ST ASIUN KL IM ATOL OG I POND OK B ETUNG T ANG ER AN G
Jln. Raya Kod am Bintaro No. 82 Jak arta Selata n ( 12070 )Telp: (021) 73 530 18 / Fax: 7355262, Tromol Pos. 70 19 / Jks KL Website: www.staklimpo ndok betun g.net ; E-mail: staklim.pond ok.betun g@gma il.com
PROPI NSI
PROPI NSI
PROPI NSI
PROPI NSI BANTEN
BANTEN
BANTEN DAN
BANTEN
DAN
DAN
DAN DK I
DK I
DK I
DK I JAK ARTA
JAK ARTA
JAK ARTA
JAK ARTA
KATA PENGANTAR
Laporan bulanan yang rutin dibuat Stasiun Klimatologi Pondok Betung periode ini menginformasikan evaluasi hujan bulan Mei 2009 dan prakiraan hujan bulan Juli 2009. Pada laporan ini juga diinformasikan keadaan cuaca ekstrim yang terjadi di bulan Mei 2009.
Mengacu pada perhitungan statistik dan kondisi dinamis atmosfer di wilayah Banten dan DKI Jakarta, maka dapat diprakirakan hujan yang akan terjadi di wilayah ini masih bersifat Normal dari rata-ratanya. Untuk prakiraan potensi banjir di wilayah Banten dan DKI Jakarta, secara umum diprakirakan berpotensi banjir pada tingkat aman.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua instansi terkait yang telah membantu dalam pengumpulan data. Harapan kami semoga informasi ini bermanfaat sebagai bahan acuan dalam pengambilan kebijakan bagi semua pihak yang berkepentingan.
Segala kritik dan saran sangat kami harapkan guna peningkatan kualitas publikasi ini. Semoga bermanfaat.
TANGERANG, JUNI 2009 KEPALA STASIUN KLIMAT OLOGI PONDOK BET UNG – TANGERANG
URIP HARYOKO, MSi NIP. 120108039
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...II DAFTAR ISI...III
1 TINJAUAN UMUM...1
1.1 Curah Hujan...1
1.2 Sifat Hujan...1
1.3 Intensitas Huj an...1
2 EVALUASI HUJAN BULAN MEI 2009...2
2.1 Ev aluasi Sifat Huj an Bulan Mei 2009...2
2.2 Ev aluasi Curah Huj an Bulan Mei 2009...2
2.3 Informasi Cuaca / Iklim Ekstrim Bulan Mei 2009...3
2.4 Iklim Mikro Stasiun Klimatologi Pondok Betung Bulan Mei 2009...3
2.5 Informasi Data Iklim Bulan Mei 2009 Stasiun BMKG Propinsi Banten dan DKI Jakarta...7
2.6 Informasi Data Automatic Weather Station (AWS) Bulan Mei 2009...7
2.7 Informasi Data Automatic Rain Gauge (ARG) Bulan Mei 2009...7
3 PRAKIRAAN HUJAN BULAN JULI 2009...8
3.1 Kondisi Dinamis Atmosfer Secara Global...8
3.2 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Juli 2009...10
3.3 Prakiraan Curah Huj an Bulan Juli 2009...10
4 PRAKIRAAN POTENSI BANJIR BULAN JULI 2009...11
LAMPIRAN 1. DATA EVALUASI HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN MEI 2009...12
LAMPIRAN 2. DATA PRAKIRAAN HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN JULI 2009...13
1 TINJAUAN UMUM
1.1 Curah Hujan
Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir dalam satuan milimeter (mm). Curah hujan 1 (satu) milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
1.2 Sifat Hujan
Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan dengan jumlah curah hujan normalnya.
Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu :
a. Sifat Hujan Atas Normal (AN) : jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya.
b. Sifat Hujan Normal (N) : jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata-ratanya.
c. Sifat Hujan Bawah Normal (BN) : jika nilai curah hujan kurang dari 85% terhadap rata-ratanya.
Rata-rata curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan minimal periode 10 tahun. Sedangkan normal curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
Berikut adalah normal curah hujan bulan Mei dan Juli.
1.3 Intensitas Huj an
Intensitas hujan merupakan besarnya hujan harian yang terjadi pada suatu waktu. Umumnya memiliki satuan mm/jam.
Intensitas hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu :
a. Enteng (tipis) : jika nilai curah hujan kurang dari 13 mm/jam b. Sedang : jika nilai curah hujan antara 13 – 38 mm/jam c. Lebat : jika nilai curah hujan lebih dari 38 mm/jam Gambar 1. Peta Normal Cur ah Hu jan Bu lan Me i
Propinsi Banten da n DKI Jakarta
Gambar 2. Peta Normal Cur ah Hu jan Bu lan Ju li Propinsi Banten da n DKI Jakarta
2 EVALUASI HUJAN BULAN MEI 2009
Berdasarkan data curah hujan yang diterima dari Stasiun/Pos hujan di Propinsi Banten dan DKI Jakarta, maka evaluasi curah hujan bulan Mei 2009 dapat diinformasikan sebagai berikut:
2.1 Ev aluasi Sifat Huj an Bulan Mei 2009
SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah N ormal (BN)
Kab Ser ang ba gia n Se latan, K ab P ande gla ng bag ian Timur Laut, Ka b Lebak
Normal (N)
DKI Jakarta bagi an Barat Daya, Kab Tan gera ng ba gia n Selatan, Kab/Kota Serang, Kab Pa ndeg lan g, Kab Leb ak bag ian Timur L aut dan Barat Day a
Atas Normal (AN)
DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kab Tan gera ng ba gia n Utara, Kab Seran g bagi an Timur La ut
2.2 Ev aluasi Curah Huj an Bulan Mei 2009
CURAH HUJAN WILAYAH
0 – 100 mm -
101 – 200 mm Kab Tangerang bagian Barat Laut, Kab/Kota Serang, Kab Pandeglang dan Kab Lebak
201 – 300 mm DKI Jakarta, Kab/Kota T angerang, Kab Serang bagian T enggara
> 300 mm Kab Tangerang bagian Barat Gambar 3. Peta Evaluas i Sifat Huja n Bula n Mei 2 009
Propins i Banten d an DKI Jakarta
Gambar 4. Peta Ev alu asi Cura h Hu jan Bul an Me i 2 009 Propins i Banten d an DKI Jakarta
2.3 Informasi Cuaca / Iklim Ekstrem Bulan Mei 2009
KRITERIA TERJADI TANGGAL
Angin dengan kecepatan > 45 km/jam Tidak T erjadi
Suhu Udara > 35 OC Tidak T erjadi
Suhu Udara < 17 OC Tidak T erjadi
Kelembaban Udara < 40 % Tidak T erjadi
Curah Hujan Harian > 100 mm
DKI Jakarta :
- Krukut Hulu; 1 Mei 2009; 105mm - Halim; 6 Mei 2009; 102mm - Kedoya; 6 Mei 2009; 119mm - Kemayoran; 12 Mei 2009; 101mm T angerang : - Balaraja; 11 Mei 2009; 144mm - Balaraja; 18 Mei 2009; 200mm - Balaraja; 19 Mei 2009; 150mm - Balaraja; 21 Mei 2009; 200mm Lebak : - BPP Sajira; 11Mei 2009; 133mm
2.4 Iklim Mikro Stasiun Klimatologi Pondok Betung Bulan Mei 2009
Tabel / Gambar Keterangan
T abel 2. Curah Hujan Maksimum Stasiun Klimatologi Pondok Betung bulan Mei 2009 (mm)
Waktu 5 menit 30 menit 60 menit 2 jam 3 jam 6 jam 12 jam m m 15.0 36.0 41.5 41.5 42.0 46.0 46.8 Tangga l 22 6 6 6 6 6 6
Curah hujan maksimum yang tercatat pada periode 5 menitan sebesar 15.0mm pada tanggal 22 Mei 2009. Pada periode 2 jam-an bernilai maksimum sebesar 41.5mm pada 6 Mei 2009. Pada tanggal yang sama tercatat hujan maksimum sebesar 46.8mm periode 12 jam-an.
Gambar 5. Intensitas Hujan Harian pada Area Pondok Betung Bulan Mei 2009
Intensitas hujan dengan kriteria enteng terjadi pada bulan Mei 2009 sebesar 32%, sedang sebesar 13%, lebat sebesar 6% dan prosentasi tidak terjadinya hujan sebesar 49%.
Gambar 6. Suhu Udara Rata-rata pada Area Pondok
Betung Bulan Mei 2009 Suhu udara rata-rata pada bulan Mei 2009 bernilai maksimum pada tanggal 17 sebesar 29.20C, minimum
sebesar 25.30C pada tanggal
11.
Suhu maksimum absolut tercatat pada tanggal 26 sebesar 35.40C, sedangkan
suhu minimum absolut sebesar 22.60C pada tanggal 27.
Gambar 7. Kelembaban Udara Rata-rata pada Area Pondok Betung Bulan Mei 2009
Nilai maksimum kelembaban udara rata-rata pada bulan Mei 2009 tercatat pada tanggal 8 dan 9 yaitu sebesar 89%. Sedangkan nilai minimum tercatat pada tanggal 27 sebesar 72%.
Gambar 8. Penguapan Udara pada Area Pondok Betung Bulan Mei 2009
Penguapan yang terukur dalam ruangan (pitche) pada Mei 2009 bernilai maksimum pada tanggal 17 yaitu 4.2 mm dan minimum terjadi pada tanggal 12 sebesar 0.8 mm. Sedangkan penguapan maksimum yang terukur di luar ruangan terjadi pada tanggal 29 sebesar 4.6 mm dan nilai minimum terukur sebesar 0.5 mm terjadi pada tanggal 11.
Gambar 9. Kecepatan Angin Rata-rata pada Area Pondok Betung Bulan Mei 2009
0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 K n o ts 7 8 9 10 1112 13 14 15 16 17 18 19 Ja m
KECEPATAN ANGIN RATA-RATA BULAN MEI 2 009
K et : 1 knot = 1,8 km/jam
Kecepatan angin rata-rata pada bulan Mei 2009 bernilai maksimum sebesar 3.2 knots pada pukul 15.00 dan 16.00 WIB. Sedangkan nilai minimum tercatat pada pukul 07.00 sebesar 0.1 knots. .
Gambar 10. Windrose Area Pondok Betung Bulan Mei 2009
Kecepatan rata-rata terbanyak yang terjadi pada bulan Mei 2009 sebesar 4 - 11 knots dengan arah terbanyak berasal dari arah utara.
Gambar 11. Temperatur T anah Gundul Rata-rata pada Area Pondok Betung Bulan Mei 2009
TEM PERATUR TANAH GUNDUL BULAN M EI 2009
20. 0 25. 0 30. 0 35. 0 40. 0 5 c m 10 cm 20 c m K edal am an (cm ) T em p er at u r (º C ) 07. 30 13. 30 17. 30
Suhu tanah gundul pada kedalaman 5 dan 10 cm bernilai maksimum pada pukul 13.30 WIB, masing-masing bernilai 32.10C dan 30.50C.
Untuk kedalam 20 cm bernilai maksimum pada pukul 17.30 WIB sebesar 28.80C.
