tersebut variansinya homogen dan berdistribusi normal maka dilakukan uji F parametrik yaitu dengan ANOVA pada taraf signifikansi 95% menggunakan program SPSS 16. Hasil yang menunjukkan bahwa pada uji ANOVA H0 ditolak (berbeda signifikan) maka dilakukan pengujian lanjut untuk

melihat perbedaan pengaruh pemberian perlakuan terhadap variabel pertumbuhan dan kadar klorofil tanaman buncis dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test).

(9)

30

Langkah dalam penelitian (Gambar 3.3) adalah sebagai berikut :

Gambar 3.3 Alur Penelitian Studi literatur

Penyusunan proposal

Persiapan benih buncis dan media tanam

Analisis kapasitas lapang

Perlakuan dengan menyiram tanaman setiap hari, setiap pagi dengan volume penyiraman berdasarkan kapasitas lapang dan

pengamatan

Pengukuran tinggi tanaman, berat basah & berat kering tanaman serta analisis kadar klorofil

Pengambilan data

Pengolahan dan analisis data

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :