LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

37 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

(PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIMBINGAN PTK

PADA GURU-GURU SMP NEGERI 25 PURWOREJO)

Oleh :

Erni Puji Astuti, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadlirat Allah SWT, karena limpahan nikmat dan karunia-Nya kami telah selesai melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 25 Purworejo yang terletak di Kecamatan Loano. Bentuk pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan adalah Bimbingan PTK kepada Guru-guru SMP Negeri 25 Purworejo. Alhamdulillah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo; 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan;

3. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; 4. Drs. Paijo, selaku Kepala SMP Negeri 25 Purworejo.

Selanjutnya, kami berharap mudah-mudahan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermanfaat bagi para guru di SMP Negeri 25 Purworejo.

(4)

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... Halaman Pengesahan ... Kata Pengantar ... Daftar Isi ... BAB I PENDAHULUAN ... A. Analisis Situasi ... B. Permasalahan Khalayak Sasaran ... C. Tujuan dan Manfaat ... D. Solusi yang Ditawarkan ... E. Target Luaran ... BAB II METODE PENGABDIAN ... BAB III DESKRIPSI KEGIATAN ... A. Waktu Pelaksanaan ... B. Banyaknya Peserta ... C. Persiapan Tim Pengabdian ... D. Deskripsi Pelaksanaan ... BAB IV EVALUASI KEGIATAN ... BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN i ii iii iv 1 1 4 4 5 6 7 8 8 8 8 9 10 11

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. ANALISIS SITUASI

Kegiatan penelitian menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional, karena salah satu guru yang berhasil (efektif) adalah bersifat reflektif. Guru yang demikian selalu belajar dari pengalaman, sehingga dari hari ke hari kinerjanya menjadi semakin baik. Namun kenyataan yang ada di lapangan, guru jarang melakukan kegiatan yang satu ini. Bermacam alasan disampaikan seperti: kurang memiliki kemamppuan meneliti/ kurang pengalaman, keterbatasan waktu karena penelitian sering kali harus meninggalkan jam mengajar, penelitian membutuhkan dana yang besar, dan sebagainya. Kenyataan di atas rupanya menjadi perhatian, sehingga akhirnya diciptakanlah formulasi penelitian yang sesuai untuk guru yakni Classroom Action Research atau yang lebih dikenal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK akhir-akhir ini telah menjadi trend untuk dilakukan oleh guru sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan kualitas pembelajaran. PTK merupakan suatu jenis penelitian yang dilakukan oleh guru untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelasnya.

Menurut Arikunto PTK merupakan paparan gabungan definisi dari tiga kata ”penelitian, tindakan, dan kelas”. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk

(6)

memperoleh data atau informasi yang bermanfaat bagi peneliti atau orang-orang yang berkepentingan dalam rangka peningkatan kualitas diberbagai bidang. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam pelaksanaannya berbentuk rangkaian periode/siklus kegiatan. Sedangkan kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama dan tempat yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru yang sama. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan terjemahan dari classroom Action Research yaitu suatu Action Research (penelitian tindakan) yang dilakukan di kelas.

Pendapat lain, Kemmis dan Mc Taggart mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh pelakunya (peneliti) dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan praktik sosial. Sedangkan Carr dan Kemmis menyatakan bahwa PTK merupakan suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa, atau kepala sekolah) dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari: (a) praktik-parktik sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik tersebut, (c) situasi-situasi (lembaga-lembaga) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa PTK merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa dapat

(7)

ditingkatkan. Dengan demikian, PTK berfokus pada kelas atau pada proses pembelajaran yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (silabus, materi, dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). PTK harus tertuju atau mengkaji mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Agar dapat lebih memahami makna PTK secara utuh dan benar, sebaiknya dikaji juga makna kelas dalam PTK.

Makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik (siswa) yang sedang belajar yang tidak hanya terbatas di dalam ruangan tertutup saja, tetapi dapat juga ketika siswa sedang melakukan karyawisata, praktik di laboratorium, bengkel, di rumah, atau di tempat lain, atau ketika siswa sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dengan demikian, komponen dalam suatu kelas yang dapat dikaji melalui PTK adalah siswa, guru, materi pelajaran, peralatan atau sarana pembelajaran, hasil pembelajaran, dan pengelolaan.

Dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, khususnya tingkat SMP di Kabupaten Purworejo berbagai program peningkatan kualitas guru telah dilaksanakan melalui pelatihan berkaitan dengan PBM, Uji Kompetensi Guru, MGMP, pelatihan di bidang evaluasi pembelajaran dan Penelitian Tindak lanjut dari pelatihan penelitian yang telah dilaksanakan. Penelitian Tindakan Kelas dipandang sebagai bentuk penelitian peningkatan kualitas pembelajaran yang paling tepat karena selain sebagai peneliti guru juga bertindak sebagai pelaksana PBM sehingga tahu betul permasalahan yang dihadapi, dan kondisi yang ingin dicapai. Namun antusiasme guru

(8)

masih kurang karena keterbatasan kemampuan dan pengalaman penelitian, sehingga serapan dana kurang optimal (sumber : Tim penyeleksi proposal PTK SG-SMP di PPM). Disamping itu karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penelitian, hasil-hasil pelaksanaan PTK yang terlaksana masih kurang mencerminkan PTK, kebanyakan hasil penelitian tindakannya masih rancu dengan penelitian dengan analisis statistik. Oleh karena itu dipandang perlu untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan guru SMP dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas agar upaya yang telah dirintis Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo dapat budayakan di sekolah.

B. PERMASALAHAN KHALAYAK SASARAN

Guru SMP Negeri 25 pada umumnya merupakan khalayak sasaran yang menjadi fokus pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Sebagai khalayak sasaran antara strategis, adalah para guru yang sudah sangat membutuhkan adanya karya ilmiah sebagai persyaratan untuk kenaikan jabatan fungsionalnya.

C. TUJUAN DAN MANFAAT

Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini sebagai berikut.

1. Memberikan gambaran kepada guru-guru tentang PTK.

(9)

3. Memberikan bimbingan mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum penelitian dilakukan.

4. Memberikan bimbingan mengenai penyusunan proposal PTK. 5. Memberikan motivasi kepada guru-guru agar melakukan PTK.

D. SOLUSI YANG DITAWARKAN

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan di atas, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi dan workshop. Materi yang diberikan kepada peserta disajikan dalam bentuk ceramah dan dilengkapi dengan makalah. Materi yang diberikan kepada peserta kegiatan sebagai berikut.

Materi I : Pentingnya PTK Bagi Pengembangan Profesi Guru oleh Dr. Bambang Priyo Darminto, M. Kom.

Materi II : Konsep Dasar, Prinsip, dan Model PTK oleh Drs. Lilik Wahyu Utomo, M.Pd.

Materi III : Rencana dan Pelaksanaan PTK oleh Nila Kurniasih, M.Si. Materi IV : Membuat Laporan PTK oleh Erni Puji Astuti, M.Pd.

Setelah penyampaian materi, peserta akan dibimbing dalam kegiatan workshop. Tujuan workshop ini adalah agar peserta kegiatan benar-benar dapat menerapkan materi pelatihan dalam menyusun proposal dan laporan PTK.

(10)

E. TARGET LUARAN

Target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian pada msyarakat ini adalah guru menjadi terampil dalam menyusun proposal maupun laporan PTK.

(11)

BAB II

METODE PENGABDIAN

Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat ini sebagai berikut.

1. Metode ceramah untuk memberi penjelasan tentang pentingnya PTK bagi pengembangan profesi guru; konsep dasar, prinsip, dan model PTK; rencana dan pelaksanaan PTK; dan membuat laporan PTK.

2. Metode praktik untuk menyusun proposal PTK. 3. Metode tanya jawab dan diskusi.

(12)

BAB III

DESKRIPSI KEGIATAN

A. WAKTU PELAKSANAAN

Kegiatan ini dilaksanakan pada: Hari : Sabtu

Tanggal : 23 Juli 2016

Waktu : 13.00 - 15.00

B. BANYAKNYA PESERTA

Banyaknya peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah 39 orang yang terdiri dari guru dan kepala sekolah.

C. PERSIAPAN TIM PENGABDIAN

Persiapan yang dilakukan oleh tim pengabdian dalam kegiatan ini sebagai berikut.

1. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait waktu pelaksanaan kegiatan, tempat, dan persiapan kegiatan yang perlu dilakukan.

2. Masing-masing anggota tim mempersiapkan modul yang akan dijadikan bahan dalam pelatihan.

3. Menentukan susunan acara kegiatan.

4. Mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan saat kegiatan. 5. Melakukan checking terhadap kelengkapan peralatan kegiatan.

(13)

D. DESKRIPSI PELAKSANAAN PELATIHAN

Secara umum, hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah cukup baik dan reponsif, artinya terdapat pemahaman para guru tentang profesinya, terutama dalam hal pemahaman penulisan/ pembuatan/ pelaksanaan PTK. Para guru SMP Negeri 25 Purworejo sangat tertarik untuk meningkatkan profesinya. Pernyataan ini didukung oleh antusiasnya para guru dalam mengikuti dan mengajukan pertanyaan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, para guru mempunyai kehendak untuk melakukan penelitian dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Di samping itu, para guru sudah dapat memahami Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Pengembangan Keprofesian Berlanjut (PKB) sebagai bekal untuk meningkatkan diri.

(14)

BAB IV

EVALUASI KEGIATAN

Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini tidak terlepas dari faktor-faktor pendukung dan penghambat keterlaksanaan kegiatan. Faktor yang mendukung keterlaksanaan kegiatan ini adalah semangat para guru yang sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan dan juga semangat pengabdian tim dalam memberikan materi pelatihan. Terlepas dari faktor pendukung tersebut, terdapat faktor penghambat yang dapat dijadikan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat di periode yang akan datang yaitu faktor waktu yang sangat terbatas.kendala ini dapat diatasi dengan penggunaan alokasi waktu yang efisien dan efektif.

(15)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

Kegiatan ini sangat membantu guru dalam mengembangkan profesinya dengan menyusun proposal, melaksanakan penelitian, dan menyusun laporan PTK.

B. SARAN

Mengingat manfaat yang dapat diperoleh para guru dari kegiatan ini, maka kegitan ini dapat dilakukan berkelanjutan disertai dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas bagi guru.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Babang Robandi. 2008. Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas.

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEDAGOGIK/196108141986031-BABANG_ROBANDI/Makalah_Laporan_PTK_Babang.pdf.

Basrowi. 2006. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Kediri: Jenggala Pustaka Utama.

Endang R Winarti. 2005. Usulan Penelitian Tindakan Kelas: Penerapan

Pembelajaran Kooperatif dengan Memanfaatkan Media Kartu dan Poster dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita

Matematika di SD Sekaran 01 Semarang. Semarang: Unnes.

Mills G. E. 2000. Action Research: Guide for the Teacher Researcher.

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196005051 986032-JUHANAINI/PENELITIAN_TINDAKAN_kELAS.pdf.

Suyono. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Lampung: FKIP Universitas Lampung.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Setjen Depdiknas.

(17)
(18)

ANGGARAN BELANJA

Anggaran pembiayaan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai berikut.

1. Pemasukan dari LPPM UMP = Rp. 1.500.000,00 2. Pengeluaran

a. Pembuatan Proposal, Modul, dan Survey = Rp 90.000,00 b. Bahan Habis (Spanduk, Kertas, CD, Tinta Catridge) = Rp 150.000,00 c. Penyiapan Modul (Rp 4.000,00 × 40 eks) = Rp 160.000,00 d. Konsumsi (Rp 17.000,00 × 43 orang) = Rp 731.000,00 e. Pembuatan Laporan = Rp 369.000,00

+ Jumlah = Rp 1.500.000,00

(19)
(20)
(21)
(22)
(23)

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat bagi Guru-guru SMP Negeri 25 Purworejo

(24)

Sambutan Kepala SMP Negeri 25 Purworejo

(25)

Penyampaian materi Pentingnya PTK Bagi Pengembangan Profesi Guru oleh Dr. Bambang Priyo Darminto, M. Kom

Penyampaian materi Pentingnya PTK Bagi Pengembangan Profesi Guru oleh Dr. Bambang Priyo Darminto, M. Kom.

(26)

Penyampaian materi Konsep Dasar, Prinsip, dan Model PTK oleh Lilik Wahyu Utomo, M. Pd.

