• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Endang Sayekti Bab I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Endang Sayekti Bab I"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008: 116) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri sendiri. Hal yang sama diungkapkan oleh (Kridalaksana, 2008:24) bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Definisi ini juga diperkuat oleh pendapat Keraf (2004: 2) bahwa bahasa adalah suatu sistem komunukasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerak-gerik badaniah yang nyata. Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Dalam setiap kegiatan manusia tidak lepas dari tindak berbahasa. Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau alat interaksi (Chaer dan Agustina, 2004: 14-15). Manusia sebagai makhluk sosial menggunakan bahasa untuk berkomunikasi verbal. Bahasa merupakan alat yang tepat untuk berhubungan dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

(2)

2

harus saling menjaga agar komunikasi berjalan lancar. Agar penutur dan lawan tutur dapat menjaga satu sama lain, ada prinsip kerja sama yang harus dilakukan penutur dan lawan tutur sehingga proses komunikasi berjalan dengan baik atau sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Adanya prinsip kerja sama dalam berkomunikasi yang harus dipatuhi oleh penutur dan lawan tutur masih harus dilengkapi dengan prinsip kesopanan. Prinsip kesopanan ini berhubungan dengan dua peserta percakapan yakni diri sendiri dan orang lain. Prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan itu menjadi pedoman dalam berkomunikasi sehingga ucapan yang disampaikan oleh penutur dapat diterima dengan baik oleh lawan tutur. Apabila terdapat penyimpangan prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan, maka komunikasi antara penutur dan lawan tutur tidak berjalan dengan baik. Ucapan yang disampaikan oleh penutur tidak dapat diterima secara efektif oleh lawan tutur.

(3)

3

tersebut harus diperhatikan oleh penutur dan lawan tutur untuk menghasilkan komunikasi yang baik serta tidak menimbulkan komunikasi yang tidak lancar.

Seringkali prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan berbahsa tidak dipatuhi (sengaja dilanggar) untuk tujuan tertentu, misalnya untuk menciptakan suasana humor atau kelucuan. Pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan berbahasa tersebut tidak memperhatikan status sosial, umur, jabatan dan kedudukan. Fenomena ini ditemukan oleh peneliti ketika melihat acara musik Inbox yang terdapat pada tuturan sebagai berikut.

(1) Rina : “Kalau Bapak Feri? Bapak Feri hendak minum apa Pak?”

Feri : “Eemmm saya maunya kopi saja deh, karena saya tahu kalau minum

teh pun rasanya kopi.”

Pada percakapan Feri yakni “Karena saya tahu kalau minum teh pun rasanya kopi”

merupakan percakapan yang melanggar prinsip kerja sama yaitu maksim kuantitas. Jawaban Feri untuk pertayaan Rina tidak lah membutuhkan alasan kenapa Feri memilih minum kopi. Jawaban Feri memilih minum kopi sudah cukup untuk pertanyaan Rina. Penambahan informasi yang diberikan oleh Feri justru akan menyebabkan percakapan menjadi berlebihan dan terlalu panjang. Akan tetapi untuk menciptakan suasana humor Feri sengaja melakukan tuturan tersebut meskipun belum ditanyakan oleh lawan tuturnya yaitu Rina.

Pada segment selanjutnya peneliti juga menemukan tuturan atau percakapan yang di dalamnya terdapat pelanggaran maksim kualitas yaitu sebagai berikut.

(2) Rina : “Eh maaf itu hanya untuk seorang ayah.” Audi : “Anda berdiri.”

Uus : “Saya juga ayah, ayah ayah wae.”

(4)

4

Pada percakapan Uus yaitu “Ayah ayah wae”, Uus melanggar prinsip kerja sama yakni maksim kualitas. Pernyataan Uus atas “Ayah ayah wae” melanggar maksim kualitas karena pernyataan tersbut tidaklah sesuai dengan fakta sebenarnya atau tidak yang tidak nyata. Fakta yang sebenarnya yaitu “Aya aya wae”, akan tetapi Uus sengaja merubah kata aya aya wae menjadi “Ayah ayah wae” supaya percakapan menjadi tidak kaku serta menimbulkan suasan humor.

