• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koefisien Korelasi Karl Pearson

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Koefisien Korelasi Karl Pearson"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Koefisien Korelasi

Karl Pearson

1

1

r

Analisis korelasi  untuk mengetahui kekuatan relasi linier

yang diperoleh dari model regresi

(2)

contoh

 



  

 

 

0.401918

69

413

.

12

68

404

.

12

69

.

68

398

12

2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 1 2 1

x

x

n

x

x

n

x

x

x

x

n

r

x x

(3)

Uji sig. Koef. Korelasi

misal : reg.Sederhana ant X1 dg y

05

.

0

.

0

:

0

:

.

1 0

ii

H

H

i

   

 

 

  

 

12.404 68

12.457

 

73

0.858678 73 . 68 427 12 2 2 2 2 2 1 2 1 1 1 1                    

y y n x x n y x y x n rx y

(4)

5.298129

0.858678)

(

1

2

-12

0.858678

1

2

2 2 1 1

y x y x

r

n

r

t

Karena t>1.812 maka H0 ditolak, jadi ada korelasi positif antara X1 dengan y

1.812

t(0.05,10)

2)

-n

,

t(

(5)

Contoh X1, X2 dan y

Akan dibentuk model Regresi

 Secara komputerisasi :

1.

Bentuk model

2 1

0

.

2385

570

.

0

639

.

0

ˆ

X

X

y

(6)

3. Uji F

Diperuntukkan guna melakukan uji hipotesis koefisien (slop) regresi secara bersamaan.

i. H0 : 2 = 3 = 4 =...= k = 0

H1 : Tidak demikian (paling tidak ada satu slop yang  0)‏ Dimana: k adalah banyaknya variabel bebas.

ii. Tingkat signifikansi 5% iii. Tabel ANOVA

Tabel ANOVA Sumber JK df RK F Hitung Regresi JKR k RKR = JKR/k F = RKR Sesatan JKS n-k-1 RKS= JKS/(n-k-1) RKS Total JKT n-1 Bandingkan F dengan F

(7)

Ho ditolak karena F=37.929>F(2,9,0.05=4.26)

Artinya H1 diterima, dkl hubungan antara X1, X2 dengan Y

berarti

(8)

Standard Error (Kesalahan Baku)

Prinsip OLS: meminimalkan error. Oleh karena itu, ketepatan dari nilai dugaan sangat ditentukan oleh standard error dari masing-masing

penduga. Adapun standard error dirumuskan sebagai berikut:

390 . 0 152 . 0 cth. 2 ΧΥ 2 2 ˆ 2 2         

S RK S RK = n b Υ = n SSR SST = n ) Υ = Se

(9)

Standard error coef

 

106 . 0 diperoleh sama, yang cara dengan 099 . 0 402 . 0 1 12 68 404 390 . 0 1 var, 2 2 2 2 1 2 12 2 2                      

b b i i bi s s r n x x Se s

(10)

4. Uji t

 Pengujian koefisien regresi secara individu. i. H0bj : j = 0

H1bj : j  0; j = 0, 1, 2..., k k adalah koefisien slop.  Ii. =5%  Iii. ditolak 262 . 2 632 . 3 632 . 3 106 . 0 385 . 0 ditolak 262 . 2 758 . 5 758 . 5 099 . 0 570 . 0 t 2 0 9 , 05 . 0 2 1 0 9 , 2 05 . 0 1 b b H t t H t =           

(11)

Asumsi-asumsi dasar OLS

Pendugaan OLS akan bersifat BLUE (Best Linier

Unbiased Estimate) jika memenuhi 3 asumsi

utama, yaitu:

Tidak ada multikolinieritas

Tidak mengandung Heteroskedastisitas

Bebas dari autokorelasi

(12)

Multikolinieritas

Multikolinieritas:

adanya

hubungan

linier

antara

regressor.

