• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rusdiana Setyaningtyas Pembimbing Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rusdiana Setyaningtyas Pembimbing Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Rusdiana Setyaningtyas

3308 201 004

Pembimbing

(2)

Latar

Latar Belakang

Belakang dan

dan Permasalahan

Permasalahan

• BPSAWS Bondoyudo-Mayangkualitas air sungai di stasiun KBe1 Sungai Bedadung th 2009 masuk klasifikasi mutu air kelas III (PP 82/2001 & Perda Provinsi Jatim

No.2/2008)

DigunakanDigunakan sebagaisebagai sumbersumber air air bakubaku air air minumminum PDAM PDAM JemberJember

• Jauhir dkk, 2001 Untuk mengoptimumkan proses pengolahan dan menyediakan air minum yang berkualitas tinggi, kemampuan untuk meramal kualitas air baku pada masa yang akan datang sangat diperlukan oleh industri/perusahaan pengolahan air minum.

• Perlu model peramalan untuk memprediksi kualitas air di S Bedadung (khususnya di stasiun KBe1) menggunakan data time seriesdari beberapa variabel yang saling

berhubungan BOD, DO dan debit MetodeMetodeVECTOR AUTOREGRESSIVE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)(VAR)

Permasalahan

1. Bagaimana model VAR untuk meramalkan konsentrasi BOD & DO serta debit di stasiun KBe1 Sungai Bedadung-Jember

2. Bagaimana keterkaitan hubungan antara konsentrasi BOD & DO serta debit

(3)

1. Membuat model ramalan

konsentrasi BOD dan DO serta

debit di stasiun KBe1 Sungai

Bedadung-Jember dgn

menggunakan metode

Vector

Autoregressive

(VAR).

1. Membuat model ramalan

konsentrasi BOD dan DO serta

debit di stasiun KBe1 Sungai

Bedadung-Jember dgn

menggunakan metode

Vector

Autoregressive

(VAR).

1. Mengembangkan IPTEK

terutama di bidang pemodelan

kualitas air sungai dengan

metode

Vector Autoregressive

(VAR).

2. Mempermudah dalam

monitoring kualitas air sungai,

terutama bagi PDAM dan Dinas

MANFAAT PENELITIAN

Autoregressive

(VAR).

2. Menganalisa keterkaitan

hubungan antara konsentrasi

BOD dan DO serta debit

berdasarkan model VAR dalam

menentukan kualitas air di

Sungai Bedadung-Jember.

Autoregressive

(VAR).

2. Menganalisa keterkaitan

hubungan antara konsentrasi

BOD dan DO serta debit

berdasarkan model VAR dalam

menentukan kualitas air di

Sungai Bedadung-Jember.

terutama bagi PDAM dan Dinas

Pengairan Departemen

Pekerjaan Umum.

3. Dapat digunakan sebagai dasar

kebijakan dalam merencanakan

pengelolaan sumber daya air dan

pengendalian pencemaran air di

DAS Bedadung.

(4)

Tinjauan

Tinjauan Pustaka

Pustaka

Hubungan Parameter Kualitas Air di

Sungai

BOD vs DO

Konsentrasi DO akan turun dengan

meningkatnya konsentrasi BOD. Hal ini

meningkatnya konsentrasi BOD. Hal ini

karena oksigen terlarut dalam sungai akan

digunakan oleh mikroorganisme untuk

menguraikan bahan organik sehingga jika

bahan organik meningkat, kadar oksigen

terlarut akan turun.

(5)

Hubungan

Hubungan parameter

parameter kualitas

kualitas air

air di

di sungai

sungai

Debit vs BOD

Debit sungai berpengaruh terhadap

konsentrasi BOD (dan zat pencemar

yang lain), dimana makin besar

debit akan menurunkan konsentrasi

BOD yang disebabkan oleh proses

pengenceran (Irianto dan

Debit vs DO

Aliran

air

dalam

sungai

mampu

menyerap gas oksigen dari udara dalam

bentuk oksigen terlarut. Kemampuan

penyerapan oksigen oleh air adalah

fungsi kecepatan aliran air (V), makin

pengenceran (Irianto dan

Machbub, 2010).

fungsi kecepatan aliran air (V), makin

cepat aliran air, maka makin tinggi kadar

DO.

