• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA (Studi Kasus pada Siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen Tahun 20052006)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA (Studi Kasus pada Siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen Tahun 20052006)"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA

(Studi Kasus pada Siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen

Tahun 2005/2006)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S.Pd.I)

JURUSAN TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) SALATIGA

(2)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA

Jl. Stadion 02 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433 Salatiga 50721 Website : vvuu .stainsalaliua.ac.id E-mail : [email protected]

D E K L A R A S I

Bismillahirrahmanirrahint

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, peneliti menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang pernah ditulis oleh orang lain atau pernah diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.

Apabila di kemudian hari ternyata terdapat materi atau pikiran-pikiran orang lain di luar referensi yang peneliti cantumkan, maka peneliti sanggup mempertanggung jawabkan kembali keaslian skripsi ini di hadapan sidang munaqosyah skripsi.

Demikian deklarasi ini dibuat oleh peneliti untuk dapat dimaklumi.

Salatiga, Maret 2006 Peneliti

IKE SETYA DARMAYANT1 NIM. 111 01 031

(3)

Dosen STAIN Salatiga

NOTA PEMBIMBING Salatiga, Maret 2006

Lamp. : 3 eksemplar

Hal : Naskah Skripsi Kepada Yth.

Sdr. Ike Setya Darmayanti Ketua STAIN Salatiga di

-SALATIGA

Assalamualaikum Wr. Wb.

Setelah diadakan pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan seperlunya, maka skripsi Saudari :

Nama : IKE SETYA DARMAYANTI NIM : 111 01 031

Jurusan : Tarbiyah Progdi : PAI

Judul : PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA

(Studi Kasus pada Siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen Tahun 2005/2006)

Sudah dapat diajukan dalam sidang munaqasah.

Demikian surat ini, harap menjadikan perhatian dan digunakan sebagaimana mestinya.

Wassalamu 'alaikum Wr Wb.

Pembimbing

Dra. Hj. Lilik Sriyanti. M.SI NIP. 150 245 903

(4)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

SALATIGA

Jl. Stadion No. 2 Salatiga (0298) 323706

P E N G E S A H A N

SKRIPSI Saudari : Ike Setya Darmayanti dengan Nomor Induk Mahasiswa : 111 01 031 yang beijudul PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA (Studi Kasus pada Siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen Tahun 2005/2006) telah dimunaqosahkan dalam Sidang Panitia Ujian, Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga, pada hari Rabu, 15 Maret 2006 yang bertepatan dengan tanggal 15 Shafar 1427 H. Dan telah diterima sebagai bagian dari syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam Ilmu Tarbiyah.

Salatiga, 15 Maret 2006 M 15 Shafar 1427 H Panitia Ujian

7 T

Drs. Djoko'

NIP : 150 231 366

W / '//£ ? —

Dra. Djamiatul Islamivah NIP. /50 234 070 Pembimbinu

Dra. Hi. Lilik Srivanti. M.SI NIP. 150 245 903

(5)

\j~~* j — j ]

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

(QS. Al Insyiroh : 6)

Jangan ragu untuk herdo 'a

Percayalah kepada Allah

(6)

Sk up* uu kupeutemkakkau kepida

dau Jku teiau la teum a k a .* i a/a.i cucum u keuuxjat. uupkapau. kaik doa

dau kaaiiM ijauejwja. w a iia m k tm a Jaiuaa lokkai^aam mcjUu i o

*♦

*

S u am i dau k u a i kaliku llk h a il r koki a Itk ik ja ifcupj .tekaku m eupiikm dau

i

uteuemaui dakam .*ika dau duka.

,

-k e d u a adikku tdXvi dau fcta. te iu u a k a .iia ta .t .tem au pal dau dotvu cjau w ja

*** (?eu iu lu k Jku .Jnkk S u ija u h .tekelu atpa ijau^ .tekiku m em kau tu m e u c a u ia k a u

k e /u a i di .aa tp eu u lu t m eiu jalau u kekuipuuijau

*** kHe dua ..M iiakalk u S a n ta dau t 7 cia .k a k a u keidu a a k a u .telaki k u u u d u k a u

*** S e m u a te m a n ie u ia u i t i k * 1i k a p k a l a u 21X11

(7)

Segala puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan taufik kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan kewajiban tugas penyusunan skripsi ini.

Skripsi ini dimaksudkan guna memenuhi salah satu syarat dalam penyelesaian studi pada jenjang strata satu yaitu gelar Saijana Pendidikan Islam pada Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri STAIN Salatiga.

Kemudian dengan selesainya penulisan skripsi ini, maka penulis tidak dapat memberikan sesuatu yang lebih baik melainkan dengan mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

1. Drs. Badwan, M.Ag, selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga yang telah mengijinkan dalam penyusunan skripsi ini.

2. Ibu Dra. H. Lilik Sriyanti, M.SI, selaku pembimbing yang dengan ikhlas dan sabar telahmengarahkan penulisan skripsi ini.

3. Bapak dan ibu dosen serta karyawan di lingkungan STAIN Salatiga yang telah memberi bekal pengetahuan.

4. Ibu kepala sekolah beserta guru-guru di TKIT Permata Bunda yang telah memberi ijin dan membantu dalam pembuatan skripsi ini.

(8)

7. Teman-teman yang membantu baik moril maupun materiil.

Kepada beliau semua penyusun, tidak dapat memberikan balasan apapun kecuali untaian rasa terima kasih.

Setelah melalui proses yang panjang dan kadang melelahkan, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini yang tentu saja masih banyak sekali kekurangan-kekurangannya. Walaupun demikian penyusun berharap tulisan ini dapat menambah wawasan keilmuan bagi penulis khususnya serta para pembaca umumnya.

Akhirnya hanya kepada Aliahlah penyusun mohon petunjuk, semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Amin

Salatiga, Maret 2006 Penulis

IKE SETYA DARMAYANTi

(9)

HALAMAN JUDUL... i

DEKLARASI ... ii

NOTA PEMBIMBING... iii

PENGESAHAN ... iv

MOTTO... v

PERSEMBAHAN ...\... vi

KATA PENGANTAR... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Penegasan Istilah... 3

C. Rumusan Masalah... 6

D. Tujuan Penelitian... 6

E. Hipotesis... 6

F. Metode Penelitian... 7

G. Sistematika Penulisan Skripsi... 10

BAB II LANDASAN TEORI A. Keteladanan Guru... 12

1. Pengertian Keteladanan ... 12

2. Dasar Keteladanan... 13

ix

(10)

A. Kesimpuian... o j

B. Saran-saran ... 63 C. Penutup... 65 DAFTAR PUSTAKA:

DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN

(11)

TABEL I REKAPITULASI GURU TKIT PERMATA BUNDA... 36 TABEL II DATA SISWA DI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN

KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG... 37 TABEL III BAGAN STRUKTUR ORGANISASI TKIT PERMATA 1 BUNDA BAWEN... 37 ! TABEL IV DAFTAR NAMA RESPONDEN... 39

TABEL V DATA TENTANG KETELADANAN GURU DI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN... 40 TABEL VI DATA TENTANG PERILAKU KEAGAMAAN ANAK

DINI USIA DI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN... 41

TABEL VII NILAI DAN NOMINASI KETELADANAN GURl' ... 45 TABEL VIII FREKUENSI ALTERNATIF JAWABAN KETELADANAN

GURU... 46 TABEL IX FREKUENSI KETELADANAN GURU ... 49 TABEL X NILAI NOMINASI PERILAKU KEAGAMAAN ... 51 TABEL XI FREKUENSI ALTERNATIF PERILAKU KEAGAMAAN

ANAK DINI USIA ... 52 TABEL XII FREKUENSI PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI

(12)

TABEL XV TABEL KERJA PRODUCT MOMENT KORELASI KETELADANAN GURU DAN PERILAKU KEAGAMAAN ... 59

(13)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kemajuan tehnologi dan komunikasi yang begitu cepat telah banyak membawa perubahan pada anak-anak, sehingga menimbulkan dampak positif maupun negatif yang sangat mudah melanda anak-anak dini usia. Secara langsung ataupun tidak lagsung perilaku yang dilakukan oleh anak seringkah meniru perilaku sehari-hari orang yang ada di depannya atau dilihatnya.

Agama sendiri berperan sebagai kebutuhan yang dijadikan landasan dalam menanggulangi gangguan maupun penyimpangan, artinya bahwa seorang anak selain diajarkan ilmu agama atau sikap keberagamaan di rumah juga diajarkan di sekolah, dalam hal tersebut di sekolah menjadi tanggung jawab seorang guru di sekolah. Lembaga pend’dikan pertama yang palmg utama adalah keluarga, yang disebut sebagai pendidikan informal. Selain pendidikan informal, pendidikan formal adalah sekolah yang dapat membantu orang tua dalam mendidik anaknya masuk sekolah, banyak sekali atau bahkan semua berharap tinggi mengenai mutu sekolah danmutu dari guru pada waktu masuk sekolah dan mutu dari guru yang mengajar mereka. Konsep anak mengenai agama adalah realistik. Dalam artian anak mengartikan apa yang mereka dengar dan dilihat sesuai dengan apa yang diketahui.* 1 Misalnya apabila seorang guru pada waktu masuk kelas selalu mengucapkan salam,

1 Alisabeth Hurlock, Psikologi Perkembangan, Erlangga, Jakarta, 1996, him. 127

(14)

maka dengan sendirinya anak akan menirukan kebiasaan yang dilakukan oleh seorang guru.

Guru pertama, Nabi Muhammad saw, yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Thabrani bersabda:

J * SI

(menuntut) ilmu sewaktu kecil itu seperti melukis di atas batu. 2

Dalam hadits tersebut dapat dijelaskan bahwa mengajarkan sesuatu kepada anak haruslah dimulai sejak kecil, karena pada masa itu anak cenderung lebih kuat daya ingatnya dan selalu mempunyai perasaan untuk melakukan hal-hal yang sedang dilihatnya.

Pengaruh guru di sekolah merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari lagi, dalam melakukan ataupun melaksanakan aktivitas sehari-hari seorang anak cenderung meniru apa yang diajarkan atau dilihat dari seorang guru, misalnya perilaku yang dapat dijadikan contoh adalah seorang guru diharapkan selalu membiasakan diri untuk berdo’a sebelum beraktivitas, selalu membiasakan diri untuk selalu berbusana yang baik dan sopan serta berbicara atau bertutur kata yang baik pada saat mengajar. Itulah sebagian contoh perilaku yang patut ditiru oleh seorang murid terhadap gurunya. Melihat fenomena tersebut beberapa orang tua mempercayakan guru di sekolah agar membentuk perilaku keagamaan anaknya. Sekolah akan memberikan pengaruh yang sangat besar pada anak sebagai individu dan

(15)

makhluk sosial, peraturan sekolah, otoritas guru, disiplin kerja, cara belajar, kebiasaan bergaul dan macam-macam tuntutan sekolah yang cukup ketat itu memberikan segi-segi keindahan dan kesenangan belajar pada anak.3 Peranan guru sebagai sumber pengetahuan konsultan pendidikan atau pemimpin yang akan membantu perkembangan setiap pelajar.4 Seorang guru sendiri akan memberikan contoh atau suatu pelajaran terhadap anak didiknya bagaimana berperilaku yang baik sesuai dengan norma agama.

Memberikan pelajaran atau contoh terhadap anak dini usia tidaklah mudah, karena pada umumnya secrafig anak itu mudah merasa bosan dengan sesuatu hal yang ada didepannya. Kadang-kadang anak sendiri patuh dan menurut dengan apa yang diajarkan dan dicontohkan guru disekolahnya, tetapi kadang pula melawan dan menjadi marah oleh perbuatan dan larangan gurunya. Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi seorang guru agar dapat menghasilkan atau menumbuhkan seorang murid yang ideal.

Berdasarkan pertimbangan dan paparan di atas penulis tertarik untuk mengetahui adakah pengaruh keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan anak dini usia pada siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen tahun 2005/2006.

B. Penegasan Istilah

Untuk menghindari kesalahpahaman atau penafsiran bagi pembaca, maka penulis memandang perlu menjelaskan arti dan memberikan penegasan

(16)

istilah di dalam judul skripsi Pengaruh Keteladanan Guru Terhadap perilaku

keagamaan Anak Dini Usia. 1. Keteladanan Guru

a. Keteladanan berasal dari kata ‘teladan’ yaitu suatu (perbuatan, barang)

yang patut ditiru.3

Keteladanan adalah hal-hal yang ditiru orang lain baik secara langsung

ataupun tidak langsung. I b. Guru

\

Guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariaannya, profesinya) mengajar.6

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka keteladanan guru adalah perbuatan atau perilaku yang dilakukan oleh seorang guru melalui perkataan, sikap dan tingkah laku dalam mengajarkan hal-hal yang bersangkutan dengan norma agama. Dalam penelitian ini, keteladanan guru menurut persepsi siswa.

Adapun indikator dari keteladanan guru adalah : a. Memberi contoh mengucapkan dan menjawab salam

b. Membiasakan diri untuk selalu berbusana yang sopan sesuai dengan tuntunan agama

c. Memberi contoh bagaimana menghormati orang tua dan guru d. Memberi contoh untuk selalu berdo a sebelum beraktivitas e. Memberi contoh bagaimana etika makan dan minum yang baik

' WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1982, him 288

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. 1993, him 288

(17)

f. Memberi contoh untuk selalu banyak beramal atau membayar infak g. Memberi contoh bagaimana berbicara sopan terhadap guru dan orang

tua

h. Memberi contoh untuk menolong orang yang kesusahan 2. Perilaku keagamaan Anak Dini Usia

Perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan.7 sedangkanr eaksi tersebut adalah berupa tingkah laku atau perbuatan.

Perilaku keagamaan dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku keagamaan anak dalam sehari-hari sudah sesuai dengan tuntutan agama.

Anak dini usia yang dimaksud oleh penulis dalam penelitian ini adalah anak yang berusia sekitar 5 - 7 tahun atau usia TKB. Adapun indikator dari perilaku keagamaan adalah :

a. Selalu mengucapkan salam pada waktu masuk rumah dan kelas b. Selalu berdoa terlebih dahulu pada saat akan beraktivitas c. Selalu berbusana sopan pada saat sekolah ataupu di rumah d. Berbicara sopan terhadap orang tua, guru dan teman

e. Makan dan minum yang baik sesuai dengan tuntunan agama f. Membiasakan diri untuk berinfak/sadaqah

(18)

C. Rumusan Masalah

Sebagai basic question atau pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana tingkat keteladanan guru pada TKIT Permata Bunda ?

2. Bagaimana tingkat perilaku keagamaan anak dini usia di TKIT Permata Bunda Bawen ?

3. Adakah pengaruh keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan anak dini usia di TKIT Permata Bunda Bawen ?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui tingkat keteladanan guru di TKIT Permata Bunda Bawen

2. Untuk mengetahui tingkat perilaku keagamaan anak dini usia di TKIT Permata Bunda Bawen

3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan anak dini usia siswa-siswi di TKIT Permata Bunda Bawen.

E. Hipotesis

Hipotesis adalah suatu jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul.8

(19)

Sehubungan dengan pengertian di atas maka yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan anak dini usia di TKIT Permata Bunda Bawen

F. Metode Penelitian

1. Populasi

Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri- cirinya akan di duga.9

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen yang berjumlah 150 Siswa.

2. Sampel dan tehnik sampling

Sampel adalah sebagian dari individu yang diselidiki, disebut juga ‘contoh’ atau ‘monster’ atau bagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang dianggap dapat mewakili populasi yang diambil.10 11

Menurut Suhartini Arikunto “Apabila populasinya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, tetapi apabila populasinya lebih dari seratus dapat diambil sampel antara 10-15 % atau 20-25 %.11 Berdasarkan penelitian tersebut dalam penelitian ini penulis mengambil sampel 20 %

dari 150 siswa, sehingga besarnya sampel adalah x 150 = 30 Siswa. 100

9 Masri Singarimbun, Sofian Eftandi, Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta, 1989, him. 152

10 Cholid Narbuko, Metodologi Penelitian Sosial, IAIN Walisongo, Semarang, 1988, him. 89

(20)

Jadi dalam penelitian ini penulis hanya mengambil sampel sebanyak 30 siswa merupakan 20 % dari jumlah siswa di TKIT Permata Bunda Bawen. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling agar setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian.

3. Metode Pengumpulan Data

Untuk menguji data di lapangan penulis menerapkan metode : a. Metode Dokumentasi

Dokumentasi adalah penyelidikan yang ditujukan pada penguraian dan penjelasan apa yang telah lalu melalui sumber dokumentasi.12 Metode ini digunakan untuk mengetahui gambaran umum TKIT Permata Bunda Bawen, guru, keadaan siswa dan keadaan sarana dan prasarana.

b. Metode Angket

Metode angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.13

Adapun angket yang digunakan dalam penelitian ini penulis berikan kepada siswa siswi TKIT Permata Bunda dan orang tua murid

i

siswa TKIT Permata Bunda untuk mengetahui tingkat keteladanan guru dan perilaku keagamaan.

