• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PG PAUD UNTIRTA 2017

KETAHANAN PANGAN KELUARGA DALAM RANGKA

PEMENUHAN GIZI DAN OPTIMALISASI PERKEMBANGAN

OTAK ANAK USIA DINI

Penasehat: Dr. H. Aceng hasani, M.Pd. Pemimpin Redaksi: Atin Fatimah, M.Pd. Tim Prosiding: 1. Dr. Isti Rusdiyani, M.Pd. 2. Ratih Kusumawardhani, M.Pd. 3. Erin Sabrina 4. Annisa Qur’ani Sekretariat: 1. Wulan Nurrohmah

2. Sri Astuti febriani Cover dan Tata Letak: Desma Yuliadi Saputra, S.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(3)

PENINGKATAN KREATIVITAS MENGGAMBAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI TEKNIK ARSIR (Penelitian Tindakan di TK Negeri Pembina Kota Serang 2016)

Ade Ika Nopiani

PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B (Penelitian Tindakan Kelas di PAUD Al-Maidah Bandung-Serang)

Amsanah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SAINS PERMULAAN MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA AR-ROHMAH CILEGON Anissa Sekar Violita

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN NILAI -NILAI MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN

Balqis Gusetiarini

PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF SI “BAM” TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK

Citra Hapsari dan Mila Karmila

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI BERMAIN PAPAN FLANEL DI TK IZZATI KAMPUNG HIDEUNG KECAMATAN BAROS SERANG BANTEN

Dede Nurhasanah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN MONTASE (Penelitian Tindakan pada Kelompok B Di PAUD Al-Kautsar Kota Cilegon) Dian Maryati, Atin Fatimah, dan Tricahyani E.Y

PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI GERAK TARI KREASI (Penelitian Tindakan Kelas di TK Islam Citra Mandiri Serang-Banten) Dinda Nuryuliani

DAFTAR ISI

1

11

23

33

41

51

57

65

(4)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

MENANAMKAN AKHLAQ PADA ANAK USIA DINI DALAM BERBICARA BAIK DAN SOPAN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL (Penelitian Tindakan, Di TK Pertiwi Kelompok B Kabupaten Kuningan, Tahun 2017)

Erna Juherna

PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fadlullah

PENINGKATAN KEMAMPUANMOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE ANAK USIA 4-5 TAHUN (Penelitian Tindakan di TK IT SEMUT, Cilegon-Banten)

Fitriani

MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Iin Inratyani

KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DALAM PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM

Khairunnisa

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN FUN COOKING PADA ANAK KELOMPOK B MADINAH

Lela Nurlaela, Ratih Kusumawardani, dan Tri Sayekti

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KARTU HURUF HIJAIYAH

Nur Intan Pratiwi

MENINGKATKANKETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MENDONGENG DI PAUD DARUL MA’ARIF CILEGON-BANTEN

Nurul Anggraeni Hidayah

PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI PENERAPAN METODE PROYEK (Penelitian Tindakan Kelas Pada Anak Kelompok A di TK Bangun Cita Insani-Serang)

Opah Musaropah

PERKEMBANGAN MORFOLOGI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK

Pupung Puspa Ardini

73

79

91

97

105

115

125

133

143

155

(5)

MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK MELALUI KEGIATAN BERNYANYI

Rani Sofia Ardiyani

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISIPLIN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Ratih Chandraningsih

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI MEDIA FLIP CHART PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA TARBIYATUL AULAD Ria Anggun Kusuma

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI LEGO KONSTRUKTIF

Rina Damayanti dan Atin Fatimah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Rosita Sari

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAKUSIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN TARI KREASI (Penelitian Kualitatif di TK B, Kemala Bhayangkari 2 Pandeglang-Banten)

Siti Magfiroh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP GEOMETRI ANAK KELOMPOK B MELALUI BERMAIN KONSTRUKTIF (Penelitian Tindakan Kelas di RA Ar – Rahmah Pondok Aren – Tangsel)

Siti Rohmah

MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI BERMAIN LEGO PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TUNAS MERAK PANDEGLANG

Upiah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MENJAHIT (Penelitian Tindakan Kelas di TK Kartika Siliwangi 39 Kota Serang-Banten)

Usi Rizanti

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA JARI (Penelitian Tindakan Kelas pada Anak TK B di TK Tunas Bangsa Jatiuwung Tangerang Tahun Pembelajaran 2015/2016) Waras Vivi Afiati

167

175

183

193

205

211

219

231

239

245

(6)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

PENINGKATAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK MELALUI PERMAINAN SIRKUIT BOLA (Penelitian Tindakan Pada Kelompok B Paud Al-Furqon Desa Salareuma Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan, Tahun 2017) Yenti Juniarti dan Gilang Ramadan

PENINGKATAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN RA AL-JAUHAROTUNNAQIYAH SERANG BANTEN

Yuliani Oktavia

2ϱ5

261

(7)

MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK

MELALUI KEGIATAN BERNYANYI

Rani Sofia Ardiyani

PAUD An-Nisa Sukamanah Pandeglang [email protected]

ABSTRACT

Development of intelligence in children should be sought from an early age that a golden age or golden age. At this time, the process of growth and development in various aspects is experiencing a period of rapid. One important enough gence to be developed ie verbal-linguistic intelligence, because with this intelli-gence we can easily understand the meaning of the words, so it can be easier for us to communicate with others. Activities that can be used to enhance the ver-bal-linguistic intelligence of children, the singing, because singing potential of the right brain hemisphere can be optimized, so that the messages we give will be much longer stored in the memory of children, so children will always remember it word for word receipt. The problem in this research is lower verbal-linguistic intel-ligence of children. The object of this research is in early childhood children in group B An-Nisa Sukamanah Jiput Pandeglang with the number of children whose verbal-linguistic intelligence low as 12 children consisting of 7 boys and 5 girls of the total number as many as 19 children. The method used was classroom action research conducted by two cycles, the first cycle consists of 8 times and 4 times the action action cycled II, with a 70% success criteria action. The data obtained from interviews, observation, and documentation. Based on the results of the study showed an increase in verbal-linguistic intelligence of children through the singing that is at the pre-action amounted to 32.33%, the first cycle of 41.76%, and the second cycle of 71.76%.

(8)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

ABSTRAK

Perkembangan kecerdasan pada anak hendaknya diupayakan sejak dini yang merupakan usia keemasan atau golden age.Pada masa ini, proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat. Salah satu kecerdasan yang cukup penting untuk dikembangkan yaitu kecerdasan verbal-linguistik, karena dengan memiliki kecerdasan ini kita dapat dengan mudah memahami makna dari kata-kata, sehingga dapat memudahkan kita untuk ber-komunikasi dengan orang lain. Kegiatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik anak yaitu kegiatan bernyanyi, karena dengan ber-nyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan, sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama tersimpan di memori anak, dengan demikian anak akan selalu ingat kata demi kata yang diterimanya. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya kecerdasan verbal-linguistik anak.Objek pada pe-nelitian ini adalah anak kelompok B di PAUD An-Nisa Sukamanah Jiput Pandeglang dengan jumlah anak yang kecerdasan verbal-linguistiknya rendah sebanyak 12 anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 5 anak perempuan dari jumlah keseluruhan sebanyak 19 anak. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan 2 siklus, siklus I terdiri dari 8 kali tindakan dan 4 kali tindakan disiklus II, dengan kriteria keberhasilan tindakan 70%. Adapun data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan kecerdasan verbal-linguistik anak melalui kegiatan bernyanyi yaitu pada pra tindakan sebesar 32,33%, siklus I sebesar 41,76%, dan siklus II sebesar 71,76%.

