• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembiayaan KIA di 4 Kabupaten dan BOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pembiayaan KIA di 4 Kabupaten dan BOK"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

Lunch discussion

Pembiayaan KIA di 4

Kabupaten dan BOK

Gedung Granadi, 10 Mei 2011

(2)

LATAR BELAKANG

• Indonesia negara besar dan sangat bervariasi dengan

penduduk 237 juta, 33 provinsi dan 497

kabupaten/kota

• MMR 228/100,000 kelahiran hidup

• U5MR turun dari 69/1000 ke 44/1000 kelahiran

hidup, tetapi NMR stagnan (hampir datar)

• Indikator Nasional menyembunyikan inequity

(kesenjangan) antara provinsi, kabupaten/kota dan

kelompok sosial-ekonomi

• Perbedaan antara kelompok kepulauan Nusa

Tenggara, Maluku dan Papua dan pulau-pulau lainnya

menjadi sangat lebar

(3)

• Proses perencanaan belum berdasar analisis data

yang kuat

• Masyarakat belum bisa mengakses berbagai data

publik

• Penyusunan perencanaan dan penganggaran

pembangunan belum transparansi, partisipatif

dan akuntabel

• Belum ada alokasi anggaran pembangunan yang

berpihak kepada Masyarakat

(4)

TUJUAN PERTEMUAN

• Diskusi perencanaan dan penganggaran untuk

program kesehatan ibu dan anak secara lebih

terperinci dan berdasarkan data

• Dikusi identifikasi peranan dan potensi sumber

pembiayaan kesehatan di dalam jejaring KIA

Kota/Kabupaten

• Mendiskusikan kemungkinan tindak lanjut dari

hasil studi Investment Case sebagai dasar

perencanaan dan pembiayaan KIA

• Membahas prospek dampak BOK

(5)

Hasil sementara

Pembiayaan dan Kebutuhan Pendanaan

Program Kesehatan Ibu dan Anak

di 4 Kabupaten

(6)

DAFTAR ISI

1. Kegiatan Investment Case

2. Metode Transfer Model IC Untuk Proses

Perencanaan Program Kia Di Daerah

3. Analisis Bottleneck Analysis Dan Target Cakupan

Kasus Kab. Merauke

4. Hasil Analisis Scalling Up dan Strategi Pembiayaan

KIA di 4 Kabupaten/Kota

5. Hasil dan Usulan Kebijakan Berbasis Analisis

Pembiayaan Investasi Kesehatan Program

Kesehatan Ibu Anak di 4 Kab/Kota

(7)

1. KEGIATAN INVESTMENT CASE

• Model Perencanaan dan Penganggaran

menggunakan Investment Case (IC)

• Dicoba di 4 Kabupaten dengan tipologi yang berbeda

• Investment Case adalah Perencanaan dan

Penganggaran Strategis untuk KIA yang berdasarkan

bukti

(8)

8

Input

Output

Type

District/City

Province

Case districts

High

Low

District

Merauke District

Papua

High

Low

City

Pontianak City

West Kalimantan

Low

Low

District

Sikka District

East Nusa Tenggara

Low

Low

City

Tasikmalaya City

West Java

Best Case districts

High

High

District

Badung District

Bali

High

High

City

Pangkal Pinang City

Bangka Belitung

Low

High

District

Bantul District

DI Yogyakarta

Low

High

City

Yogyakarta City

DI Yogyakarta

(9)

Tujuan Kunci dari IC:

1. Berkontribusi dengan menggunakan bukti-bukti

yang lebih kuat untuk scale-up pelayanan KIA

2. Menambah nilai agenda pemerintah dalam

mendukung scaling up intervensi yang mengurangi

penyebab kematian pada ibu dan anak,

memperbaiki transfer dana untuk KIA dan

mendukung perencanaan, penganggaran dan

implementasi di daerah

(10)

PROSES IC SELAMA FASE 2

Pengumpulan

Data dan

Analisis

Lokakarya

Bottleneck

Pembentukan

Jejaring KIA di

Kab/Kota +

Lokakarya

Lokakarya

Penganggaran

dan

Pembiayaan

Kesehatan

Sharing Good

Practice untuk

pemilihan

prioritas

strategi

Menggunakan

Matrix Model

untuk

penghitungan

biaya dan

melihat dampak

Diseminasi Hasil

Penelitian di

Tingkat Nasional

Pelaksanaan

Strategi dengan

Intervensi yg

terbukti efektif

(11)

Proses IC selama Fase 2 (1)

• Lokakarya Bottleneck untuk menganalisi grafik bottleneck

dengan melibatkan pembuat program kesehatan di daerah

(Kepala Dinkes, Kepala Kesga, Kepala P2M, Kasie KIA, Sie

Perencanaan, Dokter Spesialis Anak dan Kebidanan di

RSUD, Perwakilan dari Dinkes Provinsi, NGO, UNICEF).

• Fasilitator dalam lokakarya ini adalah Dokter Spesialis Anak

dan Kebidanan, Dokter Umum dan Ahli Kesehatan

Masyarakat. Dari lokakarya tersebut dihasilkan prioritas

strategi yang dapat mengatasi bottleneck yang ada

• Lokakarya Lanjutan di Kabupaten/Kota untuk menyusun

prioritas strategi dan penghitungan biaya serta pengalokasian

anggaran, dengan melibatkan jejaring KIA di Kabupaten/Kota

(12)

Proses IC selama Fase 2 (2)

• Lokakarya di tingkat nasional untuk penghitungan biaya dan

pengalokasian anggaran dengan menggunakan contoh 4

kabupaten/kota

• Pertemuan untuk sharing Good Practices (intervensi KIA yang

terbukti berjalan dengan efektif di tempat lain).

• Menggunakan Matrix Model dengan melakukan “link” antara

data, hasil analisis bottleneck, prioritas strategi yang

dihasilkan, penghitungan biaya dan memetakan sumber

pembiayaan kesehatan.

• Dari 4 model tersebut dapat diperkirakan biaya tambahan

yang diperlukan (marginal cost) untuk mengatasi bottleneck di

daerah-daerah tersebut

(13)

Proses IC selama Fase 2 (3)

• Model tersebut juga memperlihatkan dampak yang diberikan

terhadap kematian ibu, bayi dan balita jika strategi-strategi

tersebut dilaksanakan (catatan: ini adalah model)

• Hasil proses dengan menggunakan proses tersebut akan

dibawa kembali ke daerah, dan akan didiskusikan kembali

dengan tim perencana KIA dan jejaring KIA

• Proses IC disesuaikan dengan siklus perencanaan tahunan di

daerah (menyesuaikan dengan jadwal Musrenbang)

• Hasil IC diterjemahkan dalam bentuk yang lebih sederhana

dan dengan format yang sudah familiar digunakan oleh

(14)

Proses IC selama Fase 2 (4)

Catatan:

• Data harus valid dan akurat. Untuk kesempatan pertama, analisis

dilakukan menggunakan data terbaik yang ada, namun selanjutnya

sistem pencatatan dan perekaman data harus diperbaiki

• Peranan Fasilitator sangat penting. Persyaratan yang harus dimiliki:

1. Memiliki ilmu dan keterampilan mengenai Kesehatan ibu dan

Anak

2. Memahami tentang penghitungan biaya dan penganggaran

3. Memahami permasalahan klinis (khususnya untuk grup klinis)

• Jejaring KIA harus diperkuat dan melakukan pertemuan lintas sektor

secara berkala (rutin)

(15)

Pengalaman di 4 Kota/Kabupaten

• Model IC ini dapat dilakukan dengan baik

• Proses yang cukup panjang, namun dengan

pembelajaran yang ada, proses berikutnya

dapat lebih cepat

• Namun membutuhkan bantuan teknis dari

UGM dan Litbang Kemenkes

(16)

2. METODE TRANSFER MODEL IC

UNTUK PROSES PERENCANAAN

PROGRAM KIA DI DAERAH

(17)

Konsep dasar yang dipergunakan

• Planning and

Budgeting

• Financing

• IC mengembangkan

perencanaan KIA agar

lebih baik lagi

• Disertai dengan

budgeting dan

Financing (Pembiayaan)

• IC merupakan proses

perencanaan yang

rasional.

(18)

Menetapkan Model Konsepsual IC

Untuk meningkatkan kegiatan di kesehatan ibu

dan anak >>> continuum of care

Ada 66 intervensi efektif mulai:

• sebelum kehamilan (pre-pregnancy),

• kehamilan (pregnancy phase),

• fase kelahiran (birth-phase),

• fase neonatal (neonatal phase) dan

• fase anak (childhood phase)

(19)

Tiga kelompok intervensi

1. Pelayanan berbasis masyarakat berorientasikan

keluarga.

Contoh: Cuci tangan dengan sabun, penggunaan

kelambu berinsentisida, perawatan bayi baru lahir, ASI

Ekslusif dan pemberian oralit untuk terapi diare

2. Pelayanan berkala (terjadwal) berorientasikan

penduduk.

Contoh: KB, ANC, PMTCT dan Imunisasi Campak

3. Pelayanan Klinis berorientasikan individu.

Contoh: Persalinan oleh Nakes, Pemberian antibiotik

untuk pneumonia pada balita, PONED dan PONEK

(20)

Permasalahan dalam 3 intervensi dibahas

dengan model Tanahashi dan analisis bottleneck

Tanahashi T. Bulletin of the World Health Organization, 1978, 56 (2)

Ketersediaan: komoditas kesehatan esensial

Cakupan memadai: keberlanjutan

Penggunaan pelayanan awal: kontak pertama

pada pelayanan

Akses: Akses fisik pada pelayanan

Cakupan efektif : kualitas

Target Populasi

(21)

Cara transfer dari model konsepsual

ke aplikasi di lapangan

• Secara praktis model

konsepsual untuk

investment case dapat

diterapkan di Kabupaten

Pertanyaan Kritis:

• Apakah model

konsepsual ini dapat

dibawa ke lapangan?

• Melalui kegiatan apa?

(22)

1.Melihat situasi KIA yang problematik 2. Merumuskan analisis situasi dalam pernyataan yang logis 3. Merumuskan sistem yang relevan untuk tindakan yang

akan dilakukan 4. Menetapkan model konsepsual untuk Investasi dalam KIA

7. Menetapkan Rencana Tindak Lanjut untuk mengurangi problem

6. Menetapkan perubahan yang mungkin dilakukan yang berasal dari model konsepsual

Dunia nyata

Systems thinking tentang dunia nyata

Konsep Bottleneck

Konsep Investasi untuk KIA Konsep Desentralisasi

5. Menganalisis aplikasi model konsepsual dengan tindakan di dunia nyata

Konsep Berfikir

Rencana Tindak

Lanjut

(23)

Menganalisis aplikasi model konsepsual

dengan tindakan di dunia nyata

Prospek:

Mengaplikasikan ke

kegiatan

perencanaan untuk

KIA ke kegiatan

yang sudah ada.