Sedangkan nilai minimum suhu tanah gundul pada kedalaman 5, 10, dan 20 cm terukur pada pukul 07.30 WIB, masing-masing bernilai 26.30C, 27.10C
Gambar 12. T emperatur T anah Berumput Rata-rata pada Area Pondok Betung Bulan Mei 2009
TEMPERA TUR TA NAH BERUM PUT BULA N M EI 2009
20. 0 25. 0 30. 0 35. 0 40. 0 5 cm 10 cm 20 c m Kedalaman (cm ) T e m p er a tu r ( ºC ) 07.30 13.30 17. 30
Suhu tanah berumput pada kedalaman 5 cm bernilai maksimum sebesar 30.50C
pada pukul 13.30 dan 17.30 WIB, minimum pada 07.30 WIB sebesar 27.80C.
Pada kedalaman 10 dan 20 cm bernilai maksimum pada pukul 17.30 WIB masing-masing bernilai 30.30C dan 29.60C.
Sedangkan nilai minimum untuk kedalaman 10 cm terukur pada pukul 07.30 WIB sebesar 28.70C. Untuk kedalam 20 cm
minimum dengan nilai yang sama pada pukul 07.30 WIB dan 13.30 WIB sebesar 29.50C.
Gambar 13. Penyinaran Matahari Rata-rata pada Area
Pondok Betung Bulan Mei 2009 Nilai penyinaran maksimum matahari lama yang terukur pada bulan Mei 2009 mencapai nilai 100% terjadi pada tanggal 27 dan 29 sedangkan minimum terjadi pada tanggal 8 dan 11 yaitu 0%
Gambar 14. Grafik Klimogram Stasiun Klimatologi Bulan Mei 2009
Pada bulan Mei 2009 kondisi dingin lembab terjadi pada pukul 07.00 – 09.00 WIB dan 18.00 – 19.00 WIB. Pukul 10.00 WIB kondisi dingin kering terjadi. Pada pukul 11.00 – 16.00 WIB terjadi kondisi panas kering, dan pukul 17.00 WIB terjadi kondisi panas lembab.
2.5 Informasi Data Iklim Bulan Mei 2009 Stasiun BMKG Propinsi Banten dan DKI Jakarta
Temperatu r (0C ) H ujan
N o Pos H ujan
R ata-rata Maks Min
K elemba ban U dara (%) Lama Penyi naran Matahari (%) Jum lah (mm) H ari H ujan (hari)
1 Stas iun Kli mato logi
Pondok Be tung 27.8 33.1 24.4 81 52.4 212.6 17 2 Stas iun Meteorolog i
C engk areng 27.5 32.2 24.2 81.8 13.7 97.9 10 3 Stas iun Meteorolog i
C urug 26.8 32.1 23.7 87 56.8 149.9 18 4 Stas iun Geofis ik a Tangerang 27.8 32.7 24.2 82 47 197 13
2.6 Informasi Data Automatic Weather Station (AWS) Bulan Mei 2009 Temperatur (0C)
H ujan
No Lokasi AWS R
ata-rata Maks Min
Kelembaban Udara (%)
Radiasi Matahari (Kal/cm2/det) Jum lah
(mm) H ari H ujan
(hari) 1 Pondok Betu ng – Tangera ng * )
2 Leuw idam ar - Lebak 26.4 32.8 22.8 81 53.9 118.2 14 3 Labu an - Pande gla ng* ) 4 Curug – Tangera ng 27.0 28.3 26.0 88 170.2 0 0
Keterangan: *) Alat rus ak /D ata tidak terec ord Sumber: http://aw s-online.bmg.go.id/bmg/index .php
2.7 Informasi Data Automatic Rain Gauge (ARG) Bulan Mei 2009 D asarian N o Lokasi A R G I II III Jum lah (mm) 1 J ak arta Pus at 108.4 101 32.2 241.6 2 J ak arta Selatan *) *) 31 3 J ak arta U tara 70 113.4 23.6 207 4 J ak arta Barat *) *) 9.4 5 J ak arta Timur 69.4 127.6 5.2 202.2 6 Pandeglang 66.8 48.4 23.2 138.4 7 C iomas 103 33.6 5.2 141.8 8 Pamaray an 14.4 15.8 3.8 34 9 C is alak 0 0 0 0 Keterangan: *) D ata tidak terecord