Kata Kunci: Kecerdasan Verbal-Linguistik dan Kegiatan Bernyanyi

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah

“Semua anak adalah cerdas” kalimat ini bukan basa basi, tetapi merupakan ke-nyataan yang tidak perlu dipungkiri. Men-jadi cerdas bagi sebagian besar orang tua merupakan hal yang ditunggu-tunggu ter-jadi pada anak tercintanya. Kecerdasan pada setiap anak tidaklah sama. Kecerdas-an akKecerdas-an berkembKecerdas-ang melalui pengalamKecerdas-an- pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari lingkung-an di sekitarnya yaitu lingkunglingkung-an keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masya-rakat. Salah satu kecerdasan yang cukup penting untuk ditingkatkan yaitu kecerdas-an verbal-linguistik, karena dengkecerdas-an me-miliki kecerdasan ini kita dapat dengan mudah memahami makna dari kata-kata, sehingga dapat memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Berdasarkan hasil observasi yang di-lakukan pada saat pra penelitian di PAUD An-nisa Sukamanah Jiput, terdapat 12

anak usia 5-6 tahun terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan dari jumlah keseluruh-an keseluruh-anak dalam kelas yaitu 19 orkeseluruh-ang ykeseluruh-ang kecerdasan verbal-linguistiknya rendah. Hal ini terlihat dari kurangnya kemampu-an untuk mengeja dengkemampu-an mudah, me-mahami makna kata, tidak menyimak guru saat sedang mengajar, dan sulit mengingat informasi.

Salah satu kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan kecerdasan verbal linguistik anak yaitu kegiatan bernyanyi. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pem-belajaran akan lebih menyenangkan, membuat anak bahagia, menghilangkan rasa sedih, anak-anak merasa terhibur, dan lebih bersemangat. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat di-optimalkan, sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama tersimpan di memori anak (ingatan jangka panjang), dengan demikian anak akan selalu ingat kata demi kata yang diterimanya.

(9)

Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka pe-nulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik melalui kegiatan ber-nyanyi pada kelompok B di PAUD An-Nisa Sukamanah Jiput Kabupaten Pandeglang pada tahun pelajaran 2015/2016.

2. Rumusan Masalah

Pada penelitian ini, penulis merumus-kan beberapa masalah sebagai berikut: a. Bagaimana proses penerapan

kegiat-an bernykegiat-anyi dalam meningkatkkegiat-an kecerdasan verbal-linguistik anak usia 5-6 tahun di PAUD An-Nisa Desa Sukamanah Kecamatan Jiput Kabu-paten Pandeglang pada tahun pel-ajaran 2015/2016?

b. Apakah kegiatan bernyanyi dapat meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik anak usia 5-6 tahun di PAUD An-Nisa Desa Sukamanah Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang pada tahun pelajaran 2015/2016?

3. Tujuan Penelitian

Tujuan yang diharapkan dari peneliti-an ini adalah:

a. Untuk mengetahui proses penerapan

kegiatan bernyanyi dalam mening-katkan kecerdasan verbal-linguistik anak usia 5-6 tahun di PAUD An-Nisa Desa Sukamanah Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang pada tahun pelajaran 2015/2016.

b. Untuk mengetahui peningkatan kecerdasan verbal-linguistik anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan ber-nyanyi di PAUD An-Nisa Desa Suka-manah Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang pada tahun pelajaran 2015/2016.

B. Kajian Pustaka

1. Kecerdasan Verbal-Linguistik

Menurut Howard Gardner (Yusuf, 2010: 109), seseorang yang memiliki ke-cerdasan verbal- linguistik mampu peka terhadap suara, mengerti makna dari kata-kata, dan memahami keragaman fungsi-fungsi bahasa.Gardner mengungkapkan anak yang memiliki keunggulan dalam kecerdasan bahasa cenderung cepat belajar bahasa dan mudah memahami pernyataan-pernyataan verbal.

Menurut (Musfiroh, 2008: 2-3) ke-cerdasan verbal-linguistik dapat diartikan sebagai kemampuan menyelesaikan, mengembangkan masalah, dan mencipta-kan sesuatu dengan menggunamencipta-kan bahasa secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Cerdas linguistik berarti cerdas kata dan cepat belajar dengan menggunakan kata-kata atau dengan mendengar atau melihat. Menurut Baum, Viens, dan Slatin 2005 (Wulan, 2011:21) kecerdasan verbal-linguistik adalah kemampuan untuk meng-gunakan bahasa-bahasa termasuk bahasa ibu dan bahasa asing untuk mengekspresi-kan apa yang ada di dalam pikiran dan memahami orang lain. Secara sederhana, anak usia 5-6 tahun yang mempunyai ke-cerdasan verbal-linguistik tinggi mampu untuk berbicara dengan lancar, mampu bertanya lebih banyak dan menjawab lebih kompleks, dan mampu mengenal bilangan dan berhitung sederhana.

