• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN TAHUNAN BIB LEMBANG TAHUN 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN TAHUNAN BIB LEMBANG TAHUN 2012"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TAHUNAN

BIB LEMBANG TAHUN 2012

KEMENTERIAN PERTANIAN

DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG

(2)

2 I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Subsektor peternakan memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional. Hal ini dikarenakan peternakan merupakan penyedia pangan hewani asal ternak melalui peningkatan produksi berbagai komoditas, juga penyediaan bahan baku untuk industri. Selain itu, sektor peternakan secara tidak langsung juga berperan dalam pengentasan kemiskinan, serta sebagai sumber energi alternatif dan untuk kelestarian lingkungan hidup.

Salah satu permasalahan sektor peternakan di Indonesia saat ini adalah pertumbuhan produksi berbagai macam hasil peternakan belum dapat mengimbangi laju permintaan di dalam negeri sendiri yang semakin meningkat. Kebutuhan daging dan susu sebagai sumber protein hewani terus mengalami peningkatan, karena meningkatnya penghasilan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi. Permintaan daging sapi diperkirakan akan terus mengalami peningkatan seiring dengan target perbaikan ekonomi. Menurut data yang ada, supplay dalam negeri belum mampu mengimbangi tingginya laju pertumbuhan konsumsi dan laju pertumbuhan penduduk. Sementara dari sisi produksi cenderung stagnan atau lambat yang pada akhirnya memaksa Indonesia harus impor sapi bakalan, daging dan jeroan. Keadaan ini cepat atau lambat mengakibatkan Indonesia sangat tergantung kepada supplay yang bersumber dari impor yang suatu saat akan terjadi pada keadaan dimana struktur pasar daging diintervensi oleh harga daging impor.

Untuk itu, setelah berhasil mencapai swasembada beras, perhatian terhadap sektor peternakan sebagai sumber pangan hewani, khususnya target swasembada daging, merupakan tantangan besar berikutnya. Langkah pendekatan dilakukan untuk mencapai Program Swasembada Daging Sapi / Kerbau (PSDS/K), dan pembibitan masih diyakini sebagai kunci keberhasilan dalam mewujudkan program tersebut pada tahun 2014.

Dalam rangka menunjang dan mendukung pelaksanaan PSDS/K 2014 melalui pelaksanaan IB Nasional, BIB Lembang sebagai ujung tombak PSDS/K melalui pelaksanaan Inseminasi Buatan telah membuktikan komitmen yang tinggi dalam mendukung PSDSK dengan capaian pada tahun 2012 sebagai berikut :

1. Produksi semen beku sebanyak 2.453.281 dosis, atau 90,86 % dari target 2.700.000.

2.Distribusi semen beku sebanyak 1.540.888 dosis yang terdiri dari DIPA 300.598 dosis (100,19%), KSO 2011 338.624 dosis, KSO 2012 609.521 dosis dan penjualan langsung sebanyak 292.145 dosis.

(3)

3

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak Rp. 4.059.401.186,- atau 162,37 % dari target Rp. 2.500.000.000,- tertinggi sejak Tahun 1976 melampaui PNBP tahun 2011 sebanyak Rp, 3.250.166.845,-.

3. Memperoleh predikat sebagai Terbaik II Satlak PI ditingkat Eselon III Lingkup Kementerian Pertanian.

4. Memperoleh Piala Abdi Bakti Tani Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi Lingkup Pertanian Tahun 2012.

5. Capaian IPNBK (Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja) Baik, dengan Nilai Rata-rata Persepsi 4,12 dan Nilai Mutu Budaya Kerja mencapai 82,42.

6. Nilai IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) 78,93, dan kinerja unit pelayanan

Baik dengan mutu pelayanan 3,16.

7. Berhasil mempertahankan sebagai Instansi yang terakreditas berdasarkan ISO-9001 : 2008 dan ISO 17025 : 2005 dengan Cert. Number QEC28321 LSSM 009 IDN dan LP-329-IDN.

Sehubungan dengan itu, dalam rangka melakukan evaluasi diri dan untuk mengukur kinerja serta dalam usaha mempertanggungjawabkan kinerja balai sepanjang tahun 2012, maka dokumen laporan tahunan 2012 perlu dibuat dengan Format/Out Line sesuai surat Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dokumen laporan ini diharapkan dapat menjadi indikator kinerja Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang secara umum yang dapat digunakan sebagai sarana evaluasi diri bagi manajemen BIB Lembang.

b. Tujuan

1. Laporan Tahunan Balai Inseminasi Buatan Lembang Tahun 2012 ini bertujuan memberikan gambaran program/kegiatan dan anggaran yang telah dilaksanakan BIB Lembang dan hasilnya yang telah dicapai maupun hambatan-hambatan yang ditemui selama tahun anggaran 2012.

2. Untuk melaporkan pertanggungjawaban kepada pimpinan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi balai selama tahun 2012, juga sebagai bahan evaluasi pimpinan terhadap kelemahan-kelemahan yang telah dilakukan serta kemungkinan perbaikan, pengembangan program/kegiatan dan anggaran dimasa yang akan datang.

(4)

4 c. Ruang Lingkup

Laporan Tahunan BIB lembang tahun 2012 menitikberatkan pada pokok-pokok kegiatan yang disusun dengan sistimatik sebagai berikut :

1. Pendahuluan.

2. Program/Kegiatan dan Anggaran tahun 2012.

3. Pelaksanaan dan Pencapaian Sasaran Program/Kegiatan serta Anggaran Tahun 2012

4. Permasalahan Pelaksanaan dan Pencapaian Sasaran, Program/Kegiatan dan Anggaran Tahun 2012.

5. Tindak Lanjut dan Upaya pemecahan Masalah. 6. Kesimpulan dan saran.

(5)

5

II. PROGRAM/KEGIATAN DAN ANGGARAN 2012

Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah mencanangkan “program swasembada daging sapi/kerbau 2014” untuk mendukung program ketahanan pangan dan program diversifikasi pangan nasional. Langkah-langkah operasional yang ditempuh dalam program swasembada tersebut salah satunya adalah optimalisasi Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA).

Pelaksanaan kegiatan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang merupakan pilihan utama untuk peningkatan populasi ternak. Melalui kegiatan IB, penyebaran benih unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.

Guna mendukung program tersebut, Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mendapat amanah untuk menyediakan benih unggul ternak sebanyak 1.000.000 dosis semen beku dengan anggaran Dana DIPA sebesar Rp. 17.811.747.000,- terdiri dari Rupiah murni Rp. 16.545.294.000 dan PNBP Rp. 1.266.453.000,-

a. Struktur Anggaran

1. Fungsi : 04 Ekonomi

2. Sub Fungsi : 04.03 Pertanian, Kehutanan,Perikanan dan Kelautan. 3. Program : 018.06.09 Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi

dan Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

4. Jenis Kegiatan :

- 1785 : Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Benih dan Bibit dengan mengoptimalkan Sumber Daya Lokal

5. Sub Kegiatan :

(6)

6

6. Indikator Kinerja Kegiatan :

- 1785.025 : Peningkatan Kuantitas Semen (dosis)

7. Keluaran (Output) :

- 1785.025 : Peningkatan Kuantitas Semen Beku = 1.000.000 dosis.

8. Anggaran :

Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal Rp. 17.811.747.000,-.

Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Semen Beku Benih dan Bibit dengan mengoptimalkan Sumber Daya Lokal Rp 4.094.529.000,-

- 1785.025.011 : Tersedianya bahan dan sarana Penunjang Rp. 4,094,529,000,-

- 1785.038.011 : PNBP Rp 1,266,453,000,- Layanan Perkantoran Rp. 4.606.218.000,-

- 1785.994.001 : Pembayaran Gaji dan Tunjangan Rp. 4.503.018.000,- - 1785.994.002 : Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan

Perkantoran Rp. 103.200.000,-

b. Jenis Belanja

1. Belanja pegawai

a). Belanja Gaji Pokok, Tunjangan dan Uang Makan Rp. 4.101.708.000 b). Belanja Uang Lembur Rp 50,210,000,- c). Belanja Pegawai (Tunj. Khusus/Kegiatan) Rp. 351.100.000,-

Rp. 4.503.018.000,-

Belanja Gaji Pokok, Tunjangan dan uang Makan, digunakan untuk pembayaran Gaji Pokok, Pembulatan, Tunjangan Suami/Istri, Tunjangan Anak, Tunjangan Struktural, Tunjangan Fungsional, Tunjangan PPh, Tunjangan Beras, Tunjangan Umum, dan Uang Makan.

(7)

7

Belanja Uang Lembur digunakan untuk pembayaran lembur pegawai pada hari libur dan hari kerja yang melebihi jam kerja.

Tunjangan Khusus/Kegiatan, digunakan untuk pembayaran insentif pegawai tiap bulan sebanyak 84 pegawai.

2. Belanja Honorarium

a). Honor yang terkait dengan Output Kegiatan Rp. 319.920.000,- b). Honor yang terkait dengan Operasional Satker Rp. 96.600.000,-

Rp. 416.520.000,-

Honor yang terkait dengan output kegiatan, digunakan untuk pembayaran insentif pegawai tiap bulan yang dananya dari PNBP sebanyak 84 pegawai. Honor yang terkait dengan operasional satker, untuk pembayaran honorarium pengelola keuangan, honor panitia pengadaan barang/jasa, Tim Pengawas dan penerima barang serta honor untuk pemelihara sapi pada hari libur.

3. Belanja barang

a). Belanja Barang Operasional lainnya Rp. 3,514,039,000,- b). Belanja Barang Non Operasional Lainnya Rp. 948,151,955,-

Rp. 4,462,190,955,-

Belanja Barang Operasional, terdiri dari pengadaan Mini Straw, Liquid Nitrogen, Vaksin/obat hewan, Makanan Konsentrat, Peralatan Kebun, Peralatan kandang, Feed Suplement/mineral block, Pupuk Urea, Pupuk Phospat, Pupuk NPK , Dolamit, Pupuk KCl, Bahan Penunjang Produksi, Bahan Pokok Produksi, Bahan Penunjang Laboratorium, bahan Penunjang Laboratorium, Bahan Penampungan Semen, Papan tataban, dan papan slorog kandang.

Belanja Barang Non Operasional lainnya, digunakan untuk biaya pemotongan rumput, kebun HMT, peremajaan kebun rumput, pelelangan, pemasangan iklan, peremajaan kebun rumput, pengiriman semen beku, pemeliharaan ternak, pembuatan silase, pembuatan hay, penanaman rumput, penyediaan hijauan, kegiatan Lab uji, peningkatan SDM, pemeliharaan kebun HMT.

(8)

8 4. Belanja Modal

a). Belanja Modal Tanah Rp. 3,408,600.000,- b). Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp. 986,917,000,- d). Belanja Modal Lainnya Rp. 1.015.805.000,- Rp. 5.411.322.000,-

Belanja Modal Tanah, digunakan untuk pengadaan lahan kebun rumput seluas 56,512 m

Belanja Modal Peralatan dan Mesin, untuk pengadaan Freezing dan Mesin, Mikroskop, Incubator AV, Storage container, Chopper, dan Barang inventaris.

Belanja Modal Lainnya, digunakan untuk pengadaan pejantan lokal dan pembuatan pagar kebun

5. Belanja Pemeliharaan

a). Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan Rp. 514.079.000,- b). Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Rp. 365,419,000,-

Rp. 879.498.000,- Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan, digunakan untuk Pemeliharaan gedung dan bangunan, halaman dan lingkungan, jalan, kandang ternak, tempat pengering rumput.

Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin, digunakan untuk pemeliharaan AC split, Instalasi air, Listrik dan Telepon, pemeliharaan pompa sumur artesis, PH meter, Timbangan ternak, Dummy cow, Komputer, Laptop, Printer, Peralatan laboratorium,Chopper rumput gajah, chopper rumput halaman, pompa limbah, Internet/LAN, Kendaraan Roda 6, 4, 2, dan Traktor.

6. Belanja Perjalanan

a). Belanja Perjalanan Dinas Lainnya Rp. 376.500.000,- b). Belanja Perjalanan Biasa Rp. 178.253.000,- Rp. 554.753.000,-

(9)

9

Belanja Perjalanan Dinas Lainnya, untuk kegiatan penyidikan, penelaahan, & pengujian, peningkatan SDM, Peningkatan SDM, Konsultasi dan Koordinasi Perbibitan, Kegiatan SPI, dan mengikuti pameran.

Belanja Perjalanan Biasa, digunakan untuk konsultasi ke Pusa,t menghadiri pertemuan Teknis Kepegawaian, SPA, SAK, SIMAK, SIMONEV, Rakorteknas, pelatihan jabatan fungsional, Prajabatan Gol. II, III dll.

7. Belanja Langganan dan Jasa

a). Belanja Langganan Daya dan Jasa Rp. 330.000.000,-

Belanja Langganan Daya dan Jasa ,untuk Pembayaran Langganan Listrik dan Telepon.

8. Efisiensi Pelaksanaan Anggaran

Dari dana APBN sebesar Rp 17.811.747.000,- telah direalisasikan secara efisien dan efektif, sehingga dapat terealisasi sebesar Rp 16.652.304.768,- atau 93,58 %, sedangkan sisanya Rp 1.144.035.715,- (6,42%) merupakan hasil efisiensi dalam kegiatan pengadaan (belanja modal dan barang) yang tidak ditarik dari kas Negara.

(10)

10

III. PELAKSANAAN DAN PENCAPAIAN SASARAN PROGRAM/KEGIATAN SERTA ANGGARAN TAHUN 2012

A. ORGANISASI

Organisasi Balai Inseminasi Buatan Lembang ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 287/Kpts/OT.210/4/2002 tanggal 16 April 2002, tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Inseminasi Buatan.

1. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 287/Kpts/OT.210/4/2002 tersebut, tugas pokok BIB Lembang adalah melaksanakan produksi dan pemasaran benih unggul ternak serta pengembangan inseminasi buatan.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, BIB Lembang mempunyai fungsi sebagai berikut :

a) Pelaksanaan pemeliharaan ternak pejantan unggul;

b) Pelaksanaan pengujian keturunan dan fertilitas pejantan unggul; c) Pelaksanaan produksi dan penyimpanan semen beku unggul;

d) Pelaksanaan pencatatan dan penggunaan semen beku, serta pengawasan mutu semen beku;

e) Pelaksanaan pengembangan teknik dan metoda inseminasi buatan; f) Pemberian saran teknik produksi semen beku benih unggul;

g) Pemberian pelayanan teknik kegiatan pemeliharaan ternak;

h) Pemberian pelayanan teknik kegiatan produksi semen beku unggul; i) Pemberian informasi dan dokumentasi hasil kegiatan inseminasi buatan; j) Pelaksanaan distribusi dan pemasaran semen beku unggul;

k) Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

2. Stuktur organisasi

Struktur organisasi BIB Lembang sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 287/Kpts/OT.210/4/2002 tanggal 16 April 2002, dapat dilihat pada Lampiran 1.

(11)

11 B. KEPEGAWAIAN

1. Keadaan Pegawai

Jumlah pegawai BIB Lembang pada awal tahun 2012 sejumlah 86 orang, pada bulan April 2012 terjadi mutasi pegawai dari pusat 1 orang, dan pada bulan Oktober dan Nopember 2012 ada 2 orang pegawai yang memasuki Batas usia Pensiun sehingga keadaan pegawai pada akhir tahun 2012 sebanyak 85 orang yang terdiri dari :

a. Berdasarkan Pendidikan :

- Magister/S2 3 orang

- Dokter Hewan : 9 orang

- Sarjana Peternakan : 7 orang

- Sarjana Biologi : 1 orang

- D4/Strata IV : 2 orang

- D3/Sarjana Muda : 13 orang

- D2 : 1 orang

- SNAKMA/SLTA/SLTP/SD : 49 orang b. Pejabat Struktural 5 orang

- Kepala Balai (Es. III.a) : 1 orang - Kepala Seksi/Sub Bagian (Es. IV.a) : 4 orang c. Pejabat Fungsional 48 orang

- Pengawas Bibit Ternak : 24 orang

- Medik Veteriner : 8 orang

- Paramedik Veteriner : 13 orang - Pengawas Mutu Pakan : 6 orang

Mutasi pegawai pada TA. 2012 adalah sebagai berikut :

a. Pengangkatan CPNS menjadi PNS sebanyak 5 orang terhitung mulai tanggal 1 Mei 2012 terdiri dari :

1). N a m a : ALI KURNIAWAN, S.Pt

N I P : 19770723 201101 1 006

Pangkat/Gol. Ruang : Penata Muda , III/a 2). N a m a : ITA ROSITA, A.Md

N I P : 19800611 201101 2 008

Pangkat/Gol. Ruang : Pengatur, II/c

3). N a m a : GIYANTO, A.Md

N I P : 19870123 201101 1 006

(12)

12

4). N a m a : USEP AWALUDIN

N I P : 19840104 201101 1 007

Pangkat/Gol. Ruang : Pengatur Muda, II/a

5). N a m a : LIANA ASEP PUTRA

N I P : 19850123 201101 1 009

Pangkat/Gol. Ruang : Pengatu Muda, II/a

2.Kenaikan Pangkat

Pegawai yang naik pangkat sebanyak 17 orang, terdiri dari Kenaikan Pangkat Reguler 1 orang, Kenaikan Pangkat Pilihan 16 orang, Kenaikan Pangkat Pengabdian 2 orang, Kenaikan Jabatan sebanyak 8 orang, Pengaktifan kembali Dalam jabatan Fungsional 2 orang, Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional 4 orang

a. Tabel 1. Kenaikan pangkat regular 1 orang

b. Tabel 2. Kenaikan pangkat pilihan sebanyak 16 orang

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang

Awal, TMT

Pangkat/Gol. Ruang Akhir TMT 1 Drh. IGP Ngurah Raka

19680811 200312 1 001

Penata, IIIc 01-04-2009

Penata Tk.I, IIId 01-10-2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang

Awal, TMT Pangkat/Gol. Ruang Akhir TMT 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Zanzan Chairizal Allazhar 19610730 198303 1 002 Drh. Rudi Harsono 19780606 200801 1 018 Drh. Dwi Utami 19790721 200801 2 012 Asep Kurnia, S.Pt 19690904 199030 1 002 Rohman Mulyana 19671024 199303 1 001 Wulandini Solihah, S.Pt 19730320 200801 2 009 Nenda Hermawan 19700712 199303 1 001 Yeyet Yeti Sumiyati 19710914 199303 2 003 A n d i n

19580915 198203 1 002

Penata, III/c 01-04-2008 Penata Muda Tk. I, III/b

01-01-2008 Penata Muda Tk. I, III/b

01-01-2008 Penata Muda Tk. I, III/b

01-10-2009 Penata Muda Tk. I, III/b

01-10-2010 Penata Muda, III/a

01-01-2008 Penata Muda, III/a

01-04-2007 Penata Muda, III/a

01-04-2007 Pengatur Tk. I, II/d 01-04-2010 Penata Tk. I, III/d 01-10-2012 Penata, III/c 01-04-2012 Penata, III/c 01-04-2012 Penata, III/c 01-04-2012 Penata, III/c 01-10-2012 Penata Muda Tk. I, III/b

01-04-2012 Penata Muda Tk. I, III/b

01-04-2012 Penata Muda Tk. I, III/b

01-04-2012 Penata Muda, III/a

(13)

13

c. Kenaikan pangkat pengabdian

Tabel 3. Kenaikan Pangkat Pengabdian sebanyak 2 orang

d. Pengaktifan kembali dalam Jabatan Fungsional

Tabel 4. Pengaktifan kembali dalam jabatan fungsional sebanyak 2 orang 10. 11 12 13 14 15 16

Lina Eka Nuryulianti, A.Md 19840724 200801 2 008 Yadi Kusmayadi

19671208 200312 1 001 Sari Rismawati, A.Md 19820429 200912 2 003 Oman Kustiawan

19670105 200112 1 001 Diman Sudirman, A.Md 19770729 200912 1 002 Gusti anita, A.Md

