• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KELAYAKAN BISNIS PERTEMUAN KELIMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI KELAYAKAN BISNIS PERTEMUAN KELIMA"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI  KELAYAKAN  BISNIS

Putri  Irene  Kanny

[email protected]

(2)

POKOK  BAHASAN  :

SEGMENTASI  PASAR  DAN  PASAR  

SASARAN  POTENSIAL

(3)

SEGMENTASI  PASAR

SEGMENTASI

adalah membagi pasar menjadi

kelompok pembeli yang dibedakan berdasarkan

kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku

berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau

bauran pemasaran terpisah.

SEGMENTASI  PASAR  adalah  

proses  membagi  

pasar  keseluruhan  suatu  produk  atau  jasa  yang  

bersifat  heterogen  kedalam  beberapa  segmen,  

dimana  masing-­masing  segmennya  cenderung  

(4)

Ada Tiga (3) tahap yang dilewati oleh pemasar untuk

sampai pada keputusan melakukan segmentasi pasar yaitu

:

1.Pemasaran Massal :

Penjual terlibat dalam produk massal, distribusi massal, dan

promosi massal dari suatu produk untuk seluruh pembeli.

2.Pemasaran produk yang beraneka ragam

Penjual memproduksi beberapa produk yang menunjukkan

bentuk, mode, kualitas, ukuran dan seterusnya yang

berbeda. Mereka dirancang untuk menawarkan

keanekaragaman pembeli untuk menarik segmen yang

berbeda.

3.Pemasaran Sasaran :

Penjual membedakan segmen pasar utama, menetapkan satu

atau lebih segmen-segmen ini sebagai sasaran.

(5)
(6)

Penentuan pasar sasaran

adalah suatu tindakan yang dilakukan perusahaan untuk

memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki

atau dilayani.

Penentuan posisi produk (positioning)

Merupakan strategi yang berusaha menciptakan

diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran,

sehingga terbentuk citra atau image merek atau produk

yang lebih unggul dibandingkan merek/produk pesaing.

(7)

7

LANGKAH-LANGKAH SEGMENTASI PASAR

1. Mengidentifi

kasi variable

Segmentasi dan

segmentasi

pasar.

2. Mengembang

kan bentuk

segmen yang

menghasilkan

3. Mengevaluasi

daya tarik

masing-masing

segmen.

4.Memiih

segmen-segmen

sasaran

5. Mengidentifikasi

konsep posisi

yang memungkinkan

6. Memilih,

mengembangkan

dan meng

komunikasikan

konsep penetapan

posisi yang dipilih

Segmentasi

Pasar

Penentuan Pasar

(8)

Sumber: Payne, A. (1993), The Essence of Services Marketing. New York: Prentice Hall, p. 70.

(9)

Dengan cara ini perusahaan mampu menyediakan

produk dan bauran pemasaran yang lebih ‘

sesuai

untuk bagian yang relatif homogen dari pasar

keseluruhan. Oleh karena itu segmentasi pasar

dapat menghasilkan kesesuaian yang lebih baik

antara apa yang

ditawarkan perusahaan

dan apa

(10)

TIGA  POLA  SEGMENTASI  PASAR

Tiga pola Segmentasi Pasar, yaitu

:

1. Preferensi Homogen

, menunjukkan suatu pasar

dimana semua pelanggan memiliki preferensi yang

sama dimana pasar tidak menunjukkan segmen alami.

2. Preferensi tersebar

, Pada situasi lain yang sangat

berbeda preferensi pelanggan mungkin tersebar

diseluruh ruangan yang menunjukkanbahwa

pelanggan sangat berbesa dalam preferensi mereka.

3. Preferensi terkelompok-kelompok

, pasar dapat

menunjukkan kelompok-kelompok preferensi yang

terpisah-pisah yang disebut segmen pasar alami

.

(11)

KRITERIA  SEGMENTASI

1) Dapat  Diukur  (measurable)

Ukuran,  daya  beli,  dan  profil  segmen  harus  dapat  diukur.  

variabel  segmentasi  tertentu  memang  sulit  untuk  diukur,  

misalnya  segmen  perokok  remaja  yang  merokok  

terutama  untuk  memberontak  keluarganya.

2) Besar  (substantial)

Segmen  harus  cukup  besar  dan  menguntungkan  untuk  

dilayani.  Suatu  segmen  harus  merupakan  nilai  kelompok  

homogen  terbesar  yang  memungkinkan,  yang  dicari  oleh  

program  pemasaran  yang  dibuat  khusus  untuk  mereka.