3 PRAKIRAAN HUJAN BULAN JULI 2009
3.1 Kondisi Dinamis Atmosfer Secara Global
Kondisi dinamis atmosfer regional sampai dengan pertengahan bulan Juni 2009 menunjukkan bahwa keadaan Suhu Muka Laut (SML) di perairan wilayah Indonesia dalam keadaan hangat, berada pada kisaran 28-31°C, daerah perairan yang menghangat terjadi di perairan sekitar Samudera Hindia bagian tengah Sumatera sampai Kepulauan Riau serta Bagian utara Papua (Gambar15-a). Indeks Dipole (Indian Ocean Dipole) sampai bulan Mei berada pada nilai Positif, diprakirakan pada bulan Juli memiliki kecenderungan penurunan dan bergerak ke arah 0 (nol) (Gambar 15-b). Prakiraan keadaan anomali Nino 3.4 memiliki nilai positif antara 0.5 s/d 1.0, menandakan akan terjadi penurunan terdapat konvektivitas yang cukup signifikan pada wilayah samudera pasifik bagian barat (Gambar 16-a), sehingga wilayah Indonesia mengalami keadaan kering dan sedikit uap air.
Gambar 15. (a) Suhu Permukaan Laut Juni 2009 dan (b) Dipole Mode
Sumberhttp://w w w .weather.unis ys .com/arc hive/ss t/s s t-090613.gif Sumber http://w w w .jams tec .go.jp/frs gc/res earch/d1/iod/ s intex _f1_forecas t.html.en
Pola angin di Indonesia mulai akan mengalami perubahan dari pola angin monsoon baratan manjadi pola angin monsoon timuran, tetapi masih akan terdapat beberapa gangguan berupa pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Samudera Hindia Sumatera bagian tengah, Daerah pembelokan angin akan bergerak ke arah utara Indonesia hal tersebut dapat terlihat pada gambar kondisi anomali MSLP (Mean Sea Level Pressure) (gambar 16-b). Kondisi anomali suhu permukaan 2 m di atas permukaan laut memiliki anomali positif di seluruh wilayah Indonesia, tetapi nilai anomalinya cenderung menurun dibandingkan dengan periode bulan Juni, sehingga efektifitas konveksi yang terjadi akan memiliki kecenderungan menurun, tetapi masih dalam keadaaan hangat (Gambar 17-a).
Gambar 16. (a) Prakiraan Anomali Wilayah Nino 3.4 dan (b) Anomali MSLP
Sumbe r. htt p://www. ecmwf .int/p ro ducts/ for ecasts/ d/ch arts Su mbe r. h ttp:/ /www.ec mwf.int /pr oduc ts/fo reca sts/d/ cha rts/se ason al/
/seaso nal/ 200 903/i mag es/ni no3 4SSTM on.gif f or ecast/s eas onal_ ran ge_ for ecast/ gr oup _public /seas onal
c har ts p ublic m slp!m ean% 20se a% 20lev el% 20p ress ure! 2%
Analisis Outgoing Longwave Radiation (OLR) memperlihatkan sampai pertengahan Mei untuk wilayah Laut Jawa masih memiliki energi maksimum antara 7-21 W / m² dan akan memiliki kecenderungan menurun pada dasarian pertama bulan Juli (Gambar 17-b). Prediksi Probabilitas hujan memiliki nilai akumulasi anomali Positif yang penjalaran nilai berada pada Jawa dan Sulawesi Selatan anomali sebesar 0 – 50 mm dan 50 – 100 mm (Gambar 18).