Harapan adalah untuk

memperkuat

kegiatan DTPS

(District Team

Problem Solving)

(24)

1.Melihat situasi KIA yang problematik 2. Merumuskan analisis situasi dalam pernyataan yang logis 3. Merumuskan sistem yang relevan untuk tindakan yang

akan dilakukan 4. Menetapkan model konsepsual untuk Investasi dalam KIA

7. Menetapkan Rencana Tindak Lanjut untuk mengurangi problem

6. Menetapkan

perubahan yang mungkin dilakukan yang berasal dari model konsepsual

Dunia nyata

Systems thinking tentang dunia nyata

Konsep Bottleneck

Konsep Investasi untuk KIA Konsep Desentralisasi

5. Menganalisis aplikasi model konsepsual dengan tindakan di dunia nyata. Prospek adalah memperkuat DTPS

Konsep Berfikir

Rencana Tindak

Lanjut

(25)

DTPS-KIA

1. Analisis Situasi

2. Analisis dan Penentuan Prioritas Penyebab

Masalah

a.

Penyebab masalah Kematian Ibu

b.

Penyebab masalah Kematin Bayi dan

Balita

c.

Penyebab masalah Kematian Bayi Baru

Lahir

3. Solusi dan kegiatan Masalah

4. Prioritas dan Target Kegiatan

5. Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Kerja

6. Uraian Perhitungan Anggaran APBD, APBN

dan Sumber Lain

IC-Models

1. Identifikasi masalah dengan

bantuan 12 grafik bottleneck

2. Analisis problem à analisis sampai

akar masalah

3. Pemecahan Masalah

a. Pemecahan masalah dan strategi

b. Menetapkan target peningkatan

cakupan

4. Memprioritaskan strategi

5. Rincian Kegiatan

6. Pembiayaan dan Prediksi Impact

7. Penganggaran dari berbagai

sumber pendanaan

8. Usaha Pendanaan

(26)

Apa yang dapat dilakukan dari model

konsepsual IC untuk memperkuat DTPS

1.

Validasi Data

- Data diambil dari sumber terbaik yang ada.

-

Membandingkan beberapa data dari berbagai

sumber,

-

Mendiskusikan dengan para ahli (dilakukan

triangulasi)

2.

Identifikasi Masalah:

Menelaah indikator-indikator cakupan

pelayanan kesehatan yang relevan dengan MDG

4 dan 5 dan mengindentifikasi masalah

(27)

3.

Analisis Masalah:

Mengelompokkan dan menganalisis masalah (“bottleneck”)

untuk mencapai cakupan yang efektif

4.

Pemecahan Masalah:

Mengidentifikasi strategi-strategi yang feasible (dapat

dikerjakan) yang dapat mengatasi bottleneck untuk jangka

pendek dan menengah

5.

Perkiraan Peningkatan Impact

Memperkirakan peningkatan Impact dengan

memperhitungkan strategi yang dilakukan dan jangka waktu

pelaksanaan

6.

Prioritas Strategi:

Memberikan peringkat untuk strategi-strategi berdasarkan

kepentingan, biaya dan kerumitan.

(28)

Gambaran ke depan

• Pengembangan DTPS dengan menggunakan

konsep IC

• Dilakukan dalam siklus penganggaran tahunan

• Dilakukan di Kabupaten

• Dengan fasilitasi Dinas Kesehatan Propinsi dan

Kementrian Kesehatan

(29)

Siklus Perencanaan dan Penganggaran

di daerah

1

2

(30)

Kalendar Tahunan

Pelaksanaan Musrenbang di Daerah Maret April

• Evaluasi

Kegiatan

Tahun Lalu

• Microplanni

ng di

Puskesmas

• Persiapan

Musrenbang

di Daerah

Pertemuan Koordinasi Perencanaan KIA antara Pusat dengan Propinsi

Perencanaan dan

Penganggaran

KIA di daerah

Perencanaan dan

Penganggaran KIA

di Pusat

Pengesahan anggaran

APBD, l.k Oktober

Pengesahan

anggaran APBN

(31)

Langkah Awal

Evaluasi Kegiatan Tahun

Lalu

Microplanning di

Puskesmas

Persiapan Musrenbang di

Daerah

Pengesahan anggaran

APBD, l.k Oktober

Pengesahan

anggaran APBN

Berdasarkan pengalaman IC

Membentuk Jaringan KIA

Melakukan workshop monitoring hasil tahun lalu

Melakukan perencanaan dengan tiga kelompok

Melakukan workshop gabungan 3 kelompok

Melakukan penyusunan anggaran dan sumber pendanaan

Menentukan strategi untuk pembiayaannya

(32)

Catatan: ada tiga kelompok yang membahas

1. Pelayanan berbasis masyarakat berorientasikan keluarga

Contoh: Cuci tangan dengan sabun, penggunaan kelambu

berinsentisida, perawatan bayi baru lahir, ASI Ekslusif dan

pemberian oralit untuk terapi diare

2. Pelayanan berkala (terjadwal) berorientasikan penduduk

Contoh: KB, ANC, PMTCT dan Imunisasi Campak

3. Pelayanan Klinis berorientasikan individu

Contoh: Persalinan oleh Nakes, Pemberian antibiotik untuk

pneumonia pada balita, PONED dan PONEK. Kelompok ini

dipimpin oleh dokter spesialis di RS

(33)

Siapa anggotanya?

Kelompok 1. Pelayanan berbasis masyarakat

berorientasikan keluarga: DinKes, Kepala

Sekolah, PKK, Dinas PU

Kelompok 2. Pelayanan berkala (terjadwal)

berorientasikan penduduk: Dinas KB, Dinas

Kesehatan, lintas sektor.

