• Tidak ada hasil yang ditemukan

CROSS-FUNCTIONAL MINDSET. Oleh: Mulyadi Universitas Gadjah Mada

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CROSS-FUNCTIONAL MINDSET. Oleh: Mulyadi Universitas Gadjah Mada"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

CROSS-FUNCTIONAL

MINDSET

Oleh:

Mulyadi

Universitas Gadjah Mada

[email protected]

(2)

BUTIR PENTING

1.

Opening remark

2.

Latar belakang

3.

Konsep Tim

4.

Konsep tim lintas fungsional (cross-functional

team)

5.

Cross-functional mindset

6.

Perwujudan cross-functional mindset

(3)

Butir Penting Ke-1

(4)

OPENING REMARK

The method used to manage business

process will be a major factor in

determining the survival of

corporation in the coming decade

(Noland D. Archibald)

(5)

Butir Penting Ke-2

(6)

LATAR BELAKANG

(7)

KONDISI LINGKUNGAN BISNIS MEMERLUKAN

STRUKTUR YANG FIT

 Struktur organisasi

yang bagaimana?  Strategic Quality Management Era (1980-an)

 Reengineering Era (1990-an)  Velocity Era (2000-an)

(8)

TUNTUTAN JAMAN SEKARANG

Customers sangat demanding, dan mereka

sangat mudah mendapatkan tuntutan

mereka

Kebutuhan customer menjadi kompleks,

karena banyak produser yang berlomba

menawarkan berbagai values

(9)

PANDANGAN TERHADAP

ORGANISASI

 Organisasi dapat dipandang dari dua sudut padang:

– Struktur—bagaimana komponen organisasi disusun

– Kapabilitas—kemampuan yang dituntut dari organisasi dalam menghadapi tuntutan lingkungan bisnis

 Struktur—lingkungan bisnis menuntut struktur yang

berfokus ke customer dan bekerja sama lintas fungsional

 Kapabilitas—lingkungan bisnis menuntut organisasi

memiliki kapabilitas untuk belajar, kapasitas untuk berubah, akuntabilitas tinggi

(10)

MENGAPA CROSS-FUNTIONAL

ORGANIZATION?

Size

Role clarity

Specialization

Control

Speed

Flexibility

Integration

Innovation

(11)

Butir Penting Ke-3

(12)

KONSEP TIM

Tim adalah kumpulan orang yang,

berdasarkan keahlian masing-masing yang

bersifat saling melengkapi, bekerja sama

unntuk mewujudkan tujuan tertentu

(13)

TIM LINTAS FUNGSIONAL

(CROSS-FUNCTIONAL TEAM)

Tim lintas fungsional adalah sekelompok

personel yag berasal dari berbagai fungsi

atau disiplin dalam organisasi, yang

berusaha bersama-sama mewujudkan

tujuan tim

(14)

PRINSIP PEMBANGUNAN CROSS-FUNCTIONAL

ORGANIZATION

Organisasi diorientasikan ke sistem yang

digunakan untuk melayani kebutuhan customer.

Sumber daya manusia diorganisasi menurut tim

lintas fungsional dan setiap tim diberi tanggung

jawab untuk mewujudkan tujuan sistem dan

melakukan improvement secara berkelanjutan

terhadap sistem tersebut.

(15)

CROSS-FUNCTIONAL ORGANIZATION CEO Sistem Rawat Jalan Sistem Rawat Inap SDM Akuntansi

Diagnostik Farmasi Gizi ORGANISASI FUNGSIONAL UTAMA ORGANISASI FUNGSIONAL PENDUKUNG

Medik Cross-Functional Team Cross-Functional Team Cross-Functional Team Komite Medik Komite Keperawatan Logistik Umum SPI Pengendalian Mutu Cross-Functional Team Inst. Bedah Sentral Sistem Pemasaran Sistem Rawat Intensif Cross-Functional Team Keuangan Keperawatan BOD BOC RUPS CFO COO Sistem Rawat Darurat Sistem Riset dan Pengem-bangan Cross-Functional Team O RG AN IS AS I S IS TE M

BOD = Board of Directors

CEO = Chief Executive Officer COO = Chief Operating Officer BOC = Board of Commissioner

RUPS = Rapat Umum Pemegang Saham

(16)

SIAPA YANG MENJADI LEADER TIM LINTAS

FUNGSIONAL?

Case manager—untuk tim lintas

fungsional permanen

Team leader—untuk tim lintas

(17)

ORGANISASI SISTEM

Sistem Order Getting

Sistem Order Filling

Sistem Purna Jual

(18)

TUJUAN ORGANISASI SISTEM

Mencapai tujuan sistem untuk

menghasilkan value bagi customer.