(12)

Lanjutan….

3) Dapat  Dijangkau  (accessible)

Segmen  dapat  dijangkau   dan  dilayani   secara  efektif.  

4) Dapat  Dibedakan  (differentiable)

Segmen-­segmen   dapat  dipisah-­pisahkan   secara  konseptual   dan  

memeberikan   tanggapan   yang  berbeda   terhadap  unsur-­unsur   dan  

program-­program   bauran  pemasaran   yang  berlainan.   Jika  wanita  

yang  telah  menikah  dan  belum  menikah  memberikan   tanggapan  

yang  sama  dalam  pembalian   alat-­alat   atau  produk  kosmetik,  maka  

mereka  bukan  segmen  yang  berbeda.

5) Dapat  Diambil  Tindakan  (actionable)

Memeberikan   program-­program   yang  efektif  untuk  menarik   segmen-­

segmen  yang  bersangkutan.   Misalnya   sebuah  perusahaan  

penerbangan   mengidenfikasikan   delapan   segmen  pasar,  maka  

sebagai   konsekuensinya,   perusahaan   harus  dapat  menyediakan  

sumber  daya  yang  memadai  agar  sanggup   mengembangkan  

(13)

PROSEDUR  SEGMENTASI  PASAR

1. Tahap  Survey

Periset  melakukan  wawancara  untuk  mencari  penjelasan  

dan  memusatkan  perhatian  pada  kelompok  untuk  

memperoleh  pandangan  terhadap  motivasi  konsumen,  

sikap  dan  perilaku.

a.  Data  yang  dikumpulkan  

b.  Sifat  dan  peringkat  kepentingan  mereka.

c.  Kesadaran  merek  dan  peringkat  merek.

d.  Pola  penggunaan  produk.

e.  Sikap  terhadap  golongan  produk.

(14)

2. Tahap  Analisis

a.  Membuat  analisis  factor  pada  data  untuk  

membuang  variable  yang    berkorelasi  tinggi.

b.  Analisis  kelompok  untuk  penetapan  jumlah  

segmen  maksimum.

3. Tahap  Pembentukan  

Masing-­masing  kelompok  sekarang  dibentuk  

dengan  persyaratan  perbedaan  sikap,  

perilaku,  demografi,  psikografidan  kebiasaan  

konsumsi  media  mereka.

(15)

Segmentasi  pasar,  dibagi  berdasarkan  9  kategori:

1.  Segmentasi  Pasar  berdasarkan Geografi

Pada  segmentasi   ini,  pasar  dibagi  ke  dalam  beberapa  bagian  geografi  seperti  negara,  wilayah,   kota,  dan  desa.

2.  Segmentasi  Pasar  berdasarkan Demografi

Pada  segmentasi   ini  pasar  dibagi  menjadi  kelompok-­kelompok   dengan  dasar  pembagian   usia,   jenis  kelamin,  tingkat  ekonomi,  dan  tingkat  pendidikan.

3.  Segmentasi  Pasar  berdasarkan Psikografi

Segmentasi   psikografi  menelaah   bagaimana   konsumen   dengan  segmen  demografi  tertentu   merespon   suatu  stimuli  pemasaran.

4.  Segmentasi  Pasar  berdasarkan Sociocultural

Sebagai  dasar  lebih  lanjut  untuk  segmentasi   pasar,  segmentasi   sosiokultural   yang  memiliki   variabel  sosiologis   (kelompok)  dan  antropologis   (budaya)

5.  Segmentasi  Pasar  berdasarkan hubungan   secara  ekstrim 6.  Segmentasi  berdasarkan situasi  penggunaan

Kesempatan   atau  situasi  bisa  menentukan   apakah  konsumen   akan  membeli  /  mengkonsumsi.   Segmentasi   ini  dibuat  untuk  membantu  perusahaan   memperluas   penggunaan   produk.

7.  Segmentasi  berdasarkan   benefit

Bentuk  segmentasi   yang  mengklasifikasikan   pembeli  sesuai  dengan  menfaat   berbeda  yang   mereka  cari  dari  produk  merupakan   bentuk  segmentasi   yang  kuat.

