• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertemuan ke-1 IBD sebagai bagian dari MKDU:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pertemuan ke-1 IBD sebagai bagian dari MKDU:"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pertemuan ke-1

IBD sebagai bagian dari MKDU:

TIU :

Mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang pengertian, tujuan, hakekat, ruang lingkup IBD sebagai bagian dari MKDU

SUMBER PUSTAKA

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR, Dra. Elly M. Setiadi, M.Si, dkk. Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2008;

ILMU BUDAYA DASAR, Drs. Djoko Widagho, dkk. Bumi Aksara, Jakarta, 2003; dan,

ILMU BUDAYA DASAR, M. Habib Mustopo, Usaha Nasional, Surabaya, 1983.

Latar Belakang

Bahwa dewasa ini, kehidupan anak bangsa dihadapkan pada tiga

persoalan besar, yaitu:

1.

Suatu kenyataan bahwa negeri ini terdiri dari banyak suku;

2.

Pembangunan telah membawa perubahan pada masyarakat;

3.

Kemajuan di bidang teknologi dan transportasi membawa pengaruh

pada intensitas kontak budaya antara suku maupun dengan suku yang

berada dari luar.

Akibat kondisi tersebut, negara memikirkan perlunya

strategi yang bisa mengeleminir dampak negatif di atas,

sehingga persoalan ini juga menjadi perhatian dalam dunia

kependidikan di Indonesia, yang sekaligus menjadi latar

(2)

IBD sebagai bagian dari MKDU

IBD merupakan salah satu komponen dari sejumlah Matakulaih MKDUMKDU pada dasarnya adalah matakuliah yang diperuntukkan :

1. Untuk membantu perkembangan pendidikan bagi mahasiswa agar memperoleh ciri-ciri kepribadian sesuai yang diharapkan dari setiap anggota terpelajar Indonesia, sehingga mereka tidak hanya mendapat pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menunjukan kepribadian yang khas sesuai dengan nilai-nilai hukum bangsa sendiri (lihat Djoko Widhago, dkk);

2. Untuk menunjang pembentukan kepribadian dan kompetensi profesionalitas seorang lulusan perguruan tinggi yang merupakan persiapan bagi mahasiswa dalam memasuki kehidupan bermasyarakat;

3. Mengingat pentingnya point di atas, maka MKDU perlu diadakan dan diwadahi Jurusan di Perguruan Tinggi. Dalam kaitan ini, IBD turut menjadi salah satu komponen dari sejumlah Matakuliah Dasar Umum (MKDU), IBD terkait dengan matakuliah lain di perguruan tinggi.

Tujuan MKDU:

1. Agar mahasiswa Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila;

2. Agar mahasiwa Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai ajaran agama yang dianut;

3. Agar mahasiwa Memiliki wawasan yang komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan;

4. Agar mahasiwa memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya termasuk pelestariannya.

MKDU dibagi atas dua bagian, yakni:

Pertama, MKDU diharapkan dapat memberi dasar

pedoman-pedoman untuk bertindak sebagaimana warga negara

yang terpelajar, meliputi: Matakuliah Agama, Pancasila dan

Kewiraan. Kelompok matakuliah ini disebut kelompok matakuliah

intra kurikuler yang diwajibkan

Kelompok Kedua, MKDU yang diharapkan dapat membantu

kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan

alamiah dan lingkungan sosial, antara lain: Matakuliah Ilmu

Sosial Dasar (ISD), Ilmu Alamiah Dasar (IAD) dan Ilmu Budaya

Dasar (IBD)

(3)

SKEMA IBD

MKDU

Matakuliah yang memberi pedoman dasar untuk bertindak : Matakuliah Pancasila, Agama dan kewiraan

Matakuliah yang membantu kepekaan berkaitan dengan lingkungan alamiah dan sosial, seperti Matakuliah ISD, IAD dan IBD

I B D

Menjelaskan Masalah Budaya

Menjelaskan Masalah Manusia

Dasar Hukum: Keputusan Dijendikti dari Depdikbud No.32/DJ/Kep/1983

T U J U A N

Untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan

dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus.

