• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Pada Februari 2016, Kota Ternate mengalami Deflasi sebesar 0,95 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 127,28. Sedangkan Nasional mengalami Deflasi sebesar 0,09 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 123,51. Dari 82 kota IHK, 30 kota mengalami inflasi dan 52 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 1,02 persen, Kota Padang 0,86 persen, dan Kota Gorontalo 0,67 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke 2,95 persen, Kota Tual 1,33 persen dan Kota Bulukumba 1,05 persen.

Inflasi Kota Ternate Januari 2016, menurut kelompok pengeluaran adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan -4,95 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,70 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,03 persen; kelompok sandang 0,29 persen; kelompok kesehatan 0,07 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga 0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,04 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar -0,43 persen dan inflasi year on year Kota Ternate

sebesar 5,52 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,42 persen dan 4,42 persen.

 Menurut inflasi tahun kalender, 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,81 persen, Kota Bima 1,68 persen, Kota Kendari 1,56 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu, Kota Merauke 1,86 persen, Kota Tual 1,04 persen, dan Kota Palu 1,01 persen.

 Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong 6,99 persen, Kota Makassar 6,87 persen, Kota Sibolga 6,75 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon 2,38 persen, Kota Tanjung Pandan 2,48 persen, dan Kota Meulaboh 2,54 persen.

 Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Januari 2016 tercatat 6 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Gorontalo 0,67 persen, Kota Ambon 0,18 persen, dan Kota Jayapura 0,17 persen. Sedangkan kota mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Merauke 2,95 persen, Kota Tual 1,33 persen dan Kota Bulukumba 1,05 persen.

No. 13/03/82/Th XV, 01 Maret 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

(2)

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate, bulan Februari 2016 terjadi deflasi 0,95 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,50 pada Januari 2016, menjadi 127,28 pada Februari 2016. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi year on year yaitu masing-masing sebesar -0,43 persen dan 5,52 persen.

Pada Februari 2016, empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan -4,95 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,70 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,03 persen; kelompok sandang 0,29 persen; kelompok kesehatan 0,07 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga 0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,04 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2016 antara lain: bawang merah, cabai merah, bawang putih, kangkung, bayam, daging ayam, gula pasir, rokok putih, rokok kretek, rokok kretek filter, tarif parkir, upah pembantu, pembalut wanita, dan emas perhiasan.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: buncis, pisang, cabai rawit, beberapa jenis ikan seperti (cakalang, malalugis, cakalang asap, selar/tude, tongkol, ekor kuning, lolosi, bubara, tuna, cumi dan teri), tomat sayur, cabai rawit, wortel, jeruk, bensin, solar, tarif listrik, dan tarif angkutan udara.

Gambar 1.

Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), Januari – Februari 2016 0,52 -4,36 0,58 3,86 0,92 1,26 0,19 -0,41 -0,95 -4,95 0,70 -0,03 0,29 0,07 0,04 -0,04 -6,00 -5,00 -4,00 -3,00 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 Umum Bahan Makanan

Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Januari Februari

(3)

Tabel 1.

IHK dan Inflasi Kota Ternate Bulan Februari 2016, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2015 IHK Januari 2016 IHK Februari 2016 Inflasi Februari 2016 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year3) UMUM 127,83 128,50 127,28 -0,95 -0,43 5,52 1 Bahan Makanan 130,65 124,96 118,77 -4,95 -9,09 3,05

2 Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 124,22 124,94 125,81 0,70 1,28 5,80 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas &

Bahan Bakar 124,83 129,65 129,61 -0,03 3,83 6,02

4 Sandang 143,44 144,76 145,18 0,29 1,21 8,14

5 Kesehatan 125,42 127,00 127,09 0,07 1,33 1,93

6 Pendidikan, Rekreasi &

Olahraga 124,32 124,56 124,61 0,04 0,23 4,75

7 Transpor, Komunikasi & Jasa

Keuangan 130,78 130,25 130,20 -0,04 -0,44 7,64

1) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2016 terhadap IHK bulan Februari 2015

Pada Februari 2016, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan -1,05 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,01 persen; kelompok sandang 0,02 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,01 persen.

Tabel 2.

Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate, Bulan Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran Bulan

Februari 2016

UMUM -0,95

1 Bahan Makanan -1,05

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,09 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar -0,01

4 Sandang 0,02

5 Kesehatan 0,00

6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan -0,01

(4)

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional Februari 2015 – Februari 2016

IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Februari 2016 mengalami deflasi 4,95 persen atau terjadi penurunan indeks dari 124,96 pada Januari, menjadi 118,77 pada Februari 2016.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, empat subkelompok mengalami inflasi, dan sisanya mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu, padi-padian, umbi-umbian, dan hasil-hasilnya 0,13, daging dan hasil-hasilnya 0,62 persen, bumbu-bumbuan 7,16 persen, kemudian bahan makanan lainnya 0,85 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu, ikan segar 12,26 persen, ikan diawetkan 14,02 persen, telur, susu, dan hasil-hasilnya 0,21 persen, sayur-sayuran 11,67 persen, kacang-kacangan 2,97 persen, buah-buahan 5,66 persen, serta lemak dan minyak 0,53 persen.

Kelompok ini pada Februari 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 1,05 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; daging ayam ras, bayam, bunga pepaya, kangkung, rebung, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; beberapa jenis ikan antara lain (teri, ekor kuning asap, cakalang asap, lolosi, tuna, tongkol, selar, tude, malalugis, cumi, cakalang, bubara, biji nangka), cabai rawit, salak, wortel, tomat sayur, labu siam, sawi putih, dan kentang.

Feb-15 Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15 Agust-15 Sep-15 Okt-15 Nop-15 Des-15 Jan-16 Feb-16 Ternate -0,83 0,35 0,62 0,65 0,89 0,90 1,56 -1,58 0,91 0,02 1,53 0,52 -0,95 Nasional -0,36 0,17 0,36 0,50 0,54 0,93 0,39 -0,05 -0,08 0,21 0,96 0,51 -0,09 -0,83 0,35 0,62 0,65 0,89 0,90 1,56 -1,58 0,91 0,02 1,53 0,52 -0,95 -0,36 0,17 0,36 0,50 0,54 0,93 0,39 -0,05 -0,08 0,21 0,96 0,51 -0,09 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00

(5)

Tabel 3.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,28 -0,95 -0,43 5,52

I. Bahan Makanan 118,77 -4,95 -9,09 3,05

a. Padi-padian, umbi- umbian, dan hasilnya 120,66 0,13 -0,29 4,71

b. Daging dan hasil-hasilnya 137,34 0,62 0,75 -1,29

c. Ikan segar 117,32 -12,26 -20,40 -6,92

d. Ikan diawetkan 119,98 -14,02 -15,32 20,53

e. Telur, susu, dan hasil-hasilnya 132,08 -0,21 1,25 4,54

f. Sayur-sayuran 98,74 -11,67 -14,02 16,92

g. Kacang-kacangan 116,51 -2,97 -9,68 -5,37

h. Buah-buahan 143,31 -5,66 -17,50 -13,97

i. Bumbu-bumbuan 117,92 7,16 5,13 35,21

j. Lemak dan minyak 100,66 -0,53 -2,58 -0,06

k. Bahan makanan lainnya 128,64 0,85 1,49 8,81

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Februari 2016 mengalami inflasi 0,70 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,94 pada Januari 2016, menjadi 125,81 pada Februari 2016.

Tabel 4.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,

Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on

Year (%)

(%) (%)

Umum 127,28 -0,95 -0,43 5,52

II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 125,81 0,70 1,28 5,80

a. Makanan Jadi 124,81 0,38 0,36 3,54

b. Minuman yang Tidak Beralkohol 110,52 0,46 0,60 8,16

(6)

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,38 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,46 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 1,15 persen.

Kelompok ini pada Februari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain: gula pasir dan rokok (kretek, kretek filter, dan putih), sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga adalah biskuit.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Februari 2016 mengalami deflasi 0,03 persen atau terjadi penurunan indeks dari 129,65 pada Januari 2016, menjadi 129,61 pada Februari 2016.