Kelompok 3. Pelayanan Klinis berorientasikan

individu: DinasKesehatan, RS Swasta, RS

Pemerintah, Puskesmas. Kelompok ini dipimpin

dokter spesialis/RS

>> Tiga kelompok ini dikoordinir oleh Bappeda

Kabupaten/Kota

(34)

Langkah penganggaran dengan KemKes

Pengesahan anggaran

APBD, l.k Oktober

Pengesahan

anggaran APBN

Kegiatan penting

Memadukan perencanaan daerah dengan adanya dana

pusat

Rencana Penggunaan dana dekonsentrasi

Rencana Penggunaan DAK/TP

Penggunaan SPM

...

Pertemuan Koordinasi Perencanaan KIA antara Pusat dengan Propinsi

Perencanaan dan

Penganggaran KIA

di Pusat

(35)

Langkah selanjutnya

Perencanaan dan

Penganggaran

KIA di daerah

Perencanaan dan

Penganggaran KIA

di Pusat

Pengesahan anggaran

APBD, l.k Oktober

Pengesahan

anggaran APBN

(36)

4. Hasil Analisis Scalling UP

Pembiayaan KIA Di 4

(37)

HASIL IC

(38)

Prioritas Strategi hasil analisis masalah

berdasar data

1. IMD dan ASI Eksklusif

2. Manajemen puskesmas

3. KB pasca persalinan

4. Kemitraan bidan dan dukun

5. Peningkatan sistem rujukan

6. Peningkatan kompetensi nakes

(39)

Program dan Kegiatan KIA Kota Tasikmalaya;

IMD dan ASI Eksklusif

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

1. Pening

katan

Cakupa

n IMD

dan

ASI

Eksklus

if

1. Program

Upaya

Kesehatan

Masyaraka

t

2. Program

Peningkata

n Kapasitas

Aparatur

3. Program

peningkata

n

keselamat

an ibu

melahirkan

dan anak

1. Pertemuan kelas

ibu untuk IMD

dan Asi Ekslusif

2. Training untuk

Motivator IMD

3. Penambahan

insentif Bidan

Desa yg

melakukan IEC

dan IMD pada

ibu-ibu PKK

DinKes Kota

Dinkes Prop.

Dinkes Kota

Dinkes Prop

Dinkes Kota

Masyarakat

APBD Kota

APBN Prov

(Dekon)

APBD Kota

APBN Prov

(Dekon)

APBD kota

(40)

Program dan Kegiatan KIA Kota Tasikmalaya

;

Manajemen puskesmas

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

1. Peningkatan

Manajemen

Puskesmas

1. Program

peningkat

an

kapasitas

sumber

daya

aparatur

1. Peningkata

n kapasitas

manajemen

Puskesmas

untuk

kegiatan

KIA

(penambah

an SDM

administras

i)

Dinkes Kota

APBD Kota

(DAU) dan BOK

(???)

(41)

Program dan Kegiatan KIA Kota Tasikmalaya;

KB pasca persalinan

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

1. Peningkatan

pelayanan

KB pasca

melahirkan

1. Program

Keluarga

Berencana

1. Penyuluhan

oleh bidan

Puskesmas

tentang KB

2. Pengadaan

alat

kontrasepsi

DinKes Kota

Profesi

APBD Kota

Swasta

DAU

DAK

(42)

Program dan Kegiatan KIA Kota Tasikmalaya;

Kemitraan bidan dan dukun

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber

Dana

1. Peningkata

n kemitraan

Bidan dan

paraji

1. Program

Kemitraan

peningkatan

pelayanan

kesehatan

1. Pertemuan

dengan paraji

untuk

membuat

kontrak

kemitraan

antara

pemerintah

dengan paraji

2. Pemberian

insentif untuk

dukun yang

mau

bekerjasama

DinKes Kota

DinKes Kota

APBD Kota

Swasta

APBN

(Dekon)

APBD Kota

Swasta

(43)

Program dan Kegiatan KIA Kota Tasikmalaya;

Peningkatan sistem rujukan

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

1. Peningkata

n sistem

dan kualitas

penangana

n kasus ibu

melahirkan

1. Program

peningkata

n kapasitas

sumber

daya

aparatur

2. Pengadaan

peralatan

COENC

1. Pelatihan

tenaga

kesehatan

untuk

PONED

2. Pengadaan

peralatan

medis

Dinkes Kota

Dinkes Prop

Profesi

Dinkes Kab

RSD

APBD Kota

APBN Dekon

Swasta

APBD Kota

(DAK)

(44)

Program dan Kegiatan KIA Kota Tasikmalaya;

Peningkatan kompetensi nakes

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

Peningkatan

Keahlian SDM

Kesehatan

1. Program

peningkata

n kapasitas

sumber

daya

aparatur

Training tenaga

kesehatan

PONEK

DinKes Kota

Dinkes Prop.

APBD Kota

APBN Dekon

(45)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kota Tasikmalaya

-2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00

2010

2011

Billio ns

Private and

Community

Donors

District

Provincial

Central

(46)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kota Tasikmalaya (dalam Miliar Rupiah)

Dana Pem. Pusat Dana Pem. Prop. Dana Pem. Kab/Kota. Dinas Lain Donor MasyarakatSwasta

2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011

Honorarium (DAU) - - - 0.1486 - - -

-Buffer stocks (DAK) 0.0243 0.0335 - - 0.4996 0.5589 0.1200 0.1332 0.0002 0.0001 0.3334 0.3676