(1) Manusia dan Cinta Kasih, (2) Manusia dan Keindahan, (3) Manusia dan Penderitaan, (4) Manusia dan Keadilan, (5) Manusia dan Pandangan Hidup, (6) Manusia dan Tanggungjawab, (7) Manusia dan Kegelisahan, dan (8) Manusia dan Harapan.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

IBD dalam istilah Inggris disebut basic humanities berkaitan dengan

nilai-nilai yaitu nilai-nilai-nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia

berbudaya. IBD merupakan mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi adalah terjemahan dari Basic Humanities atau pendidikan Humaniora, Humanior dalam bahasa Latin berarti manusiawi. Humaniora menyajikan bahan pendidikan yang mencerminakan keutuhan manusia dan membantu agar manusia lebih manusiawi.

IBD secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan

pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kemanusiaan dan kebudayaan;

Perbedaan IBD dengan pengetahuan budaya

IBD bukanlah ilmu yang monolit atau tunggal, melainkan lebih tepat disebut sebagai ilmu gabungan, yang secara bersama-sama atau sendiri-sendiri dapat dipakai sebagai alat untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Baik dalam kedudukannya sebagai makhluk individu, makhluk sosial maupun makhluk ciptaan Tuhan;

(4)

3 Kelompok Besar Ilmu dan Pengetahuan

Pengelompokan 3 kelompok besar ilmu dan pengetahuan oleh Prof Dr.Harsya Bactiar, yaitu :

 Ilmu-ilmu Alamiah (natural scince). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi.

Ilmu-ilmu sosial (social scince) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji

keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.

 Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian IBD tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar, akan tetapi menjadi satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Secara khusus IBD juga bertujuan :

1. untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap serta persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya manusia dapat menjadi lebih halus.

2. Menjelaskan masalah budaya dengan benar

 Bahwa budaya terbentuk seiring dengan terciptanya masyarakat. Budaya menjadi kunci jatidiri sebuah masyarakat. Karakter Budaya ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Jika ada yang keluar dari monorel kelaziman, maka inilah yang disebut sebagai masalah budaya. Budaya akan selalu diturunkan dari generasi ke generasi. Jika ada infiltrasi sesuatu yang bertentangan dengan budaya yang telah ada (adat istiadat) maka ini disebut penyimpangan (masalah budaya). Budaya bila menjadi kata kerja kebudayaan, berarti semua cipta pikir, tindak tanduk hingga ciptaan fisik masyarakat manusianya.

2. Menjelaskan masalah kemanusiaan dengan jelas

Bahwa sesungguhnya manusia sejak lahir telah dibebani tanggung jawab untuk menjaga seisi alam. Orang yang menyadari ini, akan menjauhkan diri dari tindakan-tindakan yang merusak alam  Kedudukan manusia, yakni, sebagai individu, sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk

(5)

Tujuan Ilmu Budaya Dasar :

1. Berdasarkan Keputusan Dijendikti dari Depdikbud No.32/DJ/Kep/1983

diadakannya mata kuliah IBD ialah sebagai pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan, perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai gejala yang ada dan yang timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkaitan dengan lingkungan budaya dapat diperhalus.

2. Dengan bantuan IBD diharapkan lahir sarjana-sarjana yang tidak profesional belaka, melainkan juga memahami bidang-bidang lain di luar bidangnya, dan sarjana yang tahu kedudukan dan fungsinya sebagai makhluk Tuhan yang hidup di tengah-tengah manusia. Sehingga menjadi manusia yang utuh, yang tidak hanya mementingkan dirinya, melainkan juga memikirkan kehidupan sesama; yang tidak hanya mementingkan kebutuhan jasmani belaka, melainkan juga mementingkan kehidupan rohani;

3. Untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus.

Rincian tujuan Pengajaran IBD :