12 Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Dasar Metodik Teknik, Tarsito, Bandung, 1989, him. 132

(21)

c. Wawancara

Yaitu metode yang mencoba mendapatkan keterangan atau penelitian secara lesan dari seorang responden dengan cara bertatap muka.14 15 Metode ini digunakan untuk membantu metode angket dalam mencari informasi mengenai keteladanan guru di TKIT Permata Bunda Bawen, yang akan diwawancarai dalam metode ini adalah siswa-siswi di TKIT Permata Bunda Bawen.

4. Metode Analisis Data

Dalam hal ini Winamo Suratman menjelaskan “...data yang tersusun mula-mula dijelaskan kemudian dianalisa (karena metode ini disebut metode analisis data)”.b

Dalam penelitian ini untuk mengetahui distribusi masing-msing variabel digunakan rumus :

P = — xl00%

N

Keterangan : P : Presentasi F : Frekuensi N : Jumlah Sampel

Untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut digunakan rumus product moment.16

14 Koentjoroningrat, Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarla, 1989, him. 129 15 Winamo Surahmat, Metodologi Penelitian, Jerman*, Bandung, him. 193

(22)

Keterangan :

rxy : Koefisien korelasi variabel X dan Y XY : Product dari variabel X dan Y

X : Variabel pengaruh (keteladanan guru ) Y : Variabel terpengaruh (perilaku keagamaan) N : Jumlah sampel

S : Sigma

G. Sistematika Penulisan Skripsi

Skripsi ini disusun dalam 5 bab, dimana masing-masing bab saling berkait, dengan penjelasan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Dimana dalam bab ini memuat tentang latar belakang masalah, penegasan istilah, sumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis, metode penelitian, analisis data, dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Merupakan pembahasan teori yang meliputi pengertian mengenai keteladanan guru, perilaku keagamaan anak dini usia.

BAB III : LAPORAN HASIL PENELITIAN

(23)

keadaan guru, siswa dan karyawan serta keadaan sarana dan prasarana.

2. Laporan hasil angket memuat keteladanan guru di TKIT Permata Bunda serta nilai hasil angket tingkat perilaku keagamaan siswa-siswi TKIT Permata Bunda Bawen.

BAB IV : ANALISIS DATA

Dalam bab ini memuat : analisa pendahuluan, analisa uji pendahuluan dan analisa lanjutan

BAB V : PENUTUP

(24)

LANDASAN TEORI

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan lebih rinci perlu penulis kemukakan landasan yang dijadikan teori dasar penelitian sebagai berikut:

A. Keteladanan Guru

I. Pengertian Keteladanan

Istilah keteladanan guru adalah sebagai berikut:

a. Keteladanan secara lughowi berasal dari kata ‘teladan’ yaitu suatu (perbuatan atau barang) yang patut ditiru.1

b. Armai Arief menjelaskan, keteladanan dalam bahasa Arab disebut ‘ushwah, iswah’ atau ‘qudwah, qidwah’ yang berarti prilaku baik yang dapat ditiru oleh orang lain atau anak didik.* 2

c. Menurut A. Sumana guru adalah pelajar seumur hidup.3

d. Menurut Abudin Nata, guru adalah orang yang bekerja mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah, guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggung jawab dalam membantu anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing.4

'WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1982, him. 288

2Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002, him. 124

3 A. Samana, Profesionalisme Keguruan, Yogyakarta, Kanisius, 1994, him. 15

4Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam /, Jakarta, Logos Wacana Ilmu, 1997, him. 62

(25)

Dari pengertian di atas penulis simpulkan bahwa keteladanan guru adalah semua ucapan dan tingkah laku seorang guru yang akan ditiru oleh anak didik. Keteladanan sendiri merupakan faktor penting dalam hal baik buruknya seorang anak. Setiap murid atau anak didik akan meniru dan menyerap apa yang mereka lihat dari guru mereka di sekolah, sehingga akan mempengaruhi pembentukan jiwa dan akhlaknya. Apabila seorang pendidik berakhlak mulia maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan akhlak yang mulia pula serta serta tidak bertentangan dengan apa yang menjadi nornia-norma dalam ajaran agama.

2. Dasar Keteladanan

Rasulullah merupakan figur utama dan sumber keteladanan bagi manusia, beliau datang ke dunia memang membawa misi petunjuk penerang bagi alam semesta. Seperti ayat dalam A! Qur'an surat Al Ahzab ayat 21

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.5

Dari ayat di atas Rasulullah merupakan suri tauladan yang paling baik dan sempurna, sehingga kita semua sepantasnya bercermin kepada kepribadian Rasulullah terlebih-lebih seorang guru yang merupakan figur

(26)

yang dijadikan contoh oleh anak didiknya, maka sebagai guru harus meniru dan bercermin terhadap semua kepribadian Rasulullah, maka Rasulullah mendapat kedudukan yang mulia karena Rasulullah adalah manusia pilihan Allah, sehingga bisa dijadikan panutan manusia.

Guru sebagai pengajar atau pendidik di sekolah harus belajar banyak mengenai riwayat Rasulullah sehingga guru bisa meresapi dan meneladani pribadi mulia Rasulullah, sampai akhir seorang guru bisa diteladani oleh anak didiknya.

3. Ayat-ayat Al Qur'an tentang keteladanan

Ayat-ayat Al Qur'an yang berhubungan dengan keteladanan penulis tampilkan beberapa ayat yang mungkin dapat dan cukup untuk mewakilinya :

a. QS. Al Mumtahanah ayat 4

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang haik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia...

Pada ayat di atas, menggambarkan keteladanan nabi Ibrahim ketika dia dan sahabat-sahabatnya berlepas diri dari kaum musyrik, bahkan mereka memusuhi orang-orang musrik tersebut selama-lamanya sampai dia beriman kepada Allah SWT. 6

(27)

b. QS. Al Nahl ayat 120

e l f .j \ L s > .i » C G ' J \

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan

sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang

mempersekutukan (Tuhan)?

c. QS. Al An’am ayat 161

p—' 1 * *0

J )

<j j

J * *

•• •• *•

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah diiunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik"?

Dari ayat di atas dijelaskan bahwa Rasul ulah diperintahkan untuk meneladani Ibrahim dalam memerangi kemusyrikan dan menegakkan ketauhidan.

4. Bentuk Keteladanan Guru

Bentuk dari keteladanan guru adalah melalui ucapan, dan tingkah laku. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang guru secara langsung dan tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap siswanya. Guru sendiri merupakan kunci utama pelaksanaan pendidikan yang akan menghantarkan peserta didik pada perubahan penlaku, kecerdasan dan akan menentukan bangsa pada masa yang akan datang.

7 Ibid, him. 420

(28)

Adapun bentuk-bentuk dari keteladanan guru adalah : a. Menunjukkan sikap sabar

Mendidik anak di sekolah memang membutuhkan kesadaran kurangnya keberhasilan dalam mendidik siswa di sekolah dikarenakan

belum dapat mengendalikan atau kurang sabar dalam menghadapi sikap anak didiknya, sehingga timbul amarah dan mengeluarkan kata- kata yang kurang baik yang dapat mempengaruhi jiwa kepribadian anak didiknya.

Kesabaran mendidik anak-anak adalah menunjukkan sikap yang sabar dalam menghadapi segala masalah, baik yang berhubungan dengan diri anak maupun masalah yang lain. Seorang guru sendiri harus membiasakan kepada anak didiknya agar mempunyai sikap yang

sabar sejak masih kanak-kanak, sebagaimana dalam firman Allah surat Al Imran 200

*

• ♦* ** •*

“Hai orang-orang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah

kesabaranmu ”9

Sikap sabar juga dijelaskan dalam sebuah hadits yang bunyinya :

j U 'i l y » j'WaJI

. Sabar itu sebagian dari iman.10

9 Departemen Agama, op. c it, him. 111

(29)

Jadi dari hadits tersebut dijelaskan bahwa dengan sikap yang sabar, iman kita menjadi lebih baik,

b. Selalu berkata yang baik di hadapan anak didik Al Ghazali mengatakan :

“Seorang guru itu harus mengamalkan ilmunya, lalu perkataannya jangan membohongi perbuatannya karena sesungguhnya ilmu itu dapat dilihat dengan mata hati, sedang perbuatan dapat dilihat dengan mata kepala. Padahal yang mempunyai mata kepala lebih banyak”.1'

Berkata atau bertutur kata yang baik adalah suatu tuntutan yang perlu diperhatikan oleh seorang guru apabila mengajar, karena anak cenderung meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Masalah bertutur kata yang baik harus diperhatikan seorang guru karena hal tersebut mengajarkan anak agar selalu berbicara sopan terhadap orang di sekitarnya.

