• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. MATRIKS IDENTIFIKASI RENCANA TINDAK LANJUT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III. MATRIKS IDENTIFIKASI RENCANA TINDAK LANJUT"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

37 BAB III.

MATRIKS IDENTIFIKASI RENCANA TINDAK LANJUT

A. Supervisi Manajerial

Salah satu tugas pokok pengawas adalah menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil pelaksanaan pengawasan manajerial. Fokus utama supervisi manajerial adalah memfasilitasi kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan dengan dukungan kompetensi yang handal dalam mengalokasikan sumber daya satuan pendidikan secara efisien..

Sebagaimana telah dijelaskan terdahulu bahwa sistem manajemen mutu dalam memenuhi kriteria Standar Nasional Pendidikan meliputi kegiatan berikut:

1) Perencanaan

a. Mendefinisikan indikator dan target pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

b. Mendeskprisikan kondisi nyata sekolah sekurang-kurangnya pada delapan standar nasinal pendidikan.

c. Merumuskan masalah dan merancang strategi peningkatan mutu. 2) Pelaksanaan program penerapan standar.

3) Evaluasi pemenuhan standar proses dan hasil. 4) Perbaikan mutu berkelanjutan

a. Deskripsi kinerja pemenuhan standar b. Tindak lanjut perbaikan mutu

Dilihat dari dimensi manajerial, empat langkah utama siklus perbaikan mutu sebagaimana yang terurai di atas mencakup delapan standar nasional pendidikan selanjutnya dideskripsikan dalam materi indentifikasi rencana tindak lanjut kegiatan. Identifikasi kondisi nyata hasil evaluasi pelaksanaan supervisi tahun sebelumnya merupakan dasar penentuan tindak lanjut yang pengawas lakukan dalam mengembangkan efektivitas manajeria sekolah dalam matrik berikut:

(2)

38

Indikator Kondisi Nyata Kondisi Yang Diharapkan

Rekomendasi Tindak Lanjut 1. Mendefinisikan

indikator dan target pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Tim pengembang sekolah belum konsisten dalam deskripsi kondisi nyata dengan penentuan kriteria pencapaian target. Tim pengembang sekolah mengembangkan indikator, target dan kriteria pengukuran. Memantau indikator dan kirteria keberhasilan dan rencana pengukuran 2. Mendeskprisikan kinerja sekolah dalam pemenuhan delapan SNP Sekolah belum menerapkan prinsip penerapan standar. Menerapkan prinsip penerapan standar melalui peningkatan dan pengukuran mutu. Meningkatkan kemampuan pengembang sekolah menerapkan standar. 3. Merumuskan masalah dan merancang strategi pemecahan masalah. Sekolah belum menggunakan pendekatan problem solving sebagai landasan pengembangan program.. Sekolah memilih strategi pemecahan masalah berbasi data hasil evaluasi diri Meningkatkan keterampilan pemecahan masalah berbasis data. 4. Pelaksanaan program penerapan standar. Sekolah belum melaksanakan pengendalian dan pengukuran proses pelaksanaan program sesuai rencana. Sekolah melaksanakan pengendalian dan pengukuran program pemenuhan SNP sesuai perencanaan. Meningakatkan keterampilan menerapkan perencanaan penerapan standar dan penjaminan mutu. . 5. Pelaksanaan supervisi proses Sekolah tidak menetapkan instrumen untuk menilai proses pelaksanaan program Sekolah merumuskan instrumen untuk mengevaluasi keterpenuhan standar proses Mengembangkan tim penjaminan mutu yang bertugas untuk melakukan supervisi dan

(3)

39

Indikator Kondisi Nyata Kondisi Yang Diharapkan Rekomendasi Tindak Lanjut dan melakukan pengukuran. mengevaluasi keterpenuhan standar proses dan hasil 6. Evaluasi pemenuhan standar proses dan hasil.

Sekolah belum menerapkan prinsip peningkatan dan penjaminan mutu secara sistematis. Sekolah meningkatkan efektivitas penjaminan mutu proses dan hasil

Meningkatkan keterampilan warga sekolah dalam melakukan evaluasi dan pengolahan data hasil evaluasi sebagai dasar melakukan perbaikan berkelanjutan 7. Perbaikan mutu berkelanjutan Sekolah belum menerapkan sistem penjaminan mutu secara efektif Sekolah melaksanakan model penjaminan mutu yang efektif

Sekolah melakukan perbaikan mutu berkelanjutan dalam penerapan SNP B. Supervisi Akademik

Efektivitas supervisi akademik diukur dengan terpenuhinya pemenuhan SKL, standar isi, proses, penilaian, dan SKL yang didukung dengan pemenuhan indikator yang terkait secara sistemik dengan standar pendidik. Memperatikan rumusan sebelumnya bahwa supervisi akademik memiliki target pemenuhan indikator yang diurai dalam sistem matrik seperti yang terurai di bawah ini..

1) SKL No.