8.  Segmentasi hybrid

Segmen  ini  dibentuk  berdasarkan   kombinasi   beberapa   variabel  segmen  yang  membentuk   sebuah   segmen  tunggal

9.  Segmentasi  Pasar  berdasar  Tingkah  Laku

Segmentasi   ini  dikelompokkan   berdasarkan   pengetahuan,   sikap,  penggunaan,   atau  reaksi   pembeli  terhadap  suatu  produk.

(16)

Segmentasi  pasar  Coca-­‐cola

Secara  geografis,  Coca-­‐cola  menjual  produk  minuman  tertentu  

yang  hanya  ada  di  Jepang,  yaitu  Sokembicha   (non-­‐karbonat,  

ginseng,  dan  teh),  Lactia  (fermentasi  susu).

Pada  segi  segmentasi  psikografi,  Coca-­‐cola  memiliki  jenis  varian  

yang  berbeda;  Coca-­‐cola  Zero  yang  diproduksi  tanpa  gula  yang  

rendah  kalori,  diperuntukkan   bagi  konsumen  dengan  gaya  hidup  

sehat.

Coca-­‐cola  juga  membagi  segmentasi  pasarnya  ke  dalam  

segmentasi  demografis,  yaitu  remaja  baik  itu  laki-­‐laki  maupun  

perempuan  dengan  usia  15-­‐21  tahun.

(17)

Segmentasi  pasar  Honda  Beat

Honda  Beat  merupakan  jenis  kendaraan  bertipe  skuter  

otomatis,  berada  di  harga  Rp  12,5  juta.  

Secara  

demografis

,  Honda  Beat  menargetkan  pelajar  dan  

mahasiswa  sebagai  segmen  pasarnya.

Secara  

psikografis

,  Honda  Beat  ditujukan  untuk  anak  muda  

yang  senang  kenyamanan  dan  praktis,  serta  bergaya  hidup  

trendi  dan  modern.  

Dan  secara  

geografis

,  Honda  Beat  yang  berada  pada  segmen  

110  CC  memiliki  konsentrasi  pemasaran  di  kota-­‐kota  besar  

di  Indonesia  dan  di  daerah-­‐daerah,  di  mana  di  daerah  

perkotaan  cenderung  menggunakan  velg  racing  dan  

(18)
(19)

Kajian  aspek  pasar  berkaitan  dengan  ada  tidaknya  

potensi  pasar  dan  peluang  pasar  dari  usaha  bisnis  

sedangkan  kajian  aspek  pemasaran  berkaitan  dengan  

bagaimana  penerapan  strategi  pemasaran  yang  akan  

dilakukan  untuk  meraih  sebagian  pasar  potensial  

tersebut  (

Market  Share

).

Pasar  Potensial  

(Potential  market),  yaitu  sekumpulan  

konsumen  yang  memiliki  tingkat  minat  tertentu  terhadap  

penawaran  pasar  tertentu.  Misalnya  semua  orang  yang  

menyatakan  berminat  untuk  membeli  sepeda  motor.

(20)

Karakteristik   pokok  aspek  pasar  :

1.  Pasar  permintaan  nasional  untuk  produk/jasa  tertentu   tidak  

terlalu  besar

2.  Adanya  garis  pemisah  yang  cukup  jelas  dari  segman  pasar  

yang  ada

3.  Kebanyakan   produk  yang  dibuat  merupakan   produk  

pengganti   (substitusi)

4.  Pemerintah  seringkali  ikut  campur  tangan   dalam  

mempengaruhi   mekanisme  pasar  untuk  jenis  produk  tertentu  

Jenis  dan  Sumber  Data

Data  kualitatif  

:  perilaku,  kebiasaan,   preferensi  konsumen  dll

Data  kuantitatif  

:  kecenderungan   permintaan  masa  lalu,  

perkembangan/   pertumbuhan   penduduk,   pendapatan  

perkapita,  dll.

(21)

Teknik  pengambilan  dan  analisis  data  pasar  yang  

digunakan  adalah:

Pengambilan  data  kualitatif  dapat  dilakukan  dengan  

kuesioner/angket,  sedangkan  untuk  data  kuantitatif  

dapat  dilakukan  dengan  teknik  dokumentasi,  survei  dan  

observasi.  Untuk  menganalisis  data  dapat  dilakukan  

dengan  peramalan

Teknik  Pengukuran  Permintaan  dapat  dilakukan  

dengan  :

1.  Penggunaan  data  impor

2.  Penggunaan  data  impor,  ekspor,  dan    produksi      

dalam  negeri

(22)

Pengukuran  permintaan  

adalah  usaha  

untuk  mengetahui  permintaan  atas  

suatu/sekelompok  produk  dimasa  lalu  dan  

masa  sekarang  dalam  periode  tertentu.