Persediaan Obat dan Alkes

(DAK) 4.0115 4.5869 1.2002 1.3323 0.2219 0.2742 - - 0.0016 0.0013 2.9979 3.3177

Equipment (DAK) - 0.5000 - - -

-Insentif (DAU) - - - 0.6482 - - -

-Infrastruktur (DAK) - 0.7750 - - -

-Perawatan (DAU) 0.0080 0.0080 - - 0.8458 0.9228 - - - - 0.2197 0.2197

MonEv Supervisi (DEKON

à BOK) 0.6400 0.8560 0.0600 0.0600 - - -

-Pre-service training

(DEKON) - - - 0.4273 - - -

-Refreshment training

(DEKON) - - - 1.0222 - 0.0375 - - -

-User defined (kegiatan baru) (Peningakatan Fasilitas Kesehatan dan Manajemen

PKM àDAK/BOK???) - - - - 4.3756 4.4726 - - -

-Peralatan Kantor (DAU) - - - 0.8275 - - -

(47)

-HASIL IC

(48)

Prioritas Strategi hasil analisis masalah

berdasar data

1. Meningkatkan ANC yang berkualitas

2. PONED

3. PONEK

4. Meningkatan Imunisasi yang berkualitas

5. Menguatkan Jejaring KIA-Kespro

(49)

Program dan Kegiatan KIA Kota Pontianak

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab Potensi Sumber Dana 1. Memperbaiki Perilaku hidup yang bersih dan sehat (PHBS) termasuk kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan adanya sumber air bersih 2. Meningkatkan cakupan ASI eksklusif (termasuk inisasi menyusui dini) 1. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat 2. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 3. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 1. Pengembangan media promosi dan

informasi sadar hidup sehat 2. Pendidikan dan pelatihan formal (Motivator) 3. Pembahasan peraturan pengganti ASI Dinkes Kota Promkes Kesling PUSDIKLAT Dinkes Kota DPRD KB RS APBD/Donor/CS R APBN (Dekon) APBD Swasta APBD

(50)

Program dan Kegiatan KIA Kota Pontianak

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab Potensi Sumber Dana Memperbaiki kualitas ANC 1. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 2. Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata 3. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 1. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang ANC 2. Pengadaan

bahan-bahan logistik rumah sakit

3. Evaluasi dan

pengembangan standar pelayanan kesahatan 4. Distribusi SOP untuk

pengujian ANC Kesga Kesekretariatan Kesekretariatan Kesga Kesekretariatan Kesga APBD/Swasta APBN (DAK) APBD BOK APBD

(51)

Program dan Kegiatan KIA Kota Pontianak

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab Potensi Sumber Dana 1. Meningkatkan sosialisasi PMTCT kepada masyarakat dan ibu hamil dan meningkatkan cakupan ibu hamil yang positif HIV dan berada di bawah program PMTCT 2. Memperbaiki kualitas Imunisasi dan manajemen cold chain (rantai dingin) 1. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 2. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 1. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit 2. Pendidikan dan pelatihan formal (Pelatihan imunisasi untukbidan swasta) P2PL Pemerintah Desa Pusdiklat Provinsi APBD Donor APBN (Dekon) PNPM/ Swasta

(52)

Program dan Kegiatan KIA Kota Pontianak

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab Potensi Sumber Dana Memperbaiki Sistem dan Kualitas Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar (rujukan tingkat pertama) 1. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 2. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat

1. Pendidikan dan pelatihan formal

2. Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat (Promosi Puskesmas PONED) Pusdiklat Provinsi Dinkes Kota Promkes APBN (Dekon) PNPM/Swasta BOK

(53)

Program dan Kegiatan KIA Kota Pontianak

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi Sumber

Dana

Memperbaiki

Sistem dan

Kualitas

Pelayanan

Obstetrik dan

Neonatal

Emergensi

Komprehensi

f (rujukan

tingkat

kedua)

1. Program

pengadaan,

peningkatan

sarana dan

prasarana

rumah

sakit/rumah

sakit

jiwa/rumah

sakit

paru-paru/rumah

sakit mata

2. Program

pemeliharaan

sarana dan

prasarana

rumah

sakit/rumah

sakit

jiwa/rumah

sakit

paru-/

h

1. Pengadaan alat-alat

rumah sakit

2. Pembangunan bank

darah di RS

3. Pemeliharaan

rutin/berkala alat-alat

kesehatan rumah

sakit

4. Pemeliharaan

rutin/berkala gedung

bank darah

Kesekretariatan RS

Kesekretariatan RS

Kesekretariatan RS

Kesekretariatan RS

APBN (DAK)

APBN (DAK)

APBD/APBN

APBD/APBN

(54)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kota Pontianak

-2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00

2010

2011

Billio ns

Private and

Community

Donors

District

Provincial

Central

(55)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kota Pontianak (dalam Miliar Rupiah)

Dana Pem. Pusat

Dana Pem. Prop.

Dana Pem.

Kab/Kota. Dinas Lain Donor

Swasta Masyarakat

2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011

Honorarium (DAU) - - - - 0.5775 0.6387 - - -

-Buffer stocks (DAK) 0.1292 0.1530 - - 0.4332 0.5204 0.1066 0.1069 - - 0.6667 0.7147

Persediaan Obat dan Alkes

(DAK) 3.2291 3.3857 - - 4.0614 4.9508 1.0657 1.0691 - - 4.5674 5.1238

Equipment (DAK) - - - 0.5625 - - -

-Insentif (DAU) - - -

-Infrastruktur (DAK) - - - 0.3440 - - - 0.0150

Perawatan (DAU) - - - - 1.0695 1.0934 - - -

-MonEv Supervisi (DEKON

à BOK) 0.0800 0.0814 0.0200 0.0205 - - -

-Pre-service training

(DEKON) - - - 0.0350 - 0.1400 - - - 0.1375

Refreshment training

(DEKON) - - - 0.0552 - 0.2209 - - -

-User defined (kegiatan

baru) (DAU) - - - 1.1038 - - -

-Peralatan Kantor (DAU) - - - - 0.8316 0.8316 - - -

(56)

-HASIL IC

(57)