Melakukan improvement secara

(19)

TUJUAN SISTEM ORDER GETTING

Quick respond to request

On-time delivery

Fit to request.

(20)

TUJUAN SISTEM ORDER FILLING

Quick respond to order

On-time delivery

Fit to order

(21)

TUJUAN SISTEM PURNA JUAL

Quick respond to complaint

On-time solution

Fit to complaint.

Win the heartshare

(22)

KEUNGGULAN ORGANISASI LINTAS

FUNGSIONAL

Kecepatan

Kompleksitas

Berfokus ke pemuasan kebutuhan

customer

Kreatif

Pembelajaran

(23)

Butir Penting Ke-4

BUILDING BLOCKS OF

CROSS-FUNCTIONAL MINDSET

(24)

KEYAKINAN DASAR:

(1) produk berkualitas hanya dapat dihasilkan secara konsisten melalui kerja sama lintas fungsional, (2) kerja

sama lintas fungsional menghasilkan sinergi, (3) cross-functional approach membentuk learning organization , (4)

kerja sama lintas fungsional memfokuskan sumber daya organisasi

ke pemuasan customer. Pengetahuan

Manajemen

Cross-functional Mindset

(1)kerja sama, (2) mental berlimpah, dan (3) kerendahan hati. NILAI DASAR:

Paradigma Lintas Fungsional

Tampak Luar BUILDING BLOCKS OF CROSS-FUNCTIONAL MINDSET

(25)

CROSS-FUNCTIONAL MINDSET

Paradigma lintas fungsional

Keyakinan dasar:

– Produk berkualitas hanya dapat dihasilkan secara konsisten melalui

cross-functional approach

– Kerja sama lintas fungsional menghasilkan sinergi

– Cross-functional approach membentuk learning organization

– Kerja sama lintas fungsional memfokuskan sumber daya organisasi kepada kepuasan customer

 Nilai dasar

– Kerja sama

– Mental berlimpah – Kerendahan hati

(26)

PARADIGMA CROSS-FUNCTIONAL

Organisasi sebagai rangkaian sistem yang

digunakan untuk melayani kebutuhan customers

Organisasi sebagai suatu kumpulan shared

competencies and resources yang disediakan

(27)

Butir Penting Ke-5

(28)

Produk berkualitas hanya dapat

dihasilkan secara konsisten melalui

(29)

KUALITAS PRODUK YANG KONSISTEN

 Membangun kualitas ke dalam setiap aspek manajemen memerlukan

perjalanan jangka panjang yang penuh dengan halangan.

 Dan hanya dengan membangun kualitas ke dalam setiap aspek

manajemen, produk dan jasa berkualitas dapat dihasilkan secara konsisten dalam jangka panjang.

 Dari pengalaman masa lalu, organisasi fungsional hanya menghasilkan

kerja sama antarfungsi yang sangat minimum, bahkan organisasi terpecah-pecah ke dalam fungsi yang masing-masing fungsi

berorientasi untuk memenuhi kepentingan fungsinya, bukan kepentingan organisasi perusahaan secara keseluruhan.

Untuk menghadapi lingkungan yang di dalamnya customer memegang

kendali bisnis, cross-functional approach mengintegrasikan kembali fungsi-fungsi yang dibentuk dalam organisasi untuk memfokuskan usaha seluruh fungsi dalam memuasi kebutuhan customer.

Cross-functional approach memaksimumkan kerja sama lintas fungsi

untuk menghasilkan produk berkualitas secara konsisten dalam jangka panjang.

(30)

Kerja sama lintas fungsional

menghasilkan sinergi

(31)

KERJA SAMA SINERGISTIK

 Produk pada dasarnya merupakan satu bundel jasa yang

berfungsi untuk memuasi kebutuhan, keinginan, dan harapan customer.

Oleh karena dalam lingkungan bisnis yang customer

memegang kendali bisnis, customer sangat pemilih dan sangat tinggi tuntutannya, maka setiap komponen jasa dalam bundel jasa tersebut harus berkualitas.

Setiap tahap dalam pemakaian menyeluruh produk (find,

acquire, transport, store, use, dispose of, stop) harus

menghasilkan value bagi customer. Hanya melalui kerja sama lintas fungsi, setiap tahap dalam pemakaian

menyeluruh produk tersebut dapat dijamin.

 Kerja sama lintas fungsional menghasilkan sinergi yang

mampu melipatgandakan value yang dapat diserahkan oleh perusahaan kepada customer.