Dari berbagai pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kecerdas-an verbal-linguistik adalah kemampukecerdas-an untuk berkomunikasi dengan baik. Ke-cerdasan verbal-linguistik meliputi ke-mampuan untuk mengeja dengan mudah, memahami makna kata, menyimak dalam pembelajaran, dan mudah mengingat informasi.

(10)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

2. Kegiatan Bernyanyi

Satibi 2006 (Olivia dan Lita, 2009: 94) mengungkapkan bahwa kegiatan ber-nyanyi bagi anak usia taman kanak-kanak tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan sehari-hari. Baik anak yang berbakat atau-pun tidak mereka pada dasarnya senang bernyanyi. Bernyanyi adalah ekspresi pe-rasaan senang seseorang yang diungkap-kan melalui nada dan syair.

Menurut Jamalus 1988 (Olivia dan Lita, 2009: 94) kegiatan bernyanyi adalah kegiatan dimana kita mengeluarkan suara secara beraturan dan berirama baik iring-an musik tiring-anpa iringiring-an musik. Bernyiring-anyi berbeda dengan berbicara, bernyanyi me-merlukan teknik-teknik tertentu sedang-kan berbicara tanpa perlu menggunasedang-kan teknik tertentu. Bagi anak kegiatan ber-nyanyi adalah kegiatan yang menyenang-kan, dan pengalaman bernyanyi mem-berikan kepuasan kepadanya, bernyanyi juga merupakan alat bagi anak untuk meng-ungkapkan perasaan dan pikirannya.

Peneliti menyimpulkan bahwa ke-giatan bernyanyi yang sesuaiakan me-nambah perbendaharaan kata anak dan memudahkan anak dalam mengucapkan kata-kata. Sehingga kegitan bernyanyi itu sangat berperan dalam bahasa anak. Hal ini dikarenakan bahasa mempunyai beberapa komponen antara lain kosakata, pengucapan, dan pemaknaan.

C. Metodologi Penelitian

1. Metode Penelitian

Pelaksanaan penelitian dengan judul “Meningkatkan kecerdasan verbal-linguis-tik melalui kegiatan bernyanyi pada kelompok B” di PAUD An-Nisa Kecamatan Jiput ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (class room action research). Dalam jenis penelitian ini, posisi peneliti bukan hanya sekedar memecahkan masalah

pembelajaran yang ada di dalam kelas, akan tetapi juga langsung mengadakan perbaik-an-perbaikan terhadap kendala-kendala yang didapat di lapangan selama proses belajar mengajar berlangsung.

2. Tempat dan Waktu Penelitian

a. Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di PAUD An-Nisa pada kelompok B yang terletak di jalan raya Jiput Citaman KM. 03 Desa Sukamanah Kecamatan Jiput Kabu-paten Pandeglang.

b. Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester II, Tahun pelajaran 2015/2016. Mulai pada bulan April s/d Mei 2016. Jadi, penelitian dilakukan selama ± dua bulan.

3. Prosedur Penelitian Tindakan Dalam penelitian ini, peneliti meng-gunakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas dalam beberapa siklus diberikan 12 kali tindakan yang mengacu pada model Kemmis dan Taggart, yaitu perencana-an, pelaksanaperencana-an, pengamatperencana-an, dan refleksi.

4. Kriteria Keberhasilan Tindakan Kriteria keberhasilan dalam tindakan ini apabila 70% anak mencapai skor 70 dari tingkat capaian minimal. 5. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini yaitu anak kelompok B di PAUD An-Nisa Sukamanah Jiput Pandeglang yang berjumlah 19 anak terdiri dari 12 anak perempuan dan 7 anak laki-laki.

6. Teknik Pengumpulan Data

Beberapa cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data dalam peneliti-an ini yaitu observasi, wawpeneliti-ancara, dokumentasi, dan catatan lapangan.

(11)

7. Pemeriksaan Keabsahan Data Uji kredibilitas data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ke-tekunan pengamatan, triangulasi, analisis kasus negatif, dan pengecek-kan/ diskusi teman sejawat.

8. Teknik Analisis Data

Langkah yang harus ditempuh setelah pengumpulan data adalah meng-analisis data tersebut, baik data kuan-titatif dari hasil wawancara dan peng-amatan, keduanya harus dianalisis. Data kualitatif yang berupa kalimat, ekspresi anak, tingkah laku, pandang-an pandang-anak, dpandang-an kemampupandang-an pandang-anak dapat dianalisis dengan menggunakan metode analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.

D. Pembahasan

1. Proses penerapan kegiatan bernyanyi pada kelompok B di PAUD An-Nisa Sukamanah Jiput Pandeglang berlang-sung dengan baik karena guru selalu melaksanakan langkah-langkah pe-nerapan kegiatan bernyanyi, yaitu persiapan, penempatan, memper-kenalkan materi inti, menyajikan media, memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplor diri, dan menyimpulkan isi materi dalam proses pembelajaran. Penerapan kegiatan bernyanyi diberikan kepada anak untuk meningkatkan kecerdasan verbal-linguistiknya.

2. Cara mengevaluasi kegiatan ber-nyanyi untuk meningkatkan kecerdas-an verbal-linguistik kecerdas-anak dilakukkecerdas-an dengan cara melakukan tanya jawab dengan bernyanyi antara anak dan guru tentang materi yang diajarkan. Tanya jawab dengan bernyanyi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana ingatan dan pemahaman anak

telah disampaikan.

3. Berdasarkan analisis data dengan presentase kenaikan secara kese-luruhan diperoleh data sebesar 32,33 pada pra siklus, kemudian mengalami kenaikan sebesar 41,76% pada akhir siklus I dan sebesar 71,76% pada akhir siklus II. Berdasarkan presentase hasil yang didapat pada siklus II, peneliti dan kolaborator merasa bahwa peningkatan yang dihasilkan pada akhir siklus II ini sudah sangat signifi-kan karena prsentase perkembangan sudah berada pada kriteria keber-hasilan yang ditentukan yaitu se-besar 70% dan secara kontinum per-sentase perkembangan berada pada skala berkembang dengan baik yang termasuk kedalam klasifikasi ber-hasil.

E. Kesimpulan, Impilakasi, dan Saran

1. Kesimpulan

Pada bab V ini peneliti bermaksud untuk memaparkan simpulan dari hasil observasi yang telah dilakukan di PAUD An-Nisa, tentang meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik anak pada kelompok B melalui kegiatan bernyanyi adalah sebagai berikut:

a. Bahwa proses pembelajaran yang

dilaksanakan di PAUD An-Nisa ke-lompok B dengan kegiatan bernyanyi bertujuan untuk meningkatkan ke-cerdasan verbal-linguistik anak PAUD An-Nisa kelompok B. Dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan tersebut dimaksudkan untuk melihat tentang kemampuan anak dalam mengeja dengan mudah, memahami makna kata, menyimak dalam pem-belajaran, dan mudah mengingat informasi.

b. Kegiatan bernyanyi dapat meningkat-kan kecerdasan verbal-linguistik

(12)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

B, karena anak lebih menyukai dan tertarik untuk belajar dengan kegiatan bernyanyi ini, sehingga anak menjadi lebih mudah untuk mengeja dengan mudah, memahami makna kata, me-nyimak dalam pembelajaran, dan mudah mengingat informasi. Hal ini terlihat pada peningkatan kecerdasan verbal-linguistik anak yang sudah mencapai target yaitu 70% anak men-capai skor 70 tingkat men-capaian minimal.

2. Implikasi

Penelitian dilakukan mengingat bahwa subyek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun. Oleh karena itu, dalam men-jalankan proses pembelajaran seharusnya menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan usia dan perkembangan yang mereka miliki. Pembelajaran yang menarik, menyenangkan, menstimulus berbagai kemampuan yang dimiliki, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dapat meningkatkan ke-cerdasan verbal-linguistik anak dan pres-tasi anak pun meningkat sesuai harapan serta mendapatkan hasil pembelajaran yang baik.Kegiatan bernyanyi dapat men-stimulus anak, agar kemampuannya me-ningkat dengan baik. Berikut ini merupa-kan implikasi pelaksanaan peningkatan kecerdasan verbal-linguistik anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan bernyanyi anak sudah berkembang sesuai tahapannya. Ke-giatan bernyanyi dapat membuat anak untukmengeja dengan mudah, memahami makna kata, menyimak dalam pembel-ajaran, dan mudah mengingat informasi.

3. Saran

Berikut sampaikan saran yang ber-kaitan dengan kegiatan bernyanyi dalam meningkatkan kecerdasan verbal-linguis-tik anak kelompok B di PAUD An-Nisa Suka-manah Jiput Pandeglang sebagai berikut:

a. Guru

Guru diharapkan lebih sering mene-rapkan kegiatan bernyanyi dalam pem-belajaran untuk meningkatkan kecerdas-an verbal-linguistik kecerdas-anak, karena selain sangat efektif untuk meningkatkan kecer-dasan verbal-linguistik anak, kegiatan bernyanyi juga sangat disukai oleh anak-anak.

b. Peneliti Selanjutnya

Kecerdasan verbal-linguistik sangat penting untuk ditingkatkan sejak dini, karena akan mempengaruhi perkembang-an bahasa dperkembang-an sosial perkembang-anak di masa depperkembang-an. Oleh sebab itu, peneliti selanjutnya di-harapkan dapat membuat penelitian me-ngenai peningkatan kecerdasan verbal-linguistik pada anak usia dini melalui ke-giatan atau metode pembelajaran yang lainnya agar dapat memberikan masukan-masukan dan temuan-temuan baru, sehingga dapat dijadikan referensi bagi guru sebagai praktisi pendidikan anak usia dini dan semua pihak yang merasa me-miliki tanggung jawab dalam membantu perkembangan anak usia dini, khususnya dalam meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik anak.

Daftar Pustaka

Aisyah, Siti, dkk. 2012. Pembelajaran

Terpadu. Jakarta: Universitas Terbuka.

Ali, Mohammad. 2010. Metodelogi dan

Aplikasi Riset Pendidikan. Bandung:

Pustaka Cendekia Utama.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: PT Rineka Cipta.

Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Mencetak

Anak Genius Sebuah Panduan Praktis.

Jogjakarta: Diva Press.

Atikah, Cucu. “Penggunaan Metode

Ber-cerita (Storytelling) Dalam Mening-katkan Kecerdasan Linguistik

(13)

(Linguis-tic Intelligence) Pada Anak Usia Dini Di TK Mandiri Serang”. Dalam Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pen-didikan Anak Usia Dini, edisi Tahun 1,

No. 2/ 2014.

Campbell, Don. 2002. Efek Mozart Bagi

Anak-Anak Meningkatkan Daya Pikir, Kesehatan, dan Kreativitas Anak Melalui Musik. Jakarta: PT Gramedia

Pustaka Utama.

Diana, Fera. 2013. “Penerapan Metode

Bernyanyi Dengan Menggunakan Alat Bantu Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Di Kelompok B2 Taman Kanak-Kanak Aisyah II Pasar Manna Kabu-paten Bengkulu Selatan”. Skripsi.

Bengkulu: FKIP Universitas Bengkulu. Diterbitkan online.

Fadlillah, M, dkk.2014. Edutainment

Pen-didikan Anak Usia Dini Menciptakan Pembelajaran Menarik, Kreatif, dan Menyenangkan. Jakarta: Kencana.

Fahmi.2015. Permasalahan Anak Usia Dini

Mengenalkan Membaca Permulaan Kepada Anak Usia Dini (TK/RA dan SD kelas rendah). Serang: Untirta Press.

Gardner, Howard. 2013. Multiple

Intelli-gences. Jakarta: Daras Books.

Hanifah, Tisna Umi. 2014. “Pemanfaatan

Media Pop-Book Berbasis Tematik untuk Meningkatkan Kecerdasan Verbal-Linguistik Anak Usia 4-5 Tahun (Studi Eksperimen di TK Negeri Pem-binaan Bulu Temanggung)”. Artikel

online.http://journal.unnes.ac.id/ sju/index.php/belia [18 Februari 2016].

Kamtini, Tanjung. 2005. “Bermain Melalui

gerak dan lagu di taman kanak-kanak”. Jakarta: Dirjen Dikti

Marlina. 2015. “Meningkatkan

Kecerdas-an Verbal-Linguistik Melalui Metode Bercerita pada Anak Kelompok B TK

Pertiwi II Sidodadi Tahun Pelajaran 2014/2015”. Skripsi. Surakarta: FKIP

Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diterbitkan online.

Moleong, J. Lexy. 2004. Metodologi

Pene-litian Kualitatif. Bandung: Remaja

Rosda Karya.

Mulyasa. 2013. Praktik Penelitian

Tindak-an Kelas. BTindak-andung: PT Remaja

Rosda-karya.

Musfiroh, Takdiroatun. 2008.

“Perkem-bangan Kecerdasan Majemuk”.

Jakarta: Universitas Terbuka.

Nurani, Sujiono, dan Dr. Yuliani. 2013.

Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.

Olivia, Femi, dan Lita Ariani. Belajar

Mem-baca Yang Menyenangkan Untuk Anak Usia Dini. Jakarta: PT Elex

Me-dia Komputindo.

P. Satiadarma, Monty, dan E. Waruwu Fidelis. 2003. Mendidik Kecerdasan.

Pedoman Bagi Orang Tua dan Guru Dakam Mendidik Anak Cerdas .

Jakarta: Pustaka Populer Obor. Rasyid, Fathur. 2010. Cerdaskan Anakmu

Dengan Musik. Jogjakarta: Diva Press.

Riduwan. 2010. Belajar Mudah Penelitian

Untuk Guru, Karyawan, dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Risaldy, Sabil.2014. Bermain, Bercerita &

Menyanyi Bagi Anak Usia Dini. Jakarta:

PT Luxima Metro Media.

Suyadi. 2014. Teori Pembelajaran Anak

Usia Dini Dalam Kajian Neurosains.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab

I Pasal 1 ayat 14.

Wulan, Ratna. 2011. Mengasah

Kecerdas-an Pada Anak (Bayi - Prasekolah).

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yusuf, H. Syamsu. 2010. Psikologi

Per-kembangan Anak Dan Remaja .

(14)

p-ISSN 2615-5532 http://semnaspgpaud.untirta.ac.id/index.php/

Referensi

Dokumen terkait

memberikan peluang untuk munculnya calon perseorangan melalui Putusan MK Nomor 54/PUU-XIV/2016. Pada level masyarakat, secara umum partai politik memiliki fungsi

PENGARUH CURAH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG STUDI KASUS DESA MANGUNHARJO KECAMATAN.. JATIPURNO

Dalam pembuatan film animasi 3D khususnya untuk pembuatan model karakter tiga dimensi dapat menggunakan Editable Poly yang berfungsi untuk mempermudah seorang artis model

Penelitian mengenai Pengaruh Non Performing Loan Terhadap Return On Assets telah banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, akan tetapi hasil

Chamber failure adalah suatu keadaan dimana magma chamber tidak mampu lagi menahan tekanan baik dari luar, maupun dari dalam (dari magma), sehingga kemudian magma chamber akan

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah respon perasaan yang tidak menyenangkan dan tidak nyaman yang dialami oleh seseorang

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perilaku pemeliharaan kesehatan gigi yang meliputi cara menyikat gigi, frekuensi menyikat gigi, waktu menyikat gigi,

Hubungan antara laju endapan sedimen dan struktur komunitas lamun di Perairan Sebauk terdapat hubungan korelasi negative dan positif, korelasi negative kuat pada