• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN TEGAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN TEGAL"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Lokasi Penelitian
Gambar 2. Peta Kerawanan Longsor
Tabel  4  menunjukkan  bahwa  82,68%  dari  luas  wilayah  pemukiman  di  Kecamatan  Jatinegara,  Bojong  dan  Bumijawa  masuk  dalam  kategori  Rawan  Longsor

Referensi

Dokumen terkait

Faktor dominan yang pada tingkat rawan kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Bantul tahun 2016 berupa curah hujan, penggunaan lahan dan jenis irigasi.. Kata Kunci : Analisis

Alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian dapat mengakibatkan berkurangnya kawasan- kawasan penyangga sehingga dapat meningkat- kan potensi kerusakan lahan (bencana alam

Pemetaan menggunakan tujuh parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, tata guna lahan, geologi, kedalaman solum, tekstur tanah, permeabilitas tanah dan masing-masing

Proses pengolahan overlay fuzzy adalah proses penggabungan 5 parameter tanah longsor dari peta curah hujan, jenis tanah, ketinggian, kemiringan lereng, tutupan lahan yang

Berdasarkan hasil skoring yang telah dilakukan untuk parameter curah hujan tahunan, kelerengan, penggunaan lahan dan jenis tanah pada Sub DAS air Lematang,

Proses pengolahan overlay fuzzy adalah proses penggabungan 5 parameter tanah longsor dari peta curah hujan, jenis tanah, ketinggian, kemiringan lereng, tutupan lahan yang

Dari hasil analisis data sekunder menunjukkan bahwa sebagian besar daerah penelitian memiliki curah hujan yang optimal untuk tanaman tebu, yaitu antara 2.000 - 3.000

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan Entisol pada lahan hutan lebih tinggi dari lahan pertanian dengan nilai indeks kualitas tanah kesuburan Entisol pada lahan