Tabel 5.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,

Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,28 -0,95 -0,43 5,52

III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,61 -0,03 3,83 6,02

a. Biaya Tempat Tinggal 130,52 0,11 4,67 6,87

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 121,36 -2,26 -0,39 1,13

c. Perlengkapan Rumah Tangga 134,78 -0,17 1,11 3,32

d. Penyelenggaran Rumah Tangga 130,58 3,41 4,21 7,90

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 0,11 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air -2,26 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga -0,17 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 3,41 persen.

Kelompok ini pada Februari 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; sewa rumah, pengharum, penyegar ruangan, dan upah pembantu. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain; tarif listrik, kulkas, dan mesin cuci.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Februari 2016 mengalami inflasi 0,29 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 144,76 persen pada Januari 2016, menjadi 145,18 persen pada Februari 2016.

(7)

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok sandang laki-laki -0,27 persen; subkelompok sandang wanita 0,94 persen; subkelompok sandang anak-anak -0,07 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain 1,25 persen.

Tabel 6.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 127,28 -0,95 -0,43 5,52 IV. Sandang 145,18 0,29 1,21 8,14 a. Sandang Laki-laki 143,64 -0,27 1,85 6,93 b. Sandang Wanita 154,56 0,94 1,28 18,61 c. Sandang Anak-anak 151,23 -0,07 0,25 3,15

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 122,65 1,25 1,59 3,87

Kelompok ini pada Februari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu baju kaos berkerah, sandal kulit, pembalut wanita, blus, dan popok bayi serta emas perhiasan. Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu kaos kaki, celana panjang jeans, dan kemeja panjang batik.

5. K e s e h a t a n

Tabel 7.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 127,28 -0,95 -0,43 5,52 V. Kesehatan 127,09 0,07 1,33 1,93 a. Jasa Kesehatan 109,86 0,00 5,11 5,11 b. Obat-obatan 124,15 1,75 2,92 3,46

c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 1,38

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 127,57 -0,65 -0,50 0,12

Kelompok kesehatan pada Februari 2016 mengalami inflasi 0,07 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,00 persen pada Januari 2016, menjadi 127,09 persen pada Februari 2016.

(8)

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa kesehatan 0,00 persen; subkelompok obat-obatan 1,75 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,00 persen; serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik -0,65 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Tabel 8.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,

Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,28 -0,95 -0,43 5,52

VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 124,61 0,04 0,23 4,75

a. Jasa Pendidikan 127,50 0,00 0,00 7,19

b. Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00 0,98 4,93

c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,89 0,36 1,08 1,48

d. Rekreasi 126,52 0,00 0,36 1,12

e. Olah Raga 166,08 0,00 0,13 4,67

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Atau terjadi kenaikan indeks dari 124,56 pada Januari 2016 menjadi 124,61 pada Februari 2016.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 0,00 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,00 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,36 persen; serta subkelompok rekreasi 0,00 persen; dan olahraga 0,00 persen.

Kelompok ini pada Februari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,00 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain pensil hitam dan tinta print. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah laptop/notebook.

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,04 persen atau terjadi penurunan indeks dari 130,25 pada Januari 2016, menjadi 130,20 pada Februari 2016.

(9)

Tabel 9.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,

Februari 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 127,28 -0,95 -0,43 5,52

VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 130,20 -0,04 -0,44 7,64

a. Transpor 149,12 -0,45 -1,03 10,27

b. Komunikasi dan Pengiriman 92,72 0,00 0,00 0,03

c. Sarana dan Penunjang Transpor 133,04 8,24 8,24 10,60

d. Jasa Keuangan 123,85 0,00 0,89 0,89

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor -0,45 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,00 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 8,24 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen.

Kelompok ini pada Februari 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu tarif parkir. Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga yaitu bensin dan solar serta tarif angkutan udara.

(10)

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA

Pada Februari 2016, Kota Ternate mengalami deflasi sebesar 0,95 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 127,28. Sedangkan Nasional mengalami deflasi sebesar 0,09 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 123,51. Dari 82 kota IHK, 30 kota mengalami inflasi dan 52 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 1,02 persen, Kota Padang 0,86 persen, dan Kota Gorontalo 0,67 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke 2,95 persen, Kota Tual 1,33 persen dan Kota Bulukumba 1,05 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar -0,43 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 5,52 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,42 persen dan 4,42 persen.