Dengan demikian semakin bertambahnya usia anak akan mengetahui bagaimana cara berbicara yang sopan dengan orang lain, mendengarkan pembicaraan dan bercakap-cakap dengan mereka termasuk cara-cara menggembirakan bagi mereka. Maka dapat diketahui bahwa seorang guru harus memperhatikan masalah berbicara dan berkata yang baik, serta membiasakan anak didik untuk selalu berbicara yang sopan.

(30)

c. Menjenguk orang sakit

Diantara hal penting yang harus diperhatikan dan dibiasakan

kepada anak adalah menjenguk orang sakit. Menjenguk orang sakit merupakan salah satu pengobatan secara kejiwaan yang tidak disadari oleh orang yang menjenguk.

Rasulullah bersabda:

a pL J-I 4& \j

*♦

“Kekuatan (rahmat) Allah itu berada bersama jama ’ah ”.n

Di dalam sabda Rasul di atas dapat disimpulkan bahwa Islam tidak menyukai orang yang hidup menyendiri. Sebab itu akan melemahkan kekuatan masy Islam. Maka menjenguk orang sakit harus dibiasakan kepada anak agar dapat merasakan penderitaan orang lain, tertanam dalam jiwa anak. Apabila perasaan itu tumbuh padajiwa anak maka secara perlahan akan mempunyai rasa cinta mengutamakan orang lain. Dengan demikian mereka akan ikut serta dengan anggota masy baik suka dan duka.

d. Mengajak menghafalkan surat-surat pendek atau doa-doa harian

Bagi seorang guru yang telah menghafalkan surat-surat pendek atau do’a harian untuk selalu membacanya, karena dengan membacanya akan menambah iman seseorang, sebab hal tersebut termasuk ibadah yang perlu ditingkatkan. Menghafalkan surat-surat 12

(31)

pendek atau doa harian sangat besar pengaruhnya terhadap iman seorang anak didik dan mendorong keaktifannya untuk selalu mempelajarinya.

Menghafalkan surat-surat pendek dan do’a harian di samping ibadah juga merupakan penawaran hati yang jiwanya gelisah. Di sinilah terlihat pentingnya keteladanan seorang guru terhadap muridnya.

e. Berpakaian sopan dan rapi

Seorang guru yang, menjadi teladan bagi anak didiknya senantiasa harus berpakaian sopan sesuai dengan norma agama, karena seorang guru berdiri di depan kelas dan dilihat langsung oleh murid. Seorang guru wanita hendaknya dalam mengajar memakai jilbab, karena keharusan memakai jilbab di dalam Al Qur'an Allah telah memerintahkan dalam surat An Nur ayat 31 yang dari segi pengertiannya mengandung :

1) Perintah untuk menjaga atau memelihara kemaluannya

2) Wanita diperintahkan untuk menutup auratnya apabila keluar rumah

Dari pengertian di atas apabila seorang guru (wanita) memakai jilbab maka dengan sendirinya murid atau anak didik akan meniru atau

(32)

5. Syarat-syarat untuk menjadi guru

Untuk menjadi seorang guru yang menjadi teladan bagi anak didik, sangat tidak ringan, artinya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi:

a. Taqwa kepada Allah sebagai syarat menjadi guru

Guru, sesuai dengan tujuan pendidikan Islam, tidak mungkin mendidik anak agar bertakwa kepada Allah, jika ia sendiri tidak bertakwa kepadaNya, sebab ia adalah teladan bagi muridnya.

b. Berilmu sebagai syarat untuk menjadi guru c. Sehat jasmani sebagai syarat menjadi guru

Kesehatan jasmani kerap kali dijadikan salah satu syarat bagi mereka yang melamar untuk menjadi guru.

d. Berkelakuan baik sebagai syarat menjadi guru

Budi pekerti guru maha penting dalam pendidikan watak murid. Guru harus menjadi suri teladan, karena anak-anak bersifat suka meniru.13

B. Perilaku Keagamaan Anak Dini Usia

1. Pengertian Perilaku Keagamaan

Yang penulis maksud dengan perilaku keagamaan dalam penelitian ini adalah pemahaman seorang anak tentang apa yang diketahui dan dilihat dari ajaran agama Islam yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ahmad D. Marimba pengertian agama adalah aturan- aturan dari Tuhan Yang maha Esa, untuk petunjuk kepada manusia agar

(33)

dapat selamat dan sejahtera bahagia hidupnya di dunia dan akhirat dengan petunjuk dan teladan Nabi.14 15

Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan itu sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-harinya. Ikatan-ikatan itu berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia, atau kekuatan yang tidak dapat dilacak dengan empirik menggunakan panca indra. Bagian dari kehidupan itu sendiri sikap dan tindakan seseorang dalam hidupnya tiada lain dari panutan pribadinya yang tumbuh dan berkembang sejak lahir.13

Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa perilaku keagamaan adalah pemahaman seseorang tentang agama yang dianut kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Perilaku Keagamaan Anak Dini Usia

Perlembangan agama pada masa anak, terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil, dalam keluarga, sekolah dan lingkunagan masyarakat. Di sekolah setiap guru ingin membina anak agar menjadi orag yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikapnya, pakaianya dan sikap mental yang sehat serta mempunayai akhlak yang terpuji.

Seorang guru masuk ke dalam kelas membawa seluruh unsur kepribadianya, agamanya, akhlaknya, sikapnya, pakaianya dan cara berbicaranya. Pada masa umur kanak-kanak (dini usia) mereka lebih banyak meniru dan menyerap pengalaman lewat panca inderanya.

"Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan, Al Ma’arif, Bandung, 1989, him. 128

(34)

Perilaku keagamaan anak dini usia dalam pembahasan ini yang sesuai dengan norma agama adalah berdoa, membaca Al Qur'an atau menghafal surat-surat pendek. Selain itu dari dimensi yang berkaitan dengan masalah sosial adalah seperti membantu orang lain, berlaku benar dan jujur, bersikap ramah terhadap orang lain, suka memaafkan,

a. Berdoa

Berdoa berarti memberikan sesuatu kepada Tuhan, terutama setelah berkomunikasi dengan-Nya. Berdoa berarti pengakuan hamba akan kekurangannya. Sedang berdoa diperintahkan dalam Al Qur'an (QS. Al Mu’min : 60).

“Dan Tuhamu berfirman: “Berdoalahkepada-Ku, niscaya akan

Kuperkenankan bagimu”.16

Dalam hal ini doa juga merupakan pendorong untuk mencapai tujuan sesuatu dan berdoa juga dilakukan selama kita melakukan aktivitas, agar apa yang kita lakukan membawa berkah,

b. Membaca Al Qur'an (menghafal surat-surat pendek)

Al Qur'an adalah bacaan umat Islam yang paling utama bila dibanding dengan bacaan-bacaan lain. Allah akan memberi pembacanya dengan kebaikan, kemulyaan dan menambah kenikmatan yang kekal.

16Departemen Agama, op. c i t, him. 767

(35)

Menurut Harfiah, Al Qur'an itu berarti bacaan, definisi Al Qur'an ialah kalam Allah SWT, yang diwahyukan kepada Nabi dan Rasul terakhir Nabi Muhammad saw. sebagai mukjizat, yang membacanya sebagai ibadah.17

Perintah membaca Al Qur'an terdapat dalam Al Qur’an surat Al Alaq 1 - 5 yang artinya :

Bacalah dengan (menyebut) nama tuhamu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan

kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,18

Selain membaca Al Qur'an, menghafalkan surat-surat pendek juga merupakan suatu hal yang disukai Allah. Karena keduanya akan menghibur hati yang sedih, menenangkan jiwa yang gelisah. Seseorang yang membacanya dengan penuh keikhlasan akan mempunyai jiwa yang kuat.

Beberapa bentuk prilaku keagamaan ditinjau dari segi sosial diantaranya :

1) Suka menolong orang lain

Secara kodrati, manusia diciptakan oleh Allah tidaklah mungkin hidup sendiri, akan tetapi saling membutuhkan bantuan. Islam memberikan tuntutan agar setiap muslim menanamkan rasa persaudaraan umat, jangan sampai saling membenci. Oleh karena itu satu sama lain harus saling menolong.

