• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - DWI KURNIASARI BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - DWI KURNIASARI BAB I"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang

Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang

(arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan

dan berinteraksi (Sumarsono, 2012: 18). Sementara itu Bloch dan Trater (dalam

Lubis, 1993: 1) mendefinisikan bahasa: language is a system of arbitrary vocal

symbols (bahasa adalah sebuah sistem lambang-lambang vokal yang bersifat arbitrer).

Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Sejak bangun tidur sampai

pergi tidur, tidak lepas dari tindak berbahasa.

Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau alat interaksi

(Chaer dan Agustina, 2004: 11). Hal yang sama diungkapkan oleh Pateda (1992: 4)

bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Manusia sebagai makhluk

sosial menggunakan bahasa untuk berkomunikasi verbal. Bahasa merupakan alat

yang tepat untuk berhubungan dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Orang

di pasar, di rumah sakit, di kantor, dan di lapangan hidup apa saja selalu

menggunakan bahasa. Bahkan bahasa selalu digunakan dalam setiap kehidupan

manusia, sehingga dapat dikatakan interaksi tidak mungkin terjadi tanpa adanya

media bahasa.

Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Bahasa tidak hanya

dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga diperlukan untuk menjalankan

segala aktivitas hidup manusia. Misalnya: penelitian, penyuluhan, pemberitaan

(2)

seperti ilmu pengetahuan, hukum, kedokteran, politik, dan pendidikan juga

memerlukan bahasa. Hanya dengan bahasa manusia mampu mengomunikasikan

segala hal (Wijana dan Rohmadi, 2011: v).

Bahasa yang digunakan masyarakat, ada yang berupa bahasa lisan adapula

berupa bahasa tulis. Bahasa lisan adalah bahasa yang disampaikan secara lisan atau

melalui ucapan sedangkan bahasa tulis adalah bahasa yang disampaikan melalui

tulisan. Dalam berkomunikasi dengan bahasa lisan ada beberapa faktor yang

menentukan kegiatan berbahasa yaitu: (1) pembicara, (2) pendengar, (3) tersedianya

alat, (4) faktor lain yang muncul bersama-sama pembicara, (5) setting termasuk

kesediaan menerima, (6) bentuk-bentuk pesan, (7) topik dan penjelasan pembicara,

dan (8) peristiwa itu sendiri. Jika hal tersebut dilaksanakan maka akan terjadi suatu

peristiwa tutur.

Dalam suatu peristiwa tutur, orang sering berkata “Komunikasi tidak jalan,

komunikasi tidak lancar”. Hal ini disebabkan oleh penggunaan bahasa yang tidak

tepat. Misalnya, jika berbicara di hadapan petani dengan menggunakan istilah-istilah

yang tidak mereka pahami, pastilah tujuan berkomunikasi tidak akan berhasil.

Memang, kadang mereka mengangguk tetapi mereka mengangguk karena tidak

mengerti. Agar terhindar dari persoalan ini, orang lalu berkata, “Yang penting orang

yang diajak bicara mengerti tak perlu memperhatikan tata bahasanya”. Seyogyanya,

selain memperhatikan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi juga harus

memperhatikan bahasa yang dijadikan sebagai alat. Artinya, dengan bahasa yang

terpelihara kita dapat berkomunikasi. Caranya, kita tidak perlu menggunakan bahasa

yang panjang-panjang, cukup dengan menggunakan kalimat pendek tetapi orang lain

(3)

Dalam berkomunikasi atau berbahasa lisan perlu diperhatikan situasi

berbahasa. Situasi berbahasa meliputi kapan, di mana, dan dengan siapa bahasa itu

digunakan. Selain itu, kaidah bahasa juga diperhatikan. Ketika kita berbahasa dalam

situasi resmi dan tidak resmi seharusnya kita menggunakan kaidah yang bebeda.

Demikian pula ketika berbahasa dengan mitra tutur yang sebaya, lebih tua, atau lebih

muda usianya. Hal ini dilakukan agar komunikasi lancar dan tujuan berbahasa

tercapai. Komunikasi lisan dapat berjalan dengan lancar apabila tindak tutur

menjalankan prinsip-prinsip dalam percakapan.