Indikator Deskripsi Kondisi Pasca Pengawasan

Tindak Lanjut Pengawasan

1. Analisis konteks kebutuhan mutu

Belum selesai melakukan Memotivasi sekolah mengembangkan kegiatan

(4)

40 No.

Indikator Deskripsi Kondisi Pasca Pengawasan

Tindak Lanjut Pengawasan

lulusan analisis konteks. analisis konteks. 2. Menentukan

indikator mutu lulusan tingkat satuan pendidikan

Sekolah belum melakukan analisis kesesuaian Dokumen Satu KTSP, silabus dan RPP dengan kebutuhan mutu mewujudkan SKL.

Memotivasi sekolah mengembangkan kegiatan analisis konteks untuk menetapkan target mutu lulusan pada tiap mata pelajaran

3. Merumuskan indikator mutu lulusan tiap mata pelajaran

Belum mengembangkan rumusan mutu lulusan tiap mata pelajaran sebagai kriteria mutu lulusan.

Sekolah memotivasi guru menentukan target SKL mata pelajaran

4. Instrumen

penjaminan mutu SKL

Sekolah belum merumuskan alat evaluasi pemenuhan SKL

Sekolah merumuskan dan menggunakan instrumen pemenuhan SKL

2) Kurikulum/Standar Isi

Efektivitas pengawas dalam memantau kinerja sekolah dalam pemenuhan standar isi menggunakan indikator kunci sekolah mengembangkan kurikulum yang mengacu pada indikator kinerja yang sesuai dengan kebutuhan pemenuhan SKL yang adaptif terhadap kebutuhan hidup pada tingkat lokal, nasional, dan global serta sesuai target tingkat satuan pendikan yang ditindaklanjuti dengan

a. penetapan kalender pendidikan

b. perbaikan analisis konteks c. mutu silabus dan RPP d. penetapan KKM

e. pelaksanaan yang memenuhi standar proses f. evaluasi pembelajaran memenuhi standr penilaian g. pengelolaan dokumen penjaminan mutu

h. pengelolaan sistem informasi akademik

Berdasarkan hasil analisis terdahulu rencana tindak lanjut pengawasan diarahkan pada kegiatan yang dikembangkan dalam berbagai kegiatan yang

(5)

41

dirumusan dengan menggunakan data hasil analisis kegiatan seperti yang terurai di bawah ini.

No.

Indikator Deskripsi Kondisi Pasca Pengawasan

Rencana Tindak Lanjut Pengawasan 1. Relevansi kurikulum

dengan kebutuhan hidup siswa.

Pengembangan dokumen KTSP, silabus dan RPP masih dominan copy paste

Supervisi dan perbaikan dokumen KTSP 2. Pemenuhan dokumen KTSP sesuai dengan pedoman pengembangan

Sekolah menggunakan kajian KTSP hanya saat workshop dan kegiatan MGMP

Supervisi kesesuain dokumen dengan pedoman pengembangan 3. Pemenuhan prinsip-prinsip pengembangan KTSP

Sekolah belum melakukan kajian kesesuaian antara ktsp dengan prinsip menurut panduan Supervisi keterpenuhan prinsip-prinsip pengembangan KTSP 4. Mengembangkan perencanaan pembelajaran berbasis teknologi

Sekolah belum melakukan kajian khusus tentang rencanan penggunaan teknologi dalam pengembangan kurikulum. Supervisi pendayagunaan teknologi dalam pengembangan rencana pembelajaran 5. Instrumen penjaminan mutu pembelajaran

Sekolah belum biasa mengembangkan kajian kesesuaian rencana

pembelajaran, keterlaksanaan target proses dengan hasil belajar

Supervisi sistem penjaminan mutu pemberlajaran untuk mewujudkan target yang sekolah tetapkan.

3) Proses

Tindak lanjut pengawasan dan pembinaan sekolah dalam pemenuhan standar proses pada indikator kunci guru dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mencapai tujuan yang diharapkan yaitu memenuhi SKL. Pembelajaran yang efektif

(6)

42

dikembangkan dengan melakukan pengawasan sesuai dengan kebutunan sekolah seperti di bawah ini.

No Indikator Deskripsi Kondisi Pasca Pengawasan

Rencana Tindak Lanjut Pengawasan 1. Dokumen

perencanaan pembelajaran

Seluruh guru memiliki dokumen perencanaan pembelajaran, namun belum tentu digunakan sebagai acuan pelaksanaan dalam kelas.

Supervisi pembelajaran untuk memastikan bahwa guru menggunakan RPP sebagai dasar pelaksanaan kegiatan dalam kelas.

2. Kesesuaian dokumen dengan implementasi

Guru kurang terbiasa

menggunakan dokumen yang disesuaikan dengan

implementasi

Supervisi kesesuaian antara skenario pembelajaran dengan pelaksanaan belajar.

3. Acuan kegiatan pembelajaran

Sebagian besar guru belum menggunakan referensi yang variatif.

Superivi tentang sumber belajar yang guru gunakan.

4. Pengembangan kecakapan belajar

Belajar tentang bagaimana belajar, belum menjadi

perhatian dalam pembelajaran dalam kelas.

Supervisi tentang strategi pembelajaran yang guru terapkan dalam kelas.

5. Orentasi

pengembangan kompetensi.

Orentasi pengembangan kompetensi masih dominan dengan penguasaan kognitif.

Supervisi pengembangan kecakapan berpikir, keterampilan dan sikap.

Untuk kebutuhan pengembangan kegiatan supervisi proses pembelajaran pengawas mengembangkan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan nyata dilapangan mengacu pada dokumen instrumen supervisi resmi.

4) Penilaian

Efektivitas pengawasan dan pembinaan sekolah dalam pemenuhan standar penilaian pada beberapa indikator kunci utama yaitu guru mengembangkan strategi

(7)

43

penilaian yang menantang dan menumbuhkan kompetensi terbaik siswa seusai dengan SKL dan instrumen dikembangkan berdasarkan tiap indikator yang ditetapkan dalam RPP.

Kegiatan supervisi diarahkan untuk menjawab tantangan untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan seperti yang terlihat pada matrik di bawah ini.

No

Indikator Deskripsi Kondisi Pasca Pengawasan

Tindak Lanjut Kegiatan Pengawasan 1. menggunakan silabus

dan RPP sebagai acuan penilaian

Belum semua guru menggunakan RPP sebagai acuan penilaian penyusunan soal Melakukan supervisi mengenai kesesuaian RPP dengan instrumen penilaian. 2. mengembangkan instrumen penilaian yang membangun daya inovasi siswa

Sebagian besar soal belum membangun daya inovasi siswa

Mensupervisi kesesuaian penilaian dengan indikator mutu lulusan yang satuan pendidikan harapkan. 3. Mengembangkan sistem informasi tentang kompetensi siswa sesuai SKL. Guru belum mengembangkan sistem informasi tentang

kompetensi siswa sesuai SKL.

Mensupervisi sistem informasi hasil evaluasi belajar.

4. pengembangan pengetahuan, keterampilan, sikap dan karakter yang sesuai SKL

Instrumen yang guru kembangkan belum memfasilitasi terpenuhi SKL. Mensupervisi dan memperbaiki target pengembangan pengetahuan,

keterampilan, dan sikap agar selaras dengan kebutuhan pengembangan SKL.

5. Memiliki data

penilaian hasil belajar

Memiliki data

perkembangan hasil belajar siswa.

Mensupervisi ketercapaian dan data keteracapaian target prestasi belajar siswa.

(8)

44 C. Pembinaan Kepala Sekolah

Dari hasil matrik analisis yang terurai di atas, maka diperlukan pengembangan keterampilan kepala sekolah baik sebagai pemimpinan maupun sebagai manajer dengan yang menunjukkan kopetensi berikut:

 Memiliki integritas pribadi sebagai pemimpin yang dapat mempengaruhi seluruh warga sekolah untuk mewujudkan keunggulan yang sekolah cita-citakan.

 Memiliki kemapuan manajerial, yang meliputi kemampuan, merencanakan, melaksanakan, berkolaborasi, berkomunikasi, mengendalikan, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan mutu sekolah berkelanjutan sejak peneraimaan peserta didik baru hingga lulusan dan memenuhi standar.

 Memiliki kemampuan untuk mengembangkan pembaharuan sekolah yang inovatif dengan dukungan kompetensi kewirausahaan dalam sistem pengelolaan sekolah.

 Memiliki kemampuan menyelenggarakan sistem supervisi perencanaan, pelaksanaan, dan pencapaian target sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu berkelanjutan dengan dukungan kompetensi supervisi.

 Memiliki kemampuan bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat sekolah dengan dukungan kopetensi sosial yang tangguh.

Sistem pembinaan kepala sekolah dalam dilakukan melalui kegiatan off the job training dengan memanfaatkan pertemuan MKKS secara berkala melalui kegiatan pertemuan pembinaan on the job training dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di sekolah.

D. Pembinaan Guru

Untuk menunjang efektivitas kinerja pengawasan bidang akademik, maka supervisi dan pembinaan diarahkan untuk mengembangkan kinerja pendidik melalui pengembangan kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian.

Pembinaan secara spesifik diarahkan untuk memenuhi seluruh indikator yang tertera dalam instrumen penilaian kinerja guru (PKG) dengan target minimal gru dapat mememenuhi kriteria hasil penilaian baik pada sejumlah indikator yang terurai di bawah ini.

(9)

45

No. Kompetensi

Kompetensi Pedagogis

1. Menguasai karakteristik Peserta Didik

2. Menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

3. Pengembangan kurikulum.

4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik. 5. Pengembangan potensi peserta didik. 6. Komunikasi dengan peserta didik. 7. Penilaian dan evaluasi.

Kompetensi Kepribadian

8. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional.

9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan.

10. Etos Kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru.

Kompetensi Sosial

11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif. 12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang

tua, peserta didik, dan masyarakat. Kompetensi Profesional

13. Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

14. Mengembangkan Keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif

15. Mengembangkan karya inovatif untuk perbaikan mutu pembelajaran.

Sistem pembinaan guru dalam dilakukan melalui kegiatan off the job training dengan memanfaatkan pertemuan MGMP atau forum pelatihan yang dilakukan

(10)

46

secara berkala melalui kegiatan pertemuan pembinaan on the job training dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di sekolah.

Referensi

Dokumen terkait