Peramalan  permintaan  

merupakan  usaha  

untuk  mengetahui  jumlah  produk/  

sekelompok  produk  dimasa  yang  akan  

datang  dalam  periode  tertentu.

(23)

Peramalan  Permintaan  Produk  yang  sudah  Mapan  

Produk  yang  sudah  mapan  adalah  produk  yang  telah  pernah  diproduksi  oleh  

investor,  sehingga  usaha  yang  diusulkan  adalah  perluasan  usaha.

Beberapa  metode  yang  dapat  digunakan  adalah  :

1.  Metode  Pendapat

2.  Metode  Test/Eksperimen

3.  Metode  Survey

4.  Metode  Time  Series

5.  Metode  Regresi-­Korelasi

6.  Metode  Input  Output

Peramalan  Permintaan  Produk  Baru

Produk  baru  adalah  produk  yang  benar-­benar  baru  baik  bagi  investor  maupun  

bagi  calon  konsumen  atau  baru  calon  investor  tetapi  tidak  baru  bagi  

konsumen.  

Metode  yang  digunakan  dalam  peramalan  produk  baru  dapat  menggunakan  

metode  dalam  peramalan  permintaan  produk  yang  sudah  mapan.

(24)

Metode  Trend  Linear  :  digunakan  jika  scatter  diagram  dari  data  

masa  lalu  cenderung  kerupakan  garis  lurus.

Fungsi  persamaan      Y  =  a  +  bx

a  =  rata-­rata  permintaan  masa  lalu

b  =  koefisien  yang  menunjukkan  perubahan  setiap  tahun

Y  =  variabel  permintaan

n  =  jumlah  data  runtut  waktu

X  =  variabel  tahun

n

Y

a

=

=

X

XY

b

2

jika

X

=

0

(25)

Metode  Trend  Kuadratik  

digunakan  jika  scatter  diagram  

dari  data  masa  lalu  cenderung  berbentuk  parabola

Fungsi  persamaannya  :

cX

bX

a

Y

=

+

+

2

(

Y

c

X

)

n

a

=

2

:

=

XY

X

b

:

2

(

)(

)

{

}

{

(

)

}

=

n

X

2

Y

X

2

Y

:

n

X

4

X

2 2

c

X

=

0

jika

(26)

Metode  Trend  siple  expnential  

digunakan   jika  data  yang  

tersedia  cenderung   naik  turun,  tetapi  secara  keseluruhan  

cenderung   naik.

Fungsi  persamaannya   :  

Yang  dapat  diubah  dalam  fungsi  logaritma  :

Jika  ∑X  =  0,  maka  koefisien  a  dan  b  dapat  dicari  dengan   :

log  a  =  (∑log  Y)  :  n

log  b  =  {  ∑X  (log  Y)  }  :  ∑  X²

X

ab

Y

1

=

X

b

a

Y

log

(log

)

log

1

+

=

(27)

Metode  regresi  korelasi  

mendasarkan  dari  pada  

hubungan  sebab  akibat  atas  terjadinya  variasi  dari  suatu  

variabel  dan  hubungan  sebab  akibat  tersebut  nampak  

dalam  fungsi  persamaan  regresi,  sedangkan  korelasi  

merupakan  alat  untuk  mengetahui  intensitas  hubungan  

yang  terjadi  antar  variabel  yang  bersangkutan.

Regresi  Linear  Sederhana  :

pada  hubungan  ini  hanya  ada  satu  variabel  yang  dianggap  

berpengaruh  atas  terjadinya  variabel  yang  lain

Fungsi  persamaannya  :      Y  =  a  +  bX

X  =  variabel  bebas/independen

Y  =  variabel  terikat/dependen

a,  b  =  koefisien  regresi

(28)

(

)

∑ ∑

=

2 2

X

X

n

Y

X

XY

n

b

n

X

b

n

Y

a

=

Dengan  menggunakan  metode  least  squared  nilai  

koefisien  a  dan  b  dapat  diperoleh  dengan  :

(29)

Variasi  pada  variabel  terikat  dijelaskan  oleh  lebih  dari  

satu  variasi  variabel  bebas,  namun  masih  menunjukkan  

diagram  hubungan  yang  linear.

Persamaannya   :    

Y  =  a  +  b

1

X

1

+  b

2

X

2

+…..+  b

k

X

k

Nilai  koefisien   a,  b

1

,  b

2

dan  seterusnya   dapat  dicari  dengan  metode  

least  squared

Uji  kemaknaan   dengan  F  

test

atau  

n

k

R

k

R

F

=

2 2

1

:

1

(

)

(

)

(

)

(

)

=

k

n

Y

Y

k

Y

Y

F

:

ˆ

1

:

ˆ

2 2

(30)

(

)

(

)

(

)

(

)

=

k

n

Y

Y

k

Y

Y

R

:

ˆ

1

:

ˆ

2 2

atau

2 23 23 13 12 2 13 2 12

1

2

r

r

r

r

r

r

R

+

=

Koefisien  Korelasi

(31)

Jika  terjadi  penyimpangan  dari  batas-­batas  yang  dapat  ditolelir,  

maka  dapat  dilakukan  salah  satu  dari  dua  tindakan  :

1.

Menggunakan  teknik  peramalan  yang  lebih  baik

2.

Melakukan  perubahan  terhadap  batas  toleransi  hasil  

peramalan  selama  tidak  merugikan

Beberapa   Pengawasan   Peramalan  :

a.

Kesalahan  Absolut  Rata-­rata   (Average  Absolute  Error)

,  

yaitu  rata-­rata  selisih  absolut  antara  nilai  peramalan   dengan  

nilai  senyatanya.

AAE  =  Average  Absolute  Error Y      =  data  riil

Y’        =  data  peramalan

n        =  banyaknya  waktu  data  peramalan l    l      =  harga  mutlak

n

Y

Y

(32)

b.  

Kesalahan   Kuadrat  Mean  Akar  (Root  Mean  Square  Error)

RMSE  =  Root  Mean  Square  Error

Y  =  data  riil

Y’  =  data  peramalan

n  =  waktu  data  peramalan

c.  Test  Korelasi

r  =  koefisien  korelasi

Y  =  data  riil

Y’  =  data  peramalan  dan  Ý  =  means  data  riil

(

)

n

Y

Y

RMSE

2

ʹ′

=

(

)

(

)

ʹ′

=

2 2

1

Y

Y

Y

Y

r

(33)

d.  Control   Limit  

:  ditentukan   batas  atas  dan  batas  bawah

∑  marginal   (Y  – Y’)

(D  of  F)  R  =  -­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­

n  -­ 1

Jika  digunakan   3  standar  deviasi  :

Upper  controll  limits  =  2,66  x  (D  of  F)  R

Lower  controll  limits  =  2,66  x  (D  0f  F)  R

-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­-­

Range  =2,66  (D  of  F)  R  sampai  -­2,66  (D  of  F)  R

(D  of  F)  R   =  degre  of  fredom ∑  marginal  (Y-­Y’)    =  ∑  jarak  bergerak

Y    =  nilai  riil

Y’  =  nilai  peramalan

(34)

Jangan  pernah  berharap  akan  dapat  

yang  

baik

jika  kamu  tidak  berlaku  

baik

.

Perbaiki  diri  sediri,  maka  akan  datang  

segala  

kebaikan

kepadamu.

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan metode peramalan untuk mengetahui berapa permintaan yang akan datang dan menggunakan beberpa metode pada peramalan seperti metode Eksponetial

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil peramalan permintaan produk keripik apel menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan mempertimbangkan

Metode peramalan yang tepat untuk digunakan PT Rackindo Setara Perkasa dalam memperkirakan jumlah permintaan Produk C pada periode 2016 adalah dengan menggunakan

minat pemanfaatan teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi untuk mengukur korelasi

Dengan menggunakan metode peramalan untuk mengetahui berapa permintaan yang akan datang dan menggunakan beberpa metode pada peramalan seperti metode Eksponetial

Mahasiswa mampu membuat peramalan permintaan, perencanaan agregat dan menerencanakan kebutuhan bahan sesuai dengan produk yang dibuat pada tugas ke- 1. Uraian Tugas

Data yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan peramalan adalah data permintaan produk pada periode September 2013 -Agustus 2018.. Menentukan

Penulisan ini digunakan untuk mencari nilai peramalan hubungan antara produksi minyak dan gas bumi dapat menggunakan salah satu metode statistik yaitu analisis regresi dan korelasi