Penyampaian materi Konsep Dasar, Prinsip, dan Model PTK oleh Lilik Wahyu Utomo, M. Pd.

(27)

Penyampaian materi Rencana dan Pelaksanaan PTK oleh Nila Kurniasih, M. Si.

Penyampaian materi Rencana dan Pelaksanaan PTK oleh Nila Kurniasih, M. Si.

(28)

Penyampaian materi Membuat Laporan PTK oleh Erni Puji Astuti, M. Pd

Penyampaian materi Membuat Laporan PTK oleh Erni Puji Astuti, M. Pd

(29)

Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan bimbingan PTK bagi guru-guru SMP Negeri 25 Purworejo

(30)

Penyusunan Laporan PTK (Oleh: Erni Puji Astuti, M. Pd)

Seorang guru dituntut untuk lebih peka terhadap prestasi belajar siswanya. Kepekaan dan sensitivitas inilah yang akan mendorong naluri guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu jalan bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran tersebut. Setelah memahami hakikat PTK, langkah-langkah dalam melakukannya, serta telah marencanakan proposal, maka langkah selanjutnya adalah meneliti atau mengenakan tindakan di kelas. Menyusun laporan PTK berarti menuliskan secara detail seluruh kegiatan penelitian. a. Pengertian Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Laporan penelitian tindakan kelas merupakan karya tulis ilmiah yang disusun secara sistematis berdasarkan penelitian terhadap suatu gejala. Laporan penelitian tindakan kelas memberikan gambaran lengkap tentang gejala yang terjadi/ dialami, permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran di kelas, dan upaya tindakan yang dilakukan guru di kelasnya guna memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam laporan penelitian tersebut, selain permasalahan dan tindakan yang dilakukan diu-raikan pula bagai mana hasilnya setelah dilakukan tindakan-tindakan tertentu terutama pengaruhnya terhadap perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran di kelas.

b. Tujuan Penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Penyusunan laporan penelitian merupakan upaya terakhir untuk mengkomunikasikan hasil yang diperoleh dari sebuah kegiatan penelitian. Laporan penelitian merupakan bentuk karya tulis ilmiah yang disusun dengan maksud agar hasil-hasil yang diperoleh dari kegiatan penelitian dapat disebarluaskan pada masyarakat, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.

Menurut Babang Robandi (2008: 2), tujuan atau manfaat dari penulisan laporan PTK diantarnya adalah mendapat pengalaman nyata untuk memperbaiki pembelajaran, dapat digunakan sebagai bahan masukan

(31)

untuk inovasi pembelajaran, dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk mengembangkan kurikulum tingkat kelas, dapat digunakan untuk meningkatkan kepekaan atau profesionalisme guru.

c. Sistematika Penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Laporan penelitian biasanya terdiri dari tiga bagian, bagian awal, bagian isi atau pokok, dan bagian akhir. Namun, aspek-aspek yang tercakup dalam masing-masing bagian bisa bervariasi. Hal ini bergantung pada jenis penelitian maupun lembaga penelitian atau lembaga penyandang dana penelitian. Berikut ini adalah sistematika penulisan laporan PTK secara umum.

1) Bagian awal

a) Halaman Judul (Cover luar dan cover dalam) b) Lembar Pengesahan

c) Abstrak d) Pengantar

e) Daftar Isi ( bila ada daftar tabel dan daftar gambar)

2) Bagian Isi

Bagian isi laporan PTK terdiri dari lima bab utama, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah B. Identifikasi Masalah C. Rumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori tentang Variabel Masalah

B. Kajian Teori Variabel Tindakan, serta Penelitian yang Relevan C. Kerangka Berpikir

D. Hipotesis Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN

(32)

B. Prosedur/ Siklus Penelitian C. Teknik Pengumpulan Data D. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Diskripsi Subjek penelitian B. Sajian Hasil Penelitian C. Pembahasan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran 3) Bagian Akhir a) Daftar Pustaka b) Lampiran

d. Penjelasan Isi Komponen Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang isi dari komponen laporan PTK

1) Bagian Awal

Bagian pembukaan terdiri dari: a) Halaman Judul

Halaman judul adalah halaman paling depan yang berisi judul penelitian dan diikuti nama penulis serta instansi tempat peneliti bertugas.

b) Halaman Pengesahan disertai tanggal pengesahan c) Abstrak

Abstrak menyajikan saripati komponen-komponen penelitian mulai dari judul, permasalahan, tujuan, prosedur pelaksanaan penelitian, hasil temuan dan rekomendasi. Melalui abstrak para pembaca dalam waktu yang cepat akan memperoleh gambaran umum dan menyeluruh tentang hasil penelitian yang dilaporkan. Abstrak yang baik tidak lebih dari satu halaman, diketik satu spasi.