(36)

Melihat hal tersebut tolong menolong merupakan prinsip fundamental manusia untuk mencapai kesejahteraan hidup baik lahir maupun batin, karena sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

2) Bersikap ramah terhadap orang lain

Bahwa manusia diciptakan oleh Allah mempunyai kedudukan yang sama kecuali ketakwaan yang membedakan derajat manusia kepada Allah. Oleh karena itu sangat tidak baik senandainya kita memandang orang lain lebih rendah dari kita dan memandang diri kita lebih tinggi dari orang lain. Karena hal itu menyebabkan kita menjadi sombong dan tidak menyadari

kelemahan kita. Juga tidak mau menerima kelemahan orang lain. Sehingga dalam hidupnya anak tersebut hanya mau bergaul dengan orang yang dirasa sesuai dengannya dan tidak mau berbuat ramah terhadap orang lain. Padahal yang demikian sangat dicela oleh agama.

Firman Allah an N ahl: 29 yang artinya :

t

Maka masukilah pintu-pintu Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang

menyombongkan diri itu. 19

3) Berlaku benar dan jujur

Benar dan jujur, termasuk golongan akhlak mahmudah. Benar artinya sesuai dengan suatu kenyataan yang sesungguhnya

(37)

dan ini tidak saja berupa perkataan te+api juga perbuatan. Sebagai akhlak mahmudah, benar dan jujur termasuk akhlak mahmudah yang pokok dan penting, semua induk dari sifat-sifat baik yang lain yang membawa kepada kebaikan, karena itu Rasulullah menyebutkan benar dan jujur semacam kunci masuk surga.20 Kewajiban benar diperintahkan dalam surat At Taubah : 199 yang artinya :

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar21

Benar dan jujur adalah suatu alat untuk mencapai keselamatan, kebahagiaan, karena hal tersebut tergantung kepada bagaimana orangnya sehingga apabila benar-benar melaksanakan kebenaran tanpa memandang resikonya.

Diantara sifat Nabi Muhammad saw adalah sifat benar dan jujur.. Sifat benar dan jujur ini perlu ditanamkan dalam diri anak, agar di saat mereka akan memasuki usia remaja tidak teijebak dalam golongan orang-orang munafik. Sebab tanda-tanda orang munafik adalah pembicaraannya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

4) Suka memaafkan

Manusia adalah makhluk yang tidak bisa lepas dari dosa dan kekhilafan. Demikian juga dalam bergaul dengan teman-teman

(38)

terkadang melakukan tindakan yang menurut kita biasa saja, tetapi menyakitkan teman.

Sikap pemaaf itu adalah salah satu akhlakul karimah yang harus ada pada diri manusia muslim, sifat ini haruslah dibiasakan sejak masih kanak-kanak agar nanti mereka sudah terbiasa memaafkan kesalahan orang lain.

3. Karakteristik anak

Masa anak-anak merupakan bagian yang sangat esensial pada diri manusia. Karena kehidupan di masa kanak-kanak sangat berfaedah bagi pemahaman hakikat manusia sebagai khalifah di muka bumi yang diawali dari masa paling rendah yaitu anak-anak menuju dewasa.

Karakteristik anak dini usia dalam penelitan dapat disebut dengan permulaan masa anak-anak. Pada masa ini anak sering menentang atau keras kepala dan ‘semau gue’ karena anak distimulir oleh keinginan menurut hak-haknya dan menuntut penegakkan terhadap egonya. Serta ditandai dengan kecenderungan untuk bergerak, bermain, melakukan percobaan terhadap segala sesuatu di sekitarnya. Hal ini dilakukan menurut alam si anak adalah sesuatu yang baru, dia ingin mengetahui dari pengalamannya pribadi yang biasa dinamakan orang tua/dewasa dengan pengrusakan, percobaan, peruntutan, pembinaan atau permainan. ' Pada masa ini anak juga mempunyai kebiasaan suka meniru sebagai prilaku 22 23 *

22Elizabet B. hurlock, Psikologi Perkembangan suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Erlangga, Jakarta, 1996, him. 108

(39)

sosialnya, persaingan, keija sama, simpati, empati, berkuasa, negatifisme, gresif, mementingkan din sendiri, marah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih dan lain-lain ~4

Dalam teori belajar sosial Albert Bandura mulai dengan analisa yang dilakukannya terhadap rancangan-rancangan terdahulu terhadap belajar tingkah laku imitatif. Menurut pendapatnya, paradigma behaviOns hanya menjelaskan peniruan respons-respons khusus yang diperbuat oleh

satu model.25 tI

i

Bandura telah membuat suatu jajaran faktor yang berpehgaruh, sehingga imitasi akan muncul atau tidak. Imitasi sangat mungkin teijadi apabila:

a. Model mirip dengan subjek, namun statusnya sedikit lebih tinggi dari pada subjek.

b. Model tidak dihukum

c. Model berada di ling yang tidak dikenal

d. Subyek diberi pengahargaan atas peniruannya.26

Dari teon Bandura tersebut dapat dijelaskan bahwa anak-anak dalam masa ini mempunyai sifat imitasi atau meniru tingkah laku orang lain. Maka kita sebagai pendidik anak di sekolah haruslah mempunyai kebiasaan serta sikap yang baik agar ditiru oleh anak didik.

24j

2 5"Margaret E Bel! Gredler, »Elizabet B Hurlock, op. c i tBelajar dan Membelajarkan., him Raja Grafindo Persada, Jakarta,

1994, him. 424-425

(40)

Imitasi (suka meniru) diartikan sebagai individu yang meniru suatu perbuatan yang dilakukan oleh suatu model. Hal-hal yang seringkali ditiru oleh anak TK dari gurunya :

a. Gaya bicara seorang guru b. Cara berpakaian seorang guru c. Sikap guru dalam mengajar

d. Sikap seorang guru terhadap siswanya

e. Bagaimana sikap seorang guru terhadap orang di sekitar sekolah. 4. Karakteristik Keagamaan Anak

Bila uraian di atas membicarakan tentang karakteristik anak secara umum, maka dalam uraian berikut ini penulis akan memaparkan karakteristik tentang perilaku agama anak.

Menurut penelitian Emess Harms sebagaimana dikutip oleh WH. Clark dalambukunya Psychology of Religion, Keberagamaan anak memiliki karkateristik-karakteristik sebagai berikut :

a. Ide-ide keagamaan anak diterima berdasarkan otoritas

Menurut Clark ada persamaan antara pengalaman keagamaan tipe authonan dengan keagamaan anak-anak memandang orang tuanya (atau orang yang lebih tua) memiliki kekuatan dan kemampuan lebih diri dirinya.

b. Tidak berdasarkan pemikiran (Unreflective)

(41)

dalam hal ini Zakiyah Daradjat memberikan gambaran kepercayaan si anak kepada Tuhan bukan suatu keyakinan atau suatu hipotesa pikiran akan tetapi lebih merupakan sikap emosi yang membutuhkan pelindung.

c. Egosentris

Karakteristik lain dari keagamaan anak adalah bersifat egosentris. Oleh karenanya do’anya selalu berkaitan dengan kepentingan pribadi yang berupa perlindungan dan karunia Tuhan.

d. Anthropomorphis !

Artinya Tuhan tumbuh secara langsung dari ayah atau ibunya dibuat dalam image manusia

e. Imitatif

Menurut Clark anak memperoleh pengalaman keagamaan anak lewat imitasi terhadap orang lain.

f. Penuh kekaguman (Wondering)

Dzakiyah Daradjat menyatakan bahwa karakteristik kekaguman ini terlihat dalam sikap anak yang sangat tertarik dengan upacara agama dan keindahan tempat ibadah.'7

Mencermati hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu ciri keberagamaan anak adalah, bahwa ide-ide keagamaan anak diterima berdasarkan egosentris dan bersifat imitatif Hal ini menjadi

(42)

landasan kuat secara teoritik antara persepsi anak tentang keteladanan dan perilaku keagamaan anak itu sendiri.

C. Pengaruh Keteladanan Guru terhadap Perilaku keagamaan Anak Dini Usia

Guru adalah teladan bagi murid-muridnya di sekolah, maka sudah menjadi kewajiban seorang guru untuk memberi contoh, mengarahkan dan mendidik muridnya agar mempunyai prilaku keagamaan yang baik, sehingga menjadi kebanggaan bagi orang tua di rumah serta guru di sekolah.

Islam memberi kuasa dan hak kepada guru untuk mendidik

murid-*

muridnya di sekolah. Maka dari itu tugas penting dari seorang guru yaitu memberikan teladan dalam agama, sehingga apa yang dilakukan atau dikerjakan oleh anak-anak sesuai dengan norma atau ajaran agama.

Islam mengharapkan seorang guru mampu dan berhasil menciptakan

generasi penerus yang berkualitas, yang dapat dipercaya memikul beban tanggung jawab kehidupan dunia. Yang perlu dilakukan oleh seorang guru adalah memberikan teladan yang baik dalam hal agama dan tingkah laku anak

didik agar mereka mempunyai pen laku keagamaan yang sesuai dengan norma agama.