(32)

KEBUTUHAN

CUSTOMER

ADALAH KOMPLEKS

Find Acquire Transport Store Dispose of Stop Fungsi Penjualan Fungsi Penjualan Fungsi Billing Fungsi Transportasi/ Pengiriman Fungsi Packaging Fungsi Design, Logistik, Produksi Use

Fungsi Aftter Sale Fungsi Penjualan Fungsi Billing

THE ENTIRE USE PROCESS LINTAS FUNGSI

(33)

Cross-functional approach

(34)

LEARNING ORGANIZATION

 Untuk menghadapi lingkungan yang senantiasa berubah, kemampuan

organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, menjadi faktor penentu

kelangsungan hidup organisasi.

 Kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis hanya

dimiliki oleh learning organization—suatu organisasi yang seluruh personelnya memiliki kemampuan untuk mempelajari trend

perubahan dan mampu menyesuaikan kompetensi mereka untuk memenuhi tuntutan perubahan yang terjadi atau yang secara potensial akan terjadi.

Cross-functional approach merupakan pendekatan yang

memungkinkan setiap fungsi yang terlibat di dalam proses

penyediaan value bagi customer melakukan information sharing untuk memungkinkan masing-masing fungsi memberikan manfaat terbaik bagi pemuasan kebutuhan customer.

Melalui information sharing ini dan tuntutan untuk senantiasa

melakukan improvement terhadap proses, masing-masing personel yang terlibat dalam proses penyediaan value bagi customer

(35)

Kerja sama lintas fungsional

memfokuskan sumber daya organisasi

kepada kepuasan customer

(36)

FOKUS KE CUSTOMER

 Pendekatan fungsional di masa lalu menghasilkan

organisasi yang berorientasi ke dalam, yang berfokus untuk memuasi kebutuhan fungsinya masing-masing, sehingga kepentingan customer menjadi terabaikan.

Cross-functional approach mengubah orientasi semua

fungsi ke pemuasan kebutuhan customer.

 Melalui pendekatan ini, seluruh sumber daya organisasi

diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan customer, karena disadari bahwa hanya melalui pemuasan

kebutuhan customer, kelangsungan hidup organisasi dapat dipertahankan.

(37)

Butir Penting Ke-6

(38)
(39)

KERJA SAMA

Cross-functional approach hanya akan terwujud jika

anggota organisasi menjunjung tinggi nilai kerja sama.

Karena kompleksnya kebutuhan customer, usaha

individual dan fungsional tidak akan mampu memenuhi kebutuhan customer.

 Oleh karena itu, hanya melalui kerja sama berkualitas—

kerja sama yang dilandasi dengan kompetensi dan

kesediaan untuk berbagi tanggung jawab—perusahaan atau bagiannya akan mampu memuasi kebutuhan

(40)
(41)

MENTAL BERLIMPAH (ABUNDANT

MENTALITY)

 Mental berlimpah adalah kemampuan jiwa seseorang

dalam menerima keberhasilan, kelebihan,

keberuntungan, penghargaan yang diperoleh orang lain.

 Kerja sama lintas fungsional tidak akan dapat

diwujudkan oleh personel yang berjiwa miskin (scarcity

mentality), yang tidak bisa melihat dan menerima

personel lain lebih dalam segala hal.

 Sebaliknya, kerja sama lintas fungsional hanya dapat

diwujudkan oleh personel yang menjunjung tinggi

keadaan jiwa yang mampu menerima keunggulan yang terdapat dalam diri orang lain.

 Mental berlimpah merupakan perwujudan rasa syukur

personel kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala sesuatu yang, atas kebijaksanaanNya dan keadilanNya, telah

(42)
(43)

KERENDAHAN HATI

 Kerendahan hati menjadikan orang mampu menerima

kehadiran orang lain dalam bekerja dan mampu membangun kerja sama dengan orang lain dalam mencapai tujuan bersama.

 Dalam kerja lintas fungsional, personel dituntut

mengesampingkan kepentingan fungsinya, untuk

mewujudkan kepentingan yang lebih besar dari itu— kepentingan organisasi secara keseluruhan: pemuasan kebutuhan customer.

(44)

Butir Penting Ke-7

PERWUJUDAN CROSS-FUNCTIONAL

MINDSET

(45)

PERWUJUDAN

CROSS-FUNCTIONAL MINDSET

Cross-functional mindset diwujudkan ke dalam dua

komponen sistem pengendalian manajemen

– struktur sistem pengendalian manajemen dan – proses sistem pengendalian manajemen.

Cross-functional mindset diwujudkan ke dalam

tahap-tahap proses sistem pengendalian manajemen berikut ini:

– penyusunan anggaran berbasis aktivitas (activity-based

budgeting),

– implementasi rencana dengan activity-based management, – pengendalian pelaksanaan rencana dengan activity-based cost

(46)

Butir Penting Ke-8

(47)

OPENING REMARK

No system can make bad man good,

but bad system can frustrate the

efforts of good man.

Referensi

Dokumen terkait