Gambar 17 (a) Suhu Udara Permukaan ketinggian 2 m dan (b) OLR
Sumbe r. Sum ber . ht tp://www .bo m.g ov.a u/bm rc/clf or/cf staff /mat w/ma pr oom/
http://w ww.ec mwf.int /pr oduct s/fo recas ts/d/c har ts /se aso nal /f orec ast R MM /fcsts/ m.to tan om. OLR.uv 850 .gif /seaso nal_ ran ge_f ore cast / gr oup_ public /seas onal _cha rts_ public 2tm !
mean% 20se a% 20lev el% 20p ressu re! 2% 20 mont hs! East% 20Asia! 200 901! ense mble% 20m ean/
Berdasarkan kondisi dinamis tersebut di atas maka diprakirakan keadaan cuaca pada bulan Juli untuk Wilayah Indonesia pada umumnya mengalami proses penurunan hujan atau musim kemarau akan masih terdapat beberapa anomali cuaca, sehingga kemarau yang dihasilkan adalah masih dalam kemarau basah. Prakiraan Hujan Bulan Juli 2009 peluang terjadinya hujan di wilayah Banten dan DKI Jakarta masih ada, tetapi curah hujan yang terjadi bersifat ringan, diprakirakan sebagian besar akan bersifat Normal, sehingga apabila melihat normalnya hujan pada wilayah banten akan mengalami penurunan dibandingkan bulan Juni 2009 dan diprakirakan mencapai nilai minimum pada bulan Agustus 2009, tetapi di beberapa tempat seperti Serang dan Perbatasan antara Pandeglang dan Lebak akan berada sedikit di Atas Normalnya.
Gambar 18. Prakiraan Anomali Curah Hujan periode MAM 2009
Sum be r htt p://www. ecmwf .int/ pro ducts/ for ecasts /d/ch arts /seas onal /for ecast /seas onal _ra nge _fo recas t/ g rou p_p ublic/s easo nal_c har ts_p ublic_ rain! 2m% 20 tem pe ratu re! 2% 20m ont hs!East% 2 0Asia!2 009 01!e nse mble% 2 0me an/
3.2 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Juli 2009
SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal - Normal
(N) Kab Pandeglang bagian Selatan dan Kab Lebak
Atas Normal DKI Jakarta, Kab/Kota T angerang, Kab/Kota Serang, Kab Pandeglang bagian Utara dan Kab Lebak bagian Timur Laut
3.3 Prakiraan Curah Huj an Bulan Juli 2009
CURAH HUJAN WILAYAH
0 - 100 mm Seluruh bagian DKI Jakarta, Kab/Kota T angerang, Kab/Kota Serang
101 – 200 mm Kab Tangerang bagian Selatan, Kab Serang bagian Selatan dan Tenggara, Kab Pandeglang dan Kab Lebak
201 – 300 mm Kab Lebak bagian Timur
> 300 mm Kab Lebak bagian Timur
Gambar 20. Peta Prakiraa n Curah H uja n Bulan Ju li 20 09 Propi nsi Bante n dan DKI Jakarta Gambar 19. Peta Prakiraa n Sifat Hujan
4 PRAKIRAAN POTENSI BANJIR BULAN JULI 2009
Prakiraan potensi banjir bulan Juli 2009 Propinsi Banten dan DKI Jakarta yang disampaikan meliputi potensi banjir tinggi, menengah, rendah dan aman dari kejadian banjir.
Gambar 21. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juli 2009 Propinsi DKI Jakarta
Gambar 22. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juli 2009 Propinsi Banten
Pada bulan Juli 2009 secara umum seluruh wilayah Banten dan DKI Jakarta diprakirakan berpotensi banjir dengan tingkat aman.