Guru adalah membimbing, mendidik dan mengarahkan anak didiknya

agar berprilaku yang baik. Guru yang dalam berperilaku bertutur kata serta

dalam berpakaian sesuai dengan norma atau tuntutan agama maka akan

berpengaruh besar terhadap prilaku anak didik. Karena anak-anak tersebut

melihat secara langsung bagaimana prilaku, tutur kata serta cara berpakaian

(43)
(44)

# V • V' -L. / i •f# -. .. v- */$ * \ \ • % * y* ‘ «.. *** ,y,T-'v t •% ?•;. -!« y

.

'’■ <M‘-'.: <»■ - ; ■ • £ '.*»/T '• 'itf* .5^-- ^hm^L!.s' % v ’’ , 'T- <^*v • ■ 't* -*1

w* M . S

- 1

’f e % «J8P0

® i * * * 2 - - 1

’■W? . ...» ^Spplj...

fff viki I

**V i* '-'’t-,

jrA A g ali^M I

3 » f •

. , ,.; .V,^ ■: r : i ' i ' S * • ■; ; ,f » : ,;'':

; , f ' fe.' * rffcvtf ‘

(45)

-A. Gambaran Umum TKIT Permata Bunda Bawen, Kecamatan Bawen,

Kabupaten Semarang

1. Sejarah Berdirinya TKIT Permata Bunda Bawen

Bapak H. Ahmad R if ah Mashadi adalah pendiri dari TKIT Permata Bunda Bawen, yang dulunya bernama TK Islam Bawen. Beliau merasa prihatin dengan pendidikan agama di sekitar tempat tinggalnya terutama bagi anak-anak usia TK. Kemudian beliau berfikir untuk mendirikan TK Islam di daerahnya, yang tercetuskan dengan mendirikan berdirinya TK Islam Bawen pada tahun 1967.

Untuk lebih mengembangkan pendidikan Islam di TK Islam Bawen, maka TK Islam dirubah menjadi TKIT Permata Bunda Bawen pada tahun 1999 yang diprakarsai oleh Ibu Anisa putri dari Bp. Mashadi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan agar mampu bersaing dengan TK-TK nasrani di daerah tersebut yang mempunyai fasilitas lebih lengkap dan murah.

Dengan berubahnya TK Islam menjadi TKIT Permata Bunda,

maka waktu kegiatan belajar mengajarpun berubah. Dan berkat ketekunan

dan kegigihan dari para tenaga pengajarnya. TKIT Permata Bunda Bawen

dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang baik, siswanyapun

lama-kelamaan menjadi semakin banyak.

32

(46)

2. Kegiatan Siswa

Adapun kegiatan siswa TKIT Permata Bunda Bawen adalah sebagai berikut:

a. Setiap hari Jum’at pagi sebelum masuk kelas ada kegiatan senam pagi bersama.

b. Setiap 1 (satu) minggu sekali diadakan kegiatan kesenian yaitu seni tari dan baca Al Qur'an.

c. Setiap selasa dan kamis diadakan kegiatan ekstrakulikuler drumband yang diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan itu.

d. Setiap satu bulan sekali ada kegiatan renang diikuti oleh seluruh siswa.

3. Prestasi yang pernah diraih

Prestasi yang pernah diraih sewaktu masih TK Islam antara lain

adalah :

Juara III lomba mewarnai pada tahun 1978

Tahun 1988 mendapat thropy lomba senam tingkat kab. Semarang dari

menteri

Tahun 1995 juara III paduan suara Islam (TPQ) se Kabupaten

Semarang.

Prestasi yang pernah diraih setelah menjadi TKIT Permata Bunda adalah :

Tahun 1999 menjadi juara harapan I senam irama tingkat kab.

Semarang

Tahun 2001 juara 11 lomba baca puisi porseni HUT PGRI ke- 56

(47)

Tahun 2002 juara III lomba deklarasi TK se Kabupaten Semarang Tahun 2004 juara harapan II tari kreasi dalam rangka gelar seni dan kreativitas.

Itulah beberapa prestasi yang pernah dicapai oleh siswa/siswi TKIT Permata Bunda Bawen.

B. Letak Geografis

TKIT Permata Bunda Bawen terletak di dusun Ngemplak Bawen, Kabupaten Semarang. Letak TKIT Permata Bunda sangat strategis, karena sekolah ini terletak dekat dengan jalan raya dan sangat mudah sekali dijangkau oleh kendaraan umum. TKIT Permata Bunda Bawen bersebelahan dengan SDIT Islam Bawen dan juga SLTP Islam Bawen. Kebanyakan orang tua di

daerah tersebut memilih TKIT Permata Bunda Bawen sebagai tempat untuk menyekolahkan anaknya.

C. Sarana dan Prasarana

Di TKIT Permata Bunda Bawen cukup menyediakan sarana dan

prasarana di sekolah, karena itu semua juga sangat berpengaruh dalam proses

belajar mengajar di sekolah, antara lain :

1. Sarana Sekolah

a. Gedung

b. Mobil antar jemput

c. UKS

(48)

f. Peralatan drumband g. Pakaian pentas seni 2. Prasarana sekolah

a. Meja dan kursi b. Pensil, spidol, crayon c. Mangkok-mangkoan d. Korek api

e. Gunting f. Penggaris g. Jam dinding h. Rak buku i. Papan absensi j. Kapur tulis

k. Papan tulis l. Bukumenempel m. Buku menulis n. Buku menggambar o. Buku PR

p. Buku PR qiroati q. Buku prestasi hafalan

3. Perawatan gedung dan ruang kelas

(49)

Pemeliharaan kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah ditugaskan oleh seorang penjaga sekolah.

D. Keadaan Guru dan Siswa

1. Keadaan Guru

Guru yang mengajar di TKIT Permata Bunda Bawen ada 9 orang, dari kesemuanya itu ada yang berasal dari DI, DII, Dili dan SI dan juga SLTA.

Adapun nama guru-guru itu dapat dilihat dari tabel berikut: TABEL I

REKAPITULASI GURU TKIT PERMATA BUNDA

No Nama Pendidikan

Terakhir Jabatan

1 Siti Maesaroh SI Kepala Sekolah 2 Hanik Inayati SI Wakil kepsek dan guru 3 Aris Sulistyowati SI Guru dan administrasi

4 Nurul Laila D2 Guru

5 Muslikah MA Guru

6 Ngatiah PGTQA Guru

7 Dwi Purwaningsih DI Guru

8 Murwanti DI Guru

9 Fitri Lestari SLTA Guru

10 Mardiyah D2 Guru

11 Yulaikah DI Guru

2. Keadaan Siswa

Siswa di TKIT Permata Bunda Bawen. Kecamatan Bawen.

Kabupaten Semarang pada tahun 2005/2006 berjumlah 150 siswa siswi

(50)

TABEL II

DATA SISWA DI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG

Kelas Putra Putra Jumlab

TK A Umar 13 12 25

Ali 10 15 25

Abu Bakar 11 14 25

TK B Usman 11 14 25

Malik 9 16 25

Adam 13 12 25

67 83 150

E. Struktur Organisasi TKIT Permata Bunda Bawen

TABEL III

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN

V VI VII

(51)

Keterangan

1. Ketua Yayasan LEPIS : H. AR Mashudi 2. Kepala TKIT : Siti Maesaroh 3. Wakil Kepala TKIT : Hanik Inayati, S.Ag 4. Kepala Tata Usaha : Aris Sulistyowati

5. Umar (TK A) : Nurul Laila

Usman (TK B) : Muslikah

6. Ali (TK A) : Dwi Purwaningsih

Malik (TK B) : Yulaikah

7. Abu Bakar (TK A) : Murwanti Adam (TK B) : Fitri Lestari

Mardiyah

F. Pelaksanaan Pengumpulan Data dan Penyajian Hasil Angket

1. Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data tentang pengaruh keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan anak dini usia di TKIT Permata Bunda Bawen, penulis menyebarkan angket kepada 2 variabel, yaitu guru di sekolah dan orang tua siswa. Sedang untuk memudahkan penganalisaan 20 item pertanyaan, setiap soal terdiri dari tiga jawaban. Untuk itu penulis

tetapkan :

(52)

DAFTAR NAMA RESPONDEN

No Nama Siswa Jenis Kelamin

(53)

2. Penyajian Data

Penyajian data untuk angket penelitian yang berisi 10 item pertanyaan sebagai instrumen dengan 3 alternatif jawaban a, b, dan c. Ketiga jawaban itu diberi nilai :

Untuk jawaban a diberi skor 3 Untuk jawaban b diberi skor 2 Untuk jawaban c diberi skor 1

Adapun HASIL angket selengkapnya dapat dilihat dalam tabel j sebagai berikut:

TABEL V

DATA TENTANG KETELADANAN GURU DI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN

No Res Jawaban Skor Jumlah

(54)

No Res Jawaban Skor Jumlah

DATA TENTANG PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA DI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN

No Res Jawaban Skor Jumlah

(55)
(56)

ANALISA DATA

Setelah data terkumpul, maka langkah yang penulis tempuh selanjutnya adalah menganalisis data sebagai tindak lanjut dalam upaya mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan sebagaimana dalam bab I. Laporan ini mengklasifikasikan data sesuai dengan proporsinya masing-masing yang mencakup pada tujuan penelitian yaitu : j

} 1. Untuk mengetahui tingkai keteladanan guru

2. Untuk mengetahui tingkat perilaku keagamaan anak dini usia

3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan.