Misalkan terdapat dua buah regressor, X

1

dan X

2

. Jika X

1

dapat dinyatakan sebagai fungsi linier dari X

2

, misal : X

1

=

X

2

, maka ada kolinieritas antara X

1

dan X

2

. Akan tetapi,

bila hubungan antara X

1

dan X

2

tidak linier, misalnya X

1

=

X2

2

atau X

(13)

Contoh Data Perfect Multikolinieritas

118

116

29

96

92

23

82

76

19

65

64

16

51

48

12

X

3

X

2

X

1

Nilai-nilai yang tertera dalam tabel menunjukan bahwa Antara X1 dan X2 mempunyai hubungan: X2 = 4X1. Hubungan seperti inilah yang disebut dengan perfect multicollinearity.

(14)

Akibat Multikolinieritas

Varians besar (dari taksiran OLS)‏

Interval kepercayaan lebar

(variansi besar

Standar Error

besar

Interval kepercayaan lebar)‏

R

2

tinggi tetapi tidak banyak variabel yang signifikan dari uji

t.

Terkadang taksiran koefisien yang didapat akan mempunyai

nilai yang tidak sesuai dengan substansi, sehingga dapat

menyesatkan interpretasi.

(15)

Contoh Ilustrasi

2267 220 160 2129 210 140 1954 190 135 1456 140 110 1234 120 100 1023 100 85 1136 110 90 856 80 65 659 65 50 500 50 40 Kekayaan (X2)‏ Pendapatan (X1)‏ Konsumsi (Y)‏

(16)

Ilustrasi

 Model: Y = 12,8 – 1,414X1 + 0,202 X2 SE (4,696) (1,199) (0,117)‏ t (2,726) (-1,179) (1,721)‏ R2 = 0,982

 R2 relatif tinggi, yaitu 98,2%. Artinya?

 Uji t tidak signifikan. Artinya?

(17)

Ilustrasi: misal model dipecah

Dampak Pendapatan pada Konsumsi

Y = 14,148 + 0,649X1 SE (5,166) (0,037)‏

t (2,739) (17,659)‏

R2 = 0,975

R2 tinggi, Uji t signifikan, dan tanda X

1 positif. • Dampak Kekayaan pada Konsumsi

Y = 13,587 + 0,0635X2

SE (4,760) (0,003)‏

t (2,854) (19,280)‏

R2 = 0,979

• R2 tinggi, Uji t signifikan, dan tanda X

2 positif.

• X1dan X2 menerangkan variasi yang sama. Bila 1 variabel saja cukup, kenapa harus dua?

(18)

Mendeteksi Multikolinieritas dengan Uji

Formal

1. Eigenvalues dan Conditional Index

Aturan yang digunakan adalah: Multikolinieritas ditengarai ada didalam persamaan regresi bila nilai Eigenvalues

mendekati 0.

 Hubungan antara Eigenvalues dan Conditional Index (CI) adalah sebagai berikut: s eigenvalue s eigenvalue = CI min max

Jika CI berada antara nilai 10 sampai 30: kolinieritas moderat.

Bila CI mempunyai nilai diatas 30: kolinieritas yang kuat.

(19)

2. VIF dan Tolerance

)

R

(

=

j j 2

1

1

VIF

; j = 1,2,……,k

Nilai tolerance di atas 0.1 dan VIF di bawah 10 mengindikasikan tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas

adalah koefisien determinasi antara variabel bebas ke-j dengan variabel bebas lainnya.

R2j

R2j

R

2j

Jika = 0 atau antar variabel bebas tidak berkorelasi, maka nilai VIF = 1.

≠ 0 atau ada korelasi antar variabel bebas, maka nilai VIF > 1. Jika

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kolinieritas tidak ada jika nilai VIF mendekati angka 1

(20)
(21)

Mengatasi multikolinieritas

Melihat informasi sejenis yang ada

Tidak mengikutsertakan salah satu variabel yang

kolinier

 Banyak dilakukan.

Hati-hati, karena dapat menimbulkan specification bias yaitu salah spesifikasi kalau variabel yang dibuang

merupakan variabel yang sangat penting.