Prinsip percakapan yang dimaksud adalah prinsip kerja sama dan prinsip

kesopanan. Dalam setiap bentuk komunikasi lisan, khususnya percakapan, secara

sadar atau tidak sadar, para pelaku percakapan sering melakukan pelanggaran

prinsip-prinsip percakapan di atas. Apalagi dalam percakapan tidak resmi, seperti percakapan

sehari-hari antar teman, para pedagang dan pembeli di pasar. Pelanggaran

prinsip-prinsip percakapan juga banyak dilakukan oleh para politisi dalam berdebat. Dalam

lawakan, pelanggaran prinsip percakapan tersebut bila disimak oleh pendengar akan

menimbulkan hal yang lucu.

Dalam percakapan atau dialog lawakan banyak dijumpai pelanggaran prinsip

percakapan yang sengaja dilakukan agar menimbulkan hal-hal yang lucu. Kejadian

pelanggaran prinsip-prinsip percakapan yang justru menimbulkan kelucuan terdapat

pada dialog para pemain Pesbukers yang disiarkan televisi swasta, ANTV, setiap

hari. Pesbukers itu sendiri, diambil dari kata facebook yang mendapat imbuhan

(4)

istilah-istilah yang terdapat pada facebook seperti add, status, update status terdapat dalam

bentuk tulisan, disampaikan secara lisan oleh para pemain pesbukers. Selain itu,

tuturan dialog dalam acara Pesbukers tidak seperti tuturan biasanya.

Dalam dialog Pesbukers, terdapat plesetan-plesetan yang dilakukan oleh para

pemainnya. Plesetan-plesetan tersebut itulah yang memperlihatkan adanya

pelanggaran prinsip percakapan sehingga, dapat dikatakan bahwa tuturan Pesbukers

termasuk wacana nonkonvensional (wacana yang tidak berdasarkan

konvensi/kesepakatan umum). Pelanggaran prinsip percakapan, khususnya

pelanggaran prinsip kesopanan, antara lain dicontohkan dalam dialog Pesbukers

berikut ini:

Rafi : ini hasil berantemnya ya?

Tyson : iya bener. Dia masukin rumah sakit. Apa namanya? Benjok.

Rafi : benjol

Tyson : benjok

Luna : benjol

Tyson : bencol

Olga : ih bego ni bule.

Tyson : (tiba-tiba ngomong kesel di hadapan Olga) Olga : bule yang bau bangkai mulutnya dia doang ya.

Sumber: ANTV, 9 November 2012

Dalam keadaan normal, Olga tidak akan mengatakan kata-kataih bego ni bule

ya dan jugabule yang bau bangkai mulutnya dia doang. Jika hal tersebut diucapkan

akan membuat hati pendengar dan lawan bicara tidak enak. Tetapi, Olga melakukan

pelanggaran pada tuturannya dengan ekspresi lucu (tersenyum dan mondar-mandir

lalu menutup hidung) untuk menimbulkan hal yang lucu. Dialog semacam itu sering

dilakukan dalam dunia lawak dan sangatlah wajar dilakukan dalam melawak.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian

(5)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengemukakan rumusan

permasalahan sebagai berikut: Bagaimanakah pelanggaran prinsip kesopanan tuturan

dialog Pesbukers di stasiun televisi ANTV?

C. Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip

kesopanan/ kesantunan dalam tuturan dialog Pesbukers di stasiun televisi ANTV.

D. Manfaat

Dengan penelitian ini manfaat yang diharapkan adalah:

1) Mengembangkan wawasan penulis dan pembaca tentang prinsip-prinsip

kesopanan dalam percakapan.

2) Sebagai dasar untuk melakukan penelitian lanjutan, khususnya yang menyangkut

prinsip-prinsip percakapan.

3) Sebagai pedoman praktis penulis dan pembaca agar dapat berkomunikasi lisan

dengan lancar, tepat, dan padat.

4) Para calon pelawak dapat mengembangkan prinsip-prinsip percakapan sebagai

sumber lawakan yang bervariasi dan bermutu.

E. Sistematika Penulisan

Pembuatan sistematika penulisan ini bertujuan untuk mempermudah pembaca

dalam memahami isi skripsi dan mencari bab atau subbab yang dibutuhkan. Skripsi

ini berjudul Analisis Pelanggaran Prinsip Kesopanan dalam Acara Pesbukers di

(6)

Masing-masing bab mengandung satu pokok pembicaraan yang berbeda-beda, tetapi secara

keseluruhan saling berhubungan. Adapun isi dari setiap bab adalah sebagai berikut.