Berdasarkan ketiga tujuan di atas, maka penulis tujuan pertama dan kedua menggunakan rumus prosentase sebagai berikut:

f

P = — x \ 00%

N

Keterangan : P - Prosentasei

F = Frekuensi jawaban responden

N = Jumlah responden

Sedangkan untuk mengetahui tujuan ketiga penulis menggunakan rumus

angka kasar product moment dan kari person yaitu :

(57)

ZAT

/Y,, : Koefisien korelasi antara A" dan f AT : Perkalian antara Xdan Y

A. Analisa Data Pertama

Dalam analisis ini penulis menyampaikan analisis data dalam rangka untuk mengetahui tingkat keteladanan guru di TKIT Permata Bunda Bawen.

Untuk mengetahui tingkat keteladanan guru pada kategori tinggi, sedang dan rendah, diperoleh dengan jalan mencari nilai interval dengan rumus sebagai berikut :

(58)

Dengan interval 3, maka dapat diketahui kelas intervalnya adalah sebagai berikut :

1. 27 - 29 : kategori keteladanan guru baik, nominasi A 2. 24 - 26 : kategori keteladanan guru cukup, nominasi B 3. 21 - 23 : kategori keteladanan guru kurang, nominasi C

Selanjutnya untuk mengetahui nilai dan nominasi keteladan guru dapat dilihat dalam tabel.

TABEL VI^

NILAI DAN NOMINASI KETELADANAN GURU

(59)

No Responden Skor Nominasi

FREKUENSI ALTERNATIF JAWABAN KETELADANAN GURU

No Item Pertanyaan bertemu kalian apakah selalu mengucapkan salam ?

a. ya

b. kadang-kadang

c. tidak, karena saya yang memberi salam ibu guru dahulu

16 6 8 53% 20% 27%

(60)

No Item Pertanyaan Frekuensi Prosentase

Keteladanan Guru A B C A B C

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Bagaimana ibu guru kalian berpakaian pada waktu mengajar ? a. ibu guru selalu memakai busana

muslimah dengan sempurna dan rapi

b. ibu guru selalu berpakaian bersih muslimah

c. saya pernah melihat buguru tidak berpakaian muslimah menganjurkan agar berdoa dahulu sebelum melakukan kegiatan ? a. ya, karena kata bu guru berdoa

itu merupakan perintah Allah

b. kadang-kadang, kalau pas ada pelajaran mengaji

c. tidak

(61)

No Item Pertanyaan Frekuensi Prosentase

b. kadang kalau teman saya lebih 3 hari tidak masuk sekolah

c. tidak

18 12 0 60% 40% 0%

6. Apakah, kalian di sekolah selalu dinasehati bu guru untuk membayar kotak infak ?

a. ya, karena kata bu guru membayar infak adalah ajaran agama

b. kadang-kadang

c. tidak, karena sudah ada kotak infak, jadi tanpa disuruh kita sudah tahu

18 2 10 60% 7% 33%

(62)

No Item Pertanyaan Frekuensi Prosentase

Keteladanan Guru A B C A B ! C

1 2 3 4 5 6 7 8

8. Bagaimana ibu guru kalian berkata pada waktu mengajar ?

a. ibu guru selalu berkata dengan lembut

b. kadang-kadang ibu guru berbicara keras kalau kita ramai

c. ibu guru tidak banyak bicara dalam mengajar

11 19 0 37% 63% 0%

9.1\ Apakah ibu guru kalian mengajarkan kalau kita harus menghormati orang tua ?

a. ya

b. kadang-kadang c. tidak pernah

30 0 0 100% 0% 0%

10. Setiap kali di sekolah, apakah kalian melihat ibu guru selalu menegur bila bertemu orang di sekolah ?

a. ya

b. kadang-kadang c. tidak pernah

16 14 0 53% 4~% 0%

Untuk lebih jelasnya penulis sajikan dalam tabel sebadai beriku::

TABEL IX

FREKUENSI KETELADANAN GURl

No Kategori Interval Frekuensi Prosentase

1 Baik 2 7 - 2 8 16 —

r t' o

2 Cukup 24 - 26 12

oJ Kurang 21 - 2 3 2 °

(63)

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya tingkat keteladanan guru adalah baik, sebanyak 53%, kategori cukup ada 40% dan kategori kurang ada 7%.

B. Analisa Data Kedua

Dari analisis ini penulis akan menganalisis data tentang tingkat perilaku keagamana anak dini usia.

Untuk mengetahui tingkat keteladanan anak dini usia pada kategori baik, cukup, kurang diperoleh dengan jalan mencari nilai interval dengan rumus sebagai berikut:

. _ (nilai tertinggi - nilai terendah) +1

1 ~ 3~~

(28-20) + ! 3

. 9

i = —

3

/ = 3

Dengan interval 3, maka dapat diketahui kelas intervalnya adalah

sebagai b erik u t:

4. 26 - 28 : kategori perilaku keagamaan baik, nominasi A

5 23 - 25 : kategori perilaku keagamaan cukup, nominasi B

6. 20 - 22 : kategori perilaku keagamaan rendah, nominasi C

Selanjutnya untuk mengetahui nilai dan nominasi keteladan guru dapat

(64)
(65)

No Res Skor Nominasi

28 25 B

29 25 B

30 27 A

TABET. XT

FREKUENSI ALTERNATIF PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA

No Item Pertanyaan Frekuensi Prosentase

Perilaku Keagamaan A B C A B C

1 2 3 4 5 6 7 8

L Apakah yang anak Anda lakukan pada saat masuk dan keluar rumah ? a. mengucapkan salam

b. kadang-kadang kalau pas dia lagi ingat atau saya tegur

c. langsung masuk atau keluar rumah tanpa mengucapkan salam

20 10 0 67% 33% 0%

2 Apakah anak Anda mempunyai kebiasaan berdoa terlebih dahulu sebelum beraktivitas ?

(66)

4. Bentuk Keteladanan G u ru ... 15 5. Syarat-syarat untuk Menjadi Guru... 20 B. Perilaku Keagamaan Anak Dini Usia... 20 1. Pengertian Perilaku Keagamaan... 20 2. Perilaku Keagamaan Anak Dini U sia... 21 3. Karakteristik Anak... 26 4. Karakterjstik Keagamaan Anak... 28 C. Pengaruh Keteladanan Guru terhadap Perilaku Keagamaan

Anak Dini Usia... 30 BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum TKIT Permata Bunda Bawen. Kecamatan Bawen. Kabupaten Semarang... 32 B. Letak Geografis... 34 C. Sarana dan Prasarana... 34 D. Keadaan Guru dan Siswa... 36 E. Struktur Organisasi TKIT Permata Bunda Bawen ... 37 F. Pelaksanaan Pengumpulan Data dan Penyajian Hasil Angket 38 BAB IV ANALISIS DATA

A. Analisa Data Pertama... 44 EL Analisa Data Kedua ... 50 C. Analisa Lanjut ... 56

(67)

No Item Pertanyaan Frekuensi Prosentase

Perilaku Keagamaan A B C A B C

1 2 3 4 5 6 7 8

3. Apakah dalam sehari-hari anak Anda selalu bermain sopan sesuai dengan norma agama ?

a ya, karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari berdoa dahulu sebelum melakukan sesuatu

b. kadang-kadang kalau hanya keluar rumah

c. tidak pernah, berpakaian muslim hanya kalau mau kesekolah saja

11 12 7 37% 40% 23%

4. Pemahkan anak Anda berbicara tidak sopan terhadap Anda ?

a. tidak pernah, karena anak saya tahu bahwa berbicara tidak sopan terhadap orang tua dilarang dalam agama

b. kadang-kadang, kalau lagi marah

c. sering, mungkin karena pengaruh teman atau TV

(68)