Mentransformasikan variabel

Mencari data tambahan

(22)

Heteroskedastisitas

 Variasi Error tidak konstan. Umumnya terjadi pada data cross section. Misal data konsumsi dan pendapatan, atau data keuntungan dan asset perusahaan 0 20 40 60 80 100 120

(23)

Data Heteroskedastisitas

Fakta:

hubungan positif antara X dan Y, dimana nilai Y

meningkat searah dengan nilai X.

semakin besar nilai variabel bebas (X) dan variabel

bebas (Y), semakin jauh koordinat (x,y) dari garis

regresi (Error makin membesar)‏

besarnya variasi seiring dengan membesarnya nilai

X dan Y. Atau dengan kata lain, variasi data yang

digunakan untuk membuat model tidak konstan.

(24)

Pemeriksaan Heteroskedastisitas

1. Metode Grafik

i2

i

Pengamatan:

1.Tidak adanya pola yang sistematis.

2.Berapapun nilai Y prediksi, residual kuadratnya relatif sama. 3.Variansi konstan, dan data homoskedastis.

(25)

Pola Adanya Heteroskedastisitas

Pola sistematis

i2

i2

(26)

Mengatasi heteroskedastisitas

1. Transformasi dengan Logaritma

Transformasi ini ditujukan untuk memperkecil

skala antar variabel bebas. Dengan semakin

‘sempitnya’ range nilai observasi, diharapkan

variasi error juga tidak akan berbeda besar

antar kelompok observasi.

Adapun model yang digunakan adalah:

Ln Y

j

= β

0

+ β

1

Ln X

j

+ u

j

(27)

Autokorelasi

Autokorelasi: korelasi antara variabel regresor

itu sendiri, pada pengamatan yang berbeda

waktu atau individu. Umumnya kasus

otokorelasi banyak terjadi pada data time

series Kondisi sekarang dipengaruhi waktu

lalu. Misal: Tinggi badan, upah, dsbnya.

Salah satu alat deteksi:

melihat pola hubungan antara residual (

i)

dan variabel bebas atau waktu (X)

 Durbin Watson

(28)

Nilai d biasanya diantara 0 dan 4

Contoh sebelumnya

d=1.028, du=(k=2,n=10)=1.6413 (tabel DW), 4-du=2.3587

Karena du=1.6413<d=1.028<4-du=2.3587  tidak berlaku

maka ada autorelasi positif/ negatif

(29)

Mendeteksi Autokorelasi

 Pola Autokorelasi  i i  *  * **  * * * * * *  * * * **  * * * Waktu/X * ** Waktu/X  * * * * *** *

 Gambar nomor (1) menunjukan adanya siklus, sedang nomor (2)

Gambar

Tabel ANOVA Sumber JK df RK F Hitung Regresi JKR k RKR = JKR/k F = RKR Sesatan JKS n-k-1 RKS= JKS/(n-k-1)       RKS Total JKT n-1 Bandingkan F  dengan F

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Dalam perancangan database, penulis menggunakan hanya 3 tabel yang akan digunakan untuk menyimpan data kartu dan mobil, tabel-tabel inilah yang nantinya yang akan digunakan

Berembak (ngumpulkan masyarakat) merupakan tradisi didesa Kalampadu sebelum terlaksananya akad nikah dan lelang pesta pernikahan, berembak ini mengajak masyarakat desa

Pengetahuan responden: merek produk pelangsing tubuh yang dikenal Sliming tea (22,54%), sumber informasi didapat dari kemasannya (41,01%), mempunyai efek samping 78,67%,

Tugas seorang dokter dalam bidang Ilmu Kedoteran Forensik adalah membantu para petugas kepolisian, kejaksaan dan kehakiman dalam mengungkap suatu perkara

pemilihan kepala desa di Desa Muara Badak Ulu peran tokoh masyarakat adalah , sebagai penentuh arah, kemudian sebagai wakil dan juru bicara, sebagai komunikator

Obat dimakan ke dalam perut, tidak dapat dibedakan apakah obat herbal Cina atau obat barat, jadi “obat dapat mengobati penyakit, juga dapat menyebabkan penyakit”, adalah 2

Dalam penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi, hasil kerja diperoleh dengan menganalisis rincian tugas pengawas radiasi dan kegiatan/unsur