Bab I berisi pendahuluan. Adapun subbab yang menyertainya antara lain latar

belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan

sistematika penulisan. Latar belakang masalah berisi tentang alasan peneliti

melakukan penelitian ini. Selain itu dalam bab pertama juga dipaparkan permasalahan

yang akan dikaji. Tujuan penelitian berisi tentang tujuan dilakukannya penelitian

tersebut. Kemudian manfaat yang diperoleh setelah melakukan penelitian, serta

sistematika penulisan yang dilanjutkan mengenai gambaran langkah penelitian juga

dijabarkan dalam bab 1.

Kemudian pada bab II yaitu berupa landasan teori. Sebuah penelitian ilmiah

tentu membutuhkan teori sebagai pendukungnya. Landasan teori tersebut

menguraikan tentang teori-teori yang digunakan peneliti dalam kegiatan penelitian.

Teori-teori tersebut meliputi pengertian pragmatik, peristiwa tutur, prinsip percakapan

(prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan), humor, dan Pesbukers. Dari teori-teori

tersebut yang paling mendasar dalam penelitian ini adalah teori mengenai prinsip

percakapan (prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan).

Pada Bab III yaitu metodologi penelitian. Pada bab ini akan diuraikan

mengenai data dan sumber data dalam penelitian. Kemudian, metode penelitian yang

digunakan oleh peneliti juga dijabarkan dalam bagian ini. Metode penelitian sendiri

terdiri dari pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data dalam

penelitian. Semua bagian-bagian tersebut juga akan dijabarkan lebih detail dalam

(7)

Bab IV merupakan hasil analisis dan pembahasan. Bab empat ini

mendeskripsikan tuturan-tuturan yang melanggar prinsip kesopanan pada acara

Pesbukers. Tuturan tersebut diklasifikasikan berdasarkan prinsip kesopanan yang

meliputi maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan hati, maksim penghargaan,

maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian. Setelah

diklasifikasikan, tuturan tersebut diberi penjelasan mengapa tuturan yang

disampaikan tersebut melanggarar prinsip kesopanan. Kemudian, setelah diberi

penjelasan mengapa tuturan tersebut melanggar prinsip kesopanan, pada akhir kalimat

akan dijabarkan lagi mengenai alasan mengapa para pemain Pesbukers tidak marah

mendengar ejekan dari pemain yang lain.

Bab V berisi penutup. Pada bab ini akan diuraikan mengenai kesimpulan

peneliti setelah melakukan penelitian. Kesimpulan sendiri berisi mengenai simpulan

dari hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian. Selain simpulan, juga berisi

mengenai saran yang menyinggung tentang saran-saran untuk penelitian lebih lanjut.

Pada akhir skripsi ini juga akan dicantumkan daftar pustaka dan lampiran-lampiran

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan beberapa jenis diare sebagai berikut:.. 1) Diare akibat virus, misalnya influenza perut dan travellers diarrhea yang disebabkan antara

Salah satu program komedi Televisi yang banyak mendapat protes dari masyarakat adalah Pesbukers , program ini sempat ingin dilaporkan kepadapresiden RI, karena isi

Prinsip Syariah adalah: “Perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dan pihak lain untuk menyimpan dana atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan

Sifat kedaerahan dan belum menjamah masalah politik dari organisasi Budi Utomo ini terlihat jelas ketika dalam Kongres Pertama di Yogyakarta bulan Oktober 1908 yang

Prinsip hormat ini dapat disejajarkan dengan prinsip sopan santun dalam pengertian yang luas, baik dalam bahasa maupun dalam pergaulan sehari-hari.. Sopan-santun berbahasa

Pada bintang tamu yang sama dialog (4) Tukul menggunakan teknik bertanya memulai dialog tentang pengalaman bintang tamunya (Ria.W) dalam dialog tersebut tukul

Di dalam website ini ditawarkan beberapa informasi mengenai Hak Asasi Manusia., diantaranya data dan kasus permasalahan, pelanggaran Hak Asasi Manusia di berbagai daerah di

Menurut Markaban (Penulisan Modul Paket Pembinaan Penataran, 2006: 10) metode Penemuan Terbimbing ini melibatkan suatu dialog atau interaksi antara siswa dan guru di