Menurut

inflasi tahun kalender

, 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi,

dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,81 persen, Kota Bima 1,68 persen, Kota Kendari

1,56 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu, Kota Merauke 1,86 persen,

Kota Tual 1,04 persen, dan Kota Palu 1,01 persen.

Menurut

inflasi

year on year

, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi

di Kota Sorong 6,99 persen, Kota Makassar 6,87 persen, Kota Sibolga 6,75 persen. Sedangkan

inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon 2,38 persen, Kota Tanjung Pandan 2,48 persen, dan Kota

Meulaboh 2,54 persen.

Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua

Kota-kota IHK di wilayah

Pulau Sulawesi, Maluku

dan

Papua

yang berjumlah 18 kota, pada

Januari 2016 tercatat 6 kota mengalami

inflasi dan 12

kota mengalami

deflasi,

dimana

inflasi

tertinggi

terjadi di Kota Gorontalo 0,67 persen, Kota Ambon 0,18 persen, dan Kota Jayapura 0,17

persen. Sedangkan kota mengalami

deflasi tertinggi

yaitu Kota Merauke 2,95 persen, Kota Tual

1,33 persen dan Kota Bulukumba 1,05 persen.

(11)

Tabel 10.

Perbandingan IHK dan Inflasi Februari 2016

Kota-kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)

KOTA Februari 2016 Tahun Kalender Year on Year KOTA Februari 2016 Tahun Kalender Year on Year IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%) 1 MANADO 123,96 -0,82 -0,99 5,46 11 MAMUJU 122,25 -0,37 -0,43 5,67 2 PALU 123,95 -0,61 -1,01 4,92 12 AMBON 122,41 0,18 0,46 2,88 3 BULUKUMBA 127,58 -1,05 -0,59 2,69 13 TUAL 134,68 -1,33 -1,04 3,10 4 WATAMPONE 118,22 -0,72 -0,23 2,74 14 TERNATE 127,28 -0,95 -0,43 5,52 5 MAKASSAR 124,19 -0,02 1,35 6,87 15 MANOKWARI 115,94 -0,11 0,21 3,06 6 PARE-PARE 120,86 -0,03 1,08 3,71 16 SORONG 124,69 0,10 1,21 6,99 7 PALOPO 121,30 0,07 0,68 4,59 17 MERAUKE 128,60 -2,95 -1,86 2,99 8 KENDARI 119,90 0,07 1,56 5,18 18 JAYAPURA 124,70 0,17 0,93 4,23 9 BAU-BAU 126,99 -0,97 0,23 4,20 NASIONAL 123,51 -0,09 0,42 4,42 10 GORONTALO 120,32 0,67 0,08 6,37

(12)

Tabel 11.

Inflasi Februari 2016, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 TANJUNG PANDAN 1,02 29 MADIUN 0,03 57 BENGKULU -0,25