19830826 200912 2 004 Ade Sutaryat 19790818 200604 1002 Pengatur, II/c 01-01-2008 Pengatur, II/c 01-04-2010 Pengatur, IIc 01-12-2009 Pengatur, II/c 01-10-2010 Pengatur, IIc 01-12-2009 Pengatur, II/c 01-12-2009

Pengatur Muda Tk. 1, II/b 01-04-2010 Pengatur Tk. I, II/d 01-04-2012 Pengatur Tk. I, II/d 01-04-2012 Pengatur Tk. 1,II/d 01-04-2012 Pengatur Tk.1,II/d 01-10-2012 Pengatur Tk.1/II/d 01-10-2012 Pengatur Tk. 1/II/d 01-10-2012 Pengatur, II/c 01-04-2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang

Awal, TMT Pangkat/Gol. Ruang Akhir TMT 1. 2. Ida Widaningrum 19560919 198003 2 001 Ade Kosim 19561020 198303 1 001 Penata Tk. I, III/d 01-04-2010 Pengatur Muda, II/a

01-04-1999

Pembina, IV/a 01-10-2012

Pengatur Muda Tk.I, II/b 01-11-2012

No. Nama/NIP Jabatan Awal

TMT Jabatan Akhir TMT 1. 2. Drh. Emi Rochmiati 19591116 198603 2 001 Ir. Astuti Witarsa

19591130 198603 2 001

Kasi Yantek Produksi 01-10-2002 Kasi Jasa Produksi

20-08-2009

Medvet Muda 01-04-2012 Wasbitnak Madya

(14)

14

e. Kenaikan Jabatan

Tabel 5. Kenaikan Jabatan sebanyak 9 orang

f. Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional

Tabel 6. Pengangkatan Pertama dalam jabatan fungsional sebanyak 4 orang

No. Nama/NIP Jabatan Awal / TMT Jabatan Akhir / TMT 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Agus Praptono, SST 19631028 198303 1 002 Drh. Ida Zahidah Irfan 19780622 200604 2 001 Drh. Aisyatus Salamah 19780220 200604 2 001 Drh. Rudi Harsono 19780606 200801 1 018 Drh. Dwi Utami 19790721 200801 2 012 Asep Kurnia, S.Pt 19690904 199303 1 002 Euis Hartini 19600522 198503 2 001 Ulus Rustandi, S.Pt 19691010 199103 1 002 A n d i n 19580915 198203 1 002 PMV Pel. Lanjutan 01-06-2000 Medvet Pertama 01-09-2010 Medvet Pertama 01-09-2010 Medvet Pertama 01-12-2009 Medvet Pertama 01-12-2009 Wasbitnak Pertama 01-04-2006 Wasbitnak Pel. Lanjutan Wasbitnak Pertama 01-10-2006 Wastukan Pelaksana 01-01-2006 PMV Penyelia 01-03-2012 Medvet Muda 01-03-2012 Medvet Muda 01-03-2012 Medvet Muda 01-03-2012 Medvet Muda 01-04-2012 Wasbitnak Muda 01-03-2012 Wasbitnak Penyelia 01-08-2012 Wasbitnak Muda 01-08-2012 Wastukan Pel. Lanjutan 01-03-2012

No. Nama/NIP Jabatan Awal / TMT Jabatan Akhir / TMT 1. 2. 3. 4. . Drh. Krislenika Higita 19850905 200912 2 003 Mila Karmila, A.Md 19700716 200312 2 001 Dede Supriatna 19780321 200604 1 011 T o h i d i n 19780228 200701 1 001 Calon Medvet Calon Wasbitnak Perawat Ternak Perawat Ternak Medvet Muda 01-04-2012 Wasbitnak Pelaksana 01-09-2012 Wasbitnak Pelaksana 01-03-2012 Wasbitnak Pelaksana 01-03-2012

(15)

15 3. Kenaikan Gaji Berkala

Tabel 7. Kenaikan Gaji Berkala sebanyak 45 orang 1). Per Tanggal : 1 Januari 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Drh. Rudi Harsono 19780606 200801 1 018 Drh. Dwi Utami 19790721 200801 2012 Wulandini Solihah, S.Pt 19730320 200801 2 009 Heni Setiawati, A.Md 19820430 200801 2 012 Lina Eka Nuryulianti, A.Md 19840724 200801 2 008 Liana Asep Putra

19850123 2011 1 009 Usep Awaludin

19840104 201101 1 007

Penata Muda Tk. I, III/b Penata Muda Tk. I, III/b Penata Muda, III/a Pengatur, II/c Pengatur, II/c

Pengatur Muda, II/a Pengatur Muda, II/a

2.037.600,- 2.037.600,- 1.954.900,- 1.825.000,- 1.751.000,- 1.505.400,- 1.505.400,- 2.094.000,- 2.094.000,- 2.009.000,- 1.875.600,- 1.799.500,- 1.648.900,- 1.648.900,-

2). Per Tanggal : 1 Pebruari 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. . Harun Arosyid 19750716 200710 1 001

Pengatur Muda Tk. I, II/b 1.774.200,- 1.823.200,-

3). Per Tanggal : 1 Maret 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang

Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Drh. Maidaswar, M.Si 19670519 199403 1 001 Drh. Emi Rochmiati 19591116 198603 2 001 Ir. Astuti Witarsa

19591130 198303 2 001 Sudirman, BA 19571005 197903 1 001 Pipih Supiah 19581230 198103 2 002 Setiadi Pramuraharjo 19580529 198103 1 001 Agus Praptono, SST 19631028 198303 1 002 Krismono, SST 19640607 198303 1 002 Ulus Rustandi, S.Pt 19691010 199103 1 002 Pembina, IV/a Pembina, IV/a Pembina, IV/a Penata Tk. I, III/d Penata Tk. I, III/d Penata Tk. I, III/d Penata, III/c Penata, III/c

Penata Muda Tk. I, III/b

2.792.800,- 3.114.800,- 3.114.800,- 3.071.000,- 2.988.400,- 2.988.400,- 2.789.900,- 2.789.900,- 2.400.000,- 2.870.000,- 3.200.900,- 3.200.900,- 3.155.900,- 3.071.000,- 3.071.000,- 2.867.100,- 2.867.100,- 2.466.400,-

(16)

16

4). Per Tanggal : 1 April 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Asep Kurnia, S.Pt 19690904 199303 1 002 Rohman Mulyana 19671024 199303 1 001 Didi Supriadi 19710616 199303 1 001 Drh. Ida Zahidah Irfan 19780622 200604 2 001 Drh. Aisyatus Salamah 19780220 200604 2 001 Asep Suparman 19690605 199303 1 001 Nenda Hermawan 19700712 199303 1 001 Yeyet Yeti Sumiyati 19710914 199303 2 003 Argi Argiris, S.Pt, MP 19820520 200604 1 001 Dede Murfi 19590511 198203 1 002 Yadi Kusmayadi 19671208 200312 1 001 Mila Karmila, A.Md 19700716 200312 2 001 Sutisna 19630720 198503 1 002 E. Kostawa Ahmad 19570520 198303 1 001 N a n a 19630313 199002 1 001 W a n d a 19621230 199203 1 001 Didi Mulyadi 19641015 200604 1 016

Penata Muda Tk.I, III/b Penata Muda Tk. I, III/b Penata Muda Tk. I, III/b Penata Muda Tk. I, III/b Penata Muda Tk. I, III/b Penata Muda Tk. I, III/b Penata Muda, III/a Penata Muda, III/a Penata Muda Tk. I, III/b Pengatur Tk. I, II/d Pengatur, II/c Pengatur, II/c

Pengatur Muda, II/a Pengatur Muda, II/a Pengatur Muda, II/a Pengatur Muda, II/a Juru Muda Tk. I, I/b

2.643.300,- 2.643.300,- 2.643.300,- 2.378.300,- 2.378.300,- 2.643.300,- 2.536.100,- 2.536.100,- 2.281.800,- 2.657.700,- 2.334.500,- 2.201.100,- 2.279.100,- 2.279.100,- 2.279.100,- 2.279.100,- 1.631.100,- 2.722.300,- 2.722.300,- 2.722.300,- 2.449.300,- 2.449.300,- 2.722.300,- 2.611.900,- 2.611.900,- 2.349.900,- 2.737.100,- 2.404.200,- 2.266.800,- 2.347.100,- 2.347.100,- 2.347.100,- 2.347.100,- 1.676.200,-

5). Per Tanggal : 1 Mei 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang

Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. 2. 3. Wati Komarawati 19640819 198503 2 001 Euis Hartini 19600522 198503 2 001 Agus Sudiatna 19690820 199803 1 001 Penata, III/c

Penata Muda Tk. I, III/b Pengatur Muda, II/a

3.099.300,- 2.722.300,- 2.086.500,- 3.191.900,- 2.803.600,- 2.148.800,-

(17)

17

6). Per Tanggal : 1 Agustus 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol.

Ruang Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. 2. 3. 4. 5.

Wiyah Sabarini, A.Md 19760802 200501 2 001 Didi Roharya

19770721 200604 1 010 Dede Supriatna

19780321 200604 1 011 Agan Wahid Qodarudin 19800807 200604 1 016 Ade Sutaryat 19790818 200604 1 016 Pengatur Tk. I, II/d Pengatur Muda Tk. I, II/b Pengatur Muda Tk. I, II/b Pengatur , II/c Pengatur Muda Tk. I, II/b 2.227.700,- 1.991.100,- 1.991.100,- 2.075.300,- 1.991.100,- 2.294.200,- 2.050.500,- 2.050.500,- 2.137.200,- 2.050.500,-

7). Per Tanggal : 1 September 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. Drh. IGP. Ngurah Raka

19680811 200312 1 001

Penata, III/c 2.837.500,- 2.992.200,-

8). Per Tanggal : 1 Desember 2012

No. Nama/NIP Pangkat/Gol. Ruang Gaji Pokok lama (Rp.) Gaji Pokok baru (Rp.) 1. 2. Oman Kustiawan 19670105 20112 1 001 Iman Sukirman 19820812 200912 1 007 Pengatur, II/c

Pengatur Muda, II/a

1.956.700,- 1.648.900,-

2.075.300,- 1.698.200,-

4. Peningkatan Sumber Daya Manusia

Selama tahun 2012 pegawai yang telah mengikuti Peningkatan Kompetensi sebanyak 15 orang terdiri dari Diklatpim IV, Diklat Dasar Wastukan, Diklat Dasar Wasbitnak Terampil dan Ahli, Sosialisasi PP 54 Tahun 2010, Diklat Bendahara Pengeluaran, Sosialisasi SAK dan SIMAK BMN Angkatan II dan Keprotokolan juga telah di adakan inhouse training sebanyak 3 kali pertemuan yaitu Inhouse Training :

1. Prosessing dan Pengujian Mutu Semen diikuti oleh 44 orang pegawai, narasumber dari FKH IPB yaitu Prof. Dr.Dra.R. IIs Arifianti, MSi.