Lampiran 1. Data Evaluasi Huj an Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan Mei 2009
I . DKI JAKARTA 1. BMG 102 87 - 117 231 AN 2. Pondok Betung 192 163 - 221 213 N 3. Tanjung Priok 69 59 - 79 166 AN 4. Cengkareng 90 77 - 104 114 AN 5. Hal im 163 139 - 187 282 AN I I. T ANGERANG 6. Curug (BMG) 184 156 - 212 150 BN 7. Tangerang 124 105 - 143 197 AN 8. Mauk 73 62 - 84 223 AN 9. Kresek 72 61 - 83 171 AN 10. Balaraja 104 88 - 120 694 AN I II . S E R A N G 11. Serang (BMG) 106 90 - 122 101 N 12. C i o m a s 184 156 - 212 154 BN 13. Ci nangka 146 124 - 168 75 BN
14. Ci ruas (Singam erta) 88 75 - 101 117 AN
15. Kramat W atu 79 67 - 91 88 N 16. Pam arayan 144 122 - 166 137 N 17. Kasemen 58 49 - 67 63 N 18. Carenang 67 57 77 136 AN 19. Padarincang 154 131 177 153 N I V. PANDEGLANG 20. Pandeglang 288 245 - 331 173 BN 21. Labuan 124 105 - 143 228 AN 22. Menes 198 168 - 228 159 BN 23. Ci baliung 230 196 - 265 237 N 24. Munjul 68 58 - 78 100 AN 25. Ci keusik 83 71 - 95 13 BN 26. Banjarsari (Bd. Ci lemer) 246 209 283 179 BN V. L E B A K 27. Rangkasbitung 213 181 - 245 109 BN
28. Ci panas (Banjar Irigasi) 167 142 - 192 94 BN
29. Bayah 250 213 - 288 175 BN
30. Leuwi damar 181 154 - 208 123 BN
31. Malingpi ng (Bd. Cil angkahan) 202 172 - 232 208 N
32. Ci beber 384 326 - 442 *)
EVALUASI HUJAN
WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA
BULAN : MEI 2009
RR SIFAT WILAYAH STASIU N PEN GAM ATAN X
(mm ) N
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm) N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X) RR : Curah hujan bulan berjalan (mm)
Lampiran 2. Data Prakiraan Huj an Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan Juli 2009
I . DKI JAKARTA 1. BMG 59 50 - 68 70 AN 2. Pondok Betung 80 68 - 92 101 AN 3. Tanjung Priok 35 30 - 40 80 AN 4. Cengkareng 53 45 - 61 81 AN 5. Hal im 69 59 - 79 109 AN I I. T ANGERANG 6. Curug (BMG) 61 52 - 70 128 AN 7. Tangerang 13 11 - 15 87 AN 8. Mauk 42 36 - 48 85 AN 9. Kresek 23 20 - 26 44 AN 10. Balaraja 34 29 - 39 80 AN I II . S E R A N G 11. Serang (BMG) 51 43 - 59 60 AN 12. C i o m a s 70 60 - 81 83 AN 13. Ci nangka 54 46 - 62 82 AN
14. Ci ruas (Singam erta) 33 28 - 38 88 AN
15. Kramat W atu 32 27 - 37 59 AN 16. Pam arayan 81 69 - 93 95 AN 17. Kasemen 18 15 - 21 80 AN 18. Carenang 34 29 39 137 AN 19. Padarincang 74 63 85 87 AN I V. PANDEGLANG 20. Pandeglang 236 201 - 271 205 N 21. Labuan 49 42 - 56 88 AN 22. Menes 71 60 - 82 135 AN 23. Ci baliung 106 90 - 122 109 N 24. Munjul 208 177 - 239 180 N 25. Ci keusik 115 98 - 132 112 N 26. Banjarsari (Bd. Ci lemer) 78 66 90 85 N V. L E B A K 27. Rangkasbitung 113 96 - 130 158 AN
28. Ci panas (Banjar Irigasi) 112 95 - 129 485 AN
29. Bayah 221 188 - 254 190 N
30. Leuwi damar 127 108 - 146 120 N
31. Malingpi ng (Bd. Cil angkahan) 74 63 - 85 83 N
32. Ci beber 42 36 - 48 45 N
PRAKIRAAN HUJAN
WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA
BULAN : JULI 2009
RR SIFAT WILAYAH STASIU N PEN GAM ATAN X
(mm ) N
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm) N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X) RR : Prakiraan curah hujan (mm)
Lampiran 3. Peta Sebaran Pos Huj an untuk Evaluasi Bulanan