2 PADANG 0,86 30 BANDA ACEH 0,02 58 CIREBON -0,26

3 GORONTALO 0,67 31 SIBOLGA -0,02 59 SINGARAJA -0,28

4 BALIKPAPAN 0,5 32 BOGOR -0,02 60 TANJUNG -0,28

5 METRO 0,42 33 SUMENEP -0,02 61 PURWOKERTO -0,29

6 PANGKAL PINANG 0,39 34 MAKASSAR -0,02 62 SEMARANG -0,3

7 MEDAN 0,38 35 BEKASI -0,03 63 TASIKMALAYA -0,31

8 BIMA 0,38 36 PARE-PARE -0,03 64 PEMATANG

SIANTAR -0,33

9 MEULABOH 0,37 37 TEMBILAHAN -0,06 65 KEDIRI -0,33

10 TANJUNG PINANG 0,35 38 DKI JAKARTA -0,06 66 MAMUJU -0,37

11 PONTIANAK 0,33 39 PROBOLINGGO -0,08 67 PALANGKARAYA -0,41

12 DUMAI 0,32 40 YOGYAKARTA -0,09 68 KUPANG -0,42

13 MAUMERE 0,27 41 PALEMBANG -0,11 69 LUBUKLINGGAU -0,43

14 SINGKAWANG 0,26 42 CILACAP -0,11 70 BATAM -0,43

15 JAMBI 0,22 43 SURAKARTA -0,11 71 DEPOK -0,43

16 BUNGO 0,18 44 SURABAYA -0,11 72 SAMPIT -0,44

17 BANJARMASIN 0,18 45 MANOKWARI -0,11 73 PEKANBARU -0,5

18 AMBON 0,18 46 MATARAM -0,12 74 BANDAR LAMPUNG -0,51

19 TARAKAN 0,17 47 LHOKSEUMAWE -0,13 75 PALU -0,61

20 JAYAPURA 0,17 48 CILEGON -0,14 76 WATAMPONE -0,72

21 JEMBER 0,12 49 BANDUNG -0,15 77 MANADO -0,82

22 BANYUWANGI 0,12 50 MALANG -0,15 78 TERNATE -0,95

23 SORONG 0,1 51 SERANG -0,17 79 BAU-BAU -0,97

24 DENPASAR 0,07 52 PADANGSIDIMPUAN -0,19 80 BULUKUMBA -1,05

25 PALOPO 0,07 53 BUKITTINGGI -0,21 81 TUAL -1,33

26 KENDARI 0,07 54 TEGAL -0,21 82 MERAUKE -2,95

27 SAMARINDA 0,05 55 TANGERANG -0,21

(13)

Tabel 12.

Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 SIBOLGA 1,81 29 CILACAP 0,65 57 CIREBON 0,24

2 BIMA 1,68 30 JAMBI 0,64 58 BAU-BAU 0,23

3 KENDARI 1,56 31 SUMENEP 0,63 59 KUDUS 0,21

4 MAKASSAR 1,35 32 BANDA ACEH 0,63 60 MANOKWARI 0,21

5 PANGKAL PINANG 1,33 33 TASIKMALAYA 0,62 61 PALEMBANG 0,21

6 MEDAN 1,29 34 SURABAYA 0,62 62 DKI JAKARTA 0,18

7 TANJUNG PINANG 1,28 35 CILEGON 0,61 63 LHOKSEUMAWE 0,15

8 SORONG 1,21 36 DENPASAR 0,56 64 KEDIRI 0,14

9 PARE-PARE 1,08 37 JEMBER 0,56 65 PEMATANG

SIANTAR 0,11

10 METRO 1,07 38 SAMARINDA 0,55 66 SEMARANG 0,09

11 TARAKAN 1,00 39 PADANGSIDIMPUAN 0,53 67 GORONTALO 0,08

12 TANJUNG PANDAN 0,99 40 MADIUN 0,52 68 BUKITTINGGI 0,08

13 MATARAM 0,99 41 AMBON 0,46 69 LUBUKLINGGAU 0,06

14 DUMAI 0,97 42 YOGYAKARTA 0,44 70 BATAM 0,06

15 BUNGO 0,96 43 MALANG 0,44 71 WATAMPONE -0,23

16 JAYAPURA 0,93 44 BENGKULU 0,42 72 PEKANBARU -0,24

17 PADANG 0,87 45 TEGAL 0,41 73 PALANGKARAYA -0,25

18 BOGOR 0,85 46 TEMBILAHAN 0,41 74 BANDAR LAMPUNG -0,25

19 MEULABOH 0,83 47 SURAKARTA 0,41 75 TERNATE -0,43

20 BANYUWANGI 0,79 48 SINGKAWANG 0,39 76 MAMUJU -0,43

21 SINGARAJA 0,75 49 BANDUNG 0,39 77 TANJUNG -0,47

22 SERANG 0,73 50 KUPANG 0,36 78 BULUKUMBA -0,59

23 SUKABUMI 0,71 51 PROBOLINGGO 0,34 79 MANADO -0,99

24 PONTIANAK 0,69 52 BEKASI 0,33 80 PALU -1,01

25 MAUMERE 0,69 53 BALIKPAPAN 0,28 81 TUAL -1,04

26 PALOPO 0,68 54 PURWOKERTO 0,27 82 MERAUKE -1,86

27 TANGERANG 0,68 55 SAMPIT 0,26

(14)

Tabel 13.

Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 SORONG 6,99 29 PALU 4,92 57 SEMARANG 3,84

2 MAKASSAR 6,87 30 MAUMERE 4,87 58 YOGYAKARTA 3,83

3 SIBOLGA 6,75 31 TEGAL 4,84 59 PEKANBARU 3,80

4 SERANG 6,68 32 BANDUNG 4,77 60 PARE-PARE 3,71

5 TANJUNG 6,58 33 DUMAI 4,72 61 JEMBER 3,69

6 MEDAN 6,46 34 BOGOR 4,71 62 CILACAP 3,69

7 GORONTALO 6,37 35 TASIKMALAYA 4,69 63 DKI JAKARTA 3,67

8 KUPANG 6,23 36 TARAKAN 4,61 64 TEMBILAHAN 3,66

9 SAMPIT 6,11 37 PALOPO 4,59 65 PURWOKERTO 3,63

10 BIMA 6,09 38 JAMBI 4,51 66 DENPASAR 3,49

11 BENGKULU 6,09 39 SAMARINDA 4,37 67 DEPOK 3,42

12 PANGKAL PINANG 5,99 40 MATARAM 4,37 68 SINGKAWANG 3,28

13 PADANG 5,98 41 MALANG 4,33 69 SUKABUMI 3,24

14 TANGERANG 5,92 42 LHOKSEUMAWE 4,30 70 PROBOLINGGO 3,10

15 LUBUKLINGGAU 5,88 43 KUDUS 4,28 71 TUAL 3,10

16 BUKITTINGGI 5,77 44 JAYAPURA 4,23 72 MANOKWARI 3,06

17 BATAM 5,75 45 BAU-BAU 4,20 73 MERAUKE 2,99

18 MAMUJU 5,67 46 BUNGO 4,19 74 KEDIRI 2,90

19 PEMATANG

SIANTAR 5,56 47 SUMENEP 4,14 75 AMBON 2,88

20 TERNATE 5,52 48 SURAKARTA 4,13 76 BEKASI 2,80

21 BANJARMASIN 5,51 49 SURABAYA 4,08 77 BANDA ACEH 2,74

22 MANADO 5,46 50 BALIKPAPAN 4,04 78 WATAMPONE 2,74

23 CILEGON 5,44 51 TANJUNG PINANG 4,03 79 BULUKUMBA 2,69

24 BANDAR LAMPUNG 5,35 52 PADANGSIDIMPUAN 3,97 80 MEULABOH 2,54

25 PONTIANAK 5,20 53 SINGARAJA 3,94 81 TANJUNG PANDAN 2,48

26 KENDARI 5,18 54 BANYUWANGI 3,93 82 CIREBON 2,38

27 PALEMBANG 4,98 55 MADIUN 3,86

Referensi

Dokumen terkait

TUJUAN (T) Mewujudkan Pengembangan & Promosi Inovasi dalam Bidang AN (TDIAN1) Mewujudkan Pengembangan Inovasi dalam Bidang Tata Pemerintahan (TPITP1) Mewujudkan

Secara singkat bilangan muncul akibat kebutuhan manusia. Bilangan yang pertama kali dikenal adalah bilangan asli. Bilangan ini muncul akibat kebutuhan manusia

Junaedin Wadu. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Serta Perilaku Petani dan Strategi Menghadapi Risiko produksi Usahatani Padi Sawah di Kecamatan

Berubah Bentuk menjadi Universitas Hamzanwadi 53 PTS tidak dapat diproses Yayasan Pembina Perguruan SK Mendikbud RI No. Tahun 2010 23 Juni 2010 083014 Sekolah Tinggi

Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual (4,120).. Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba

Edema di kapiler terjadi bila terjadi peningkatan permeabilitas dinding kapiler yang memungkinkan lebih banyak protein plasma keluar dari kapiler ke cairan intersitium

Istilah management berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, melaksanakan, mengelola, mengendalikan, dan memperlakukan. Namun kata manajemen sendiri

Persoalan kebebasan beragama dalam Islam bahkan tidak sebatas membiarkan seorang manusia memilih terhadap suatu agama, namun lebih dari itu, memberi kebebasan kepada pemeluk