2. Manajemen Kesehatan Hewan yang diikuti oleh 18 orang pegawai, nara sumber dari Bagian Klinik Fakultas Kedokteran Hewan IPB yaitu Dr.Drh.Retno Wulansari

(18)

18

3. Understanding dan Developing ISO 9001 : 2008 Quality Management System yang diikuti oleh 15 orang pegawai, nara sumber dari AN Training & Consulting yaitu Dr. Agus Nurhadi, DEA.

Pegawai yang sedang mengikuti Tugas Belajar Program Pasca Sarjana sebanyak 2 orang yang dilaksanakan di IPB Bogor

Grafik 1. Kenaikan Gaji Berkala di BIB Lembang Tahun 2012

C. ADMINISTRASI UMUM

Surat Menyurat

Administrasi surat menyurat dilaksanakan dengan sistem sentralisasi pada Sub. Bag. Tata Usaha BIB Lembang dengan berpedoman pada Pedoman Tata Naskah Dinas dan Pola Klasifikasi Kearsipan Departemen Pertanian.

Jumlah surat yang masuk pada tahun 2012 sebanyak 1.753 pucuk surat dan jumlah surat keluar sebanyak 1.930 pucuk surat, dengan perincian sebagaimana pada tabel 8 di bawah ini.

7 1 9 17 3 5 1 2 Januari Pebruari Maret April Mei Agustus September Desember

(19)

19

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa penerimaan surat masuk tertinggi terdapat pada bulan Mei yang berjumlah 268 surat, sedangkan terendah pada bulan Juli sebanyak 94 surat.

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah surat keluar tertinggi terdapat pada bulan Maret yang berjumlah 246 surat, dan yang terendah pada bulan Januari yang berjumlah 88 surat. 119 153 140 135 268 133 94 115 121 110 238 127 0 50 100 150 200 250 300

Grafik 2. Jumlah surat yang masuk Tahun 2012

88 175 246 166 188 223 138 91 143 202 161 109 0 50 100 150 200 250 300

(20)

20 D. PERLENGKAPAN

1. Pengadaan Barang/Jasa.

Pengadaan barang/jasa yang bersumber dari Anggaran DIPA maupun KSO berpedoman pada Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pengadaan barang inventaris dengan sumber dana dari DIPA meliputi pengadaan lahan kebun rumput, freezing dan mesin, mikroskop, incubator AV, storage container, chopper, pejantan lokal, pagar kebun, dan barang inventaris.

Pengadaan sarana/peralatan yang berasal dari Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak ketiga meliputi Pembelian kontainer, sepeda motor, dan barang inventaris lainnya. Semua barang tersebut dikelola sesuai ketentuan dan menjadi barang/kekayaan milik negara.

2. Pengurusan Barang

Kegiatan penerimaan, penyimpanan, pengeluaran/penyaluran, pembukuan registrasi dan inventarisasi pada Unit pemakai Barang (UPB) Balai Inseminasi Buatan Lembang maupun Kerjasama Operasional (KSO) Tahun 2012, masing-masing dilakukan oleh Pengurus Barang yang ditunjuk dengan Surat Keputusan Kepala Balai Inseminasi Buatan Lembang. Pelaksanaan pengurusan barang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Daftar inventaris barang (UPB) Balai Inseminasi Buatan Lembang dapat dilihat pada Lampiran 2.

3. Pengelola Gudang

Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) telah dilaksanakan dengan menggunakan Aplikasi Program Sistem Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) yang setiap 6 (enam) bulan disatukan (restore) ke dalam Aplikasi Program Sistem Akuntansi Instansi (SAI).

Sebagai pertanggungjawaban atas pengurusan barang sesuai dengan PP No. 6 Tahun 2006, Kuasa Pengguna Barang menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) & Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) untuk disampaikan kepada pengguna barang.

Tabel 8. Pengiriman laporan barang TA. 2012.

No Jenis Laporan

Barang Nomor Laporan Tanggal Kirim

1. Semester I BAR.450/WKN.08/KNL.01/SEM.1/TA.2012//2012 09 -07- 2012 2. Semester II BAR.267/SAT.11 TA 2012/WKN.8/KNL.01/2013 09 – 01- 2013

(21)

21

4. Pengawasan Barang

Pengawasan terhadap pengelolaan barang di Balai Inseminasi Buatan Lembang dilakukan dengan pemeriksaan setiap 3 bulan sekali atau per Triwulan oleh Atasan Langsung Pengurus Barang. Pemeriksaan oleh aparat pengawasan fungsional (Itjen Deptan, BPK dll.)

E. KEUANGAN

1. Sumber dan Jumlah Anggaran

Tahun Anggaran 2012 BIB Lembang memperoleh alokasi dana APBN sebesar Rp. 17.811.747.000,- (DIPA dan PNBP), dengan Sisa anggaran disetor ke kas negara berjumlah Rp. 1.144.035.715,-. Realisasi penggunaan berdasarkan sumbernya adalah sebagai berikut :

Tabel 9. Pagu dan Realisasi Anggaran DIPA TA. 2012

NO BELANJA PAGU (Rp) REALISASI (Rp) %

1 DIPA 16.545.294.000 15.505.081.253 93.71

2 PNBP 1.266.453.000 1.162.630.632 91,80

JUMLAH 17.811.747.000 16.667.711.285 93,58

Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan Anggaran DIPA tahun 2012, dibuat rekapitulasi penggunaan anggaran per jenis pengeluaran pada tabel dibawah ini.

(22)

22

Tabel 10. Rekapitulasi Penggunaan Anggaran DIPA TA. 2012

NO JENIS PENGELUARAN PAGU DALAM JUMLAH SISA DANA

DIPA (Rp) SPP/SPM (Rp) (Rp)

I. BELANJA PEGAWAI

511111 Belanja gaji pokok PNS 2.729.518.000 2.729.517.000 20 511119 Belanja pembulatan gaji PNS 65.000 63.510 1.490 511121 Belanja Tunj. Suami/istri PNS 212.453.000 212.452.910 90 511122 Belanja Tunj. Anak PNS 64.358.000 64.357.679 321 511123 Belanja Tunj. Struktural PNS 46.620,000 46.620.000 - 511124 Belanja Tunj. Fungsional PNS 178.710.000 178.710.000 - 511125 Belanja Tunj. PPh PNS 81.993.000 81.992.459 541 511126 Belanja Tunj. Beras PNS 205.005.000 205.004.650 350 511129 Belanja Tunj. Uang Makan PNS 504.631.000 504.631.000 - 511134 Belanja Tunj. Kompensasi Kerja PNS 351.100.000 351.100.000 - 511151 Belanja Tunj. Umum PNS 78.355.000 78.355.000 - 512211 Belanja Uang Lembur 50.210.000 50.156.000 54.000 JUMLAH I 4.503.018.000 4.502.961.188 56.812 II. BELANJA BARANG

1. Belanja Barang operasional

521111 Keperluan sehari2 perkantoran 100.200.000 99.537.050 662.950 521114 Pengirian surat-surat dinas 3.000.000 2.822.300 177.700

JUMLAH BELANJA BARANG 103.200.000 102.359.350 840.650

521115 Honor yang terkait dg. Op. Satker 96.600.000 80.400.000 16.200.000 521114 Pengirian surat-surat dinas 3.000.000 2.822.300 177.700 1. Belanja Barang non operasional

521211 Belanja bahan 3.727.724.000 3.293.200.050 434.523.950 521213 Honor output kegiatan 35.070.000 35.065.000 5.000 Jumlah 1 3.762.794.000 3.328.265.050 434.528.950

1. Jasa

522111 Langganan daya dan jasa 240.000.000 180.208.910 59.791.090 Jumlah 2 240,000,000 180.208.910 59.791.090

2. Belanja Pemeliharaan

523111 Pem. Gedung dan bangunan 514.079.000 509.829.280 4.249.720 523121 Pem.Peralatan dan Mesin 365.419.000 355.763.488 9.655.512 Jumlah 3 879.498.000 865.592.768 13.905.232

3. Belanja Perjalanan

524111 Belanja Perjalanan biasa 178.253.000 147.742.735 30.510.265 524119 Belanja perjalanan lainnya 376.500.000 372.962.092 3.537.908 Jumlah 4 554.753.000 520.704.827 34.048.173

JUMLAH BELANJA BARANG NON OPERASIONAL 5.437.045.000 4.894.771.555 542.273.445

JUMLAH II 5.540.245.000 4.997.130.905 543.114.095 III. BELANJA MODAL

532111 Blj. Modal Peralatan dan mesin 986.917.000 985.975.000 942.000 531111 Blj. Modal Tanah 3.408.600.000 3.408.577.000 23.000

536111 Blj. Modal lainnya 1.015.805.000 646.114.230 369.690.770 JUMLAH III 5.411.322.000 5.040.666.230 370.655.770 IV. PEMBINAAN PNBP

521119 Blj. Barang Non Operasional 570.033.000 503.477.940 66.555.060 521213 Honor yg terkait ouput kegiatan 319.920.000 286.190.000 33.730.000

524119 Blj. Perjalanan lainnya 376.500.000 1.162.630.032 103.822.968

JUMLAH IV

(23)

23 2. Penerimaan Pajak

Penerimaan Negara dari sektor pajak yang dipungut dan disetorkan oleh Bendaharawan atas kegiatan anggaran DIPA dan KSO selama TA. 20112 sebesar Rp.1.174.345.298,- dengan perincian sebagaimana pada Tabel dibawah ini.