Selain fenomena pelanggaran prinsip kerjasama pada segment berikutnya peneliti juga menemukan percakapan atau tuturan yang melanggar prinsip kesopanan berbahasa yaitusebagai berikut.

(3) Rina : ”Pokoknya karena hari ini adalah hari spesial, maka kami hari ini pun akan memperlakukan kalian ayah-ayah dimanapun berada siap memperlakukan kalian dengan spesial.”

Andika : “Wah senangnya. Kalau begitu tugas sebagai ayah kan tugas yang cukup berat ya?. Boleh ngga kalian gantiin bayar cicilan aku bulan ini?”

Rina : “Du du du du du . . . . kalau itu kan tugas ayah.”

Dari tuturan Andika Boleh ngga kalian gantiin bayar cicilan aku bulan ini?” terlihat bahwa andika melanggar maksim kedermawanan. Hal tersebut terjadi ketika Rina menawarkan diri untuk melayani Andika membuatkan teh dan kopi, akan tepapi Andika meminta Rina untuk membayar cicilannya. Kalimat tersebut merupakan kalimat yang tidak sopan karena merugikan pihak lain dan memperbanyak keuntungan diri sendiri. Akan tetapi Andika Pratama sengaja melakukan tuturan tersebut untuk menciptakan suasana humor.

Selain tuturan tersebut di acara yang sama peneliti juga menemukan kembali pelanggaran prinsip kesopanan berbahasa yaitu maksim penghargaan. Tuturan berikut dapat memperjelas pernyataan tersebut.

(4) Feri : “Kenapa si kamu?”

Audi : “Suaranya hilang tiba-tiba.” Feri : “Emang ditaro di mana?”

(5)

5

Feri : “Wiiiidiiiiiihhhh . . . . serius lo?” Audi : “Iya . . . iya.”

Andika : “Udah suaranya ilang, pacarnya ilang.” Audi : “Aduuuuuuhhhhhh.”

Gading : “Masih nekat nyanyi? Masih nekat? Astaga.

Pada tuturan Gading “Masih nekat nyanyi? Masih nekat? Astaga” tampak jelas bahwa Gading melanggar maksim penghargaan. Kaitannya dalam kesopanan berbahasa, Gading dapat dikatakan bertindak tidak sopan. Dengan kalimat tersebut sama saja menghina Audi untuk tidak bernyanyi lagi karena suaranya tidak bagus. Hal tersebut secara sengaja dilakukan Gading tidak lain hanya untuk menciptakan suasana lucu bukan sebagai tuturan yang benar-benar datang dari hati untuk merendahkan Audi.

(6)

6

tidak langsung akan menambah para penonton untuk lebih antusias menonton acara musik Inbox ini. Ketika membawakan sebuah acara, pembawa acara dalam menggunakan bahasa sengaja melakukan pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan untuk menimbulkan suasana homor. Seperti yang dilakukan oleh pembawa acara musik Inbox dalam percakapan yang mereka lontarkan secara sengaja melanggar prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan tidak lain adalah untuk menimbulkan suasana humor agar penonton tidak merasa bosan.

Penelitian yang berkaitan dengan prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan penting untuk dilakukan karena tidak semua orang mengetahui maksim-maksim yang terdapat pada prinsip percakapan tersebut dan sebagai asumsi-asumsi yang tidak dinyatakan dalam suatu percakapan. Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, penulis berasumsi bahwa dalam percakapan pembawa acara musik Inbox terdapat pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan berbahasa. Untuk mengetahui benar tidaknya asumsi penulis, maka penelitian yang berjudul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Prinsip Kesopanan dalam Percakapan Pembawa Acara musik Inbox Edisi Desember 2015 di Stasiun Televisi SCTV” penting untuk dilaksanakan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengemukakan rumusan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah pelanggaran prinsip kerja sama dalam percakapan pembawa acara musik Inbox di stasiun televisi SCTV edisi Desember 2015?

(7)

7

C. Tujuan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama dalam percakapan pembawa acara musik Inbox di stasiun televisi SCTV.

2. mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesopanan dalam percakapan pembawa acara musik Inbox di stasiun televisi SCTV.

D. Manfaat

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan tersebut, maka manfaat penelitian ini yaitu teoretis dan praktis.

1. Manfaat Teoretis

a. Mengembangkan wawasan penulis dan pembaca tentang prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan dalam percakapan.

b. Sebagai dasar untuk melakukan penelitian lanjutan, khususnya yang berkaitan dengan prinsip-prinsip percakapan.

2. Manfaat Praktis

a. Sebagai pedoman praktis penulis dan pembaca agar dapat berkomunikasi lisan dengan lancar, tepat dan padat.

b. Untuk calon pembawa acara dapat mengembangkan prinsip-prinsip percakapan sebagai sumber tawa yang bermutu dan bervariasi.

E. Sistematika Penulisan

(8)

8

berjudul Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Prinsip Kesopanan dalam Percakapan Pembawa Acara Musik Inbox di Stasiun Televisi SCTV. Pembahasan dalam skripsi ini terdiri dari lima bab. Masing-masing bab mengandung satu pokok pembicaraan yang berbeda-beda, tetapi secara keseluruhan saling berhubungan. Adapun isi dari setiap bab adalah sebagai berikut.

Bab I berisi pendahuluan. Adapun subbab yang menyertainya antara lain latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. Latar belakang masalah berisi tentang alasan penulis melakukan penelitian ini. Selain itu dalam bab pertama juga dipaparkan permasalahan yang akan dikaji. Tujuan penelitian berisi tentang tujuan dilakukannya penelitian tersebut. Kemudian manfaat yang diperoleh setelah melakukan penelitian, serta sistematika penulisan yang dilanjutkan mengenai gambaran langkah penelitian juga dijabarkan dalam bab I.

Kemudian pada bab II yaitu berupa landasan teori. Sebuah penelitian ilmiah tentu membutuhkan teori sebagai pendukungnya. Landasan teori tersebut menguraikan tentang teori-teori yang digunakan penulis dalam kegiatan penelitian. Teori tersebut meliputi penelitian relevan, pengertian pragmatik, peristiwa tutur, stuktur percakapan, prinsip percakapan (prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan), pengertian pembawa acara, pengertian acara Inbox. Dari teori-teori tersebut yang paling mendasar dalam penelitian ini adalah teori mengenai prinsip percakapan (prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan).

(9)

9

atau pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data dalam penelitian. Semua bagian tersebut juga akan dijabarkan lebih detail dalam bagian ini.

Bab IV merupakan hasil penelitian dan pembahasan. Bab empat ini mendeskripsikan prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan berbahasa yang melanggar berupa bentuk tuturan pada acara musik Inbox di stasiun televisi SCTV. Tuturan tersebut diklasifikasikan berdasarkan prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan yang meliputi maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, maksim pelaksanaan, maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan hati, maksim penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian. Setelah diklasifikasikan, tuturan tersebut diberi penjelasan mengapa tuturan disampaikan mematuhi atau melanggar prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pengamatan kemampuan berbahasa siswa pada siklus 1 telah mengalami peningkatan dari pratindakan walaupun belum mencapai persentase KKM yang telah ditentukan.

[r]

- SAHAM SEBAGAIMANA DIMAKSUD HARUS DIMILIKI OLEH PALING SEDIKIT 300 PIHAK & MASING2 PIHAK HANYA BOLEH MEMILIKI SAHAM KURANG DARI 5% DARI SAHAM DISETOR SERTA HARUS DIPENUHI

Sehingga dapat dilihat hasil penilaian rata – rata yang dicapai nilai dari kegiatan kondisi awal 64,77 dan pada silkus pertama nilai rata – rata yang dicapai 65,45

 Biaya produksi menjadi lebih efisien jika hanya ada satu produsen tunggal yang membuat produk itu dari pada banyak perusahaan.. Barrier

Masalah utama yang akan dijawab dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah : Apakah penerapan Metode pembelajaran Make a Match (Menjodohkan) dan MediaKartundapat

yang akan digunakan dalam penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan ini, pertama- tama dilakuan pembuatan tepung kacang koro pedang dan tepung beras merah. Selanjutnya

Karena nilai t hitung > t tabel (t hitung 3,180 > 2, 160 t tabel), berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga variabel harga minyak mentah sawit atau CPO