No Item Pertanyaan Frekuensi Prosentase

Perilaku Keagamaan A B C A B C

1 2 3 4 5 6 7 8

6. Bagaimana anak Anda berbicara dengan orang lain ?

a. berbicara sopan kepada siapa saja b. berbicara sopan hanya dengan

orang yang ditakuti dan disegani c. berbicara kurang sopan

25 5 0 83% 17% 0% b. kadang-kadng, karena

menurutnya lebih baik buat jajan c. tidak pernah, karena nggak punya

uang

23 7 0 77% 23% 0%

8 Bagaimana sikap anak anda kalau akan bermain keluar ?

a. berpamitan terlebih dahulu b. berpamitan kalau bermainnya jauh c. tidak berpamitan langsung keluar

untuk bermain

8 20 2 27% 67% 7%

9 Bagaimana kebiasaan anak anda pada waktu minum

a. membaca bismillah sebelum minum b. kadang-kadang membaca

bismillah sebelum minum

c. minum tanpa membaca bismillah lebih dahulu

(69)

No Item Pertanyaan Frekuensi Prosentase

Perilaku Keagamaan A B C A B c

1 2 3 4 5 6 7 8

10 Apakah anak anda sering mengatakan bahwa kebiasaan- kebiasaan baik yang dilakukan di rumah diajarkan guru di sekolah ? a. sering, setiap kali dia melakukan

sesuatu selalu sesuai dengan apa yang diajarkan guru di sekolah b. kadang-kadang, hanya

peribadatan tertentu c. tidak pernah

20 9 1 67% 30% 3%

>

Untuk lebih jelasnya penulis sajikan dalam tabel sebagai berikut:

TABEL XII

FREKUENSI PERILAKU KEAGAMAAN ANAK DINI USIA

No Kategori Interval Frekuensi Prosentase

1 Baik 2 6 -2 8 14 47%

2 Cukup 2 3 -2 5 10 33%

3 Kurang 20-21 6 20%

Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya tingkat

perilaku keagamaan anak dini usia adalah baik yaitu 47% yaitu 14 siswa. 33%

(70)

C. Analisa Lanjut

Analisa bertujuan untuk menguji hipotesis yang diadakan pada bagian depan yaitu adakah pengaruh keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan

anak dini usia.

Untuk pembuktian hipotesis di atas penulis menggunakan rumus sebagai berikut :

Untuk mengetahui jawaban hasil angket keteladanan guru dan perilaku kegamaan :

TABEL XIII

JAWABAN ANGKET KETELADANAN GURU

No Jawaban Jumlah Skor Nominasi

(71)

No Jawaban Jumlah Skor Nominasi

Res 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A B C

7 2 3 4 5 6 7 S 9 10 77 72 73 14 15 16

11 b a a a a a a a a b 8 2 - 28 A

12 a a b b b b a b a a 5 5 - 25 B

13 b a a a a a a b a a 8 2 - 28 A

14 b a a a a c a a a a 8 1 1 27 A

15 c a b b b c a b a b 3 5 2 21 C

16 a a b a a c a b a b 6 3 1 25 B

17 c a b a b a a a a a 7 2 1 26 B

18 c a a a a a a b a a 8 1 1 27 A

19 a a a a a c a a a b 8 1 1 27 A

20 a a b b b c a b a a 5 4 1 24 B

21 a a b b a a a b a a 7 3 - 27 A

22 a a a a a b a b a a 8 2 - 28 A

23 a a b a a a a a a b 8 2 - 28 A

24 c a b a b a a a a a 7 2 1 26 B

25 c a b a b a a b a a 6 3 1 25 B

26 b a a a b a a b a b 6 4 - 26 B

27 c a a b b a a a a a 7 2 1 26 B

28 a a a a a a a b a b 8 2 - 28 A

29 b a a b b c a b a b 4 5 1 23 C

(72)

TABEL XIV

JAWABAN ANGKET PERILAKU KEAGAMAAN

No Jawaban Jumlah Skor Nominasi

(73)

No Jawaban Jumlah

TABEL KERJA PRODUCT MOMENT KORELASI KETELADANAN GURU DAN PERILAKU KEAGAMAAN

(74)

No

Responden X Y X2 r 2 AT

17 26 25 676 625 650

18 27 23 729 529 621

19 27 22 729 484 594

20 24 24 576 576 576

21 27 21 729 441 567

22 28 25 784 625 700

23 28 26 784 676 728

24 26 28 676 784 728

25 25 27 625 729 675

26 26 26 676 676 676

27 26 24 676 576 624

28 28 25 784 625 700

29 23 25 529 625 575

30 27 27 729 729 729

Jumlah 789 752 20845 19024 19839

Dari tabel diatas dapat diketahui

Z T : 789

Z F : 752

Y X 1 :20845

Z F2 : 19024

ZAT : 19839

Untuk menghitung korelasi product, penulis menggunakan rumus

(75)

ZAT - (ZT)(Zt )

7(20845 - 20750,7} (19024 -18850,13}

'V = 61,40

Setelah data dianalisis dengan menggunakan tehnik product moment

dan diperoleh /•„ sebesar 0.480, kemudian nilai yang telah diektahui

tersebut diadakan tes signifikan yaitu dikonsultasikan pada r tabel product

moment dengan N = 30. Pada taraf signifikansi 1% diperoleh angka sebesar

0.463. Bila r > r tabel maka pada taraf 1% hasil uji dinyatakan sangat

(76)

Dengan demikian hipotesis keija dalam penelitian ini yang berbunyi “Ada pengaruh yang positif antara keteladanan guru terhadap perilaku kegamaan anak dini usia” diterima.

Kesimpulan akhir dari hasil penelitian ini adalah ada pengaruh yang sangat signifikan antara keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan anak dini usia.

(77)
(78)

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, maka dapat penulis

:

simpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan data pertama dari hasil angket tentang keteladanan guru, bahwa keteladanan guru yang termasuk kategori baik mencapai 53%

;

kategori ciikup 40% dan kategori rendah 7%.

2. Berdasarkan data kedua tentang perilaku keagamaan anak dini usia adalah kategori baik 47%, kategori cukup 33% dan kategori rendah 20%.

3. Berdasarkan hasil penelitian dapat dibuktikan dengan menggunakan product moment sehingga bisa menyatakan bahwa ada pengaruh positif antara keteladanan guru terhadap perilaku keagamaan anak dini usia, hal ini dibuktikan dengan perhitungan koefisien korelasi product moment dengan hasil 0,480 yang berada di atas r tabel pada taraf signifikansi 1% (0,463 dengan N = 30) sehingga hipotesis yang diajukan diterima.

B. S a ra n -sa ra n

Demikian untuk meningkatkan perilaku keagamaan anak dini usia, maka perlu dilakukan oleh seorang guru di sekolah adalah sebagai berikut:

1. Berpijak dari pengalaman dan kenyataan bahwa guru adalah sosok yang digugu dan ditiru, seorang yang menjadi tokoh dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka hendaknya guru benar-benar mampu

Gambar

TABEL XIV JAWABAN ANGKET PERILAKU KEAGAMAAN
TABEL IREKAPITULASI GURU TKIT PERMATA BUNDA
TABEL IIDATA SISWA DI TKIT PERMATA BUNDA BAWEN
TABEL VDATA TENTANG KETELADANAN GURU
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari segi peran dosen, keteladanan menjadi komunikasi yang efektif dalam mengembangkan nilai-nilai luhur dalam diri mahasiswa; dosen perlu menekankan daya kritis pada

Al ) Dan Na Pada Debu Erupsi Gunung Sinabung Dan Tanah Sebelum Erupsi Dengan Menggunakan Alat Inductively Coupled Plasma (ICP).. Dampak Debu Vulkanik Letusan Gunung

Untuk menganalisis dokumen yang digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab.

Sinergi Program Bank Wakaf mikro dengan Qardhul Hasan adalah utang yang dapat diberikan baik dalam bentuk uang atau dalam bentuk barang yang dipinjam, seperti mobil,

Penelitian ini berjudul Pengaruh Financial knowledge dan Sikap Terhadap Uang Pada Perilaku Pengelolaan Utang Dengan Tingkat Pendapatan sebagai Variabel Moderasi. Perilaku berutang

Observasi pembelajaran di kelas dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pembimbing dari mahasiswa yang bersangkutan. Dalam kegiatan

Diantara gejala tersebut diantaranya para peserta didik kurang perhatian dan kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran PPKn, mudah menyerah dalam belajar ketika

Dengan menggabungkan kontrol Proporsional, Integral dan Derivatif untuk penjadwalan posisi panel surya mulai jam 09.00 s/d 15.00 dapat terkontrol dengan baik walaupun