Tabel 11. Penerimaan Negara dari Sektor Pajak TA. 2012

No. Sumber Anggaran PPN (Rp)

PPH PS 21 (RP) PPH Ps 22 (Rp) Jumlah (Rp) 1 DIPA 410.219.884 133.205.659 255.590.746 799.016.289 2 KSO 45.799.738 20.962.425 7.507.403 74.269.566 JUMLAH 456.019.622 154.168.084 263.098.149 873.285.855

Grafik 4. Penerimaan Negara dari Sektor Pajak TA.2012

3. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Balai Inseminasi Buatan Lembang pada TA. 2012 sebesar Rp. 4.059.401.186,- atau 162,37 % dari target Rp. 2.500.000.000,-. Dan seluruhnya sudah disetor ke Kas Negara. Jenis dan sumber PNBP berasal dari : penjualan semen beku, sewa rumah dinas, penjualan sapi afkir, Sisa Hasil Usaha (SHU) kerjasama dan lain-lain. Realisasi PNBP TA. 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 809,234,341 atau 24,89 %

0.00 100,000,000.00 200,000,000.00 300,000,000.00 400,000,000.00 500,000,000.00 600,000,000.00 700,000,000.00 800,000,000.00 900,000,000.00 PPN PPH PS 21 PPH Ps 22 Jumlah 410,219,884.00 133,205,659 255,590,746 799,016,289 45,799,738 20,962,425 7,507,403 74,269,566 456,019,622 154,168,084 263,098,149 873,285,855 DIPA KSO JUMLAH

(24)

24

dibandingkan dengan realisasi PNBP tahun 2011 sebesar Rp. 3.250.166.845,-. Besarnya PNBP Balai Inseminasi Buatan Lembang dari tahun 2005 sampai tahun 2012 dapat dilihat pada grafik 5 dibawah ini.

Grafik 5. Penerimaan Negara Bukan Pajak BIB Lembang Tahun 2005 s/d Tahun 2012

PNBP ini termasuk kategori pemasukan yang cukup tinggi dibanding UPT lain lingkup Kementerian Pertanian. Rincian penerimaan PNBP Tahun 2012 terlihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BIB Lembang TA. 2012

No. Jenis Penerimaan Jumlah (Rp)

I. PENERIMAAN UMUM

a. Sewa rumah dinas 93,948,250

b. Sewa Guest House 55.840.000

c. Jasa giro 13,611,761

d. Pendapatan Jasa Tenaga Kerja 15,600.000

e. Pengembalian belanja TAYL 2,060,000

f. Denda keterlambatan 64,947,247

h. Sewa Tanah 2.475.000

JUMLAH PENERIMAAN UMUM (I) 248,482,258

II. PENERIMAAN FUNGSIONAL

a. Penjualan Hasil Peternakan :

- Semen Beku 1.975,218,000

- Hasil Usaha Kerjasama 784,257,600

- Efisiensi KSO Th. 2011 624,540,228

b. Penjualan lainnya 116,753,100

c. Penjualan asset lainnya 310,150,000

JUMLAH PENERIMAAN FUNGSIONAL (II) 3,810,918,928

J U M L A H (I) + (II) 4,059,401,186 0 500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 4000000 4500000 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 958,313 1,195,736 1,823,399 2,271,876 2,710,699 3,089,197 3,250,166 4,059,401

PNBP Tahun 2005 s/d 2012

(25)

25

F. PEMELIHARAAN TERNAK

1. SARANA, PRASARANA DAN ALAT

 Kandang Sapi 175 unit, Kambing dan Domba 17 unit serta tempat Chooper

 Kandang keswan 3 unit

 Kebun Rumput Gajah = 177.625 m2 yang berada di : o Dalam kompleks BIB Lembang = 11.000 m2

o Bukanagara = 20.000 m2

o Desa Cikareumbi = 50.000 m2

o Pojok = 42.702 m2 (pengadaan 2012

2.589 m2)

o Kasomalang = 53.923 m2 (pengadaan 2012)

 Line Bull (R. Afrika) = 19.000 m2

 Peralatan

o Truck : 3 unit o Pick Up : 2 unit

o Mesin coper : 3 unit (1 unit dalam perbaikan)

o Tracktor : 3 unit terdiri dari 2 unit hand tractor dan 1 unit big tractor.

Pada tahun 2012 telah dibangun 20 unit kandang pejantan di kebun Banpres yang dibiayai dari dana KSO tahun 2012, sebagai kandang persiapan rencana hibah pejantan dari BPTU dan BET Cipelang

2. KEADAAN TERNAK.

Pejantan yang dipelihara di BIB Lembang pada awal TA. 2012 sebanyak 199 ekor, yang terdiri dari 19 ekor pejantan sapi perah dan 164 ekor pejantan sapi potong, 8 ekor Domba dan 8 ekor Kambing. Perincian jenis/bangsa pejantan Sapi, Domba/ Kambing dan sumber dana pengadaannya dapat dilihat pada Tabel. 13

(26)

26

Tabel .13 Rincian Jumlah Sapi Pejantan dan Sumber Dana Pengadaannya TA. 2012

No Jenis / Bangsa Sapi Pejantan

Sumber Dana Pengadaan (ekor)

Jumlah (ekor) APBN/ DIPA Bantuan KSO A. SAPI PERAH : - Holstein - FH PROGENY - CANDIDAT BULL FH UJI PROGENY 5 - -5 2 7 - - - 10 2 7 B. SAPI POTONG 1. Ongole 2. Brahman 3. Simmental 4. Limousin 5. Brangus 6. Angus 2 10 65 64 - 4 - - 4 - - - 3 4 3 3 2 - 5 14 72 67 2 4 \ Jumlah 150 18 15 183

TOTAL SAPI (A) 150 18 14 183

D. KAMBING:

-Peranakan Etawa (PE) -Boer -Saanen -Alpine 3 - 1 1 - 3 - - - - - - 3 3 1 1 Jumlah (B) 5 3 8 E. DOMBA - Domba Garut - Domba Texel 3 - - - 3 2 6 2 Jumlah (C) 3 - 5 8 TOTAL (A+B+C) 160 10 29 199

Dalam TA 2012 terjadi mutasi ternak pejantan karena penambahan / pengadaan, pengurangan (afkir, potong paksa dan mati. Penambahan pejantan sebanyak 14 ekor terdiri atas 13 ekor pejantan lokal dari DIPA terdiri atas sapi Ongole 5 ekor, Madura 2 ekor, Kerbau 1 ekor dan Kambing PE 5 ekor, serta 1 ekor pejantan FH dari dana KSO seperti terlihat pada grafik 6 dibawah ini, sedangkan nama dan identitas pejantan terdapat dalam lampiran 3. Dari pengadaan 14 ekor, 11 ekor diantaranya sudah berproduksi.

(27)

27

Grafik 6. Penambahan Pejantan Lokal Masing-masing Breed Tahun 2012

Pengurangan sapi pejantan sebanyak 20 ekor akibat afkir / potong paksa dan kematian, dengan rincian :

1 Tidak Layak Bibit / Afkir sebanyak 11 ekor : a. Simmental : Ubeaut/69919, Sandya/69833, Vangelis/60042, V.

Princ/60041, Bestbuy/60651, Limousin : TC. Eleven/80643, Kambing PE : Etano/200301 dan Kambing Boer : Tom/200404,

Rambo/200405 tanggal 28 Juli 2012

b. FH : Fury/30696, Brahman : Jonty/49662 tanggal 18 September 2012

Pelelangan dilaksanakan oleh Petugas Lelang KPKNL Bandung. 2 Potong paksa pejantan sebanyak 3 ekor, yaitu :

a. SAGUNA / 69938 (Simmental) tanggal 2 Februari 2012

b. SAUMAREZ/60045 (Simmental) tanggal 11 Agustus 2012 karena Tremor dan Tympany

c. Brandon/140631 (Brangus) tanggal 3 September 2012 karena Postitis

dan Uremia

Pejantan-pejantan yang potong paksa umumnya sudah tua dan tertunda pengafkirannya karena diharapkan masih dapat memberi kontribusi produksi semen beku meskipun beresiko tinggi mengalami gangguan kesehatan. Hasil penjualan telah disetor ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

5

2

5

1

1

Penambahan Pejantan Lokal Tahun 2012

Ongole Madura Kambing FE Kerbau FH

(28)

28

3. Kematian pejantan sebanyak 6 (enam) ekor, yaitu :

- UGRAHA/69921 (Simmental) tanggal 17 Maret 2012 karena

Cardiomegali

- FORSA/30698 (FH) tanggal 16 April 2012 karena Slik Pneumonia - TC. TEN/80649 (Limousin) tanggal 22 Mei 2012 karena Chronic

Emphysema Pulmonum, Myocarditis

- CHESTER/80759 (Limousin) tanggal 3 Juni 2012 karena Slik

Pneumonia, Tympany dan Prolapsus Ani

- ERGAS/200302 (Kambing PE) tanggal 5 Juni 2012 karena Slik

Pneumonia dan Pneumonia

- BREMEN/60655 (Simmental) tanggal 5 Juni 2012 karena Tympany

dan Urolithiasis

Mekanisme penanganan sapi sakit/afkir/cacat berat dilaksanakan berdasarkan pertimbangan teknis/profesional melalui pengamatan Medik/Paramedik Veteriner serta Wasbitnak yang akan dijadikan dasar kepala balai dalam menetapkan tindakan terhadap sapi - sapi yang sakit/tidak produktif.

.

Dengan demikian selama TA. 2012 terjadi penambahan jumlah pejantan sebanyak 14 ekor, sedangkan pengurangan ternak sebanyak 20 ekor, sehingga pada saat ini jumlah pejantan yang dipelihara sebanyak 193 ekor terdiri dari sapi pejantan 175 ekor , Kerbau 1 ekor dan Kambing/Domba sebanyak 17 ekor sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 14. Dari pengadaan 14 ekor, 11 ekor diantaranya sudah berproduksi.