(33)

d) Kata Pengantar disertai tanggal penyusunan

Minimal memuat ucapan syukur kepada Allah SWT, dan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu pelaksanaan PTK.

e) Daftar Isi

Memuat pokok-pokok PTK dari halaman judul sampai laporan-laporan. f) Daftar Tabel ((jika ada)

Jika dalam laporan PTK terdapat lebih dari dua tabel, maka perlu dibuat daftar tabel tersendiri. Daftar tabel memuat nomor tabel, judul tabel, dan halaman tabel.

g) Daftar Gambar (jika ada) h) Daftar Lampiran

Segala sesuatu yang dilampirkan ditulis di sini. Berisi nomor lampiran, halaman berapa lampiran tersebut dilampirkan. Sebaiknya lampiran-lampiran disusun secara kronologis.

2) Bagian Inti /Isi Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Bagian inti memuat pendahuluan, kajian pustaka, prosedur pelaksanaan penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, dan Kesimpulan serta saran.

I. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan komponen awal isi laporan penelitian yang memuat latar belakang masalah, identifikasi dan analisis masalah, perumusah masalah, tujuan penelitian ( tujuan perbaikan), manfaat penelitian, garis besar metode penelitian dan teknik pengumpulan serta pengolahan data, lokasi dan sampel penelitian.

A. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah berisi uraian yang menjelaskan mengapa masalah itu timbul dan penting dipecahkan melalui penelitian. Di samping itu berbagai kondisi empiris di lapangan yang mendorong dilakukannya identifikasi masalah dan perumusan masalah dan mendorong perlunya penelitian tindakan dan peningkatan mutu pembelajaran dilakukan.

(34)

Ungkapkan pula kerugian apa yang akan timbul apabila masalah tersebut dibiarkan tidak diteliti dan dipecahkan, dan keuntungan apa yang akan diperokleh apabila masalah tersebut diteliti dan dipecahkan.

B. Perumusan Masalah

Pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian para pakar terdahulu akan sangat membantu memudahkan merumuskan masalah yang akan diteliti. Untuk mempermudah perumusan masalah dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya, setelah didahului uraian tentang masalah penelitian, variabel-variabel yang diteliti serta kaitan antar variabel.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian PTK terkait dengan tujuan perbaikan pembelajaran yang meng-gambarkan hasil yang ingin dicapai. Oleh karena itu, tujuan harus konsisten dengan rumusan masalah dan sekaligus mencerminkan proses penelitiannya. Rumusan tujuan penelitian biasanya terdiri atas tujuan umum yang menggambarkan secara singkat tentang apa yang ingin dicapai, dan tujuan khusus yang secara spesifik dirumuskan dalam bentuk butir-butir yang mengacu pada pertanyaan-pertanyaan penelitian.

D. Kegunaan Penelitian

Pada bagian ini cantumkan nilai kegunaan hasil penelitian khususnya bagi peningkatan kualitas pembelajaran, bagi guru, bagi sekolah bahkan umumnya manfaat hasil penelitian bagi inovasi pendidikan pada umumnya dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

E. Metode Penelitian

Metode penelitian yang diuraikan dalam pendahuluan ini hanya garis besarnya yang mencakup juga garis besar teknik pengumpulan dan pengolahan data. Sedangkan secara rinci metode penelitian diuraikan pada prosedur penelitian.

(35)

II. Kajian Pustaka

Memuat hasil kajian pustaka berupa teori-teori, pengalaman empiris hasil penelitian terdahulu, pendapat para pakar yang relevan dengan masalah yang menjadi fokus penelitian. Kajian Pustaka dimaksudkan untuk menampilkan mengapa dan bagaimana teori dan hasil penelitian terdahulu dipergunakan oleh peneliti.