Sebaliknya

kedalaman

air

memberikan pengaruh yang berlawanan,

makin dalam sungai, makin sulit oksigen

terserap sehingga DO makin rendah.

Sedangkan debit (Q) adalah fungsi dari

kecepatan (V), kedalaman (H) dan lebar

sungai (B) (Irianto dan Machbub, 2010).

(6)

Pemodelan Stokastik Kualitas

Air yang telah dilakukan

1.

Jauhir et al.,”Ramalan Kepekatan Oksigen Terlarut menggunakan

Analisis Siri Masa di Sungai Langat, Hulu Langat Selangor”,

Matematika

Jilid 17, bil 2, UTM, Malaysia, 2001.

2. Ahmad et al..,”Performance of Stochastic Approaches for Forecasting River Water Quality, Water Research, Vol. 35, Issue 18, 2007.

3. Kurunç et al.,” Performance of two stochastic approaches for forecasting water quality and streamflow data from Yeşilirmak River, Turkey”,

water quality and streamflow data from Yeşilirmak River, Turkey”,

Environmental Modelling & Software 20, 2005.

4. Revelli dan Ridolfi,” Stochastic dynamics of BOD in a stream with random inputs”, Advances in Water Resources 27, 2004.

5. Boano et al.,” Stochastic modeling of DO and BOD components in a stream with random inputs”, Advances in Water Resources, 2008.

1 – 3

Univariate time series model

(7)

Pemodelan Stokastik Kualitas

Air yang telah dilakukan

Analisis

multivariate

: pengaruh multiparameter kualitas air

terhadap indikator DO dan DHL (Eko W. Irianto & B. Machbub,

2004).

Analisis

multivariate

: pengaruh multiparameter kualitas air

terhadap indikator biotik dan abiotik (Badruddin, 1987).

Analisis

multivariate

: pengaruh senyawa nutrien terhadap

timbulnya

algal bloom

(S. Brahmana & Bahri, 2002).

(8)

Pemodelan

Pemodelan

Vector Autoregressive

Vector Autoregressive

(VAR)

(VAR)

• Yonathan S. Hadi (2003),” Analisis VAR terhadap Korelasi antara Pendapatan Nasional & Investasi Pemerintah di Indonesia”, Jurnal Keuangan & Moneter Vol.6 No.2.

• Maruddani & Safitri (2008),”Vector Autoregressive (VAR) untuk Peramalan Harga Saham PT Indofood Sukses Makmur Indonesia TBK”, Jurnal Matematika Vol. 11 No. 1, FMIPA Undip, Semarang.

• Sis Soesetijo (2008),”Penerapan Vector AR dengan Uji Granger Causality utk Pemodelan Deret Ruang –Waktu Curah Hujan di Surabaya”, Tesis S2 Elektro, ITS.

• Irhamah dkk., (2008),”Pemodelan Time series pada Kecepatan Angin di Kota Surabaya & Sumenep dgn Metode VAR”, Research Report, Statistika ITS, Surabaya

Keunggulan VAR:

alat analisis yg selain berguna utk melihat hubungan kausalitas antara

variabel, juga berguna utk menentukan model proyeksi/peramalan.

(9)

Metodologi Penelitian

Jenis penelitian:

Penelitian Kuantitatif dg Model Stokastik

Analisa model menggunakan:

Vector

Autoregressive

(VAR)

Autoregressive

(VAR)

Variabel:

Konsentrasi BOD

Konsentrasi DO

Debit rata-rata

(10)

Jenis Data dan Instrumen Penelitian

Data sekunder:

hasil monitoring kualitas air Sungai Bedadung mulai tahun 2003 –

2010 dari BPSAWS Bondoyudo-Mayang

Lokasi pantau: Stasiun KBe1

Perangkat lunak

(software)

statistik:

Minitab 15

diskripsi data,

time series

plot, ACF-PACF plot & uji

Minitab 15

diskripsi data,

time series

plot, ACF-PACF plot & uji

multinormal residual

(11)

Mulai

Tidak Ya

VARIANS: TRANSFORMASI Identifikasi Model VAR:

- Time Series Plot - ACF-PACF Plot

- Uji unit Root DF MEAN:

DIFFERENCING

Identifikasi korelasi antar Variabel dengan menggunakan Uji Korelasi &

Bartlett Sphericity Test

STASIONER

Penentuan Orde VAR dengan

AIC minimum Model VAR terpilih Ya Tidak Ya Ya Estimasi Parameter: - Least Square p-value < 5% DIAGNOSTIC CHECKING: White Noise Multinormal Heterokedastis Tidak Ya Tidak Model dipakai METODE BACKWARD Uji Serentak Peramalan menggunakan univariate Modifikasi Model Uji Parsial

(12)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Korelasi antar Variabel

variabel BOD dan DO secara signifikan menolak H

0

(p-

value

< 5%), yang berarti terdapat

korelasi antara kedua variabel tersebut. Sedangkan variabel Q gagal menolak H

0

(p-

value

>

5%), yang berarti tidak terdapat korelasi baik terhadap variabel BOD maupun terhadap

variabel DO.

Matriks korelasi menunjukkan adanya korelasi negatif yang lemah antara BOD dan DO atau

sebaliknya sebesar -0,423. Sedangkan Q menunjukkan tidak ada korelasi dengan BOD dan

DO atau sebaliknya dengan nilai koefisien korelasi Pearson hanya sebesar 0,005 dan 0,037.

Karena itu variabel Q tidak digunakan dalam analisis VAR selanjutnya. Kemudian dilakukan uji

(13)

Tabel 4.4 Uji

Bartlett Sphericity

Statistik Uji

Keputusan

chis 29,2028

p-value 0,000000065

Tolak H

0

Matriks korelasi ≠ matriks identitas

Variabel BOD dan DO saling berhubungan

(14)

Uji stasioneritas data

Data awal tdk stasioner dlm mean

differencing

pada lag 1 (d=1)

Plot

time series

BOD & DO

differencing

1 t

urun naik di antara nol

Plot ACF-PACF BOD & DO

differencing

1 turun cepat menuju nol

setelah lag 2 stasioner dlm

mean

dan varian

80 72 64 56 48 40 32 24 16 8 1 4 3 2 1 0 -1 -2 -3 -4 Index B O D (1 ) 80 72 6 4 56 48 40 32 24 16 8 1 3 2 1 0 -1 -2 -3 Index D O (1 ) 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 1,0 0,8 0,6 0,4 0,2 0,0 -0,2 -0,4 -0,6 -0,8 -1,0 Lag A u to c o rr e la ti o n

(a ) Autocorrel ation F uncti on for BO D( 1 )

(w ith 5% s ignificance lim its for the autoco rrelations)

20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 1,0 0,8 0,6 0,4 0,2 0,0 -0,2 -0,4 -0,6 -0,8 -1,0 Lag P a rt ia l A u to c o rr e la ti o n

(b) Partial Autocorrelation Function for BO D(1 )

(w ith 5% significance limits for the partial autocorrelations)

20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 1,0 0,8 0,6 0,4 0,2 0,0 -0,2 -0,4 -0,6 -0,8 -1,0 Lag A u to c o rr e la ti o n

(c) A utocorrelation Function for DO (1 )

(w ith 5% significance lim its for the autocorrela tions)

20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 1,0 0,8 0,6 0,4 0,2 0,0 -0,2 -0,4 -0,6 -0,8 -1,0 Lag P a rt ia l A u to c o rr e la ti o n

(d) Partial Autocorrela tion Function for DO (1 )

(15)

Dickey-Fuller Unit

Root

Tests

Dickey-Fuller Unit Root Tests

Variable Type Rho Prob<Rho Tau Prob<Tau

Y Zero Mean -189.822 0.0001 -9.64 <.0001

Single Mean -189.865 0.0001 -9.57 <.0001

Trend -191 0.0001 -9.55 <.0001

X Zero Mean -201.463 0.0001 -9.67 <.0001

X Zero Mean -201.463 0.0001 -9.67 <.0001

Single Mean -201.034 0.0001 -9.59 <.0001

Trend -202.208 0.0001 -9.55 <.0001

P-

value

< 0,05

Tolak H

0

,

data stasioner

Gambar

Tabel 4.4  Uji Bartlett Sphericity

Referensi

Dokumen terkait