(29)

29

Tabel 14. Rincian Jumlah Pejantan Sapi, Kerbau, Kambing dan Domba berdasarkan Bangsa dan Sumber Dana Pengadaannya sampai saat ini

No Jenis / Bangsa Sapi Pejantan

Sumber Dana Pengadaan (ekor)

Jumlah (ekor) APBN/ DIPA Bantuan KSO A. SAPI PERAH : - Holstein - FH PROGENY - CANDIDAT BULL FH UJI PROGENY 5 - -5 4 3 - - 1 10 4 4 B. SAPI POTONG 1. Ongole 2. Brahman 3. Simmental 4. Limousin 5. Brangus 6. Angus 7. Madura 7 9 56 61 - 4 2 - - 4 - - - - 3 4 3 3 1 - - 10 13 63 64 1 4 2 \

Jumlah Sapi (A) 144 16 15 175

C. KERBAU (B) 1 - - 1

D. KAMBING:

-Peranakan Etawa (PE) -Boer -Saanen -Alpine 6 - 1 1 - 1 - - - - - - 6 1 1 1 Jumlah (C) 8 1 9 E. DOMBA - Domba Garut - Domba Texel 3 - - 3 2 6 2 Jumlah (D) TOTAL (B+C+D+E) 156 17 20 193

(30)

30

Grafik 7. Jumlah Pejantan BIB Lembang Tahun 2006 – 2012

3. PERAWATAN DAN KESEHATAN TERNAK

Untuk mempersiapkan sapi pejantan agar tetap dalam kondisi prima dan siap untuk ditampung, maka perawatan dan kesehatan ternak harus selalu mendapatkan perhatian yang baik.

Perawatan sapi pejantan dilaksanakan setiap hari dengan cara dimandikan setiap pagi, terutama dibersihkan dari kotoran yang menempel pada badan dengan cara disikat agar pada waktu ditampung semen segar yang dihasilkan tidak tercemar oleh kotoran.

Sebagian sapi pejantan yang sudah ditampung, digembalakan di padang penggembalaan (line bull) selama 24 jam atau di Courshal (untuk kandang bawah) selama 4-5 jam agar dapat melakukan exercise (gerak badan), memperoleh sinar matahari yang cukup, memelihara kesehatan kuku dan merangsang pembentukan hormon testosteron. Sapi pejantan yang sudah exercise dimandikan di bull crush, disemprot desinfektan ectoparasit seperti Butox 1 % dan dipping kuku dalam larutan PK 1 ‰ selama + 15 menit.

10 60 110 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 51 81 88 97 138 201 193

Jumlah

Pejantan

(31)

31

Penanganan kesehatan sapi pejantan dan biosecurity secara umum dilakukan sebagai berikut :

1. Penolakan Penyakit.

Dilakukan terhadap pejantan yang didatangkan dari luar baik melalui pengadaan, bantuan maupun hibah dari BPTU atau BET Cipelang dengan melakukan 2 kali pengujian terhadap minimal 10 macam penyakit yaitu pada saat dilapangan dan masa karantina. Hanya pejantan yang bebas penyakit dari 2 kali pengujian yang dibolehkan diserahkan ke balai.

2. Pencegahan Penyakit.

Pencegahan terhadap penyakit dilakukan dengan cara :

a. Pemberian vitamin secara suntikan 1 kali sebulan, yaitu bersamaan dengan dilakukannya penimbangan Berat Badan awal bulan.

b. Pemberian makanan tambahan (feed supplement / feed additive) berupa kecambah kacang hijau sebanyak 400 - 600 gr/hari/ekor dan campuran mineral dan vitamin (bubuk) sebanyak 15 gram per ekor per hari dan pemberian mineral Selenium (SE) sebanyak 7 gram per ekor per hari. c. Penyemprotan desinfektan ektoparasit dan perendaman kuku selama 15

menit setiap kali sapi pejantan kembali dari padang penggembalaan (line bull).

d. Untuk kesehatan kuku dilakukan intensifikasi dipping kuku setiap hari termasuk pada hari libur oleh petugas Medik dan Paramedik sampai sembuh.

e. Pemotongan kuku dilaksanakan setiap 2 – 4 bulan sekali oleh tim potong kuku.

f. Pencegahan penyakit menular dari luar lokasi/pengunjung dilakukan dengan cara setiap pengunjung diwajibkan untuk mensucihamakan sepatu/alas kaki pada bak desinfektan yang disediakan didepan pintu gerbang masuk BIB Lembang dan sepraying desinfektan terhadap kendaraan yang masuk lingkungan Balai.

g. Secara periodik dilakukan sanitasi kandang berupa pengapuran lantai depan dan belakang kandang serta spraying desinfektan pada lantai kandang.

3. Pemberantasan Penyakit.

Pemberantasan terhadap penyakit melalui pengobatan secara dini oleh medik dan paramedik veteriner terhadap pejantan yang mengalami gangguan kesehatan berdasarkan diagnosa hasil pengamatan harian maupun atas rekomendasi dari laboratorium pengujian.

4. Pengendalian Penyakit.

Pengendalian penyakit dilaksanakan dengan cara melakukan pemeriksaan/pengujian penyakit secara rutin bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner Jogjakarta, BBLITVET Bogor, BPPV Subang dan IPB Bogor.

(32)

32

Pada tahun 2012 dilakukan pemeriksaan/pengujian 2 (dua) kali secara aktif dan pasif, yaitu :

a. Pemeriksaan I (aktif) dilakukan dengan mengirim spesimen sebanyak 197 ekor untuk dilakukan pengujian terhadap penyakit Brucellocis, Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), Bovine Viral Diare (BVD), Leptospirosis, Trichomoniasis, Vibrocis (campylobacter), Enzootic Bovine Leucosis (EBL), Paratuberculocis, Parasit darah dan Helminthiasis yang dilaksanakan tanggal 3 April dan pemeriksaan mineral darah sebanyak 197 ekor tanggal 5 April.

b. Pemeriksaan II (pasif) dilakukan dalam rangka surveilance penyakit dari BBVET Wates dan BPPV Subang sebanyak 179 ekor dengan melakukan pengambilan spesimen darah, serum, preputium wash dan feses yang dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 Oktober dengan jenis pemeriksaan terhadap penyakit yang sama dengan diatas.

4. PENYEDIAAN MAKANAN TERNAK

Untuk menjamin agar kualitas semen yang dihasilkan memenuhi persyaratan untuk diproses menjadi semen beku, maka pemberian pakan yang memenuhi syarat mutlak diperlukan.

Pakan yang diberikan berupa makanan konsentrat dan hijuan makanan ternak (HMT). Makanan konsentrat yang digunakan adalah produk dari PT. Charoen Phockphand dengan kadar protein 17,68 %, kadar lemak 4,62 % , kadar Ca 0,84 %, serta P 0,6 %. Setiap pejantan diberikan 4 - 7 kg/ekor/hari dengan 2 kali pemberian yaitu pagi dan siang hari.

Pemberian makanan konsentrat selama TA. 2012 sebanyak 375.543 kg yang berasal dari Pengadaan APBN/DIPA sebanyak 260.000 kg, persediaan di gudang Balai Inseminasi Buatan Lembang sebanyak 160.717 kg dari DIPA dan 56.750 kg dari KSO Th. 2011. Rincian pengadaan, penggunaan dan stock Konsentrat akhir Tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15. Rincian Pengadaan, Penggunaan dan Stock Konsentrat Akhir TA.2012

NO SUMBER PENGADAAN STOCK TH. 2012 PENGADAAN 2012 JUMLAH TOTAL PENGGUNAAN TH. 2012 SISA AKHIR 2012 1 APBN/DIPA 160.717 260.000 420.717 375.543 2 KSO 2011 56.750 - 56.750 TOTAL 217.467 260.000 477.467 375.543 101.924

(33)

33

Selama TA. 2012 kebutuhan pakan hijauan sebagian besar dapat dipenuhi dari kebun rumput yang ada di BIB Lembang, berupa Rumput Gajah (Penisetum purpureum Var Taiwan) dan Rumput Afrika (Cynodon plectostachyus). Pemenuhan hijauan makanan ternak ini berasal dari 1,9 Ha Padang Penggembalaan (Line Bull) yang ditanami Rumput Afrika dan 12,1113 Ha kebun rumput Gajah/Taiwan serta pengadaan lahan kebun rumput Gajah tahun 2012, yaitu di Kp. Pojok, Desa Cikahuripan kec. Lembang Kab. Bandung Barat seluas 2.589 m2 dan di Kasomalang seluas 53.923 m2.

Melanjutkan sistem manajemen kebun rumput sejak tahun 2011, pada tahun 2012 ini, diterapkan manajemen kebun HMT dengan pola rotasi panen berdasarkan Pemetaan Petak/block yang terbagi atas 56 petak sesuai umur panen. Pola ini mutlak diterapkan sehingga kualitas rumput pada kondisi nutrisi yang baik dan sangat palatabel dikonsumsi oleh pejantan. Selama tahun 2012 kegiatan panen rumput dilakukan oleh petugas kontrak dengan pola upah sebesar Rp 30,-/kg rumput. Jumlah rumput yang dipanen seperti terlihat pada Tabel 16

Jumlah patok atau lamana panen di masing-masing lokasi kebun rumput Gajah berdasarkan produktifitasnya adalah sebagai berikut :

a. Kebun Kantor BIB rataan prod./panen = 91.155 kg dengan jumlah patok = 7 patok b. Kebun Buka Nagara rataan prod./panen = 134.876 kg dengan jumlah patok = 9 patok c. Kebun Cikareumbi rataan prod./panen = 170.580 kg dengan jumlah patok = 12

patok

d. Kebun Pojok, rataan prod./panen = 235.562 kg dengan jumlah patok = 28 patok

Dalam perawatannya dilakukan oleh petugas Out Sourcing sebanyak 4 orang di Cikareumbi dan 1 orang di Pojok. Pola salary untuk di kebun Cikareumbi dengan pendekatan bagi hasil produksi, yaitu untuk penggarap Rp 60/kg hasil panen. Sedangkan di kebun Pojok masih berdasarkan luasan lahan yang digarap sesuai dengan jenis pengolahan, yaitu pencangkulan Rp. 125,- per m², penyulaman Rp 25,- per m², penyebaran kompos/pemupukan Rp 100,- per m², penyiraman Rp. 50 per m². Perbedaan pola upah ini disebabkan karena jenis kesuburan masing-masing lahan sangat berbeda.