Prioritas Strategi hasil analisis masalah

berdasar data

1. Kualitas ANC

2. Akses Pelayanan obstetric dan neonatal emergensi

(PONED dan PONEK)

3. IMD dan ASI Eksklusif

4. Peningkatan jumlah nakes dan kompetensi nakes

5. Perbaikan manajemen penyimpanan dan distribusi

vaksin (cold chain)

6. KB Pasca Persalinan

7. Malaria dengan ibu hamil dan balita

8. Terapi Pneumonia

(58)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Sikka

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

Perbaikan

layanan

persalinan

dan

perawatan

bayi

khususnya

yang baru

lahir

hingga

berumur 7

hari

1. Program

peningkata

n

keselamat

an ibu

melahirkan

dan anak

1. Peningkatan

Pelayanan

Kesehatan

Reproduksi

Kesga

Dinkes

KB

APBD/Donor

(59)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Sikka

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

Peningkata

n

jangkauan

ASI

eksklusif

(termasuk

IDM)

1. Program

peningkata

n kapasitas

sumber

daya

aparatur

2. Program

peningkata

n

keselamat

an ibu

melahirkan

dan anak

1. Pendidikan dan

pelatihan formal

(Training

motivator IMD &

Asi Esklusif)

2. Pembentukan

Kelompok

Pendukung Kelas

Ibu

PUSDIKLAT

Dinas

Kesehatan

Keluarga

Berencana

KESGA

Pemerintah

Desa

APBN (Dekon)

APBD

Donor

APBD/PNPM/

Donor

(60)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Sikka

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi Sumber

Dana

Perbaikan

kualitas ANC

Peningkatan

cakupan

persalinan

normal oleh

pembantu

kelahiran

terampil

dalam

fasilitas

kesehatan

1. Program

Promosi

Kesehata

n dan

Pemberd

ayaan

masyarak

at

2. Program

Kemitraa

n

peningkat

an

pelayana

n

kesehata

n

1. Pengembangan

media promosi

dan informasi

sadar hidup

sehat

2. Kemitraan bidan

dan paraji

PROMKES

Dinkes

Pemda

KESGA

Dinkes

KB

Pemda

BOK

APBD/PNPM/Don

or

(61)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Sikka

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

Perbaikan

sistem dan

kualitas

layanana

persalinan

dan

neonatal

darurat

1. Program

peningkata

n

keselamat

an ibu

melahirkan

dan anak

2. Program

Kemitraan

peningkata

n

pelayanan

kesehatan

3. Program

Standarisa

si

Pelayanan

Kesehatan

1. Pengembangan

Desa Siaga

2. Kemitraan bidan

dan paraji

3. Pembuatan

RAPERDA

KESGA

Dinkes

Pemda

KESGA

Dinkes

Dinsos

Pemda

Sekretariat

Dinkes

Pemda

DPRD

APBD/APBN/P

NPM/Donor

APBD/PNPM/D

onor

(62)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Sikka

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

Perbaikan

sistem dan

kualitas

layanan

persalinan

dan

neonatal

darurat

(PONED)

1. Program

pengadaan

,

peningkata

n dan

perbaikan

sarana dan

prasarana

puskesmas

/puskesma

s

pembantu

dan

jaringanny

a

1. Pembangunan

Rumah Tunggu

Persalinan

2. Pengadaan

Sarana dan

Prasarana

3. Pemeliharaan

Rumah Tunggu

SEKRETARIATA

N

Dinkes

Dinsos

KB

RS

APBD/APBN/D

onor

(63)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Sikka

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi

Sumber Dana

Penguatan

jaringan

KIA dan

memastika

n bahwa

KIA

merupaka

n prioritas

dalam

kabupaten

ini

1. Program

Kemitraan

peningkata

n

pelayanan

kesehatan

2. Program

Standarisa

si

Pelayanan

Kesehatan

1. Kerjasama

dengan

kecamatan

2. Jejaring KIA

3. Pertemuan

regulasi tarif

pelayanan

kesehatan di

kabupaten SIKKA

Sekretariatan

Kesga

Dinkes

Depdagri

Biro Hukum

Pemda

Sekretariatan

Kesga

Dinkes

Depdagri

Pemda

APBD/PNPM/D

onor

APBD/APBN

(64)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kabupaten Sikka

-5.00 10.00 15.00 20.00 25.00

2010

2011

Billio ns

Private and

Community

Donors

District

Provincial

Central

(65)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kabupaten Sikka (dalam Miliar Rupiah)

Dana Pem. Pusat Dana Pem. Prop. Dana Pem. Kab/Kota. Dinas Lain Donor MasyarakatSwasta

2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011

Honorarium (DAU) - 0.2399 - - - 0.5315 0.5315 0.5315 0.5315

Buffer stocks (DAK) 5.0788 6.8931 - - 0.4951 0.7248 0.1686 0.3539 0.0115 0.0175 1.8171 2.2903

Persediaan Obat dan Alkes

(DAK) 13.5248 17.2370 0.8550 1.3039 2.7433 3.5925 0.5948 1.1047 7.5626 11.5326 5.2351 6.1166

Equipment (DAK) - - - 2.2060 - - -

-Insentif (DAU) - 0.0720 - - -

-Infrastruktur (DAK) - - - 0.7808 - - -

-Perawatan (DAU) 1.9685 2.0132 - - -

-MonEv Supervisi (DEKON

à BOK) 0.0500 0.0622 0.0200 0.0249 - - - - 0.0300 0.0373 -

-Pre-service training

(DEKON) - 0.2306 - 0.0922 - - - 0.1384 -

-Refreshment training

(DEKON) - 0.5378 - 0.2151 - - - 0.3227 -

-User defined (kegiatan

baru) (BOK) - 1.6775 - - - 0.0061

Peralatan Kantor (DAU) 0.9696 0.9696 - - -

(66)