1. Mahasiswa lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggungjawab terhadap masalah-masalah tersebut;

2. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri;

3. Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat-menghormati serta simpati terhadap nilai-nilai yang hidup pada masyarakat;

4. Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan kebudayaan;

5. Memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia;

6. Menimbulkan minat mendalaminya;

7. Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif;

(6)

9. Menambahkan kemampuan mahasiwa untuk menanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka;

10. Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan;

11. Terjalin interrelasi antara cendikiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif;

12. Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya;

13. Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh berbagia cendikiawan;

14. Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun; dan,

15. Agar mampu memenuhi tuntutan Tri Dharma PerguruanTinggi, khususnya

Dharma Pendidikan. (M. Habib Mustopo, 1983: 18-19)

Setelah mendapat matakulian IBD, mahasiswa diharapkan memperlihatkan: 1. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan di luar

lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakan sendiri dan mengapa;

2. Adanya kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari;

3. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakannya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan (Harsya Bahtiar: 1980)

Ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar Ruang Lingkup :

a. Berbagai aspek kehidupan yang keseluruhannya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The

Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) dalam pengetahuan budaya

b. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapannya, pikiran dan perasaan, tingkah lakudan hasil kelakukaannya.

Ada 2 masalah pokok dalam ilmu budaya dasar :

 Dalam usaha manusia menemukan nilai-nilai yang dirindukannya sesuai dengan

kedudukannya sebagai homo humanus atau sebagai makhluk berbudaya, baik sebagai mahluk individu, makhluk sosial dan makhluk ciptaan Tuhan---manusia menggunakan akal dan budi. Dua kekayaan ini yang membedakan antara manusia dan dengan makhluk lainnya. Dengan akal dan budi ini, manusia mendorong manusia memunculkan cipta, karsa dan rasa pada diri manusia;

 Karena akal dan budi inilah lahir cara dan pola hidup manusia yang berbeda dengan cara dan pola makhluk lain. Sehingga pada satu sisi lahirlah usaha-usaha manusia untuk menguasai alam demi menciptakan kehidupan yang dirasanya menyenangkan. Pada sisi lain, hal ini dapat memungkinkan timbulnya berbagai masalah yang dampaknya dapat mengenai piahk-pihak lain, baik manusia lain, makhluk lain maupun alam pada umumnya.

(7)

Ada 8 pokok bahasan IBD :

(1) Manusia dan Cinta Kasih,

(2) Manusia dan Keindahan,

(3) Manusia dan Penderitaan,

(4) Manusia dan Keadilan,

(5) Manusia dan Pandangan Hidup,

(6) Manusia dan Tanggungjawab,

(7) Manusia dan Kegelisahan, dan

(8) Manusia dan Harapan.

Referensi

Dokumen terkait

Berarti, ada penekanan bahwa dalam pendidikan akhlak membiasakan shalat yang baik dan benar akan memengaruhi aspek kejiwaan dan perilakunya karena shalat adalah

1) Pohon dimulai dengan sebuah simpul yang mereperesentasikan sampel data pelatihan yaitu dengan membuat simpul akar. 2) Jika semua sampel berada dalam kelas yang

Yang dimaksud dengan pelaksanaan perjanjian masih mungkin untuk dilakukan adalah berhentinya kewajiban debitur bersifat sementara dikarenakan debitur berhenti bekerja

Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan produksi bahan kering antara rumput gajah dan rumput benggala, tetapi kedua rumput tersebut mempunyai produksi

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh integrasi model pembelajaran think pair share dengan make a match terhadap hasil belajar

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Upaya

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan konselor (P2TP2A) Provinsi Riau ibu Iin Rafida, S.Psi berpendapat bahwa dalam melaksanakan layanan advokasi membutuhkan

Ada beberapa saran-saran yang dapat peneliti berikan kepada penelitian selanjutnya, yaitu : (1) Dalam penelitian ini, terdapat variabel persepsi yang baik atas efektifitas