(34)

34

Tabel.16 Jumlah Hijauan Makanan Ternak Untuk Konsumsi Pejantan BIB Lembang Tahun 2012.

No. BULAN JUMLAH PANEN PENGADAAN DARI LUAR

TOTAL KEBUN BIB AFRIKA RPT GAJAH JAGUNG

1 JANUARI 348.045 348.045 2 PEBRUARI 303.600 4.310 307.910 3 MARET 338.665 40.170 15.760 394.595 4 APRIL 208.580 63.420 9.315 281.315 5 MEI 222.190 46.860 41.080 310.130 6 JUNI 290.560 550 66.680 357.790 7 JULI 278.795 71.810 350.605 8 AGUSTUS 261.190 1.075 20.308 282.573 9 SEPTEMBER 168.180 15.055 51.603 220.838 10 OKTOBER 203.165 14.700 41.675 259.540 11 NOPEMBER 243.600 9.025 252625 12 DESEMBER 294.295 7.111 4.445 305.851 JUMLAH TOTAL 3,160,865 43.701 150.450 331.701 3.686.717 Selain pemberian rumput segar, diberikan pula rumput kering (hay) R. Afrika, Hay rumput Afrika digunakan sebagai persediaan pakan pada musim kemarau atau tambahan pakan sebelum diberikan konsentrat pagi hari.

4. Pelaksanaan Kegiatan Uji Progeny Sapi Perah Nasional

Uji Progeny Sapi Perah Nasional di BIB Lembang 9 ekor terdiri dari Candidat Bull Utama 4 ekor dan Cadangan 4 ekor, serta 1 ekor diproduksi untuk penyediaan stok semen beku balai. Candidat Bull Utama telah dilaunching 2 ekor yaitu pejantan Filmore dan Farrel menjadi Proven Bull FH Indonesia pada tanggal 11 Desember 2011 dan 3 ekor yaitu pejantan Foker dan Flaunt dan Florean (mati tanggal 5 Desember 2010) dilaunching tanggal 8 Desember 2012 di BBPTU Baturaden Purwokerto.

Pejantan FH Proven tersebut sampai dengan akhir tahun 2012 pertumbuhannya telah mencapai postur yang optimal, dengan perkembangan berat badan terlihat pada Tabel. 17

(35)

35

Tabel 17. Data Perkembangan Berat Badan Proven Bull FH Indonesia Tahun 2012

NO

PERKEMBANGAN BERAT BADAN (kg)

BULAN FARREL/ 30686 FILMORE/ 30687 FLAUNT/ 30694 FOKKER/ 30697 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11 12 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 911,5 868,5 944,0 966,0 960,5 957,0 954,0 946,5 939,0 941,5 938,0 916,0 1.148,5 1.185,0 1.179,0 1.164,5 1.166,5 1.194,0 1.191,5 1.182,5 1.180,0 1.180,0 1.156,0 1.164,0 955,5 950,5 943,0 935,5 941,0 905,0 899,5 900,5 902,0 895,0 893,5 887,0 1.027,5 1.018,0 1.036,5 1.055,0 1.084,5 1.067,0 1.063,5 1.050,5 1.051,5 1.047,0 1.042,0 1.054,0

Nilai pemuliaan dari kedua pejantan proven tersebut ditetapkan dalam ukuran Relative Breeding Value (RBV) dengan membandingkan produksi keturunannya dengan produksi sapi betina keturunan pejantan FH yang sebelumnya digunakan untuk IB sapi perah dilokasi yang sama dengan DC keturunan FARREL/30686 dan FILMORE/30687. Nilai Contenporary Comparison FARREL/30686 adalah 632,15 sedangkan Relative Breeding Valuenya sebesar 117,1290. Sedangkan FILMORE/30687 NCC sebesar 526,673 dan RBVnya sebesar : 115,1043.

Rataan produksi susu Daughter Cow (DC) keturunan FARREL / 30686 adalah 5.686,4 + 2.335,09 kg/laktasi berdasarkan data yang dikumpulkan dari 35 ekor anak keturunannya dan keturunan FILMORE / 30697 sebanyak 5.094,37 + 1.220,6 kg/laktasi berdasarkan data yang dikumpulkan dari 51 ekor anak keturunannya

5. Produksi dan Distribusi Semen Beku Uji Progeny Sapi Perah Nasional

a. Produksi Semen Beku

Produksi semen beku pejantan unggul sapi perah Indonesia yaitu Farrel (30686), Filmore (30687), Flaunt (30694), Fokker (30697) dan Florean (30691) sampai dengan Desember 2012 sebanyak 276.247 dosis.

(36)

36

b. Distribusi Semen Beku

Distribusi semen beku Uji Progeny Sapi Perah Nasional pada tahun 2012 meliputi daerah Jawa Tengah, Baturraden, Temanggung, Sukabumi, Bogor, dan Malang.

G. PRODUKSI SEMEN BEKU

1. Perkembangan Produksi Semen Beku Tahun 1976 - 2012

Kegiatan produksi semen beku merupakan salah satu tugas pokok Balai Inseminasi Buatan Lembang selain kegiatan pemasaran dan pengembangan IB . Target produksi semen beku setiap tahun berubah disesuaikan dengan kebutuhan semen beku di lapangan, alokasi dana yang tersedia dan kemampuan produksi semen pejantan yang ada. Dengan demikian realisasi produksi semen beku pada setiap tahun anggaran berfluktuasi menyesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Sejak BIB Lembang berdiri tahun 1976 sampai dengan tahun 2012 realisasi produksi semen beku berfluktuasi. Mulai tahun 1984/1985 sampai dengan tahun 1990/1991 produksi semen beku cenderung terus menurun sampai akhirnya mulai tahun 1991/1992 sampai dengan tahun 1993/1994 realisasi produksi meningkat secara drastis karena adanya intruksi Presiden untuk melaksanakan inseminasi buatan secara besar-besaran. Produksi semen beku tertinggi dicapai pada tahun 1992/1993 sebanyak 1.515.340 dosis. Perkembangan produksi semen beku dalam tujuh tahun terakhir menunjukan adanya peningkatan terutama sejak tahun 2009 sebanyak 1.549.528 dosis. Selanjutnya produksi dalam 3 tahun terakhir setelah tahun 2009 selalu menunjukkan produksi yang lebih tinggi, yaitu pada tahun 2010 sebanyak 2.038.442 dosis, tahun 2011 sebanyak 2.600.700 dosis dan terakhir yaitu tahun 2012 walapun lebih rendah dibanding produksi tahun 2011, tetapi masih lebih tinggi dibanding produksi tahu 2009, dan 2010 dengan realisasi produksi mencapai 2.453.281 dosis.

(37)

37

Grafik 8. Realisasi produksi semen beku dari tahun 1975 – 2012

2. Kegiatan Produksi Tahun 2012

Kegiatan produksi semen beku dimulai dengan penampungan semen segar pejantan sampai dengan diproses menjadi semen beku siap dipergunakan untuk inseminasi buatan. Tahapannya terdiri dari penampungan, dan proses produksi ( pemeriksaan semen segar, pengenceran, equilibrai//glycerolisasi, printing, filling & sealing, pre freezing, freezing, dan

pemeriksaan semen beku sebelum disimpan dan atau didistribusikan

a. Penampungan Semen Pejantan

Penampungan semen pejantan di BIB Lembang dilakukan setiap hari mulai hari senin sampai jum’at. .Setiap pejantan pada dasarnya ditampung 2 x dalam seminggu. Kecuali pejantan yang kondisi kesehatan dan kemampuan produksinya tidak memungkinkan dijadwalkan hanya 1 kali dalam seminggu. Untuk memudahkan monitoring dalam pelaksanaan penampungan, maka dibuat jadwal penampungan untuk masing – masing jenis pejantan yaitu :

- Senin dan kamis : FH dan Limousin

- Selasa dan Jum’at : Ongole, Brahman, Simmental, Brangus dan Angus 72,996 97,876 166,955 170,045 180,884 254,900 254,321 275,267 396,641 511,092 279,313 218,737 249,451 275,860 281,498 543,659 1,507,019 1,515,340 1,510,276 1,205,160 1,079,375 764,927 1,001,450 1,082,064 1,315,780 760,323 732,472 1,280,050 557,477 711,503 632,513 723,931 860,759 1,163,724 1,549,523 2,038,442 2,600,700 2,453,281 0 500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000 D O S I S TAHUN

PRODUKSI SEMEN BEKU BIB LEMBANG 1975 - 2012

Penampungan dengan menggunakan dummy cow

(38)

38

- Rabu : Kambing dan Domba dan sapi yang kondisinya menurun.

Pejantan sapi yang ditampung setiap harinya berjumlah ± 85 - 90 ekor, sedangkan Domba/Kambing berjumlah 16 ekor.

Realisasi penampungan seluruh pejantan termasuk kambing dan domba yang ada di BIB Lembang sebanyak 18.081 kali lebih banyak dibanding hasil tahun 2011 sebanyak 13.790 kali atau 31,11 % karena pejantan impor tahun 2011 sudah normal berproduksi dengan menjadwalkan penampungan hingga 2 kali per hari tampung untuk pejantan yang kondisi reproduksinya baik, sedangkan beberapa pejantan ditampung hanya satu kali untuk setiap hari produksinya. Kinerja penampungan semen pejantan tahun 2012 dibanding tahun 2011 terlihat pada Grafik 9 di bawah ini.

Grafik 9. Kinerja Penampungan Pejantan Tahun 2011 dan 2012

Pada Grafik 9 diatas belum tergambar penampungan Brangus sebanyak 17 kali dan Madura 18 kali dan Kerbau belum ada hasil. Rendahnya hasil penampungan sapi Brangus karena jumlahnya hanya 1 ekor dengan kondisi libido yang rendah. Sedangkan sapi Madura sebanyak 2 ekor berproduksi hanya bulan Desember 2012.

Jumlah semen hasil penampungan dari pejantan tertentu meggambarkan potensi produksi semen beku pejantan yang bersangkutan. Apabila didapati jumlah semen yang ditampung lebih banyak yang memenuhi syarat untuk diproses menjadi semen beku menunjukan pejantan tersebut sangat tinggi produktivitasnya, demikian juda sebaliknya.