-HASIL IC

(67)

Prioritas Strategi hasil analisis masalah

berdasar data

1. ANC yang berkualitas ---- paket ANC

termasuk HIV skrining dan integrasi malaria

2. Pemenuhan kekurangan tenaga kesehatan

dan kompetensinya

3. PONED

(68)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Merauke

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab

Potensi Sumber Dana

1. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk mencuci tangan dengan sabun 2. Meningkatkan cakupan ASI eksklusif 3. Meningkatkan cakupan penggunaan oralit dalam terapi rehidrasi oral untuk pengobatan 1. Program Upaya Kesehatan Masyarakat 2. Program pembangunan infrastruktur perdesaaan 3. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita 4. Meningkatkan jumlah dan kompetensi petugas kesehatan 5. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 6. Program peningkatan 1. Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan 2. Pembangunan sarana

dan prasarana air bersih perdesaaan 3. Penyuluhan kesehatan anak balita 4. Pelatihan kembali/lanjutan untuk manajemen laktasi 5. Pendidikan dan pelatihan formal 6. Monitoring, evaluasi dan pelaporan Dinkes Kab Yankes Kesling PU Dinkes Kab Dinkes Prov Dinkes Kab Dinkes Prov Dinkes Kab Dinkes Prov Dinkes Kab Dinkes Prov APBN/APBD/Swa sta APBN/APBD/Don or APBN/APBD/Don or APBN/APBD/Don or BOK

(69)

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab

Potensi Sumber Dana

1. Memperba iki Sistem dan Kualitas Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar 2. Meningkat kan ANC yang berkualitas (integrasi dengan malaria dalam kehamilan dan PMTCT) 1. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 2. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat 1. Monitoring, evaluasi dan pelaporan 2. Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat

Dinkes Kab KIA Yankes Dinkes Kab Promkes BOK APBD/Donor

(70)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Merauke

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab Potensi Sumber Dana 1. Meningkatkan ANC yang berkualitas (integrasi dengan malaria dalam kehamilan dan PMTCT) 2. Meningkatkan kualitas dan cakupan imunisasi 1. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 2. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 3. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 4. Program Upaya Kesehatan Masyarakat 1. Pendidikan dan pelatihan formal (PMTCT) 2. Peningkatan pelayanan ANC

3. Imunisasi bagi anak balita 4. Monitoring, evaluasi dan pelaporan Dinkes Provinsi Dinkes Kab Pengembangan SDM Dinkes Kab Dinkes Kab P2PL Dinkes Kab Yankes APBN APBD Donor APBD/Donor APBN/APBD/Dono r BOK

(71)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Merauke

Strategi Program Kegiatan Pelaksana dan Penanggung Jawab Potensi Sumber Dana Memperbaiki Sistem dan Kualitas Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar 1. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskes mas pembantu dan jaringannya 2. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 3. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 1. Pengadaaan sarana dan prasarana puskesmas 2. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas 3. Pendidikan dan pelatihan formal tim PONED 4. Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan Dinkes Kab Sekretariat Dinkes Kab Sekretariat Dinkes Provinsi Dinkes Kab Dinkes Kab Promkes Yankes KIA APBN (DAK) APBD APBD APBN (Dekon) APBD APBD/Donor

(72)

Program dan Kegiatan KIA Kab. Merauke

Strategi

Program

Kegiatan

Pelaksana dan

Penanggung

Jawab

Potensi Sumber

Dana

Memperbaiki

Sistem dan

Kualitas

Pelayanan

Obstetrik dan

Neonatal

Emergensi

Komprehensif

1. Program

pengadaan,

peningkatan

sarana dan

prasarana rumah

sakit/rumah sakit

jiwa/rumah sakit

paru-paru/rumah

sakit mata

2. Program

pemeliharaan

sarana dan

prasarana rumah

sakit/rumah sakit

jiwa/rumah sakit

paru-paru/rumah

sakit mata

3. Program

peningkatan

kapasitas sumber

daya aparatur

1. Pembangunan bank

darah

2. Pembangunan

rumah tunggu

persalinan

3. Pemeliharaan

rutin/berkala

gedung bank darah

4. Pendidikan dan

pelatihan formal tim

PONEK

Sekretariat RS

Sekretariat RS

Sekretariat RS

Dinkes Prov

APBN (DAK)

Donor

APBN (DAK)

Donor

APBD/APBN

APBN (Dekon)

APBD

(73)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kabupaten Merauke

-2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00

2010

2011

Billio ns

Private and

Community

Donors

District

Province

Central

(74)

Kebutuhan Pendanaan Untuk Intervensi KIA diluar Gaji,

Kabupaten Merauke (dalam Miliar Rupiah)

Dana Pem. Pusat Dana Pem. Prop. Dana Pem. Kab/Kota. Dinas Lain Donor MasyarakatSwasta

2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011

Honorarium (DAU) - - - - 0.44 4.80 - - -

-Buffer stocks (DAK) 0.04 0.05 - - 0.19 0.27 - - 0.04 0.06 0.07 0.09

Persediaan Obat dan Alkes

(DAK) 0.37 0.53 - - 1.98 2.83 - - 0.38 0.52 0.51 0.72

Equipment (DAK) - - - 2.20 - - -

-Insentif (DAU) - - - 0.09 - - -

-Infrastruktur (DAK) - 0.20 - - - 0.52 - - -

-Perawatan (DAU) - - - - 1.15 1.23 - - - 0.02

MonEv Supervisi (DEKON

à BOK) 0.02 0.04 0.08 0.15 - - -

-Pre-service training

(DEKON) - 0.18 - 0.69 - - - 0.01 -

-Refreshment training

(DEKON) - 0.01 - 0.09 - - -

-User defined (kegiatan

baru) (BOK) - - - 1.58 - - - 0.00 -

-Peralatan Kantor (DAU) - - - - 1.34 1.34 - - -

(75)