III. Metode Penelitian

Pada bagian ini diuraikan tahapan dan siklus pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang mencakup subyek penelitian terdiri atas tempat (di mana penelitian dilakukan, di elas, di sekolah); waktu penelitian ( termasuk jadwal dan siklus penelitian), dalam mata pelajaran apa, karakteristik siswa yang menjadi sampel penelitian meliputi (jumlah, usia, jenis kelamin, kemampuan, prestasi, latar belakang sosial ekonomi, psikologis dan lain-lain). Cantumkan pula prosedur setiap siklus kegiatan penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, refleksi. Pada tahap ini yang disajikan adalah cerita tentang apa yang terjadi dalam pelaksanaan penelitian mulai dari perencanaan sampai dengan refleksi, berapa lama kegiatan itu dilakukan siapa yang membantu pelaksanaan penelitian, instrumen apa yang digunakan, teknik apa yang digunakan untuk pengumpulan dan pengolahan data dan sebagainya.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bagian ini disajikan hasil penelitian sesuai dengan urutan tujuan penelitian dan perbaikan. Setiap sajian hasil dapat disertai dengan pembahasan yang merupakan alasan mengapa hasilnya seperti itu. Pembahasan hasil harus dikaitkan dan mengacu pada teori, pengalaman praktis atau hasil penelitian terdahulu yang terdapat dalam kajian pustaka. Pada umumnya pembahasan ini merupakan hasil refleksi mengenai rencana dan tindakan yang dikaitkan dengan berbagai teori. Kualitas pembahasan hasil penelitian menggambarkan tingkat profesionalitas peneliti untuk memperbaiki mutu pembelajaran.

(36)

V. Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini disajikan pemaknaan penelitian berupa kesimpulan tentang hasil penelitian yang diperoleh. Saran mesti disusun merujuk pada kesimpulan, yang merujuk pada tujuan penelitian. Saran dapat ditujukan pada pembuat kebijakan, pengguna hasil penelitian dan para peneliti berikutnya yang berminat melakukan penelitian selanjutnya.

3) Bagian Akhir

Bagian akhir biasanya berisi Daftar Pustaka dan Lampiran. Daftar pustaka, di samping berfungsi sebagai bacaan lanjut, juga dapat digunakan untuk melacak berbagai sumber yang berkaitan. Penulisan daftar pustaka dalam laporan PTK harus menggunakan aturan baku yang telah ditetapkan. Biasanya, masing-masing instansi/ lembaga peneliti mempunyai aturan tersendiri dalam penulisan daftar pustaka. Lampiran memuat instrumen yang digunakan dalam penelitian, seperti RPP, lembar jawaban siswa,hasil kerja siswa dan guru, daftar hadir siswa, foto kegiatan beserta penjelasannya, izin penelitian dan bukti lain yang dipandang perlu.

(37)

IDENTITAS TIM PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

1. Judul Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat

Bimbingan PTK pada Guru-guru SMP Negeri 39 Purworejo 2. Ketua Pelaksana

a. Nama Lengkap : Nila Kurniasih, M. Si b. Jenis Kelamin : Perempuan

c. NIP : -

d. NIDN : 0613117501 e. Pangkat/Golongan : Penata/ Gol. IIIc f. Jabatan Fungsional : Lektor

g. Fakultas/Jurusan : FKIP/ Pendidikan Matematika 3. Anggota Pengabdian kepada Masyarakat:

No Nama dan Gelar Pangkat/Gol./Jabatan Dosen Tetap pada 1. 2. 3. Dr. Bambang Priyo Darminto, M. Kom NIP. 195710251983031003 NIDN. 0025105701

Drs. Lilik Wahyu Utomo, M.Pd

NIP. 195204271982031003 NIDN. 0027045201

Erni Puji Astuti, M.Pd. NIDN. 0613058401 Pembina Tk. I/ IV b/ Lektor Kepala Pembina Tk. I/ IV b/ Lektor Kepala Penata Muda/III-a/ Asisten Ahli

Prodi. Pend. Mat. FKIP UMP

Prodi. Pend. Mat. FKIP UMP

Prodi. Pend. Mat. FKIP UMP

Figur

Memperbarui...

Related subjects :