Berdasarkan data hasil penampungan selama tahun 2012 dari pejantan sebanyak 198 ekor, yang dapat ditampung semennya 180 ekor ( 18.081 kali tampung ).

316 1245 604 4996 5385 353 455 392 587 1437 786 6887 7312 226 459 352 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000

ONGOLE FH BRAHMAN SIMMENT LIMOUSIN ANGUS DOMBA KAMBING KINERJA PENAMPUNGAN PEJANTAN 2011 DAN 2012

2011 2012

(39)

39

Setelah dilakukan pemeriksaan semen segar yang memehui syarat untuk dibekukan (layak proses) sebanyak 12.045 kali (66,62 % disbanding hasil tamping seluruhnya). Hasil tahun ini lebih tinggi 10.065 kali tamping tetapi prosentase yang layak tamping lebih rendah yaitu 66,62 % dibanding atau 72,99 % pada tahun 2011. Berdasarkan keadaan ini jumlah hasil penampungan tidak selalu menghasilkan produksi semen beku yang tinggi, karena semakin tinggi frekuensi penampungan dapat menyebabkan rendahnya kualitas semen segar. Berdasarkan hasil tahun lalu jumlah penampungan dilakukan secara cermat dengan nilai kritis semen segar layak proses sebanyak 70 %. Apabila nilai kritis ini tidak tercapai merupakan lup (masukan) untuk bagian penampungan untuk memperhatikan proses penampungan, baik dari kualitas cara penampungan maupun pengaturan jumlahi penampungan pejantan dalam setiap hari penampungan. Hasil penampungan semen yang layak proses menurut bangsa pejantan terlihat pada grafik 10 dibawah ini.

Grafik 10. Hasil Penampungan Semen Segar Pejantan dan Layak Proses

Selain itu produktivitas pejantan dapat dpengaruhi oleh ketahanan sperma terhadap proses pendinginan yaitu untuk proses equilibrasi atau glycerolisasi. Ketahahan sperma biasanya sangat berhubungan dengan musim baik pada keadaan curah hujan tinggi pada bulan November dan Desember atau pada curah hujan rendah (rendah) pada bulan Mei dan Juni didapati sperma dari pejantan tertentu gagal dalam proses equlibrasi. Upaya untuk meningkatkan ketahanan sperma terhadap proses pendinginan/pembekuan, adalah dengan menambahkan zat antioksidan kedalam pengencer, yaitu Glutation. Sehingga dalam penyediaan pengencer untuk setiap hari produksi terdapat 2 macam pengencer, yaitu

0 500 1000 1500 2000 JAN PEBR

MARET APRIL MEI

JUNI JULI AGTS SEPT OKT NOP DES 1479 1784 1771 1610 1555 1259 1452 1385 1302 1508 1519 1457 999 1191 1002 1107 1024 798 956 996 835 891 1083 1163

HASIL PENAMPUNGAN SEMEN PEJANTAN DAN SEMEN

LAYAK DIPROSES

TOTAL LAYAK

(40)

40

pengencer tanpa Glutation dan dalam jumlah yang sangat kecil dengan tambahan Glutation.

b. Produksi Semen Beku

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi Balai, pada tahun 2012 BIB Lembang ditargetkan untuk memproduksi semen beku sebanyak 2.700.000 dosis untuk memenuhi kebutuhan semen beku dilapangan dengan sumber anggaran dari APBN /DIPA tahun 2012 sebanyak 1.000.000 dosis dan selebihnya untuk pelaksanaan Kerjasama Operasioanal (KSO) produksi semen beku dengan pihak ketiga dan penjualan langsung.

Realisasi produksi semen beku tahun 2012 mencapai 2.453.281 dosis atau 90,86 %. Secara keseluruhan prosentase realisasi produksi untuk masing-masing bangsa seperti pada tabel dibawah ini.

Tabel 18. Target dan realisasi produksi semen beku per jenis pejantan di BIB

Lembang Tahun 2012.

No

Jenis /Bangsa Pejantan

Produksi semen beku APBN ( dosis )

Produksi semen beku KSO (dosis)

Persediaan

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi

1. Ongole 55.000 61.519 70.000 52.002 - 2. FH 140.000 158.090 100.000 112.175 - 3. Brahman 65.000 71.909 60.000 58.410 - 4. Simmental 340.000 380.829 710.000 542.939 - 5. Limousin 393.000 424.813 710.000 545.964 - 6. Brangus 4.000 2.253 - - - 7. Angus 2.000 606 23.000 5.719 - 8 S. Madura 1.000 1.316 - - - 8. Kambing - - - - 9.000 12.286 9. Domba - - - - 16.000 22.451 10. Kerbau - - - - 2.000 - JUMLAH 1.000.000 1.101.335 1.673.000 1.317.209 27.000 34.737

(41)

41

Target produksi yang ditetapkan perlu dicapai dengan berbagai upaya antara lain dengan memaksimalkan kemampuan produksi semen beku pejantan yang ada . Produktivitas pejantan sangat menentukan dalam pelaksanaan produksi semen beku dan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain : Kondisi pejantan pada saat ditampung, kualitas semen segar, ketahanan sperma dalam proses pendinginan, juga pengaruh pakan, sehingga menyebabkan realisasi produksi per bulan berfluktuasi seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Grafik 11. Realisasi produksi Semen Beku Tahun 2012

c. Produksi Semen Beku Sexing

Pada tahun 2012 BIB Lembang bekerjasama dengan LIPI Bogor melaksanakan produksi semen beku sexing dari pejantan bangsa FH, Simmental dan Limousin. Pejantan yang digunakan adalah Justin (308103), C. Toyjet (308108), Bayu (30185), D. Creton (307104), Maladaki (609109), Dorak (60871), Beagle (80642), dan DV. Anchourage (80535).

Produksi semen beku sexing dilaksanakan dari tanggal 9 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2012. Realisasi produksi secara keseluruhan sebanyak 3.107 dosis 000 dosis, yang terdiri dari semen beku sexing sebanyak 3.038 dosis ( Sexing X = 2.163 dosis dan Y = 875 dosis ) serta semen beku unsexing sebagai control 69 dosis., Rincian realisasi produksi semen beku sexing masing – masing peiantan seperti pada grafik dibawah ini.

0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 240,871 203,166 191,510 171,894 165,225 167,517 179,752 213,468 221,064 236,893 233,095

(42)

42

Grafik 12. Realisasi Produksi semen Beku Sexing per Pejantan Tahun 2012

Distribusi semen beku sexing (FH, Simmental, Limousine) sebanyak 758 dosis, yang terdiri dari bangsa FH 546 dosis, Simmental 135 dosis, dan Limousin 77 dosis. Semen beku sexing didistribusikan ke beberapa daerah, seperti :

- LIPI - Sukabumi - Bogor - Tasikmalaya - Depok - Sumedang - DKI Jakarta.

d. Kajian Efektivitas IB menggunakan Semen Beku pada Dosis Berbeda

BIB Lembang memproduksi semen beku sesuai standar SNI 4869.1 2008 yaitu semen beku dikemas dalam bentuk straw dengan ukuran ministraw volume 0,25 ml dalam jumlah sel spermatozoa minimal 25 juta.

Dalam rangka pengembangan metode IB, BIB Lembang bekerjasama dengan Balitnak dan KPSBU Jabar mengadakan kajian tentang efektivitas IB dengan konsentrasi sperma berbeda dengan tujuan untuk efisiensi produksi dan peningkatan produksi semen beku.

Dalam kegiatan kajian ini, BIB Lembang menyediakan semen beku per straw 0,25 ml dengan konsentrasi sperma berbeda yaitu konsentrasi sperma 25 juta (sesuai SNI 4869.1:2008), konsentrasi sperma 20 juta dan 15 juta dengan menggunakan 2 pejantan uji progeny nasional yaitu Farrel dan Forsa.

0 100 200 300 400 500 600 700 308103 308108 30185 307104 609109 60871 80642 80535 675 200 388 222 231 216 231 x y z

Gambar

Tabel 7. Kenaikan Gaji Berkala sebanyak 45 orang    1). Per Tanggal : 1 Januari 2012
Grafik 2. Jumlah surat yang masuk Tahun 2012
Tabel  8. Pengiriman laporan barang TA. 2012 .  No  Jenis Laporan
Tabel 9. Pagu dan Realisasi Anggaran DIPA TA. 2012
+7

Referensi

Dokumen terkait

(4) Operasional distribusi semen beku untuk pelayanan inseminasi buatan dilaksanakan oleh KPRI Genah Makmur Kabupaten Pacitan yang telah memiliki Kerjasama Operasional (KSO) dengan

Kegiatan diawali dengan seleksi calon akseptor untuk memastikan akseptor dalam kondisi sehat dan tidak dalam keadaan bunting, akseptor yang mempunyai korpus luteum

UNIVERSITAS BANDUNG RAYA SEKSI PELAYANAN TEKNIK & PRODUKSI SEMEN - - S1 Tahun : 2001 BIB LEMBANG BANDUNG. WASTUKAN PELAKSANA

Distribusi semen beku bulan Nopember 2015 sebanyak 222.696 dosis, terdiri dari DIPA 3.210 dosis dan penjualan langsung 219.486 dosis (data terlampir)... Kegiatan

Distribusi semen beku bulan Maret 2016 sebanyak 139.327 dosis, terdiri dari DIPA 2.400 dosis dan penjualan langsung 401.856 dosis (data terlampir).. Pelaksanaan Bimtek

pengencer semen dan pengencer semen beku sexing, spiculum modified dan kambing, sedangkan produk jasa meliputi: Diklat manajemen dan uji kualitas semen, diklat

(1) Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan kebijakan perbibitan nasional, wilayah Peredaran Semen Beku Ternak Ruminansia yang dihasilkan oleh unit produksi/Balai Inseminasi Buatan

(4) Operasional distribusi semen beku untuk pelayanan inseminasi buatan dilaksanakan oleh KPRI Genah Makmur Kabupaten Pacitan yang telah memiliki Kerjasama Operasional (KSO) dengan