-Kebutuhan Alokasi Penganggaran KIA Berdasarkan

Jenis Mata Anggaran , 4 Kab/Kota

-10 20 30 40 50 60 70 80

Current Needs Current Needs Current Needs Current Needs Tasikmalaya Pontianak Sikka Merauke

Billio ns Vehicles Utilities User defined Salaries Re fresher training Pre service training

Monitoring and supervision Maintenance Infrastructure Incentive Equipment Commodities Buffer stock Allowance

(76)

Scaling-Up Anggaran Intervensi

Prioritas KIA Jangka Pendek

No

Fase

Tasikmalaya Pontianak

Sikka

Merauke

%

%

%

%

1

Birth

11%

8%

14%

70%

2

Childhood

50%

15%

2%

2%

3

Salaries,

Maintenance,

Monitoring,

Utilities, User

defined

15%

11%

23%

32%

4

Neonatal

7%

178%

3567%

234%

5

Pregnancy

12%

317%

134%

138%

6

Pre

Pregnancy

44%

170%

0%

0%

Annual Scale Up

16%

20%

22%

32%

(77)

5. HASIL IDENTIFIKASI MASALAH DAN

ANALISIS PEMBIAYAAN

PROGRAM KESEHATAN IBU ANAK DI 4

KAB/KOTA

• Jumlah dan distribusi SDM terbatas

• Kualitas SDM dan Mutu Pelayanan juga terbatas

• Sosio-Kultural Masyarakat

• Aksesbilitas ke titik terluar (Daerah Terpencil

Perbatasan dan Kepulauan)

• Belum adanya kesesuaian penggunaan anggaran

(channeling)

(78)

Hasil Identifikasi Analisis Pembiayaan

Kesehatan Ibu Anak di 4 Kab/Kota

• Dana terbatas justru di Tasikmalaya (wilayah

kota)

• Kota ini mempunyai kemampuan fiskal

rendah,

• Kputusan penganggaran ada di

dewan, sehingga untuk mengalokasikan dana

butuh lobby dan advokasi ke eksekutif dan

(79)

• Dana tersedia relatif besar untuk di wilayah

kepulauan (NTT) karena ada bantuan asing;

• Papua (daerah terpencil/perbatasan) ada

peluang Otsus

• Belum ada manajemen pengelolaan dana

yang baik untuk operasional program

sehingga sering terjadi mis-alokasi (misalnya

penyediaan fasilitas kelas 3 yang

(80)

Makna Investment Case

• membuat suatu benang

merah dari proses

perencanaan yang

rasional

• Bagaimana

kenyataannya?

Masalah

Solusi - Strategi

Perencanaan

Penganggaran

(81)

Kenyataan:

Hasil Sementara Implementasi Study IC dalam Musrenbangda

2011

• Kota Tasikmalaya à perencanaan untuk KIA 2012 tidak

mengacu kepada permasalahan yang ada dan berbasis

bottleneck (masih perencanaan historical), alokasi dana sangat

tergantung loby pemerintah dengan legislatif.

• Kota Pontianak à perencanaan untuk KIA 2012 sebagian sudah

mulai mengadopsi strategi yang ada dalam IC Study

• Kab Merauke à hasil perencanaan untuk KIA sedang dibawa ke

Kemenkes untuk didiskusikan, dan dalam program tersebut

sudah memasukkan sebagian besar strategi/intervensi berbasis

IC Study

• Kab Sikka à hasil perencanaan untuk KIA sudah memasukkan

sebagian besar strategi/intervensi berbasis IC Study

(82)

Kesimpulan sementara

• Proses perencanaan dan penganggaran di

kabupaten untuk KIA masih belum bisa

rasional , khususnya di kota Tasikmalaya

• Di Merauke, ada potensi dana namun belum

dimanfaatkan.

• Butuh pembinaan proses perencanaan yang

rasional secara terus menerus.

(83)

Saran:

• Memperkuat proses perencanaan di

Kabupaten

• DTPS yang ada saat ini perlu direvitalisasi

dengan menggunakan prinsip Investment Case

• DInKes Propinsi perlu membina proses

perencanaan di Dinas Kesehatan Kabupaten

Catatan:

Dengan adanya BOK di Puskesmas kebutuhan perbaikan

perencanaan di Kabupaten menjadi semakin besar

(84)

Referensi

Dokumen terkait

Barang bebas adalah benda yang tersedia dalam jumlah banyak manusia untuk.. memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan, karena sudah tersedia

NDAt dihitung dengan model jones dan median TAt / At-1 adalah nilai median dari akrual total di tahun t yang disimbolkan dengan aset total keseluruhan untuk seluruh

Stage area detection this bleeding perform analysis spread of white intensity including indicated bleeding so that know increased the brightness or contrast stretching

Pelaksanaan pembelajaran terkait Kurikulum penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf b dapat dilaksanakan dengan ketentuan

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penyebaran kuesioner yang telah disusun secara terstruktur, dimana sejumlah

Laundry Q Pontianak memerlukan aplikasi pelayanan jasa dan persediaan bahan baku guna memastikan kegiatan bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan efektif dan efisien..

Elemen “manusia ( human )” belum mendapat perhatian seperti halnya elemen berbasis sumber -daya yang lebih menekankan pada strategik dan faktor-faktor sumber-daya

Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja..